Pages

Mahasiswa UIN KHAS Selesaikan PKL pada KUA KecamatanKementerian Agama Kabupaten Banyuwangi

Sebanyak 102 mahasiswa Fakuktas Dakwah UIN Kyai Achmad Siddiq Jember mengakhiri program PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang tersebar di beberapa KUA Kecamatan Kabupaten Banyuwangi, Selasa (13/2/2024).

Acara ceremony penarikan mahasiswa itu dilaksanakan di aula Kemenag Banyuwangi. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag beserta beberapa pejabat, Wakil Dekan fakultas dakwah, dan beberapa Dosen pembimbing.

Wakil Dekan Fakultas Dakwah, Dr. H. Minan Jauhari, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa, PKL merupakan aktifitas akademik program fakultas dakwah yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Dimana orientasi PKL kata dia, lebih pada fungsi kepenyuluhan agama dalam rangka mengaktualisasikan keilmuan dakwah.


"Kami berharap, alumni PKL mampu merespon persoalan dakwah, karena fungsi kepenyuluhan agama sangat strategis", kata Minan.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat dalam arahannya menyampaikan, bahwa program PKL sebagai bekal informasi awal dalam menyampaikan keilmuan. 

"Apapun yang diperoleh saat PKL harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari", kata Roni panggilan akrabnya 

Dirinya juga mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk menguasai beberapa kompetensi. Yakni materi substantif, metodologi dakwah yang baik, kompetensi sosial, dan komptensi personal.

"Sebagai mahasiswa seyogyanya menjadi person yang baik di tengah masyarakat", pesannya 

Diakhir arahannya Roni, berharap seluruh peserta PKL menjadi orang sukses. "Jangan lupakan kampus, Guru, dan Dosen, tetap sambung silaturahmi", pungkasnya. (Team)

Caleg Termuda DPRD Banyuwangi, Gelar Acara Pengobatan Gratis

 


Rachel Puspa Angela, Caleg Termuda DPRD Banyuwangi, Gelar Acara Pengobatan Gratis "Peduli Rachel SEHAT"

Banyuwangi - Sabtu, 10 Februari 2024, menjadi momen istimewa bagi warga lingkungan RW 1, Kelurahan Karangrejo Banyuwangi ketika Caleg termuda DPRD Kabupaten, Rachel Puspa Angela dari PDI Perjuangan, mengadakan kegiatan bakti sosial yang tak terlupakan. Dengan tema, "Peduli Rachel: Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis Rachel SEHAT (Selamanya di Hati)", acara tersebut mendapat animo luar biasa bagi masyarakat di lingkungan RW 1, Kelurahan Karangrejo.

Kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi tersebut, didukung oleh Klinik Terapis Omah Sehat Bunda Banyuwangi, milik Bunda Niken Kurnia, menampilkan kolaborasi yang luar biasa antara politik dan pelayanan kesehatan. "Tadi saya lihat di buku regestrasi pelayanan sudah lebih dari 260 orang yang terlayani. Saat saya tinggalkan, masih ada antrian sekitar 6 orang lagi," kata Andre Sang Andromeda, salah satu relawan pemenangan Rachel, yang tak bisa menyembunyikan antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut.


Dalam waktu kurang dari satu hari, lebih dari 260 orang mendaftar untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis.

"Dengan turut terlibat dalam kegiatan semacam ini berarti kita sudah turut ambil bagian dalam investasi berharga untuk masa depan negara kita tercinta," ujar Bunda Niken Kurnia, terapis kesehatan yang memimpin tim pengobatan, sambil merasa bersyukur dan puas melihat respons positif dari masyarakat.

Menurutnya, kesehatan masyarakat adalah aset berharga yang harus dijaga. "Dengan sehat, masyarakat menjadi lebih produktif, lebih berprestasi, dan lebih bersyukur," tambahnya. Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kepedulian Rachel Puspa Angela serta kerjasama dengan pihak terkait membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat Banyuwangi. (AW)



Salam Satu Aspal

 

Salah satu kegiatan dalam rangka sosialisasi Caleg Setyo Ponco Utomo

BANYUWANGI (9/2/2024) - Menyelami Sosok Caleg Setyo Ponco Utomo: Suara Komunitas Driver Banyuwangi

Dibalut dalam semangat kebersamaan dan harapan untuk membawa perubahan, Setyo Ponco Utomo, seorang putra terbaik dari komunitas driver wisata Banyuwangi, mengambil langkah besar dengan menjadi Calon Legislatif DPRD Banyuwangi untuk DAPIL-8 (Giri, Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo) melalui Partai Nasdem.

Sebagai perwakilan dari komunitas driver dan pelaku wisata, Setyo Ponco Utomo telah merasakan secara langsung perjuangan hidup sebagai orang kecil yang berhasrat membawa perubahan substansial bagi masyarakat kecil di Kabupaten Banyuwangi.

 



Ia menyadari potensi besar pariwisata Banyuwangi dan percaya bahwa pengembangan sektor pariwisata akan membawa berkah ekonomi bagi masyarakat lokal. Banyuwangi, sebagai destinasi impian bagi wisatawan lokal dan internasional, diharapkan oleh Setyo Ponco Utomo untuk memberikan manfaat ekonomi yang merata, termasuk bagi para komunitas driver wisata.

Dengan tekad kuat, Setyo Ponco Utomo memilih untuk berjuang di dalam sistem pemerintahan melalui jalur legislatif, yaitu menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam upayanya untuk meraih dukungan, Setyo Ponco Utomo tidak hanya mengandalkan aktivitas politik,  tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti olahraga bersama masyarakat dan kegiatan bakti sosial.


Jika diberi kepercayaan, Setyo Ponco Utomo bertekad membawa perubahan yang nyata. Ia akan memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai, perekonomian yang berkelanjutan, dan pertanian yang produktif. Dengan integritas dan komitmen, ia siap bertanggung jawab sepenuhnya kepada rakyat Banyuwangi, dengan kesejahteraan mereka sebagai prioritas utamanya. Dalam slogan "Salam Satu Aspal"-nya, Setyo Ponco Utomo menjanjikan kesatuan dan dedikasi untuk memperjuangkan kepentingan bersama komunitasnya dan masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan.(AW)



Suara Harapan dan Perubahan

 

H. Saimi Saleh

Saimi Saleh: Suara Harapan dan Perubahan untuk JATIM III

H. Saimi Saleh, namanya terus menjadi sorotan di tengah masyarakat saat musim kampanye Pemilu 2024, dengan berbagai kegiatan mulai dari Sholawat Akbar hingga berbagai acara sosial kemasyarakatan yang dihelatnya.

Sebagai calon anggota DPR RI dari PKS dengan nomor urut 1 di Dapil Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Saimi Saleh adalah seorang pengusaha sukses yang telah mengukir rekam jejak panjang di dunia politik, sosial, dan bisnis.

Pada tahun 2021, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengangkatnya sebagai Dewan Pakar PKS Jawa Timur, serta mengakui peran besar yang telah dimainkan oleh almarhumah ibunya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, dan almarhum ayahnya dari Palembang, Sumatera Selatan, dalam memperjuangkan masalah sosial.

 

H. Saimi Saleh bersama Reporter Deni dalam sebuah acara Podcast

Tidak mengherankan, jika kemudian PKS memilih untuk menempatkannya sebagai calon anggota legislatif DPR RI 2024 – 2029 untuk daerah pemilihan JATIM III (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso), mengingat Saimi Saleh telah lama bermukim di Surabaya, Jawa Timur, bersama tiga putranya.

Masyarakat sangat berharap bahwa Saimi Saleh, dengan pengalaman dan kepeduliannya terhadap masalah sosial, dapat menjadi perwakilan yang efektif dalam memperjuangkan nasib para petani, pedagang, nelayan, dan rakyat kecil, terutama mereka yang bergerak di sektor UMKM.

Siap menjadi pesuruh rakyat dalam melayani aspirasi di parlemen

Isu-isu seperti kenaikan harga sembako, harga bahan bakar yang melambung, dan ketersediaan bahan bakar seperti solar diharapkan dapat ditangani dengan kebijakan dan tindakan yang berwawasan manajerial yang dimiliki oleh Saimi Saleh.

Masyarakat pun berharap agar Saimi Saleh, yang membawa slogan "PANGAN MURAH, KERJA GAMPANG, SEHAT MUDAH", dapat membawa perubahan positif bagi daerah pemilihannya dan menjadi suara bagi mereka yang membutuhkan di tingkat nasional. Dengan visi dan komitmennya, diharapkan Saimi Saleh dapat menjadi pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya serta di tingkat nasional. (AW)




Beginilah Jika Caleg Muda dan Tua Berkolaborasi

Mas Harun

BANYUWANGI (9/2/2024) - Kolaborasi Caleg Muda PKS M. Harun dengan Caleg Berpengalaman H. Saimi Saleh.

M. Harun, seorang Calon Legislatif DPRD Banyuwangi dari Partai Keadilan Sosial (PKS) untuk Dapil 2 Banyuwangi, yang mencakup wilayah Srono, Rogojampi, dan Blimbingsari, berusia 35 tahun, aktif di ISNU dan GESID. Dia berkolaborasi dengan H. Saimi Saleh, seorang Calon Anggota DPR RI urutan pertama dari PKS. Saimi Saleh, yang berusia 65 tahun, adalah seorang pengusaha sukses dan eksportir kopi dan udang.

Pada Jumat (9/2/24), Andre R. Waluyo, founder aplikasi Gata dan Bisnislink, Bung Aguk, seorang sosialpreneur, dan Pipit Haryono, seorang Konsultan UKS/M Banyuwangi, berkunjung ke rumah sederhana Harun di Desa Parijatah Wetan Srono Banyuwangi. M. Harun menyambut kami dengan keramahan khas desa, dan kami masuk ke ruang tamu yang dipenuhi dengan berbagai perlengkapan kampanye.

"Sibuk sekali nampaknya, Mas," canda saya, yang langsung dijawab oleh Mas Harun, "Iya nih, hampir selesai masa kampanye. Saya juga sedang menyiapkan para saksi di TPS dan tim relawan yang mendukung pencalonan saya!" jelasnya sambil menunjukkan kartu pintar pencoblosan dan kartu nama  kolaborasi antara M. Harun dan H. Saimi Saleh.

“Kami saling mendukung dan berbagi. Saya hanya menjalankan amanah saja,” ujar Harun menjelaskan.


Pembicaraan kemudian berkembang, membahas progres sosialisasi kampanye, persiapan edukasi untuk para saksi di TPS, hingga rencana pengembangan bisnis setelah pemilu usai, baik jika terpilih menjadi anggota dewan maupun jika takdirnya ke medan perjuangan lainnya

Terlihat jelas bahwa Harun telah mempersiapkan segalanya dengan matang untuk masa depannya, terutama setelah mengikuti tiga kali kompetisi sebagai caleg sejak lulus dari Sarjana Ibrahimy Genteng 11 tahun lalu. Tagline-nya, "Membangun Desa Masa Depan," menjadikannya teladan bagi mereka yang menghadapi kontestasi apapun, terutama dalam Pemilu, untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dalam kemenangan maupun kekalahan, dengan sikap yang positif.

Bagi Harun, momen ini menjadi momentum AMIN sebagai pemimpin nasional, dengan PKS dapil 2 dan anggota DPR RI membangun desa dan mewujudkan konsep "Desa Masa Depan". Sebagai seorang anak milenial desa yang tumbuh dengan cinta pada tanah kelahirannya, Harun memiliki visi yang jelas untuk memperjuangkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui visi dan misinya yang jelas, ia bukan hanya pantas menjadi legislator, tetapi juga menjadi sosok inspiratif bagi para pemuda milenial dalam generasinya.

Sosialisasi saksi tidak hanya dilakukan di desa Sumbersari Srono dengan Marco dari Pengatigan Rogojampi sebagai motornya, tetapi juga di Badean Blimbingsari pada Jumat (9/2/24). Narasumbernya adalah Kordapil Azis Hidayat, didampingi oleh fungsionaris partai Rahmat Aziz, sambil menyebarkan stiker dan kartu nama istrinya, Lilik Mariyana, S.Pd., yang merupakan caleg di dapil 2.

 


"Para saksi PKS wajib memilih caleg PKS di Kabupaten, Provinsi, dan DPR-RI, serta Paslon Presiden urutan 1 Anies-Muhaimin!" tutur Aziz, disambut oleh kordes dan saksi dengan semangat, menang dan wayahe PKS Menang...AMIN.

Sementara itu, melalui sambungan telepon, H. Saimi Saleh melalui tim pemenangan dan media center, menyampaikan salam hangat, mengingatkan untuk menjaga kesehatan, memperkuat mental, menjaga sholat, menjaga suara, terus berkomunikasi, berkoordinasi, serta peduli kepada sesama dan tetangga. "Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami merasa bangga dengan kader baru partai dakwah kebangsaan ini, dan juga pada Hari Pers Nasional, kami menyampaikan ucapan selamat kepada insan dunia pers yang memainkan peran penting dalam menegakkan pilar demokrasi dan keterbukaan informasi dalam kemerdekaan pers yang bertanggung jawab. Kami juga berterima kasih kepada insan pers online dan elektronik yang telah menjadi mitra kami dalam menyebarkan sosialisasi dan branding kepada masyarakat luas di Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso!" ujar putra Gambiran ini yang siap menjadi pesuruh rakyat dalam melayani aspirasi di parlemen. (AW/AWN)



Menjelang Pemilu Penyuluh Agama Islam Dikumpulin di AIL

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat memberikan pengarahan terhadap seluruh penyuluh Agama Islam (PNS/PPPK/Non PNS) se Kabupaten Banyuwangi, di Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) Kecamatan Blimbingsari, Rabu (07/02/2024) yang diikuti 201 penyuluh.



Pak Roni-panggilan akrabnya-memberikan motivasi kepada para penyuluh untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, baik yang PNS, P3K maupun Non PNS, karena tugas semua penyuluh adalah sama, meskipun statusnya berbeda.


"Rizqi sudah ada yang mengatur, sedangkan tugas kita adalah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya", kata Roni.


Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa penyuluh tugas pada dua alam, yakni alam birokrasi yang harus sesuai dengan ketentuan, dan alam masyarakat yang harus fleksibel  sesuai dengan kondisi lingkungan, dengan mengingat penyuluh disamping memberikan pembinaan dan penyuluhan, juga sebagai pengayom dan panutan.


Dalam kesempatan itu ia memberikan apresiasi kinerja penyuluh yang mensukseskan program Kementerian Agama dan KUA, seperti BRUS dan Binwin, begitupun dengan pendataan keagamaan.


Terkait dengan masa tugas Penyuluh Agama Islam non PNS yang berahir tahun ini, dirinya berharap tetap optimis dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.


Pembinaan ditutup dengan nyanyi bersama Kemesraan karya Iwan Fals.

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Jalan Pola Asuh Pencegahan Stunting Kabupaten Banyuwangi



Banyuwangi (Warta Blambangan) Di Indonesia yang selalu menjadi rujukan Inovasi Pelayanan Publik, yakni Kabupaten Banyuwangi sehingga seringkali mendapat julukan "Gudangnya Inovasi". USAID ERAT salah satu strategi yang digunakan adalah Penyebaran, Adopsi, dan Pelembagaan yang lebih luas dari Inovasi, Praktik Baik yang dapat direplikasi untuk memperkuat Pemerintah Daerah. Misalkan dalam Penanganan Stunting di Banyuwangi punya Inovasi PAS (Puskesmas Asuhan Spesifik) dan BTS (Banyuwangi Tanggap Stunting) , hal tersebut disampaikan Mohamad Iksan Provincial Governance Advisor USAID ERAT-Jawa Timur dalam FGD Penyusunan Peta Jalan Pola Asuh Pencegahan Stunting Kabupaten Banyuwangi di Meeting room Hotel Aston Banyuwangi, Selasa (06/02/2024)yang diikuti perwakilan Puskesmas, Fatayat, Kelompok peduli dan Dinas dan Instansi terkait. 


Rumusan penurunan stunting ini penting dilakukan agar penanganan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

"kita tidak akan berbicara berapa anggaran yang kita miliki, tetapi bagaimana semua sumber daya dapat kita tingkatkan untuk penanganan stunting" katanya.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Aries Setiawan ketika membuka acara berharap dengan keterlibatan semua komponen masyarakat, maka angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi lebih cepat teratasi.

"angka stunting di Banyuwangi menurun, tetapi masih banyak yang menjadi tanggung jawab bersama' kata Aries.

Lebih lanjut Aries menyampaikan bahwa data yang skurat sangat penting untuk melakukan kebijakan terutama dalam menurunkan angka kemiskinan.

Diskusi santai yang dilakukan berjalan efektif, para peserta telah menyiapkan data dan rencana penurunan stunting dari lembaga masing-masing untuk dibahas bersama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat yang diwakili Syafaat dari Srkdi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa Kemerdekaan Agama melalui KUA Kecamatan disamping telah melaksanakan deteksi dini stunting bagi calon manten dengan melampirkan data Elsimil bagi yang mendaftarkan perkawinan, juga melakukan sosialisasi penanganan stunting oleh 201 Penyuluh Agama Islam yang tersebar di 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dilakukan dengan mengingat penyebab utama Stunting adalah pola asuh yang kurang tepat.

Dalam FGD tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hamzah dan Bapeda Kabupaten Banyuwangi, yang memimpin diskusi.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger