Pages

Home » , » Dinkes Banyuwangi Gelar Bimtek Penanganan Gawat Darurat bagi Takmir Masjid Ramah Pemudik

Dinkes Banyuwangi Gelar Bimtek Penanganan Gawat Darurat bagi Takmir Masjid Ramah Pemudik

BANYUWANGI –(Warta Blambangan) Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) Awam bagi pengurus Masjid Ramah Pemudik. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (17/3/2026) ini diikuti oleh 48 takmir masjid yang telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, serta aparatur sipil negara pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas takmir masjid dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan yang mungkin dialami pemudik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kolaborasi antara pengurus masjid dan tenaga kesehatan, sehingga takmir masjid memiliki pengetahuan dasar dalam memberikan pertolongan awal sebelum petugas medis tiba di lokasi,” ujar Amir.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis dalam penanganan kondisi darurat di lingkungan masjid yang menjadi titik singgah pemudik. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar PPGD, antara lain memastikan keamanan lokasi, memeriksa kesadaran dan pernapasan korban, serta segera menghubungi layanan bantuan medis.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait akses layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center 119 yang terhubung langsung dengan ambulans dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Takmir masjid juga dibekali keterampilan pertolongan dasar, seperti bantuan hidup dasar melalui kompresi dada (CPR) pada kasus henti jantung, penanganan korban tersedak, penanganan perdarahan, serta pertolongan pada korban pingsan.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan layanan kesehatan, setiap Masjid Ramah Pemudik juga diwajibkan menyediakan kotak pertolongan pertama (P3K) dengan perlengkapan yang memadai. Perlengkapan tersebut meliputi obat luar seperti minyak kayu putih, minyak tawon, dan balsam; perlengkapan perawatan luka seperti kasa steril, antiseptik, cairan pembersih luka, plester, dan perban; serta obat-obatan dasar seperti obat lambung dan parasetamol.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Agama berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah dan istirahat bagi pemudik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai titik layanan pertolongan pertama yang mendukung keselamatan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger