Banyuwangi – Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Rabu (29/7) di Hotel Kookon Banyuwangi. Pengukuhan tersebut menjadi awal penguatan peran LAKPESDAM sebagai think tank Nahdlatul Ulama yang bertugas menghasilkan kajian, riset, dan rekomendasi strategis bagi pengembangan organisasi maupun pembangunan masyarakat.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, akademisi, dewan pakar, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Moh. Bisri Musthofa, kemudian dilanjutkan dengan pembaiatan pengurus oleh Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH. Ahmad Qosim, sebagai bentuk peneguhan amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Ketua PC LAKPESDAM NU Banyuwangi, Purnomo, menyampaikan bahwa kepengurusan baru mengemban amanah besar untuk menghadirkan kajian yang mampu menjawab dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga isu kemanusiaan memerlukan pendekatan ilmiah agar melahirkan solusi yang tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa LAKPESDAM harus berkembang menjadi ruang bertemunya para akademisi, peneliti, aktivis, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan gagasan-gagasan strategis yang dapat diimplementasikan oleh Nahdlatul Ulama maupun pemerintah daerah.
"LAKPESDAM tidak boleh berhenti pada aktivitas diskusi dan penelitian semata. Hasil kajian harus mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan dan program nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menempatkan LAKPESDAM sebagai salah satu lembaga strategis dalam menopang arah gerak organisasi. Ia menyebut LAKPESDAM sebagai "mata dan telinganya NU", karena memiliki fungsi membaca perkembangan sosial melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Menurutnya, organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memerlukan data yang akurat sebagai dasar dalam menyusun program dan mengambil keputusan.
"LAKPESDAM adalah mata dan telinganya NU. Karena itu, seluruh hasil riset dan kajian harus valid, objektif, dan selalu up-to-date. Jangan sampai organisasi berjalan hanya berdasarkan asumsi. Setiap kebijakan dan program PCNU Banyuwangi harus memiliki pijakan data yang kuat agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegas H. Achmad Turmudzi.
Ia juga mendorong LAKPESDAM membangun kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, serta berbagai komunitas keilmuan agar budaya riset di lingkungan Nahdlatul Ulama semakin berkembang.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat posisi LAKPESDAM sebagai laboratorium pemikiran yang mampu memberikan masukan strategis terhadap berbagai isu keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kebijakan publik.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, LAKPESDAM PCNU Banyuwangi diharapkan semakin berperan sebagai pusat kajian yang produktif dalam melahirkan riset-riset berkualitas, memperkuat tradisi intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama, serta menjadi mitra strategis bagi PCNU Banyuwangi dalam menyusun arah kebijakan dan program yang berbasis data, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta responsif terhadap tantangan zaman.(HK)







