HISKI Komisariat Luar Negeri yang diketuai Ahmad Sahidah telah melaksanakan beberapa kegiatan ilmiah, seperti publikasi dan dokumentasi. Ke depan HISKI Komisariat Luar Negeri memiliki peran strategis untuk mendukung program “Internasionalisasi HISKI 2027”. Oleh karena itu, penguatan HISKI Komisariat Luar Negeri mendapat perhatian bersama utamanya dalam hal pengembangan dan aktivasi anggota dari luar negeri. Anggota dari luar negeri juga berpotensi menjadi sumber daya untuk mendukung publikasi ilmiah jurnal dan prosiding untuk mencapai jenjang akreditasi secara nasional dan internasional. Hal tersebut mendapat penguatan dari HISKI Komisariat Surabaya yang berjuang meningkatkan akreditasi jurnal ilmiah di lembaganya. Prof. Wan Syaifuddin yang memiliki jaringan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi Asia mengajak agar HISKI Komisariat Luar Negeri mengembangkan kerja sama dengan beberapa universitas di Asia. Untuk keperluan tersebut ia bersedia untuk mengawal dalam merekrut anggota HISKI Komisariat Luar Negeri. HISKI Komisariat Jember memaparkan program unggulannya, “Ngontras” (Ngobrol Metasastra), yang telah berjalan secara konsisten sebagai forum diskusi ilmiah daring dengan melibatkan akademisi dan praktisi dari berbagai daerah. Program ini dinilai berhasil membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring intelektual, meskipun masih menghadapi kendala dalam aspek pendanaan dan publikasi. Permasalahan keanggotaan juga menjadi salah satu kendala, utamanya dalam mengembangkan jumlah anggota dan kesediaan dalam melakukan aktivasi. Pendataan anggota, aktivasi keanggotaan, serta peningkatan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi menjadi agenda penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh masing-masing komisariat. Transparansi dalam pengelolaan keuangan dan pelaporan kegiatan secara berkala juga ditekankan sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang akuntabel.
HISKI Komisariat Banyuwangi memfokuskan kegiatan pada pengembangan alih wahana sastra, termasuk tradisi lisan. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan HISKI Komisariat Banyuwangi dengan HISKI Pusat yang mendapat dukungan dana dari Dana Indonesiana (2025) dan Bantuan Pemerintah melalui Badan Bahasa (2024). Fokus lainnya adalah revitalisasi seni tradisi di Banyuwangi yang terancam punah. Beberapa program telah dirancang dan akan diselenggarakan secara kolaboratif dengan organisasi dan lembaha terkait, seperti Dewan Kesenian Blambangan, Masyarakat Pernaskahan Nusantara, dan Dinas Pendidikan. Secara umum HISKI Komisariat telah memiliki kegiatan unggulan dan strategi mengatasi permasalahan internal, termasuk masalah pendanaan. Problem menonjol yang tampak adalah masalah keanggotaan yang masuk dalam bidang keorganisasian, mulai perekrutan anggota sampai aktivasi anggota. Melalui kegiatan ini, HISKI menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan berkembang sebagai organisasi profesi yang memfokuskan pada kajian akademik dan berperan aktif dalam membangun ekosistem kesastraan yang inklusif dan berdampak. Penguatan komisariat diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghidupkan kegiatan sastra di tingkat lokal, sekaligus memperkuat kontribusi HISKI dalam pembangunan budaya nasional. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan program besar HISKI tahun 2026, yakni memperluas jangkauan kegiatan, meningkatkan kualitas kegiatan lintas HISKI Komisariat, dan memperkuat posisi sastra sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia (nurulludfiarochmah).


.jpg)




