Pages

Mahasiswa Banyuwangi Jadi Juara KTI Nasional

Banyuwangi (Warta Blambangan) Satu lagi prestasi dari Mahasiswa diajang menulis tingkat Nasional, adalah M. Fauzie Al Hamidi, Mahasiswa IAIDA Blokagung yang juga calon peserta KTIQ Kafilah Kabupaten Banyuwangi, dengan karya tulis berjudul REVITALISASI HUKUM ISLAM TERHADAP MONEY POLITICS DALAM MENGHADAPI PEMILIHAN UMUM (PEMILU) berhasil menjadi juara kedua dalam Lomba KTI Nasional antar Mahasiswa yang dilaksanakan di  Universitas Jember Sabtu, (29/07/2023).


Fauzie yang seharusnya mengikuti pembinaan calon Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan LPTQ Kabupaten Banyuwangi sejak Jumat (28/07/2023) oleh pembinanya diberi kekuasaan untuk mengikuti lomba.

"ajang kompetisi KTI itu juga mengasah kemampuan dibidang karya tulis yang diharapkan ketika mewakili KTIQ dalam MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur lebih siap" kata Syafaat, Pembina KTIQ Kabupaten Banyuwangi.


Dalam emailnya, Fauzie dan M. Tegar Wahyu Ilhamn, rekan satu teamnya dari IAIDA dapat mempresetasikan KTI-nya yang bujan hanya dikuatkan dengan perundang-undangan tentang Pemilihan umum, namun juga dalil yang diambil dari Kitab Suci.

"bekal yang kami dapat dari kampus dan keikutsertaan Bimbingan KTI Al-Qur’an yang dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sangat membantu dalam mengasah kemampuan kami dibidang karya tulis" kata Fauzie.


Lebih lanjut Fauzie berharap lebih banyak para penulis muda di Kabupaten Banyuwangi yang tampil ditingkat Nasional, terlebih dari Kementerian Agama yang telah mempunyai komunitas Lentera Sastra sebagai lembaga pembinanya.


Menyinggung tentang kualitas penulis muda Banyuwangi, Ketua komunitas Lentera Sastra Syafaat, Senin (31/07/2023) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa saat ini sebenarnya sudah cukup lumayan kemampuan insan Kementerian Agama, namun belum banyak karya tulis remaja yang berkiprah ditingkat Nasional. (syaf)

Pembinaan Kafilah MTQ ke XXX Kabupaten Banyuwangi.

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Banyuwangi mengadakan Pembinaan Kafilah Kabupaten Banyuwangi untuk persiapan MTQ XXX Tingkat Jawa Timur Tahun 2023. Kegiatan yang berlangsung Jumat ( (28/07/2023) s/d Ahad (30/07/2023) di Family Homestay Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah.


Para peserta dilatih oleh para pelatih dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, seperti Hisbullah Huda, KH. Achmad Siddiq, Syafaat, Anis Muyasyaroh, Yasin Alibi dan Nikmatur Rochmah. Dan pelatih lainnya dari LPTQ Kabupaten Banyuwangi.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan Mastur yang juga menjabat Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa pada tahun ini ada satu cabang yang selama ini belum pernah diikuti, yakni KTI Al-Qur’an.


"pembinaan KTIQ kita percayakan kepada Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat" kata Syamsul Huda.
Dengan pembekalan yang cukup, diharapkan Kafilah Kabupaten Banyuwangi menjadi yang terbaik, baik ditingkat Provinsi maupun ditingkat Nasional.
"satu peserta KTIQ hari pertama belum dapat hadir, karena mengikuti final lomba KTI antar perguruan tinggi" kata Syafaat.

Pada pembekalan kali ini juga akan dilanjutkan dengan pendaftaran online MTQ Provinsi Jawa Timur yang akan berlangsung akhir September 2023.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin memberikan suport kepala kepada seluruh peserta yang mengikuti pembinaan
"Alhamdulillah selamat pada Qor-qoriah terpilih, dan peserta lainnya, terus semangat untuk berlatih dan terus berlatih. Insyaallah semangat dan pengorbanan tidak akan mengingkari hasil. Semoga kualitas semakin meningkat dan berhasil menjadi yang terbaik serta meraih juara. Aamiin" Kata Amak.

Balitbang Semarang Adakan Survey Nasional Literasi Kitab Suci Al-Qur'an di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan)-Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Semarang mengadakan Survey Nasional Literasi Kitab Suci Al-Quran seluruh Indonesia Tahun 2023, hal ini disampaikan Antono dari Litbang Semarang, Jumat (28/07/2023) di ruang PTSP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.


Antono menyampaikan bahwa ada 240 sekolah atau madrasah setingkat SLTP dan SLTA dengan 960 responden atau peserta didik se Indonesia, sedangkan untuk wilayah Jawa Timur ada 30 sekolah atau madrasah.

“Di Kabupaten Banyuwangi dipilih satu Madrasah Aliyah dan satu SMP dengan 8 responden”, kata Antono.

Terkait kesiapan Madrasah atau Sekolah, Antono menyampaikan bahwa lembaga yang akan dituju tidak perlu menyiapkan sesuatu yang berlebihan, yang penting bersedia untuk ditempati sebagai tempat survey, adapun responden yang akan dipilih tidak perlu dipersiapkan secara khusus. Karena nantinya akan dipilih secara acak.

Antono yang mengkoordinasikan di tiga wilayah yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten jember dan Kabupaten Bondowoso menyampaikan bahwa dari ketiga wilayah Kabupaten tersebut hanya di Banyuwangi yang sampelnya dari Madrasah Negeri.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Banyuwangi Moh. Jali menyampaikan bahwa sebuah kehormatan bagi Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, mengingat salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Banyuwangi dijadikan sebagai responden.

Sementara itu Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Mastur menyampaikan bahwa Survey Baca tulis Al-Qur’an (BTQ) yang dilaksanakan sebagai indeks dalam pengambilan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia ini nantinya di Kabupaten Banyuwangi akan ditindak lanjuti oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan menerjunkan para Penyuluh Agama Islam.

“Penyuluh Agama Islam bidang Baca Tulis Al-Qur’an tidak hanya akan memberikan penyuluhan pada majelis taklim saja, tetapi juga kepada lembaga pendidikan formal, yang pelaksanaannya akan di koordinasikan dengan lembaga terkait”, jelasnya.

Tentang dukungan kegiatan survey Nasional Literasi Kitab Suci, Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kemenag Banyuwangi sangat mendukung, dan telah ditindaklanjuti dengan menyampaikan kepada Madrasah Aliyah Negeri yang telah ditunjuk.

“Kami mendukung sepenuhnya program dan telah diintruksikan kepada lembaga dimaksud, terlebih pengujinya dari intern Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi”, kata Amak.

Untuk SMP yang telah ditunjuk, Syafaat sebagai tim penguji dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan telah berkomunikasi dengan SMP yang ditunjuk.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa telah beberapa kali ia mendampingi tim Litbang untuk melakukan penelitian di Kabupaten Banyuwangi, dan untuk masalah ini dirinya menyampaikan bahwa para penguji mendapatkan Choaching Indek Literasi BTQ, sehingga mempunyai pengukuran yang sama.

Tentang tujuan dan manfaat, Antono menyampaikan bahwa  hal ini dilakukan untuk menemu  kenali  langkah-langkah  strategis  dalam  kerangka  mengimplementasikan kebijakan  dan  program-program  terkait  baca  tulis  Al  Qur’an.  

Dengan  demikian pengukuran  Indeks  Literasi  Alquran  Pada  Anak  Didik  di  Sekolah  dan  Madrasah  di Indonesia  perlu  untuk  terus  diperbarui  secara  berkala  oleh  pemerintah,  sebagai bahan bahan rekomendasi dan penetapan kebijakan pemerintah dalam menentukan strategi  kebijakan  maupun  program  terkait  baca  tulis  Al  Qur’an.  Khususnya  yang berada di wilayah koordinasi Makasar, Semarang dan Jakarta. Pengukuran terhadap variable-variable determinan ini dikompositkan menjadi Indeks Literasi Alquran. (syaf)

Launching KMB, Kemenag Kab Banyuwangi Serahkan Sertifikat Halal Milik Warga Hindu.

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Ada yang istimewa saat Launching KMB (Kampung Moderasi Beragama) secara Nasional, Rabu (26/07/2023) yang dilakukan secara Hybrid.

 

Banyuwangi dibagi dalam 3 titik yang sudah diterapkan, salah satunya di Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin juga menyerahkan Sertifikat Halal milik UMKM di desa tersebut milik warga yang Beragama Hindu.
Amak menyampaikan bahwa hal yang terpenting dalam produk halal bukan diproses oleh siapa, tetapi diproses dari apa dan bagaimana prosesnya.

Sebagai penanda ditetapkannya KMB di Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran, bertempat di Balai Kebajikan Paññavisaradha, Amak menyerahkan Piagam Pengesahan Desa Yosomulyo sebagai KMB di Kabupaten Banyuwangi.
"disini ada satu keluarga dengan 3 Agama yang berbeda dan dapat hidup rukun" kata Amak.
Melalui saluran Zoometing, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menyampaikan, pembentukan KMB merupakan langkah untuk membangun perdamaian di tengah kemajemukan.

“Pembentukan Kampung Moderasi Beragama merupakan langkah positif untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, serta menjaga kerukunan dan keberagaman di masyarakat kita,” ujar Wamenag.

Wamenag mengatakan, program KMB melibatkan banyak pihak yang secara aktif mengambil peran dalam membangun sikap moderat. Hal itu, imbuhnya, membuktikan bahwa masyarakat mampu menciptakan perubahan positif.



“Kolaborasi dengan lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh-tokoh agama, dan masyarakat umum memberi kekuatan dan keberlanjutan dalam mencapai tujuan program ini,” ujarnya.

Wamenag juga berharap, program KMB dapat menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus membangun kehidupan yang harmonis dan toleran di tengah kemajemukan.
Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai pertimbangan, telah memutuskan 3 Desa sebagai KMB dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi  dan hari ini secara serentak diserahkan SK dan Piagam penetapan.
"Desa Rogojampi diserahkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Moh. Jali  untuk di Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo diserahkan Ketua Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi H. Mastur, dan di Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran diserahkan sendiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi" kata Syafaat.
Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan Ikrar komitmen bersama 4 Indikator terciptanya Kampung Moderasi
beragama :
1. Komitmen Kebangsaan dengan menjaga kebhinekaan dan Negara kesatuan Republik Indonesia.
2. Toleransi , dengan menghargai perbedaan , kesetaraan dan bersedia bekerja sama.
3. Anti Kekerasana, dengan menolak tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan.
4. Penerimaan terhadap tradisi: ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal yang tidak bertentangan dengan l pokok ajaran Agama 
(Team)


Eny Yaqut Bersama OASE KIM Kampanyekan Peduli Stunting dan Jaga Laut di Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Eny Retno Yaqut ikut mengkampanyekan Peduli Stunting dan Jaga Laut di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (25/7/2023). Hal tersebut dilakukan Eny bersama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang dipimpin Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma'ruf Amin. 


Pada kunjungan kali ini Ibu Negara beserta jajaran melakukan sosialisasi peduli stunting yang digelar di Aula Pendopo, Kawasan Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.

Sesuai laporan, angka stunting di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, di angka 21,6%. Target ini diharapkan turun hingga menyentuh angka 14% di tahun 2024. “Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen,” kata Anggota OASE Lilik Umi Nashriyah.

Adapun kelompok sasaran percepatan stunting ini terdiri dari remaja putri, ibu hamil, calon pengantin, dan ibu yang memiliki anak balita.”Artinya perlu diberitahukan sebelum dan setelah kelahiran. Dan ternyata masih banyak kasus stunting sejak lahir,” ungkapnya.

Pada sosialisi dan penyuluhan kali ini juga dihadiri oleh ibu hamil, calon pengantin, serta ibu-ibu yang memiliki balita. Selain penyuluhan, pencegahan stanting ini juga dilakukan dengan cara Membagikan makanan tambahan sehat kepada 351 anak terindikasi stunting.

Sementara itu, Ibu Iriana berharap kegiatan sosialisasi mengenai stunting yang dilakukan oleh OASE KIM tersebut nantinya dapat dilanjutkan secara menyeluruh di seluruh Provinsi Jawa Timur. “Ini tidak hanya di Banyuwangi saja, seluruh Jawa Timur harus ada acara seperti yang hari ini,” ungkapnya.

Usai sosialisasi stunting, Ibu Negara dana OASE Kim langsung menuju Pantai Bangsring, banyuwangi. Di tempat ini, para ibu-ibu juga melakukan kegiatan sosial. Kegiatan dimulai dengan edukasi pilah sampah, menjadi kerajinan yang diikuti oleh anak sekolah.

Kegiatan berlanjut dengan melakukan transplantasi terumbu karang, dan bersih-bersih Pantai. Dan berlanjut ke acara pelepasan tukik. Menurut Keteranagan, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan guna mengajak masyarakat untuk menjaga laut Indonesia yang Indah.

Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut Ibu Penasehat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut, yang juga anggota OASE KIM serta Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak

Pesan Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur Untuk Satgas Halal

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam Musbahul Munir, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Mufi Imron Rosyadi, serta Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohammad Asadul Anam, dan beberapa pejabat lainnya memberikan Pembinaan terhadap para Kepala KUA Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi di Resto Daipoeng Watukebo, Selasa (25/07/2023).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa Kabupaten Banyuwangi mempunyai potensi yang luar biasa, begitupun dengan hormonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

"Di setiap Kecamatan telah diterapkan rintisan KMB (Kampung Moderasi Beragama) yang sudah dilaunching oleh Pokja KMB Kecamatan dan akan mengikuti launching secara nasional", kata Amak.

Sementara Kakanwil Husnul Maram menyampaikan bahwa adalah kesempatan yang sangat langka dapat bertemu dengan para penghulu bersama isteri.

"Kalau tidak ada kekompakan, pekerjaan tidak akan terlaksana dengan baik", ungkapnya.

Kepada para istri Kepala KUA Kecamatan, Maram berpesan agar tetap mendukung tugas-tugas suami sebagai seorang penghulu, dengan mengingat doa isteri merupakan doa yang sangat penting bagi kesuksesan suami.

Dirinya juga berpesan agar Kementerian Agama mensukseskan Sertifikat produk halal, sehingga semua produk, terutama di Kabupaten Banyuwangi semua bersertifikat halal

Cegah Kawin Anak Jadi Bahasan Utama DRPPA


Banyuwangi (Warta Blambangan) 
Diskusi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) bersama OPD terkait yang akan dipimpin Oleh Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Eko Novi di Ruang rapat Mas Alit Pemerintah Kabupaten Banyuwagi, Jumat (21/07/2023), membahas tentang DRPPA.

Program DRPPA memiliki 10 indikator isu kesetaraan yang harus diselesaikan, termasuk implementasi kebijakan desa yang ramah perempuan dan anak, pembiayaan desa untuk pemberdayaan perempuan, pengasuhan / pendidikan bagi ibu dan keluarga, dan tidak ada kekerasan serta perkawinan usia bagi perempuan dan anak.

DRPPA adalah desa/kelurahan yang berperspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan, yang dilakukan  secara terencana, menyeluruh, berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan Indonesia” kata Eko

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini menyampaikan bahwa tantangan saat ini bagi orang tua berbeda dengan masalalu, hal ini dengan mengingat perkembangan tehnologi yang belum tentu dapat diikuti oleh orang tua, namun anak-anak telah dapat mengakses informasi tersebut, yang belum tentu anak-anak dapat memfilter secara benar.

Masalah perkawinan anak menjadi bahasan utama dalam kegiatan tersebut, hal ini terkait masih tingginya angka perkawinan anak di Kabupaten Banyuwangi.

“trend perkawinan anak sebenarnya semakin tahun semakin menurun, namun kita dapat mengupayakan mengupayakan hingga seminim mungkin” kata Henik.

Mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa perkawinan anak merupakan problem yang harus diwaspadai bersama, terutama perkawinan anak dari akibat pergaulan bebas.

“KUA Kecamatan selalu menolak jika ada pengajuan perkawinan yang usianya kurang dari 19 tahun, mereka kemudian mengajukan ke Pengadilan untuk mendapatkan dispensasi” kata Syafaat.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa Kementerian Agama telah melakukan beberapa langkah strategis untuk menekan adanya perkawinan anak ini dengan cara memberikan edukasi kepada anak-anak untuk menghindari pergaulan bebas yang akan merugikan masa depan mereka.

“yang perlu dilakukan adalah penyadaran kepada usia baligh anak-anak agar terhindar dari perbuatan seks bebas” kata Syafaat.

Sebab menurut Syafaat, esensi dari pencegahan perkawinan anak adalah pencegahan seks usia anak, yang mengakibatkan anak-anak tersebut mengajukan permohonan perkawinan.

“jika permohonan dispensasi ini ditolak, maka mereka akan memilih untuk melakukan perkawinan dibawah tangan yang juga akan mengakibatkan problem yang lebih rumit dikemudian hari” kata Syafaat.

Namun demikian peserta diskusi optimis bahwa dengan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama ini setidaknya akan mengurangi perkawinan anak yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi

Study Literasi Lentera Sastra di Kediri


Kediri (Warta Blambangan) Guna menambah literasi budaya, Komunitas Lentera Sastra menggadaikan study Literasi di Kota Kediri, Rabu (19/07/2023), setelah diskusi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin, mereka ke Simpang Lima Gumul, ikon Kabupaten Kediri yang tak pernah sepi.


Monumèn Simpang Lima Gumul) adalah bangunan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri yang berbentuk bangunan pelengkung. Monumen SLG mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008, yang digagas oleh Bupati Kediri ke - 23 saat itu, Ir. Soetrisno.


Monumen SLG berada di pusat pertemuan lima jalan yang menuju wilayah Kediri, dengan arah barat ke Kota Kediri, arah utara ke Kecamatan Pagu, arah timur Kecamatan Pare, arah tenggara ke Kecamatan Plosoklaten, dan arah selatan ke Kecamatan Pesantren.

Amak berpesan agar Lentera Sastra tetap mempertahankan kekompakan untuk kemajuan Literasi dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
"Saya juga menyiapkan pengalaman saya ketika menjalankan ibadah haji tahun ini" kata Amak.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa study literasi ini merupakan salah satu cara menjaga kekompakan antar anggota, terlebih perjalanan Lentera Sastra sudah go nasional.
"Kita juga ziarah haji Pak Amak yang baru pulang dari tanah suci" kata Syafaat.
Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa beberapa agenda yang akan dilakukan komunitas Lentera Sastra adalah study literasi di Kota Batu dan Kota Malang.
 

Membranding Madrasah Unggul Berkarakter Mandiri Berprestasi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Satu lagi buku karya anggota Komunitas Lentera Sastra dengan judul Membranding Madrasah Unggul Berkarakter Mandiri Berprestasi karya Susanto, Guru Kimia MAN 4 Banyuwangi diserahkan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin, Rabu (19/07/2023) pada momen tahun baru Hijriah 1445.


Dalam buku tersebut Amak memberikan kata Pengantar sebagai motivasi bagi para penulis untuk giat mengembangkan potensi diri sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
"Buku ini sangat bermanfaat bagi para guru dan kepala madrasah" kata Amak.

Didampingi Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat, Susanto menyampaikan bahwa buku ini berisi bagaimana cara membanding madrasah, disamping bercirikan karakter keagamaan yang kuat, juga dapat bercirikan ketrampilan maupun keunggulan tertentu.
"Sebuah madrasah tidak harus unggul dibidang akademik, namun juga dapat unggul dalam vokasi maupun keunggulan lainnya" kata Susanto.

Buku karya Susanto ini sangat tepat terutama dalam pengembangan kurikulum merdeka, yang memberikan keleluasaan sekolah untuk mengembangkan potensi diri siswa sesuai dengan kemampuannya.
Susanto disamping seorang penulis, juga seorang youtuber yang khusus dalam konten pendidikan kimia.

Syafaat menyampaikan bahwa beberapa karya Komunitas Lentera Sastra telah terbit, baik karya siswa, guru maupun ASN lainnya.
"Insyaallah Lentera Sastra tidak akan berhenti  dalam berkarya" kata Syafaat.  (Syaf)


Pentas PAI, Tampilan Peserta TK Sangat Memukau


 Banyuwangi (Warta Blambangan) Ada yang istimewa dengan pentas (PAI) Pendidikan Agama Islam yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi  Selasa (18/07/2023), pada babak final dengan tampilan dai cilik Farel Tazio Nagata dari TK Sunan Kalijaga Wongsorejo yang masih menempuh pra sekolah ditingkat Taman Kanak-kanak.

Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Jali menyampaikan bahwa juara pertama dalam Pentas PAI akan mewakili Kabupaten Banyuwangi ditingkat Provinsi Jawa Timur.
"Meraih juara bukan satu-satunya tujuan kita, tetapi memupuk semangat untuk menjadi yang terbaik itulah yang kita cari" kata Jali.

Berbagai ajang ketrampilan dan seni diselesaikan pada kegiatan tersebut, seperti Kaligrafi, cerdas cermat, MTQ, MHQ, dan pidato

Yang menarik dari tampilan peserta TK dengan nomor urut 8 tersebut adalah tidak nampak grogi dihadapan para juri dan para audien yang sebagian besar dari SD dan SMP.
"anak ini mempunyai talenta luar biasa" kata Syafaat, salah satu juri.



Pentas PAI merupakan salah satu ajang pengembangan bakat bernuansa pendidikan keagamaan yang diikuti siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang digelar setiap tahunnya.

Pertuni Banyuwangi Jenggirat Tangi dan Melek IT Gelar Muscab Ke-7

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Prosesi pembentukan pengurus melalui Musyawarah Cabang Ke-7 dilaksanakan di Aula Dinas Sosial,Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi,Minggu (16/7/23) Diikuti sejumlah perwakilan penyandang tunanetra dari berbagai kecamatan, serta tamu undangan DPD Pertuni Jawa Timur serta peninjau dari Jember dan Bondowoso serta organisasi disabilitas lainnya. 

 Ketua panitia Wahyu Nur Rahman  menjelaskan Muscab ke -7 DPC Pertuni Kabupaten Banyuwangi mengusung tema "Jenggirat Tangi Pertuni Banyuwangi Menuju masyarakat Tunanetra yg inklusi" harapannya setelah kepengurusan yang vakum kemarin, bisa lebih bangkit lagi untuk mengayomi dan bawa gerbong kaum tunanetra.Wahyu juga terima kasih kepada parapihak yang membantu untuk suksesnya acara,baik donasi maupun kedatangan sejawat tunanetra yang punya hak bicara dan suara.

Ketua DPD Pertuni Jawa Timur, Setiawan Gema Budi  mengatakan, agenda pemilihan ketua DPC Pertuni Banyuwangi ini,

" DPC Pertuni Banyuwangi ini semoga kedepannya lebih baik lagi dan lebih semangat lagi dalam menjalankan amanat. Pertuni merupakan organisasi kemasyarakatan yang kepengurusannya berjenjang dari kabupaten/kota hingga tingkat nasional. Dan berjejaring hingga internasional dibawah World Blend Union.

Posisi Pertuni secara administratif dibawah naungan Bakesbangpol namun dalam kegiatan bisa lintas dinas yang membina. Kalau di pusat kita ada SK Kemenkumham," jelas Gema seraya pesan dalam berorganisasi untuk perhatikan  regulasi dan kearifan sikon lokal.

Terlebih, untuk urusan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2016. Ada 22 poin hak-hak yang bisa diperoleh penyandang tunanetra. Negara juga sudah bentuk Komnas Disabilitas.


Sementara itu, mewakili Dinas Sosial,PP dan KB Kabupaten Banyuwangi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Ivan Fanani  mengatakan, keberadaan DPC Pertuni akan menjadi mitra dari Dinsos Banyuwangi. Di samping itu, dinas tersebut juga telah  memberikan pembekalan pengembangan kapasitas SDM para penyandang disabilitas tuna netra  serta siap mengkolaborasi dengan ragam program bidang di Kabupaten Banyuwangi yang tak ada ego sektor namun inovasi supertim sesuai kebijakan Bupati.Ivan juga mau mendata keluarga yang di dalam rumah terdapat kaum disabilitas untuk hadirkan negara agar yang berkebutuhan khusus mendapatkan haknya.


Setelah melalui proses musyawarah sebagaimana persidangan organisasi lainnya, ada 2 kandidat yang muncul untuk pimpin Pertuni di bumi Belambangan yakni Rendy Anugrah  Waringga dan Nurul Imam,S.Pdi yang penuhi syarat antara lain bisa baca braille dan komunikasi melek IT serta telah menyelesaikan pendidikan dasar.Melalui voting terpilih Rendy, lalu Nurul Imam otomatis jadi Wakil Ketua.Untuk Dewan Pengawas didapuk Wahyudi.Kelengkapan pengurus disusun tim formatur.


Rendy yang berstatus mahasiswa dan mengabdi di Yayasan Matahati Glagah  berharap segenap pengurus dan anggota kompak."Mari kita komitmen pada yang kita sepakati untuk meraih mimpi bersama!" tegasnya.Ditambahkan Nurul Imam yang youtuber dan aktif sebagai guru di SDLBN A ,"Mari terus belajar berbagai ilmu pengembangan SDM dan bidang UMKM atau jasa yang kita tekuni untuk kesejahteraan keluarga.Yang penting juga dampingi keluarga yang punya kaum netra dan cacat lain untuk tetap bersyukur serta sabar dalam ikhtiar!" tutur guru agama yang punya istri tuna daksa ini.


"Selamat,semangat,smoga senantiasa sehat dan manfaat untuk organisasi maupun masyarakat umum!" ungkap mitrabhakti netra Siti Fatimatul Khusnah,S.Pd yang selain guru SLB juga pengasuh yatim piatu Yayasan Roudhatul Jannah Pulau Santen.(Q'Nin/Aguk/WB)

Kirab Budaya Warnai Launching KMB

 


Banyuwangi (Warta Blambangan) Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Jali melaunching KMB (Kampung Moderasi Beragama) di Lapangan Desa Sukorejo Kecamatan Banvirejo yang dilanjutkan dengan kirab Budaya, Sabtu (15/07/2023). Dalam Launching tersebut Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Syfaat membacakan Surat Keputusan Pokja KMB tentang penetapan 3 desa / kelurahan KMB tahun 2023 di Kabupaten Banyuwangi yang salah satunya Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo.

Camat Bangorejo Ahmad Laini menyampaikan bahwa sebuah kehormatan baginya diahir jabatannya dapat menyaksikan salah satu desa dalam wilayah kerjanya ditetapkan sebaagai KMB di Kabupaten Banyuwangi. 

Ahmad Laini menyapaikan bahwa diwilayah Kecamatan Bangorejo sebagaimana wilayah lain di Kabupaten Banyuwangi memang dihuni banyak entik dengan berbagai macam Agama dan Budaya, yang unit di Desa Sukorejo adalah tumbuh menjamurnya berbagai perguruan tinggi pencak silat. Hal ini diamini Kepala Desa Sukorejo Samsudin yang menyampaikan bahwa ada semnilan perguruan pencak silat diwilayah desanya.

“semua perguruan pencak silat yang ada diwilayah desa ini kita komunikasikan, sehingga meminimalisir adanya gesekan antar perguruan silat” katanya.

Hal ini dengan mengingat para warga pencak silat tersebut bisa jadi terjadi gesekan hanya akibat hal-hal sepele.

Dalam rangkaian Launching KMB tersebut juga dipadukan dengan kegiatan hari jadi Desa Sukorejo, karenanya juga ditampilkan tarian sumbersuko yang merupakan gambaran dari lahirnya Desa Sukorejo.

‘Kirab budaya ini akan diikuti oleh semua unsur yag ada diwilayah Desa Sukorejo sebagai ajang silaturahim antar warga tanpa membedakan etnis maupun agama” kata Samsudin.

Moh. Jali menyampaikan bahwa empat unsur KMB tetap harus kita jaga untuk keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“salah satu indikator KMB adalah penerimaan terhadap kekayaan dan tradisi lokal” kata Jali.

Kepala Sub bagian Tata Usaha tersebut berpesan agar potensi perbedaan yang ada tidak dijadikan penghalang untuk memajukan bangsa, melainkan sebuah sumberdaya untuk merajut harmoni yang kuat.

Tentang istilah KMB, Jali menyampaikan bahwa meskipun yang desbut adalah kampung, namun yang dimaksud disini adalah dalam satu desa, dan bukan hanya sekelompok lingkungan perkampungan kecil saja.

Selain dihadiri perwakilan Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi, kegiaatan tersebut juga dihadiri oleh Forpimka Kecamatan Bangorejo dihadapan ratusan pengunjung yang menyaksikan launching KMB yang dihibur dengan berbagai tarian dan penampian pencak silat dari berbagai perguruan pencak silat.

Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Tim penilai yang dibentuk, Desa Sukorejo bersama Desa Rorojampi dan Desa Yosomulyo layak dinaikkan statusnya dari rintisan KMb menjadi KMB.

“sebetulnya semua desa di Kabupaten Banyuwangi layakk ditetapkan sebagai KMB, namun kita hanya dibatasi memilih tiga saja untuk tahun ini” kata Syafaat.

Sementara itu melalui saluran seluler, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin menyampaikan bahwa semua KMb yang ada di Kabupaten Banyuwangi bersama KMB lainnya di Indonesia akan dilaunching secara nasional pada tanggal 27 Jui 2023.

“KMB sebagai salah satu motivasi kita untuk tetap menghargai perbedaan di bumi Banyuwangi, mempertahankan nilai-nilai kerukunan antar warga” katanya.

Labih lanjut Amak berharap semua Pokja KMB kecamatan dan Desa / Kelurahan yang ditetapkan sebagai rintisan KMB dapat mengikuti launching KMB secara hybrid.

Kemenag Kab. Banyuwangi Launching KMB di Kecamatan Rogojampi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi-Banyuwangi adalah satu-satunya tempat di Kabupaten Banyuwangi  yang mempunyai 6 jenis tempat ibadah dari semua agama yang diakui di Indonesia. Dengan keberagaman  dan kerukunannya, pantas bila disebut sebagai minitaur Indonesia. karena itu, Plh Kepala Kantor Kabupaten Banyuwangi kabupaten Banyuwangi H. Moh. Jali  bersama Pokja Kampung Moderasi Beragama (KMB)  melaunching Desa  Rogojampi menjadi rintisan KMB. Acara Launching rintisan KMB sendiri, bertempat di aula Tik Liong Tian – Tri Dharma Rogojampi, Kamis (13/7/2023) pagi 

Ketua Pokja KMB Kecamatan Rogojampi yang juga kepala Kantor KUA, H.Rosyidin,  mengungkapkan rasa syukurnya, karena kegiatan launching rintisan KMB di Desa Rogojampi dapat berjalan baik.

“Kita sengaja letakkan di desa Rogojampi, sebagai pilot project bagi daerah lain di kecamatan Rogojampi. Bagaimana kegiatan kampung moderasi ini bisa berjalan dengan lebih baik, maka perlu dukungan dari semua pihak. Pada launching hari ini, penilaian salah satu indikasinya adalah bagaimana dukungan dari masyarakat,' ungkapnya.

“Selain itu, di Desa Rogojampi sejak lama telah mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kolaborasi antar umat beragama, salah satunya melalui forum silaturahmi Forsiltogamas atau Forum Silahturahmi tokoh agama dan masyarakat di Rogojampi,” sambungnya. Rosyidin menambahkan, jika nantinya juga diadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh komponen umat beragama. “Kegiatan hari ini, adalah salah satu program dari revitalisasi dari kantor Kementerian Agama, dimana disetiap kecamatan memang harus membuat sebuah forum atau KMB, dan di Rogojampi ini, bisa menjadi contoh dan diduplikasi oleh daerah lainnya,” tandasnya. edangkan H.Nanang Nur Ahmadi, selaku ketua Forsiltogamas (Forum Silahturahmi Tokoh Agama dan Masyarakat) merespon baik dengan adanya launching rintisan KMB. “Kampung Moderasi Beragama ini adalah sarana untuk membangun komunikasi antar umat beragama. Kebetulan ada lengkap bermacam agama dan ada 6 tempat ibadahnya. Jadi Rogojamp ini merupakan miniatur Indonesia. Layak di launching sebagai kampung moderasi beragama oleh Menteri Agama,” ujar Nanang. Diungkapkan oleh Nanang,  sebelum adanya deklarasi KMB, di Rogojampi sudah mulai dulu ada namanya forum umat yakni Forsiltogamas, kerukunan sudah terjaga mulai dulu di Rogojampi.

“Sebelumnya kita sudah melakukan kegiatan lintas agama bersama, diantaranya santunan bagi anak yatim muslim maupun non muslim, bersama semua ormas Islam yang lain, tidak pandang bulu yang sumber dananya dari gotong royong. Juga mengadakan kegiatan pengobatan gratis, yang kami acarakan pada waktu itu di kantor kecamatan yang melibatkan seluruh pihakq lintas agama di wilayah kecamatan Rogojampi,” terangnya.

Masih H.Nanang, bahkan Fosiltogamas juga mengadakan berbagi untuk saudara-saudara di Lapas Banyuwangi. “Intinya kita ingin bersinergi, ingin membangun komunikasi yang baik di semua sektor dan kami berharap dengan adanya moderasi beragama, Banyuwangi makin damai rukun dan aman,” pungkas Nanang

Menurut data, jumlah pemeluk agama terbesar di Desa Rogojampi adalah Agama Islam yaitu sebanyak 99,75 persen dari total jumlah penduduk, Agama Kristen sebanyak 0,06 persen, Katolik 0,08 persen, dan Hindu sebanyak 0,06 persen, serta pemeluk Agama Budha sebanyak 0,05 persen. Sedangkan keberadaan sarana ibadah di Desa Rogojampi yang ada Masjid dan Musholla, sarana ibadah yang lain seperti Gereja, Pura dan Wihara.

Selain Ketua Pokja KMB Kab Banyuwangi H. Mastur beserta Syafaat sebagai sekretaris Pokja KMB, beberapa anggota juga hadir seperti Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Katolik, serta Plh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Hindu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi moh. Amak Burhanudin melalui seluler menyampaikan bahwa secara Nasional Launching akan dilaksanakan tanggal 27 Juli 2023 secara hybrid. 

“Insyaalah KMB di Kabupaten Banyuwangi salah satu yang unik dan menarik yang mempunyai ciri khas tersendiri” kata Amak.

Kemenag Kab. Banyuwangi Berperan Besar Dalam Kabupaten Layak Anak

 Banyuwangi (Warta Blambangan)Kabupaten Banyuwangi menerima anugerah Kabupaten Layak Anak (KLA) Nindya, naik dari peringkat sebelumnya Madya. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani direncanakan menerima anugerah tersebut dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sabtu 22 Juli 2023 di Hotel Padma Semarang. 


Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Henik Setyorini, Rabu (125/07/2023) menyampaikan bahwa anugerah ini merupakan wujud kerja bersama semua elemen yang ada di Kabupaten Banyuwangi untuk mewujudkan Kabupaten yang ramah terhadap anak-anak.

Ditanya tentang peran Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Henik menyampaikan banyak terima kasih kepada Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi beserta seluruh jajarannya.

Henik menyampaikan bahwa permasalahan tentang anak di Banyuwangi masih tinggi, namun semua pihak berpartisipasi penuh untuk penanganan dan penanggulangannya, baik di Satuan Pendidikan maupun di masyarakat.

“selain di satuan pendidikan, saya beserta Kementerian Agama juga tekah sosialisasi di beberapa Rumah Ibadah” katanya.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, dihadapan peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Negara) yang sedang mengadakan penelitian dan mengadakan audiensi di Longue Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tentang  Pengumpulan dan Konfirnasi Data Penyusunan Naskah Rekomendasi Kebijakan Grand Design Strategi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melakukan berbagai inovasi kegiatan dalam pencegahan perkawinan anak melalui BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) secara mandiri pada satuan pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.

“kita mengupayakan agar anak-anak nmenyadari potensi diri, menjaga diri dari pernuatan yang dapat erugikan diri sendiri hingga putus sekolah, baik karena keterpaksaan menikah maupun terkena narkoba” kata Syafaat.

Langkah ini mendapat apresiasi dari peneliti BRIN, dan tertarik untuk mengadakan dialog dengan para fasilitator BRUS dari kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. (Ajid)

Grajagan Sebagai Miniatur Kebinekaan

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo ada 5 Tempat Ibadah dari 5 umat beragama, hal ini disampaikan oleh Camat Purwoharjo Taufik ketika dirinya menghadiri acara silaturahim dengan Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi di Balai Desa Grajagan, Senin (10/07/2023).


Taufik juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu ada kegiatan Festival Pengantin Nusantara, dimana dalam pelaksanaannya didukung oleh keamanan ormas lintas Agama.

Penyelenggara Katolik pada Kemenag Banyuwangi Aries Papudi yang juga anggota Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa selain keberagamaan tersebut  ada yang khas bagi umat Katolik Banyuwangi, yakni adanya gua maria yang ada di desa ini.


Ketua Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Mastur menyampaikan bahwa perbedaan merupakan sebuah keniscayaan. Lebih lanjut Mastur menyampaikan bahwa Kabupaten di ujung Pulau Jawa ini dihuni oleh berbagai macam etnis dengan berbagai budaya yang berbeda.

"Pancasila sudah final sebagai landasan berbangsa dan bernegara", kata Mastur

Plh. Kepala KUA Kecamatan Purwoharjo Gufron Musthofa menyampaikan bahwa Rintisan KMB Kecamatan Purwoharjo siap menjadi KMB. Begitupun dengan Kepala Desa Grajagan Supriyono, yang menyampaikan bahwa dalam kegiatan kemasyarakatan yang diikuti oleh semua umat beragama.

"Antara Masjid dan Gereja berdekatan, mereka saling menghormati dan membantu ketika ada kegiatan keagamaan", katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh Amak Burhanudin yang sedang melaksanakan ibadah haji melalui sambungan seluler menyampaikan bahwa di Desa Grajagan ini memang ada yang khas dan layak ditetapkan menjadi KMB.

Tentang penilaian KMB, Syafaat, Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa ada 3 KMB di Kabupaten Banyuwangi yang akan di launching oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada tanggal 27 Juli 2023.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Mustain Hakim menyampaikan bahwa tahun 2023 merupakan tahun Kerukunan Umat Beragama, dan di Desa Grajagan ini persaratan KMB telah terpenuhi. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam wilayah Kecamatan Purwoharjo dan tokoh agama serta tokoh masyarakat. (syaf/yas)

Melirik Pokja KMB Kecamatan Songgon

 B


anyuwangi (Warta Blambangan) Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi mengadakan silaturahim bersama Pokja KMB Kecamatan Songgon, Jumat (07/06/2023). Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Songgon bersama anggota Pokja KMB Kecamatan Songgon hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala KUA Kecamatan Songgon Fathurrahman menyampaikan bahwa dengan adanya KMB, akan memperkuat silaturahim yang telah lama terjalin di masyarakat.
"Kecamatan Songgon mempunyai sejarah yang tak terlupakan dalam sejarah berdirinya Kota Banyuwangi, yakni perang Puputan Bayu", kata Fathur 


Ketua Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi yang juga Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H Mastur menyampaikan bahwa KUA Kecamatan Songgon merupakan KUA Revitalisasi yang telah lama disediakan Rumah Moderasi.

"Keharmonisan masyarakat dalam kehidupan dengan keanekaragaman etnik, budaya dan agama harus tetap kita jaga agar tetap rukun", ungkapnya.

Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa berdasarkan data yang tersimpan, dengan adanya keunikan yang dimiliki, KMB Kecamatan Songgon dengan posko di Desa Sumberarum berpotensi untuk ditetapkan sebagai KMB.

Salam kesempatan yang sama Kepala Desa Sumberarum Ali Nurfatoni yang desanya ditetapkan sebagai Rintisan KMB oleh Pokja KMB Kecamatan Songgon menyampaikan bahwa kerukunan umat di wilayahnya merupakan warisan leluhur yang perlu untuk dilestarikan. (syaf/yas)

Koordinasi Satgas GKMNU Banyuwangi

 


Banyuwangi  (Warta Blambangan) Gerakan Keluarga Maskahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Banyuwangi mengadakan rapat koordinasi dalam rangka pembentukan organisasi serupa ditingkat Kecamatan dan desa/Kelurahan. Acara yang digelar di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Selasa (04/07/2023) ini dipimpin oleh Koordinator Satgas GKMNU Banyuwangi Ikhwan Arif.

Sebagaimana disampaikan Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam Sosialisasi GKMNU Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, GKMNU merupakan langkah besar PBNU dalam membangun peradaban yang lebih baik.
GKMNU akan mengorkestrasi kegiatan-kegiatan di bawah PBNU yang berbasis keluarga. Jenis kegiatan berbasis keluarga itu sendiri, lanjutnya, akan banyak bentuknya, mulai dari kegiatan yang dikerjasamakan dengan kementerian dan lembaga pemerintah maupun dengan pihak swasta. 
Satgas GKMNU juga memiliki tugas penting untuk menjadi elemen kinetik yang menjalankan organisasi.

Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Moh Jali dalam sambutan ketika membuka rapat  koordinasi menyampaikan bahwa dengan adanya GKMNU inj akan memperkuat Gerakan Keluarga Sakinah pada masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Muslimat NU cabang Banyuwangi Makmulah Harun, Ketua Fatayat Mariyana, MWC NU dan pimpinan Anshor ditingkat anak cabang se Kabupaten Banyuwangi.

Ikhwan Arif menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dengan berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan diadakan sosialisasi MKNU di tiap'-tiap Kecamatan.

Ana Aniati  Wakil Koordinator Satgas MKNU Banyuwangi dengan media ini menyampaikan bahwa koordinasi akan selalu dilakukan untuk memperkuat keluarga.
Dosen IAII Genteng yang juga Fasilitator Bimbingan Perkawinan ini sangat berharap Gerakan yang dimotori Gus Yaqut ini di Banyuwangi dapat berjalan dengan lancar.
"Koordinasi dengan semua pihak, terutama Kementerian Agama sangat penting untuk gerakan ini" kata Ana.

Melalui saluran seluler, Dr. Moh Amak Burhanudin yang sedang menjalankan ibadah haji menyampaikan bahwa bahwa GKMNU sangat sejalan dengan program-program Kementerian Agama dalam peningkatan kualitas keluarga.
"GKMNU dapat berkoloborasi dengan kegiatan yang dilakukan Kementerian Agama Melalui KUA Kecamatan" katanya.
Terlebih selama ini sudah sering kerjasama antara Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan PCNU Banyuwangi maupun banonnya (team

Moderasi Beragama Desa Sumbersewu

Banyuwangi (Warta Blambangan) Bagi masyarakat Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar, hidup rukun dengan tetangga yang berbeda merupakan hal yang biasa, hal ini  disampaikan Arisman Kepala Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar, Selasa (04/07/2023) di posko Rintisan KMB Kecamatan Muncar ketika menerima kunjungan Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi.


Arisman menyampaikan bahwa kehadiran Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi merupakan sebuah kebanggaan, karena sebelum adanya KMB, di Desa Sumbersewu telah terbentuk Forum Umat Beragama.
"ketika perayaan hari besar keagamaan, umat yang tidak merayakan juga membantu kelancaran pelaksanaannya" kata Arisman.

Ketua Pokja KMB Kecamatan Muncar Abdul Fatah menyampaikan bahwa dipilihnya Desa Sumbersewu sebagai Rintisan KMB Kecamatan Muncar dengan mengingat desa ini multi kultur, ada dua  kegiatan keagamaan besar yang dilakukan oleh dua umat beragama yang berbeda di desa ini, yakni takbir keliling yang dengan pesta kembang api setiap Idhul Fitri, serta Pawai ogoh-ogoh para perayaan nyepi yang diikuti umat Hindu se Kabupaten Banyuwangi.

Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Moh. Jali menyampaikan bahwa  di Indonesia dihuni oleh berbagai etnis dan agama
"Desa Sumbersewu layak dijadikan Kampung Moderasi Beragama" kata Jali.
Ditetapkannya Rintisan KMB di Desa Sumbersewu sangat pas dengan adanya keanekaragaman yang ada di desa tersebut dan dapat hidup rukun.
"dengan adanya saling menghargai, akan memberikan berkah"  kata Jali.


Tokoh Agama Desa Sumbersewu H. Imam Mustaqim menyampaikan bahwa dengan adanya Rintisan KMB ini akan lebih memperkuat Moderasi Beragama di desanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Mastur selaku Ketua Pokja KMB didampingi Syafaat sebagai Sekretaris serta beberapa anggota seperti Penyelenggara Bimas Katolik Aries Papudi, Plh. Penyelenggara Bimas Hindu Mamik Sutiyasning. Dan Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi KH. Ahmad Yamin, Lc.

Aris Papudi menyampaikan bahwa bahwa dilihat dari data isian, di Desa Sumbersewu ada keunikan dalam moderasi, yakni pelaksanaan tawur Agung (pesta ogoh-ogoh) dibantu oleh semua warga tanpa memandang perbedaan agama.

Kerika  ada kegiatan umat Hindu, keamanan dibantu Banser, sedangkan kerika  kegiatan umat islam, pengamanan dibantu para Pecalang.

Mastur  menyampaikan bahwa dalam Moderasi Beragama, kita harus fanatik terhadap agama kita, namun harus menghormati orang yang berbeda keyakinan kepada kita.
"tetangga yang baik adalah yang dapat memberikan kedamaian kepada tetangganya" kata Mastur. (Team)

Nama Kankemenag Kab. Banyuwangi dicatut untuk Penipuan


Banyuwangi (Warta Blambangan), beberapa hari terahir marak WhatAap dari nomor tak dikenal yang mengatas namakan Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang mengirimkan pesan pribadi kepada beberapa orang untuk memberikan bantuan atas nama Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Melalui saluran seluler, Senin (03/07/2023), Amak yang sedang menjalankan ibadah haji menyampaikan bahwa tidak benar dirinya mengirimkan pesan tersebut.

“masyarakat jangan percaya dengan pesan pribadi tersebut, apalagi dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal’  kata Amak.


Lebih lanjut Amak menyampaikan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya percobaan penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.


“masyarakat dapat konfirmasi kepada kami jika ada pesan seperti itu, dan jangan memberikan data apapun ketika diminta oleh orang dengan nomor tidak dikenal” katanya.

Dalam sehari ini (senin, 03/07/2023)_ sudah beberapa orang yang konfirmasi kepada petugas Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tentang adanya pesan singkat dari nomor tidak dikenal  dengan mengatasnamakan pejabat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. 

Seperti yang dialami LAZNAS Yatim Mandiri Banyuwangi yang mendapat pesan pribadi dari orang yang mengaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi  bahkan untuk meyakinkan calon korban, pengurus Yatim Mandiri dikirimi  tanda terima dari pesantren yang pernah dibantu yang ternyata tanda terima tersebut palsu.


Penilaian Rintisan KMB Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Syamsudin menyampaikan bahwa di Desa Sukorejo telah terbiasa melakukan kegiatan bersama tanpa memandang perbedaan agama. Hal ini Camat di posko KMB ketika menerima Tim KMB Kabupaten Banyuwangi, Senin (03/07/2023).

Camat Bangorejo Ahmad Laini menyampaikan bahwa kegiatan KMB sangat baik untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Ketua pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Mastur menyampaikan bahwa dari 24 Rintisan KMB ini akan dipilih 3 untuk ditetapkan menjadi KMB.

"direncanakan tanggal 15 Juli 2023 akan di launching secara nasional KMB" katanya.

Sikap menganggap musuh yang harus dimusuhi harus kita hilangkan, dengan mengingat sebuah keragaman merupakan sebuah keniscayaan.

"kami sangat berterima kasih atas kerukunan yang ada diwilayah Desa Sukorejo" katanya.

Lebih lanjut Mastur menyampaikan bahwa di Indonesia Pancasila sudah final sebagai landasan bernegara.

Sikap moderat atau ditengah tengah sangat dipentingkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala KUA Kecamatan Bangorejo Yusron Suhaimi menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias ketika untuk membangun komunikasi melalui posko KMB.

Tentang Penilaian KMB, Sekretaris Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa semua data dan kegiatan KMB ada pada sistem pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Melalui saluran seluler, Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala Desa yang telah memberikan fasilitas untuk posko KMB diwilayah desanya.

"Moderasi beragama merupakan kunci kerukunan dan toleransi beragama guna meneguhkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)" kata Amak.

Pejabat asal kediri tersebut berharap semua rintisan KMB di masing-masing kecamatan dapat berperan aktif dalam launching KMB yang akan dilakukan serentak oleh Menteri Agama Republik Indonesia, terutama bagi KMB yang ditetapkan oleh Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi. 

Lebih lanjut Amak juga mohon doa terutama masyarakat Banyuwangi, agar Jamaah Haji Banyuwangi yang selesai melaksanakan ritual haji, tetap sehat hingga kembali ke tanah air dan mendapatkan predikat Haji Mabrur.

Dalam penilaian KMB tersebut, selain dihadiri Ketua Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi, juga beberapa anggota seperti Penyelenggara Bimas Katolik Aries Papudi dan Plh Penyelenggara Bimas Hindu Nanik Sutiyasning juga turut hadir.(Team)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger