Pages

Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik : Solusi Pertanian Ramah Lingkungan


 

BANYUWANGI (6/03/2023) - Semangat inovasi dan keberlanjutan menjadi kunci dalam upaya Poktan Sumber Tani Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, dalam menghadapi tantangan kelangkaan pupuk. Pada Selasa (26/3), mereka menggelar pelatihan penting tentang pengolahan pupuk organik dan produksi ECO ENZYME, sebuah langkah progresif yang dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Kepundungan, pengurus, dan anggota Poktan.

Dalam sambutannya, Kades Kepundungan, Baitu Rohim, tidak hanya memberikan apresiasi atas komitmen Poktan Sumber Tani tetapi juga menyuarakan harapan bahwa langkah-langkah seperti ini dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kelangkaan pupuk. "Kami berharap partisipasi Poktan ini akan membawa perubahan positif dalam pertanian lokal," katanya dengan optimis.

 Pemateri pertama, Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup, E. Prasetyo SH, menggugah peserta dengan pemaparan tentang pembuatan pupuk organik cair. Beliau menyoroti manfaat besar dari pupuk organik cair ini, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman buah dan hortikultura tetapi juga merawat kesuburan tanah secara alami.

Sementara itu, pemateri kedua, Ketua ECO ENZYME Nusantara (EEN) di Banyuwangi, Desi Darmawati S.U., memperkenalkan proses pembuatan ECO ENZYME sebagai langkah terobosan dalam pertanian berkelanjutan. Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti bekas buah-buahan dan sayuran, ECO ENZYME menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

"Kami percaya bahwa langkah-langkah kecil seperti ini dapat memiliki dampak besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan," ungkap Desi Darmawati, sambil memberikan penjelasan mendalam tentang proses produksi ECO ENZYME.

Pelatihan ini bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan baru tetapi juga tentang mengilhami perubahan nyata dalam praktik pertanian lokal. Poktan Sumber Tani Kepundungan telah menetapkan tonggak sejarah baru dalam memperjuangkan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (AW)

Menyulap Molimo Menjadi Pesantren Dakwah Al-Qur'an

Banyuwangi ((Warta Blambangan) Mengembangkan dunia dakwah dalam Islam adalah sebuah keniscayaan bagi setiap muslim kapanpun dan dimanapun ia berada. Hal ini sebagai langkah kongkrit secara turun temurun sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai era ulama di zaman milenial ini. Terbukti dalam sejarah peng-Islam-an tanah Jawa oleh wali songo, mereka datang ke bumi nusantara ini dengan satu misi yaitu mengembangkan dakwah Islam dengan melebur dengan masyarakat, memberikan bimbingan-bimbingan keagamaan, yang bermuara pada  amar ma’ruf nahi munkar, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya pesantren demi pesantren sebagai benteng sekaligus basis kekuatan dakwah Islam di negeri ini. Semua ada tantangan dan ada kearifan lokal yang menjadi ruh pesantrennya.


Dengan segenap ketulusan dan keikhlasan yang tinggi dalam berdakwah yang tentunya dengan izin Allah SWT, maka perjuangan wali songo bisa membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, dimana masyarakat Indonesia khususnya di tanah jawa ini, yang semula hidup dengan keyakinan animisme-dinamisme, hindu/budha berhasil tersadarkan menjadi seorang muslim hamba Allah SWT. Alhamdulillah, bahkan pesatnya perkembangan demi perkembangan dari waktu ke waktu, Islam mendominasi di negeri ini, sehingga didalam kancah dunia internasional, Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sebuah kesyukuran yang patut diambil hikmah dan kita teladani.


Di alam Banyuwangi ini, siapa yang tidak kenal dengan lokalisasi Mbah Duding?  Atau sebagian masyarakat lebih akrab menyebut dengan Lokalisasi Kelopoan? Sebuah lokasi Dusun Klontang RT 03/RW 02 Desa Gendoh-Sempu dimana ajang prostitusi dilegalkan, bisnis zina yang sudah menjamur sejak puluhan tahun yang lalu.Budaya maksiat "molimo" seperti madon zina,mabuk miras narkoba dan maling jadi tradisi.

 Menurut data dari sebuah sumber menyebutkan, bahwa lokalisasi ini mulai eksis sejak sebelum tahun 1960-an, yakni sekitar tahun 1955, dan sampai pada tahun 2014 terdapat 24 KK (Kepala Keluarga) dan setiap KK masing-masing ngopeni minimal 4 “ingon-ingon” PSK (Pekerja Seks Komersial) bahkan banyak yang lebih. Itu artinya terdapat minimal 96 PSK dengan segala aktifitasnya setiap hari. Sekian lama tanah kelopoan menjadi bagian tanah bumi Blambangan yang sedikit terjamah oleh dakwah   amar makruf nahi munkar.

Sejak penutupan lokalisasi pada tahun 2012 yang lalu oleh Bupati Banyuwangi Bapak H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. para penggiat dakwah islam merasa terpanggil untuk mulai mengembangkan dakwah di tanah kelopoan/Mbah Duding dekat stasiun kereta Temuguruh Sempu tersebut . Dan berkat bantuan pemda setempat, berdirilah sebuah mushalla sebagai pusat beribadah dan pengembangan dakwah guna mewarnai lingkungan. "Dukungan pemerintah dan aparat menjadi stamina special untuk selalu percaya diri dan menjadi kekuatan untuk mengambil langkah demi langkah konstruktif!" tutur mujahid dakwah alumni Nurul Jadid Paiton Probolinggo,Ust Imam--demikian panggilan akrab H.Imammudin Hasani,M.Pd.i didampingi istrinya yang telaten wirausaha ragam jajanan dan camilan yang disukai anak-anak.


Seiring dengan berjalannya waktu, dakwah di eks lokalisasi semakin dipertajam dengan sebuah cita-cita suci, yakni berdirinya pesantren yang diharapkan dapat lebih mewarnai dan mengubah bahkan membalik keadaan menjadi lingkungan yang sangat islami dan qur’ani. Akte notaris yayasan pun dibikin.Ada beberapa bidang tanah yang sudah dibebaskan untuk perluasan, menyusul setelah bantuan dari  Bupati AAA berupa mushalla yang diberi nama Baitul Muhajirin yang artinya “rumahnya orang-orang yang hijrah (dari kegelapan)”.

"Alhamdulillah kami juga bisa membeli dan menempati rumah mucikari.Dan mengawali iqro' mengajari anak WTS. Alhamdulillah sejak berdiri, mushalla dapat berfungsi sebagaimana mestinya, untuk shalat 5 waktu bahkan kegiatan mingguan berupa pengajian Umum, bulanan berupa istighasah legian dan khatmil Qur’an. Alhamdulillah, kini sudah berdiri asrama baru untuk santri spesial penghafal al-Qur’an!" tutur keluarga KH Muafik Amir Buma ini yang sudah bisa merangkul parapihak untuk mendukung nurul Islam dan cahaya kitab suci mukjizat Rasulullah bersinar geser budaya molimo.Kini TPQnya sudah ada santriwati 39 dan ada 18 anak usia SMP yang mukim di Musholla sekaligus jadi marbot dan belajar jadi takmir yang memakmurkan rumah Allah.beliau juga ingin TPQnya bergabung ke LPPTKA-BKPRMI agar santrinya berkesempatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI).


 "Mohon motivasi, doa dan dukungannya.Juga kesabaran dan keikhlasan keluarga untuk mujahid mengantarkan yang mau hijrah dan bersih-bersih kampung!" tutur

H.Imamuddin Hasani, M,Pd.I selaku pengasuh kawasan baitul nikmat  dunia  menjadi bahagia dunia akherat seraya juga mengemban  amanah sebagai Kepala SMP Bustanul Makmur di Desa Kembiritan  Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi itu pada media jurnalnews dan walisantri yang silaturahmi ke rumahnya.(Yeti Ch/AWN/WB)

Bentuk Karakter Anak & Cinta Masjid sejak dini, Takmir & Remas Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo Gelar Pesantren Ramadlan 1445 H


Minggu 17/03/24. Beragam cara dilakukan untuk membentuk karakter anak sejak dini termasuk menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Masjid. Seperti dilakukan Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo, yang menggelar Pesantren Ramadan Kilat khusus anak TK Muslimat, TK PGRI, TK Darma Wanita dan SDN ataupun MINU se Desa Curungrejo. Kegiatan semacam ini telah secara rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadlan. Terang Ketua Takmir Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo H.M Iksan



Berbagai lembaga pendidikan mengikuti Pesantren Ramadan yang digelar Masjid terletak di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.


Diantaranya, TK Muslimat NU, TK Dharma Wanita, SDN-01, SDN-02 dan MINU Curungrejo. Pengasuh dan Pendamping Remaja Masjid Jami Baiturrahim Zainal Abidin mengatakan, tujuan diadakannya pesantren kilat Ramadan kali ini adalah membangun karakter anak sejak usia dini agar lebih dekat dan cinta terhadap masjid.



"Masjid sebagai sebuah pusat peradaban Islam masa lalu, masa kini dan masa depan, wajib ditanamkan rasa cinta terhadap anak-anak khususnya pada usia dini," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sama halnya pada Pesantren Ramadan pada umumnya, kegiatan yang dilakukan adalah pemberian bekal maupun materi tentang agama Islam

Selain itu, mereka juga semakin dekat dengan masjid. Kegiatan Pesantren Ramadlan ini dikemas dengan metode yang menarik, seperti main game, quiz dan juga ada puluhan door prise.


Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baiturrahim M Iksan menyampaikan kepada panitia penyelenggara mapun kepada Remas dan IPNU-IPPNU PAC Kepanjen agar lebih banyak lagi mempunyai ide-ide kreatif untuk membuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak di masjid.



"Tujuannya agar keberadaan masjid menjadi semakin syiar dan tercipta calon-calon generasi Islam yang cinta terhadap masjid," sebutnya.


Pihaknya juga menyambut baik dan mendukung penuh berbagai program syiar di Masjid Jamik Baiturrahim Curungrejo, salah satunya adalah kegiatan Pesantren Ramadan ini. (*)

Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur Sampaikan Konsep Moderasi Beragama di Kantor Kemenag Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Mufi Imron Rosyadi memberikan pembinaan kepada Penyuluh Agama Islam di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam PNS, PPPK maupun perwakilan Penyuluh Agama Islam Non PNS, Jumat (15/03/2023) dengan tema “Meningkatkan wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama”. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung Pulau Jawa ini dihuni dengan masyarakat multi etnis, multi budaya dan multi agama, namun mereka dapat hidup berdampingan secara rukun tanpa adanya gesekan yang berarti. 

Penyuluh Agama Islam yang merupakan tokoh masyarakat mempunyai peran penting dalam rangka ikut serta menjaga harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat dengan bahasa agama yang mudah diterima. Menyinggung performa penyuluh, Roni (panggilan Chaironi Hidayat) menyampaikan bahwa penyuluh merupakan cerminan ASN Kementerian Agama. “sosok Penyuluh Agama merupakan tokoh panutan yang menjadi cerminan ASN Kementerian Agama secara keseluruhan” kata Roni. 
Dalam pembinaannya, Mufi Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia memiliki keaneka ragaman yang kompleks, heteroginitas, majemuk dari sisi bahasa, etnis, budaya, agama dan kemajemukan bisa menjadi kekayaan bangsa Indonesia potensi baik jika dikelola dengan baik tetapi bisa menjadi sesuatu yang mengancam disharmoni di masyarakat, jika tidak dikelola dengan baik. Karenanya Kabid Penamas Zawa berpesan agar para penyuluh menjadi garda terdepan pemerintah dalam menjaga harmonisasi dalam hubungan bermasyarakat. “menurut penelitian, - Indeks keagamaan, dari 30 negara bahwa Indonesia penduduk paling religius, Prof. Husen askary, bahwa negara yang paling banyak mengaplikasikan nilai-nilai islam justru bukan negara islam, tapi negara Firlandia, Swedia, Norwegia, Belgia, Indonesia urutan 61, arab saudi urutan 91 dan kuwait urutan 111” katanya.

Mufi juga mengingatkan tentang tugas kementerian Agama yakni Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara, dan untuk tugas penerangan Agama menjadi tanggung jawab para penyuluih yang bukan hanya melakukan penyuluhan secara tatap muka saja, tetapi dapat juga melalui platform digital. “Penyuluhan mampu menembus batas ruang dan waktu dalam waktu cepat, dapat dilakukan tanpa biaya dan energi yang besar, karena pengguna Medsos setiap tahunnya terus bertambah dan dapat diakses di mana aja dan kapan saja” katanya. 

Menyinggung tentang Moderasi beragama, Mufi menyampaikan bahwa Bukan agamanya yang harus dimoderasi, melainkan cara pandang dan sikap umat beragama dalam memahami dan menjalankan agamanya yang harus dimoderasi dan dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. Lebih lanjut Mufi menyampaikan bahwa Moderasi Beragama bukan hal absurd yang tak bisa diukur. Keberhasilan Moderasi Beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama berikut ini serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan.

Kemenag Banyuwangi adakan Tausiyah Usai Sholat Dzuhur Berjamaah

Banyuwangi (Warta Blambangan) Mengawali Ramadhan 1445 H atau 2024 Masehi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi mengadakan berbagai kegiatan keagamaan sebelum pelaksanaan tugas sehari-hari, seperti tadarus Al-Qur’an sebelum pelaksanaan kerja, serta Kultum setelah Sholat Duhur berjamaan.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengikuti tadarus Al-Qur’an bersama ASN pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dihari pertama hari kerja, Rabu (13/03/2024) di Masjid Ar Royan, yang direncanakan setiap hari dibaca 2 juz oleh ASN secara bergiliran. Roni menyampaikan bahwa tadarus ini tetap dilaksanakan secara bergiliran dengan tidak mengabaikan tugas-tugas sehari-hari terutama tugas layanan langsung kepada masyarakat, karenanya pengaturan jadwal harus disesuaikan dengan layanan pada masyarakat. Mengawali tausiyah setelah Sholat Dzuhur berjamaah, Roni membahas tentang ayat kewajiban melaksanakan ibadah berpuasa yang merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam yang bukan hanya untuk ritual Ibadah saja, tetapi mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Dirinya juga menyampaikan agar ASN di bulan Ramadhan ini lebih giat melayani masyarakat dengan mengingat pahala yang akan diraih semakin besar ketika layanan tersebut dilakukan di bulan Ramadhan. “Dalam berpuasa, tidurnya orang beruasa sudah dinilai ibadah, apalagi aktifitasnya dalam layanan masyarakat”, katanya. Kegiatan tadarus dan Kultum setelah sholat Dzuhur berjamaah ini dilakukan secara bergiliran, untuk tadarrus dilakukan setiap seksi sedangkan tausiyah dilakukan secara bergiliran dan diikuti oleh semua ASN Kementerian Agama yang beragama Islam. (Team)

Langit Mendung, Pos Pantau Hilal Alas Purwo Roboh Disapu Angin

Banyuwangi (Warta Blambangan) Tim Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin H. Moh. Jali yang juga dihadiri Tim Pengadilan Agama Banyuwangi, organisasi keagamaan LDII dan Nahdlatul Ulama, para akademisi dari IAI Ibrahimy Genteng, STIB Banyuwangi melalaikan pantau hilal di Alas Purwo Mendung dan angin kencang sempat menerpa Pos Pantau, namun tak menyurutkan Tim untuk melakukan tugasnya meskipun gagal, Ahad (10/03/2024)
Pantauan hilal yang digelar di Pantai Pancur, Desa Kutorejo Kecamatan Tegaldlimo diwarnai angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan tenda pemantau hilal roboh proses pantauan hilal di wilayah yang masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo tersebut dapat diselesaikan.   “Hasilnya ufuk di barat mendung, tidak terlihat hilalnya karena ketinggiannya masih seperempat derajat, 0 derajat 12 menit,” kata H. Moh. Jali Dari Tim BHR Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada media ini Tenda pantau hilal roboh diterjang angin Pantauan hilal yang digelar di Pantai Pancur, Desa Kutorejo Kecamatan Tegaldlimo diwarnai angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan tenda pemantau hilal roboh.  Meski demikian, proses pantauan hilal di wilayah yang masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo tersebut dapat diselesaikan.   “Hasilnya ufuk di barat mendung, tidak terlihat hilalnya karena ketinggiannya masih seperempat derajat, 0 derajat 12 menit,” kata Tm Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Ghufron Mustofa. Dia juga menyampaikan bahwa syarat seharusnya adalah minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat.  “Untuk saat ini elongasinya hanya 2 derajat,” ujar Ghufron. Hasil hilal tersebut lanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi untuk diteruskan ke Kemenag RI untuk bahan sidang isbat awal Ramadhan.  Sementara itu berdasarkan Keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Ramadhan tahun ni jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

Adapun 134 titik rukyatul hilal sebagai berikut:

Kemenag Umumkan 134 Lokasi Rukyatul Hilal di Seluruh Indonesia Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan tempat untuk Rukyatul Hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia sebagai penunjuk awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Jadwal Sidang Isbat tersebut adalah pada hari Ahad, 10 Maret 2024 dimulai pukul 17.00 WIB di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama. Mulanya Kemenag akan memaparkan posisi hilal awal Ramadan 1445 Hijriah berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI, dimulai pukul 17.00 WIB. Selanjutnya Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 Hijriah yang akan digelar secara tertutup setelah salat Magrib. Sidang ini akan menggunakan data hisab dan juga hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Kemenag di 134 lokasi di seluruh Indonesia. Konferensi pers hasil Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 Hijriah yang akan disiarkan melalui media sosial Kemenag RI. Untuk memantau secara langsung mengakses tautan live streaming melalui Channel YouTube Bimas Islam, Channel YouTube Kemenag RI, media sosial Bimas Islam, Kemenag RI, dan NU Online. Dengan demikian, diharapkan hasil dari sidang isbat ini akan memberikan kejelasan dalam menentukan awal Ramadan 1445 Hijriah dan awal puasa Ramadan 2024 bagi umat Islam di Indonesia. Berikut daftar lengkap 134 lokasi titik Aceh 1. Obs. Tgk Chik Kuta Karang 2. Tugu 0 Km Kota Sabang 3. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe 4. Pantai Lhok Geulumpang 5. POB Suak Geudeubang 6. Pantai Nancala Teupah Barat Simeulue Sumatera Utara 7. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No. 30 Medan. 8. Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Panglima Denai Medan 9. Gedung Kebudayaan Sumatera Barat 10. Puncak Langkisau Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan 11. Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto 12. Bukit Langkuik Kecamatan Bonjol 13. Puncak Gunung Medan 14. Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat di Padang Tujuh 15. Puncak Dama Kel.Kampung Jawa Kota Solok 16. Taeh Bukik 17. Bukik Ampangan 18. Kubu Jawi 19. BPTU Padang Mengatas Nagari Mungo 20. Pantai Gandoriah Kota Pariaman 21. Kantor Kemenag Kabupaten Solok Selatan 22. Jorong Sikaladi Nagari Pariangan 23. Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Cubadak 24. Bukit Sipora Jaya 25. Balkon, Rocy Hotel Bukittinggi 26. Puncak Lawang Kecamatan. Matur Kabupaten Agam 27. Sitinjau Laut, Jalan Raya Solok-Padang 28. Pantai Tiram Kecamatan Ulakan Tapakis 29. Puncak Nganang Kecamatan Luhak Riau 30. Pantai Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis Kepulauan Riau 31. Pantai Tanjung Setumu Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan tempat untuk Rukyatul Hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia sebagai penunjuk awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Jadwal Sidang Isbat tersebut adalah pada hari Ahad, 10 Maret 2024 dimulai pukul 17.00 WIB di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama. Mulanya Kemenag akan memaparkan posisi hilal awal Ramadan 1445 Hijriah berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI, dimulai pukul 17.00 WIB. Berikut daftar lengkap 134 lokasi titik pemantauan hilal awal Ramadan 1445 H atau 2024 M di seluruh Indonesia: Aceh 1. Obs. Tgk Chik Kuta Karang 2. Tugu 0 Km Kota Sabang 3. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe 4. Pantai Lhok Geulumpang 5. POB Suak Geudeubang 6. Pantai Nancala Teupah Barat Simeulue Sumatera Utara 7. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No. 30 Medan. 8. Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Panglima Denai Medan 9. Gedung Kebudayaan Sumatera Barat 10. Puncak Langkisau Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan 11. Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto 12. Bukit Langkuik Kecamatan Bonjol 13. Puncak Gunung Medan 14. Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat di Padang Tujuh 15. Puncak Dama Kel.Kampung Jawa Kota Solok 16. Taeh Bukik 17. Bukik Ampangan 18. Kubu Jawi 19. BPTU Padang Mengatas Nagari Mungo 20. Pantai Gandoriah Kota Pariaman 21. Kantor Kemenag Kabupaten Solok Selatan 22. Jorong Sikaladi Nagari Pariangan 23. Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Cubadak 24. Bukit Sipora Jaya 25. Balkon, Rocy Hotel Bukittinggi 26. Puncak Lawang Kecamatan. Matur Kabupaten Agam 27. Sitinjau Laut, Jalan Raya Solok-Padang 28. Pantai Tiram Kecamatan Ulakan Tapakis 29. Puncak Nganang Kecamatan Luhak Riau 30. Pantai Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis ADVERTISEMENT BY ANYMIND Kepulauan Riau 31. Pantai Tanjung Setumu Jambi 32. Rooftop MTs N 2 Model Kota Jambi, Jambi 33. Hotel The Aryaduta Palembang ADVERTISEMENT BY ANYMIND Bangka Belitung 34. Pantai Tanjung Raya Penagan Bangka 35. Pantai Tanjung Kalian Muntok Bangka Barat 36. Pantai Tanjung Pendam Belitung Bengkulu 37. Mess Pemda lantai 3 (tiga) Provinsi Bengkulu. Jalan Pasar Pantai Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Lampung 38. POB Bukit Gelumpai Pantai Canti Kalianda Lampung Selatan 39. Kampus ITERA, Jati Agung, Lampung Selatan 40. Pantai Labuhan Jukung, Krui, Pesisir Barat DKI Jakarta 41. Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta 42. Masjid Hasim Asyari Jakarta Barat 43. Pondok Pesantren Hidayatullah Basmol Jakarta Barat 44. Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Jawa Barat 45. Pantai Pasirlasih, Kabupaten Pangandaran 46. Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya 47. Pantai Pondok Bali, Kabupaten Subang 48. Imah Noong, Kabupaten Bandung Barat 49. Albiruni (UNISBA) 50. Pantai Baro Gebang, Kabupaten Cirebon 51. POB Cibeas, Kabupaten Sukabumi 52. Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat 53. Tower Observatory Hilal Manalusu Cikelet, Kabupaten Garut 54. POB Gunung Putri Sukamanah, Kota Banjar 55. SMA Astha Hannas, Kabupaten Subang Banten 56. Pantai Anyer 57. UIN SMHB Serang 58. Komplek Mercusuar Cikoneng, Anyer Jawa Tengah 59. Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang 60. BOP Watu Layar Binangun, Kecamatan Lasem 61. Pantai Jetis, Kecamatan Grabag 62. Pantai Ujungnegoro, Kandeman 63. Pantai Padelan, Kecamatan Ayah 64. Rooftop Hotel Aston Cilacap 65. pantai Kartini, Kecamatan Jepara 66. Menara Masjid Agung Nurul Kalam 67. Pantai Alam Indah 68. Ma'had Aly TBS Kudus 69. Pelabuhan Tanjung Kendal 70. Bukit Sukobubuk, Kecamatan Margorejo 71. Menara Pandang, Purwokerto Barat 72. Pantai Wisata Dewi Mangrove Sari 73. POB PPMI Assalaam Pabelan, Kecamatan Kartasura 74. UIN KH. Abdurrahman Wahid Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 75. POB Syekh Bela Belu Parangtritis Yogyakarta 76. Markaz JAC Depok Sleman 77. Bukit Brambang Patuk Gunungkidul 78. Lantai 3 Bandara YIA Jawa Timur 79. Masjid Al Hikmah Puger 80. Pantai Srau Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan 81. POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang 82. Pantai Wotgalih Kec. Yosowilangun Kabupaten Lumajang 83. Pantai Gebang Bangkalan 84. Pelabuhan Taddan Sampang 85. Pantai Pancor 86. Pantai Plengkung 87. Gumuk Klasi Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, Alamat: Krampyangan 88. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67127 89. Lantai 3 Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso 90. MAN. 3 Kediri Kandangan Kediri 91. Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo Kandangan 92. Bukit Banjarsari Wonotirto Kabupaten Blitar 93. Observatorium Jokotole IAIN Madura (Pamekasan) 94. Gunung Sekekep Pulung 95. Ibnu Syatir PP Al-Islam Joresan 96. Watoe Dhakon Observatory Fakultas Syariah IAIN Ponorogo 97. Observatoruim Darul Huda Mayak Ponorogo 98. Lereng Gunung Pandan Ds. Tulung Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun 99. Ds. Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun 100. Pantai Tanjung Kodok Lamongan 101. Bukit Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro 102. Bukit Condro Dipo Kebomas Gresik 103. Pelataran Command Center lt 9 Kominfo Gedung Pemkab Malang. 104. Pantai Taneros Kec. Ambunten Kabupaten Sumenep 105. Menara Rukyatul Hilal Desa Banyururip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Kalimantan Barat 106. Pantai Indah Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Tengah 107. Menara Masjid Raya Darussalam Palangkaraya 108. Lantai atas Aquarius Boutique Hotel 109. Pantai Teluk Bogam Kabupaten Kotawaringin Barat 110. Pelabuhan Segintung Kabupaten Seruyan Kalimantan Timur 111. Puncak/Lantai Atas Hotel Plaza Mulia Kalimantan Selatan 112. Zury Expres Hotel, Banjarmasin Kalimantan Utara 113. Taman Berlabuh Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara Bali 114. Pantai Patra Jasa Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Nusa Tenggara Barat (NTB) 115. Pantai Loang Baloq Ampenan Mataram Nusa Tenggara Timur (NTT) 116. Rooftop Gedung Pelayanan BMKG NTT Sulawesi Selatan 117. Rooftop Mall GTC Makassar 118. Appabatu Desa Parak, Kecamatan Bontomanai Sulawesi Barat 119. Tanjung Mercusuar Sumare, Simboro Kabupaten Mamuju Sulawesi Tenggara 120. Pantai Bahari Kecamatan Tanggetada Sulawesi Utara 121. Area Parkir Apartemen MTC Mega Mas Manado Gorontalo 122. Pantai Desa Botu Barani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten. Bone Bolango, Gorontalo Sulawesi Tengah 123. Desa Marana Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala 124. Desa Lamo, Kecamatan Pagimana Maluku 125. Karang Panjang, Kota Ambon 126. Desa Latulahat, Kota Ambon 127. Desa Wakasihu, Maluku Tengah 128. Hotel Tirta Kencana Jl. Raya Amahusu No.1, Kota Ambon Maluku Utara 129. Pantai Ropu Tengah Balu, Kecamatan Sahu Kabupaten​​​​​​​ Halmahera Barat 130. Pantai Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate Papua 131. Pantai Lampu Satu Merauke Papua Barat 132. Pantai Masni SP 7 Kabupaten Manokwari 133. Hotel Waigo, Jl.Yos Sudarso, Kota Sorong 134. Kampus STAI Al Mahdi Jl. Sam Ratulangi Kabupaten Fakfak, .
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger