Pages

PKB dan PCNU Banyuwangi Perkuat Sinergi untuk Menghadirkan Kemaslahatan Umat

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi di Meeting Room PCNU Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi, kolaborasi, dan kontribusi bersama dalam mendukung program-program kemasyarakatan.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Mubarok, menegaskan bahwa PKB memandang NU sebagai rumah besar yang memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis. Oleh karena itu, hubungan yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat melalui kerja sama yang nyata.

Menurutnya, DPC PKB Banyuwangi secara rutin setiap bulan menyalurkan tasyaruf hikmah kepada PCNU Banyuwangi dan LAZISNU sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap gerakan sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan Nahdlatul Ulama.

"Ke depan, kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada silaturahim, tetapi berkembang menjadi kolaborasi program yang lebih besar. Kami juga berharap NU dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat memperoleh dukungan penganggaran yang memadai," ujar Zaki Mubarok.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB bahwa hubungan PKB dengan NU tidak lagi perlu dipertanyakan. Kini saatnya seluruh energi diarahkan untuk membangun kemanfaatan bagi masyarakat melalui kerja sama yang produktif.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi atas silaturahim yang dilakukan DPC PKB Banyuwangi. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan modal penting dalam membangun kebersamaan demi kepentingan umat dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tetap konsisten menjalankan Khittah Nahdlatul Ulama dengan menjaga posisi sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis maupun urusan internal partai politik. NU membuka ruang komunikasi dengan semua pihak selama bertujuan menghadirkan kemaslahatan.

"NU tidak ingin menjadi bagian dari persoalan politik praktis. Tugas NU adalah merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Semua partai politik memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga yang perlu dikedepankan adalah nilai hikmah dalam setiap langkah," ungkap H. Achmad Turmudzi.

Ia menambahkan, semakin banyak tindakan yang memberikan manfaat dan menghadirkan simpati di tengah masyarakat, maka akan semakin besar pula empati dan kepercayaan yang tumbuh. Karena itu, sinergi antara NU dan berbagai elemen, termasuk PKB, perlu terus diperkuat dalam bingkai kemaslahatan bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta membangun sinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan Banyuwangi yang ayem, tentrem, dan semakin sejahtera.(HK)




Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mendukung Stabilitas dan Pembangunan Daerah

BANYUWANGI – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Banyuwangi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan daerah. Upacara peringatan yang berlangsung di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (1/7/2026), dipimpin oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, selaku inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuwangi A.O. Mangontan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, melibatkan ratusan peserta yang berasal dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta berbagai elemen pendukung lainnya. Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan implementasi kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan profesionalisme jajaran Polresta Banyuwangi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan faktor fundamental yang menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta keberhasilan pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya iklim pembangunan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kepolisian akan terus diperkuat sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan profesionalisme, integritas, serta akuntabilitas pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri merupakan indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas pelayanan yang diberikan kepada publik.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan Bank Kompas, tingkat profesionalitas layanan Polri menunjukkan tren positif dengan skor mencapai 8,37 persen. Selain itu, sebanyak 80,6 persen masyarakat Indonesia menilai kinerja Polri semakin baik, diiringi dengan peningkatan tingkat kepuasan publik sebesar 6,76 persen serta penguatan citra kelembagaan hingga mencapai 71,5 persen. Capaian tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi Polri dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan kesiapan Polresta Banyuwangi dalam mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu fokus yang mendapat perhatian adalah penguatan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang ramah anak melalui penciptaan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui keteladanan, pembinaan karakter, serta penciptaan ruang sosial yang positif, diharapkan anak-anak Banyuwangi dapat berkembang menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Suasana peringatan semakin semarak dengan atraksi fly pass pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, pertunjukan paramotor yang mengelilingi kawasan Taman Blambangan, penampilan satu kompi Polisi Cilik yang memperagakan gerakan simbol lalu lintas, serta pertunjukan tari teatrikal yang mengangkat legenda Sritanjung–Sidopekso sebagai representasi nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas Kabupaten Banyuwangi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga merefleksikan penguatan kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan yang inklusif. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Wisata Religi Madin SMPN 3 Rogojampi ke Makam Datuk hingga ke Gerbang Raung

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebagai ungkapan syukur dan apresiasi bagi santri berprestasi, Madrasah Diniyah SMP Negeri 3 Rogojampi mengadakan Wisata Religi dan Tadabur Alam dengan naik Bus Legowo, Rabu, 1 Juli 2026.


Direktur Madin, Muslih,S.Ag., menyampaikan bahwa yang diajak adalah 24 santri peraih peringkat 1 dan 2 di kelasnya beserta Dewan Asatiz. Mereka adalah penggerak awal inovasi pada tahun ajaran 2024–2025 yang langsung mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. Prestasi pada Festival Anak Saleh pun berhasil diraih. Madin dilaksanakan pada jam ke-0 setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan tambahan jam belajar sesekali ba’da Zuhur hingga pukul 14.00 bagi anak yang perlu pengayaan.

Ustaz Mahrus Ali, S.Ag.,M.Pd. yang memimpin kafilah mengungkapkan bahwa perjalanan ini bertujuan ngalap berkah kepada para waliyullah dan masyayikh, dengan harapan Program Madin terus berjalan baik, peserta didik semangat mengaji, serta menjadi anak saleh/salehah yang bisa mendoakan orang tuanya.

Perjalanan dimulai dari SMPN 3 di Jalan Ki Hajar Dewantara 18-A, Gitik, sebelah Stasiun Kereta Rogojampi, menuju Makam Datuk Malik Ibrahim di Kampung Arab, Lateng, Banyuwangi Kota. Juru kunci keturunan ke-6 Datuk, Bang Munib, menerima rombongan dengan ramah dan hangat.

Dengan pertimbangan teknis dan waktu, dalam perjalanan rombongan juga bertawasul ke makam Mbah Mas Saleh, Kyai Saleh Lateng, dan Habib Hadi Al-Haddar. Saat melintasi Tukang Kayu, rombongan membaca Ummul Kitab untuk KH Harun, KH Faqih, dan KH Maksum Syafi’i, dilanjutkan ke KH Wahid Kertosari.


Bus sengaja melewati Muncar untuk bertawasul ke KH Mannan, KH Askandar, dan Wali Hasan. Melewati Kebondalem, bus berhenti di Lapangan Kampus Umsyiya Blokagung. Suasana ramai karena bertepatan dengan penyambutan santri baru dari seluruh nusantara. Kafilah salat Zuhur di Ponpes Darussalam, lalu menuju makam KH Mukhtar Syafa’at.

Usai tahlil singkat, Ustaz Mahrus Ali, alumni pondok terbesar di Bumi Blambangan, menjelaskan profil pengasuh yang mendirikan pondok pada zaman penjajahan. “Alhamdulillah, banyak alumninya yang menjadi pengasuh pondok besar maupun kecil, menjadi guru, dan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat,” tambah menantu mubalig Ustaz Ghofar ini.

“Kami senang diajak ngalap berkah ke makam ulama untuk menjadi inspirasi agar cinta Al-Qur’an dan mau belajar agama,” ungkap Az-Zahra yang kini naik ke kelas 9. “Dan nyaman swafoto di destinasi wisata alam Gerbang Raung,” tambah Nabila.

Plt. Kepala SMPN 3, Dra. Hj. Sri Utami, mengapresiasi MGMP Agama dan Dewan Asatiz Madin yang sabar dan telaten membimbing peserta didik mengenal huruf hijaiyah hingga tartil dan tilawah. “Semoga menjadi amal saleh untuk keberkahan ilmu dan keluarganya.”

Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, menyambut baik inovasi Madin yang hasilnya dirasakan peserta didik dan memberi kesan positif bagi orang tua. “SMPN 3 memang bagus dalam proses pembentukan karakter berakhlakul karimah sekaligus mencetak kader bangsa yang disiplin lewat pramuka dan ragam ekstrakurikuler yang kreatif serta berprestasi. Terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi melalui dana, waktu, dan doa untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” tuturnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terbuka untuk menerima 17 murid baru dengan datang langsung ke sekolah yang sebelumnya bernama SKKP ini. (Bung Aguk/Yeti Ch)

LKNU JOS! Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan



Banyuwangi – Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Banyuwangi resmi dikukuhkan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam bidang kesehatan melalui tema "Mewujudkan Zona Hijau Kesehatan dengan Semangat Patriot Muda Kesehatan."

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Moh. Bisri Musthofa, kemudian dilanjutkan baiat pengurus yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Guntur Albadri. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, Ketua LKNU Banyuwangi dr. Sabit Purnomo, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Faiz Fadholi, serta jajaran pengurus NU, tenaga kesehatan, dan undangan dari berbagai instansi.

Dalam pemaparan program kerja, dr. Sabit Purnomo menegaskan bahwa LKNU tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui slogan "LKNU JOS!!!", organisasi ini akan menggerakkan berbagai program strategis, mulai dari pembentukan kader kesehatan NU, edukasi kesehatan berbasis masyarakat, aksi sosial kesehatan, hingga pembentukan Zona Hijau Kesehatan sebagai gerakan kolektif menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Faiz Fadholi, memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di Banyuwangi. Ia menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,7 juta jiwa, Banyuwangi saat ini memiliki 13 rumah sakit, terdiri atas 11 rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Blambangan bertipe B dan RSUD Genteng bertipe C. Sementara itu, RSNU Banyuwangi juga telah berkembang menjadi rumah sakit tipe C yang semakin memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, terdapat sekitar 170 klinik kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan. Meski demikian, Faiz mengungkapkan masih ada sekitar 200 ribu penduduk Banyuwangi yang belum terlindungi BPJS Kesehatan, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memperluas kepesertaan jaminan kesehatan nasional.

Faiz juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang mengembangkan konsep Health Tourism Centre, yakni pengembangan sektor kesehatan yang dipadukan dengan potensi pariwisata daerah. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan dokter spesialis, sehingga kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk LKNU, menjadi sangat penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa pengukuhan LKNU bukan sekadar pelantikan kepengurusan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan umat, sehingga LKNU harus hadir memberikan solusi, edukasi, dan pelayanan yang nyata.

"LKNU harus menjadi jembatan kolaborasi antara ulama, tenaga kesehatan, pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat. Dengan kebersamaan itulah cita-cita menghadirkan masyarakat yang sehat lahir dan batin dapat diwujudkan," ujarnya.

Melalui kepengurusan yang baru, LKNU PCNU Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, serta seluruh lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan semangat Patriot Muda Kesehatan, LKNU diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Banyuwangi sebagai daerah yang sehat, tangguh, dan berdaya.(KAF)

Tradisi Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi, Kearifan Lokal yang Tak Tergerus Zaman

BANYUWANGI - Ritual adat Kebo-keboan Alasmalang yang digelar masyarakat Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), berlangsung meriah. Ribuan orang memadati lokasi digelarnya tradisi yang menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama untuk tanah yang subur dan hasil panen berlimpah.

Ritual ini dimulai dengan kenduri desa atau makan bersama dengan hidangan tumpeng dan lauk khas tradisional Pecel Pithik.

Ritual dilanjutkan dengan "ider bumi". Dimana puluhan "kerbau" mengelilingi desa dengan arah empat penjuru arah mata angin.

"Kerbau" yang dimaksud bukanlah hewan ternak, melainkan warga desa yang menyerupai kerbau. Badannya dilumuri jelaga hingga hitam pekat seperti kerbau, di kepalanya juga mengenakan asesoris berbentuk tanduk dan gelang kerincing di tangan dan kakinya. 


Bupati Banyuwangi Ipuk mengatakan tradisi Kebo keboan menjadi bagian dari kultur warga agraris yang kuat. Tradisi yang masih lestari ini menunjukkan komitmen warga dalam menjaga kearifan lokal.

"Tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun. Warga melestarikannya dengan melaksanakannya secara turun temurun. Saya sampaikan apresiasi kepada sesepuh adat, budayawan, pemuda Alasmalang dan semua yang menjaga nyala tradisi tetap hidup," kata Ipuk saat menyampaikan sambutannya


Ipuk melanjutkan tradisi Kebo-keboan bukan hanya sekedar tradisi tapi budaya yang membangun karakter. Dalam tradisi ini terkandung nilai kerja keras gotong royong dan disiplin dari masyarakat agraris.

"Nilai ini sesuai dengan semangat Banyuwangi "tandang bareng" kerja bersama, tumbuh bersama. Dimana semua capaian prestasi dan hasil kinerja Banyuwangi hasil gotong royong seluruh masyarakat," ujarnya.

Trafisi Kebo-keboan berlangsung dengan cara "kerbau" diarak keliling penjuru desa. Mereka berjalan seperti kerbau yang sedang membajak sawah, berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan di perut mereka ditali seperti kerbau. 

Tradisi ini menarik wisatawan asing, Tara, dari Amerika Serikat. Ia nampak kagum dan takjub melihat arak arakan kebo keboan. 

"Ini sangat unik. Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Menakjubkan," ujar Lara, sebelumnya ia juga yelah mendaki ke Gunung Ijen.

Sementara itu ritual adat Kebo-keboan juga menjadi berkah bagi warga sekitar. Salah satunya Siti yang memiliki warung disekitar area acara. Ia mengaku senang setiap berlangsungnya acara selalu menyedot banyak pengunjung.

"Mulai minuman, camilan, semuanya laris, Alhamdulillah," ujarnya.

Tradisi Kebo-keboan sudah ada sejak abad ke-18 Masehi dan berasal dari kisah Buyut Karti, yang mendapat wangsit untuk menggelar upacara bersih desa dengan cara menjelma menjadi kerbau. Kebo-keboan ini juga dilaksanakan di Desa Aliyan, Rogojampi. (*)

Usai Supercross Lanjut Kejurnas, Sirkuit BMX Banyuwangi Bawa Berkah Bagi Ekonomi Warga

BANYUWANG - Sirkuit BMX Banyuwangi membawa berkah bagi ekonomi warga lokal Banyuwang. Usai gelaran Banyuwangi BMX Supercross, yang baru saja usai digelar, 27-28 Juni, Indonesia Cyxling Federation (ICF) menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX, Sabtu-Minggu (4-5 Juli), 

Kejuaraan yang akan diikuti para atlet BMX dari berbagai daerah di Indonesia ini, membuat perputaran ekonomi warga lokal berlanjut. Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, memilih untuk menambah waktu stay mereka di Banyuwangi, sambil menunggu Kejurnas yang juga akan digelar di sirkuit berstandart Olimpiade tersebut. 

"Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk. 


Sebelumnya Banyuwangi BMX Suoercross diikuti 343 peserta dari berbagai provinsi di Indoesia serta mancanegara. Mereka semua membawa rombongan tim official, hingga keluarga yang mendampingi selama acara. Bahkan diantaranya banyak yang datang jauh hari sebelum kompetisi dimulai untuk berlatih intensif. Warga sekitar turut mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan mereka.

"Kejurnas juga akan diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," tambah Jadi. 

Salah satu warga Yuli (50), pemiliki warung makanan dan minuman yang berada di pinggir jalan masuk menuju sirkuit bersyukur kembali digelar kejuaraan. . 

Yuli menceritakan sebelum ada sirkuit BMX, area tempat tinggalnya merupakan tanah persil perkebunan yang sangat sepi. Namun sejak ada sirkuit dan sering digelar kompetisi, wilayahnya menjadi ramai. Warga pun memanfaatkannya dengan membuka aneka usaha.

“Dulu disini sepi, tapi sejak ada sirkuit jadi ramai, warga disini semuanya bersyukur ada sirkuit karena mereka jadi bisa buka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang warung saya tambah ramai, omset naik drastis,” ujar Yuli.

Tidak hanya mendapat penghasilan dari membuka warung makanan dan minuman, Yuli juga sampai membangun rumah untuk disewakan sebagai tempat tinggal peserta kompetisi BMX, karena banyak permintaan. Seperti sekarang rumahnya disewa selama sepuluh hari oleh tim dari luar daerah. 

“Alhamdulillah penghasilannya jadi double kalau ada lomba di sirkuit dari warung dan penyewaan rumah. Harapan saya bisa sering diadakan lomba disini,” ujar Yuli.

Warga lainnya Tumini, yang rumahnya berada persis di samping sirkuit membuka usaha warung, penyewaan kendaraan, dan toilet umum.

Dia bersyukur di desanya dibangun sirkuit BMX berstandar internasional, yang kerap dijadikan venue kompetisi bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan Dewi yang menjadi pedagang makanan dadakan setiap kali ada kegiatan lomba di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi. Bahkan, dia mengaku bisa berjualan sejak seminggu sebelum lomba digelar karena biasanya para atlet sudah banyak yang berdatangan untuk berlatih di sirkuit.

“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga. Kami inginnya sering-sering ada lomba” ujarnya. (*)

Taklukkan Juara Asia, Timnas Indonesia Kawinkan Gelar Juara Banyuwangi BMX Supercross 2026

BANYUWANGI (Warta Blambangaan)  Banyuwangi BMX Supercross 2026 hari kedua, yang digelar di Sirkuit BMX Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), berlangsung sengit. Pembalap tim nasional Indonesia, Rio Akbar, berhasil merebut gelar juara kategori men elite dari juara Asia rider asal Timbas Thailand, Komet Sukprasert. 


Keberhasilan Rio membuat Timnas Indonesia berhasil mengawinkan gelar juara setelah di kategori women elite pembalap Timnas lainnya, Amellya Nur Sifa, berhasil mempertahankan gelar juara. 

Rio membalas hasil hari pertama yang hanya finis di posisi kelima, Sabtu (27/6/2026). Pada final hari kedua ini, salah satu pembalap senior Indonesia itu tampil konsisten hingga mencatatkan waktu tercepat 43,110 detik, unggul tipis atas Komet Sukprasert yang membukukan waktu 43,304 detik.

Persaingan berlangsung ketat sejak start. Posisi ketiga dan keempat ditempati pembalap Indonesia Firman Chandra Alim serta Yussi Wakhidur Rizal yang turut menguasai papan atas kategori bergengsi tersebut.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih hasil terbaik. Persaingannya sangat ketat karena semua pembalap sangat cepat, terutama Komet yang merupakan juara Asia. Kunci kemenangan hari ini adalah menjaga ritme balapan sejak awal hingga finis," kata Rio.

Menurut Rio, sirkuit BMX Banyuwangi yang menjadi trek terpanjang di dunia ini, menjadi tantangan tersendiri karena tidak hanya membutuhkan teknik, tetapi juga strategi mengatur stamina selama balapan.

"Jadi, strateginya mengatur waktu istirahat setelah moto dan memaksimalkan recovery. Kami juga menjaga asupan karbohidrat agar tenaga tetap terjaga. Trek Banyuwangi sangat panjang dan menantang. Sedikit saja melakukan kesalahan bisa berakibat fatal karena di sini bukan hanya soal skill, tetapi juga bagaimana menyimpan tenaga sampai finis," ujarnya.

Rio mengaku hampir tidak pernah absen mengikuti Banyuwangi BMX Supercross. Ia mengatakan kualitas penyelenggaraan maupun kemampuan para rider nasional terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Dari tahun ke tahun kualitas trek semakin baik dan kemampuan para pembalap Indonesia juga terus berkembang. Semoga adik-adik pembalap tetap semangat berlatih dan terus berproses menjadi lebih baik," ucapnya.

Sementara Komet Sukprasert mengakui gagal mempertahankan gelar setelah mengalami kelelahan menjelang babak final. Meski demikian, juara SEA Games 2025 sekaligus ASEAN BMX Racing Cup 2026 tersebut tetap puas bisa mengakhiri lomba di podium.

"Sedikit kecewa karena kemarin saya menang, tetapi hari ini merasa cukup lelah sebelum final. Meski begitu saya senang masih bisa naik podium. Trek Banyuwangi sangat bagus, panjang, dan menantang. Saya harus berlatih lebih keras lagi agar lebih kuat saat kembali berlomba di sini," kata Komet.

Di kategori women elite, Amellya Nur Sifa menjadi yang tercepat setelah mengungguli rider Thailand, Chutikan Kitwanitsathian. Hasil tersebut menjadi modal sebelum Amellya tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia.

"Saya senang bisa meraih hasil terbaik di Banyuwangi. Trek ini mengajarkan saya untuk terus belajar mengatur tenaga karena lawan terberat sebenarnya adalah diri sendiri. Setelah ini saya fokus mempersiapkan diri menghadapi UCI BMX Racing World Championships di Brisbane," ujar Amellya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ipuk berharap dengan keberadaan sirkuit yang telah berstandar Olimpiade ini, tidak hanya memperkuat sport tourism, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet balap sepeda Indonesia.

"Kami ingin Banyuwangi BMX Supercross menjadi tempat lahirnya atlet-atlet berprestasi. Dengan hadirnya pembalap dari berbagai negara, atlet Indonesia mendapat pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus ke luar negeri. Ini sekaligus memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism bertaraf dunia," kata Ipuk. 

Balapan hari terakhir berlangsung dalam tensi tinggi. Final nomor Men Elite diwarnai insiden crash yang menyebabkan salah seorang pembalap terjatuh, namun perlombaan tetap berlanjut hingga garis finis. (*)

Berikut Hasil Banyuwangi BMX Supercross 2026 

Men Elite 

1. Rio Akbar (Indonesia)

2. Komet Sukprasert (Thailand)

3. Firman Chandra Alim (Indonesia)

4. Yussi Wakhidur Rizal (Indonesia)

5. Muhammad Fattahillah (Indonesia)


Women Elite

1. Amellya Nur Sifa (Indonesia)

2. Chutikan Kitwanitsathian (Thailand)


Men Junior

1. Muhammad Firmandhika Alhamzah (Indonesia)

2. Muhammad Bagus Refansha (Indonesia)

3. Fernando Van Persie Augusta (Indonesia).


Women Junior 

1. Balqis Humairah Aji Khairunnisa (Indonesia)

2. Tara Alayna Weilin Bte Muhammad Khalid (Singapore)

3. Karisya Milda (Indonesia).

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger