Banyuwangi – Pelantikan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Muncar, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan filantropi NU di Banyuwangi. Tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh) sebagai inovasi dalam memudahkan masyarakat bersedekah secara digital.
Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, mulai Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua, Sekretaris, para pengurus lembaga, serta seluruh pengurus LAZISNU dari tingkat cabang, MWC hingga ranting se-Banyuwangi. Dukungan dari berbagai kalangan juga tampak melalui kehadiran para tamu undangan dan ucapan selamat dari sejumlah mitra serta dunia usaha.
Ketua LAZISNU PCNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan baru harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang mampu memberikan manfaat bagi umat. Menurutnya, LAZISNU harus terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan program yang tepat sasaran.
Untuk mewujudkan hal tersebut, LAZISNU Banyuwangi menetapkan lima komitmen utama sebagai arah gerakan organisasi, yaitu mengoptimalkan penghimpunan muzakki, memastikan penyaluran dana tepat sasaran, menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis, memperkuat bantuan di bidang pendidikan dan keagamaan, serta menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan amanah.
Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam arahannya menekankan bahwa kekuatan gerakan sosial Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh kemampuan LAZISNU dalam membangun kepercayaan para aghniya dan muzakki. Karena itu, diperlukan berbagai strategi yang kreatif dan berkelanjutan agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah semakin berkembang.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, mengingatkan bahwa LAZISNU harus menjadi penghubung berbagai program sosial yang dijalankan oleh lembaga-lembaga di lingkungan NU. Menurutnya, dana yang dihimpun hendaknya tidak hanya disalurkan dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi penguat berbagai program pendidikan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi umat melalui sinergi bersama LP Ma'arif NU, LKNU, LPBI NU, Lakpesdam NU, dan lembaga lainnya.
Momentum yang paling menarik dalam pelantikan tersebut adalah Launching GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh). Program ini menjadi ikhtiar LAZISNU Banyuwangi untuk menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah melalui sistem pembayaran digital menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 8877881882.
Melalui GIAS, masyarakat kini dapat menyalurkan sedekah kapan saja hanya dengan memindai QRIS melalui telepon genggam. Inovasi ini diharapkan mampu membangun kebiasaan bersedekah secara istiqamah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan yang dijalankan LAZISNU.
Pelantikan dan peluncuran GIAS menjadi penanda komitmen LAZISNU PCNU Banyuwangi untuk terus bertransformasi sebagai lembaga filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat melalui pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.(HK)








