Pages

GIAS Resmi Diluncurkan, Pelantikan LAZISNU PCNU Banyuwangi Tegaskan Semangat Kolaborasi dan Pelayanan Umat

Banyuwangi – Pelantikan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Muncar, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan filantropi NU di Banyuwangi. Tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh) sebagai inovasi dalam memudahkan masyarakat bersedekah secara digital.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, mulai Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua, Sekretaris, para pengurus lembaga, serta seluruh pengurus LAZISNU dari tingkat cabang, MWC hingga ranting se-Banyuwangi. Dukungan dari berbagai kalangan juga tampak melalui kehadiran para tamu undangan dan ucapan selamat dari sejumlah mitra serta dunia usaha.

Ketua LAZISNU PCNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan baru harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang mampu memberikan manfaat bagi umat. Menurutnya, LAZISNU harus terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan program yang tepat sasaran.

Untuk mewujudkan hal tersebut, LAZISNU Banyuwangi menetapkan lima komitmen utama sebagai arah gerakan organisasi, yaitu mengoptimalkan penghimpunan muzakki, memastikan penyaluran dana tepat sasaran, menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis, memperkuat bantuan di bidang pendidikan dan keagamaan, serta menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan amanah.

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam arahannya menekankan bahwa kekuatan gerakan sosial Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh kemampuan LAZISNU dalam membangun kepercayaan para aghniya dan muzakki. Karena itu, diperlukan berbagai strategi yang kreatif dan berkelanjutan agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, mengingatkan bahwa LAZISNU harus menjadi penghubung berbagai program sosial yang dijalankan oleh lembaga-lembaga di lingkungan NU. Menurutnya, dana yang dihimpun hendaknya tidak hanya disalurkan dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi penguat berbagai program pendidikan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi umat melalui sinergi bersama LP Ma'arif NU, LKNU, LPBI NU, Lakpesdam NU, dan lembaga lainnya.

Momentum yang paling menarik dalam pelantikan tersebut adalah Launching GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh). Program ini menjadi ikhtiar LAZISNU Banyuwangi untuk menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah melalui sistem pembayaran digital menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 8877881882.

Melalui GIAS, masyarakat kini dapat menyalurkan sedekah kapan saja hanya dengan memindai QRIS melalui telepon genggam. Inovasi ini diharapkan mampu membangun kebiasaan bersedekah secara istiqamah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan yang dijalankan LAZISNU.

Pelantikan dan peluncuran GIAS menjadi penanda komitmen LAZISNU PCNU Banyuwangi untuk terus bertransformasi sebagai lembaga filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat melalui pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.(HK)

NGERANDU NU Jadi Awal TURBA PCNU Banyuwangi, Menguatkan Soliditas dari Basis Organisasi

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi memulai agenda TURBA (Turun ke Bawah) melalui program NGERANDU NU dengan mengunjungi dua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni Kalipuro dan Giri, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi.

Mengusung semangat mempererat silaturahim dan memperkuat koordinasi, rombongan PCNU Banyuwangi mengawali kunjungan di Yayasan Syamsul Huda, Bulusan, Kalipuro. Kehadiran jajaran pengurus cabang disambut oleh pengurus MWCNU, ranting-ranting NU, serta seluruh badan otonom dan lembaga NU yang ada di wilayah Kalipuro.

Lebih dari sekadar kunjungan, NGERANDU NU menjadi ruang bertemunya seluruh elemen organisasi. Selain melakukan verifikasi dan validasi kepengurusan mulai tingkat MWC hingga ranting, kegiatan juga diisi dengan dialog antar lembaga dan badan otonom untuk menyamakan arah gerak organisasi serta memperkuat sinergi program hingga tingkat akar rumput.

Ketua MWCNU Kalipuro, H. Ahmad Musta'in, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga Nahdliyin yang hadir. Meski kepengurusan MWCNU Kalipuro baru terbentuk pasca konferensi dan belum genap satu bulan berjalan, dukungan dari seluruh unsur NU dinilai sangat luar biasa.

 "Saya benar-benar terharu melihat semangat para pengurus, ranting, dan badan otonom. Ini menjadi energi besar untuk menjalankan amanah organisasi ke depan," ujarnya.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menilai kekompakan yang ditunjukkan MWCNU Kalipuro merupakan modal penting dalam membangun organisasi yang kuat. Menurutnya, NU akan semakin kokoh apabila seluruh struktur organisasi berjalan bersama dan saling menguatkan.

Katib PCNU Banyuwangi, K.H. Abdul Qosim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga mengapresiasi suasana kebersamaan yang tercipta. Sebagai warga Kalipuro, ia mengaku bangga melihat semangat baru yang tumbuh di lingkungan MWCNU Kalipuro.

Usai kegiatan di Kalipuro, rombongan PCNU Banyuwangi melanjutkan agenda ke MWCNU Giri pada malam harinya. Bertempat di Kantor MWCNU Giri, seluruh unsur organisasi kembali hadir menyambut kegiatan NGERANDU NU dengan penuh kehangatan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa antusiasme yang ditemuinya di Kalipuro maupun Giri menjadi bukti bahwa warga NU merindukan forum silaturahim yang mempertemukan seluruh elemen organisasi.

"Ternyata yang dirindukan bukan hanya program, tetapi juga perjumpaan. Dari sinilah lahir semangat untuk kembali bergerak bersama. Karena itu, nama NGERANDU NU benar-benar mencerminkan suasana yang kami rasakan di lapangan," katanya.

Ketua MWCNU Giri, Hapidi, menyampaikan apresiasi kepada PCNU Banyuwangi yang memilih turun langsung menemui warga dan pengurus di tingkat kecamatan. Menurutnya, pendekatan seperti ini mampu mencairkan berbagai persoalan organisasi sekaligus membangun optimisme baru bagi seluruh pengurus.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui NGERANDU NU tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi menjadi tradisi baru dalam membangun organisasi yang sehat, terbuka, dan saling menguatkan.

Program TURBA melalui NGERANDU NU dirancang sebagai sarana menyerap aspirasi warga Nahdliyin, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan seluruh perangkat NU, mulai dari cabang, MWC, ranting, lembaga, hingga badan otonom, berjalan dalam satu semangat dan satu gerak. Dengan demikian, NU di Banyuwangi diharapkan semakin solid dalam menjalankan khidmah kepada umat serta mewujudkan kemaslahatan masyarakat.(HK)

Pemkab Banyuwangi dan BNNK Hadirkan Inovasi Greeting–Closing P4GN, Edukasi Bahaya Narkoba Disisipkan dalam Setiap Layanan Publik

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi meluncurkan inovasi Greeting–Closing P4GN sebagai bagian dari penguatan gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui inovasi tersebut, setiap unit pelayanan publik diharapkan menyisipkan pesan-pesan antinarkoba kepada masyarakat pada akhir proses pelayanan.

Gagasan ini mengemuka dalam audiensi Kepala BNNK Banyuwangi dengan Bupati Banyuwangi yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi.


Melalui konsep Greeting–Closing P4GN, petugas pelayanan tidak hanya memberikan layanan yang cepat, ramah, dan profesional, tetapi juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut disampaikan dalam bentuk pesan singkat yang mudah dipahami dan diingat, seperti ajakan menjaga keluarga dari bahaya narkoba, membangun masa depan tanpa narkoba, hingga mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba).

Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, setiap titik pelayanan publik merupakan ruang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat karena setiap hari berinteraksi langsung dengan ribuan warga.

"Pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pesan-pesan sederhana yang disampaikan secara konsisten, pemerintah dapat mengajak masyarakat untuk menjaga diri, melindungi keluarga, dan bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala BNNK Banyuwangi menjelaskan bahwa Greeting–Closing P4GN merupakan pendekatan preventif yang sederhana, namun memiliki dampak yang luas. Dengan memanfaatkan seluruh jaringan pelayanan pemerintah, swasta, BUMN, maupun BUMD, pesan-pesan antinarkoba akan terus hadir di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

"Setiap pelayanan menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat. Semakin sering pesan tersebut disampaikan, semakin besar pula peluang terbentuknya budaya hidup yang menolak penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Selain membahas implementasi Greeting–Closing P4GN, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Salah satu langkah yang akan dikembangkan adalah perluasan layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) secara bertahap melalui puskesmas atau sistem rayonisasi, sehingga masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi rawat jalan dapat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama BNNK melalui berbagai program P4GN yang mencakup aspek pencegahan, rehabilitasi, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha, BUMN, BUMD, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menjadikan Greeting–Closing P4GN sebagai budaya baru dalam pelayanan publik. Dengan demikian, setiap layanan bukan hanya menghadirkan kemudahan administrasi, tetapi juga menjadi media membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya Banyuwangi yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Hadapi Keterbatasan Anggaran, Bupati Ipuk Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Pelayanan Kesehatan

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Keterbatasan kapasitas fiskal tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Karena itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan memperkuat sinergi dan kolaborasi agar program-program prioritas tetap berjalan optimal.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk usai menggelar pertemuan bersama berbagai unsur pelayanan kesehatan di Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, seluruh sumber daya yang dimiliki daerah harus diarahkan pada penanganan persoalan kesehatan yang paling mendesak dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

"Saya meminta seluruh stakeholder kesehatan terus memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu sehingga seluruh potensi yang ada dapat difokuskan pada penyelesaian masalah kesehatan yang menjadi prioritas daerah," ujar Ipuk.

Ia menjelaskan, kondisi keuangan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, saat ini menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain, masyarakat mengharapkan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, serta memiliki kualitas yang semakin baik. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan tetap berjalan efektif meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

"Semua pihak harus saling mendukung dan terhubung sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan lebih mudah dan lebih cepat," katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir ratusan pemangku kepentingan, mulai dari kepala puskesmas, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan klinik, perguruan tinggi bidang kesehatan, organisasi profesi kesehatan, hingga perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ipuk menegaskan bahwa sejumlah program kesehatan menjadi fokus pembangunan daerah pada tahun ini, antara lain peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, percepatan penanggulangan tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan kesehatan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.


Ia berharap seluruh lembaga dan institusi kesehatan dapat mengintegrasikan program kerja masing-masing dengan agenda prioritas tersebut sehingga hasil yang dicapai semakin optimal.

Kepada seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, Ipuk meminta agar mempertahankan komitmen Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat serta memperkuat sistem rujukan dengan puskesmas. Menurutnya, keterhubungan layanan antar fasilitas kesehatan akan mempercepat proses penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan.

"Dengan sistem rujukan yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh pelayanan secara cepat dan efisien. Apalagi hampir seluruh rumah sakit dan klinik di Banyuwangi telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Sementara kepada perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, Ipuk mengajak agar terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui pengembangan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan berbagai program kesehatan. Peran akademisi dan organisasi profesi juga dinilai penting dalam menjaga kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Di tingkat pelayanan dasar, Ipuk meminta seluruh kepala puskesmas memperkuat fungsi promotif dan preventif. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan lebih dari 2.300 Posyandu yang didukung sekitar 13.000 kader kesehatan sebagai pusat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kunjungan rumah bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil berisiko tinggi, bayi dan balita, lanjut usia, serta penderita tuberkulosis, HIV, hipertensi, dan diabetes agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain itu, para camat diminta berperan aktif menggerakkan pemerintah desa dan kelurahan, PKK, Posyandu, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspotondo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Dukungan seluruh unsur pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas.

"Kami mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan para stakeholder kesehatan. Pemerintah berharap tahun 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi pelayanan kesehatan di Banyuwangi, sehingga seluruh program dapat dijalankan dengan lebih fokus, lebih efisien, dan semakin kolaboratif," pungkas Suyanto.

Jika diinginkan, naskah ini juga dapat diubah menjadi feature dengan gaya sastra-jurnalistik atau menjadi rilis humas resmi Pemkab Banyuwangi yang lebih elegan dan persuasif.

Bupati Ipuk Ingatkan Warga Banyuwangi Cermat Memilih Travel Umrah, Utamakan Biro Resmi Berizin

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyusul terungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah tidak resmi hingga mengakibatkan sejumlah calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah bersama Polresta Banyuwangi terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban praktik travel umrah fiktif yang merugikan secara materiil maupun psikologis.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa para calon jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan, namun akhirnya tidak dapat berangkat menunaikan ibadah umrah. Karena itu masyarakat harus memastikan bahwa biro perjalanan yang dipilih benar-benar memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah," ujar Ipuk, Kamis (2/7/2026).


Ia menegaskan, calon jamaah hendaknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tergiur promosi atau penawaran biaya umrah yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal. Menurutnya, harga yang tidak masuk akal justru perlu menjadi perhatian karena berpotensi menjadi modus penipuan.

"Pastikan biro perjalanan memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta terdaftar secara resmi di Kementerian Haji dan Umrah. Jangan mudah percaya hanya karena iming-iming harga murah," katanya.

Ipuk juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas biro perjalanan yang mencurigakan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang merugikan calon jamaah.

"Kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku yang merugikan jamaah," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menjelaskan bahwa hasil pendataan menunjukkan terdapat 44 biro perjalanan haji dan umrah yang beroperasi di Banyuwangi. Namun, hanya sembilan biro yang telah mengantongi izin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar. Verifikasi dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Haji dan Umrah maupun dengan mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah di Banyuwangi.

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun, sekalipun yang menawarkan adalah orang yang dikenal. Pastikan terlebih dahulu status legalitas travel yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, Lanang mengingatkan agar seluruh pembayaran biaya umrah dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan ke rekening pribadi agen ataupun perorangan. Bukti pembayaran juga harus disimpan sebagai dokumen penting apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Pembayaran hanya dilakukan ke rekening resmi perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Hindari transfer ke rekening pribadi karena hal tersebut sangat berisiko dan dapat menyulitkan apabila terjadi permasalahan di kemudian hari," pungkasnya.

PKB dan PCNU Banyuwangi Perkuat Sinergi untuk Menghadirkan Kemaslahatan Umat

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi di Meeting Room PCNU Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi, kolaborasi, dan kontribusi bersama dalam mendukung program-program kemasyarakatan.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Mubarok, menegaskan bahwa PKB memandang NU sebagai rumah besar yang memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis. Oleh karena itu, hubungan yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat melalui kerja sama yang nyata.

Menurutnya, DPC PKB Banyuwangi secara rutin setiap bulan menyalurkan tasyaruf hikmah kepada PCNU Banyuwangi dan LAZISNU sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap gerakan sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan Nahdlatul Ulama.

"Ke depan, kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada silaturahim, tetapi berkembang menjadi kolaborasi program yang lebih besar. Kami juga berharap NU dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat memperoleh dukungan penganggaran yang memadai," ujar Zaki Mubarok.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB bahwa hubungan PKB dengan NU tidak lagi perlu dipertanyakan. Kini saatnya seluruh energi diarahkan untuk membangun kemanfaatan bagi masyarakat melalui kerja sama yang produktif.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi atas silaturahim yang dilakukan DPC PKB Banyuwangi. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan modal penting dalam membangun kebersamaan demi kepentingan umat dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tetap konsisten menjalankan Khittah Nahdlatul Ulama dengan menjaga posisi sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis maupun urusan internal partai politik. NU membuka ruang komunikasi dengan semua pihak selama bertujuan menghadirkan kemaslahatan.

"NU tidak ingin menjadi bagian dari persoalan politik praktis. Tugas NU adalah merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Semua partai politik memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga yang perlu dikedepankan adalah nilai hikmah dalam setiap langkah," ungkap H. Achmad Turmudzi.

Ia menambahkan, semakin banyak tindakan yang memberikan manfaat dan menghadirkan simpati di tengah masyarakat, maka akan semakin besar pula empati dan kepercayaan yang tumbuh. Karena itu, sinergi antara NU dan berbagai elemen, termasuk PKB, perlu terus diperkuat dalam bingkai kemaslahatan bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta membangun sinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan Banyuwangi yang ayem, tentrem, dan semakin sejahtera.(HK)




Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mendukung Stabilitas dan Pembangunan Daerah

BANYUWANGI – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Banyuwangi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan daerah. Upacara peringatan yang berlangsung di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (1/7/2026), dipimpin oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, selaku inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuwangi A.O. Mangontan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, melibatkan ratusan peserta yang berasal dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta berbagai elemen pendukung lainnya. Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan implementasi kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan profesionalisme jajaran Polresta Banyuwangi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan faktor fundamental yang menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta keberhasilan pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya iklim pembangunan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kepolisian akan terus diperkuat sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan profesionalisme, integritas, serta akuntabilitas pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri merupakan indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas pelayanan yang diberikan kepada publik.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan Bank Kompas, tingkat profesionalitas layanan Polri menunjukkan tren positif dengan skor mencapai 8,37 persen. Selain itu, sebanyak 80,6 persen masyarakat Indonesia menilai kinerja Polri semakin baik, diiringi dengan peningkatan tingkat kepuasan publik sebesar 6,76 persen serta penguatan citra kelembagaan hingga mencapai 71,5 persen. Capaian tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi Polri dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan kesiapan Polresta Banyuwangi dalam mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu fokus yang mendapat perhatian adalah penguatan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang ramah anak melalui penciptaan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui keteladanan, pembinaan karakter, serta penciptaan ruang sosial yang positif, diharapkan anak-anak Banyuwangi dapat berkembang menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Suasana peringatan semakin semarak dengan atraksi fly pass pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, pertunjukan paramotor yang mengelilingi kawasan Taman Blambangan, penampilan satu kompi Polisi Cilik yang memperagakan gerakan simbol lalu lintas, serta pertunjukan tari teatrikal yang mengangkat legenda Sritanjung–Sidopekso sebagai representasi nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas Kabupaten Banyuwangi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga merefleksikan penguatan kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan yang inklusif. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger