Pages

Pembinaan Kepala KUA Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi

 Pembinaan Kepala KUA Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan( Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Moh. Amak Burhanudin di aula atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, senin (14/085/2023) memberikan pembinaan terhadap 24 Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.


Dalam kesempatan tersebut Amak menyampaikan bahwa pada saat ini pemanfaatan media social sangat penting untuk sarana informasi layanan kepada masyarakat, hal ini dengan mengingat saat ini sangat jarang masyarakat tidak mengenal dunia media sosial, kareanya pemanfaatan media sosial sebuah keniscayaan.

“dengan media online tersebut informasi tentang layanan terhadap mesyarakat lebih mudah disampaikan kepada masyarakat” kata Amak.

Terkait PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) amak berharap agar para Kepala KUA Kecamatan mengingatkan para P#K yang ada diwilayah kerjanya agar hadir dalam Penyampaian SK Pengangkatan PPPK Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2022 secara serentak yang dilakukan secara daring oleh Menteri Agara Republik Indonesia.


Amak juga berharap agar para Kepala KUA Kecamatan melakuan inovasi layanan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar layanan semakin cepat dan akurat. Hal ini dengan mengingat saat ini denganpemanfaatan tehnologi, hal tersebut sangat mungkin terjadi.

Amak juga mengingatkan agar para Kepala KUA Kecamatan lebih cermat dalam layanan pada masyarakat, hal ini dengan mengingat pemanfaatan tehnologi tersebut bisa jadi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk pemalsuan dokumen dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi didam[ingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Ketua APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Cabang Banyuwangi. (Syaf)

Sosialisasi Sertifikat Halal dan Ekonomi Kreatif Desa Sepanjang

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Desa Sepanjang Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi menyambut baik Sosialisasi Sertifikat Halal yang dilakukan di Balai Desa Sepanjang terhadap para Pelaku Usaha UMKM yang ada diwilayah desanya, Minggu (13/08/2023) oleh Pendamping Produk Halal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Syafaat, S.H., M.H.I dan H. Imam Mustaqim, S.H.I.


Acara yang dimotori Mahasiswa KKN IAII (Institut Agama Islam Ibrahimy) Genteng, tersebut selain sosialisasi, juga pendampingan untuk mendaftarkan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dilakukan para Mahasiswa.
"Dengan adanya kegiatan ini, untuk pengajuan sertifikat halal  UMKM Desa Sepanjang dapat dijadikan percontohan untuk wilayah Kecamatan Glenmore" Kata Rojikin.

Kepala Desa Sepanjang berharap sertifikat halal yang diproses oleh para Mahasiswa KKN IAI Ibrahimy Genteng ini selesai sebelum masa KKN berahir.
Lebih lanjut Rojikin menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi juga pembangunan dibidang ekonomi.
"branding sebuah produk sangat penting untuk pemasaran sebuah produk' kata Rojikin.
Kepala Desa Sepanjang tersebut juga berkeinginan membentuk klaster klaster UMKM yang akan dibantu oleh Pemerintah Desa Sepanjang.

Syafaat sebagai Pendamping Proses Produk Halal (PPH) sangat berterima kasih atas inisiatif para Mahasiswa KKN dalam mensosialisaikan dan membantu proses sertifikasi produk halal bagi pelaku UMKM.
"jikalau sertifikat halal belum terbit sampai berakhirnya masa KKN, proses akan tetap dilanjutkan dan dikirim secara online" kata Syafaat.
Koordinator KKN Kelompok XI IAII di Desa Sepanjang menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini semoga UMKM Desa Sepanjang menjadi contoh UMKM di desa lainnya di Kecamatan Glenmore.

Rohimah sebagai pemateri bidang ekonomi kreatif menyampaikan trik tentang pengemasan usaha, dan bagaimana memasarkannya.

Dosen pembimbing lapangan Firma Yudha memberikan apresiasi yang setinggi ttingginya terhadap yang dilakukan para Mahasiswa KKN yang sangat peduli terhadap para Pelaku Usaha untuk dibantu dalam proses NIB dan sertifikat halal. (syaf)

Juri Cilik Dalam Lomba Puisi Dan Menyanyi MI Darun Najah II Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Menjadi juri dalam lomba Puisi dan menyanyi mungkin hal yang mustahil bagi siswi kelas 3 MI. Akan tetapi tidak begitu bagi siswi MI Darun Najah II. Dalam kegiatan Ekstra kurikuler Sabtu (12/08/2023), dimomen bulan Agustus ini diadakan lomba puisi dan menyanyi khusus bagi siswi yang mengikuti ekstra kurikuler Puisi. Siswi yang sudah mampu Puisi dan menyanyi dengan baik dan sering menjadi juara diberi tugas menjadi juri cilik yang akan menilai teman-temannya yang menjadi peserta lomba.

Sebagai juri menyanyi Aulia Izzatun Nisa kelas 4 dan Berlian Ramadhani kelas 3, sedangkan juri Puisi Siti Rohimah Elbahiroh dan Adelia Corina kelas 5. Mereka telah beberapa kali menjadi juara dalam lomba yang diikutinya, baik ditingkat Kecamatan maupun ditingkat Kabupaten. 


Menggali potensi siswi tidak hanya dengan materi memberikan materi puisi saja akan tetapi penting juga bagi siswi yang sudah mampu dibidangnya untuk mengembangkan kemampuan bidang penjurian. Begitu kata kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah saat menerima laporan dari juri cilik tentang hasil penilaiannya. 

“para siswa tidak hanya diajarkan bagaimana mereka menjadi peserta, kegiatan, namun juga sebagai panitia dan juga juri dalam kegiatan tersebut” kata Majid.

Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa dari hasil laporan juri cilik ini, mereka juga professional untuk menjadi juri dari teman-temannya, tidak ada keberpihakan dengan para peserta. Mereka mampu menjelaskan bagaimana keunggulan peserta yang menjadi pemenangnya.

MI Darun Najah II beberapa tahun terahir menggiatkan ekstrakurikuler dibidang pengembangan bakat dan minat, terutama dibidang seni. Untuk seni baca puisi dan menyanyi dipercayakan kepada sanggar merah putih 45 pimpinan Agus Wahyu Nuryadi, sedangkan dipidang karya tulis MI Darun Najah II menggandeng Lentera Sastra.

Selain lomba dibidang seni, pada bulan Agustus ini juga terbit Buku Karya Tulis siswa dari pelatihan yang dilaksanakan bersama Lentera Sastra, yang diharapkan menjadi pelecut bagi siswa untuk terus mengembangkan bakat dan minat dibidang literasi dan sastra.(Eni)

MGMP Bahasa Osing SMP Pengimbasan Ke Guru Bahasa

Banyuwangi (Warta Blambangan) Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP) Bahasa Osing mengadakan kegiatan revitalisasi Bahasa Using untuk 77 guru Bahasa Jawa dan  Bahasa Indonesia. Ada 13 Kecamatan menjadi sasaran kegiatan regenerasi calon pengampu guru-guru bahasa Osing.



 Kegiatan berlangsung di depan Warung Kemarang tepatnya Sanggar Lukis Pelataran Tamansuruh-Glagah,Senin 7 Agustus untuk wilayah utara dan  untuk selatan diigelar di Omyah Using Daepong Watukebo Blimbingsari,Selasa 8 Agustus.


 Adapun pemateri dari kegiatan tersebut berasal dari hasil workshop yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur pada tanggal 10 - 15 Juli 2023 di Uniba.Lalu  peserta menjadi  pemateri dengan 4 wilayah pengimbasan. Wilayah pengimbasan terbagi menjadi empat bagian wilayah 1 khusus Banyuwangi Kota sedangkan. Wilayah 2 terdiri dari Kecamatan Giri, Kalipuro, Glagah dan licin. Wilayah 3 terdiri atas Kecamatan Blimbingsari, Kabat, Rogojampi dan Songgon. Adapun Kecamatan wilayah 4 terdiri dari empat Kecamatan juga yaitu Srono, Singojuruh, Cluring dan Sempu. Terdapat total 58 sekolah negeri dan swasta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  Adapun tujuan dari kegiatan revitalisasi Bahasa Using ini yakni bagaimana membumikan kembali bahasa Using untuk murid melalui pembelajaran baik itu secara eksternal maupun intra dalam berbagai macam lintas mata pelajaran.Pengurus MGMP yang baru batita ini juga dari berbagai mapel yang punya semangart peduli dan satya bhakti bumi berpijak langit terjunjung.

 

Kasie SMP Didik Eko Wahyudi,S Pd   saat pembukaan  di  Sanggar Lukis Pelataran Ilyasin Tamansuruh menyampaikan, "Sekolah merupakan gerbang utama untuk meregenerasi bahasa ibu. Karena bahasa Ibu dari Banyuwangi adalah bahasa Using, maka bagaimana siswa-siswi mengetahui mengenal dan memahami Banyuwangi dari seluruh aspek alam geopark, adat, budaya dan sejarah maupun segala seni yang berpadu dalam keharmonisan kebhinekaan global!" ungkapnya seraya kesuwun ke MKKS Negeri dan Swasta yang turut mbrejag tangi nguri-nguri. 


Seluruh pemateri  yang berasal dari lintas mapel menyampaikan 7 materi yang sesungguhnya sangat tidak asing dalam kehidupan keseharian, diantaranya mendongeng berpidato, puisi, nembang,  melawak, cerita pendek, menulis serta mengucapkan Bahasa Osing dengan pola merdeka belajar.


Yeti Chotimah M.Pd selaku ketua MGMP Bahasa Osing berharap "Kegiatan revitalisasi ini merupakan ajang silaturahmi dan menyamakan persepsi bahwa Bahasa Using sangat patut digandrungi dan  dilestarikan.  Para guru bahasa baik itu Jawa, Indonesia maupun Inggris bisa menjadi promotor untuk pelestarian bahasa Osing di lingkungan sekolah!" Ujar pengajar IPA dan Seni Budaya ini  seorang  guru penggerak angkatan 7 yang juga pengurus Dewan Kesenian Blambangan ini.


 Pada kegiatan tersebut, Slamet Hariyadi alias Penyet sebagai salah satu maestro Fasda Kabupaten  untuk praktek stand up comedy Pemateri  Widyaningsih,S.Pd  pemateri lawak atau dalam Bahas Osingnya ngewer. 


 Menguatkan secara keseluruhan, Drs. H.Alfian,M.Pd selaku Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi  dalam sambutannya pada  Roadshow  Bahasa Using di Resto Daipong Watukebo, "Ayo mulai sekarang semangat yang tinggi untuk terus menerapkan profil pelajar Pancasila dengan muatan budaya dan pelestarian bahasa Osing.  Karena sudah banyak budaya maupun bahasa yang mati jika dunia pendidikan Tidak memulai peduli dalam proses pelestarian bahasa osing utamanya penutur bahasa osing.  Ayo juga galakkan gerakan bahasa osing melalui media sosial yang dimotori oleh MGMP Bahasa osing baik itu YouTube, Twitter, IG, Fb maupun medsos yang lainnya. Setiap orang yang tinggal di Banyuwangi  mempunyai kewajiban untuk melestarikan seni budaya dan bahasa osing agar menumbuhkan rasa nasionalisme serta kepedulian terhadap Banyuwangi!" ujar kakek yang baru dapat anugrah cucu kembar perempuan.


 Masih menurut Alfian yang lahir di Sumenep, "jika sekolah internasional pengantarnya menggunakan bahasa asing. Bagaimana sekolah di Banyuwangi tidak hanya menggunakan bahasa pengantar Indonesia tetapi juga bisa menyisipkan pengantar dalam bentuk bahasa daerah yaitu  Madura atau Jawa serta osing!" tegasnya seraya sampaikan kebijakan politik pemimpin Banyuwangi menentukan arah pelestarian dan punahnya kearifan lokal di era global yang batas negara sekedar admitrasi. (Aguk/WB)

Mabrur dalam Pelayanan Ibadah Haji

 Banyuwangi (Warta Blambangan) ASN KementerianAgama, menjadi Ketua Kloter merupakan ibadah yang mengharuskan totalitas untuk melayani jamaah. Kesungguhan dalam menjalankan tugas bersama Pembimbing Ibadah dengan dibantu tiga orang tenaga kesehatan diuji ketika harus melayani jamaah haji lansia dan resiko tinggi.




Bagi sebagian jamaah, keinginan untuk meninggal ditanah suci merupakan doa yang mungkin tersemat dalam hati, hal ini sangatlah wajar dengan mengingat bahwa prosesi pemakaman bagi jamaah haji yang meminggal, selalu disholatkan di Masjidil Haram setiap habis Sholat Jamaah, sehingga jutaan jamaah haji yang ikut mensholatkan dan mendoakan.

Setelah pandemi covid-19  berakhir, pemberangkatan jamaah haji telah normal kembali  hal inilah yang mengakibatkan banyaknya jamaah haji lansia dan resiko tinggi yang berangkat menjalankan rukun Islam kelima.

Jama'ah memang sedari tanah air sudah berpeluang untuk lebih dulu memenuhi panggilan sang ajal, dan Tuhan masih memberikan kesempatan untuk berkunjung ketanah Ibrahim.
Tidak ada alasan untuk melarang para jamaah tersebut berkeinginan demikian, meskipun hal ini menambah beban kerja para petugas, dan tidak semua jamaah yang berkeinginan meninggal ditanah suci dapat terpenuhi semua
keinginannya, karena memang belum mendapat restu dari sang Penguasa Ajal.

Moto pengabdian kepada jamaah merupakan kemabruran selalu dipegang oleh semua petugas haji, mereka tidak akan memikirkan kegiatan ibadah sunnah sebagaimana jamaah haji pada umumnya,

Petugas kloter 24 jam memikirkan jama'ah meliputi 3 hal Yakni ( melayani, membimbing, dan melindungi)

1. Melayani, petugas  memberikan pelayanan sebaik mungkin dengan seluruh team, karom dan Karu dalam hal pembagian tempat hotel, maktab arofah, Mina, dan hotel Madinah.
Juga konsumsi dan tranportasi.

2. Membimbing, yakni petugas ibadah membimbing agar jangan ada satu jamaahpun yang tidak sukses melaksanakan haji sesuai rukun dan wajib hajinya.

3. Melindungi, petugas kesehatan selalu mendampingi kesehatan jama'ah dengan memberikan tindakan preventif, dan kuratif selama 24  jam siap di klinik "satelit" dan juga di balkon hotel, bahkan disemua titik pergerakan jama'ah ( Arofah, Muzdalifah, Mina, Madinah, Bus, Pesawat, Embarkasi dan Debarkasi).
Tiga fungsi petugas itulah yang menjadi  inti kegiatannya.

Dan Alhamdulillah 450 jemaah H. Nur Saewan dan Lukman Hakim sukses melaksanakan rukun dan wajib hajinya.
Disisi lain, ada 7 jemaah yang meninggal dunia di Makkah, adalah bentuk takdir Alloh yang tidak kuasa diantisipasi oleh siapapun dan insyaallah sebuah keberkahan karena tak semua orang bisa meninggal di sana sekalipun diharapkan.






Survei Nasional Baca Tulis Al-Qur’an, MAN 3 Banyuwangi dapat Nilai Excelent

Banyuwangi (Warta Blambangan) Survey Nasional Literasi Baca Tulis Al-Qur’an yang dilaksanakan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS) pada Sabtu (05/08/2023) oleh penguji dari ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan diberi Surat Tugas sebagai penguji atau Enomurator pada siswa MAN 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono. 




Plh. Kepala MAN 3 Banyuwangi Drs. H. Saeroji  M.Pd.I menyampaikan bahwa kebetulan sesuai dengan alphabeth, Kelas awal adalah Jurusan Agama, yang sebagian merupakan anak Mahad dan Tahfidz, sehingga bacaan Al-Qur’an nya cukup lumayan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin ditempat terpisah menyampaikan bahwa di Banyuwangi ada 3 MAN yang mengelola Mahad, yang salah satunya MAN 3 Banyuwangi.
"siswa yang berada di mahad diberikan materi pelajaran diniyah yang disesuaikan dengan kurikulum madrasah" katanya.
"Alhamdulillah Keluarga besar Kantor Kemenag Banyuwangi sangat beruntung dan berbahagia, karena  MAN 3 Banyuwangi merupakan salah satu lokasi  Survey Nasional Baca Tulis Al Quran dari Balitbang Kementerian Agama Republik Indonesia" Kata Amak

Lebih lanjut Amak menyampaikan bahwa dirinya sangat berterimakasih dan hal ini sangat bermanfaat sehingga kedepan semua siswa siswi Madrasah akan semakin meningkat kualitas baca tulis Al Qurannya dan semangat cinta Al Quran  semakin meningkat dan bisa mewujudkan slogan tiada hari tanpa Al Quran .

Syafaat yang diberi tugas sebagai Enomurator dari BLAS menyampaikan bahwa sesuai dengan yang disampaikan Ketua BLAS Anshori bahwa Populasi riset adalah seluruh sekolah SMA/MA dan SMP/MTs dengan status negeri dan
swasta di seluruh Indonesia. Target sampel berjumlah 120 Kab/Kota, unit sampling sebanyak 240 Sekolah/Madrasah dengan status negeri dan swasta, dan sampel peserta didik
sejumlah 960 siswa siswi yang dipilih secara acak. Dengan ketentuan untuk setiap sekolah diplih secara acak sejumlah 4 orang dengan proporsi gender 50:50 untuk laki-laki dan perempuan.
"Untuk SMA atau MA kita pilih dari Kelas XI dan XII masing-masing  2 siswa secara acak" kata Syafaat.
Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa berdasarkan buku petunjuk yang diberikan, bahwa riset ini merangkum sekurangnya indikator kemampuan literasi tersebut kedalam;
1) mengetahui cara menulis huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung,
2) ketepatan bacaan tajwid, dan
3) memahami isi dan kandungan al qur’an.

Salah satu peserta Kelas XII Haditya Hernawan merupakan siswa jurusan Agama yang telah hafal 29 juz.
"Saya sangat terkesan dengan survei ini" katanya. (syaf)

Survey Nasional Baca Tulis Al-Qur’an di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS) mengadakan Survey Nasional Baca Tulis Al-Qur’an (Surnas BTQ) terhadap 240 Sekolah atau Madrasah di Indonesia, salah satu yang di survei adalah SMP Sultan Agung Desa Jambewangi Kecamatan Sempu, 


Survei yang dilaksanakan Kamis (03/08/2023) dilakukan terhadap 4 siswa yang dipilih secara acak dari kelas 8 dan kelas 9, oleh Syafaat, ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang mendapat tugas sebagai penguji dari Balitbang Semarang.

Kepala SMP Sultan Agung Siti Fathimah R menyampaikan terima kasih kepada Balitbang Kementerian Agama yang memilih sekolahnya untuk di Survei.

"Untuk jenjang SLTP, Sekolah kami merupakan satu-satunya yang disurvei di  wilayah Kabupaten Banyuwangi", katanya.

Sementara Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Sempu, Guntur yang ikut mendampingi penguji menyampaikan bahwa Survei ini  sangat menarik yang mungkin juga dapat dilakukan secara lokal ditingkat Kabupaten dengan Sekolah yang lebih banyak, atau mungkin ada perwakilan di tiap Kecamatan.

Melalui saluran seluler Kepala Balitbang Semarang Anshori menyampaikan bahwa Riset ini menggunakan dua jenis instrument, yaitu tes dan non tes. Instrumen tes terdiri dari dua alat ukur, yaitu tes baca Al Qur’an (Tartil) dan tes tulis Al Qur’an (Imla’).

Sementara untuk instrumen non tes menggunakan kuisoner untuk ditanyakan oleh penguji kepada peserta didik untuk dijawab/diisi sesuai faktual keseharian mereka.  Aspek yang diukur adalah demografi, motivasi, kurikulum dan pola pembisaan membaca Al Qur’an di keluarga.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh.  Amak Burhanudin menyampakan bahwa pihaknya sangat mendukung Surnas BTQ yang dilaksanakan pada jenjang  SLTP dan SLTA yang salah satunya di Kabupaten Banyuwangi.

"Ada satu SMP dan satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Banyuwangi yang disurvei Balitbang", kata Amak.

Selaku penguji, Syafaat menyampaikan bahwa dalam Survey ini para penguji telah dibekali dengan batasan yang jelas, sehingga ada alat pengukuran yang sama se Indonesia. Ditanya tentang hasil Survey, dirinya menyampaikan bahwa tugasnya hanya melakukan pengujian dan melaporkan kepada Balitbang dan tidak berhak untuk mengumumkan.

"Nanti akan di umumkan secara Nasional, dan Insyaallah nilai siswa di Kabupaten Banyuwangi secara umum cukup bagus" katanya. (syaf/yas)


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger