Pages

Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan

Direktur Klinik Pratama KDS Rogojampi Ikuti Upacara Hardiknas 2026, Kuntulan Ewon Semarakkan Taman Blambangan

BANYUWANGI, (Lensa Banyuwangi)  Direktur Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS), Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., Ch., menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jumat (2/5/2026).

Klinik Pratama KDS yang berada di Jl. Alisakti No. 06, Gitik, Rogojampi, dikenal sebagai salah satu layanan kesehatan masyarakat di wilayah Banyuwangi selatan. Kehadiran jajaran klinik dalam agenda tersebut menunjukkan dukungan terhadap dunia pendidikan dan kemajuan generasi bangsa.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebagai inspektur upacara. Turut hadir unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan instansi, tokoh masyarakat, pelajar, serta ribuan warga yang memadati kawasan Taman Blambangan.


Suasana semakin meriah saat acara dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal Kuntulan Ewon. Kesenian tradisional khas Banyuwangi itu memadukan gerakan kompak, tabuhan rebana, serta lantunan shalawat yang menggema di tengah lapangan.

Penonton semakin terpukau ketika vokalis MAN 3 Banyuwangi, Damar Aji, melantunkan shalawat dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Penampilan tersebut sukses memikat perhatian para tamu undangan, mulai Forkopimda, kepala dinas, hingga masyarakat umum yang hadir.

Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi pun menjadi momen istimewa, karena tidak hanya meneguhkan semangat pendidikan, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya lokal bernuansa religius yang mendapat sambutan hangat masyarakat.

Beraksi di 6 Kecamatan, Pencuri Meteran Air Banyuwangi Akhirnya Ditangkap

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pencurian meteran air milik PUDAM yang sempat meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, di Mapolsek Banyuwangi Kota, Rabu (22/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan satu orang pelaku berinisial P.A.A.P. (29), warga Kecamatan Songgon. Pelaku diketahui menjalankan aksinya secara mandiri dengan menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya.


“Targetnya rumah kosong, sehingga memudahkan pelaku saat menjalankan aksinya,” ujar Kompol Lanang.

Untuk menghindari kecurigaan, pelaku menggunakan modus berpura-pura sebagai petugas resmi PUDAM. Dengan alasan pemeriksaan instalasi, pelaku membongkar meteran air yang terpasang di rumah warga.

Setelah itu, pelaku mengambil bagian dalam meteran yang mengandung logam bernilai tinggi.

“Komponen yang diambil berupa kuningan dan tembaga. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp71,7 juta,” jelasnya.

Kerugian tersebut dihitung berdasarkan hasil verifikasi bersama pihak PUDAM Banyuwangi.

Polisi juga mengungkap bahwa aksi pencurian ini tidak terjadi di satu lokasi saja. Pelaku tercatat beroperasi di enam kecamatan berbeda di wilayah Banyuwangi dengan pola serupa.

Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan penadah yang menampung hasil curian tersebut.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk alat yang digunakan untuk membongkar meteran serta sisa komponen perangkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman pidana penjara. (**)

Hari Kartini, Bupati Ipuk Gelar “Rembug Perempuan” Serap Aspirasi untuk Kebijakan Pembangunan

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Peringatan Hari Kartini tiap 21 April, dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Salah satunya dengan menggelar “Rembug Perempuan” yang merupakan forum menyerap aspirasi untuk merancang kebijakan pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan ini diikuti puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga komunitas literasi dan pendamping sosial, yang berlangsung di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwagi, Selasa (21/4/2026).

Di antaranya Penggia


t PKK Kabupaten dan Kecamatan, organisasi keagamaan Islam Aisyiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat (Nahdatul Ulama), Perkumpulan Perempuan Katolik, Hindu dan Budha serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Turut hadir perwakilan Kepaka Desa dan Sekretaris Desa Perempuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pegiat Literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Travel, Kader Posyandu, Migrant Care hingga pelaku UMKM perempuan daerah.

“Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan,” kata Ipuk. 

Ipuk mengatakan perempuan memiliki peran yang sangat besar, bukan hanya di keluarga, tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, bahkan kepemimpinan. Forum ini untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi, dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.

“Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Suyanto Waspotondo, dalam Rembug Perempuan ini dibagi empat kelompok perwakilan perempuan dalam empat tema utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan serta bisnis dan ekonomi kreatif.

“Sebelumnya para perwakilan telah melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapat  insight dan mengumpulkan materi. Lalu setiap kelompok berdiskusi dengan didampingi oleh fasilitator selanjutnya  merumuskan masukan-masukan perencanaan,” kata Suyanto.

Dalam forum tersebut muncul banyak aspirasi dari para peserta. Seperti perwakilan perempuan Zulfi Zumala dari KUPI, yang berharap ada pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, adanya saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, mitigasi terkait kekerasan digital berbasis multi pihak.

“Untuk mendukung produktifitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan,” ujar Zulfi.

Berbagai usulan lainnya juga muncul. Mulai dari pemberdayaan perempuan dengan penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi Kepala Keluarga Perempuan melalui program “Kanggo Riko” yang telah digulirkan Pemkab Banyuwangi, penguatan mental health perempuan dan anak, hotline kesehatan, pelatihan ekonomi kreatif, dan lainnya. (*)

Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk Warga Miskin

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Mulai tahun ini Pemkab Banyuwangi menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk 6.836 warga miskin. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, kebijakan ini sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Ada 6 ribu lebih rumah warga miskin yang akan kita gratiskan PBB-nya tahun ini. Semoga ini bisa mengurangi beban mereka,” kata Ipuk, dalam acara High Level Meeting Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Senin (20/4/2026).


Ditambahkan Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Samsudin, kebijakan pembebasan PBB ini untuk warga yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data bisa kita lihat di DTSEN, otomatis akan terdeteksi siapa yang berada di desil 1-4 dan berhak untuk mendapatkan pembebasan PBB,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab tetap melakukan validasi dan verifikasi untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Proses verifikasi dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama pemerintah desa dan kelurahan.

Bapenda mendistribusikan surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) calon sasaran ke masing-masing desa/kelurahan untuk dilakukan pengecekan di lapangan.

Jika ternyata ditemukan warga yang tidak layak menerima, akan segera dilaporkan kepada Bapenda untuk dibatalkan.

“Sebaliknya, jika ditemukan warga miskin baru yang belum terdata, bisa langsung diusulkan. Selama mereka masih berada di desil 1- 4, nantinya akan terus mendapatkan pembebasan PBB di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. (*)

Bantuan Armada Truk untuk Koperasi Merah Putih Tiba di Banyuwangi

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Bantuan armada truk untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah tiba di Banyuwangi. Terdapat 18 truk telah diserahkan kepada ketua KDKMP serta kepala desa penerima bantuan, di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi, Rabu pagi (22/4/2026).


Penyerahan dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Bupati Ipuk berpesan agar bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ini dirawat dengan baik serta digunakan secara optimal dan produktif.

"Saya minta bantuan truk operasional ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kinerja. Tolong dirawat secara rutin agar masa pakainya panjang," pesan Ipuk.

Ipuk menambahkan bantuan tersebut untuk mendorong pengembangan ekonomi di wilayah KDKMP, terutama dalam memperlancar jalur distribusi.

"Bapak Presiden berharap Koperasi Merah Putih menjadi simpul ekonomi desa/kelurahan yang menghubungkan produksi hasil rakyat. Dengan begitu, keberadaan armada ini memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar koperasi," tutur Ipuk.

Ditambahkan Dandim Banyuwangi, penyaluran 18 truk ini merupakan bagian dari tahap awal. Dari total 217 KDKMP yang ada di Banyuwangi, bantuan akan diberikan secara bertahap.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 27 KDKMP yang selesai 100 persen dalam pembentukan koperasi, sementara sisanya masih dalam proses kelengkapan.

"Bantuan armada disalurkan secara bertahap seiring dengan kesiapan masing-masing Koperasi Merah Putih di lapangan," kata Dandim.

Ia menambahkan, armada ini berfungsi sebagai stimulus untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

"Kepada kepala desa dan ketua KDKMP, negara menitipkan aset ini. Anggaplah kendaraan ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dirawat. Pastikan armada ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah masing-masing," tambah Dandim. (*)

Buka MUSDA VIII, Bupati Ipuk Sebut LDII Mitra Strategis Pembangunan Banyuwangi

BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi)  Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (22/4/2026). Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan posisi LDII sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kemajuan Banyuwangi saat ini tidak terlepas dari peran penting LDII. Organisasi ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan,” ujar Bupati Ipuk dalam sambutannya.


Bupati Ipuk juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Ketua DPD LDII Banyuwangi, KH. Astro Junaedi. Ia menilai, di bawah kepemimpinan KH. Astro, LDII konsisten menunjukkan dukungannya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah secara harmonis tanpa gesekan internal.

"Saya berharap Musda ini menjadi ajang pemersatu. Saya yakin setiap kegiatan LDII selalu berjalan kondusif," imbuhnya.

Mengutip pernyataan Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, Bupati Ipuk menekankan bahwa dakwah LDII harus terus memperkuat karakter bangsa dan memberikan kontribusi nyata. Secara khusus, ia meminta Musda VIII ini merumuskan program yang selaras dengan visi "Banyuwangi Asri".

Di tengah efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah, Bupati Ipuk menekankan pentingnya konsep kolaborasi atau tandang bareng.

"Program dari Pak Astro yang sudah baik wajib dilanjutkan. Mengingat adanya efisiensi anggaran saat ini, kita harus mengedepankan konsep 'tandang bareng' (kerja bersama) dalam setiap program pembangunan," tegas Ipuk hingga tiga kali dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, mengungkapkan adanya dinamika suksesi dalam organisasi. Amrodji menyebut awalnya berniat mencalonkan kembali KH. Astro Junaedi mengingat keberhasilannya, namun yang bersangkutan telah menyatakan pamit untuk tidak dicalonkan kembali.

Amrodji menjelaskan bahwa Musda merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi program lima tahun terakhir sekaligus menyusun rencana kerja strategis ke depan.

“Fokus kami adalah meningkatkan kualitas SDM yang profesional dan religius. LDII berkomitmen berkontribusi dalam pembinaan generasi muda dan siap bersinergi penuh dengan pemerintah daerah,” tutur Amrodji.

Musda VIII LDII Kabupaten Banyuwangi kali ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Banyuwangi Sejahtera." Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus LDII dari tingkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (**)

Musancab PDI Perjuangan Banyuwangi Jadikan Anak Muda sebagai Penerus Kepemimpinan Partai

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Banyuwangi resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak pada Rabu (22/04/2026).

Pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang serentak oleh 25 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se Banyuwangi ini dibagi menjadi dua Lokasi. Untuk PAC di wilayah daerah pemilihan (Dapil) Banyuwangi 1,2,7 dan 8 bertempat di Hotel Aston. Sedangkan untuk PAC di wilayah Dapil 3,4,5 dan 6 atau wilayah Banyuwangi Selatan bertempat di Havana Waterpark,Jajag Kecamatan Gambiran.


Agenda lima tahunan partai berlambang banteng moncong putih ini dilaksanakan sebagai langkah strategis PDI Perjuangan untuk menjamin keberlanjutan kepemimpinan partai dan memperluas basis dukungan di akar rumput dengan focus meningkatkan keterwakilan kader muda (Gen Z) serta Perempuan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati menyampaikan, Musancab ini merupakan tindak lanjut instruksi partai yang dilakukan serentak untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan.

“ Musancab menjadi momen strategis untuk membentuk struktur kepengurusan PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan/ desa dan anak ranting atau setingkat dusun, “ ucap Ana Aniati.

Pada kesempatan itu, Ia menekankan pentingnya soliditas antar kader partai dari tingkat DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting sebagai kunci dalam melaksanakan kerja kerja politik untuk kepentingan rakyat sekaligus juga menghadapi kontestasi Pemilu mendatang.

“ Kekompakan internal, kepatuhan dalam satu komando dan konsolidasi yang kuat dari Tingkat DPC hingga Anak Ranting menjadi modal dasar untuk meraih kemenangan , “ tegasnya.

Ana Aniati juga menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z untuk terlibat aktif di kancah politik guna merespons perubahan demografi pemilih yang didominasi kalangan muda.

“ PDI Perjuangan tidak hanya menjadi anak muda sebagai pemilih,tetapi juga sebagai penerus perjuangan partai, “ ucapnya.

Sebelum Musancab dibuka secara resmi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa penguatan peran perempuan dan anak muda bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan struktural yang mengikat. 

Setiap kepengurusan hasil Musancab di tingkat PAC diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan generasi muda atau Gen Z minimal 20 persen.

"Semua kita wajibkan, salah satu dari mereka harus menjadi Ketua, Sekretaris, atau Bendahara. Ini bukan sekadar pelengkap, tapi posisi strategis dalam kepengurusan," ucap Deni saat ditemui di sela-sela agenda Musancab.

Menurut Deni, kebijakan ini menjadi pondasi awal bagi regenerasi kepemimpinan partai di tingkat akar rumput. PAC sebagai ujung tombak pergerakan partai dituntut mampu membaca situasi sosial, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merespons tantangan masa depan dengan cermat.

“Kehadiran generasi muda sangat krusial untuk membawa perspektif baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat,” pungkasnya. (**)

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Kemenangan PDI Perjuangan Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi menegaskan pentingnya soliditas internal dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Hal ini disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda , saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di wilayah Banyuwangi Utara, Rabu (23/4/2026).


Musancab yang digelar di Ballroom Hotel Aston tersebut diikuti Pengurus Anak Cabang (PAC) dari daerah pemilihan (Dapil) 1, 2, 7, dan 8. Dalam sambutannya, Ficky menekankan bahwa kekuatan utama partai terletak pada sinergi tiga pilar, yakni struktur partai, legislatif, dan eksekutif.

“Soliditas tiga pilar menjadi kunci utama untuk menjaga kemenangan di setiap kontestasi, baik Pemilu, Pilkada, maupun Pilpres,” ujarnya.Ia menyebut PDI Perjuangan Banyuwangi memiliki modal politik yang kuat, mulai dari keberadaan kader di eksekutif, dominasi kursi legislatif, hingga struktur organisasi yang lengkap hingga tingkat akar rumputDengan kekuatan tersebut, partai menargetkan capaian suara minimal 20 persen dalam pemilu mendatang.

“Kita punya amunisi yang lengkap. Tinggal bagaimana menjaga kekompakan dan kerja kolektif untuk mencapai target,” kata Ficky.Selain itu, ia menegaskan pentingnya disiplin kader terhadap keputusan partai, termasuk dalam penetapan kepengurusan PAC hasil Musancab.

“Keputusan partai bukan diambil secara sembarangan. Semua harus patuh dan menjaga soliditas,” tegasnya.

Ficky juga menyinggung pentingnya dukungan sumber daya bagi operasional partai, termasuk harapan adanya peningkatan bantuan keuangan partai politik (Banpol) di tengah kondisi efisiensi anggaran.Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, mengingatkan bahwa pengurus PAC yang terpilih harus bekerja secara nyata dan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.“Pengurus PAC harus aktif, solid, dan benar-benar bekerja di tengah masyarakat untuk memenangkan partai,” ujarnya.

Ia optimistis kader yang terpilih merupakan figur yang siap menjalankan tugas politik di wilayah masing-masing.Ke depan, kepengurusan PAC periode 2026–2031 akan melanjutkan konsolidasi melalui Musyawarah Ranting dan Anak Ranting sebagai bagian dari penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah. (fj)

Bupati Banyuwangi Dorong Penguatan Sinergi Kemenag se-Jatim untuk Layanan Publik Inklusif

BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi ( Bupati Ipuk Fiestiandani menghadiri pertemuan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Timur yang diselenggarakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Forum ini dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi guna memperkuat kerja sama antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan sosial.b


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chairani Hidayat. Para pimpinan Kemenag dari berbagai daerah di Jawa Timur turut hadir dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan penghargaan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang terus mendukung penguatan kelembagaan Kementerian Agama. Ia menilai penyerahan aset berupa tanah hak pakai dari pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menunjang peningkatan layanan keagamaan kepada masyarakat.

Sementara itu, Chairani Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menegaskan bahwa hubungan harmonis antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah telah memberikan dampak nyata terhadap keberhasilan berbagai program, khususnya di bidang pendidikan keagamaan, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa seluruh anak didik, baik yang berada di sekolah umum maupun madrasah, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Ia mengingatkan agar tidak ada dikotomi dalam dunia pendidikan.

“Anak-anak kita adalah generasi Banyuwangi. Mereka harus mendapatkan perhatian yang sama tanpa membedakan latar pendidikan,” tegasnya.

Ipuk juga mengajak seluruh pihak untuk terus menguatkan semangat kolaborasi melalui konsep “gandeng bareng” sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menilai keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat luas.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kesinambungan kerja sama yang telah terbangun perlu dijaga dan diperluas agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi turut memberikan apresiasi atas peran aktif Kementerian Agama dalam mendukung program-program prioritas daerah, seperti pengendalian angka perceraian dan pencegahan pernikahan usia dini, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menutup sambutannya, Ipuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta atas kepercayaan menjadikan Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap pertemuan ini semakin memperkokoh sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan.

PCNU Banyuwangi 2026–2031 Resmi Dilantik, Ini Susunannya Lengkap

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Sabtu (4/4/2026), di GOR Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Dalam kepengurusan baru tersebut, KH Fachruddin Mannan ditetapkan sebagai Rais Syuriyah, sementara Ahmad Turmudi menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi., inilah Susunan PC-NU Banyuwangi Periode 2026 - 2031  

Pelantikan dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kiai, organisasi masyarakat Islam, kalangan pengusaha, pimpinan partai politik, hingga kepala organisasi perangkat daerah. Turut hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas.


Dari jajaran PBNU, hadir KH Muhib Aman Ali. Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur diwakili oleh KH Misbahul Munir dan KH Muh Balya Firjaun Barlaman.

Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Fachruddin Mannan menegaskan komitmen organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong kemajuan Banyuwangi, terutama dalam pembangunan, pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan PCNU Banyuwangi periode 2026–2031 untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas peran organisasi dalam pembangunan daerah.

Muscab VI PKB Banyuwangi Diwarnai Dinamika, KH Moh Ali Masuk Bursa Calon Ketua Dewan Tanfidz

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC Partai Kebangkitan Bangsa Banyuwangi yang digelar di Hotel Santika, Minggu (5/4/2026), berlangsung penuh dinamika. Forum tertinggi di tingkat cabang ini menjadi arena konsolidasi sekaligus penentu arah kepemimpinan PKB Banyuwangi untuk lima tahun mendatang.


Puncak dinamika terjadi saat peserta Muscab menambahkan satu nama kandidat Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Banyuwangi, KH Moh Ali Makki Zaini, ke dalam daftar calon sementara yang sebelumnya berjumlah tujuh. Penambahan ini disetujui pimpinan sidang pleno yang dipimpin Dr. Hj. Anggia Erma Rini, sehingga total kandidat menjadi delapan orang.

Sejak pagi, agenda Muscab berjalan tertib dengan sidang pleno yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, program kerja, serta teknis penjaringan calon Ketua Dewan Tanfidz. Suasana serius namun tetap hangat dengan semangat kebersamaan para kader.

Forum ini mendapat perhatian besar dari tingkat pusat. Beberapa tokoh nasional PKB hadir, antara lain Dr. Hj. Anggia Erma Rini yang menekankan pentingnya soliditas partai, H. Badrut Tamam yang mengingatkan konsistensi kerja politik di daerah, serta H. M. Nasim Khan yang menegaskan strategisnya Banyuwangi bagi PKB di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Dari unsur lokal, Muscab dihadiri jajaran legislatif, tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama Banyuwangi, termasuk Ketua Tanfidziyah PCNU Ahmad Turmudzi, menegaskan sinergi politik-kultural tetap menjadi ciri PKB. Semua elemen pengurus DPC dan DPAC se-Banyuwangi juga hadir aktif, termasuk Dewan Syura yang dipimpin KH Abdul Ghoffar LZ dan Ketua Dewan Tanfidz Nur Faizin.

KH Moh Ali Makki menjadi sorotan karena dukungan kuat dari kader tingkat kecamatan, menandakan aspirasi akar rumput yang menginginkan kepemimpinan yang mampu memperkuat basis kultural sekaligus soliditas partai.

Muscab VI PKB Banyuwangi bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan arena strategis yang menentukan arah partai. Kini, seluruh kader menanti hasil akhir Muscab untuk melihat siapa yang akan memimpin PKB Banyuwangi dan membawa partai melangkah lebih kuat dalam lima tahun ke depan.

Festival Literasi Daring: Dialektika Teknologi dan Estetika Bahasa di MTs Maulana Ishaq Kabat

BANYUWANGI, (Warta Blambangan) Di tengah arus transformasi digital yang kian menguat, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maulana Ishaq, Kecamatan Kabat, menghadirkan sebuah ikhtiar edukatif melalui Festival Literasi berbasis daring yang melibatkan peserta dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sdi-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang dialektika antara teknologi, bahasa, dan ekspresi estetik generasi muda. 


Festival yang telah memasuki tahap final ini mengusung metode seleksi berbasis video—sebuah pendekatan yang mencerminkan adaptasi pedagogis terhadap perkembangan zaman. Peserta tidak lagi dipusatkan dalam satu ruang fisik, melainkan berproses dari ruang belajar masing-masing, merekam, lalu mengirimkan performa terbaik mereka dalam cabang pidato, baca puisi, dan mendongeng.

Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I, memandang inovasi ini sebagai strategi perluasan akses sekaligus upaya demokratisasi ruang literasi. “Metode daring ini membuka peluang yang lebih luas bagi peserta untuk berpartisipasi tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Ini adalah bentuk adaptasi pendidikan terhadap lanskap digital,” ujarnya.

Proses kurasi karya dilakukan oleh dewan juri lintas disiplin, yakni Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, Joko Wiyono dari media ACTANEWS.ID, serta Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (Kopiwangi). Kehadiran para juri ini tidak hanya berfungsi sebagai penilai, tetapi juga sebagai representasi ekosistem literasi yang saling berkelindan antara dunia pendidikan, media, dan komunitas.

Menariknya, tahap final pun tetap mempertahankan format berbasis video. Selain alasan efisiensi, pendekatan ini juga dipandang lebih objektif dalam menjaga integritas penilaian. Dalam perspektif evaluatif, rekaman visual memungkinkan pengamatan yang berulang dan mendalam terhadap aspek vokal, gestural, hingga interpretasi teks.

Syafaat, salah satu juri, menggarisbawahi bahwa kualitas peserta pada tahap final menunjukkan gejala positif dalam perkembangan literasi anak. Ia menemukan bahwa sebagian peserta telah melampaui pembelajaran formal dengan menjalin interaksi dengan praktisi sastra. “Ada proses belajar yang melampaui ruang kelas. Ini menunjukkan bahwa literasi telah menjadi kebutuhan batin, bukan sekadar tuntutan akademik,” tuturnya.

Festival ini pada akhirnya tidak hanya memproduksi pemenang, melainkan juga memantik kesadaran kolektif akan pentingnya literasi sebagai fondasi kebudayaan. Bahasa, dalam konteks ini, tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga medium ekspresi, refleksi, dan penciptaan makna.

Dengan demikian, Festival Literasi Daring MTs Maulana Ishaq Kabat dapat dibaca sebagai sebuah praksis pendidikan yang mengawinkan rasionalitas teknologi dengan sensibilitas sastra. Sebuah upaya merawat kata di tengah dunia yang kian cepat, sekaligus menegaskan bahwa di balik layar digital, imajinasi tetap menemukan ruangnya untuk tumbuh dan bersuara.

HISKI Pusat Fokuskan Kegiatan “Penguatan HISKI Komisariat 2026


    Banyuwangi (Warta Blambangan) Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan kesusastraan nasional melalui program “Penguatan HISKI Komisariat 2026” yang diselenggarakan secara daring pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 19.30–21.00 WIB.   Fokus pertemuan ini adalah untuk HISKI Komisariat Banyuwangi (Nurul Ludfia Rochmah, M.Pd.), Jember (Dr. Fitri Amilia, M.Pd.), Luar Negeri (Ahmad Sahidah, Ph.D.), dan Prof. Wan Syaifuddin, M.A., Ph.D. yang melakukan banyak komunikasi dengan para kolega di Brunei, Malaysia, dan Thailand.   Pertemuan secara daring juga dihadiri beberapa pengurus pusat, yaitu Ahmad Supena, M.A., Dr. Imam Qalyubi, M.Hum ,dan Sudartomo Macaryus, M.Hum. Selain itu turut hadir juga tim pengurus HISKI Jember, tim pengurus HISKI Komisariat Surabaya, dan Ketua HISKI Komisariat UIN Hidayatullah Jakarta.    Informasi awal disampaikan oleh Ketua Umum HISKI Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. dengan menyampaikan program HISKI tahun ketiga ini adalah Penguatan HISKI Komisariat yang diawali konsolidasi internal (tahun pertama) dan tahun buku (tahun kedua).   “Penguatan HISKI Komisariat ini untuk mengetahui potensi dan memetakan peluang kontribusi HISKI dan meningkatkan apresiasi masyarakat dalam bidang kesusastraan,” ujar Anoegrajekti.   Agenda utama dalam pertemuan ini mencakup pembahasan rencana kegiatan komisariat, penguatan sistem keanggotaan, serta pengembangan program kolaborasi lintas wilayah dan lembaga.         Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan para kontributor yang memiliki pengalaman akademik dan organisasi yang kuat di bidang sastra, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.   Forum ini sekaligus menjadi ruang refleksi terhadap capaian HISKI selama ini, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan agar organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.  “Penguatan HISKI Komisariat ini akan ditindaklanjuti dengan melakukan publikasi bersama dalam bentuk buku yang berisi karya dari seluruh perwakilan HISKI Komisariat seluruh Indonesia dan luar negeri. Hal ini sebagai salah satu realisasi dari semangat kolegialitas kerja seperti dipesankan Dewan Pakar HISKI tahun 2023 di Samarinda,” ungkap Anoegrajekti.  Hal ini sejalan dengan mandat organisasi sebagai wadah profesional yang menghimpun sarjana di bidang kesusastraan khususnya dan bidang lain yang terkait. Dalam dokumen program unggulan, ditegaskan bahwa penguatan ini diarahkan pada peningkatan kualitas kegiatan ilmiah, perluasan jaringan kolaborasi, serta optimalisasi peran komisariat sebagai ujung tombak aktivitas HISKI di daerah.   Fokus pembahasan meliputi implementasi program pusat, yaitu “HISKI Masuk Sekolah” yang bertujuan meningkatkan apresiasi sastra di kalangan pelajar dan kerja sama dengan Kantor Bahasa/ Balai Bahasa juga menjadi prioritas, sebagai bagian dari sinergi kelembagaan dalam pengembangan literasi dan kebudayaan. Rapat koordinasi terjadwal antara pusat dan komisariat turut ditekankan sebagai mekanisme penting dalam menjaga komunikasi dan konsistensi program di seluruh wilayah.  *Laporan HISKI Komisariat* 
        

HISKI Komisariat Luar Negeri yang diketuai Ahmad Sahidah telah melaksanakan beberapa kegiatan ilmiah, seperti publikasi dan dokumentasi. Ke depan HISKI Komisariat Luar Negeri memiliki peran strategis untuk mendukung program “Internasionalisasi HISKI 2027”. Oleh karena itu, penguatan HISKI Komisariat Luar Negeri mendapat perhatian bersama utamanya dalam hal pengembangan dan aktivasi anggota dari luar negeri.  Anggota dari luar negeri juga berpotensi menjadi sumber daya untuk mendukung publikasi ilmiah jurnal dan prosiding untuk mencapai jenjang akreditasi secara nasional dan internasional. Hal tersebut mendapat penguatan dari HISKI Komisariat Surabaya yang berjuang meningkatkan akreditasi jurnal ilmiah di lembaganya.  Prof. Wan Syaifuddin yang memiliki jaringan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi Asia mengajak agar HISKI Komisariat Luar Negeri mengembangkan kerja sama dengan beberapa universitas di Asia. Untuk keperluan tersebut ia bersedia untuk mengawal dalam merekrut anggota HISKI Komisariat Luar Negeri.   HISKI Komisariat Jember memaparkan program unggulannya, “Ngontras” (Ngobrol Metasastra), yang telah berjalan secara konsisten sebagai forum diskusi ilmiah daring dengan melibatkan akademisi dan praktisi dari berbagai daerah. Program ini dinilai berhasil membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring intelektual, meskipun masih menghadapi kendala dalam aspek pendanaan dan publikasi.   Permasalahan keanggotaan juga menjadi salah satu kendala, utamanya dalam mengembangkan jumlah anggota dan kesediaan dalam melakukan aktivasi. Pendataan anggota, aktivasi keanggotaan, serta peningkatan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi menjadi agenda penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh masing-masing komisariat. Transparansi dalam pengelolaan keuangan dan pelaporan kegiatan secara berkala juga ditekankan sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang akuntabel. 
        HISKI Komisariat Banyuwangi memfokuskan kegiatan pada pengembangan alih wahana sastra, termasuk tradisi lisan. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan HISKI Komisariat Banyuwangi dengan HISKI Pusat yang mendapat dukungan dana dari Dana Indonesiana (2025) dan Bantuan Pemerintah melalui Badan Bahasa (2024).  Fokus lainnya adalah revitalisasi seni tradisi di Banyuwangi yang terancam punah. Beberapa program telah dirancang dan akan diselenggarakan secara kolaboratif dengan organisasi dan lembaha terkait, seperti Dewan Kesenian Blambangan, Masyarakat Pernaskahan Nusantara, dan Dinas Pendidikan.    Secara umum HISKI Komisariat telah memiliki kegiatan unggulan dan strategi mengatasi permasalahan internal, termasuk masalah pendanaan. Problem menonjol yang tampak adalah masalah keanggotaan yang masuk dalam bidang keorganisasian, mulai perekrutan anggota sampai aktivasi anggota.  Melalui kegiatan ini, HISKI menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan berkembang sebagai organisasi profesi yang memfokuskan pada kajian akademik dan berperan aktif dalam membangun ekosistem kesastraan yang inklusif dan berdampak. Penguatan komisariat diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghidupkan kegiatan sastra di tingkat lokal, sekaligus memperkuat kontribusi HISKI dalam pembangunan budaya nasional. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan program besar HISKI tahun 2026, yakni memperluas jangkauan kegiatan, meningkatkan kualitas kegiatan lintas HISKI Komisariat, dan memperkuat posisi sastra sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia (nurulludfiarochmah).

Layanan Kesehatan Tetap Jalan Selama Libur Lebaran, Banyuwangi Siapkan Puskesmas dan Posko di Jalur Mudik

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemkab Banyuwangi menyediakan 10 pos kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi, meliputi dua terminal bus, bandara, satu stasiun (Ketapang) dan pelabuhan, masjid hingga di wilayah perbatasan selama arus mudik Lebaran 2026.

Pos kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat atau pemudik, pengemudi dan lainnya yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan itu dibuka pada 13-25 Maret 2026.


“Pada mudik lebaran tahun 2026 ini, disediakan pos kesehatan pada 10 titik, ditempatkan di kawasan yang banyak diakses warga. Kami juga sediakan di wilayah perbatasan seperti di Kalibaru, wongsorejo, hingga Paltuding Ijen,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono , Senin (16/3/2026).

Mujiono menyebutkan 10 lokasi itu, yakni Terminal Rogojampi, Terminal Gambiran, Pelabuhan Ketapang, Stasiun Ketapang, Bandara Banyuwangi, hingga di pusat Kecamatan Genteng.  

“Selain itu di Masjid Baiturrohman Kalibaru, RTH Kalibaru, Taman Sritanjung posko gabungan bersama Polresta, juga Paltuding Ijen juga kami tempatkan pos kesehatan,” jelasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menambahkan layanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pertolongan pertama kegawatdaruratan, stabilisasi pasien sebelum rujukan, serta rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat. 

“Tenaga kesehatan yang bertugas berasal dari rumah sakit, puskesmas, klinik di Banyuwangi,” terang Amir.

Selain  layanan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu, Banyuwangi juga menyiagakan  13 UGD rumah sakit dan 18 puskesmas rawat inap yang tetap siaga selama 24 jam. “Sehingga penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pelayanan kesehatan selama periode libur, Dinas Kesehatan juga membuka 13 Puskesmas Rawat Jalan Siaga pada hari libur dengan jam pelayanan pukul 08.00–14.00 WIB.

“Melalui langkah ini, Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk memastikan bahwa selama periode arus mudik dan libur Lebaran, masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan responsif, serta mampu mengantisipasi berbagai potensi kejadian kegawatdaruratan di jalur perjalanan maupun di lingkungan masyarakat,” ungkap Amir. (*)

Jelang Lebaran, 211 Ribu Warga Banyuwangi Terima Bansos Pangan

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Penyaluran bulan Maret ini merupakan tahap pertama di tahun 2026. Masing-masing keluarga penerima bantuan pangan (PBP) akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng untuk per bulan alokasi.


Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono sempat meninjau secara langsung proses pendistribusian bansos pangan di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi pada SSenin (16/3/2026). Ia berharap bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh warga miskin.

“Bantuan ini harapannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran. Ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera,” kata Mujiono. 

Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB), Puguh Setyo W, menjelaskan penyaluran kali ini adalah rapelan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret.

“Karena ini rapelan dua bulan, maka masing-masing PBP akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” kata Puguh, Selasa (17/3/2026).

Di Banyuwangi, bansos pangan didistribusikan melalui Bulog Kantor Cabang Banyuwangi kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos.

Dikatakan Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, proses distribusi bantuan pangan sudah dimulai sejak 16 Maret dan diperkirakan rampung pada 30 April mendatang.

“Bantuan sudah kami salurkan sejak 16 Maret di beberapa kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. Selanjutnya menyusul ke desa/kelurahan di kecamatan yang lain. Kami target 30 April bisa tuntas semua,” ujarnya.

Penyaluran bansos dilakukan berbasis desa/kelurahan. Calon penerima bantuan cukup hadir ke balai desa/kelurahan setempat sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan, berupa KTP, Kartu Keluarga (KK) dan undangan.


“Kalau lansia atau sakit dan tidak bisa hadir, bisa diwakilkan oleh anggota keluarga lain dengan tetap menunjukkan dokumen lengkap seperti KTP dan KK,” kata Dwiana. (*)

Kapolresta Banyuwangi Tinjau Arus Lalu Lintas di ASDP Ketapang, Pastikan Jalur Jawa-Bali Tetap Lancar

BANYUWANGI (Lentera Sastra)  Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan pengecekan langsung ke Pos Pengamanan (Pos Pam) ASDP Ketapang pada Selasa (17/03/2026). Langkah ini dilakukan untuk memantau efektivitas pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang keluar masuk melalui pelabuhan penyeberangan tersebut.

Dalam kunjungannya, Kombes Pol Dr. Rofiq memeriksa kesiapsiagaan personel serta koordinasi antarinstansi di pelabuhan. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, volume kendaraan yang menuju maupun keluar dari Pulau Bali menunjukkan intensitas yang tinggi, namun tetap dalam kondisi padat lancar.


"Kami memastikan bahwa seluruh personel di Pos Pam Ketapang sigap dalam mengatur ritme kendaraan. Meski ada peningkatan volume, aliran kendaraan dari gerbang masuk hingga area parkir siap muat di dermaga terpantau bergerak konsisten tanpa hambatan berarti," ujar Kombes Pol Dr. Rofiq di lokasi.

Di sela-sela pengecekan, Kapolresta Banyuwangi memberikan pesan khusus bagi para pengguna jalan dan jasa penyeberangan "Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan menyeberang agar tetap waspada dan mengedepankan etika berkendara. Mengingat kondisi lalu lintas yang padat lancar, kami harap pengendara tetap sabar dalam antrean dan mengikuti instruksi petugas di lapangan. Pastikan dokumen perjalanan dan tiket ferry sudah siap sebelum memasuki pelabuhan demi kenyamanan bersama."(*)

Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik

Banyuwangi (Lentera Sastra) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan  didukung Baznas Banyuwangi menyiapkan 48 masjid di berbagai titik lokasi di ruas jalan nasional dan provinsi maupun destinasi wisata jalur pemudik untuk memudahkan para pemudik selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

"Dengan adanya masjid ramah pemudik, kami berharap para pemudik dapat merasa nyaman dan aman selama perjalanan," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Lounching Masjid Ramah Pemudik di Masjid Al Huda,Kelurahan Bulusan yang berbatasan dengan Desa Ketapang- Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (17/03/2026)

Masjid-masjid yang terlibat dalam program ini akan membuka akses selama 24 jam dan menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti area istirahat, tempat ibadah, fasilitas toilet yang bersih,, serta pengamanan di lingkungan masjid dan area parkir. Selain itu, tersedia pula ruang layanan kesehatan didukung puskesmas dan plus ada fasilitas pijat gratis di spot tertentu, serta penyediaan air minum hingga  kopi maupun teh dan makanan ringan gratis hingga menu berbuka. 

"Masjid memang pusat peradaban sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW, masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas seperti untuk mengkaji dan diskusi ragam topik kehidupan," ujar Bupati Ipuk Fiestiandani yang didampingi Ketua Baznas Drs. Dwi Yanto, M. Pd. 

Kepala Kemenag Banyuwangi Dr. H  Chaeroni Hidayat, MM mengatakan bahwa Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang terbanyak di Jawa Timur dalam menyiapkan masjid ramah pemudik. "Kami berterima kasih atas kolaborasi yang baik antara pemkab, Baznas, dan semua yang terlibat jadi ladang amal sholeh kita semua," kata Chaeroni yang alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton yang tandai inovasi ini dengan santunan yatim dan sembako ke nenek dhuafa serta simbolis berikan bantuan peralatan ke Masjid yang ikut program dan Yayasan Aura Lentera yang koordinir pemijat tunanetra dan difabel lainnya.

Dinkes Banyuwangi Gelar Bimtek Penanganan Gawat Darurat bagi Takmir Masjid Ramah Pemudik

BANYUWANGI –(Warta Blambangan) Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) Awam bagi pengurus Masjid Ramah Pemudik. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (17/3/2026) ini diikuti oleh 48 takmir masjid yang telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, serta aparatur sipil negara pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas takmir masjid dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan yang mungkin dialami pemudik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kolaborasi antara pengurus masjid dan tenaga kesehatan, sehingga takmir masjid memiliki pengetahuan dasar dalam memberikan pertolongan awal sebelum petugas medis tiba di lokasi,” ujar Amir.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis dalam penanganan kondisi darurat di lingkungan masjid yang menjadi titik singgah pemudik. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar PPGD, antara lain memastikan keamanan lokasi, memeriksa kesadaran dan pernapasan korban, serta segera menghubungi layanan bantuan medis.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait akses layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center 119 yang terhubung langsung dengan ambulans dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Takmir masjid juga dibekali keterampilan pertolongan dasar, seperti bantuan hidup dasar melalui kompresi dada (CPR) pada kasus henti jantung, penanganan korban tersedak, penanganan perdarahan, serta pertolongan pada korban pingsan.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan layanan kesehatan, setiap Masjid Ramah Pemudik juga diwajibkan menyediakan kotak pertolongan pertama (P3K) dengan perlengkapan yang memadai. Perlengkapan tersebut meliputi obat luar seperti minyak kayu putih, minyak tawon, dan balsam; perlengkapan perawatan luka seperti kasa steril, antiseptik, cairan pembersih luka, plester, dan perban; serta obat-obatan dasar seperti obat lambung dan parasetamol.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Agama berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah dan istirahat bagi pemudik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai titik layanan pertolongan pertama yang mendukung keselamatan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran.

48 Masjid di Banyuwangi Siap Layani Pemudik dalam Program Masjid Ramah Pemudik 2026

Banyuwangi (Warta Blambangan)  Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 48 masjid di Kabupaten Banyuwangi dipersiapkan menjadi Masjid Ramah Pemudik (MRP) 2026. Masjid-masjid tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, dan mendapatkan berbagai layanan dasar selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat,  Jumat 06/03/2026) menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan sekaligus pelayanan sosial bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Sebanyak 48 masjid di Banyuwangi siap menjadi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid ini berada di jalur strategis yang banyak dilalui pemudik, mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru, serta dari kawasan Licin hingga Pesanggaran,” ujar Chaironi.

Menurutnya, keberadaan Masjid Ramah Pemudik menjadi upaya untuk menghidupkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat, khususnya para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, 48 masjid yang masuk dalam program Masjid Ramah Pemudik 2026 antara lain:



Dalam program ini, masjid-masjid yang menjadi titik Masjid Ramah Pemudik menyediakan sejumlah layanan bagi para musafir, di antaranya:

  • Membuka akses masjid selama 24 jam

  • Menjaga keamanan masjid dan area parkir

  • Menyediakan toilet bersih dan air wudu

  • Menyediakan fasilitas pengisian daya (charging station) untuk gawai

  • Menyediakan tempat salat yang nyaman

  • Menyediakan area istirahat bagi pemudik

  • Menyediakan pusat informasi perjalanan

  • Menyediakan air minum atau makanan ringan

Selain itu, beberapa masjid juga memiliki kapasitas parkir kendaraan dan daya tampung jamaah yang cukup besar, sehingga memungkinkan pemudik beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Chaironi berharap program ini dapat menjadi bagian dari pelayanan umat sekaligus menghadirkan wajah masjid yang terbuka dan ramah bagi siapa saja.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi para musafir. Melalui Masjid Ramah Pemudik, kita ingin menghadirkan masjid yang melayani, memberi kenyamanan, dan membawa keberkahan bagi para pemudik,” pungkasnya.

Program Masjid Ramah Pemudik 2026 ini diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan penuh nilai kebersamaan selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Mahasiswa UIN KHAS Jember Akhiri PKL di Kemenag Banyuwangi, Ditekankan Dakwah Berbasis Kearifan Lokal

Banyuwangi (Warta Blambangan)Aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Jumat (13/02/2026), menjadi ruang perpisahan yang hangat bagi mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember yang telah menuntaskan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan penuh di berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Banyuwangi.

Penarikan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh pihak kampus dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengalaman di lapangan merupakan ruang pembelajaran yang tidak selalu identik dengan teori di bangku kuliah. 

“Apa yang didapat di kampus belum tentu sama dengan yang ditemui ketika praktik kerja lapangan. Di sinilah mahasiswa belajar memahami realitas sosial secara langsung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguasaan metode dakwah yang adaptif dan kontekstual. Menurutnya, Banyuwangi adalah miniatur keberagaman—dengan beragam etnis, agama, dan budaya yang hidup berdampingan. Karena itu, dakwah tidak cukup hanya berbekal teks, tetapi juga harus menyentuh kearifan lokal.

“Mahasiswa dakwah harus mampu membaca situasi masyarakat. Pendekatan yang digunakan harus selaras dengan budaya setempat, agar pesan keagamaan diterima dengan bijak dan meneduhkan,” imbuhnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah yang diwakili Ketua Panitia PKL, Imam Turmudzi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara pihak kampus dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Ia menyebut Banyuwangi sebagai kabupaten yang berkembang pesat, khususnya di sektor pariwisata dan pembangunan sosial keagamaan, sehingga menjadi laboratorium sosial yang sangat representatif bagi mahasiswa Fakultas Dakwah.

“Banyuwangi adalah daerah yang dinamis. Perkembangan wisatanya, kemajemukan masyarakatnya, dan kehidupan keagamaannya menjadi ruang belajar yang sangat kaya bagi mahasiswa kami,” tuturnya.

Selama satu bulan pelaksanaan PKL, mahasiswa ditempatkan di seluruh KUA kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan keagamaan, pendampingan masyarakat, administrasi pernikahan, hingga edukasi penyuluhan keagamaan.

Tak hanya itu, terdapat pula dua kelompok PKL berbasis riset yang ditempatkan di Desa Kemiren dan Kelurahan Gombengsari. Di dua lokasi tersebut, mahasiswa melakukan pendalaman kajian sosial-keagamaan berbasis budaya lokal serta dinamika masyarakat setempat, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui program-program pemberdayaan.

Kegiatan PKL ini diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban akademik semata, tetapi juga membentuk kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, serta integritas mahasiswa sebagai calon dai dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan PKL ini, para mahasiswa kembali ke kampus membawa pengalaman, pelajaran, dan perspektif baru—bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan, melainkan memahami dan merangkul keberagaman dalam harmoni kehidupan.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger