Pages

Pemetaan Susulan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan

Lima orang penyuluh Agama Islam non PNS Kabupaten Banyuwangi mengikuti Pemetaan Susulan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan di ruang Meeting Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kamis (03/11/2022).



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin melalui Kasi Bimas Islam H. Mastur menyampaikan bahwa Pemetaan ini sangat penting dilakukan untuk penyuluh Agama Islam.
"Peserta Pemetaan adalah mereka yang berhalangan ketika pelaksanaan pemetaan dua hari sebelumnya" ungkapnya.

Salah satu peserta dari KUA Kecamatan Glagah Aisyah menyampaikan bahwa dirinya berhalangan mengikuti pemetaan karena jatuh dan terkilir.
"Alhamdulillah sudah baikan dan dapat mengikuti pemetaan susulan meskipun harus diantar" ungkapnya.

Salah satu petugas lokasi dari seksi Bimas Islam Syafaat menyampaikan bahwa sebagaimana juknis yang diatur dalam kepdirjen Bimas Islam nomor 889 tahun 2022,  bahwa pengambilan data online serentak se Indonesia tanggal 1 November 2022, sedangkan susulan dilakukan tanggal 3 November 2022.

Analisa Hasil Pelaksanaan Pemetaan akan dilaksanakan tanggal 4 sampai dengan 6 November 2022.
"Kita tunggu saja hasilnya dan saya yakin tidak ada yang mengecewakan" ungkapnya.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa dari 200 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam non PNS, 8 diantaranya belum keluar SK penyuluhnya. (syaf)

Lentera Sastra dalam Liga Puisi Banyuwangi

Babak Penyisihan di hari kedua Liga Puisi yang membacakan karya Syamsudin Adlawi. menampilkan beberapa peserta dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Rabu (02/10/2022) di aula Ghra Pena Jalan Brawijaya Banyuwangi.

Ketua Lentera Sastra Syafaat yang menggunakan Nomor Dada 77 juga tampil dalam Liga Puisi tersebut dalam Katagori guru. ASN pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam tersebut membacakan Puisi dengan judul Darah Suci Bunda Sri Tanjung.

“keikut sertaan saya untuk memberikan motivasi kepada rekan-rekan untuk membaca puisi” ungkapnya.

Kepala MTsN 10 Banyuwangi Sugeng Maryono dan Kepala MTsN 11 Banyuwangi Sri Endah Zulaikhatul Kharimah turut serta di hari kedua babak penyisihan. Sugeng berlatih secara khusus untuk mengikuti ajang ini, kehadirannya untuk memberi motivasi kepada guru dan siswa untuk membaca puisi. Selain kedua kepala MTsN tersebut beberapa madrasah juga mendaftarkan para guru untuk mengikutinya, seperti Eva Soleha dan Erika Yuriana dari MTsN 10 Banyuwangi,  Ainun Nihaya Iswoyo, MTsN 3 Banyuwangi, Inganah MTsN 7 Banyuwangi dan Faiz Abadi dari MTsN 1 Banyuwangi.

Pada babak penyisihan sehari sebelumnya, Nuhbatul Fakhiroh Maulidia dari MTsN 1 Banyuwangi dan Endang Mustikowati dari MTsN 12 Banyuwangi juga tampil sebagai peserta.


Ketua Lentera Sastra menyampaikan bahwa keikutsertaan para guru madrasah tersebut sangat bagus sebagai motivasi bagi siswa untuk mengembangkan seni membaca puisi.

“dalam pembelajaran membaca puisi, praktik sangat penting dan sebaiknya pelatih bisa memberikan contoh membaca puisi yang baik” ungkap Syafaat.

Juri dari Liga Puisi tersebut satu orang dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, sedang dua lainnya Yakni Fatah Yasin Nor dan Iqbal Baraas dari DKB (Dewan Kesenian Belambangan).

Dari peserta dari Kementerian Agama tersebut, Faiz Abadi dari MTsN 1 Banyuwangi berlaga dalam Grand Final (10 besar) yang akan berlaga pada tanggal 3 November 2022. (syaf)

YPSM Bhakti Nagari Gelar Seminar Santri dan Pemuda Tangguh Perangi Narkoba

BANYUWANGI - Memaknai Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda serta menghadapi sikon darurat narkoba, Yayasan Pendidikan dan Sosial Masyarakat (YPSM) Bhakti Nagari menggelar Seminar Santri dan Pemuda Tangguh dalam Memerangi Narkoba. Kegiatan tersebut diikuti 75 peserta dari unsur perwakilan Ormas Pemuda, Mahasiswa dan Santri bertempat di Cawan View Resto Glagah, Sabtu (29/10/22). Hadir sebagai narasumber utama, Dosen Universitas Jember Irma Prasetyawati,SKM,M.Kes.



Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, HM. Basir Khodim, S.Ag yang membuka acara seminar diawali berbagi ke janda dhuafa dan yatim piatu itu berharap peserta yang telah mendapatkan ilmu seluk beluk narkoba bisa menjadi duta sebagai penyuluh di komunitasnya untuk mencegah penyalahgunaan napza. 


Mengingat sikon darurat narkoba, lanjut Basir, maka perlu kader untuk menjadi pelopor pemberantasan dan pencegahan narkoba. "Kami berharap aparat penegak hukum dan kepala sekolah senantiasa peka dengan sikon ini untuk menyelamatkan generasi muda sekaligus menyelamatkan masa depan bangsa," ujar politisi Fraksi PPP alumni Ponpes Salafuliyah Sukorejo-Asembagus ini seraya bercerita saat kunker, reses maupun sidak. 


Untuk itu, Basir mendukung Kanit Binmas Polsek Glagah Aiptu Joko Wiyanto yang rutin razia  ke sekolah koordinasi dengan guru BK dan sudah menangkap pengedar pil trex dikalangan pelajar yang suka rokok dan miras.


Pembina YPSM Bhakti Nagari Nurohma Arifianto, S.Sos seraya lembaganya giat di pojok baca dan pembentukan karakter bangsa, berharap acara seminar tersebut bisa menjadi motivasi dan momentum buat santri serta pemuda yang sehat, mandiri, tanggungjawab,  serta berakhlakul karimah. "Kami ikhtiar jadi mitra lembaga pencegahan penyalahgunaan narkotika dan instansi terkait untuk bisa berperan dalam penanggulangan bencana narkoba dengan pendekatan religius nasionalisme," ungkap pria staf Bappeda ini pada acara yang juga dihadiri sekcam dan perwakilan MUI serta generasi penerus NU, Muhammadiyah seta mahasiswi yang sedang KKN.


Sementara itu, pemateri yang sedang menyelesaikan doktornya di UNS ini berharap tiap keluarga bisa mendeteksi dini akan bahaya narkoba yang berakibat nama baik hancur dan biaya tinggi dalam upaya lepas dari kecanduannya. Dia meminta jangan menghakimi maupun menjauhi yang sudah terpapar. "Ada lembaga yang menangani rehabilitasi serta hendaknya kian menumbuhkan kasih sayang. Harapannya juga hukuman buat pengedar dan bandar apalagi pelakunya oknum aparat, hukuman sesuai regulasi ditegakkan yang setimpal," harapnya.


Selain itu, lanjut Irma, dia berharap agar bisa mewarnai kehidupan mereka yang terjerumus dengan jati diri yang kuat. "Jangan malah katut dengan bujuk rayu jebakan dan mimpi semu yang ditawarkan !," tambah perempuan Ketua PC Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Jember ini yang ikut  gabung ke komunitas HIV/AIDS sembari mengingatkan ada aplikasi yang gampang masuk ke dunia LGBT ini.



Dalam seminar yang dimoderatori Slamet Mukhlisin tersebut, narasumber yang mengajar epidemilogi FKM Unej itu juga membagikan link pretest sehat dan narkoba. (Aguk/YC/JN)

Festival Sastra Banyuwangi Mewarnai Bulan Bahasa 2022

Aula Dinas Pendidikan  Kabupaten  Banyuwangi dipenuhi dengan 200 pelajar SMP se-Kabupaten Banyuwangi pada jumat 28 Oktober 2022. Mengawali pekan sastra peringatan bulan bahasa, Dispendik Banyuwangi mengadakan Festival sastra yang digelar sampai puncaknya tanggal 5 November 2022.


Kepala Dispendik Kabupaten Banyuwamgi Dalam sambutannya yang disampaikan Kabid SMP Dr. Alfian menyampaikan bahwa " Potensi menulis peserta didik harus terus digali, dilatih, di apresiasi  sekaligus baik dalam bentuk ulasan, dilombakan atau nantinya akan dicetak menjadi sebuah buku!" ucap Dr.Alfian yang didampingi  Kasie Peningkatan Mutu SMP, Didik Eko Wahyudi,M.Pd.Juga hadir Ketua DKB Drs.Hasan Basri,M.Pd.I serta Pembina Sanggar Merah Putih'45 dan Komunitas Tetesan Pena'45 Bung Aguk Darsono.



Ketua penyelenggara yang sekaligus ketua MGMP Bahasa Indonesia jenjang SMP, H.Mujiono,S.Pd menyampaikan bahwa  penyelenggaraan pelatihan yang sudah beberapa kali dilakukan dan diberi rencana tindak lanjut dalam bentuk lomba, ternyata sangat efektif dalam merangsang bakat minat siswa dalam berliterasi secara umum  dan khususnya menulis hingga cetak buku.

Fasilitator dalam kegiatan tersebut yakni Bapak K.H. D.  Zawawi Imron sang penyair *clurit emas*. Dalam paparannya, beliau yang  bermukim di Batang-batang Sumenep
menceritakan proses menulis puisi. Pada dasarnya kekuatan indra baik itu rasa, penglihatan, pendengaran, sentuhan dan penciuman terhadap kondisi alam lingkungan, akan mempertajam institusi seorang penulis yang mengabadikan deskripsi indranya menjadi tulisan.
"Tulisan ini selanjutnya dibaca ulang,kontemplasi perenungan parafrase dalam kalimat dan jadi diperindah, dibaca lagi, diadaptasi lagi, direnungkan ulang. Maka akan  menghasilkan puisi yang indah dan luar biasa." Beliau mencontohkan Pada tahun 1964-1967 beliau menulis sebuah puisi berjudul Desaku dan Ibu di Prejengan Rogojampi yang menuai penghargaan nasional dan internasional Dan ternyata di tahun 2013, ketika ada terbitan buku K13 Bahasa Indonesia kelas X, puisi tersebut dimasukkan dalam buku teks pembelajaran tersebut. "Maka, menulislah,...menulislah dan terus menulis." Ucapnya.

Beliau memberikan motivasi kepada siswa siswi tersebut. Walhasil, antusiasme mereka tergelitik untuk menanyakan proses menulis.
Acara tersebut yang  didahului oleh penampilan musikalisasi puisi  "Tembang Kawah Ijen" gubahan Yeti Chotimah yang ditampilkan oleh siswi SMPN 3 Rogojampi, menjadi bagian dari pembahasan oleh Zawawi pada bagaimana proses berlatih menulis puisi dan membaca dengan hati.
Serangkaian pelatihan menulis puisi, dilanjut dengan penulisan cetpen tiga paragraf atau yang disebut pentigraf.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 - 15.00 ini masih merupakan awal festival, nanti akan dirangkai untuk mengetahui daya serap peserta, peserta akan diminta untuk menulis puisi dan pentigraf yang puncaknya  tanggal 5 November 2022 akan digelar pameran buku karya siswa dan guru di rumah kreatif  Kabupaten Banyuwangi sekaligus penampilan seni dan pengumuan pemenang lomba.

QKH.D.Dzawawi Imron yang merupakan penyair Asia dengan segudang penghargaan, memberikan kejutan untuk Kabid SMP yang mantan Kepala SMP Bustanul Makmur Genteng ini. Beliau memberikan sebuah lukisan realis gambar dari wajah. "Surprise untuk saya, dan saya sangat merasa bahagia  mendapatkan lukisan  langsung dari sang maestro!" ucap  Alfian sambil menunjukkan lukisan tersebut seraya ajak kyai puitis ini menikmati ikan bakar kakap merah dan putihan.(Yeti Ch/Aguk/JN)

Bedah Buku Banyuwangi Memanggil dengan Puisi

Penyair Asean D. Zawawi Imron hadir dalam acara Bedah Buku Banyuwangi Memanggil dengan Puisi yang ditulis 85 Penyair Kabupaten Banyuwangi di auditorium Untag Banyuwangi, Jumat (28/10/2022). 



Yang menarik dari para penyair tersebut 4 orang berasal dari lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, masing-masing adalah Syafaat, Nurul Ludfia Rochmah, Faiz Abadi dan Nur Khofifah  yang kesemuanya merupakan anggota Komunitas Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama). 


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Moh. Amak Burhanudin memberikan apresiasi terhadap para penulis dari Kementerian Agama. 


D. Zawawi Imron yang lama bermukim di Banyuwangi tersebut menyampaikan bahwa para penyair Banyuwangi mempunyai potensi yang luar biasa.

Bedah buku yang dipandu Syamsudin Adlawi, Direktur Radar Banyuwangi tersebut juga didampingi Iqbal Baraas, Penyair Banyuwangi yang berdomisili di Kota Genteng. 



D. Zawawi Imron yang dikenal dalam sajak Celurit Emas menyampaikan bahwa kita butuh hati yang bersih yang akan terlihat dari karya Puisi.

"uraian yang disampaikan Iqbal sudah cukup mewakili" ungkapnya.

Lebih lanjut penulis yang banyak mendapatkan penghargaan tingkat Internasional tersebut menyampaikan bahwa Banyuwangi sangat kaya akan budaya dan keindahan alamnya.

"Saya pada tahun 1967 telah menulis tentang keindahan alam Banyuwangi" ungkapnya 

Lebih lanjut Sang Celurit Emas berpesan agar kita tidak melupakan asal diri kita.

"kita semua mempunyai pahlawan dari diri kita yakni Ibu kita sendiri yang tak pernah dapat tergantikan" ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa Komunitas yang dipimpinnya akan terus mengabarkan semangat menulis dilimgkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi baik untuk ASN maupun bagi siswa.

"Saat ini juga ada pengumpulan puisi Khasanah Budaya Banyuwangi yang ajan dipilih 77 Penyair terbaik yang dapat diikuti oleh penulis Kementerian Agama" ungkapnya. 


Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa dirinya ditunjuk sebagai  Koordinasi Obor Sastra Indonesia yang melaksanakan kegiatan tersebut. (syaf)

Kepala Kemenag Kab. Banyuwangi Serahkan 77 Buku Nikah Hasil Isbat Nikah Terpadu


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Moh. Amak Burhanudin, S.Ag., M.Pd.I  menyerahkan Buku Nikah (Kutipan Akta Nikah) dalam program Isbat Nikah Terpadu yang dilaksanakan bersama Pengadilan Agama Banyuwangi, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi di Kantor MWC-NU Kecamatan Rogojampi, Jumat (28/120/2022). Acara tersebut selain dihadiri Bupati Banyuwangi, PC-NU Banyuwangi, para peserta Isbat Nikah, Juga Kepala KUA Kecamatan yang mewilayahi peserta dan pengurus Fatayat NU di Kabupaten Banyuwangi.

“Buku Nikah yang diterbitkan KUA Kecamatan dilengkapi dengan Barcode untuk mengetahui keasliannya, dan dapat di unduh Kartu Nikah digital” ungkap Amak.

Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi Drs. H. Muhammad Alirido, M. HES menyampaikan bahwa tidak semua pengajuan Isbat Nikah dapat dikabulkan, yang dapat dikabulkan adalah yang sesuai dengan ketentuang perundang-undangan yang berlaku.


Dalam Isbat Nikah terpadu yang difasilitasi oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Banyuwangi tersebut dibagi dalam dua tahap, Tahap pertama di Kecamatan Glenmore yang diikuti oleh 54 pasang, dan yang dikabulkan ada 50 pasang, sedangkan Tahan kedua hari ini dari 28 pasang yang dikabulkan 27 pasang.

“Kita sudah menyelesi awal bagi yang mengajukan Isbat yang difasilitasi PC-Fatayat NU Kabupaten Banyuwangi, yang menurut kita tidak sesuai dengan ketentuan tidak kita uruskan, ternyata masih ada yang tidak lolos waktu sidang” ungkap Mariyana, Keua PC- Fatayat NU.


Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa bagi mereka yang pernikahannya tidak memenuhi persyaratan yang berlaku, maka disarankan untuk melaksanakan pernikahan di KUA Kecamatan masing-masing dengan akas nikah baru.


Dalam kesempatan tersebut Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani menyerahkan produk administrasi kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP Terbaru yang didasarkan pada Bukti Buku Nikah yang diserahkan.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan layanan terbaik dan tercepat bagi masyarakat, salah satunya adalah Isbat Nikah terpadu yang produk ahirnya adalah perubahan data kependudukan.” ungkapnya.

Dalam sambutannya Ipuk menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara terpadu melaksanakan Isbat Nikah ini, terutama kepada PC-Fatayat NU Kabupaten Banyuwangi yang saat ini memfasilitasi pelaksanaan Isbat Nikah Terpadu.


Sementara itu Syafaat dari Serksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa koordinasi terkait data kependudukan akan terus dilakukan, dan sebagaimana disampaikan Ketua Fatayat NU dalam sambutannya bahwa kedepan akan dilakukan “Ngunduh Mandu Gedhen” dalam bentuk Nikah masal.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa Isbat Nikah masal ini merupakan solusi bagi mereka yang karena kondisi tertentu tidak melaksanakan pernikahan dibawah pengawasan KUA Kecamatan.

“Kedepan semoga masyarakat semakin patuh untuk melangsungkan pernikahan dibawah pengawasan Pegawai Pencacat Nikah, sehingga semakin tertib administrasinya,” ungkapnya.



Yang Istimewa adalah kado dari KH. Ali Maki Zaini, Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama Banyuwangi yang memberikan Kado berupa Telur dan Madu dari Alas Purwo kepada 77 pasangan yang mengikuti Isbat Nikah.

“Semoga para pasangan tetap mempunyai gairah seperti mempelai baru setelah menerima Buku Nikah!” ungkapnya. (syaf)

Rakor Data Kependudukan


Pelaksanaan administrasi kependudukan secara teepadu perlu dilakukan, agar benar-benar menjadi data tinggal, hal ini disampaikan Subandi, Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi dalam Raoat Koordinasi kependudukan yang digelar di Warung Palembang Banyuwangi, Senin (24/10/2022). 


Pada Kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diwakili Kasi Bimas Islam menyampaikan tentang prinsip kehati-hatian dalam layanan masyarakat, terutama tenrang pengesahan nikah.

Dihadapan Kepala KUA Kecamatan, Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama  dan Dinas Kependudukan, Kasi Bimas Islam berharap pemahaman tentang pentingnya pencatatan pernikahan. 


Seperti yang disampaikan Abdul Azis, Kepala KUA Kecamatan sempu dalam acara Rakor dalam persiapan Isbat Nikah Terpadu menyampaikan bahwa adanya Pengesahan nikah karena adanya pelanggaran hukum atau tidak tertib hukum.

Senada dengan hal tersebut Abdul Farah, Kepala KUA Kecamatan Muncar menyampaikan bahwa senakin banyak orang yang mengajukan pengesahan nikah menandakan letidak taatan masyarakat tentang pentingnya pernikahan dihadiri penghulu pada KUA Kecamatan.

"kedepan semoga semakin sedikit atau bahkan tidak ada yang mengajukan pengesahan nikah" ungkapnya. 


Dalam pengesahan nikah dengan sidang diluar gedung Pengadilan tersebut ajan dilaksanakan terpadu, yakni Pengadilan Agama, KUA Kecamatan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Kita awali dengan verifikasi berkas dan pemeriksaan awal sebelum sidang" ungkap Muhammad Arif Fauzi, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Banyuwangi. 


Sementara otu Syafaat dari Seksi Bimas Islam menyampaikan bahwa hendaknya dalam menerima Putusan Pengadilan harap diteliti kembali Amar Putusan. 

"Tolong diteliti amar putusan, termasuk tempat dicatatkannya hasil isbat nikah pada KUA Kecamatan yang telah disebutkan" ungkapnya.

Syafaat kuga menyampaikan bahwa hasil Isbat nijah yang telah dicatat dan diberikan buku nikah oleh KUA Kecamatan, juga dapat diunduh kartu nikah digital. 



Dalam kesempatan tersebut Subandi menyampaikan yerima kasih kepada Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai inisiatif untuk ikut memfasilitasi  pengesahan nikah terpadu yang akan dilakukan. (Syaf)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger