Pages

Aktivis AP24 Gelar Acara Halal Bi Halal dan Tegas Menolak Kecurangan dalam Pemilu 2024

 


Banyuwangi (28/04/2024) - Kedai Makmoer menjadi saksi akrabnya silaturahmi dan semangat kebersamaan para aktivis dan pengurus Anis Presiden 2024 (AP24) Banyuwangi dalam acara Halal Bi Halal pada hari Minggu, 28 April 2024.

Dalam suasana yang hangat, mereka merayakan tema "Alhamdulillah. Kami Bukan Bagian Dari Kecurangan Pada Pemilu 2024" sebagai bentuk syukur atas pelaksanaan tugas mereka yang dilakukan dengan integritas tinggi, bebas dari kecurangan, dan penuh kehormatan.

Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, aktivis sosial kemasyarakatan, dan pengasuh Pondok Pesantren seperti Uztad Gufron, Haji Imam, Agus Nuryadi, Zaenal, Ikhsan, dan David, menjadi ajang untuk menyuarakan keprihatinan terhadap fenomena politik belakangan ini yang dipenuhi dengan rekayasa dan kemungkaran.

Para aktivis juga mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang dinilai tidak tepat dan tidak sesuai bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.



Sebagai bagian dari kesepakatan akhir acara, mereka bersama-sama mengucapkan ikrar untuk terus berjuang melawan kemungkaran dan mengawal negara ini menuju masa depan yang lebih baik, yang beradab dan bebas dari segala bentuk kemungkaran.

Dalam situasi politik yang semakin menantang, para aktivis AP24 menunjukkan komitmen mereka untuk tetap berdiri teguh dalam prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan kebenaran demi masa depan yang lebih baik bagi negeri ini. (AW)

Halal Bihalal Komunitas Meriah, Radio Planet FM Rayakan Ulang Tahun ke-27

 

Tiup Lilin Hari Jadi Planet FM

Banyuwangi, 28 April 2024 - Suasana keakraban dan kebersamaan memenuhi pelataran Radio Komunitas Planet FM di desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, saat acara Halal Bihalal Komunitas yang juga sekaligus memperingati hari jadi Radio Planet FM yang ke-27.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan pengurus Jaringan Radio Komunitas Indonesia, Ibu Indah Catur Chyaningtyas, Pengurus dan Pembina Jaringan Radio Komunitas Kabupaten Banyuwangi, serta beberapa alumni awak Radio Planet FM dan Founder Radio Planet FM, Hadi Purwanto yang akrab disapa Mas Venus, berlangsung meriah.


Dalam sambutannya, Bung Aguk Darsono, yang memiliki nama asli Agus Wahyu Nuryadi, menyampaikan bahwa meskipun siaran radio dan televisi kini sudah jarang diminati oleh sebagian besar generasi muda karena maraknya media sosial seperti Tiktok, Youtube, dan Facebook, radio harus tetap dapat berperan dalam fungsi sosial dan ibadah, selain sebagai hiburan bagi para penggemarnya.

Mas Venus, selaku Founder Radio Planet FM, turut membagikan berbagai suka dan duka dalam perjalanan merintis Radio Planet FM bersama rekan-rekannya yang setia. Ia sangat berharap bahwa keberadaan Radio Planet FM dapat menjadi media silaturahmi dan persahabatan di antara pendengar dan komunitasnya.


Acara yang penuh makna ini ditutup dengan tiup lilin dan potong kue tart ulang tahun oleh Mas Venus dan para kru Radio Planet FM, menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh komunitas.

Radio Planet FM, dengan semangatnya yang tetap berkobar, menunjukkan bahwa radio komunitas masih memiliki tempat istimewa dalam hati masyarakat, menjadi lebih dari sekadar medium hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan. (AW)




Ketapang Art Fair

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Para pelukis di Banyuwangi mengadakan pameran lukisan di Jasmine Beach Watudodol, Sabtu (27/05/2024) yang diikuti 53 pelukis.


Ketua panitia pelaksana kegiatan Kent Ali menyampaikan bahwa pameran ini dimaksudkan menjadi wadah mengaktualisasikan karya terindahnya.

Kegiatan yang dibuka Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) Hasan Basri ini akan berlangsung hingga tujuh hari kedepan.

"untuk selanjutnya tempat ini akan dijadikan sebagai galeri" kata Kent Ali.

Salah satu pelukis perempuan yang mengikuti kegiatan tersebut Meliantina menyampaikan bahwa dirinya mengikuti pameran ini juga sebagai tempat untuk silaturahim dengan para penulis lainnya.


"saya menampilkan lukisan bentuk tipografi, yakni memadukan huruf dan objek" kata Melly.

Melly yang menampilkan topografi warna pink ini menyampaikan bahwa dirinya tertarik dengan seni lukis karena kekuatan seni itu sangatlah dahsyat.

"seperti Cleo Patra yang dapat menghancurkan sebuah negara yang ingin negaranya dengan kekuatan cinta" kata Dosen IAI Ibrahimy Genteng ini.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang hadir dalam pameran tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya galeri ini akan menambah ruang bagi insan seni untuk menunjukkan hasil karyanya.

Kemenag Banyuwangi Serahkan Buku Untuk Ditjen Bimas Islam

 Banyuwangi (Warta Blambangan) 

Pustakawan pada Direktorat jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tukino, menerima buku karya ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di ruang PTSP Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Jumat (26/04/2024) yang diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat didampingi Ketua Lomunitas Lentera sastra Syafaat.


Chaironi menyambut baik upaya dari Dirjen Bimas Islam yang melakukan digitalisasi buku-buku dari Banyuwangi yang diharapkan dengan digitalisasi tersebut buku dapat dibaca oleh kalangan yang lebih luas.

“di Kabupaten Banyuwangi ada komunitas Lentera Sastra yang menghasilkan banyak karya dengan Ketua Syafaat dari Seksi Bimas Islam dengan beberapa kegiatanyang diikuti oleh ASN maupun siswa madrasah” katanya.

Pustakawan Dirjen Bimas Islam  Tukino menyampaikan bahwa buku-buku yang diserahkan tersebut akan di digitalisasikan dan dapat dilihat di ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam). Lebih lanjut Tukino menyampaikan bahwa salah satu manfaat Elipski adalah untuk meningkatkan literasi keagamaan umat, karena aplikasi ini berisi beragam fitur layanan literasi pustaka keagamaan di Indonesia.

Chaironi menyampaikan bahwa di Kabupaten Banyuwangi menyimpan sejarah literasi yang sangat luar biasa, karena terbentuknya ANSHOR pada tahun 1934 juga berawal di Banyuwangi, begitupun dengan Shalawat Badar yang digubah oleh Kepala Kantor kementerian Agama yakni KH. Ali Mansur pada tahun enam puluhan.

Roni berharap dengan kehadiran pustakawan dari Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini, akan memberikan semangat para penulis di Kabupaten Banyuwangi untuk menertitkan buku-buku keagamaan dan perpustakaan di tempat-tempat Ibadah di Kabupaten Banyuwangi.

Fasilitas Pendampingan Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM di Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI dan Pemkab Banyuwangi memberikan fasilitas pendampingan sertifikat halal kepada 1000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Dalam kegiatan yang bertajuk Roadshow dengan hastag ‘kita halalin 2024’ itu, sebanyak seribu pelaku UMKM mengikuti pengurusan sertifikasi halal secara gratis, yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (24/4/2024)



Staf ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kemenkop UKM, Herbert H.O Siagian mengatakan, jika melihat Banyuwangi yang memiliki potensi berupa pariwisata mulai dari alam hingga kuliner, sangat mendukung bagi perkembangan UMKM, untuk itulah Kemenkop UKM terus mendorong adanya sertifikasi halal

Selain itu, dengan program ini juga, Herbert menambahkan, akan sangat menentukan kualitas produk yang dijual oleh pelaku UMKM. Sehingga kedepan diharapkan produk masyarakat bisa lebih terpercaya.

“Jadi bukan hanya laku dijual, tetapi saat ini konsumen semakin sensitif dengan kualitas. Sehingga halal ini menjadi sebuah kewajiban,” kata Herbert
Menurut Herbert, sertifikat halal merupakan Intangible asset atau aset yang tidak berwujud tetapi sangat bernilai. Pasalnya produk bakal mempunyai logo halalnya, nomor NIB hingga PIRT, itu semua merupakan suatu tanda meningkatkan Intangible value suatu produk.



“ Jadi jangan hanya menjual produk kosongan saja, Bahkan dengan sertifikasi halal dapat menambah nilai tawarnya,” tandasnya

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menuturkan, untuk saat ini ada total sebanyak 10.928 produk yang telah mempunyai sertifikat halal di Banyuwangi. Melihat angka tersebut Ipuk berniat untuk lebih menggencarkan sertifikasi halal, dikarenakan jumlah UMKM di Bumi Blambangan lebih dari angka itu.
"Alhamdulillah pemerintah pusat telah memberikan dukungan kepada kita, semoga kedepan bisa terus meningkat lagi,” tuturnya.

“Yang pasti tidak hanya persyaratan yang harus dipenuhi namun harus konsisten menjaga kehalalan produknya," Imbuh Ipuk.

Pihaknya mengaku, memberikan fasilitas tidak hanya regulasi namun juga dari kemudahan dan efisiensi. Karena menurutnya mengurus sertifikasi halal merupakan hal yang tidak mudah, oleh karena itu fasilitas ini diharapkan benar-benar bisa maksimal. 

"Proses kali ini kami memberikan fasilitas sebanyak 1000 sertifikasi. Ada juga RPH 8 sertifikasi halal. Saya tadi juga minta bantuan untuk sertifikasi halal RPU. Semoga terealisasi," terang Ipuk

Di Banyuwangi ada 8 RPH. Di antaranya di Kecamatan Banyuwangi, Purwoharjo, Pesanggaran, Wongsorejo, Rogojampi, Genteng, Glenmore dan Kalibaru.

"Dua yang sudah mengantongi sertifikat halal berada di Kecamatan Banyuwangi dan Purwoharjo," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertapa Banyuwangi Nanang Sugiharto,

Saat ini, 6 RPH tinggal menunggu penerbitan sertifikat halal karena sudah lolos audit dari lembaga berwenang.

Prinsip pelayanan RPH adalah menyediakan produk asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Unsur-unsur pemenuhan teknis kesehatan masyarakat veteriner, peningkatan mutu pelayanan dan pemenuhan dampak lingkungan harus terus ditingkatkan.

"RPH di Banyuwangi juga sudah memenuhi unsur kesehatan masyarakat veteriner dan kehalalan seperti pemenuhan RPH yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan memiliki Juru Sembelih Halal (Juleha)," terangnya

Sosialisasi Digital Marketing: Transformasi Pemberdayaan Umat di Gereja GKJW Banyuwangi

Andre Waluyo, founder Aplikasi Gata

Banyuwangi - Minggu (21/04/2024), POKJA Pemberdayaan Ekonomi Warga GKJW Majelis Daerah Besuki Timur mengadakan kegiatan sosialisasi Digital Marketing di Gereja GKJW Banyuwangi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan jemaat GKJW se Besuki Timur.

Sebagai narasumber utama, Andre Waluyo, founder Aplikasi Gata, sebuah platform bisnis dan literasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, memberikan materi mengenai Marketing 5.0. Dalam materinya, Andre membahas integrasi teknologi terkini dengan pemahaman perilaku konsumen, yang dikenal dalam dunia pemasaran sebagai 5A (aware, appeal, ask, act, advocate). Ia juga menjelaskan konsep Holistic Marketing dengan 5 elemen: internal marketing, integrated marketing, relationship marketing, performance marketing, dan socially responsible marketing.

Platform Mall Komunitas GKJW Banyuwangi
Andre juga memperkenalkan penggunaan Google Search Bar yang ada di setiap ponsel serta bagaimana cara menggunakannya. Selain itu, ia menjelaskan cara menghubungkan dan mengintegrasikan kegiatan pemasaran offline dan online secara digital menggunakan konsep Phygital dengan memanfaatkan teknologi QR-Code, SEO, dan layar sentuh.

Sebagai alat internal marketing bagi jemaat GKJW, Andre memperkenalkan aplikasi Mall Komunitas GKJW Banyuwangi sebagai model dan pilot project bagi semua jemaat GKJW se MD Besuki Timur. Untuk alat Integrated Marketing dan Relationship Marketing, Andre juga memperkenalkan Holistic Business Card yang memuat 5 elemen, yaitu kata kunci bisnis, nomor WhatsApp, kata kunci Google Map, QR Code, dan pesan pendek/informasi bisnis pemilik.

Kartu Nama Holistik

Acara Pemberdayaan Ekonomi Warga ini juga dihadiri oleh P. Sugi Darmawan selaku Sekretaris Majelis Daerah Besuki Timur, Ibu Pendeta Baku GKJW Banyuwangi, Dwi Hastuti, serta Ketua Pokja Pemberdayaan Ekonomi Warga Daerah Besuki Timur, Pratmadja Gunawan.

Dengan antusiasme dari para narasumber dan peserta, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pemasaran digital serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi di kalangan jemaat GKJW Besuki Timur. 

Pratmadja Gunawan (Ketua Pokja PEW)


"Khotmil Qur'an" Tradisi Jelang Akhir Ramadhan di Masjid Baitussalam Kertosari

BANYUWANGI – (Warta Blambangan) Memasuki malam ke-28 Ramadhan, Ta'mir Masjid Baitussalam menggelar Khataman/Khotmil Qur'an sekaligus tasyakuran (selametan) di serambi Masjid Baitussalam, Kelurahan Kertosari, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (07/04/2024) malam.



Kegiatan Khotmil Qur'an ini merupakan tradisi menjelang akhir bulan Ramadhan. Juga sebagai penutup Tadarus Al-Qur'an yang rutin dilaksanakan setiap ba'dah sholat Tarawih selama Bulan Suci Ramadhan. 


Dalam pelaksanaannya, Tadarus Al-Quran dijadwal bergilir setiap harinya per RT se-wilayah lingkungan Krajan di Kelurahan Kertosari. Selain itu, warga secara ikhlas dan sukarela memberikan berbagai konsumsi baik berupa makanan ataupun minuman.


Ketua Ta'mir Masjid Baitussalam sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwari KH. Achmad Shiddiq mengatakan, Alhamdulillah setiap bulan Ramadhan  kegiatan tadarus Al-Quran rutin dilaksanakan bahkan hampir di setiap Masjid dan Musholla, ini sebagai wujud kecintaan kepada Al-Qur'an dan hormat terhadap Bulan Suci Ramadhan.


"Kegiatan ini jangan hanya isidentil pada bulan Ramadhan saja. Kalau bisa dilanjutkan di luar Ramadhan," kata KH. Achmad Shiddiq yang akrab disapa Gus Shiddiq.


"Sehingga dengan membaca dan mendengarkan Al-Qur'an, harapannya anak-anak muda yang gemar Gadget dan sebagainya semakin berkurang," harapnya.


Lebih lanjut, Gus Shiddiq menjelaskan, Kecintaan pada Al-Qur'an akan lebih meningkatkan kecintaan kita kepada ALLOH SWT. Yakin orang yang cinta kepada Al-Qur'an akan di cukupi oleh ALLOH SWT. 


Terbukti dengan kegiatan malam ini, begitu banyak berbagai makanan tersaji mulai dari Buah-buahan dan sebagainya. Ini adalah janji, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW :


إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ


“Iqra-uul-Qur’ana fa innahu ya-ti yaumal-qiyamati syafi’an li-ash-habihi.”


Yang artinya: Bacalah kamu sekalian Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya.


Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, beliau mengimbau untuk selalu membaca Al-Qur'an, karena Al-Qur'an akan memberikan pertolongan besok di yaumal qiyamah.


"Yang begitu berat saja di yaumal qiyamah diberi pertolongan, apalagi di dunia. Sulitnya ekonomi, bingung dengan problem yang begitu banyak, saya yakin dengan Al-Qur'an sebagai petunjuk semuanya bisa teratasi," tuturnya.


Terakhir saya berpesan, mari kita galakan untuk gemar membaca Al-Qur'an khususnya pada diri kita sendiri dan anak-anak kita. Semoga kita semuanya dilimpahkan keberkahan Al-Qur'an dan keberkahan Bulan Suci Ramadhan. (*)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger