Pages

Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo-Kepanjen

Malang (Warta Blambangan) Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW, Rabu (27/03/2024) yang ditandai dengan turunnya wahyu dari Allah berupa Al-Quran. Pada masa itu, beliau sedang berdiam diri di Goa Hira di Jabal An Nur yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Ka'bah. Pada 17 Ramadhan, beliau didatangi Jibril yang menyampaikan wahyu pertama yakni Al-Quran surat Al 'Alaq. Pada saat itu Rasulullah SAW berusia 40 tahun.



Peristiwa Nuzulul Qur’an juga merupakan tanda kenabian Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Al-Qur'an juga merupakan mukjizat terbesar bagi Rasulullah SAW.


Ketua Takmir Masjid Baiturrahim, H.Mohamad Iksan mengatakan,  bahwa Peringatan Nuzulul Qur'an kali menghadirkan Mubaligh dari Pulau Dewata Bali KH.DR.Glory Islamic Muchtar Pengasuh Pesantren SPMAA Denpasar Bali dengan mengambil Tema "Alqur'an Sebagai Obat dan Penyejuk Hati"


Lebih lanjut dia mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan bagian dari salah satu pelaksanan "Program Menyambut dan Menjemput Berkah Ramadan 1445H/2024M" yang diadakan oleh Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo Kepanjen-Malang



Sedangkan sepuluh program unggulan itu disebutkannya, Buka Puasa Gratis, Pesantren Ramadhan, Nuzulul Qur'an, Kuliah Subuh, tausiyah dan sebagainya.


Momentum peringatan Nuzulul Qur’an sudah selayaknya diperingati dengan berlomba-lomba berbuat kebaikan terutama di bulan suci Ramadhan. Salah satu caranya adalah dengan membaca Al-Qur’an dan melakukan tadabur. Hikmah lainnya yang dapat diambil dari malam Nuzulul Qur’an ialah bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Bertambahnya kebaikan yang berasal dari Allah SWT sangatlah penting bagi umat manusia di muka bumi.


Diharapkan, peringatan malam Nuzulul Qur'an ini mengasah kita semua untuk konsisten dalam kebaikan. Demikian sebagian penggalan Mauodhoh Hasanah yang sampaikan Gus Glory, sebutan akrabnya (*) 

Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik : Solusi Pertanian Ramah Lingkungan


 

BANYUWANGI (6/03/2023) - Semangat inovasi dan keberlanjutan menjadi kunci dalam upaya Poktan Sumber Tani Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, dalam menghadapi tantangan kelangkaan pupuk. Pada Selasa (26/3), mereka menggelar pelatihan penting tentang pengolahan pupuk organik dan produksi ECO ENZYME, sebuah langkah progresif yang dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Kepundungan, pengurus, dan anggota Poktan.

Dalam sambutannya, Kades Kepundungan, Baitu Rohim, tidak hanya memberikan apresiasi atas komitmen Poktan Sumber Tani tetapi juga menyuarakan harapan bahwa langkah-langkah seperti ini dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kelangkaan pupuk. "Kami berharap partisipasi Poktan ini akan membawa perubahan positif dalam pertanian lokal," katanya dengan optimis.

 Pemateri pertama, Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup, E. Prasetyo SH, menggugah peserta dengan pemaparan tentang pembuatan pupuk organik cair. Beliau menyoroti manfaat besar dari pupuk organik cair ini, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman buah dan hortikultura tetapi juga merawat kesuburan tanah secara alami.

Sementara itu, pemateri kedua, Ketua ECO ENZYME Nusantara (EEN) di Banyuwangi, Desi Darmawati S.U., memperkenalkan proses pembuatan ECO ENZYME sebagai langkah terobosan dalam pertanian berkelanjutan. Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti bekas buah-buahan dan sayuran, ECO ENZYME menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

"Kami percaya bahwa langkah-langkah kecil seperti ini dapat memiliki dampak besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan," ungkap Desi Darmawati, sambil memberikan penjelasan mendalam tentang proses produksi ECO ENZYME.

Pelatihan ini bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan baru tetapi juga tentang mengilhami perubahan nyata dalam praktik pertanian lokal. Poktan Sumber Tani Kepundungan telah menetapkan tonggak sejarah baru dalam memperjuangkan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (AW)

Menyulap Molimo Menjadi Pesantren Dakwah Al-Qur'an

Banyuwangi ((Warta Blambangan) Mengembangkan dunia dakwah dalam Islam adalah sebuah keniscayaan bagi setiap muslim kapanpun dan dimanapun ia berada. Hal ini sebagai langkah kongkrit secara turun temurun sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai era ulama di zaman milenial ini. Terbukti dalam sejarah peng-Islam-an tanah Jawa oleh wali songo, mereka datang ke bumi nusantara ini dengan satu misi yaitu mengembangkan dakwah Islam dengan melebur dengan masyarakat, memberikan bimbingan-bimbingan keagamaan, yang bermuara pada  amar ma’ruf nahi munkar, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya pesantren demi pesantren sebagai benteng sekaligus basis kekuatan dakwah Islam di negeri ini. Semua ada tantangan dan ada kearifan lokal yang menjadi ruh pesantrennya.


Dengan segenap ketulusan dan keikhlasan yang tinggi dalam berdakwah yang tentunya dengan izin Allah SWT, maka perjuangan wali songo bisa membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, dimana masyarakat Indonesia khususnya di tanah jawa ini, yang semula hidup dengan keyakinan animisme-dinamisme, hindu/budha berhasil tersadarkan menjadi seorang muslim hamba Allah SWT. Alhamdulillah, bahkan pesatnya perkembangan demi perkembangan dari waktu ke waktu, Islam mendominasi di negeri ini, sehingga didalam kancah dunia internasional, Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sebuah kesyukuran yang patut diambil hikmah dan kita teladani.


Di alam Banyuwangi ini, siapa yang tidak kenal dengan lokalisasi Mbah Duding?  Atau sebagian masyarakat lebih akrab menyebut dengan Lokalisasi Kelopoan? Sebuah lokasi Dusun Klontang RT 03/RW 02 Desa Gendoh-Sempu dimana ajang prostitusi dilegalkan, bisnis zina yang sudah menjamur sejak puluhan tahun yang lalu.Budaya maksiat "molimo" seperti madon zina,mabuk miras narkoba dan maling jadi tradisi.

 Menurut data dari sebuah sumber menyebutkan, bahwa lokalisasi ini mulai eksis sejak sebelum tahun 1960-an, yakni sekitar tahun 1955, dan sampai pada tahun 2014 terdapat 24 KK (Kepala Keluarga) dan setiap KK masing-masing ngopeni minimal 4 “ingon-ingon” PSK (Pekerja Seks Komersial) bahkan banyak yang lebih. Itu artinya terdapat minimal 96 PSK dengan segala aktifitasnya setiap hari. Sekian lama tanah kelopoan menjadi bagian tanah bumi Blambangan yang sedikit terjamah oleh dakwah   amar makruf nahi munkar.

Sejak penutupan lokalisasi pada tahun 2012 yang lalu oleh Bupati Banyuwangi Bapak H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. para penggiat dakwah islam merasa terpanggil untuk mulai mengembangkan dakwah di tanah kelopoan/Mbah Duding dekat stasiun kereta Temuguruh Sempu tersebut . Dan berkat bantuan pemda setempat, berdirilah sebuah mushalla sebagai pusat beribadah dan pengembangan dakwah guna mewarnai lingkungan. "Dukungan pemerintah dan aparat menjadi stamina special untuk selalu percaya diri dan menjadi kekuatan untuk mengambil langkah demi langkah konstruktif!" tutur mujahid dakwah alumni Nurul Jadid Paiton Probolinggo,Ust Imam--demikian panggilan akrab H.Imammudin Hasani,M.Pd.i didampingi istrinya yang telaten wirausaha ragam jajanan dan camilan yang disukai anak-anak.


Seiring dengan berjalannya waktu, dakwah di eks lokalisasi semakin dipertajam dengan sebuah cita-cita suci, yakni berdirinya pesantren yang diharapkan dapat lebih mewarnai dan mengubah bahkan membalik keadaan menjadi lingkungan yang sangat islami dan qur’ani. Akte notaris yayasan pun dibikin.Ada beberapa bidang tanah yang sudah dibebaskan untuk perluasan, menyusul setelah bantuan dari  Bupati AAA berupa mushalla yang diberi nama Baitul Muhajirin yang artinya “rumahnya orang-orang yang hijrah (dari kegelapan)”.

"Alhamdulillah kami juga bisa membeli dan menempati rumah mucikari.Dan mengawali iqro' mengajari anak WTS. Alhamdulillah sejak berdiri, mushalla dapat berfungsi sebagaimana mestinya, untuk shalat 5 waktu bahkan kegiatan mingguan berupa pengajian Umum, bulanan berupa istighasah legian dan khatmil Qur’an. Alhamdulillah, kini sudah berdiri asrama baru untuk santri spesial penghafal al-Qur’an!" tutur keluarga KH Muafik Amir Buma ini yang sudah bisa merangkul parapihak untuk mendukung nurul Islam dan cahaya kitab suci mukjizat Rasulullah bersinar geser budaya molimo.Kini TPQnya sudah ada santriwati 39 dan ada 18 anak usia SMP yang mukim di Musholla sekaligus jadi marbot dan belajar jadi takmir yang memakmurkan rumah Allah.beliau juga ingin TPQnya bergabung ke LPPTKA-BKPRMI agar santrinya berkesempatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI).


 "Mohon motivasi, doa dan dukungannya.Juga kesabaran dan keikhlasan keluarga untuk mujahid mengantarkan yang mau hijrah dan bersih-bersih kampung!" tutur

H.Imamuddin Hasani, M,Pd.I selaku pengasuh kawasan baitul nikmat  dunia  menjadi bahagia dunia akherat seraya juga mengemban  amanah sebagai Kepala SMP Bustanul Makmur di Desa Kembiritan  Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi itu pada media jurnalnews dan walisantri yang silaturahmi ke rumahnya.(Yeti Ch/AWN/WB)

Bentuk Karakter Anak & Cinta Masjid sejak dini, Takmir & Remas Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo Gelar Pesantren Ramadlan 1445 H


Minggu 17/03/24. Beragam cara dilakukan untuk membentuk karakter anak sejak dini termasuk menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Masjid. Seperti dilakukan Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo, yang menggelar Pesantren Ramadan Kilat khusus anak TK Muslimat, TK PGRI, TK Darma Wanita dan SDN ataupun MINU se Desa Curungrejo. Kegiatan semacam ini telah secara rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadlan. Terang Ketua Takmir Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo H.M Iksan



Berbagai lembaga pendidikan mengikuti Pesantren Ramadan yang digelar Masjid terletak di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.


Diantaranya, TK Muslimat NU, TK Dharma Wanita, SDN-01, SDN-02 dan MINU Curungrejo. Pengasuh dan Pendamping Remaja Masjid Jami Baiturrahim Zainal Abidin mengatakan, tujuan diadakannya pesantren kilat Ramadan kali ini adalah membangun karakter anak sejak usia dini agar lebih dekat dan cinta terhadap masjid.



"Masjid sebagai sebuah pusat peradaban Islam masa lalu, masa kini dan masa depan, wajib ditanamkan rasa cinta terhadap anak-anak khususnya pada usia dini," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sama halnya pada Pesantren Ramadan pada umumnya, kegiatan yang dilakukan adalah pemberian bekal maupun materi tentang agama Islam

Selain itu, mereka juga semakin dekat dengan masjid. Kegiatan Pesantren Ramadlan ini dikemas dengan metode yang menarik, seperti main game, quiz dan juga ada puluhan door prise.


Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baiturrahim M Iksan menyampaikan kepada panitia penyelenggara mapun kepada Remas dan IPNU-IPPNU PAC Kepanjen agar lebih banyak lagi mempunyai ide-ide kreatif untuk membuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak di masjid.



"Tujuannya agar keberadaan masjid menjadi semakin syiar dan tercipta calon-calon generasi Islam yang cinta terhadap masjid," sebutnya.


Pihaknya juga menyambut baik dan mendukung penuh berbagai program syiar di Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo, salah satunya adalah kegiatan Pesantren Ramadan ini. (*)

Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur Sampaikan Konsep Moderasi Beragama di Kantor Kemenag Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Mufi Imron Rosyadi memberikan pembinaan kepada Penyuluh Agama Islam di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam PNS, PPPK maupun perwakilan Penyuluh Agama Islam Non PNS, Jumat (15/03/2023) dengan tema “Meningkatkan wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama”. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung Pulau Jawa ini dihuni dengan masyarakat multi etnis, multi budaya dan multi agama, namun mereka dapat hidup berdampingan secara rukun tanpa adanya gesekan yang berarti. 

Penyuluh Agama Islam yang merupakan tokoh masyarakat mempunyai peran penting dalam rangka ikut serta menjaga harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat dengan bahasa agama yang mudah diterima. Menyinggung performa penyuluh, Roni (panggilan Chaironi Hidayat) menyampaikan bahwa penyuluh merupakan cerminan ASN Kementerian Agama. “sosok Penyuluh Agama merupakan tokoh panutan yang menjadi cerminan ASN Kementerian Agama secara keseluruhan” kata Roni. 
Dalam pembinaannya, Mufi Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia memiliki keaneka ragaman yang kompleks, heteroginitas, majemuk dari sisi bahasa, etnis, budaya, agama dan kemajemukan bisa menjadi kekayaan bangsa Indonesia potensi baik jika dikelola dengan baik tetapi bisa menjadi sesuatu yang mengancam disharmoni di masyarakat, jika tidak dikelola dengan baik. Karenanya Kabid Penamas Zawa berpesan agar para penyuluh menjadi garda terdepan pemerintah dalam menjaga harmonisasi dalam hubungan bermasyarakat. “menurut penelitian, - Indeks keagamaan, dari 30 negara bahwa Indonesia penduduk paling religius, Prof. Husen askary, bahwa negara yang paling banyak mengaplikasikan nilai-nilai islam justru bukan negara islam, tapi negara Firlandia, Swedia, Norwegia, Belgia, Indonesia urutan 61, arab saudi urutan 91 dan kuwait urutan 111” katanya.

Mufi juga mengingatkan tentang tugas kementerian Agama yakni Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara, dan untuk tugas penerangan Agama menjadi tanggung jawab para penyuluih yang bukan hanya melakukan penyuluhan secara tatap muka saja, tetapi dapat juga melalui platform digital. “Penyuluhan mampu menembus batas ruang dan waktu dalam waktu cepat, dapat dilakukan tanpa biaya dan energi yang besar, karena pengguna Medsos setiap tahunnya terus bertambah dan dapat diakses di mana aja dan kapan saja” katanya. 

Menyinggung tentang Moderasi beragama, Mufi menyampaikan bahwa Bukan agamanya yang harus dimoderasi, melainkan cara pandang dan sikap umat beragama dalam memahami dan menjalankan agamanya yang harus dimoderasi dan dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. Lebih lanjut Mufi menyampaikan bahwa Moderasi Beragama bukan hal absurd yang tak bisa diukur. Keberhasilan Moderasi Beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama berikut ini serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan.

Kemenag Banyuwangi adakan Tausiyah Usai Sholat Dzuhur Berjamaah

Banyuwangi (Warta Blambangan) Mengawali Ramadhan 1445 H atau 2024 Masehi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi mengadakan berbagai kegiatan keagamaan sebelum pelaksanaan tugas sehari-hari, seperti tadarus Al-Qur’an sebelum pelaksanaan kerja, serta Kultum setelah Sholat Duhur berjamaan.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengikuti tadarus Al-Qur’an bersama ASN pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dihari pertama hari kerja, Rabu (13/03/2024) di Masjid Ar Royan, yang direncanakan setiap hari dibaca 2 juz oleh ASN secara bergiliran. Roni menyampaikan bahwa tadarus ini tetap dilaksanakan secara bergiliran dengan tidak mengabaikan tugas-tugas sehari-hari terutama tugas layanan langsung kepada masyarakat, karenanya pengaturan jadwal harus disesuaikan dengan layanan pada masyarakat. Mengawali tausiyah setelah Sholat Dzuhur berjamaah, Roni membahas tentang ayat kewajiban melaksanakan ibadah berpuasa yang merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam yang bukan hanya untuk ritual Ibadah saja, tetapi mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Dirinya juga menyampaikan agar ASN di bulan Ramadhan ini lebih giat melayani masyarakat dengan mengingat pahala yang akan diraih semakin besar ketika layanan tersebut dilakukan di bulan Ramadhan. “Dalam berpuasa, tidurnya orang beruasa sudah dinilai ibadah, apalagi aktifitasnya dalam layanan masyarakat”, katanya. Kegiatan tadarus dan Kultum setelah sholat Dzuhur berjamaah ini dilakukan secara bergiliran, untuk tadarrus dilakukan setiap seksi sedangkan tausiyah dilakukan secara bergiliran dan diikuti oleh semua ASN Kementerian Agama yang beragama Islam. (Team)

Langit Mendung, Pos Pantau Hilal Alas Purwo Roboh Disapu Angin

Banyuwangi (Warta Blambangan) Tim Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin H. Moh. Jali yang juga dihadiri Tim Pengadilan Agama Banyuwangi, organisasi keagamaan LDII dan Nahdlatul Ulama, para akademisi dari IAI Ibrahimy Genteng, STIB Banyuwangi melalaikan pantau hilal di Alas Purwo Mendung dan angin kencang sempat menerpa Pos Pantau, namun tak menyurutkan Tim untuk melakukan tugasnya meskipun gagal, Ahad (10/03/2024)
Pantauan hilal yang digelar di Pantai Pancur, Desa Kutorejo Kecamatan Tegaldlimo diwarnai angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan tenda pemantau hilal roboh proses pantauan hilal di wilayah yang masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo tersebut dapat diselesaikan.   “Hasilnya ufuk di barat mendung, tidak terlihat hilalnya karena ketinggiannya masih seperempat derajat, 0 derajat 12 menit,” kata H. Moh. Jali Dari Tim BHR Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada media ini Tenda pantau hilal roboh diterjang angin Pantauan hilal yang digelar di Pantai Pancur, Desa Kutorejo Kecamatan Tegaldlimo diwarnai angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan tenda pemantau hilal roboh.  Meski demikian, proses pantauan hilal di wilayah yang masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo tersebut dapat diselesaikan.   “Hasilnya ufuk di barat mendung, tidak terlihat hilalnya karena ketinggiannya masih seperempat derajat, 0 derajat 12 menit,” kata Tm Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Ghufron Mustofa. Dia juga menyampaikan bahwa syarat seharusnya adalah minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat.  “Untuk saat ini elongasinya hanya 2 derajat,” ujar Ghufron. Hasil hilal tersebut lanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi untuk diteruskan ke Kemenag RI untuk bahan sidang isbat awal Ramadhan.  Sementara itu berdasarkan Keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Ramadhan tahun ni jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024.
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger