Pages

P3K Kemenag Yang Ditugaskan Di Luar Kabupaten Banyuwangi, Dikembalikan Dengan Penugasan

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sejumlah 79 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja  (P3K) dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menerima Surat Penugasan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi  Selasa (10/10/2023) di aula bawah.


Didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali, Amak menyampaikan agar para P3K mempunyai inovasi dalam melaksanakan kerja.

"Bagi yang sebelumnya ditugaskan di luar Kabupaten Banyuwangi, bersyukurlah mulai hari ini kembali ke satker masing-masing" kata Amak.


Doktor lulusan UIN SATU tersebut berpesan agar tidak adalagi ASN yang hadir di Kantor hanya untuk absen, kemudian keluar tanpa disertai surat tugas, dengan mengingat saat ini para P3K bukan tenaga honorer lagi, tetapi sudah ASN.


"sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kemarin, bahwa P3K mempunyai hak yang sama dengan PNS untuk menduduki jabatan tertentu" Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut surat penugasan diserahkan kepada masing-masing Kepala MTsN dan MAN yang membawahi para P3K, sedangkan untuk P3K penyuluh Agama Islam dan Penghulu diterima perwakilan dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Syafaat.


Secara kompak para P3K menyampaikan ikrar siap menjalankan tugas sesuai dengan SK dan Surat Penugasan yang mereka terima, terlebih bagi mereka yang sebelumnya hampir satu bulan bertugas di luar Kabupaten Banyuwangi.

Para Jawara MTQ Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi  (Warta Blambangan) Meskipun belum juara umum, Kafilah MTQ XXX Kabupaten Banyuwangi pada ajang Tingkat Provinsi Jawa Timur di Kota Pasuruan yang ditutup oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Stadion Untung Suropati, Ahad (08/10/2023) dan dibuka dengan penampilan Hadad Alwi yang menampilkan lagu-lagu Shalawat. Kafilah MTQ membawa beberapa kemenangan. Selain Ahmad Syaifuddin Amin sebagai juara pertama Musabaqah Tafsir Al-Qur’an (MTA) Bahasa Indonesia, dua cabang lainnya juga mendapatkan Juara.



Meskipun belum juara pertama, Khamidatus Sholehah yang tampil dalam Musabaqah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz putri berhasil menjadi juara ketiga dan berhak mendapatkan tropy dan uang pembinaan yang diserahkan Gubernur Jawa Timur sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). 

Kepala Bagian Kesra Kabupaten Banyuwangi Yusdi Irawan yang hadir dalam penutupan acara atas nama LPTQ Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta l, terutama para juara.


Tidak seperti Amin yang pernah dua kLi juara MTQ Nasional cabang Tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Khamidah baru pertama kali masuk final baru pertama masuk final di tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Semoga diberi kelancaran pada MTQ Nasional" kata Amin.



Selain dua orang yang masuk ke babak final, di cabang MSQ (Musabaqah Syarhil Qur'an) putri mendapatkan juara harapan ketiga, mereka adalah Nelis Sabrina Dita, Siti Nur Cholisah, dan Nur Qusnifa Sari.

Salah satu pendamping Kafilah dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa sebenarnya di cabang MSQ putri berpeluang untuk menang, dengan mengingat potensi tilawah yang baik, namun karena ada kealpaan dibidang lainnya, mereka gagal ke babak final.

"dari nilai yang langsung dimunculkan pada layar, kita dapat mengevaluasi dimana letak kekurangannya" kata Syafaat.


Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi langsung bertolak ke Banyuwangi usai mengikuti upacara penutupan, hal ini dikarenakan jika harus menginap lagi akan menyita banyak tenaga, karena letak penginapan yang jauh dari kota.

"kita langsung tolak kembali ke Banyuwangi agar bisa istirahat di rumah" kata Syamsul Huda, salah satu pembina.


Ditempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin memberikan apresiasi kepada para juara san seluruh peserta. Amak menyampaikan bahwa pada MTQ Provinsi Jawa Timur ke XXI mendatang yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jember, pihaknya bersama LPTQ Kabupaten Banyuwangi akan menyiapkan kembali dengan target perolehan juara semakin banyak.

"semoga pada MTQ Provinsi Jawa Timur ke XXXI Kabupaten Banyuwangi dapat masuk lima besar" katanya


Lebih lanjut Amak menyampaikan bahwa setiap selesai lomba memang harus ada evaluasi, sehingga dapat diambil langkah yang lebih baik dalam mempersiapkan dan pembinaan pada event berikutnya.

Satu Peserta MTQ Kabupaten Banyuwangi akan Maju Ditingkat Nasional

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ahmad Syaifuddin Amin  peserta Musabaqah Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia dari Kafilah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan nilai tertinggi dalam final yang dilaksanakan di Gedung Harmoni Kota Pasuruan, Sabtu (07/10/2023). Gedung tua peninggalan Belamda yang dulu bernama Societeit Harmonie tersebut menjadi saksi dari perolehan juara satu-satunya yang diperoleh Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi. Gedung Harmoni mulai dikerjakan tahun 1858 dan digunakan sebagai tempat perkumpulan (societeit) dan pesta orang Belanda. Pada Event MTQ XXX Provinsi Jawa Timur, edung ini dipergunakan venue Musabaqoh Tarsir Bahasa Indonesia dan Musabaqoh Tafsir Bahasa Inggris.

Amin yang pada MTQ Nasional di Banjarmasin menjadi juara pertama Tafsir Bahasa Inggris, pada MTQ XXX Provinsi Jawa Timur menjadi peserta termuda dalam final bidang Tafsir Bahasa Indonesia. Hal ini mengingat usia Amin yang baru 26 tahun, jauh lebih muda dibandingkan dua finalis lainnya yang usianya diatas 30 tahun.

"Alhamdulillah berkah bimbingan ustad dan ustadzah kami bisa" kata Amin.

Mahasiswa Doktoral dari salah satu Universitas ternama di negeri jiran Malaysia ini benar-benar menyiapkan dirinya dalam mengikuti MTQ Provinsi Jawa Timur. Beberapa kemenangan dalam event sebelumnya tidak menyurutkan langkah untuk terus menambah pengetahuan bersama pembinanya, Nyai Siti Nikmaturrohmah dari Kecamatan Muncar.

Ketekunan Amin patut ditiru oleh siapapun yang ingin sukses, meskipun dalam filan yang disiarkan secara live tersebut, Amin terlihat kurang sehat, hingga panitia memberikan air mineral disaat sesi penjurian, Amin terlihat tenang dan mampu meraih nilai tertinggi di cabang tersebut.


Beberapa kali Amin yang pernah nyantri di pesantren Minhajut Thullab Sumberberas ini mengikuti MTQ mulai dari remaja. Masih terbayang dirinya ketika masih MTs mengikuti ajang MTQ ditingkat Kabupaten Banyuwangi, dan pulangnya diajak makan ikang bareng-bareng dengan semua peserta dari Kecamatan Muncar, pada saat pembinaan di Kabupaten Banyuangi juga diajak berenang di kolam renang di Desa Kemiren Kecamatan Glagah.

Salah satu pendamping MTQ Kabupaten Banyuwangi yang mengikuti MTQ di Pasuruan Syafaat menyampaikan bahwa untuk saat ini hanya 2 peserta yang dapat menembus final yang salah satunya adalah Ahmad Syaifuddin Amin  di cabang Musabaqoh Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia. 

Ketua LPTQ Kabupaten Banyuwangi Arif Setiawan menyampaikan bahwa tahun ini ada dua peserta yang tembus final, selain Ahmad Syaifuddin Amin  peserta Musabaqah Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia, juga ada peserta Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) 30 Juz Khamidatus Sholeha yang juga masuk final.
"MHQ 30 juz putri meaih terbaik ketiga, Alhamdulillah" kata Arif.

MTQ XXX Provinsi Jawa Timur akan ditutup oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah IndarParawansa di Stadion Untung Suropati kota Pasuruan, Ahad, (08/10/2023) dan akan di umumkan tempat pelaksanaan MTQ XXXI dua tahun mendatang. (syaf)

Lima Siswi dan Satu Guru akan Tampil di Liga Puisi

Banyuwangi(Warta Blambangan) Lima orang siswi dan seorang guru MI  Darun Najah II Tukangkayu Banyuwangi mendaftarkan sebagai peserta Liga Puisi 3 Banyuwangi, Rabu (04/10/2023).


Kepala MI Darun Najah II Banyuwangi Majidatul Himmah menyampaikan bahwa dalam menyiapkan siswanya tersebut akan dibina oleh pelatih dari DKB dan Komunitas Lentera Sastra.

"menjadi juara bukanlah tujuan utama, yang terpenting adalah menumbuhkan rasa percaya diri pada siswi" kata Majid.

Madrasah khusus perempuan tersebut disamping ekstrakuliler tahfidz Al-Qur’an bagi semua siswi, juga Ektra pidato dan baca puisi setiap sabtu. Hal ini dimaksudkan agar semua potensi yang dimiliki siswa dapat tersalurkan dan mendapat binaan dari pembina yang berpengalaman dibidangnya.


Salah satu Madrasah tertua di Kota Banyuwangi tersebut telah banyak menorehkan prestasi, baik akademik maupun non akademik.


Brand madrasah tahfidz bukan hanya mewajibkan siswa mengikuti kegiatan tahfidzul Quran setiap harinya, tetapi juga kegiatan ekstra lainnya, hal ini dimaksudkan agar siswa mempunyai bekal meraih masa depan dengan dasar pengetahuan agama dan budi pekerti yang cukup.

Adapun kelima siswa yang mendaftarkan Liga Puisi tersebut adalah 1. Naila Taqiyyah kelas dua 2. Tania Hafsah kelas tiga 3. Adelia Qorina Putri kelas limav4. Afifatuz Zahra kelas lima dan 5. Nur Khoirun Ilayya kelas 6

RUMAH KEBANGSAAN DUKUNG GESID DALAM MEWUJUDKAN GENERASI EMAS INDONESIA

 



Pada hari Selasa sore yang cerah pukul 15.00 WIB, markas Rumah Kebangsaan menjadi saksi ketika Harun, Ketua Generasi Emas Indonesia (GESID), menghadirkan visi dan misi organisasinya di hadapan sejumlah pakar pengamat politik, sosial, berbagai suku, LSM, dan media pada tanggal 2 Oktober 2023.

 

GESID, sebuah organisasi kepemudaan yang berkomitmen untuk mendukung pembangunan desa yang adaptif terhadap teknologi dan mencetak generasi muda desa yang tangguh dan berdaya.

 

Misi GESID sangat jelas, yang mencakup:

1. Pengembangan sumber daya lokal untuk memajukan ekonomi desa.

2. Mewujudkan konsep desa cerdas berbasis digital.

3. Mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis digital.

4. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) di desa.

5. Memajukan pemuda dan pemudi desa menuju kemandirian.

 

GESID memiliki visi yang memukau,  yaitu  "Pemuda Maju, Desa Mandiri & Generasi Emas Indonesia."

 

Namun, program GESID tak lepas dari 18 tujuan pembangunan berkelanjutan Desa (SDGs Desa). Mereka merangkul konsep ini dan mengembangkannya dalam rencana kerja mereka.

 

Menurut Andre Waluyo, seorang pakar IT dan founder Aplikasi Gata (Keluarga Tangguh), aplikasi ini telah membantu berbagai komunitas UMKM di Desa. Pengembangan desa yang mandiri memerlukan pembinaan yang berkelanjutan. Andre telah menyusun kurikulum dan metode pelatihan dengan empat pilar utama, yaitu Kewirausahaan, Keterampilan Menejemen Bisnis, Kemampuan Pemasaran & Penjualan, dan Mengelola Alat Bisnis Digital. Metode ini bertujuan agar kelompok usaha yang dibina dapat mengikuti roadmap yang ada dan berhasil dalam mengelola usahanya. GESID mungkin dapat memanfaatkan metode ini untuk mencapai visi dan misinya.

 

Andi Purnama, seorang pengamat kebijakan publik dan pembangunan yang pernah menjadi staf ahli komisi DPRD Kabupaten Banyuwangi, berbicara tentang tantangan UMKM di Desa. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya pemetaan dan roadmap yang jelas dalam proses pembentukan dan pengelolaan kelompok usaha. Mereka seringkali hanya membentuk kelompok usaha tanpa memperhitungkan tata kelola yang baik dan benar serta strategi yang tepat untuk pertumbuhan jangka panjang.

 

Hakim Said, pendiri Rumah Kebangsaan, menambahkan, "Kami, sebagai pelaku pembinaan pemuda dan kelompok masyarakat, telah bekerja sama dengan berbagai sektor pendukung, termasuk BLK (Balai Latihan Kerja) di Kabupaten Banyuwangi dan melibatkan penyuluh sekolah dan pondok pesantren yang ada. Namun, kami menyadari bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, Rumah Kebangsaan siap mendukung GESID sebagai bagian dari solusi untuk menciptakan pemuda yang maju dan desa yang mandiri. Kami berharap pertemuan ini akan meningkatkan kesadaran tentang peran GESID dalam membantu pemuda maju, desa mandiri, dan menciptakan generasi Emas Indonesia."

 

Pesan utama dari pertemuan ini adalah pentingnya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu GESID mencapai tujuannya. GESID tidak dapat berjalan sendiri, mereka memerlukan kolaborasi dari eksekutif, legislatif, organisasi masyarakat, dan semua pihak yang peduli terhadap kemajuan bangsa ini. (ARW/AGK)





Defile Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi dengan Pakaian Adat.

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kegiatan MTQ XXX Provinsi Jawa Timur di Kota Pasuruan bukan hanya Kegiatan inti MTQ dalam 5 Jenis lomba saja, tetapi juga kegiatan lain yang tak kalah menariknya. Setelah Pawai Taaruf Sabtu lalu yang menampilkan tari kuntulan, pada pembukaan yang di Hadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  Ahad malam (01/120/2023).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin sebelum acara pembukaan di mulai menyampaikan harapan agar kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi dapat tampil maksimal dengan tampilan terbaik, sehingga juga dapat menjadi yang terbaik.

“untuk defile setiap kafilah hanya 10 orang saja, sehingga tidak menyita banyak waktu dan tidak melelahkan” kata Amak.

Lebih lanjut Amak menyampaikan agar kafilah Kabupaten Banyuwangi dapat menyesuaikan diri dengan mengingat jarak dari Hotel ke tempat pelaksanaan lomba menempuh jarak setengah jam lebih.

Salah satu Pembina Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa dalam defile ini diwakili para pembina yang peserta binaannya idak tampil pada senin pagi, hal ini dimaksudkan agar kondisi peserta tetap vit.

‘suport dari Kepala Kantor Kementerian Aagama Kaupaten Banyuwangi sangat penting untuk menambah semangat dan motivasi peserta dalam perlombaan” kata Syafaat.

Ketua Komunitas lentera sastra tersebut memohon doa dari masyarakat Kabupaten Banyuwangi untuk untuk kemenangan Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi dalam MTQ ke XXX Provinsi Jawa timur di Kota Pasuruan.

“Doa masyarakat Kabupaten Banyuwangi sangat kami harapkan untuk Kafilah MTQ XXX Kabupaten Banyuwangi di Tingkat Provinsi Jawa Timur” katanya (Tim)

Petualangan Penaku MI Darunnajah Sampai di Perpusda Kab. Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Buku Petualangan Penaku karya bersama siswi MI Darun Najah II Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi diserahkan oleh Kepala MI darunnajah II Majidatul Himmah kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Senin (02/10/2023) diterima oleh Pustakwan Yusuf Khoiri.


Buku yang berisi kumpuan cerpen siswi mulai kelas dua hingga kelas lima tersebut akan disimpan dalam perpustakaan daerah dan dapat dibaca siapapun yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah. Yusuf menyampaikan bahwa dengan adany buku tersebut di Perpusda, diharapkan menjadi motivasi bagi siswa MI atau SD untuk menjadi penulis sebagaimana siswi MI Darunnajah II Tukangkayu.

“awal yang baik bagi anak-anak untuk menjadi seorang penulis, semoga kedepan anak-anak ini dapat membuak buku sendiri” kata yusuf.

Kepala MI Darun Najah II Tukangkayu menyampaikan bahwa buku yang ditulis siswinya tersebut merupakan hasil pelatihan yang diselenggarakan dengan narasumber daari komunitas Lentera Sastra, para siswi dibimbing untuk berani menyampaikan cerita dalam bentuk tulisan.

“ternyata anak-anak dengan bimbingan dua orang narasumber dari Lentera Sastra, berani untuk menulis” kata Majid.

Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa disamping diserahkan kepada Perpusda, buku juga akan disimpan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan untuk Kementerian Agama Banyuwangi, karya ini merupakan karya pertama yang diukukan ditingkat MI.

Ketua komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa benar buku ini merupakan buku pertama yang ditulis anak-anak MI

“narasumber dalam penulisan tersebut yakni Nurul Ludfia Rochmah merupakan pengurus komunitas Lentera Sastra” kata Syafaat.

Syafaat berharap lebih banyak siswa madrasah yang berminat untuk menulis, baik fiksi maupun non fiksi (ajid)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger