Banyuwangi – Gerakan Turun ke Bawah (TURBA) PCNU Banyuwangi bertajuk "NGERANDU NU" terus bergerak menyapa warga Nahdliyin dari wilayah lereng Gunung Raung hingga pesisir Pantai Pulau Merah. Selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (11–12 Juli 2026), kegiatan estafet konsolidasi organisasi berlangsung di MWCNU Songgon dan Singojuruh, kemudian berlanjut ke MWCNU Pesanggaran dan Siliragung.
Di setiap titik pelaksanaan, antusiasme warga NU begitu terasa. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, pengurus MWCNU, ranting, anak ranting, hingga badan otonom (Banom) hadir memenuhi lokasi kegiatan. Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, mencerminkan semangat persaudaraan yang selama ini dirindukan oleh warga Nahdlatul Ulama.
Bagi banyak pengurus ranting, NGERANDU NU bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang untuk melepas rindu setelah sekian lama belum merasakan kebersamaan dalam forum besar NU.
"Judul NGERANDU NU sangat tepat bagi kami yang ada di ranting. Kerinduan untuk berkumpul dan bersilaturahmi seperti ini sudah lama kami tunggu. Alhamdulillah sekarang bisa kembali bertemu dalam suasana penuh kekeluargaan," ungkap Kasiono, Ketua Ranting NU Sumberdadi, Sarongan.
Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menjelaskan bahwa NGERANDU NU merupakan implementasi nyata dari program TURBA PCNU Banyuwangi yang menyasar basis organisasi paling bawah, yaitu MWCNU dan ranting-ranting NU di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Menurutnya, selain menjawab kerinduan warga Nahdliyin untuk kembali berkumpul, kegiatan ini juga menjadi media edukasi mengenai tata kelola organisasi, administrasi, dan penguatan kelembagaan.
"Melalui kunjungan langsung ini, kami bisa mengidentifikasi berbagai kondisi di lapangan, mulai dari kelebihan, kekurangan, potensi, hingga peluang yang dimiliki masing-masing ranting. Dari sinilah nanti lahir langkah-langkah pembinaan yang lebih tepat sasaran," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) TURBA NGERANDU NU, Gus Riza Azizy, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kuatnya koneksi antarstruktur organisasi.
"Soliditas organisasi dapat dilihat dari seberapa kuat hubungan antara PCNU, MWCNU, hingga ranting. Ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka denyut kehidupan organisasi akan tampak dari kekompakan para pengurusnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kerja-kerja Nahdlatul Ulama tidak cukup hanya diwujudkan dalam pertemuan rutin atau aktivitas keagamaan semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan warga dan dapat dijalankan secara nyata di seluruh tingkatan organisasi.
Melalui estafet NGERANDU NU, PCNU Banyuwangi berharap lahir tata kelola organisasi yang semakin tertib, sinergi antar-lembaga dan Banom yang semakin kuat, serta ranting-ranting NU yang semakin aktif sebagai ujung tombak pelayanan kepada umat. Dari lereng Gunung Raung hingga pesisir Pantai Pulau Merah, semangat kebersamaan dan khidmah Nahdlatul Ulama terus dirawat untuk mewujudkan organisasi yang solid, mandiri, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.(HK)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar