Banyuwangi – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) dirayakan dengan cara sederhana namun penuh makna melalui kegiatan Dirgahayu dan Rembug IX JRKBB di kawasan Paltuding Ijen, Jumat (23/1/2026).
Di tengah udara dingin dan kabut pegunungan Ijen, perayaan
ditandai dengan tasyakuran nasi kuning, polo pendem, serta aneka kudapan
donasi dari Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Pusat, Indah CC.
Suasana hangat semakin terasa saat peserta menikmati kopi dan teh panas
bersama, menjadikan peringatan ini penuh keakraban dan kebersamaan.
JRKBB sendiri dideklarasikan pada 17 Januari 2005
oleh 17 pimpinan radio komunitas di Gedung Juang ’45 Banyuwangi. Dalam
perjalanannya, JRKBB terus berperan sebagai simpul komunikasi, edukasi, dan
pemberdayaan masyarakat berbasis siaran komunitas di Bumi Blambangan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan penggiat radio
komunitas, di antaranya Kabag Humas Pemda Banyuwangi Drs. Abdullah, Ketua
JRKI Wilayah Jawa Timur, serta Founder JRK untuk Demokrasi.
Kehadiran mereka memperkuat posisi JRKBB sebagai bagian penting dari ekosistem
penyiaran komunitas di daerah.
Sebanyak 13 peserta dari unsur radio komunitas dan Perkumpulan Komunitas Gotong Royong ’45 mengikuti rangkaian acara sejak pagi. Usai tiba menggunakan armada wisata DAMRI, peserta langsung menggelar penyegaran kepengurusan, penyusunan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta perumusan program kerja yang dikemas dalam Rembug IX JRKBB.
Hasil rembug menetapkan Bambang Irawan dari Brit
FM Gendoh–Sempu kembali terpilih sebagai Ketua JRKBB untuk periode
kedua masa bakti 2026–2027. Husen dari Planet FM Wongsorejo,
yang sebelumnya menjabat sekretaris, dipercaya naik sebagai Wakil Ketua.
Posisi Sekretaris diemban oleh Qurrota A’Yunin dari Podcast
Sinergi Gotong Royong ’45.
Sementara itu, susunan Presidium JRKBB diisi oleh Hariyanto
(Bisma FM Gambiran), Sutiyon (At Rohman FM Srono), dan Nurhadi
Windoyo (Studio Aura Lentera).
Usai Isoma dan jeda ibadah salat Jumat, forum kembali dibuka
dengan penyampaian usulan program kerja. Sejumlah agenda strategis disepakati,
antara lain pelantikan pengurus baru bertepatan dengan Hari Pers Nasional di
Kedai Makmoer, penguatan program talkshow dan reportase, sinergi
dengan media online, kepedulian terhadap isu disabilitas dan
kebencanaan, serta agenda kebersamaan berupa mlaku-mlaku siaran ke Alas
Purwo.
Refleksi dan tasyakuran HUT ke-21 ini juga diisi dengan pelatihan jurnalistik oleh Siswanto, jurnalis yang aktif di televisi swasta nasional dan pengelola media lokal berbasis desa Pojok Etan.com. Materi yang disampaikan meliputi dasar jurnalistik, etika media, hingga pentingnya mengangkat kehidupan dusun dan desa melalui radio komunitas.
Selain itu, peserta mendapatkan paparan praktik baik
pengelolaan radio komunitas serta pengenalan aplikasi GATA, yang
disampaikan oleh Ketua Panitia Andre Waluyo.
Andre Waluyo yang juga founder aplikasi GATA, menekankan pentingnya
setiap awak radio memiliki keyword bisnis atau “kartu nama verbal”
sebagai bagian dari strategi branding dan profiling media radio.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, seperti Haderi, Mislatin Rehana, Abdul Mun’im, Elly, dan lainnya. Dengan biaya terjangkau—cukup Rp45 ribu untuk perjalanan pulang-pergi DAMRI dan retribusi Pokdarwis Tamansari—mereka mengaku bahagia karena bisa merayakan ulang tahun JRKBB sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di dunia radio komunitas.
Dirgahayu ke-21 JRKBB menjadi penegas bahwa radio komunitas
tetap hidup, bertumbuh, dan relevan sebagai media gotong royong, kesabaran,
serta keikhlasan dalam melayani masyarakat Banyuwangi.(AW)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar