Kegiatan virtual tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan serta para admin Sistem Informasi Masjid (SIMAS) se-Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan berlangsung tertib dan lancar dengan fokus pembahasan pada mekanisme penginputan data, sinkronisasi informasi masjid, hingga proses validasi data yang akan digunakan dalam penyusunan album masjid digital tingkat kabupaten maupun provinsi.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam arahannya menyampaikan bahwa penyusunan album masjid digital tidak hanya menjadi kebutuhan administratif pada tingkat provinsi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan sistem informasi keagamaan yang transparan, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, keberadaan data masjid yang tersusun secara digital akan memberikan manfaat besar dalam mendukung pelayanan publik di bidang keagamaan, khususnya terkait informasi profil masjid, kondisi sarana prasarana, kepengurusan, hingga potensi pemberdayaan umat yang dimiliki masing-masing masjid.
“Selain untuk kebutuhan album masjid tingkat provinsi, data masjid di Kabupaten Banyuwangi juga dapat diakses melalui website https://masjid.bimaisbanyuwangi.com sehingga dapat menjadi sumber informasi yang terbuka bagi masyarakat luas, di samping juga tersedia dalam aplikasi SIMAS,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, zoom meeting berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan dialog, terutama terkait berbagai kendala teknis di lapangan, mekanisme pembaruan data, hingga strategi menjaga akurasi dan kesesuaian informasi yang tercantum dalam sistem digital masjid.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berharap penyusunan album masjid digital dapat berjalan optimal dan menjadi bagian dari penguatan layanan informasi keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung keterbukaan data keagamaan bagi masyarakat. (syaf)









.jpeg)