Pages

MTsN 8 Banyuwangi Raih Tiket OSN ke Provinsi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Sakti Ageng Pangayom dari MTsN 8 Banyuwangi di Kecamatan Genteng, menjadi yang terbaik dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang Sekolah 

Menengah Pertama bidang IPA  tingkat Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor : 0981/J7.1PN.01/2023 tanggal 28 Mei 2023.

Sedangkan di urutan kedua diraih Andika Arya Dewangga dari MTsN 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono, Peringkat Ketiga Aurio Tito Ramadhani dari MTsN 8 Banyuwangi  dan peringkat 4 dan 5 diraih Siswa SMP.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno berharap wakil dari Banyuwangi dapat lolos ke tahap berikutnya.

"Alhamdulillah, semoga makin berprestasi ditingkat lebih tinggi" kata Suratno.


Senada dengan Suratno, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin berharap siswa MTsN tersebut menjadi yang terbaik hingga ke tingkat nasional.

"prestasi siswa ajan kita berikan apresiasi" kata Amak.



Kepala MTsN 8 Banyuwangi Sri Endah Zulaikhatul Kharimah menyampaikan bahwa untuk menghadapi event ke tingkat provinsi, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.

E-Library MI Darun Najah II Banyuwangi Hampir Tembus 1000 Buku Elektronik


Banyuwangi (Warta Blambangan) Madrasah Ibtidaiyah Darun Najah II Tukangkayu Banyuwangi, memanfaatkan platform digital untuk penunjang pendidikan, hal ini dilakukan agar siswa semakin mudah untuk mengakses layanan dengan mudah, murah dan cepat.

Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari referensi yang diakses, semakin banyak referensi yang didapat, akan semakin banyak pengetahuan yang didapat. Hal inilah yang menginspirasi MI Darun Najah II Banyuwangi untuk memanfaatlam dunia digital dengan E-Library (perpustakaan digital).

Pojok Baca MI Darunnajah II

Kepala MI Darun Najah II Banyuwangi Majidatul Himmah, S.Ag di ruang kerjanya, Senin (29/05/2023) menyampaikan bahwa E-Library MI Darun Najah II menyediakan lebih dari 900 buku digital, baik materi pelajaran maupun buku-buku untuk umum.

“untuk akses ke E-Library dan password yang berbeda untuk masing-masing siswa,” kata cucu pendiri Yayasan KH Harun ini.

Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa pada saat jam sekolah, siswa lebih diarahkan pada pustaka analog, dengan mengingat siswa tidak diperkenankan membawa HP di sekolah. Dan untuk perpustakaan analog juga disediakan buku-buku yang memadai untuk siswa.

Pengembangan perpustakaan yang ada di MI Darun Najah II Banyuwangi bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi.

“ Kita sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Perpustakaan Daerah nuntuk pengembangan Perpustakaan madrasah!"” kata  putri KH Makshum Syafi'i dan Nyai Hj Makshumah ini.

Pengembangan E-Library ini seiring dengan program Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin tentang digitalisasi layanan, yang dalam hal ini adalah digitalisasi madrasah.

Majid berharap dengan adanya E-Library ini siswa tidak kesulitan dalam mencari referensi yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari, karena dalam E-Library disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Saat Wartawan media ini ke madrasah yang usianya sekitar setengah abad ini, mendapati santriwati ekstrakuliler teater dan puisi yang baca buku cerita di depan teman-temannya yang dibagi kelompok serta pegang buku kumpulan puisi Sulur Kembang Sri Tanjung untuk acuan tugas cipta puisi dan cerita rakyat."Kami ingin terbitkan buku kumpulan karya siswi dan guru!" tutur pembina ekstra Eka Iftitah,S.Pd yang bersyukur kini anak-anaknya selain jawara diniyah dan olimpiade sekarang sudah menorehkan prestasi dibidang sastra Puisi.(Syaf/Aguk/WB).

Sarasehan Kampung Moderasi Beragama


Banyuwangi (Wart

a Blambangan) - FKUB Kab. Banyuwangi menggelar acara Sarasehan Penguatan Kampung Moderasi Beragama, yang bertempat di pendopo desa Yosomulyo kecamatan Gambiran,Sabtu (27/5/23). Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan tokoh-tokoh lintas agama yang ada di kecamatan Gambiran, khususnya desa Yosomulyo. Dan acara tersebut dibuka secara resmi oleh Moh. Jali (Kasubag TU Kemenag Banyuwangi) mewakili Kakankemenag. 


Moh. Jali menyampaikan bahwa Moderasi Beragama adalah program prioritas untuk menjaga keutuhan bangsa, 

4 aspek moderasi beragama. 

kerukunan, toleran, kedamaian,menghargai dan menghormati budaya. Tahun ini setiap kecamatan dirintis kampung moderasi beragama, dan akan ada 3 kampung moderasi beragama percontohan se Banyuwangi. 


Sambutan ketua FKUB Banyuwangi, bahwa penguatan kampung moderasi beragama perlu dilakukan untuk menyiapkan warga yang moderat dan untuk menguatkan pemahaman tentang makna moderasi beragama tokoh-tokoh lintas agama, sebagai pemuka agama yang ada di tengah-tengah masyarakat yang nantinya bisa menularkan pemahaman tersebut ke masyarakat secara luas khususnya desa Yosomulyo sebagai Kampung Moderasi Beragama. 


Di dalam acara sarasehan ini hadir perwakilan tokoh lintas agama sebagai narasumber, ada Nur Khozin (Tokoh Islam), Gufron Mustofa (KUA Gambiran, Anang (Kristen), Wayan (Hindu), Eka (Budha), Yos (Katolik). 


"Indikator Moderasi Beragama :

1. Komitmen Kebangsaan

2. Toleransi

3. Anti Kekerasan

4. Menerima Tradisi Lokal!" terang Gufron dalam sambutannya.


Anang menerangkan bahwa di dalam agama Kristen, moderasi telah diajarkan di dalam kitab Injil Matius. Hal ini didasarkan pada pasal 5 ayat 13. 

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang".


"Ajaran agama Hindu yang berkaitan dengan Moderasi Beragama, meliputi:


1. Dharma Agama

Kata Ahimsa berasal dari Bahasa Sansekerta dari urat kata “A” yang artinya tidak, dan “himsa” yang berarti membunuh atau menyakiti. Maka kata Ahimsa berarti tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup yang lainnya.


2. Dharma Negara

Guru Wisesa. Yaitu, Pemerintah. Cara kita untuk menghormati guru wisesa adalah dengan selalu mematuhi anjuran Pemerintah," jelas Wayan.


Moderasi Beragama dalam Agama Budha tercantum dalam Kitab Tripitaka.

Prasasti Asoka : barangsiapa keyakinannya dihargai orang lain, maka ia harus menghargai agama/keyakinan orang lain.


Metta. Mettā (Sanskerta: Maitrī) adalah cinta kasih, sifat yang dapat menghaluskan hati seseorang, atau rasa persahabatan sejati. Mettā merupakan salah satu sifat dari Empat Keadaan Batin Luhur (Brahmavihārā). Mettā dirumuskan sebagai keinginan akan kebahagiaan semua makhluk tanpa terkecuali.


Karuna adalah perasaan belas kasihan akan penderitaan mahluk lain/sesama dan ikut mau menolong untuk meringankan beban dan penderitaan


Mudita artinya gembira, merasa ikut berbahagia atas kebahagiaan orang lain/sesama.


Upekkhā (Sanskerta: upekṣā) atau ekuanimitas merupakan keseimbangan batin, pertimbangan yang lurus, pandangan yang adil, tidak berat sebelah atau non diskriminasi. (Keterangan Eka)


"Di dalam Katolik pun sudah mempraktekkan kegiatan yang mencerminkan sikap moderat. Seperti menerapkan Moderasi Beragama, melaluai ajaran kasih dengan bakti sosial bersama umat agama lain, seperti berbagi beras, berbaur dalam kegiatan 17-san ,"tutur Yos.


Di akhir penyampaian narasumber Nur Khozin memberikan statement, bahwa perbedaan itu keniscayaan yang tidak perlu ditonjolkan, kesamaan harus menjadi kehidupan kita. 


(Haris/AM/WB))

Giat dalam Festival Literasi Siswi MI Darun Najah II

             Banyuwangi (Warta Blambangan) Seiring dan sejalan dengan Gerakan Literasi Madrasah, siswi MI Darun Najah II mengunjungi Sepekan Festival Literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi Jum’at(26/05/2023). Selain pameran buku, bazar UMKM, juga dipamerkan beberapa ornamen bersejarah yang berasal dari beberapa wilayah yang ada di kabupaten Banyuwangi yang bisa menjadi sumber belajar bagi siswi.


Sejumlah 219 siswi dibagi dalam 2 sesi, masing-masing sesi 100 dan 119 siswa secara bergiliran dipandu untuk mengenal berbagai koleksi yang ada di dalam ruang perpustakaan dan diberi kesempatan untuk membaca koleksi buku. "Dengan ikut serta dalam festival ini diharapkan anak-anak lebih mengenal perpustakaan dan apa saja yang tersimpan didalam ruang perpustakaan, selain itu juga membiasakan anak-anak untuk berliterasi dengan gemar membaca". Ujar Mohamad Saerofi, pengawas madrasah kecamatan Banyuwangi yang ikut hadir dan dengan senang hati mendampingi siswi dalam mengoperasikan computer untuk membaca buku digital yang disediakan perpustakaan. Terlihat para siswi sangat antusias dan lebih bersemangat untuk membaca buku digital.

Ramadian Pungkas Laksana, staf IT perpustakaan menjelaskan bahwa tujuan diadakan Festival ini adalah untuk mencukupi dan meningkatkan tiga indikator, diantaranya meningkatkan jumlah pengunjung, keanggotaan dan pemanfaatan koleksi buku. Koleksi buku yang disediakan berupa buku cetak maupun buku elektronik. Disini juga tersimpan beberapa ornamen-ornamen bersejarah yang berasal dari beberapa wilayah yang ada diseluruh daerah Banyuwangi. Sehingga selain dalam bentuk buku mereka juga menyimpan beberapa bukti nyata dari sejarah dan peradaban yang ada di Banyuwangi.

Dalam acara festival ini, anak-anak dikenalkan dengan beberapa jenis buku mulai dari buku sejarah bangsa dan dunia, buku sastra modern dan tradisional, buku keagamaan, buku pendidikan, budaya, hingga buku yang bersifat hiburan. Buku-buku ini diperuntukkan untuk semua kalangan dari usia dini saat mereka baru belajar membaca hingga usia dewasa.


Beberapa siswi MI Darun Najah II terutama siswi kelas V antusias dan tertarik untuk menjadi anggota perpustakaan daerah. Mereka langsung mendaftar dibantu oleh petugas dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Mereka berharap bisa meminjam buku-buku koleksi perpustakaan daerah. Amel, salah satu siswi kelas V mengungkapkan bahwa ternyata membaca diperpustakaan lebih seru, karena buku yang disediakan lebih beragam dan suasana disana juga tenang.

Selain siswi, beberapa wali murid yang awalnya hanya berniat mengantar dan menunggui putrinya di festival literasi ini, mereka tertarik juga untuk ikut membaca dan mengamati beberapa koleksi yang dipamerkan oleh pihak perpustakaan. Majidah, Kepala MI Darun Najah II berharap setelah kunjungan di festival literasi ini, para murid tetap tertarik dan lebih gemar lagi serta lebih mencintai dunia membaca dan berliterasi. (Eni)

Wisuda MTsN 8 Banyuwangi, Kankemenag Serahkan Juara

Banyuwangi (Warta Blambangan) Momen Wisuda pelepasan peserta didik didik kelas IX MTsN 8 Banyuwangi yang digelar di Hall Hotel Mahkota Genteng, Kamis (25/05/2023) sangat istimewa, bukan hanya prestasi intern madrasah yang disampaikan, tetapi dalam momen tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin juga menyerahkan Tropy dan piagam dari Pemenang Lomba menulis puisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam Festival Sastra.

Azahra Anirmala Sekar Kedaton, Siswa Kelas 9 yang juga ikut wisuda merupakan juara pertama menulis puisi Bahasa Indonesia.
Amak memberikan apresiasi kepada MTsN 8 Banyuwangi menjadi yang terbaik di Banyuwangi, dan telah menyelenggarakan SKS yang memungkinkan siswa lulus selama dua tahun.


"pesan saya jaga ibadah dalam kondisi apapun" kata Amak.
Lebih lanjut Amak berpesan untuk menjaga nama baik almamater, dimanapun berada.
Kepada orang tua wali, Amak berpesan untuk tetap mendampingi putra dan putrinya.
Potensi dari siswa bukan hanya dibidang akademik saja, tetapi juga non akademik.

Kepala MTsN 8 Banyuwangi Sri Endah Zulaikhatul Kharimah menyampaikan bahwa ini merupakan kado terbaik dari kelas sembilan.

Endah menyampaikan terima kasih kepada Syafaat, Ketua komunitas Lentera Sastra yang telah memberikan motivasi kepada madrasah untuk berliterasi.
"prestasi dibidang sastra yang diperoleh siswa tidak lepas dari motivasi dari Lentera Sastra" katanya.
Dalam kesempatan tersebut Zahra membacakan puisi karyanya dengan judul Rumah Tak Bernyawa.

Puisi Rumah Tak Bernyawa Karya Siswa MTsN 8 Banyuwangi Juara Pertama

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Festival Sastra yang dihelat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2023, juga melakukan lomba menulis puisi tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi, Pengumuman kejuaraan disampaikan di Taman Blambangan, Rabu (24/05/2023).



Azzahra Anirmala Sekar Kedaton, Siswa MTsN 8 Banyuwangi di Kecamatan Genteng berhasil menjadi juara terbaik dalam kegiatan tersebut.

Kepala MTsN 8 Banyuwangi Sri Endah Zulaikhatul Kharimah merasa bangga dengan prestasi siswa kelas sembilan tersebut.
"meskipun dengan waktu yang sangat mepet, Alhamdulillah siswa kami menjadi yang terbaik untuk penulisan puisi Bahasa Indonesia" Kata Endah.



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan kebanggaan terhadap prestasi yang diraih Siswa madrasah tersebut.
Selain dari MTsN 8 Banyuwangi, untuk Pentigraf (Cerpen tiga parafraf) Bahasa Indonesia, Lunak Veronika Purnomo menjadi juara kedua.
"semoga menginspirasi siswa madrasah yang lain untuk meraih prestasi", kata Amak.
Amak memberikan apresiasi luar biasa terhadap perkembangan literasi dan sastra dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat yang hadir dalam penganugerahan kepada para juara tersebut juga merasa bangga terhadap prestasi para siswa.
"para pembimbing dari madrasah tersebut juga merupakan anggota Lentera Sastra yang aktif mengembangkan literasi dan sastra" kata Syafaat.

Syafaat yang hadir atas nama Lentera Sastra tersebut mewakili para juara dari madrasah menerima penghargaan.
"akan kami sampaikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk diserahkan kepada para juara" katanya.

Syafaat menyampaikan bahwa puisi karya siswa MTsN 8 Banyuwangi dengan tema anti kekerasan tersebut sangat bagus.
"puisi yang mengisahkan nasib seorang anak dalam rumah tangga penuh pertengkaran orang tua dengan judul rumah tak bernyawa ini perlu diresapi oleh para orang tua" kata Syafaat. (Team)

Peserta KTI Al-Qur’an Asah Kemampuan di Home Stay Jalasutra

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Peserta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dalam rangka MTQ Provinsi Jawa Timur ke XXX di Kota Pasuruan September mendatang, mengasah kemampuan dibidang menulis selama tiga hari di Family Home Stay Bakungan Banyuwangi Senin - Rabu (22-24/05/2023).

Pada hari kedua sejak pukul 8 pagi Peserta mengerjakan KTI hingga pukul 16:00 untuk menulis sebagaimana juknis dari LPTQ.

Ada dua tema yang sudah ditentukan, yakni Al-Qur’an dan Gaya Hidup dan Al-Qur’an dan Patologi Sosial, dan dalam pendalaman tersebut peserta disesuaikan dengan juknis, yakni menulis secara langsung, agar terhindar dari plagiasi.



Isu plagiarisme karya ilmiah telah menjadi perhatian dan sorotan luas dari masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari kalangan perguruan tinggi, tetapi juga dari
pemerintah menyayangkan praktek-praktek ketidakjujuran ilmiah terjadi di kalangan masyarakat terdidik. Mengingat praktek plagiarisme ini merupakan tindakan yang  merugikan diri sendiri, orang lain dan bahkan institusi, maka tindakan plagiarisme perlu
dihindari dan dicegah. Salah satu upaya untuk mendeteksi tindakan plagiarisme
sekaligus untuk menghindari praktek plagiarisme ini adalah dengan menggunakan
perangkat pendeteksi plagiarisme (plagiarism detector). Perangkat ini selain dapat
mendeteksi kesamaan-kesamaan suatu karya dengan karya yang lain, juga dapat
mengukur tingkat kesamaan tersebut.

Perangkat ini penting untuk diterapkan guna
mencegah tindakan plagiarisme.

Pembina KTI Al-Qur’an yang juga Ketua Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa tidak mudah untuk mendapatkan calon peserta yang benar-benar siap.
"ada dua peserta potensial yang akan mewakili Kafilah KTI Al-Qur’an dari Banyuwangi, yakni 1. Fauzi Fauzi Al Hamidi dan 2. Hilmatus Salma Indana Zulfa" kata Syafaat.
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger