Pages

Pemkab Banyuwangi dan BNNK Hadirkan Inovasi Greeting–Closing P4GN, Edukasi Bahaya Narkoba Disisipkan dalam Setiap Layanan Publik

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi meluncurkan inovasi Greeting–Closing P4GN sebagai bagian dari penguatan gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui inovasi tersebut, setiap unit pelayanan publik diharapkan menyisipkan pesan-pesan antinarkoba kepada masyarakat pada akhir proses pelayanan.

Gagasan ini mengemuka dalam audiensi Kepala BNNK Banyuwangi dengan Bupati Banyuwangi yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi.


Melalui konsep Greeting–Closing P4GN, petugas pelayanan tidak hanya memberikan layanan yang cepat, ramah, dan profesional, tetapi juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut disampaikan dalam bentuk pesan singkat yang mudah dipahami dan diingat, seperti ajakan menjaga keluarga dari bahaya narkoba, membangun masa depan tanpa narkoba, hingga mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba).

Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, setiap titik pelayanan publik merupakan ruang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat karena setiap hari berinteraksi langsung dengan ribuan warga.

"Pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pesan-pesan sederhana yang disampaikan secara konsisten, pemerintah dapat mengajak masyarakat untuk menjaga diri, melindungi keluarga, dan bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala BNNK Banyuwangi menjelaskan bahwa Greeting–Closing P4GN merupakan pendekatan preventif yang sederhana, namun memiliki dampak yang luas. Dengan memanfaatkan seluruh jaringan pelayanan pemerintah, swasta, BUMN, maupun BUMD, pesan-pesan antinarkoba akan terus hadir di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

"Setiap pelayanan menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat. Semakin sering pesan tersebut disampaikan, semakin besar pula peluang terbentuknya budaya hidup yang menolak penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Selain membahas implementasi Greeting–Closing P4GN, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Salah satu langkah yang akan dikembangkan adalah perluasan layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) secara bertahap melalui puskesmas atau sistem rayonisasi, sehingga masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi rawat jalan dapat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama BNNK melalui berbagai program P4GN yang mencakup aspek pencegahan, rehabilitasi, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha, BUMN, BUMD, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menjadikan Greeting–Closing P4GN sebagai budaya baru dalam pelayanan publik. Dengan demikian, setiap layanan bukan hanya menghadirkan kemudahan administrasi, tetapi juga menjadi media membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya Banyuwangi yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Hadapi Keterbatasan Anggaran, Bupati Ipuk Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Pelayanan Kesehatan

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Keterbatasan kapasitas fiskal tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Karena itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan memperkuat sinergi dan kolaborasi agar program-program prioritas tetap berjalan optimal.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk usai menggelar pertemuan bersama berbagai unsur pelayanan kesehatan di Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, seluruh sumber daya yang dimiliki daerah harus diarahkan pada penanganan persoalan kesehatan yang paling mendesak dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

"Saya meminta seluruh stakeholder kesehatan terus memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu sehingga seluruh potensi yang ada dapat difokuskan pada penyelesaian masalah kesehatan yang menjadi prioritas daerah," ujar Ipuk.

Ia menjelaskan, kondisi keuangan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, saat ini menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain, masyarakat mengharapkan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, serta memiliki kualitas yang semakin baik. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan tetap berjalan efektif meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

"Semua pihak harus saling mendukung dan terhubung sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan lebih mudah dan lebih cepat," katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir ratusan pemangku kepentingan, mulai dari kepala puskesmas, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan klinik, perguruan tinggi bidang kesehatan, organisasi profesi kesehatan, hingga perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ipuk menegaskan bahwa sejumlah program kesehatan menjadi fokus pembangunan daerah pada tahun ini, antara lain peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, percepatan penanggulangan tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan kesehatan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.


Ia berharap seluruh lembaga dan institusi kesehatan dapat mengintegrasikan program kerja masing-masing dengan agenda prioritas tersebut sehingga hasil yang dicapai semakin optimal.

Kepada seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, Ipuk meminta agar mempertahankan komitmen Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat serta memperkuat sistem rujukan dengan puskesmas. Menurutnya, keterhubungan layanan antar fasilitas kesehatan akan mempercepat proses penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan.

"Dengan sistem rujukan yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh pelayanan secara cepat dan efisien. Apalagi hampir seluruh rumah sakit dan klinik di Banyuwangi telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Sementara kepada perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, Ipuk mengajak agar terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui pengembangan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan berbagai program kesehatan. Peran akademisi dan organisasi profesi juga dinilai penting dalam menjaga kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Di tingkat pelayanan dasar, Ipuk meminta seluruh kepala puskesmas memperkuat fungsi promotif dan preventif. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan lebih dari 2.300 Posyandu yang didukung sekitar 13.000 kader kesehatan sebagai pusat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kunjungan rumah bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil berisiko tinggi, bayi dan balita, lanjut usia, serta penderita tuberkulosis, HIV, hipertensi, dan diabetes agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain itu, para camat diminta berperan aktif menggerakkan pemerintah desa dan kelurahan, PKK, Posyandu, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspotondo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Dukungan seluruh unsur pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas.

"Kami mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan para stakeholder kesehatan. Pemerintah berharap tahun 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi pelayanan kesehatan di Banyuwangi, sehingga seluruh program dapat dijalankan dengan lebih fokus, lebih efisien, dan semakin kolaboratif," pungkas Suyanto.

Jika diinginkan, naskah ini juga dapat diubah menjadi feature dengan gaya sastra-jurnalistik atau menjadi rilis humas resmi Pemkab Banyuwangi yang lebih elegan dan persuasif.

Bupati Ipuk Ingatkan Warga Banyuwangi Cermat Memilih Travel Umrah, Utamakan Biro Resmi Berizin

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyusul terungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah tidak resmi hingga mengakibatkan sejumlah calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah bersama Polresta Banyuwangi terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban praktik travel umrah fiktif yang merugikan secara materiil maupun psikologis.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa para calon jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan, namun akhirnya tidak dapat berangkat menunaikan ibadah umrah. Karena itu masyarakat harus memastikan bahwa biro perjalanan yang dipilih benar-benar memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah," ujar Ipuk, Kamis (2/7/2026).


Ia menegaskan, calon jamaah hendaknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tergiur promosi atau penawaran biaya umrah yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal. Menurutnya, harga yang tidak masuk akal justru perlu menjadi perhatian karena berpotensi menjadi modus penipuan.

"Pastikan biro perjalanan memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta terdaftar secara resmi di Kementerian Haji dan Umrah. Jangan mudah percaya hanya karena iming-iming harga murah," katanya.

Ipuk juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas biro perjalanan yang mencurigakan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang merugikan calon jamaah.

"Kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku yang merugikan jamaah," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menjelaskan bahwa hasil pendataan menunjukkan terdapat 44 biro perjalanan haji dan umrah yang beroperasi di Banyuwangi. Namun, hanya sembilan biro yang telah mengantongi izin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar. Verifikasi dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Haji dan Umrah maupun dengan mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah di Banyuwangi.

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun, sekalipun yang menawarkan adalah orang yang dikenal. Pastikan terlebih dahulu status legalitas travel yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, Lanang mengingatkan agar seluruh pembayaran biaya umrah dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan ke rekening pribadi agen ataupun perorangan. Bukti pembayaran juga harus disimpan sebagai dokumen penting apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Pembayaran hanya dilakukan ke rekening resmi perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Hindari transfer ke rekening pribadi karena hal tersebut sangat berisiko dan dapat menyulitkan apabila terjadi permasalahan di kemudian hari," pungkasnya.

PKB dan PCNU Banyuwangi Perkuat Sinergi untuk Menghadirkan Kemaslahatan Umat

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi di Meeting Room PCNU Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi, kolaborasi, dan kontribusi bersama dalam mendukung program-program kemasyarakatan.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Mubarok, menegaskan bahwa PKB memandang NU sebagai rumah besar yang memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis. Oleh karena itu, hubungan yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat melalui kerja sama yang nyata.

Menurutnya, DPC PKB Banyuwangi secara rutin setiap bulan menyalurkan tasyaruf hikmah kepada PCNU Banyuwangi dan LAZISNU sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap gerakan sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan Nahdlatul Ulama.

"Ke depan, kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada silaturahim, tetapi berkembang menjadi kolaborasi program yang lebih besar. Kami juga berharap NU dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat memperoleh dukungan penganggaran yang memadai," ujar Zaki Mubarok.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB bahwa hubungan PKB dengan NU tidak lagi perlu dipertanyakan. Kini saatnya seluruh energi diarahkan untuk membangun kemanfaatan bagi masyarakat melalui kerja sama yang produktif.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi atas silaturahim yang dilakukan DPC PKB Banyuwangi. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan modal penting dalam membangun kebersamaan demi kepentingan umat dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tetap konsisten menjalankan Khittah Nahdlatul Ulama dengan menjaga posisi sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis maupun urusan internal partai politik. NU membuka ruang komunikasi dengan semua pihak selama bertujuan menghadirkan kemaslahatan.

"NU tidak ingin menjadi bagian dari persoalan politik praktis. Tugas NU adalah merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Semua partai politik memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga yang perlu dikedepankan adalah nilai hikmah dalam setiap langkah," ungkap H. Achmad Turmudzi.

Ia menambahkan, semakin banyak tindakan yang memberikan manfaat dan menghadirkan simpati di tengah masyarakat, maka akan semakin besar pula empati dan kepercayaan yang tumbuh. Karena itu, sinergi antara NU dan berbagai elemen, termasuk PKB, perlu terus diperkuat dalam bingkai kemaslahatan bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta membangun sinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan Banyuwangi yang ayem, tentrem, dan semakin sejahtera.(HK)




Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mendukung Stabilitas dan Pembangunan Daerah

BANYUWANGI – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Banyuwangi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan daerah. Upacara peringatan yang berlangsung di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (1/7/2026), dipimpin oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, selaku inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuwangi A.O. Mangontan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, melibatkan ratusan peserta yang berasal dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta berbagai elemen pendukung lainnya. Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan implementasi kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan profesionalisme jajaran Polresta Banyuwangi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan faktor fundamental yang menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta keberhasilan pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya iklim pembangunan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kepolisian akan terus diperkuat sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan profesionalisme, integritas, serta akuntabilitas pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri merupakan indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas pelayanan yang diberikan kepada publik.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan Bank Kompas, tingkat profesionalitas layanan Polri menunjukkan tren positif dengan skor mencapai 8,37 persen. Selain itu, sebanyak 80,6 persen masyarakat Indonesia menilai kinerja Polri semakin baik, diiringi dengan peningkatan tingkat kepuasan publik sebesar 6,76 persen serta penguatan citra kelembagaan hingga mencapai 71,5 persen. Capaian tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi Polri dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan kesiapan Polresta Banyuwangi dalam mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu fokus yang mendapat perhatian adalah penguatan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang ramah anak melalui penciptaan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui keteladanan, pembinaan karakter, serta penciptaan ruang sosial yang positif, diharapkan anak-anak Banyuwangi dapat berkembang menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Suasana peringatan semakin semarak dengan atraksi fly pass pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, pertunjukan paramotor yang mengelilingi kawasan Taman Blambangan, penampilan satu kompi Polisi Cilik yang memperagakan gerakan simbol lalu lintas, serta pertunjukan tari teatrikal yang mengangkat legenda Sritanjung–Sidopekso sebagai representasi nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas Kabupaten Banyuwangi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga merefleksikan penguatan kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan yang inklusif. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Wisata Religi Madin SMPN 3 Rogojampi ke Makam Datuk hingga ke Gerbang Raung

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebagai ungkapan syukur dan apresiasi bagi santri berprestasi, Madrasah Diniyah SMP Negeri 3 Rogojampi mengadakan Wisata Religi dan Tadabur Alam dengan naik Bus Legowo, Rabu, 1 Juli 2026.


Direktur Madin, Muslih,S.Ag., menyampaikan bahwa yang diajak adalah 24 santri peraih peringkat 1 dan 2 di kelasnya beserta Dewan Asatiz. Mereka adalah penggerak awal inovasi pada tahun ajaran 2024–2025 yang langsung mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. Prestasi pada Festival Anak Saleh pun berhasil diraih. Madin dilaksanakan pada jam ke-0 setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan tambahan jam belajar sesekali ba’da Zuhur hingga pukul 14.00 bagi anak yang perlu pengayaan.

Ustaz Mahrus Ali, S.Ag.,M.Pd. yang memimpin kafilah mengungkapkan bahwa perjalanan ini bertujuan ngalap berkah kepada para waliyullah dan masyayikh, dengan harapan Program Madin terus berjalan baik, peserta didik semangat mengaji, serta menjadi anak saleh/salehah yang bisa mendoakan orang tuanya.

Perjalanan dimulai dari SMPN 3 di Jalan Ki Hajar Dewantara 18-A, Gitik, sebelah Stasiun Kereta Rogojampi, menuju Makam Datuk Malik Ibrahim di Kampung Arab, Lateng, Banyuwangi Kota. Juru kunci keturunan ke-6 Datuk, Bang Munib, menerima rombongan dengan ramah dan hangat.

Dengan pertimbangan teknis dan waktu, dalam perjalanan rombongan juga bertawasul ke makam Mbah Mas Saleh, Kyai Saleh Lateng, dan Habib Hadi Al-Haddar. Saat melintasi Tukang Kayu, rombongan membaca Ummul Kitab untuk KH Harun, KH Faqih, dan KH Maksum Syafi’i, dilanjutkan ke KH Wahid Kertosari.


Bus sengaja melewati Muncar untuk bertawasul ke KH Mannan, KH Askandar, dan Wali Hasan. Melewati Kebondalem, bus berhenti di Lapangan Kampus Umsyiya Blokagung. Suasana ramai karena bertepatan dengan penyambutan santri baru dari seluruh nusantara. Kafilah salat Zuhur di Ponpes Darussalam, lalu menuju makam KH Mukhtar Syafa’at.

Usai tahlil singkat, Ustaz Mahrus Ali, alumni pondok terbesar di Bumi Blambangan, menjelaskan profil pengasuh yang mendirikan pondok pada zaman penjajahan. “Alhamdulillah, banyak alumninya yang menjadi pengasuh pondok besar maupun kecil, menjadi guru, dan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat,” tambah menantu mubalig Ustaz Ghofar ini.

“Kami senang diajak ngalap berkah ke makam ulama untuk menjadi inspirasi agar cinta Al-Qur’an dan mau belajar agama,” ungkap Az-Zahra yang kini naik ke kelas 9. “Dan nyaman swafoto di destinasi wisata alam Gerbang Raung,” tambah Nabila.

Plt. Kepala SMPN 3, Dra. Hj. Sri Utami, mengapresiasi MGMP Agama dan Dewan Asatiz Madin yang sabar dan telaten membimbing peserta didik mengenal huruf hijaiyah hingga tartil dan tilawah. “Semoga menjadi amal saleh untuk keberkahan ilmu dan keluarganya.”

Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, menyambut baik inovasi Madin yang hasilnya dirasakan peserta didik dan memberi kesan positif bagi orang tua. “SMPN 3 memang bagus dalam proses pembentukan karakter berakhlakul karimah sekaligus mencetak kader bangsa yang disiplin lewat pramuka dan ragam ekstrakurikuler yang kreatif serta berprestasi. Terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi melalui dana, waktu, dan doa untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” tuturnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terbuka untuk menerima 17 murid baru dengan datang langsung ke sekolah yang sebelumnya bernama SKKP ini. (Bung Aguk/Yeti Ch)

LKNU JOS! Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan



Banyuwangi – Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Banyuwangi resmi dikukuhkan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam bidang kesehatan melalui tema "Mewujudkan Zona Hijau Kesehatan dengan Semangat Patriot Muda Kesehatan."

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Moh. Bisri Musthofa, kemudian dilanjutkan baiat pengurus yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Guntur Albadri. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, Ketua LKNU Banyuwangi dr. Sabit Purnomo, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Faiz Fadholi, serta jajaran pengurus NU, tenaga kesehatan, dan undangan dari berbagai instansi.

Dalam pemaparan program kerja, dr. Sabit Purnomo menegaskan bahwa LKNU tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui slogan "LKNU JOS!!!", organisasi ini akan menggerakkan berbagai program strategis, mulai dari pembentukan kader kesehatan NU, edukasi kesehatan berbasis masyarakat, aksi sosial kesehatan, hingga pembentukan Zona Hijau Kesehatan sebagai gerakan kolektif menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Faiz Fadholi, memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di Banyuwangi. Ia menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,7 juta jiwa, Banyuwangi saat ini memiliki 13 rumah sakit, terdiri atas 11 rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Blambangan bertipe B dan RSUD Genteng bertipe C. Sementara itu, RSNU Banyuwangi juga telah berkembang menjadi rumah sakit tipe C yang semakin memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, terdapat sekitar 170 klinik kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan. Meski demikian, Faiz mengungkapkan masih ada sekitar 200 ribu penduduk Banyuwangi yang belum terlindungi BPJS Kesehatan, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memperluas kepesertaan jaminan kesehatan nasional.

Faiz juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang mengembangkan konsep Health Tourism Centre, yakni pengembangan sektor kesehatan yang dipadukan dengan potensi pariwisata daerah. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan dokter spesialis, sehingga kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk LKNU, menjadi sangat penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa pengukuhan LKNU bukan sekadar pelantikan kepengurusan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan umat, sehingga LKNU harus hadir memberikan solusi, edukasi, dan pelayanan yang nyata.

"LKNU harus menjadi jembatan kolaborasi antara ulama, tenaga kesehatan, pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat. Dengan kebersamaan itulah cita-cita menghadirkan masyarakat yang sehat lahir dan batin dapat diwujudkan," ujarnya.

Melalui kepengurusan yang baru, LKNU PCNU Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, serta seluruh lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan semangat Patriot Muda Kesehatan, LKNU diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Banyuwangi sebagai daerah yang sehat, tangguh, dan berdaya.(KAF)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger