Pages

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

NGOBIS Zona 2 Dorong LPNU Banyuwangi Bangun Ekosistem Usaha dari PCNU hingga Ranting

 


BANYUWANGI – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) Banyuwangi terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi jam’iyah melalui program NGOBIS (Ngobrol Bisnis). Kegiatan NGOBIS Zona 2 digelar di Gedung PC LP Ma’arif NU, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memetakan sekaligus membahas potensi ekonomi warga Nahdlatul Ulama di tingkat MWCNU hingga ranting. Tidak hanya berhenti pada pemetaan, NGOBIS diharapkan mampu melahirkan tindak lanjut nyata berupa pemberdayaan, pendampingan, dan pengembangan usaha yang dimiliki jam’iyah maupun jamaah NU.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam NGOBIS Zona 1 dan Zona 2 adalah rencana LPNU Banyuwangi untuk merintis dan membangun usaha baru di tingkat PCNU, MWCNU hingga ranting, dengan mengembangkan potensi yang telah tersedia di masing-masing wilayah.

Pengembangan usaha tersebut akan disesuaikan dengan sumber daya alam (SDA), potensi masyarakat, serta kearifan lokal masing-masing wilayah MWCNU. Setidaknya terdapat tujuh sektor yang menjadi perhatian, yakni:

  1. Perdagangan dan ritel
  2. Keuangan dan koperasi
  3. Industri dan manufaktur
  4. UMKM dan ekonomi kreatif
  5. Jasa dan travel
  6. Pariwisata dan properti
  7. Pendidikan serta pelatihan entrepreneurship

Dengan pendekatan tersebut, setiap MWCNU diharapkan tidak harus mengembangkan jenis usaha yang sama. Potensi lokal menjadi pijakan utama sehingga usaha yang dibangun benar-benar memiliki basis sumber daya dan pasar di wilayah masing-masing.

MWCNU Minta Ada Tindak Lanjut Nyata

Forum NGOBIS juga menghasilkan harapan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ruang diskusi. MWCNU se-Banyuwangi berharap adanya aksi nyata dalam pemberdayaan, pendampingan, dan pengembangan bisnis yang telah dimiliki MWCNU, baik secara kelembagaan maupun usaha yang berkembang di tengah jamaah.

PCNU melalui LPNU diharapkan dapat mengawal komitmen bersama tersebut, mulai dari membangun sistem manajemen yang profesional, pembinaan secara berkala, hingga penyusunan roadmap UMKM dan usaha yang ada di masing-masing wilayah MWCNU.

“MWCNU membutuhkan campur tangan PCNU melalui program kerja LPNU yang ada. Bukan hanya memberikan motivasi, tetapi juga bagaimana potensi usaha yang sudah ada bisa dikawal, didampingi dan dikembangkan secara berkelanjutan,” menjadi salah satu harapan yang mengemuka dalam forum tersebut.

Pendampingan yang terstruktur dinilai penting agar usaha warga NU tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya pemetaan dan roadmap yang jelas, potensi usaha di tingkat jamaah dapat dihubungkan dengan jaringan ekonomi jam’iyah dari tingkat ranting, MWCNU hingga PCNU.

Sekretaris PCNU Tekankan Komitmen Bersama

Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, turut memberikan penekanan pentingnya membangun gerakan ekonomi NU secara terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan ekonomi tidak cukup hanya dengan mengidentifikasi potensi. Diperlukan keseriusan bersama untuk memastikan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga dan organisasi.

Sementara itu, Ketua PC LPNU Banyuwangi, Syafroni, menyampaikan harapan besar agar NGOBIS menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring ekonomi NU di Banyuwangi.

Ia berharap hasil diskusi di Zona 1 dan Zona 2 dapat diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terutama dalam hal pendampingan, penguatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan jaringan pasar, serta pembentukan usaha baru berbasis potensi lokal.

“Harapannya, NGOBIS tidak berhenti pada ngobrol bisnis. Setelah pemetaan, harus ada tindak lanjut yang nyata. Potensi yang dimiliki MWCNU dan jamaah harus kita dampingi agar berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” demikian semangat yang dibawa LPNU Banyuwangi.

Program ini diharapkan menjadi bagian dari langkah PCNU Banyuwangi dalam membangun kemandirian ekonomi jam’iyah, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara PCNU, MWCNU, ranting, pelaku UMKM, jamaah, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, NGOBIS tidak sekadar menjadi forum bertukar gagasan, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya ekosistem bisnis NU Banyuwangi yang tumbuh dari bawah, berbasis potensi lokal, dikelola secara profesional, dan dikawal secara berkelanjutan.(HK)

KBIHU Al Haromain Kembali Bergema, Siap Bimbing Jamaah Haji dan Umrah 2027

 


BANYUWANGI – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Haromain PCNU Banyuwangi kembali diaktifkan. Kehadiran kembali KBIHU yang berada di bawah naungan PCNU Banyuwangi ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan kepada warga Nahdliyyin dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Pengaktifan kembali KBIHU Al Haromain merupakan tindak lanjut dari amanat Konferensi Cabang (Konfercab) dan Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab) NU Banyuwangi tahun 2026. PCNU Banyuwangi mulai menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari struktur kepengurusan, administrasi, hingga program kerja KBIHU.

PCNU Banyuwangi menunjuk H. Herman Suyitno sebagai Ketua KBIHU Al Haromain pada 29 Juli 2026 di Kantor PCNU Banyuwangi. Setelah menerima amanah tersebut, jajaran KBIHU langsung bergerak melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan bimbingan ibadah haji dan umrah.

Salah satunya dilakukan pada Senin (3/8/2026) dengan bersilaturahmi ke Kantor Kementerian Haji Kabupaten Banyuwangi. H. Herman Suyitno bersama jajaran KBIHU Al Haromain diterima oleh Kasubbag TU Kementerian Haji Kabupaten Banyuwangi, Imam Mustakim.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran KBIHU Al Haromain menyampaikan bahwa lembaga bimbingan haji dan umrah milik PCNU Banyuwangi tersebut telah kembali aktif dan mulai mempersiapkan berbagai program pelayanan serta pembinaan jamaah.

“Keaktifan KBIHU Al Haromain ini merupakan amanat organisasi dalam memberikan pelayanan ibadah haji dan umrah bagi warga Nahdliyyin se-Kabupaten Banyuwangi,” jelas H. Herman Suyitno.

Menurutnya, KBIHU Al Haromain tidak sekadar hadir sebagai lembaga bimbingan, tetapi diharapkan menjadi ruang pelayanan yang membantu calon jamaah memahami rangkaian ibadah haji dan umrah secara utuh, baik dari aspek manasik, kesiapan mental, maupun pendampingan selama proses persiapan.

Karena itu, KBIHU Al Haromain mulai menyiapkan program bimbingan yang diarahkan untuk calon jamaah haji dan umrah tahun 2027, dengan mengedepankan pembinaan yang sistematis, pelayanan yang profesional, serta pendekatan ke-NU-an.

Sementara itu, pihak Kementerian Haji Kabupaten Banyuwangi menyambut baik silaturahmi tersebut. Aktifnya kembali KBIHU Al Haromain dinilai menjadi kabar positif setelah beberapa tahun terakhir tidak menjalankan aktivitas secara optimal.

Dengan diaktifkannya kembali KBIHU Al Haromain, PCNU Banyuwangi berharap lembaga tersebut dapat menjadi salah satu instrumen pelayanan umat, khususnya dalam membantu masyarakat Banyuwangi mempersiapkan ibadah haji dan umrah secara lebih baik.

KBIHU Al Haromain PCNU Banyuwangi kini bersiap kembali hadir di tengah masyarakat—membimbing, mendampingi, dan menguatkan calon tamu-tamu Allah menuju perjalanan ibadah yang lebih siap, tertib, dan bermakna.(Tim)

LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Riset dan Advokasi untuk Menjawab Persoalan Keumatan

Banyuwangi – Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Rabu (29/7) di Hotel Kookon Banyuwangi. Pengukuhan tersebut menjadi awal penguatan peran LAKPESDAM sebagai think tank Nahdlatul Ulama yang bertugas menghasilkan kajian, riset, dan rekomendasi strategis bagi pengembangan organisasi maupun pembangunan masyarakat.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, akademisi, dewan pakar, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Moh. Bisri Musthofa, kemudian dilanjutkan dengan pembaiatan pengurus oleh Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH. Ahmad Qosim, sebagai bentuk peneguhan amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Ketua PC LAKPESDAM NU Banyuwangi, Purnomo, menyampaikan bahwa kepengurusan baru mengemban amanah besar untuk menghadirkan kajian yang mampu menjawab dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga isu kemanusiaan memerlukan pendekatan ilmiah agar melahirkan solusi yang tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa LAKPESDAM harus berkembang menjadi ruang bertemunya para akademisi, peneliti, aktivis, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan gagasan-gagasan strategis yang dapat diimplementasikan oleh Nahdlatul Ulama maupun pemerintah daerah.

"LAKPESDAM tidak boleh berhenti pada aktivitas diskusi dan penelitian semata. Hasil kajian harus mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan dan program nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menempatkan LAKPESDAM sebagai salah satu lembaga strategis dalam menopang arah gerak organisasi. Ia menyebut LAKPESDAM sebagai "mata dan telinganya NU", karena memiliki fungsi membaca perkembangan sosial melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurutnya, organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memerlukan data yang akurat sebagai dasar dalam menyusun program dan mengambil keputusan.

"LAKPESDAM adalah mata dan telinganya NU. Karena itu, seluruh hasil riset dan kajian harus valid, objektif, dan selalu up-to-date. Jangan sampai organisasi berjalan hanya berdasarkan asumsi. Setiap kebijakan dan program PCNU Banyuwangi harus memiliki pijakan data yang kuat agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegas H. Achmad Turmudzi.

Ia juga mendorong LAKPESDAM membangun kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, serta berbagai komunitas keilmuan agar budaya riset di lingkungan Nahdlatul Ulama semakin berkembang.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat posisi LAKPESDAM sebagai laboratorium pemikiran yang mampu memberikan masukan strategis terhadap berbagai isu keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kebijakan publik.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, LAKPESDAM PCNU Banyuwangi diharapkan semakin berperan sebagai pusat kajian yang produktif dalam melahirkan riset-riset berkualitas, memperkuat tradisi intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama, serta menjadi mitra strategis bagi PCNU Banyuwangi dalam menyusun arah kebijakan dan program yang berbasis data, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta responsif terhadap tantangan zaman.(HK)

Kolaborasi dan Inovasi Kunci Kemajuan Akuakultur, PC SNNU Banyuwangi Hadiri Banyuwangi Shrimp Workshop 2026

 


Banyuwangi – Komitmen membangun sektor perikanan dan budidaya udang yang tangguh terus diperkuat melalui penyelenggaraan Banyuwangi Shrimp Workshop 2026 (DISFORTEL Ke-3) yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026, di Aston Banyuwangi Hotel, Mojopanggung, Kecamatan Giri. Kegiatan yang diprakarsai oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) Banyuwangi bekerja sama dengan Konservasi Indonesia (KI) ini mengusung tema "Antisipasi Permasalahan Penyakit dan Inovasi Pola Budidaya Udang yang Berkelanjutan."

Workshop tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, pembudidaya udang, pelaku usaha, organisasi profesi, hingga pemangku kebijakan untuk berbagi pengalaman sekaligus merumuskan solusi menghadapi tantangan budidaya udang yang semakin kompleks. Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi, Suratno, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan industri akuakultur sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Pengurus Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PC SNNU) Kabupaten Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor kemaritiman dan perikanan yang berkelanjutan.

Kebanggaan tersendiri dirasakan jajaran PC SNNU Banyuwangi ketika Ketua PC SNNU Banyuwangi masa khidmat 2026–2031, Ir. H. Hardi Pitoyo, dipercaya menjadi salah satu narasumber utama. Dalam paparannya yang bertajuk "Monodon Style for Sustainability Production in Shrimp Vannamei Culture", ia menjelaskan pendekatan budidaya udang vaname yang berkelanjutan dengan mengadopsi karakteristik keberhasilan budidaya udang windu, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, Ir. H. Agus Saiful Huda memaparkan materi "Risk Driven Aquaculture: End to End Risk Based Shrimp Farming", yang menekankan pentingnya manajemen risiko secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan tambak, pemeliharaan, hingga panen sebagai strategi utama menjaga keberhasilan usaha budidaya.

Di balik berbagai pembahasan teknis, terdapat satu gagasan sederhana namun sangat relevan, yakni Prinsip Pareto (80:20). Prinsip ini mengajarkan bahwa sekitar 80 persen hasil sering kali ditentukan oleh 20 persen faktor yang paling berpengaruh. Dalam budidaya udang, faktor-faktor seperti penerapan biosekuriti, pengelolaan kualitas air, kesehatan benur, dan manajemen risiko menjadi penentu utama keberhasilan produksi.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, Banyuwangi Shrimp Workshop 2026 juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpelaku sektor akuakultur. Pertemuan ini membuka ruang lahirnya kemitraan baru antara pelaku usaha, akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi sama dalam memajukan ekonomi maritim Banyuwangi.

Ketua PC SNNU Banyuwangi, Ir. H. Hardi Pitoyo, berharap hasil diskusi dan inovasi yang lahir dari workshop ini dapat diterapkan secara nyata di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing pembudidaya, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Banyuwangi.

Bagi PC SNNU Banyuwangi, forum semacam ini menjadi bukti bahwa kemajuan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan semangat bersama membangun masa depan akuakultur yang lebih berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat pesisir dan para pembudidaya udang di Banyuwangi.(SLH)

SNNU Banyuwangi Dukung Gerakan Penanaman Mangrove di Pesisir Wongsorejo"

Banyuwangi – Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Banyuwangi menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan penanaman 1.000 pohon cemara udang dan 3.000 pohon bakau di kawasan Pantai Alasbuluh, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (22/7/2026). Penanaman yang mencakup area seluas 5 hektare tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat nelayan.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Banyuwangi, Purwadhi, S.Hut., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelestarian kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan cemara udang merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberadaan vegetasi pantai memiliki fungsi penting dalam mencegah abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta melindungi kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat tanaman yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Wongsorejo, perwakilan Lanal Banyuwangi, UPT Pembenihan Tanaman Hutan, Pemerintah Desa Alasbuluh, Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan, serta berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir.


Mewakili SNNU Banyuwangi, Ahmad Muhtarom menyampaikan bahwa gerakan penghijauan kawasan pantai merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir. Keberadaan hutan mangrove dan cemara udang tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang, tetapi juga menjadi habitat alami berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota laut yang menjadi sumber penghidupan para nelayan.


"Bagi nelayan, mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di tepi pantai, tetapi menjadi penyangga kehidupan. Jika ekosistem pesisir terjaga, maka keberlanjutan hasil tangkapan nelayan juga akan semakin baik. Karena itu, penanaman 1.000 cemara udang dan 3.000 pohon bakau di lahan seluas 5 hektare ini harus kita jaga bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Ahmad Muhtarom.


Ia menambahkan, pelestarian lingkungan pesisir harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, TNI AL, pemerintah desa, UPT Pembenihan Tanaman Hutan, kelompok tani hutan, nelayan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut dengan pemeliharaan dan pengawasan sehingga seluruh tanaman dapat tumbuh optimal.


SNNU Banyuwangi juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di wilayah pesisir, untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT. Dengan pesisir yang tetap lestari, sumber daya perikanan akan terjaga, kesejahteraan nelayan meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang. (ARD)

BNNK dan Bea Cukai Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Cegah Peredaran Narkotika

Banyuwangi – Upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi menerima kunjungan audiensi dari Bea Cukai Banyuwangi di Kantor BNNK Banyuwangi, Selasa (21/7/2026), sebagai langkah mempererat kerja sama dalam pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).



Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah, memperkuat koordinasi, serta mengoptimalkan pertukaran informasi sesuai dengan kewenangan dan fungsi masing-masing lembaga. Sinergi ini dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang semakin kompleks.


Selain membahas penguatan koordinasi, kedua instansi juga merancang berbagai agenda edukasi dan sosialisasi P4GN yang akan dilaksanakan secara bersama-sama. Program tersebut ditujukan kepada masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkotika sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam pencegahannya.


Audiensi berlangsung dalam suasana hangat, konstruktif, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui pertemuan ini, BNNK Banyuwangi dan Bea Cukai Banyuwangi kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga demi menciptakan Kabupaten Banyuwangi yang aman, sehat, serta terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pelantikan MWCNU Kalipuro Hadirkan KH. Abdul Ghofar, Perkuat Khidmah dan Soliditas Nahdliyin

 


Banyuwangi – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kalipuro masa khidmat 2026–2031 yang digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Masjid Quba, Desa Kopenbayah, Kecamatan Kalipuro. Pelantikan yang dipimpin oleh PCNU Banyuwangi tersebut turut menghadirkan penceramah kondang KH. Abdul Ghofar.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi bagian dari kepengurusan Nahdlatul Ulama merupakan salah satu wasilah untuk menunjukkan kecintaan kepada jam'iyah. Namun demikian, menurutnya, khidmah kepada NU tidak hanya diwujudkan melalui struktur organisasi, melainkan juga dengan menjadi anggota NU yang aktif dan berkomitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

"Masih banyak warga yang mengaku NU, tetapi belum menjadi anggota NU. Karena itu, diperlukan ikhtiar bersama untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar semakin mengenal dan mencintai organisasi ini," ujarnya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalipuro, H. Nanang Musta'in, mengaku bersyukur atas tersusunnya kepengurusan yang lahir melalui proses musyawarah dan konsolidasi yang panjang sejak konferensi hingga penyusunan oleh tim formatur.

"Kami ingin menjaga kebersamaan yang telah terbangun sejak awal. Alhamdulillah seluruh pihak dapat menerima hasil musyawarah dengan lapang dada dan siap menjalankan amanah organisasi demi kemajuan NU di Kalipuro," tuturnya.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Surat Keputusan dibacakan oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Bisri Musthofa, sedangkan baiat kepengurusan dipimpin oleh Katib Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Ahmad Qosim.

Pelantikan tersebut juga memiliki makna historis bagi Nahdlatul Ulama Banyuwangi. KH. Abdul Ghani, yang dilantik sebagai Rais Syuriah MWCNU Kalipuro, merupakan cucu dari Mbah KH. Maksum dari Panderejo, yang tercatat sebagai Rais Syuriah pertama PCNU Banyuwangi. Kehadiran beliau menjadi simbol estafet perjuangan ulama, sekaligus memperkuat kesinambungan tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama dari generasi ke generasi.

Kekompakan keluarga besar NU Kalipuro juga tampak dalam penyelenggaraan acara. Berbagai badan otonom dan lembaga NU, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa, hadir serta bergotong royong menyukseskan pelantikan. Sinergi tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin dalam membangun organisasi yang semakin kokoh dan bermanfaat bagi umat.

Melalui pelantikan ini, MWCNU Kalipuro diharapkan mampu menggerakkan program-program keumatan secara lebih optimal, memperkuat pelayanan kepada warga, serta meneruskan perjuangan para muassis dan ulama terdahulu dalam membumikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat.(Tim)

Ketua BMT NU Jatim dan Ketua PCNU Banyuwangi Teguhkan Sinergi Perkuat Ekonomi Warga Nahdliyin

 


Banyuwangi – KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Semester I Tahun Buku 2026 bersama Direksi, Pengawas Pusat, dan Pengawas Cabang (MWC) Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026), di Pondok Apung Moro Seneng Cafe & Eatery, Rogojampi. Forum ini menjadi ruang refleksi atas capaian kinerja sekaligus penyusunan langkah strategis untuk mengoptimalkan target pada semester berikutnya.

Ketua KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur, Masyudi, S.Ag, menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian dari ikhtiar membangun lembaga yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Menurutnya, keberhasilan BMT NU tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset dan laba, tetapi juga dari sejauh mana lembaga mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kepercayaan anggota adalah modal terbesar BMT NU. Karena itu, seluruh jajaran harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola, serta menjaga semangat amanah agar BMT NU semakin kokoh sebagai lembaga keuangan syariah milik warga Nahdliyin," ujar Masyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan bahwa BMT NU merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi jam'iyah. Menurutnya, penguatan BMT NU akan semakin efektif apabila didukung oleh sinergi seluruh struktur Nahdlatul Ulama, mulai dari PCNU, MWCNU, PRNU hingga PARNU.

"BMT NU bukan sekadar lembaga simpan pinjam syariah, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi warga NU. Oleh karena itu, seluruh struktur NU perlu menjadi bagian dari ekosistem pengembangannya, baik melalui edukasi, pendampingan, maupun pemanfaatan layanan BMT NU dalam aktivitas ekonomi warga," tutur H. Achmad Turmudzi.

Ia juga mendorong agar BMT NU terus melakukan inovasi layanan dan mengkaji berbagai strategi penguatan usaha, termasuk penyempurnaan skema bagi hasil yang mampu meningkatkan daya saing lembaga tanpa meninggalkan prinsip syariah dan kehati-hatian.

Dalam rapat tersebut dipaparkan capaian Semester I Tahun Buku 2026. Pada sektor funding (tabungan), dari target Rp117,09 miliar, telah terealisasi Rp61,99 miliar. Sementara sektor pembiayaan (landing) mencatat realisasi Rp43,47 miliar dari target Rp47,63 miliar, atau telah mendekati target yang ditetapkan. Adapun laba mencapai Rp476,59 juta dari target Rp1 miliar.

Melalui forum evaluasi ini, KSPPS Syariah BMT NU Jawa Timur bersama PCNU Banyuwangi berkomitmen memperkuat kolaborasi kelembagaan, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan lembaga keuangan syariah yang semakin profesional, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.

Sinergi LKKNU, LKNU, dan RMI PCNU Banyuwangi Luncurkan Program Sapasantri, Perkuat Kesehatan Pesantren


BANYUWANGI
– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren melalui kolaborasi Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Banyuwangi. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula RSNU Banyuwangi, Selasa (14/7/2026).

Rapat menghasilkan sejumlah program strategis, di antaranya roadshow kesehatan pesantren melalui edukasi SAHUD (Sadar Hidup Sehat), Edukes (Edukasi Kesehatan), dan BHD (Bantuan Hidup Dasar), aktivasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), penguatan UKS Ma'arif, edukasi kesehatan reproduksi dan bimbingan perkawinan, hingga pencanangan Gerakan Bersih Scabies di pondok pesantren se-Kabupaten Banyuwangi.

Program tersebut akan diawali dengan kick-off Sapasantri pada 20 Juli 2026 di Pondok Pesantren Minhajut Thullab.

Mewakili LKKNU PCNU Banyuwangi, Dr. Nur Anim Jauhariyah menyampaikan bahwa kesehatan keluarga dan santri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun generasi yang berkualitas. Menurutnya, edukasi kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur pesantren agar terbentuk budaya hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, perwakilan LKNU PCNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, menegaskan bahwa langkah promotif dan preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah menyebar. Karena itu, LKNU siap mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, pelatihan Bantuan Hidup Dasar, serta mendampingi penguatan Poskestren di berbagai pondok pesantren.

Adapun perwakilan RMI PCNU Banyuwangi, Gus Rozi, menyambut baik kolaborasi lintas lembaga tersebut. Ia berharap seluruh pesantren di Banyuwangi dapat berpartisipasi aktif sehingga program Sapasantri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun pesantren yang sehat, bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh santri.

Melalui sinergi LKKNU, LKNU, dan RMI, PCNU Banyuwangi berharap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang sehat, tangguh, dan siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.(FRD)

NGERANDU NU PCNU Banyuwangi Menjangkau Lereng Gunung Raung hingga Pesisir Pulau Merah

Banyuwangi – Gerakan Turun ke Bawah (TURBA) PCNU Banyuwangi bertajuk "NGERANDU NU" terus bergerak menyapa warga Nahdliyin dari wilayah lereng Gunung Raung hingga pesisir Pantai Pulau Merah. Selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (11–12 Juli 2026), kegiatan estafet konsolidasi organisasi berlangsung di MWCNU Songgon dan Singojuruh, kemudian berlanjut ke MWCNU Pesanggaran dan Siliragung.

Di setiap titik pelaksanaan, antusiasme warga NU begitu terasa. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, pengurus MWCNU, ranting, anak ranting, hingga badan otonom (Banom) hadir memenuhi lokasi kegiatan. Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, mencerminkan semangat persaudaraan yang selama ini dirindukan oleh warga Nahdlatul Ulama.

Bagi banyak pengurus ranting, NGERANDU NU bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang untuk melepas rindu setelah sekian lama belum merasakan kebersamaan dalam forum besar NU.

"Judul NGERANDU NU sangat tepat bagi kami yang ada di ranting. Kerinduan untuk berkumpul dan bersilaturahmi seperti ini sudah lama kami tunggu. Alhamdulillah sekarang bisa kembali bertemu dalam suasana penuh kekeluargaan," ungkap Kasiono, Ketua Ranting NU Sumberdadi, Sarongan.

Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menjelaskan bahwa NGERANDU NU merupakan implementasi nyata dari program TURBA PCNU Banyuwangi yang menyasar basis organisasi paling bawah, yaitu MWCNU dan ranting-ranting NU di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, selain menjawab kerinduan warga Nahdliyin untuk kembali berkumpul, kegiatan ini juga menjadi media edukasi mengenai tata kelola organisasi, administrasi, dan penguatan kelembagaan.

"Melalui kunjungan langsung ini, kami bisa mengidentifikasi berbagai kondisi di lapangan, mulai dari kelebihan, kekurangan, potensi, hingga peluang yang dimiliki masing-masing ranting. Dari sinilah nanti lahir langkah-langkah pembinaan yang lebih tepat sasaran," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) TURBA NGERANDU NU, Gus Riza Azizy, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kuatnya koneksi antarstruktur organisasi.

"Soliditas organisasi dapat dilihat dari seberapa kuat hubungan antara PCNU, MWCNU, hingga ranting. Ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka denyut kehidupan organisasi akan tampak dari kekompakan para pengurusnya," ujarnya.

Ia menambahkan, kerja-kerja Nahdlatul Ulama tidak cukup hanya diwujudkan dalam pertemuan rutin atau aktivitas keagamaan semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan warga dan dapat dijalankan secara nyata di seluruh tingkatan organisasi.

Melalui estafet NGERANDU NU, PCNU Banyuwangi berharap lahir tata kelola organisasi yang semakin tertib, sinergi antar-lembaga dan Banom yang semakin kuat, serta ranting-ranting NU yang semakin aktif sebagai ujung tombak pelayanan kepada umat. Dari lereng Gunung Raung hingga pesisir Pantai Pulau Merah, semangat kebersamaan dan khidmah Nahdlatul Ulama terus dirawat untuk mewujudkan organisasi yang solid, mandiri, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.(HK)

Halaqah Pengasuh Pondok Pesantren Teguhkan Komitmen Wujudkan Pesantren Aman dan Bermartabat

 


Banyuwangi – Ratusan pengasuh dan pengelola pondok pesantren menghadiri Halaqah Pengasuh Pondok Pesantren dalam rangka Gerakan Nasional Pesantrenku Aman (Roadshow Jawa Timur) yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pesantren yang aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Halaqah tersebut dihadiri oleh Pengasuh PP Darussalam Blokagung KH. Hisyam Syafa'at, KH. Hasyim Syafa'at, Ketua RMI NU Banyuwangi KH. Ahmad Munif Syafa'at, serta Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, bersama para kiai, pengasuh, dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Banyuwangi.

Dalam forum tersebut, para narasumber menegaskan bahwa pesantren selama ini telah menjadi pilar penting dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air. Oleh karena itu, seluruh elemen pesantren perlu terus memperkuat sistem pendidikan dan pengasuhan agar mampu memberikan perlindungan terbaik bagi para santri.

Ketua RMI NU Banyuwangi, KH. Ahmad Munif Syafa'at, menuturkan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya kepedulian, pencegahan, dan perlindungan di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi mengajak seluruh pesantren di Banyuwangi untuk terus menjaga marwah pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berakhlakul karimah. Menurutnya, pesantren yang aman akan melahirkan proses pendidikan yang berkualitas serta mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.

Sebagai tuan rumah, KH. Hisyam Syafa'at dan KH. Hasyim Syafa'at menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya halaqah tersebut. Mereka berharap forum ini mampu memperkuat sinergi antarpesantren dalam menghadirkan sistem pengasuhan yang lebih baik, sekaligus menjadi ikhtiar bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias melalui penyampaian materi, dialog, dan diskusi interaktif. Halaqah ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola pesantren yang profesional, humanis, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah demi terwujudnya Pesantrenku Aman di seluruh Banyuwangi.(Tim)

SAKOMA Banyuwangi Resmi Dilantik, PCNU Dorong Penguatan Kaderisasi Pramuka Ma'arif NU

 


Banyuwangi – Kepengurusan Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif Nahdlatul Ulama (SAKOMA) Kabupaten Banyuwangi resmi dilantik pada Jumat (10/7/2026) di Kantor LP Ma'arif NU Banyuwangi. Pelantikan ini menjadi tonggak penguatan gerakan kepramukaan di lingkungan Ma'arif NU sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter, religius, dan berwawasan kebangsaan.

Acara dihadiri Ketua SAKOMA Kabupaten Banyuwangi Kak Saiful Effendi, Ketua Majelis Pembimbing (Mabin) SAKOMA Kak Drs. H. Saeroji, yang menjabat ex officio sebagai Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, beserta para pengurus, pembina, dan pegiat Pramuka Ma'arif NU se-Banyuwangi.

Bertindak sebagai inspektur pelantikan adalah H. Moh. Bisri Musthofa, Sekretaris PCNU Banyuwangi, yang hadir mewakili Ketua PCNU Banyuwangi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa SAKOMA memiliki posisi strategis sebagai media kaderisasi warga Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pramuka.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan di bawah naungan Ma'arif NU harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, loyal terhadap organisasi, serta memiliki komitmen kuat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"SAKOMA harus menjadi ruang pembinaan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan semangat kepramukaan. Dari sinilah akan lahir kader-kader muda NU yang siap menjadi pemimpin masa depan," ungkap H. Moh. Bisri Musthofa.

Ketua Mabin SAKOMA, Kak Drs. H. Saeroji, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun sinergi dengan satuan pendidikan Ma'arif NU di semua jenjang. Ia berharap SAKOMA mampu menghadirkan program-program yang inovatif sehingga kegiatan kepramukaan menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter peserta didik.

Sementara itu, Ketua SAKOMA Banyuwangi Kak Saiful Effendi menyampaikan kesiapan seluruh jajaran pengurus untuk mengembangkan organisasi secara profesional, memperkuat jaringan pembina Pramuka Ma'arif, serta menghadirkan kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan NU.

Pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Dengan kepengurusan yang baru, SAKOMA Kabupaten Banyuwangi diharapkan semakin berperan aktif dalam mencetak generasi muda Nahdliyin yang disiplin, berintegritas, cinta tanah air, serta siap mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa.(Tim)

PCNU Banyuwangi dan BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Perlindungan Menyeluruh bagi Warga NU

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi terus memperkuat ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bagi warga melalui kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi. Sinergi tersebut dibangun untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi warga Nahdlatul Ulama, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi didampingi Sekretaris H. Bisri Musthofa beserta jajaran pengurus menerima kunjungan BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi yang dipimpin Okky Olivia bersama staf.

Dalam pemaparannya, Okky Olivia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan atas berbagai risiko yang mungkin terjadi selama bekerja. Program yang ditawarkan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Ia menyampaikan bahwa salah satu manfaat program tersebut adalah Jaminan Kematian (JKM) dengan santunan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, peserta juga memperoleh perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja hingga manfaat jaminan hari tua.

Menurut Okky, dengan premi yang sangat terjangkau, peserta dapat memperoleh manfaat perlindungan yang sangat besar. Karena itu, ia mengajak seluruh warga NU, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk ikhtiar melindungi diri dan keluarga dari risiko sosial ekonomi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini menyasar dua segmen utama. Pada sektor formal, kepesertaan akan diperluas melalui lembaga pendidikan, koperasi, pondok pesantren, dan unit-unit usaha di lingkungan NU. Sementara pada sektor informal, program ini menyasar petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, pekerja mandiri, hingga pekerja sektor swasta yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial.

Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi dalam menjaga kemaslahatan warga Nahdliyin.

"NU tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga. Perlindungan tenaga kerja adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesejahteraan dan memberikan rasa aman kepada warga NU beserta keluarganya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Bisri Musthofa menjelaskan bahwa implementasi program akan dilakukan melalui lembaga-lembaga di bawah PCNU sesuai bidang garap masing-masing agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Untuk implementasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada warga NU, khususnya sektor informal, kami mempercayakan LAZISNU PCNU Banyuwangi sebagai leading sector. Jaringan LAZISNU hingga tingkat MWC dan ranting menjadi kekuatan untuk memperluas perlindungan kepada warga," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk sektor formal, khususnya lembaga pendidikan, kerja sama yang telah terjalin bersama LP Ma'arif NU Banyuwangi akan terus diperkuat.

"Kerja sama yang sudah berjalan melalui LP Ma'arif tentu akan terus kami dorong. Implementasi di lembaga pendidikan dapat langsung dikoordinasikan melalui LP Ma'arif agar pelaksanaannya lebih efektif dan terintegrasi," tambah H. Bisri Musthofa.

Melalui sinergi ini, PCNU Banyuwangi menargetkan semakin banyak warga Nahdlatul Ulama yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan premi yang relatif kecil namun memberikan manfaat perlindungan yang besar, program ini diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga warga NU. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud khidmah PCNU Banyuwangi dalam menghadirkan perlindungan sosial yang nyata bagi umat, mulai dari lingkungan pesantren, lembaga pendidikan, hingga masyarakat pekerja di berbagai sektor.(HK)

PCNU Banyuwangi dan Formula 1 Perkuat Kolaborasi Lintas Agama Demi Harmoni Sosial dan Kemaslahatan Bangsa

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim jajaran Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu (Formula 1) Banyuwangi di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarorganisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, persaudaraan kebangsaan, dan kepedulian sosial di Kabupaten Banyuwangi.

Rombongan Formula 1 yang dipimpin Ketua Formula 1 Banyuwangi, Muhson, hadir bersama para pengurus dan penasihat organisasi. Mereka disambut langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, didampingi Sekretaris H. Bisri Musthofa beserta jajaran pengurus harian PCNU Banyuwangi.

Dalam suasana penuh keakraban, Formula 1 memperkenalkan kepengurusan yang baru sekaligus menyampaikan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama lintas agama. Menurut mereka, kolaborasi tersebut berlandaskan semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap persoalan bangsa tanpa mencampuradukkan keyakinan maupun tata cara ibadah masing-masing agama.

Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menyampaikan bahwa tantangan masyarakat saat ini semakin beragam sehingga memerlukan sinergi dari seluruh elemen bangsa. Menurutnya, persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan generasi muda tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi saja.

"Kolaborasi menjadi kebutuhan bersama. Setiap organisasi memiliki potensi dan kekuatan masing-masing. Jika disatukan dalam semangat kemanusiaan dan kebangsaan, maka manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antarlembaga hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi mengingatkan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga moralitas bangsa. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari perkembangan teknologi informasi, tetapi juga dari berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, lunturnya etika, dan melemahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Organisasi kepemudaan harus menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Anak-anak muda perlu dibimbing agar memiliki akhlak yang baik, cinta tanah air, dan semangat mengabdi kepada masyarakat," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama sejak awal berdiri memiliki tanggung jawab menjaga agama sekaligus menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, setiap upaya yang memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah merupakan bagian dari pengabdian kepada Indonesia.

Di penghujung audiensi, Penasehat Formula 1 Banyuwangi, Sayuri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar PCNU Banyuwangi. Ia mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan penuh keterbukaan dan semangat persaudaraan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Banyuwangi yang telah meluangkan waktu menerima silaturahim ini. Semoga pertemuan hari ini menjadi awal dari komunikasi yang semakin erat dan melahirkan berbagai kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sayuri berharap hubungan yang telah terjalin dapat diwujudkan dalam aksi-aksi nyata sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.

"Harapan besar kami, semoga silaturahim ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi berkembang menjadi langkah konkret yang dapat kita kerjakan bersama sebagai persembahan terbaik untuk bangsa Indonesia. Dengan semangat persaudaraan, kami yakin banyak program sosial dan kemanusiaan yang dapat diwujudkan demi memperkuat kerukunan dan kemanfaatan bagi masyarakat," tuturnya.

Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi secara berkelanjutan. PCNU Banyuwangi dan Formula 1 sama-sama meyakini bahwa kerukunan tidak cukup dijaga melalui wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kerja bersama yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat persaudaraan, kedua pihak optimistis dapat berkontribusi dalam memperkokoh persatuan, memperkuat harmoni sosial, serta membangun Indonesia yang damai, bermartabat, dan berkeadaban.(HK)

GIAS Resmi Diluncurkan, Pelantikan LAZISNU PCNU Banyuwangi Tegaskan Semangat Kolaborasi dan Pelayanan Umat

Banyuwangi – Pelantikan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Muncar, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan filantropi NU di Banyuwangi. Tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh) sebagai inovasi dalam memudahkan masyarakat bersedekah secara digital.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, mulai Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua, Sekretaris, para pengurus lembaga, serta seluruh pengurus LAZISNU dari tingkat cabang, MWC hingga ranting se-Banyuwangi. Dukungan dari berbagai kalangan juga tampak melalui kehadiran para tamu undangan dan ucapan selamat dari sejumlah mitra serta dunia usaha.

Ketua LAZISNU PCNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan baru harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang mampu memberikan manfaat bagi umat. Menurutnya, LAZISNU harus terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan program yang tepat sasaran.

Untuk mewujudkan hal tersebut, LAZISNU Banyuwangi menetapkan lima komitmen utama sebagai arah gerakan organisasi, yaitu mengoptimalkan penghimpunan muzakki, memastikan penyaluran dana tepat sasaran, menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis, memperkuat bantuan di bidang pendidikan dan keagamaan, serta menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan amanah.

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam arahannya menekankan bahwa kekuatan gerakan sosial Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh kemampuan LAZISNU dalam membangun kepercayaan para aghniya dan muzakki. Karena itu, diperlukan berbagai strategi yang kreatif dan berkelanjutan agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, mengingatkan bahwa LAZISNU harus menjadi penghubung berbagai program sosial yang dijalankan oleh lembaga-lembaga di lingkungan NU. Menurutnya, dana yang dihimpun hendaknya tidak hanya disalurkan dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi penguat berbagai program pendidikan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi umat melalui sinergi bersama LP Ma'arif NU, LKNU, LPBI NU, Lakpesdam NU, dan lembaga lainnya.

Momentum yang paling menarik dalam pelantikan tersebut adalah Launching GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh). Program ini menjadi ikhtiar LAZISNU Banyuwangi untuk menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah melalui sistem pembayaran digital menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 8877881882.

Melalui GIAS, masyarakat kini dapat menyalurkan sedekah kapan saja hanya dengan memindai QRIS melalui telepon genggam. Inovasi ini diharapkan mampu membangun kebiasaan bersedekah secara istiqamah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan yang dijalankan LAZISNU.

Pelantikan dan peluncuran GIAS menjadi penanda komitmen LAZISNU PCNU Banyuwangi untuk terus bertransformasi sebagai lembaga filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat melalui pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.(HK)

NGERANDU NU Jadi Awal TURBA PCNU Banyuwangi, Menguatkan Soliditas dari Basis Organisasi

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi memulai agenda TURBA (Turun ke Bawah) melalui program NGERANDU NU dengan mengunjungi dua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni Kalipuro dan Giri, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi.

Mengusung semangat mempererat silaturahim dan memperkuat koordinasi, rombongan PCNU Banyuwangi mengawali kunjungan di Yayasan Syamsul Huda, Bulusan, Kalipuro. Kehadiran jajaran pengurus cabang disambut oleh pengurus MWCNU, ranting-ranting NU, serta seluruh badan otonom dan lembaga NU yang ada di wilayah Kalipuro.

Lebih dari sekadar kunjungan, NGERANDU NU menjadi ruang bertemunya seluruh elemen organisasi. Selain melakukan verifikasi dan validasi kepengurusan mulai tingkat MWC hingga ranting, kegiatan juga diisi dengan dialog antar lembaga dan badan otonom untuk menyamakan arah gerak organisasi serta memperkuat sinergi program hingga tingkat akar rumput.

Ketua MWCNU Kalipuro, H. Ahmad Musta'in, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga Nahdliyin yang hadir. Meski kepengurusan MWCNU Kalipuro baru terbentuk pasca konferensi dan belum genap satu bulan berjalan, dukungan dari seluruh unsur NU dinilai sangat luar biasa.

 "Saya benar-benar terharu melihat semangat para pengurus, ranting, dan badan otonom. Ini menjadi energi besar untuk menjalankan amanah organisasi ke depan," ujarnya.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menilai kekompakan yang ditunjukkan MWCNU Kalipuro merupakan modal penting dalam membangun organisasi yang kuat. Menurutnya, NU akan semakin kokoh apabila seluruh struktur organisasi berjalan bersama dan saling menguatkan.

Katib PCNU Banyuwangi, K.H. Abdul Qosim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga mengapresiasi suasana kebersamaan yang tercipta. Sebagai warga Kalipuro, ia mengaku bangga melihat semangat baru yang tumbuh di lingkungan MWCNU Kalipuro.

Usai kegiatan di Kalipuro, rombongan PCNU Banyuwangi melanjutkan agenda ke MWCNU Giri pada malam harinya. Bertempat di Kantor MWCNU Giri, seluruh unsur organisasi kembali hadir menyambut kegiatan NGERANDU NU dengan penuh kehangatan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa antusiasme yang ditemuinya di Kalipuro maupun Giri menjadi bukti bahwa warga NU merindukan forum silaturahim yang mempertemukan seluruh elemen organisasi.

"Ternyata yang dirindukan bukan hanya program, tetapi juga perjumpaan. Dari sinilah lahir semangat untuk kembali bergerak bersama. Karena itu, nama NGERANDU NU benar-benar mencerminkan suasana yang kami rasakan di lapangan," katanya.

Ketua MWCNU Giri, Hapidi, menyampaikan apresiasi kepada PCNU Banyuwangi yang memilih turun langsung menemui warga dan pengurus di tingkat kecamatan. Menurutnya, pendekatan seperti ini mampu mencairkan berbagai persoalan organisasi sekaligus membangun optimisme baru bagi seluruh pengurus.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui NGERANDU NU tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi menjadi tradisi baru dalam membangun organisasi yang sehat, terbuka, dan saling menguatkan.

Program TURBA melalui NGERANDU NU dirancang sebagai sarana menyerap aspirasi warga Nahdliyin, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan seluruh perangkat NU, mulai dari cabang, MWC, ranting, lembaga, hingga badan otonom, berjalan dalam satu semangat dan satu gerak. Dengan demikian, NU di Banyuwangi diharapkan semakin solid dalam menjalankan khidmah kepada umat serta mewujudkan kemaslahatan masyarakat.(HK)

Bupati Ipuk Ingatkan Warga Banyuwangi Cermat Memilih Travel Umrah, Utamakan Biro Resmi Berizin

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyusul terungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah tidak resmi hingga mengakibatkan sejumlah calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah bersama Polresta Banyuwangi terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban praktik travel umrah fiktif yang merugikan secara materiil maupun psikologis.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa para calon jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan, namun akhirnya tidak dapat berangkat menunaikan ibadah umrah. Karena itu masyarakat harus memastikan bahwa biro perjalanan yang dipilih benar-benar memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah," ujar Ipuk, Kamis (2/7/2026).


Ia menegaskan, calon jamaah hendaknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tergiur promosi atau penawaran biaya umrah yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal. Menurutnya, harga yang tidak masuk akal justru perlu menjadi perhatian karena berpotensi menjadi modus penipuan.

"Pastikan biro perjalanan memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta terdaftar secara resmi di Kementerian Haji dan Umrah. Jangan mudah percaya hanya karena iming-iming harga murah," katanya.

Ipuk juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas biro perjalanan yang mencurigakan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang merugikan calon jamaah.

"Kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku yang merugikan jamaah," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menjelaskan bahwa hasil pendataan menunjukkan terdapat 44 biro perjalanan haji dan umrah yang beroperasi di Banyuwangi. Namun, hanya sembilan biro yang telah mengantongi izin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar. Verifikasi dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Haji dan Umrah maupun dengan mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah di Banyuwangi.

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun, sekalipun yang menawarkan adalah orang yang dikenal. Pastikan terlebih dahulu status legalitas travel yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, Lanang mengingatkan agar seluruh pembayaran biaya umrah dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan ke rekening pribadi agen ataupun perorangan. Bukti pembayaran juga harus disimpan sebagai dokumen penting apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Pembayaran hanya dilakukan ke rekening resmi perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Hindari transfer ke rekening pribadi karena hal tersebut sangat berisiko dan dapat menyulitkan apabila terjadi permasalahan di kemudian hari," pungkasnya.

PKB dan PCNU Banyuwangi Perkuat Sinergi untuk Menghadirkan Kemaslahatan Umat

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi di Meeting Room PCNU Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi, kolaborasi, dan kontribusi bersama dalam mendukung program-program kemasyarakatan.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Mubarok, menegaskan bahwa PKB memandang NU sebagai rumah besar yang memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis. Oleh karena itu, hubungan yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat melalui kerja sama yang nyata.

Menurutnya, DPC PKB Banyuwangi secara rutin setiap bulan menyalurkan tasyaruf hikmah kepada PCNU Banyuwangi dan LAZISNU sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap gerakan sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan Nahdlatul Ulama.

"Ke depan, kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada silaturahim, tetapi berkembang menjadi kolaborasi program yang lebih besar. Kami juga berharap NU dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat memperoleh dukungan penganggaran yang memadai," ujar Zaki Mubarok.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB bahwa hubungan PKB dengan NU tidak lagi perlu dipertanyakan. Kini saatnya seluruh energi diarahkan untuk membangun kemanfaatan bagi masyarakat melalui kerja sama yang produktif.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi atas silaturahim yang dilakukan DPC PKB Banyuwangi. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan modal penting dalam membangun kebersamaan demi kepentingan umat dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tetap konsisten menjalankan Khittah Nahdlatul Ulama dengan menjaga posisi sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis maupun urusan internal partai politik. NU membuka ruang komunikasi dengan semua pihak selama bertujuan menghadirkan kemaslahatan.

"NU tidak ingin menjadi bagian dari persoalan politik praktis. Tugas NU adalah merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Semua partai politik memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga yang perlu dikedepankan adalah nilai hikmah dalam setiap langkah," ungkap H. Achmad Turmudzi.

Ia menambahkan, semakin banyak tindakan yang memberikan manfaat dan menghadirkan simpati di tengah masyarakat, maka akan semakin besar pula empati dan kepercayaan yang tumbuh. Karena itu, sinergi antara NU dan berbagai elemen, termasuk PKB, perlu terus diperkuat dalam bingkai kemaslahatan bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta membangun sinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan Banyuwangi yang ayem, tentrem, dan semakin sejahtera.(HK)




Wisata Religi Madin SMPN 3 Rogojampi ke Makam Datuk hingga ke Gerbang Raung

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebagai ungkapan syukur dan apresiasi bagi santri berprestasi, Madrasah Diniyah SMP Negeri 3 Rogojampi mengadakan Wisata Religi dan Tadabur Alam dengan naik Bus Legowo, Rabu, 1 Juli 2026.


Direktur Madin, Muslih,S.Ag., menyampaikan bahwa yang diajak adalah 24 santri peraih peringkat 1 dan 2 di kelasnya beserta Dewan Asatiz. Mereka adalah penggerak awal inovasi pada tahun ajaran 2024–2025 yang langsung mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. Prestasi pada Festival Anak Saleh pun berhasil diraih. Madin dilaksanakan pada jam ke-0 setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan tambahan jam belajar sesekali ba’da Zuhur hingga pukul 14.00 bagi anak yang perlu pengayaan.

Ustaz Mahrus Ali, S.Ag.,M.Pd. yang memimpin kafilah mengungkapkan bahwa perjalanan ini bertujuan ngalap berkah kepada para waliyullah dan masyayikh, dengan harapan Program Madin terus berjalan baik, peserta didik semangat mengaji, serta menjadi anak saleh/salehah yang bisa mendoakan orang tuanya.

Perjalanan dimulai dari SMPN 3 di Jalan Ki Hajar Dewantara 18-A, Gitik, sebelah Stasiun Kereta Rogojampi, menuju Makam Datuk Malik Ibrahim di Kampung Arab, Lateng, Banyuwangi Kota. Juru kunci keturunan ke-6 Datuk, Bang Munib, menerima rombongan dengan ramah dan hangat.

Dengan pertimbangan teknis dan waktu, dalam perjalanan rombongan juga bertawasul ke makam Mbah Mas Saleh, Kyai Saleh Lateng, dan Habib Hadi Al-Haddar. Saat melintasi Tukang Kayu, rombongan membaca Ummul Kitab untuk KH Harun, KH Faqih, dan KH Maksum Syafi’i, dilanjutkan ke KH Wahid Kertosari.


Bus sengaja melewati Muncar untuk bertawasul ke KH Mannan, KH Askandar, dan Wali Hasan. Melewati Kebondalem, bus berhenti di Lapangan Kampus Umsyiya Blokagung. Suasana ramai karena bertepatan dengan penyambutan santri baru dari seluruh nusantara. Kafilah salat Zuhur di Ponpes Darussalam, lalu menuju makam KH Mukhtar Syafa’at.

Usai tahlil singkat, Ustaz Mahrus Ali, alumni pondok terbesar di Bumi Blambangan, menjelaskan profil pengasuh yang mendirikan pondok pada zaman penjajahan. “Alhamdulillah, banyak alumninya yang menjadi pengasuh pondok besar maupun kecil, menjadi guru, dan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat,” tambah menantu mubalig Ustaz Ghofar ini.

“Kami senang diajak ngalap berkah ke makam ulama untuk menjadi inspirasi agar cinta Al-Qur’an dan mau belajar agama,” ungkap Az-Zahra yang kini naik ke kelas 9. “Dan nyaman swafoto di destinasi wisata alam Gerbang Raung,” tambah Nabila.

Plt. Kepala SMPN 3, Dra. Hj. Sri Utami, mengapresiasi MGMP Agama dan Dewan Asatiz Madin yang sabar dan telaten membimbing peserta didik mengenal huruf hijaiyah hingga tartil dan tilawah. “Semoga menjadi amal saleh untuk keberkahan ilmu dan keluarganya.”

Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, menyambut baik inovasi Madin yang hasilnya dirasakan peserta didik dan memberi kesan positif bagi orang tua. “SMPN 3 memang bagus dalam proses pembentukan karakter berakhlakul karimah sekaligus mencetak kader bangsa yang disiplin lewat pramuka dan ragam ekstrakurikuler yang kreatif serta berprestasi. Terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi melalui dana, waktu, dan doa untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” tuturnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terbuka untuk menerima 17 murid baru dengan datang langsung ke sekolah yang sebelumnya bernama SKKP ini. (Bung Aguk/Yeti Ch)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger