Pages

Dua Finalis Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Madrasah Tingkat Nasional Ikuti Kemah MORAMA II


Banyuwangi (Warta Blambangan) Sebanyak 2 peserta terbaik dari Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Madrasah tingkat nasional mengikuti kegiatan Kemah Moderasi Beragama MORAMA II yang berlangsung di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi madrasah yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuan untuk memperkuat semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda.



Dua siswa dari Kabupaten Banyuwangi berhasil lolos 40 terbaik dalam ajang bergengsi ini. Mereka adalah perwakilan dari MAN 2  Banyuwangi di Kecamatan Genteng dan MAN 3 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Stono.

Salah satu peserta, Inesya Dwi Puspita, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan berharap doa serta dukungan dari semua pihak agar dapat menjadi yang terbaik di ajang tersebut.


“Kami memohon doa restu dari seluruh warga Banyuwangi agar bisa memberikan yang terbaik untuk daerah kami dan menjadi inisiator muda yang berprestasi dalam moderasi beragama,” ungkap Inesya dengan penuh harapan.


Selama kegiatan kemah, para Inisiator Muda Moderasi Beragama juga berkesempatan melakukan wawancara khusus terkait moderasi beragama dengan beberapa pejabat penting, termasuk Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama RI dan Kepala Subbagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Wawancara ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para peserta mengenai pentingnya moderasi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa Kegiatan Kemah MORAMA II ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki jiwa moderasi yang kuat untuk menjaga keberagaman dan persatuan bangsa.

Tampilan MTsN 1 Banyuwangi di Morama II


Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam rangkaian pembukaan Kemah Moderasi Beragama yang digelar di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banyuwangi menampilkan drama teater kisah legenda Sri Tanjung. Pertunjukan ini berhasil memukau para peserta kemah dan tamu undangan yang hadir pada Jumat, (13/10/2024).



Kisah Sri Tanjung, legenda rakyat dari Banyuwangi yang sarat dengan pesan kesetiaan dan keadilan, diangkat sebagai simbol persatuan dan kekuatan moral yang relevan dengan semangat moderasi beragama. Para siswa MTsN 1 Banyuwangi tampil memukau dengan akting yang menghayati, kostum yang indah, serta tata acara yang memikat. Mereka berhasil membawa para penonton kembali ke masa lalu dengan alur cerita yang emosional dan penuh makna.


Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS), Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa), serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat.


Setelah pertunjukan, para pejabat Kemenag yang hadir menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan para pemain teater MTsN 1 Banyuwangi. Momen ini menjadi tanda apresiasi atas penampilan yang luar biasa dari para siswa dalam menyemarakkan pembukaan Kemah Moderasi Beragama tahun ini.


Dr. Chaironi Hidayat mengungkapkan rasa bangga atas kreativitas dan semangat yang ditunjukkan oleh para siswa MTsN 1 Banyuwangi. "Kisah Sri Tanjung yang mereka bawakan hari ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang kejujuran, kesetiaan, dan nilai-nilai luhur yang harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam upaya kita menjaga kerukunan dan moderasi beragama," ujarnya.


Kemah Moderasi Beragama dengan peserta lebih dari 1500 peserta di bumi perkemahan Jeongmara ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan berbagai kegiatan edukatif dan kebudayaan yang diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi di kalangan generasi muda.

Kepala Kemenag Banyuwangi Hadiri Pentas Seni Api Unggun pada Hari Kedua Kemah Moderasi Beragama II

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Choironi Hidayat, bersama istri menghadiri Pentas Seni (Pensi) Api Unggun pada hari kedua Kemah Moderasi Beragama (Morama) II yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10/2024). Acara yang menjadi salah satu puncak kegiatan kemah ini diikuti dengan antusias oleh peserta Pramuka dari berbagai agama, menunjukkan keberagaman dan semangat moderasi beragama.



Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Kab. Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh peserta. "Pentas seni malam ini menjadi simbol harmonisasi keberagaman di tengah kita. Semoga moderasi beragama terus tumbuh dalam setiap jiwa generasi muda kita," ungkap Choironi.


Pentas seni ini menampilkan berbagai pertunjukan dari peserta Pramuka dengan latar belakang agama yang berbeda. Berbagai seni tari, nyanyian, dan penampilan kreatif lainnya menambah semarak suasana api unggun malam itu.



Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Banyuwangi serta Moh. Hakim Said dari Rumah Kebangsaan Banyuwangi, yang juga turut memberikan dukungan terhadap upaya penguatan moderasi beragama melalui kegiatan kepramukaan.


Acara api unggun dan pentas seni di hari kedua kemah Morama II ini diharapkan mampu menjadi momen yang menginspirasi generasi muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.


Morama II ini sendiri berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang agama dan budaya, menekankan pentingnya kerukunan dan persatuan di tengah perbedaan.


Direktur Penerangan Agama Islam Menyapa Penyuluh di Kemah Moderasi Beragama Morama II

Banyuwangi, (Warta Blambangan) Dr. Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, di hari kedua, menyapa penyuluh agama dalam rangkaian kegiatan Kemah Moderasi Beragama (Morama II) yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Acara tersebut berlangsung pada hari kedua kegiatan kemah, Sabtu (12/10/2024) dan Dr. Ahmad Zayadi hadir didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Santoso, serta Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Moh. Amak Burhanuddin.



Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Zayadi menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. "Moderasi beragama adalah fondasi penting untuk menjaga kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan beragama di Indonesia. Penyuluh agama diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengajak masyarakat untuk hidup dalam kebersamaan dan saling menghargai," ujarnya.


Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif yang melibatkan berbagai peserta kemah. Dalam sesi tanya jawab tersebut, seorang anggota Pramuka penggalang dan dua anggota Pramuka yang masuk 40 nominator Inisiator Muda Moderasi Beragama turut memberikan pertanyaan kepada Dr. Ahmad Zayadi dan tim.


Kemah Moderasi Beragama Morama II diikuti oleh lebih dari 1500 peserta yang terdiri dari pengawas madrasah, pengawas pendidikan agama, ASN Kementerian Agama, kepala KUA kecamatan, penyuluh agama, serta Pramuka dari berbagai agama. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan memperkuat sinergi antar peserta dalam menjaga keharmonisan beragama di Indonesia.


Kegiatan Kemah Moderasi Beragama yang berlangsung hingga 13 Oktober 2024 diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang moderat, toleran, dan mampu hidup dalam keberagaman sejak dini.


Karang Pamitran di Perkemahan MORAMA II: Pemantapan Kepramukaan bagi Pendamping Peserta


Banyuwangi, (Warta Blambangan) Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Perkemahan Moderasi Beragama (MORAMA II), dilaksanakan Karang Pamitran yang diikuti oleh peserta dewasa yang merupakan pendamping peserta perkemahan. Kegiatan ini digelar di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, dari tanggal 11 hingga 13 Oktober 2024.



Karang Pamitran ini menghadirkan pemateri dari Pusdiklatcab Pramuka Banyuwangi, di antaranya Kusno Abiwibowo, Abd Rahman, St. Muanifah (Kak Hanief), Syafaat, dan beberapa pelatih lainnya. Selama tiga hari penuh, para peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai berbagai materi kepramukaan, dengan total durasi pelatihan mencapai 35 jam.


Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan para pendamping dalam mendampingi peserta muda, serta membekali mereka dengan pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar kepramukaan yang sejalan dengan semangat moderasi beragama. Materi yang disampaikan mencakup pembinaan mental, penguatan karakter, dan pengembangan kepemimpinan dalam kepramukaan.


Kak Kusno Abiwibowo, salah satu pemateri, menyatakan bahwa Karang Pamitran ini sangat penting dalam membentuk pendamping yang tangguh dan kompeten. "Melalui pelatihan ini, kami berharap para pendamping mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta muda, tidak hanya dalam hal teknis kepramukaan tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi," ujar Kak Kusno.


Selain itu, St. Muanifah atau yang akrab disapa Kak Hanief, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan selama Karang Pamitran disusun untuk mencakup aspek praktis dan teoritis kepramukaan. "Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pendamping untuk memperdalam wawasan mereka, sehingga siap membimbing generasi muda dengan bijak," katanya.


Dengan dilaksanakannya Karang Pamitran ini, diharapkan para pendamping peserta perkemahan dapat menjalankan peran mereka dengan lebih baik, tidak hanya dalam kegiatan MORAMA II, tetapi juga dalam kegiatan kepramukaan lainnya di masa depan.


Hari Kedua Kemah Moderasi Beragama: Dr. Ahmad Zayadi Terima Buku "Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji"

Banyuwangi, +Warta Blambangan) Pada hari kedua pelaksanaan Kemah Moderasi Beragama (Morama) I di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10/2024), Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. H. Ahmad Zayadi, menerima buku berjudul Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji. Buku ini merupakan karya Syafaat, yang mengisahkan pengalaman penulis selama bertugas sebagai petugas haji pada musim haji tahun 2024.



Penyerahan buku berlangsung setelah sesi diskusi tentang Moderasi Beragama, di mana Dr. Ahmad Zayadi didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Santoso, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Moh. Amak Burhanuddin, serta Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawawi), Drs. Mufi Imron Rosyadi.


Dr. Ahmad Zayadi menyampaikan apresiasi atas karya Syafaat yang dinilai sebagai kontribusi penting dalam mendokumentasikan pengalaman haji dari perspektif petugas. “Buku ini bukan hanya sekadar catatan perjalanan, tetapi juga cerminan tanggung jawab, pengorbanan, dan dedikasi para petugas dalam melayani jamaah haji. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ungkapnya.


Karya tersebut menggambarkan perjalanan spiritual dan logistik selama menunaikan tugas haji, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi oleh petugas haji. Buku ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi masyarakat, khususnya terkait peran petugas dalam melayani jamaah haji.


Kegiatan Kemah Moderasi Beragama (Morama) I ini sendiri merupakan ajang bagi para peserta untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya nilai-nilai moderasi beragama. Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pendidikan, berbagai agama dan ASN Kementerian Agama di Banyuwangi, yang aktif dalam berdiskusi dan bertukar pengalaman untuk mempromosikan kehidupan beragama yang toleran dan inklusif.


Dr. Ahmad Zayadi yang pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur juga menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus berusaha menjadikan Indonesia sebagai teladan bagi dunia dalam hal toleransi dan keberagaman,” tambahnya.


Kemah Moderasi Beragama ini akan berlangsung hingga Ahad (13/20/2024) dan akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan peserta.


Dua Buku Pengalaman Petugas Haji Diserahkan kepada Kepala Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur

 Banyuwangi (Warta Blambangan) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Chaironi Hidayat menerima buket buku dari Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi pada Sabtu (12/10/2024). Penyerahan buket dilakukan di Aula MAN 1 Banyuwangi dalam acara Maulid Nabi Muhammad Saw dan Pembinaan ASN yang berlangsung penuh keakraban.



Buket buku tersebut berisi beberapa karya sastra dari anggota Lentera Sastra, termasuk buku 79 Penyair Banyuwangi Hebat bersama Umat yang merupakan antologi puisi karya para penyair Banyuwangi. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah dua buku karya Ketua Lentera Sastra, Syafaat, yang mengangkat tema perjalanan haji dari sudut pandang petugas kloter.


Kedua buku karya Syafaat tersebut adalah Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih yang menceritakan pengalaman pada tahun 2017 dan Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji yang menggambarkan perjalanan haji tahun 2023. Kedua buku ini mengangkat berbagai cerita suka duka petugas kloter dalam membimbing dan mendampingi jamaah haji, memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan spiritual yang penuh tantangan.



Yang menarik, di buku terbaru yang diterbitkan pada tahun 2024, terdapat cerita khusus mengenai interaksi penulis dengan Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar ketika bersama-sama mengikuti Bimbingan Teknis Calon Petugas Haji, menambah dimensi personal dalam kisah perjalanan haji tersebut.


Penyerahan buket buku ini merupakan bentuk apresiasi Yayasan Lentera Sastra terhadap kontribusi Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar dalam mendukung kegiatan sastra dan literasi di Jawa Timur.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger