BANYUWANGI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar Kick Off Hari Santri Nasional 2026 dengan mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.” Sejumlah agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional yang berpuncak pada 22 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penguatan tradisi pesantren, penghormatan terhadap perjuangan para ulama, serta peneguhan peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pemaparan agenda kegiatan, Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 PCNU Banyuwangi, Ayyum Jakfar, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dikemas melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan struktur NU, pesantren, lembaga pendidikan, masjid, dan mushala di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan semangat Hari Santri secara lebih luas di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat keterlibatan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan.
“Rangkaian kegiatan Hari Santri ini kami susun agar semangat santri tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi hadir melalui penghormatan kepada para ulama, penguatan tradisi pesantren, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa,” demikian garis besar pesan yang disampaikan dalam pemaparan agenda kepanitiaan.
Lima Agenda Utama Hari Santri 2026
Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, terdapat lima agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 PCNU Banyuwangi.
Pertama, ziarah makam tokoh NU lokal. Kegiatan ini dijadwalkan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertepatan dengan 6 Jumadil Awal 1448 H. Pelaksanaannya dilakukan di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyuwangi.
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh NU yang telah meletakkan fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama di daerah. Melalui kegiatan ini, generasi penerus diharapkan dapat mengenali sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani pengabdian mereka kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Kedua, Sarasehan Santri. Agenda ini akan dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Kantor PCNU Banyuwangi. Sarasehan diharapkan menjadi ruang dialog dan refleksi mengenai posisi strategis santri dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk tantangan sosial, pendidikan, kebangsaan, dan kehidupan digital.
Melalui forum tersebut, semangat keilmuan pesantren diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketiga, Kemah Santri LP Ma’arif NU. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo.
Kemah Santri menjadi wadah pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai yang tumbuh dalam tradisi pesantren diharapkan semakin kuat melalui pengalaman belajar bersama di alam terbuka.
Keempat, Istighotsah serentak. Kegiatan ini dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan melibatkan sekolah, madrasah, masjid, dan mushala di seluruh wilayah Banyuwangi.
Istighotsah menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, mendoakan keselamatan bangsa, serta memperkuat ikatan kebersamaan di tengah masyarakat. Keterlibatan berbagai lembaga pendidikan dan tempat ibadah juga diharapkan memperluas jangkauan syiar Hari Santri di tingkat akar rumput.
Kelima, Upacara Hari Santri Nasional. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, upacara Hari Santri Nasional dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Upacara juga direncanakan berlangsung di MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi.
Peringatan ini menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam menjaga kemerdekaan, merawat persatuan, serta mengembangkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Keterlibatan semua stakeholder NU dilibatkan baik pengamanan dari Banser, Pagarnusa maupun kelompok usaha atau UMKM binaan dari Lembaga Perekonomian NU Banyuwangi turut menyemarakkan kegiatan perkemahan dengan mengerahkan 500 UMKM yg tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.
Menguatkan Tradisi, Merawat Keutuhan Negeri
Tema Hari Santri Nasional 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri,” menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperkuat tanggung jawab kebangsaan.
Tradisi pesantren yang berpijak pada penghormatan kepada ulama, pendalaman ilmu agama, pembentukan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Di tengah perubahan zaman, santri juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat tanpa kehilangan jati diri. Kemampuan tersebut menjadi penting agar nilai-nilai pesantren tetap relevan dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Banyuwangi berharap semangat perjuangan para ulama dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Keterlibatan MWCNU, lembaga pendidikan, pesantren, serta masyarakat diharapkan menjadikan peringatan Hari Santri sebagai gerakan bersama untuk memperkuat tradisi keagamaan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menjaga keutuhan NKRI.(HK)







