Banyuwangi, 30 Januari 2026 – Kemeriahan dan syiar Islam melalui seni shalawat bergema di MA Al Amiriyyah , Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Madrasah yang dikenal dengan prestasi akademik dan event bergengsinya ini sukses menyelenggarakan Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur, sebagai pembuka rangkaian perayaan Harlah Hadrah dan menyemarakkan Satu Dekade Olimpiade Sains Seni dan Agama MA Al Amiriyyah (OSSAMAA).
“Festival Al-Banjari tahun ini
istimewa karena memiliki dua makna. Ia adalah wujud kecintaan kita pada
Rasulullah SAW dalam rangka Harlah Hadrah MA Al Amiriyyah yakni Syifaul Qolbi
dan Farha Syafaah, sekaligus menjadi bukti eksistensi dan perkembangan OSSAMAA
selama satu dekade sebagai ajang yang tidak hanya menampung bakat akademik,
tetapi juga seni dan spiritual,” ujar Ustaz M. Reza Pahlevi Fauzi, Ketua
Panitia Festival Al Banjari.
Kepala MA Al Amiriyyah, Ahmad Fauzan,
S.Pd.I., M.Pd. menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan
pesantren yang integral. “Kami tidak hanya membangun kecerdasan intelektual
melalui lomba-lomba akademik di OSSAMAA, tetapi juga mengasah kecerdasan
emosional dan spiritual melalui seni shalawat. Ini adalah pendidikan karakter
yang nyata,” tuturnya.
Dewan juri yang terdiri dari ahli seni
musik Hadrah Al Banjari memberikan penilaian yang ketat pada beberapa aspek,
seperti harmonisasi vokal, terbang, serta adab syair. Setelah melalui kompetisi
yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari, terpilih empat grup sebagai
pemenang utama:
1. Juara I: Grup Shalawat El Khoir dari MA Al Ma'arif Singosari, Malang
2.
Juara II: Grup Shalawat Bilqis Islamic Center, Tuban
3.
Juara III: Grup Shalawat Mustaq Jiddan, Banyuwangi
4.
Juara IV: Grub Shalawat An Nahdlah, Probolinggo
Para pemenang berhak mendapatkan
tropi, sertifikat, dan uang pembinaan. Namun, lebih dari sekadar kemenangan,
suasana persaudaraan dan saling menghargai antar-peserta menjadi nilai yang
paling menonjol.
“Ini pengalaman pertama kami ke
Banyuwangi. Kami sangat terkesan dengan keramahan panitia dan semangat pesaing
lainnya. Lomba di sini sangat profesional, namun nuansa ukhuwah-nya sangat
kuat,” kata Ahmad, salah satu peserta.
Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur ini
menjadi pembuka rangkaian OSSAMAA X dengan sangat khidmat dan semarak.
Keberhasilannya menjadi penanda bahwa MA Al Amiriyyah tidak hanya konsisten dalam menggelar event
kompetitif berkualitas tinggi, tetapi juga mampu menjadi garda depan dalam
melestarikan dan mengembangkan seni budaya Islami di kalangan generasi muda,
seiring dengan peringatan milad dan pencapaian satu dekade OSSAMAA yang
membanggakan.








