BANYUWANGI – Forum Banyuwangi Sehat menggelar kegiatan Penguatan Monitoring & Evaluasi Kelembagaan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat di Pendopo Kecamatan Tegalsari pada Rabu, 24 Juni 2026. Forum ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh, mulai dari aspek legalitas hukum keluarga, kesehatan fisik lingkungan, hingga pemenuhan kesehatan psikis anak.
Kegiatan ini mendapat respon positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Tegalsari. Camat Tegalsari, Nanang Edy Mursidi, S.IP., dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang dibangun oleh Forum Banyuwangi Sehat, KUA, dan LKKNU. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan siap mengawal jalannya program-program yang diluncurkan, terutama terkait kemudahan akses administrasi bagi warga.
"Kami sangat mendukung penuh kegiatan sosialisasi ini. Terkait isbat nikah terpadu, kami mengimbau kepada seluruh kepala desa di wilayah Tegalsari untuk aktif mendata warganya. Legalitas hukum pernikahan dan kesehatan keluarga, baik fisik maupun mental, adalah fondasi utama bagi kemajuan masyarakat di Kecamatan Tegalsari," ujar Nanang Edy Mursidi.
Dalam kesempatan yang sama, Dalilatus Sa'adah, Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Banyuwangi sekaligus Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Gambiran, hadir sebagai narasumber untuk mensosialisasikan program Isbat Nikah Terpadu. Ia mengimbau warga di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang pernikahannya belum tercatat secara resmi agar segera mendaftarkan diri melalui pihak desa setempat. Dalilatus menekankan bahwa status "kawin tidak tercatat" di Kartu Keluarga (KK) dapat memicu kendala administrasi bagi anak di masa depan, terutama terkait keabsahan wali nikah secara hukum negara.
Melengkapi pembahasan kesejahteraan keluarga, Sekretaris Forum Banyuwangi Sehat, Dr. Nur Anim Jauhariyah, memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Dr. Anim mengingatkan masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan wilayah sekitar guna mencegah berbagai potensi penyakit.
Lebih lanjut, Dr. Anim juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental anak. Menurutnya, kecamatan yang sehat tidak hanya dinilai dari kebersihan fisiknya, tetapi juga dari lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang psikologis anak secara positif, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh.
Acara yang diinisiasi oleh Forum Banyuwangi Sehat ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Tegalsari, M. Hasan. Mayoritas audiens yang hadir didominasi oleh ibu-ibu, yang dinilai memiliki peran sentral sebagai motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan, mendampingi kesehatan mental anak, sekaligus memastikan legalitas administrasi keluarga terpenuhi. (dll)
.jpeg)






