Pages

Lentera Sastra Banyuwangi Ikuti Bimtek Penulisan Toponimi Berbasis Kearifan Lokal

Banyuwangi (, Warta Blambangan) Sebanyak 11 anggota komunitas Lentera Sastra Banyuwangi turut serta dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni pada tanggal 6, 20, dan 27 Mei 2025, bertempat di aula Perpustakaan Daerah


(Perpusda) Banyuwangi.


Bersama kurang lebih 100 peserta lainnya yang berasal dari berbagai kalangan, para anggota Lentera Sastra bergandengan tangan mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusias. Bimtek ini bertujuan untuk menghasilkan tulisan bertema toponimi atau asal-usul nama dan sejarah wilayah di Kabupaten Banyuwangi.


Kepala Dinas Perpusip Banyuwangi, Zen Kostolani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari upaya strategis pelestarian sejarah dan budaya lokal melalui pendekatan literasi.


“Buku yang nantinya disusun dari karya para peserta ini akan menjadi karya sejarah penting. Ia tidak hanya merekam jejak-jejak nama tempat, tetapi juga menjadi rujukan berharga bagi generasi mendatang dalam memahami akar budaya dan identitas Banyuwangi,” ujar Zen.


Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah narasumber ahli di bidang penulisan sejarah, bahasa, dan budaya lokal. Para peserta diberi pendampingan dalam menggali sumber sejarah, mewawancarai tokoh masyarakat, hingga menyusun tulisan naratif yang informatif dan inspiratif.


Salah satu anggota Lentera Sastra, Lulu Anwariyah menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang aktualisasi yang sangat berarti bagi para penulis lokal. “Kami tidak hanya belajar teknik menulis yang baik, tetapi juga belajar mencintai Banyuwangi dari akarnya—melalui nama-nama dusun, desa, dan kisah-kisahnya yang hampir terlupa,” ujarnya.


Hasil akhir dari Bimtek ini akan diterbitkan dalam bentuk antologi toponimi yang memuat tulisan dari 100 peserta, sebagai bagian dari dokumentasi kekayaan sejarah dan kearifan lokal Banyuwangi.

Dukung Kreativitas Digital, UMKK Sinergi Gotong Royong 45 Gelar Pelatihan Editing Video



Banyuwangi, Warta Blambangan – Dalam rangka meningkatkan keterampilan di era digital, UMKK Sinergi Gotong Royong 45 menyelenggarakan Workshop Video Maker & Keterampilan Editing Batch 1 pada Minggu, 25 Mei 2025, bertempat di Kedai Makmoer, Jl. Mayor Soepono, Banyuwangi. Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang antusias mempelajari teknik editing video untuk keperluan konten media sosial dan pemasaran bisnis.

Puji Winarsih, selaku mentor dalam pelatihan ini, membagikan ilmu seputar penggunaan aplikasi editing populer seperti CapCut, TikTok, Canva, dan Pinterest. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan editing video di era digital, terutama untuk mendukung strategi pemasaran dan personal branding di platform sosial media.

"Saat ini, keterampilan editing video sangat dibutuhkan, baik untuk konten kreatif maupun promosi bisnis. Dengan menguasai tools seperti CapCut dan Canva, peserta bisa membuat konten yang menarik dan profesional," ujar Puji Winarsih.


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta, baik pelaku UMKM, content creator, pelajar dan mahasiswa. Mereka berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi di bidang digital.

Melalui pelatihan ini, UMKK Sinergi Gotong Royong 45 berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan bisnis dan kreativitas. Direncanakan akan ada batch-batch berikutnya dengan materi yang lebih mendalam. (AW)



GM FKPPI Banyuwangi “Ledakkan” Spirit Kebangsaan! Empat Hari Penuh Pancasila Dibumikan dengan Aksi Nyata

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak lagi sekadar upacara khidmat dan sambutan seremonial. GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi hadir dengan gebrakan dahsyat: delapan agenda kolaboratif dalam empat hari penuh inspirasi, membakar semangat gotong royong dari generasi muda untuk Negeri! Dimulai dari Kamis hingga Minggu, 29 Mei–1 Juni 2025, Banyuwangi bersiap jadi medan juang baru untuk membumikan Pancasila secara konkret!



Dengan mengusung tema nasional “Pancasila dalam Tindakan: Semangat Gotong Royong GM FKPPI Membangun Negeri”, kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pancasila bukan tinggal slogan, melainkan urat nadi kehidupan bangsa yang harus terus mengalir di tengah gelombang zaman digital yang terus berubah.


Ketua GM FKPPI Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menyatakan dengan lantang bahwa kegiatan ini adalah bentuk perlawanan elegan terhadap pelunturan nilai kebangsaan.


> “Kami tidak sedang mengulang sejarah, kami sedang menciptakannya! Ini bukan seremoni, ini adalah gerakan ideologis, reflektif, dan menyentuh semua lapisan masyarakat—dari balita hingga kaum cendekia!” tegasnya, Sabtu (24/05/2025).




Dari puisi hingga pidato, dari keyboard hingga dzikir, semua diramu dalam semangat nasionalisme dan kolaborasi tanpa batas. Berikut delapan ‘amunisi kebangsaan’ GM FKPPI Banyuwangi:


1. Lomba Puisi Pancasila (29–30 Mei)

Denting kata-kata menyuarakan nurani bangsa! Pemuda dan pelajar akan adu rasa dan makna dalam rangkaian puisi tentang nilai luhur Pancasila.



2. Lomba Lagu Perjuangan (30 Mei)

Nada-nada patriotik akan menggetarkan panggung Banyuwangi! Komunitas musik lokal akan memanaskan panggung dengan semangat cinta Tanah Air.



3. Lomba Pidato Kebangsaan (31 Mei)

Generasi muda diasah bukan hanya pikirannya, tapi juga lidahnya. Inilah momen gladi retorika kebangsaan para siswa SMP dan MTs se-Banyuwangi.



4. Lomba Mewarnai untuk TK/PAUD (31 Mei)

Pelangi kebhinekaan dimulai sejak dini! Anak-anak kecil akan menggenggam krayon, namun di dalamnya tertanam bibit nasionalisme masa depan.



5. Diskusi Publik “Membumikan Pancasila di Era Digital” (31 Mei)

Bukan sekadar bincang, ini medan tempur intelektual! Para ahli dan aktivis akan membedah tantangan aktualisasi Pancasila di dunia digital yang sarat disrupsi.



6. Dzikir & Ngaji Kebangsaan: “Pancasila dalam Perspektif Al-Qur’an” (1 Juni)

Di tengah doa dan lantunan ayat suci, nilai-nilai kebangsaan dirangkai dalam harmoni spiritual. Menyatukan langit dan bumi dalam satu tarikan nafas Pancasila.



7. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni)

Momentum sakral yang dirancang penuh simbolik, bukan hanya untuk mengenang, tapi untuk menghidupkan kembali semangat para pendiri bangsa.



8. Inagurasi Malam Puncak: Kolaborasi Keyboard & Suara Emas Banyuwangi (1 Juni)

Tarian nada, ledakan suara emas, dan permainan harmoni jadi penutup spektakuler dalam panggung kolaborasi lintas generasi!




Ir. Achmad Wahyudi menyerukan keterlibatan total masyarakat:


> “Tidak ada sekat. Tidak ada ‘kami dan mereka’. Semua warga Banyuwangi adalah keluarga besar GM FKPPI hari ini! Ini panggilan sejarah: satukan energi, wujudkan Indonesia dengan nafas Pancasila!” ujarnya menggugah.




Dengan orkestra kegiatan yang menyentuh seluruh sisi kehidupan—pendidikan, seni, agama, dan wacana kebangsaan—GM FKPPI Banyuwangi benar-benar membuktikan bahwa Pancasila bukan doktrin masa lalu, melainkan suluh masa depan.


Banyuwangi tidak hanya akan merayakan Hari Lahir Pancasila. Banyuwangi akan menghidupkannya, menggetarkannya, menggemakannya!


Bangkitlah, semangat juang Pancasila! Dari ujung Genteng hingga Wongsorejo, dari anak TK hingga para tokoh—semua menyatu dalam denyut Merah Putih!


(Sumber: Biro Publikasi dan Dokumentasi GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi)


Rapat Konsolidasi PW ISNU Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dari wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Probolinggo menggelar rapat konsolidasi di Ruang Sidang Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (24/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pengurus cabang ISNU di kawasan tapal kuda Jawa Timur.



Panitia pelaksana, Fajar Isnaini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta, meski acara terbilang mendadak. “Alhamdulillah, meskipun dirancang dalam waktu singkat, acara ini dapat berjalan dengan baik. Ini berkat semangat dan komitmen kita bersama untuk memajukan ISNU,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua PC ISNU Banyuwangi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Kami merasa terhormat dan siap menjadi bagian dari penguatan jaringan intelektual Nahdlatul Ulama di kawasan timur Jawa Timur,” tuturnya.


Plt. Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Afif Hasbullah, hadir langsung memimpin konsolidasi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun pola berorganisasi yang nyaman dan berbasis intelektualitas. “ISNU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang lahir pada 19 November 1999 di Surabaya. Meskipun relatif baru, ISNU sudah menunjukkan perkembangan yang membanggakan,” ungkapnya.


Ia menjelaskan bahwa ISNU baru resmi ditetapkan sebagai Banom NU dalam Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010, dan dilembagakan pada tahun 2012. “Sebagai Banom, anggota ISNU adalah kaum terdidik, minimal sarjana. Maka pendekatan kita dalam dakwah dan penguatan masyarakat NU juga berbasis intelektual,” tegas Prof. Afif.


Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. “Kita juga melihat bahwa perkembangan Banyuwangi tidak lepas dari kontribusi ormas-ormas, termasuk dari kalangan Nahdliyin. Ini adalah contoh konkret bagaimana masyarakat NU bisa maju bersama lewat kerja kolaboratif,” imbuhnya.


Rapat konsolidasi ini dihadiri oleh pengurus ISNU dari sejumlah kabupaten/kota, antara lain Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Acara ditutup dengan dialog terbuka mengenai strategi penguatan peran ISNU dalam kehidupan sosial-keagamaan dan pemba

ngunan daerah.

Menumbuhkan Etos dan Etika: Refleksi Ilmiah atas Pelatihan Keluarga Sakinah di Banyuwangi

Banyuwangi – (Warta Blambangan) Dalam lanskap pengabdian yang senantiasa bergerak antara tanggung jawab struktural dan panggilan spiritual, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan sebuah inisiatif yang tidak hanya bersifat teknokratik, tetapi juga menyentuh ranah etik dan kultural. Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) bertajuk Keluarga Sakinah ini digelar dengan pendekatan blended learning, suatu model pembelajaran hibrida yang menggabungkan medium digital dan tatap muka.

Tahap daring berlangsung pada 14–18 Mei 2025 di ruang virtual yang disiarkan dari Aula Bawah, sedangkan sesi luring dilangsungkan pada 22–24 Mei 2025. Sebanyak 35 penyuluh agama Islam dari unsur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengikuti kegiatan ini dengan semangat yang mencerminkan kesungguhan menghayati amanah sebagai penyambung nilai dan cahaya dalam masyarakat. 

Pelatihan ini tidak sekadar forum peningkatan kapasitas teknis, melainkan sebuah forum pembentukan karakter dan pemurnian orientasi kerja. Tujuan utamanya adalah untuk meneguhkan integritas dan memperkuat fondasi nilai bagi sumber daya manusia Kementerian Agama yang menjadi garda terdepan dalam program pembangunan keluarga sakinah—sebuah entitas sosial yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai simpul ketahanan bangsa.

Salah satu momen penting dalam pelatihan ini adalah penyampaian materi oleh Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayah. Dengan tema Nilai-Nilai Dasar Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, beliau tidak hanya mentransfer gagasan, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan makna kehadiran seorang aparatur negara di tengah masyarakat.

Dalam pandangan Dr. Chaironi, aparatur Kementerian Agama bukan semata entitas birokratik, melainkan pribadi strategis yang menentukan arah dan wibawa pelayanan publik. Maka nilai-nilai dasar SDM Kemenag bukanlah dokumen mati atau jargon kosong, tetapi etika hidup yang menjadi kompas dalam mengarungi kompleksitas kerja pelayanan.


Enam nilai yang dijabarkan—integritas, profesionalisme, tanggung jawab, keadilan, transparansi, dan kepedulian—diposisikan sebagai unsur organik dari budaya kerja. Integritas, misalnya, bukan hanya kejujuran administratif, tetapi keberanian moral dalam menolak manipulasi. Profesionalisme tidak berhenti pada kecakapan teknis, tetapi menuntut keluhuran niat dan ketekunan inovatif. Tanggung jawab melampaui batas prosedural, menjadi kesanggupan menanggung risiko atas nama kebenaran. Keadilan tidak sekadar distribusi yang merata, tetapi pemuliaan terhadap keragaman. Transparansi adalah bentuk kematangan institusional, dan kepedulian, pada dasarnya, adalah wujud kasih sayang yang terstruktur.

“Nilai-nilai ini harus menjadi roh dalam setiap tindak kerja. Bila diterapkan dengan konsisten dan ikhlas, maka akan tercipta pelayanan yang membangun kepercayaan, dan birokrasi yang menyejukkan,” tutur Dr. Chaironi, dalam nada yang lebih menyerupai seruan batin ketimbang sekadar pengantar pelatihan.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan akan transformasi: dari sekadar pelaksana tugas menjadi pelayan nilai. Dari rutinitas prosedural menuju praksis yang berjiwa.

Pelatihan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari peserta, yang merasa terhubung secara intelektual dan emosional dengan materi yang disampaikan. Tidak sedikit yang menyebut kegiatan ini sebagai proses refleksi kolektif, di mana para penyuluh agama merumuskan kembali jati diri profesinya dalam konteks kehidupan masyarakat yang terus berubah.

Sebagaimana yang dirumuskan dalam berbagai kajian sosial dan teologi, keluarga sakinah bukanlah unit biologis semata, tetapi medan tafsir atas kehendak ilahi tentang kedamaian, keadilan, dan keberlanjutan. Maka para penyuluh agama, sebagai pemantik nilai di akar rumput, harus lebih dahulu hidup dalam ruang nilai yang mereka sebarkan.

Dengan ditutupnya pelatihan ini, bukan berarti proses pembelajaran selesai. Justru sebaliknya, kini para peserta memanggul tanggung jawab baru: menerjemahkan nilai-nilai dasar Kementerian Agama ke dalam praktik kerja yang jernih, adil, dan berempati. Karena pada akhirnya, ketahanan bangsa tidak dibangun oleh kekuasaan atau proyek-proyek besar, melainkan oleh keluarga-keluarga yang sakinah, dan oleh aparatur yang jujur serta penuh kasih.

Dan Banyuwangi, dalam harmoni embus angin Laut Selatan dan gema doa para penyuluhnya, menjadi saksi bahwa nilai tidak hanya bisa diajarkan, tetapi bisa pula ditanamkan dan dihidupi.

Siswa MI Islamiyah Rogojampi Raih Juara I Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten


Banyuwangi (Warta Blambangan) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa madrasah. Avilla Fikratus Putri Yuwono, siswi kelas 4 MI Islamiyah Rogojampi, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Bertutur yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. Final lomba ini berlangsung pada Rabu, 22 Mei 2025. 


Lomba yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung dengan persaingan yang ketat. Para peserta tampil dengan membawa kisah-kisah inspiratif dari berbagai daerah, menyampaikan dengan artikulasi, ekspresi, dan penjiwaan yang dinilai oleh dewan juri. 

Kepala MI Islamiyah Rogojampi, Nur Hariri, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian yang diraih oleh siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, siswa kami berhasil meraih juara pertama di tengah persaingan yang sangat ketat. Kami memang memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan bakat siswa dalam seni suara dan bertutur. Hasil ini adalah buah dari latihan dan bimbingan yang berkesinambungan,” ujarnya.


Nur Hariri juga menambahkan bahwa madrasah berkomitmen untuk terus mendorong siswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.


Sementara itu, prestasi lain juga datang dari siswa madrasah. Afina Alana Qolbi, siswi MI Darunnajah 2, turut mencatatkan namanya sebagai juara keempat dalam kompetisi yang sama.

Kegiatan lomba bertutur ini merupakan salah satu upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi dalam menumbuhkan minat baca serta kecintaan terhadap budaya literasi di kalangan siswa sejak usia dini. Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk melestarikan cerita rakyat serta membentuk karakter siswa yang percaya diri dan komunikatif.

Dengan prestasi ini, madrasah kembali membuktikan eksistensinya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil dalam bidang seni dan budaya.


Suasana Haru Warnai Pemberangkatan Tambahan Jamaah Haji Kloter SUB-72 Asal Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) – Suasana penuh haru menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Rabu malam (21/5), saat sebanyak 11 calon jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) SUB-72 secara resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kloter ini merupakan bagian dari kuota tambahan haji tahun 2025 yang dialokasikan untuk Kabupaten Banyuwangi. Adapun 4 jamaah lainnya telah lebih dahulu berada di Surabaya karena kini berdomisili di kota tersebut.



Prosesi pemberangkatan dimulai selepas Salat Isya dan dihadiri oleh para keluarga jamaah serta sejumlah pejabat daerah. Dalam laporan resminya, Pelaksana Harian Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, H. Moh. Jali, menjelaskan bahwa pemberangkatan ini merupakan lanjutan dari keberangkatan sebelumnya yang telah mencakup kloter 42, 43, 44, sebagian kloter 46, dan kloter 48.


“Malam ini, total ada 15 jamaah yang tergabung dalam kloter SUB-72. Sebanyak 11 orang hadir secara fisik dalam prosesi ini, dua orang telah lebih dahulu berada di Asrama Haji Surabaya, dan dua lainnya berdomisili di Surabaya. Enam jamaah tambahan akan diberangkatkan pada tanggal 25 Mei mendatang dalam kloter SUB-85,” paparnya.


H. Moh. Jali juga memberikan edukasi dan imbauan kepada keluarga jamaah untuk melepaskan dengan penuh keikhlasan, serta terus mendoakan kelancaran proses ibadah haji para kerabat mereka. “Kami harap keluarga dapat memasrahkan keberangkatan ini dengan tulus. Ibadah haji adalah misi suci menunaikan rukun Islam kelima. Semoga semua proses ibadah berjalan lancar dan jamaah senantiasa dalam kondisi sehat,” tambahnya.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, H. Yusdi Irawan, yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, yang turut menyampaikan arahan dan doa pelepasan.



Dalam sambutannya, Dr. Chaironi menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya dalam hal logistik dan fasilitasi transportasi jamaah haji. Ia juga menggarisbawahi perbedaan signifikan dalam sistem keberangkatan tahun ini, sebagai dampak dari regulasi baru Pemerintah Arab Saudi melalui sistem syarikah.


"Skema ini menimbulkan sebaran jadwal keberangkatan yang lebih variatif dan tidak lagi terpusat. Meski bukan sistem ideal bagi semua pihak, sebagai tamu negara, kita berkewajiban mematuhi ketentuan yang berlaku. Kami mohon maaf atas keterbatasan ini, namun tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.


Dr. Chaironi turut menekankan pentingnya dukungan moril dan spiritual dari para keluarga. Ia menyampaikan bahwa dimensi spiritual haji kerap membawa mukjizat. “Ada jamaah yang dari sini berangkat dengan kursi roda, lalu pulang dalam keadaan sehat dan tidak lagi membutuhkannya. Inilah kekuatan spiritual yang hanya bisa dijelaskan oleh keajaiban Allah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


Menjelang akhir acara, suasana semakin emosional. Para jamaah satu per satu berpamitan kepada keluarga. Tangis haru dan pelukan mengiringi prosesi ini, menandai betapa besar cinta dan doa yang mengantar keberangkatan mereka ke Tanah Suci.


Prosesi pemberangkatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, diikuti penghormatan terakhir kepada para calon tamu Allah sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo pada Kamis pagi (22/5) pukul 06.00 WIB.

Semoga seluruh jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi diberikan kekuatan fisik dan mental, kelancaran dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa predikat haji yang mabrur.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger