Banyuwangi (Warta Blambangan) Pertandingan sepak bola U-23 antara Indonesia melawan Uzbekistan juga disaksikan bersama insan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan Nobar di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Senin (29/04/2024)
Aktivis AP24 Gelar Acara Halal Bi Halal dan Tegas Menolak Kecurangan dalam Pemilu 2024
Banyuwangi (28/04/2024) - Kedai Makmoer menjadi saksi akrabnya
silaturahmi dan semangat kebersamaan para aktivis dan pengurus Anis Presiden
2024 (AP24) Banyuwangi dalam acara Halal Bi Halal pada hari Minggu, 28 April
2024.
Dalam suasana yang hangat, mereka merayakan tema
"Alhamdulillah. Kami Bukan Bagian Dari Kecurangan Pada Pemilu 2024"
sebagai bentuk syukur atas pelaksanaan tugas mereka yang dilakukan dengan
integritas tinggi, bebas dari kecurangan, dan penuh kehormatan.
Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, aktivis
sosial kemasyarakatan, dan pengasuh Pondok Pesantren seperti Uztad Gufron, Haji
Imam, Agus Nuryadi, Zaenal, Ikhsan, dan David, menjadi ajang untuk menyuarakan
keprihatinan terhadap fenomena politik belakangan ini yang dipenuhi dengan
rekayasa dan kemungkaran.
Para aktivis juga mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah
pusat dan daerah yang dinilai tidak tepat dan tidak sesuai bagi kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Sebagai bagian dari kesepakatan akhir acara, mereka
bersama-sama mengucapkan ikrar untuk terus berjuang melawan kemungkaran dan
mengawal negara ini menuju masa depan yang lebih baik, yang beradab dan bebas
dari segala bentuk kemungkaran.
Dalam situasi politik yang semakin menantang, para aktivis AP24 menunjukkan komitmen mereka untuk tetap berdiri teguh dalam prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan kebenaran demi masa depan yang lebih baik bagi negeri ini. (AW)
Halal Bihalal Komunitas Meriah, Radio Planet FM Rayakan Ulang Tahun ke-27
![]() |
| Tiup Lilin Hari Jadi Planet FM |
Banyuwangi, 28 April 2024 - Suasana keakraban dan
kebersamaan memenuhi pelataran Radio Komunitas Planet FM di desa Bajulmati,
Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, saat acara Halal Bihalal Komunitas
yang juga sekaligus memperingati hari jadi Radio Planet FM yang ke-27.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan pengurus Jaringan Radio
Komunitas Indonesia, Ibu Indah Catur Chyaningtyas, Pengurus dan Pembina
Jaringan Radio Komunitas Kabupaten Banyuwangi, serta beberapa alumni awak Radio
Planet FM dan Founder Radio Planet FM, Hadi Purwanto yang akrab disapa Mas
Venus, berlangsung meriah.
Dalam sambutannya, Bung Aguk Darsono, yang memiliki nama asli Agus Wahyu Nuryadi, menyampaikan bahwa meskipun siaran radio dan televisi kini sudah jarang diminati oleh sebagian besar generasi muda karena maraknya media sosial seperti Tiktok, Youtube, dan Facebook, radio harus tetap dapat berperan dalam fungsi sosial dan ibadah, selain sebagai hiburan bagi para penggemarnya.
Mas Venus, selaku Founder Radio Planet FM, turut membagikan berbagai suka dan duka dalam perjalanan merintis Radio Planet FM bersama rekan-rekannya yang setia. Ia sangat berharap bahwa keberadaan Radio Planet FM dapat menjadi media silaturahmi dan persahabatan di antara pendengar dan komunitasnya.
Acara yang penuh makna ini ditutup dengan tiup lilin dan potong kue tart ulang tahun oleh Mas Venus dan para kru Radio Planet FM, menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh komunitas.
Radio Planet FM, dengan semangatnya yang tetap berkobar,
menunjukkan bahwa radio komunitas masih memiliki tempat istimewa dalam hati
masyarakat, menjadi lebih dari sekadar medium hiburan, tetapi juga sebagai
wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan. (AW)
Ketapang Art Fair
Banyuwangi (Warta Blambangan) Para pelukis di Banyuwangi mengadakan pameran lukisan di Jasmine Beach Watudodol, Sabtu (27/05/2024) yang diikuti 53 pelukis.
Ketua panitia pelaksana kegiatan Kent Ali menyampaikan bahwa pameran ini dimaksudkan menjadi wadah mengaktualisasikan karya terindahnya.
Kegiatan yang dibuka Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) Hasan Basri ini akan berlangsung hingga tujuh hari kedepan.
"untuk selanjutnya tempat ini akan dijadikan sebagai galeri" kata Kent Ali.
Salah satu pelukis perempuan yang mengikuti kegiatan tersebut Meliantina menyampaikan bahwa dirinya mengikuti pameran ini juga sebagai tempat untuk silaturahim dengan para penulis lainnya.
"saya menampilkan lukisan bentuk tipografi, yakni memadukan huruf dan objek" kata Melly.
Melly yang menampilkan topografi warna pink ini menyampaikan bahwa dirinya tertarik dengan seni lukis karena kekuatan seni itu sangatlah dahsyat.
"seperti Cleo Patra yang dapat menghancurkan sebuah negara yang ingin negaranya dengan kekuatan cinta" kata Dosen IAI Ibrahimy Genteng ini.
Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang hadir dalam pameran tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya galeri ini akan menambah ruang bagi insan seni untuk menunjukkan hasil karyanya.
Kemenag Banyuwangi Serahkan Buku Untuk Ditjen Bimas Islam
Banyuwangi (Warta Blambangan)
Pustakawan pada Direktorat jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tukino, menerima buku karya ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di ruang PTSP Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Jumat (26/04/2024) yang diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat didampingi Ketua Lomunitas Lentera sastra Syafaat.
Chaironi menyambut baik
upaya dari Dirjen Bimas Islam yang melakukan digitalisasi buku-buku dari
Banyuwangi yang diharapkan dengan digitalisasi tersebut buku dapat dibaca oleh
kalangan yang lebih luas.
“di Kabupaten Banyuwangi ada
komunitas Lentera Sastra yang menghasilkan banyak karya dengan Ketua Syafaat
dari Seksi Bimas Islam dengan beberapa kegiatanyang diikuti oleh ASN maupun
siswa madrasah” katanya.
Pustakawan Dirjen Bimas
Islam Tukino menyampaikan bahwa
buku-buku yang diserahkan tersebut akan di digitalisasikan dan dapat dilihat di
ELIPSKI (Elektronik Literasi
Pustaka Keagamaan Islam). Lebih lanjut Tukino menyampaikan bahwa salah
satu manfaat Elipski adalah untuk meningkatkan literasi keagamaan umat, karena
aplikasi ini berisi beragam fitur layanan literasi pustaka keagamaan di
Indonesia.
Chaironi menyampaikan bahwa
di Kabupaten Banyuwangi menyimpan sejarah literasi yang sangat luar biasa,
karena terbentuknya ANSHOR pada tahun 1934 juga berawal di Banyuwangi,
begitupun dengan Shalawat Badar yang digubah oleh Kepala Kantor kementerian
Agama yakni KH. Ali Mansur pada tahun enam puluhan.
Roni berharap dengan
kehadiran pustakawan dari Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik
Indonesia ini, akan memberikan semangat para penulis di Kabupaten Banyuwangi
untuk menertitkan buku-buku keagamaan dan perpustakaan di tempat-tempat Ibadah
di Kabupaten Banyuwangi.
Fasilitas Pendampingan Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM di Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI dan Pemkab Banyuwangi memberikan fasilitas pendampingan sertifikat halal kepada 1000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Dalam kegiatan yang bertajuk Roadshow dengan hastag ‘kita halalin 2024’ itu, sebanyak seribu pelaku UMKM mengikuti pengurusan sertifikasi halal secara gratis, yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (24/4/2024)Staf ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kemenkop UKM, Herbert H.O Siagian mengatakan, jika melihat Banyuwangi yang memiliki potensi berupa pariwisata mulai dari alam hingga kuliner, sangat mendukung bagi perkembangan UMKM, untuk itulah Kemenkop UKM terus mendorong adanya sertifikasi halal
Selain itu, dengan program ini juga, Herbert menambahkan, akan sangat menentukan kualitas produk yang dijual oleh pelaku UMKM. Sehingga kedepan diharapkan produk masyarakat bisa lebih terpercaya.
“Jadi bukan hanya laku dijual, tetapi saat ini konsumen semakin sensitif dengan kualitas. Sehingga halal ini menjadi sebuah kewajiban,” kata Herbert
Menurut Herbert, sertifikat halal merupakan Intangible asset atau aset yang tidak berwujud tetapi sangat bernilai. Pasalnya produk bakal mempunyai logo halalnya, nomor NIB hingga PIRT, itu semua merupakan suatu tanda meningkatkan Intangible value suatu produk.
“ Jadi jangan hanya menjual produk kosongan saja, Bahkan dengan sertifikasi halal dapat menambah nilai tawarnya,” tandasnya
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menuturkan, untuk saat ini ada total sebanyak 10.928 produk yang telah mempunyai sertifikat halal di Banyuwangi. Melihat angka tersebut Ipuk berniat untuk lebih menggencarkan sertifikasi halal, dikarenakan jumlah UMKM di Bumi Blambangan lebih dari angka itu.
"Alhamdulillah pemerintah pusat telah memberikan dukungan kepada kita, semoga kedepan bisa terus meningkat lagi,” tuturnya.
“Yang pasti tidak hanya persyaratan yang harus dipenuhi namun harus konsisten menjaga kehalalan produknya," Imbuh Ipuk.
Pihaknya mengaku, memberikan fasilitas tidak hanya regulasi namun juga dari kemudahan dan efisiensi. Karena menurutnya mengurus sertifikasi halal merupakan hal yang tidak mudah, oleh karena itu fasilitas ini diharapkan benar-benar bisa maksimal.
"Proses kali ini kami memberikan fasilitas sebanyak 1000 sertifikasi. Ada juga RPH 8 sertifikasi halal. Saya tadi juga minta bantuan untuk sertifikasi halal RPU. Semoga terealisasi," terang Ipuk
Di Banyuwangi ada 8 RPH. Di antaranya di Kecamatan Banyuwangi, Purwoharjo, Pesanggaran, Wongsorejo, Rogojampi, Genteng, Glenmore dan Kalibaru.
"Dua yang sudah mengantongi sertifikat halal berada di Kecamatan Banyuwangi dan Purwoharjo," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertapa Banyuwangi Nanang Sugiharto,
Saat ini, 6 RPH tinggal menunggu penerbitan sertifikat halal karena sudah lolos audit dari lembaga berwenang.
Prinsip pelayanan RPH adalah menyediakan produk asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Unsur-unsur pemenuhan teknis kesehatan masyarakat veteriner, peningkatan mutu pelayanan dan pemenuhan dampak lingkungan harus terus ditingkatkan.
"RPH di Banyuwangi juga sudah memenuhi unsur kesehatan masyarakat veteriner dan kehalalan seperti pemenuhan RPH yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan memiliki Juru Sembelih Halal (Juleha)," terangnya
Sosialisasi Digital Marketing: Transformasi Pemberdayaan Umat di Gereja GKJW Banyuwangi
![]() |
| Andre Waluyo, founder Aplikasi Gata |
Banyuwangi - Minggu (21/04/2024), POKJA Pemberdayaan Ekonomi Warga GKJW Majelis Daerah Besuki Timur mengadakan kegiatan sosialisasi Digital Marketing di Gereja GKJW Banyuwangi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan jemaat GKJW se Besuki Timur.
Sebagai narasumber utama, Andre Waluyo, founder Aplikasi
Gata, sebuah platform bisnis dan literasi pemberdayaan ekonomi masyarakat,
memberikan materi mengenai Marketing 5.0. Dalam materinya, Andre membahas
integrasi teknologi terkini dengan pemahaman perilaku konsumen, yang dikenal
dalam dunia pemasaran sebagai 5A (aware, appeal, ask, act, advocate). Ia juga
menjelaskan konsep Holistic Marketing dengan 5 elemen: internal marketing,
integrated marketing, relationship marketing, performance marketing, dan
socially responsible marketing.
![]() |
| Platform Mall Komunitas GKJW Banyuwangi |
Sebagai alat internal marketing bagi jemaat GKJW, Andre
memperkenalkan aplikasi Mall Komunitas GKJW Banyuwangi sebagai model dan pilot
project bagi semua jemaat GKJW se MD Besuki Timur. Untuk alat Integrated
Marketing dan Relationship Marketing, Andre juga memperkenalkan Holistic
Business Card yang memuat 5 elemen, yaitu kata kunci bisnis, nomor WhatsApp,
kata kunci Google Map, QR Code, dan pesan pendek/informasi bisnis pemilik.
![]() |
| Kartu Nama Holistik |
Acara Pemberdayaan Ekonomi Warga ini juga dihadiri oleh P. Sugi Darmawan selaku Sekretaris Majelis Daerah Besuki Timur, Ibu Pendeta Baku GKJW Banyuwangi, Dwi Hastuti, serta Ketua Pokja Pemberdayaan Ekonomi Warga Daerah Besuki Timur, Pratmadja Gunawan.
Dengan antusiasme dari para narasumber dan peserta, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pemasaran digital serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi di kalangan jemaat GKJW Besuki Timur.
![]() |
| Pratmadja Gunawan (Ketua Pokja PEW) |
















