Pages

10 Tahun Banyuwangi Penuh Inovasi

 10 Tahun Banyuwangi Penuh Inovasi


Gedung gedung tumbuh subur meski tanpa dedaunan,  dari puncaknya hamparan sudut kotaku terhilat menawan, tak kalah dengan Kota Metropilis, kami punya segalanya. Dari Hotel bertingkat belasan hingga ratusan Homestay, dari tempat nongkrong di Mall hingga ngopy lesehan pinggir jalan, Dari Restoran Hedon dengan masakan manca hingga sego tempong, dari puncak gunung ijen hingga savana alas purwo atau hutan kecil mirip film Lord of The Ring di Djawatan, daro ombak dahsyat G-land hingga selat Bali yang mengalir bagaikan sungai. Dari tari gandrung hingga aku tak sanggung menuliskan banyaknya keindahan alamku, dari yang dulu dikenal angker hingga kini banyak jadi perbincangan dunia.

Bagi kami yang masih belasan tahun, tidak dapat secara nyata membandingkan kemajuan Kabupaten Banyuwangi dalam berinovasi 10 tahun dengan masa sebelumnya. Namun kami patut bangga yang lahir di Bumi Blambangan yang menurut sejarah pernah menjadi kerajaan besar yang wilayahnya kini telah menjadi beberapa kabupaten. Juga patut bangga dengan berbagai pengakuan prestasi telah diperoleh, baik di tingkat nasional maupun internasional, terlebih dengan adanya bandar udara Internasional yang hanya ada 2 tempat di Provinsi Jawa Timur.

Sebagaimana pidato Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), bahwa dengan didasarkan pada data dari Badan Pusat statistik (BPS) bahwa saat ini tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi jauh lebih kecil dibandingkan dengan angka kemiskinan rata rata provinsi Jawa Timur maupun rata rata angka kemiskinan nasional, berbeda dengan 10 tahun sebelumnya dimana angka kemiskinan Kabupaten Banyuwang jauh diatas rata rata angka kemiskinan provinsi Jawa Timur maupun rata rata nasional.

Kesuburan tanah dari wilayah paling ujung pulau jawa ini sudah diakui sejak zaman dahulu kala, hampir semua tanaman dapat tumbuh dan berbuah lebat di daerah ini, terlebih beberapa buah khas yang hanya ada didaerah ini seperti buah durian merah yang banyak diburu oranng orang kota, bahkan inden sebelum pohon tersebut berbnah pada musimnya. Letak Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa yang berada di timur pegunungan memungkinkan menyerap sinar matahari sejak terbit. Konon banyak orang jakarta datang ke Banyuwangi hanya ingin menikmati matahari pagi terbit dari Pulau Jawa, karena hanya di Banyuwangi saja di pulau jawa kita dapat menikmati sinar matahari lebih dulu daripada daerah lain seperti Surabaya maupun Jakarta.

Di Jakarta maupun kota kota besar lainnya yang seakan tak pernah tidur banyak di jumpai tempat dugem dengan aneka lampu yang tak pernah padam semalaman dengan berbagai aksesoris modern, bagitupun di Banyuwangi, di beberapa tempat juga ribuat whatt lampu menyala seperti sebuah pesta diantara kembang kembang bermekaran, namun ini bukanlah tempat pesta, karena petani buah naga di Kabupaten Banyuwangi melakukan rekayasa agar buah naga berkembang tidak sesuai musimnya dengan menyalakan lampu terang di kebun kebun tersebut, terlebih di musim buah naga tersebut kembang harus dikawinkan kembang buah naga yang mekar selebar tangan orang dewasa pada malam hari, sehingga pada malam hari di kebun buah naga para petani sibuk mengawinkannya.

Di beberapa tempat, buah naga ini menjadi komoditas unggulan para petani, karena sangat mudah ditanam dan berbuah, yang kadang kadang tumbuh liar di pekarangan. Ada beberapa varietas yang ditanam, ada buah naga merah, putih, kuning dan ungu, namun yang paling banyak ditanam adalah buah naga merah yang pernah pada puncak musim, buah naga tersebut sangat murah hingga tidak laku di pasaran. Berbagai inovasi dilakukan dalam budi daya buah naga ini, karena dari beberapa varietas tersebut tidak sama keunggulan bebuahnya.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang melarang di suguhkan buah buah import dalam acara resmi memberikan pembelajaran bagi kita untuk lebih mencintai produk buah lokal yang banyak di jumpai, terlebih dengan pembangunan pembangunan infrastrukture dibidang pertanian maupun pembangunan jalan jalan di perdesaan yang memudahkan para petani terutama ketika panen tiba, karena sarana transportasi juga sangat berpengaruh terhadap nilei jual produk pertanian. Kabupaten Banyuwanngi selain sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur, juga sebagai pemasok utama buah dan sayur ke Pulau Bali.

Selain hasil pertanian,keelokan budaya khas Banyuwangi juga terus di lestarikan. Letak Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa yang dibagian barat berbatasan dengan gunung, mengakibatkan daerah ini seakan lebih dekat dengan Pulau Bali, sehingga adanya percampuran budaya yang saling mempengaruhi tersebut melahirkan budaya khas yang berbeda dengan daerah lain di Pulau Jawa. Terlebih Kabupaten Banyuwangi selain dihuni suku using sebagai suku asli, juga dihuni etnik Jawa, Madura, Mandar dan Bali, selain juga etnik manca seperti China, Arab dan India.

Keanekaragaman budaya tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di kemas dalam berbagai festival yang menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Banyuwangi, terlebih dengan adanya moda transportasi udara yang memudahkan orang luar dengan mudah berkunjung di Banyuwangi. Perkembangan wisata ini memberikan multiefek terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan. Banyak yang terkagum-kagum dengan keindahan alam dan penataannya, karenanya tidak salah jargon yang disematkannya “Ayo datang ke Banyuwangi, anda pasti ingin kembali”.

Selain tetap mempertahankan wisata alam, perkembangan tehnologi juga terus meningkat dengan adanya pemasangan kabel optik dan wifi gratis yang dapat di akses di fasilitas publik, sehingga bagi kaum pelajar dapat memanfaatkan wifi gratis yang biasanya di balai desa atau kelurahan tersebut untuk tugas-tugas sekolah, orang tua juga tidak was-was ketika anaknya menggunakannya. Wifi gratis ini juga banyak dimanfaatkan untuk mengunggah vlog bagi remaja yang berkreasi menjadi youtuber yang biasanya mengambil tema tema keunggulan wisata, terlebih dengan adnya perguruan tinggi negeri dan beberapa perguruan tinggi swasta yang jumlah mahasiswanya terus meningkat, di beberapa tempat publik sering di jumpai para mahasiswa tersebut berkumpul untuk mendapatkan wifi gratis.


Pelabuhan dan Permata

 


Pelabuhan dan Permata

Menikmati semilir angin yang berhembus membawa kabar bahagia penuh cinta dari tengah laut, beberapa orang mondar mandir membawa tangkapan ikan yang diambil dari perahu yang berlayar semalaman, meninggalkan sang istri yang tidur berselimut doa untuk suami tersayang yang melaut menjemput rizki. Puluhan perahu bersandar tiap hari di pelabuhan yang tak pernah mati, terlebih ketika rembulan sedang malas menampakkan sinarnya. Dan saat sinar rembulan merekah sempurna di atas langit, para nelaayan tidak melaut, mereka akan berkarya membenahi jaring dan kapal kapal. Begitulah yang terjadi, karena saat di puncak wulandari atau yang lebih di kenal dengan istilah padangan, tidak banyak ikan yang dapat ditangkap oleh nelayan tersebut.

Puluhan pabrik siap menampung berapapun rizki ikan yang di dapat oleh para nelayan yang berlayar di teluk pampang tersebut. Pelabuhan terbesar di Provinsi Jawa Timur ini tak pernah sepi dari sejarah, dari teluk pampang inilah sejarah Kerajaan Blambangan di mulai, kini puluhan pabrik berdiri menopang kebutuhan zaman, bukan hanya pabrik-pabrik yang mengolah hasil laut, namun juga pabrik yang mengolah makanan dari bahan baku pertanian. Bisa dibayangkan betapa ramainya jalanan tiap pagi dari aktifitas buruh pabrik yang akan melakukan aktifitasnya.

Polusi udara dari limbah pengolahan ikan seakan tak pernah beranjak dari lingkungan rumahku, ah itu merupakan kisah masa lalu ketika aku masih kecil, karena juga sebagai tanda bahwa pabrik-pabrik sedang berproduksi. Namun kini polusi itu sudah jauh berkurang, pantai tak sekotor dulu lagi. Pelabuhan tak sekecil dulu lagi, tiap malam di pelabuhan selalu ramai dan bukan hanya aktifitas para nelayan yang tak lelah melaut, para remaja juga banyak menikmati keindahan laut di pelabuhan itu, beberapa orang dengan sabar memancing ikan bersandar di bebatuan. Pelabuhan bukan hanya tempat bersandarnya banyak kapal, namun juga tempat dilakukannya aktifitas masyarakat berwisata, deretan warung kecil dengan musik kendang kempul tiap malam menyambut para tamu walaupun hanya sekedar ngopi.

Kini jalanan ke kotaku tak lagi sempit yang kadang berlubang seperti dulu lagi, jalanan besar yang tidak jarang harus berpapasan dengan trailer ketika aku berangkat sekolah tak lagi harus keluar dari jalanan aspal. Pelebaran jalan telah dilakukan beberapa kali yang membuat nyaman para pengendara, terlebih sekarang ssudah jarang para pekerja pabrik yang berangkat kerja dengan sepeda gayung, juga sudah tidak terlalu banyak yang harus di jemput dengan truk pengangkut karyawan. Para pekerja tersebut sudah banyak yang berangkat pakai motor seperti halnya para pelajar berangkat sekolah.

Pembangunan inftrastruktur yang berkaitan dengan moda transportasi sangat berpengaruh terhadap tingkat perkembangan ekonomi masyarakat, karena dengan transportasi yang baik tersebut hasil produksi lebih mudah dipasarkan, begitu juga dengan pengadaan bahan baku, karena pabrik pabrik tersebut bukan hanya mengandalkan hasil laut dari selat bali, namun juga dari pelabuhan lain yang ada di laut selatan. Perkembangan ekonomi di sekitar pabrik tersebut tentu mendorong banyak orang luar mencari rizki, bahkan tidak sedikit pendatang dari luar kabupaten.

Beberapa agenda kegiatan baru dilakukan untuk menambah semarak kotaku, bukan hanya upacara tradisi petik laut yang bertahun tahun rutin dilakukan, namun juga beberapa festifal seperti festifal bakar ikan maupun festival pantai bersih juga ada. Betapa cerdasnya Bupatiku yang dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang merasa tak berdosa mengotori pantai indah itu, kini pelabuhan dan pantai tak sekotor dulu lagi, para pedagang ikan juga lebih tertib ketika berjualan, pembelipun tak perlu tutup hidung ketika ke pasar ikan.

Aku bangga dengan prestasi yang telah dilakukan Bupati Abdullah Azwar Annas dalam memimpin Kabupaten Banyuwangi sampai saat ini. Bukan hanya pelabuhan ditimur rumahku yang berkembang pesat, bukan hanya para nelayan yang lebih mudah mengurus surat surat kapal maupun administrasi kependudukan. Kini Banyuwangi juga mempunyai Bandara Udara yang dulu sempat pesimis tentang perkembangannya, namun ternyata bandara itu selalu ramai dan terus berkembang, karena aktifitas bandara bukan hanya untuk penerbangan domestik saja, namun juga ada Akademi Pilot yang siap mencetak calon sopir pesawat terbang, sebuah inovasi yang belum terbayangkan sebelumnya.

Dulu tidak terbayangkan juga bahwa hutan mangrove yang kini tumbuh subur diteluk pangpang sebagai tempat ikan ikan kecil berkembang biak tersebut dapat dijadikan tempat wisata tanpa harus merusaknya, tidak terbayangkan juga rakyat kecil mempunyai bisnis penginapan berupa Homestay sebagai tempat wisatawan luar kota ketika bertandang menikmati indah alam desaku. Sebagaimana halnya tak ada bayangan hotel mewah menjulang hadir di beberapa tempat sebagai salah satu ikon bahwa daerah tersebut daerah maju, tak terbayangkan seperti saat ini Banyuwangi selalu ramai di kunjungi.

Kini desaku bukan hanya ramai dengan produk perikanan, Balai Latihan Kerja tingkat Nasionalpun juga ada, bangunannya megah siap mencetak generasi muda untuk siap berkarya, dibangun berdekatan dengan sirkuit BMX yang ketika tidak ada acara, dapat digunakan tempat nongkrong para remaja, sambil menikmati permainan para Bixer pemula. Tiap sore selalu selalu ramai di kunjungi. Tempatnya yang tidak jauh dari Balai Desa memudahkan kita untuk rehat sejenak setelah numpang wifi gratis di Balai Desa ketika kita mengerjakan PR sekolah dan ingin hemat kuota.

Laut tetap saja ramai, deburan ombak terseret angin ke tengah samudera itu sedang mengabarkan bahwa desaku sekarang sangat keren dan tidak sekumuh dulu lagi, Prabu Minak Jinggo yang konon disemayamkan di Setinggil dekat pantai tersenyum bahagia, melihat hamparan kerajaannya kini berkembang pesat, nama keren Banyuwangi sebagai kelanjutan Kerajaan Blambangan bukan hanya dikenal seantero nusantara, namun kini telah mendunia, rombongan bus bus wisata bukan sekedar lewat untuk menuju Pulau Dewata.

 

Semangat Literasi ASN Kemenag Kabupaten Banyuwangi

 


Semangat Literasi ASN Kemenag Kabupaten Banyuwangi

Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Banyuwangi 1 TV, sebuah Chanel TV Lokal yang ada di Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan Komunikasi dan dialog Sastra, Sabtu (12/12) di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Acara yang di gagas kelompok Lentera Sastra yang beraggotakan para penulis ASN tersebut selain Lounching Buku Karyanya berjudul Potpourri Memeluk Rindu di Masa Pandemi juga menyampaikan program program Kementerian Agama.

Dalam Acara Reso (Rehat Sore) dengan Host Mbak Vieva tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet menyampaikan bahwa Kemampuan dan keterampilan Aparatur Sipil Negara dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Munculnya beberapa artikel di media cetak terkemuka yang ditulis pegawai dan guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi membuktikan bahwa ASN Kementerian Agama mempunyai kemampuan literasi yang cukup baik” ungkapnya.  Lebih lanjut  H. Slamet yang meniti karier sebagai ASN di kementerian Agama Kabupaten Banyuwangii tersebut menyampaikan bahwa Kemampuan menulis para ASN patut diperhitungkan. Terlebih beberapa di antaranya mampu menjadi juara di bidang karya tulis baik di tingkat kabupaten, wilayah maupun di tingkat nasional.

Selain Buku yang ditulis dalam Antologi, banyak buku yang telah ditulis dan ber ISBN yang telah diterbitkan anggota Lentera Sastra. “Kami memberikan apresiasi kepada kelompok Lentera Sastra yang beranggotakan para penulis di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang mampu mengobarkan semangat menulis baik kepada pegawai, guru, maupun siswa madrasah. Sebagai bukti, sudah muncul para penulis muda yang mewarnai berbagai media dengan karya tulisan yang membawa ciri khas keagamaan yang kuat” ungkap mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hj. Suciningsih yang turut hadir dalam Rehat Sore juga menyampaikan bahwa Selama Pandemi Covid-19, para guru dan siswa dapat berperan meningkatkan kemampuan menulisnya di samping terus melakukan pembelajaran jarak jauh. Dengan menulis, kegiatan belajar di rumah menjadi lebih efektif. Masa pendemi Covid-19 dan segala problemnya adalah tema tulisan yang masih sangat luas untuk dibahas. Pembahasan tersebut dapat ditulis dalam bentuk artikel, puisi, maupun video. Hal ini menjadi nilai lebih dengan mengingat pesan yang tersampaikan semakin luas yang bukan inklusif di lingkungan madrasah. “Kemampuan menulis tersebut terasah dengan baik atas pendampingan kelompok Lentera Sastra, karenanya kelompok ini juga harus menyebarkan virus kebaikan dibidang literasi terhadap semua ASN dan pegawai serta guru pada lembaga swasta dibawah binaan Kementerian Agama” ungkapnya.

Mantan Pendidik pada Madrasah Aliyah Negeri tersebut juga menyampaikan bahwa kualitas penulisan sangat dipengaruhi dengan budaya membaca. “Saya salut bahwa ternyata para penulis bukan hanya para Guru, namun juga Perencana yang ada dilingkungan Kemenag” ungkapnya. Berkaitan dengan terbitnya Buku Potpurri Memeluk Rindu di Masa Pendemi yang merupakan kumpulan karya para penulis berbakat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Hj. Suciningsih  turut bangga, “ Saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini sekaligus memiliki harapan besar langkah ini menjadi pemantik untuk karya buku-buku berikutnya. Dengan demikian kita dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dibidang literasi”

Ketua Lentera Sastra, Syafaat yang juga staf pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menyampaikan bahwa pada awalnya nama lentera sastra diambil dari  Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama, diakronimkan dengan Telempik, istilah  bahasa Using yang berarti Lentera atau Damar Ublik dlam bahasa jawa, “Lentera sasta itu wangsalan, kami mengambil kata yang unik dan khas dari bahasa lokal” ungkapnya. Anggota kelompok Lentera Sastra bukan hanya guru, tetapi juga ada Pengawas, dan Penyuluh Agama Islam.

Dalam acara yang disiarkan secara Live tersebut, juga dihadiri oleh semua pengurus dan anggota Lentera Sastra. Dialog interaktif juga dilakukan dan banyak masukan dan harapan untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi guru maupun ASN, sebagaimana disampaikan H.Saeroji, Kepala MAN 1 Banyuwangi. “Bu Ludfia yang juga sekretaris Lentera Sastra merupakan salah satu tenaga pendidik pada MAN 1 Banyuwangi, namun dalam hal menulis beliau adalah mentor saya” ungkapnya. Mantan Kepala MAN 4 Banyuwangi tersebut yakin bahwa dengan adanya kelompok Lentera sastra yang beranggotakan para mentor penulis pada kementerian Agama tersebut akan malahirkan banyak tokoh penulis. “salah satu wujud nyata dari kelompok ini disamping artikel dari anggotanya, juga memberikan pendampingan terhadap pelajar penulis pada MAN yang ada di kabupaten Banyuwangi dengan bukti tulisan para siswa tersebut dapat dimuat pada lembar opini harian terkemuka di Provinsi Jawa Timur” ungkapnya.

Dalam menggugah dan meningkatkan kualitas penulisan, Pranata Humas kemenag Kab. Banyuwangi Yasin Alibi menyampaikan bahwa dimasa pandemi Covid-19 ini panitia Hari Amal bakti (HAB ke 75 ) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi juga mengadakan beberapa lomba secara virtual, yang salah satunya adalah Lomba menulis artikel, baik untuk pelajar maupun untuk pegawai. “Lomba tersebut bukan hanya untuk ASN saja tetapi juga untuk Guru dan Pegawai pada lembaga dibawah binaan Kementerian Agama, seperti pada RA dan Madrasah swasta, Penyuluh Agama Islam, Hindu, Katolik dan sebagainya” ungkapnya.

Kerjasama dengan Banyuwangi TV1 tersebut akan dilakukan terus menerus, dan diberikan satu ruang acara tersendiri yang dapat diisi dengan berbagai informasi dari Kantor Kementerian Agama. “Informasi dari kementerian Agama sebagai institusi dibidang pembangunan agama di Indonesia sangat diperlukan masyarakat” ungkap Vieva, Host Banyuwangi 1 TV.  Selanjutnya juga dapat diisi oleh para penghulu dan Penyuluh Agama, baik Fungsional maupun Non PNS. (syaf)


Kampungku Keren

 

Kampungku Keren

 


Ketika aku masih kecil, pernah diajak ke pantai pulau merah, suasana sepi, hanya deburan ombak tak henti-henti melambai kedatangan kami. Dengan sabar ombak putih menyapu beberapa sampah yang terbawa hingga ketengah laut. Sampai ditepian pantaipun seakan tak ada yang peduli, sampah itu seakan membuat garis sejajar dengan pantai. Saat ini sampah tak ada lagi di garis pantai. Ombak hanya membelai anak anak yang bermain pasir dipantai. Kadang kadang juga nakal dengan meratakan mainan pasir yang dibuat anak anak. Atau kadang bermain dengan peselancar yang yang sedang berduel dengan dirinya sendiri.

Kini pantai itu seakan tak pernah sepi dari sorot mata pengunjung menikmati permainan ombak yang mendendangkan nada indah tanpa harus menghantarkan sampah. Pulau kecil sebagai icon pantai ini masih tetap seperti yang dulu, keindahannya tak ada yang berubah. Kita masih tetap dapat mendekatinya ketika laut sedang surut. Beberapa ikan kecil yang terjebak dalam kubangan masih dapat kita lihat, begitu juga dengan beberapa tumbuhan dan hewan laut di sela bebatuan dari ujung pantai menuju pulau tersebut.

Pantai dan Pulau Merah masih tetap seperti yang dulu, ketika aku diajak ayahku diwaktu kecil, hanya suasananya yang berbeda, dulu pantai ini sepi tanpa banyak pengunjung, sekarang nyaris tak pernah sepi, beberapa payung sebagai tempat santai hampir selalu penuh dengan orang orang yang menikmati indahnya alam dengan bersantai, beberapa pengunjung dengan penampilan berbeda yang nampaknya bukan orang Indonesia dengan perasaan aman dan nyaman menikmati alam pantaiku. Dulu ketika beberapa lembaha kursus Bahasa Inggris ingin uji kemampuan siswanya, mereka membawa ke Pulau Bali untuk bertemu dengan orang orang luar negeri untuk melakukan uji percakapan. Sekarang hal itu dapat dilakukan di pantai ini, karena di sini tidak sedikit turis mancanegara yang dengan senang hati melayani percakapan dengan anak anak yang sedang belajar bahasa Inggris tersebut.

Kini Pulau Merah menjadi icon wisata di Kabupaten Banyuwangi, hal ini tidak terlepas dari peran Bupati Banyuwangi yang menjadikan wisata alam nan indah di Kabupaten Banyuwangi di kenal hingga ke manca negara, karenanya kini semakin banyak orang yang berkunjung menikmati wisata di Banyuwangi. Kampungku kini semakin keren, di Balai Desa terlihat asri dengan tanaman hias warna warni. Kini aku tak perlu jauh jauh berwisata ke luar kota, karena sebenarnya di wilayahku sendiri masih banyak tempat keren yang wajib di kunjungi. Jadi aneh jika ada rekan atau saudara kita dari luar kota yang ingin  berwisata ke Banyuwangi terlebih di wilayah dekat rumah kita, tapi kita sendiri belum pernah mengunjunginya, bagaimana kita menjadi guide yang baik jika kita belum pernah tahu tempat tersebut?.

Ide kreatif penuh inovasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menjadikan kampungku semakin keren, aku yang bertempat tinggal di Kecamatan Muncar juga mempunyai tempat keren yang tidak kalah pesonanya dengan tempat lainnya. Kalau dulu Muncar hanya terkenal dengan pelabuhan penghasil ikan dengan beberapa pabrik pengalengan ikan yang banyak menyerap tenaga kerja, kini ada tempat jujugan wisata alam pantai  terutama bagi yang ingin tahu lebih dekat dengan hutan mangrove, karena di kampungku kini juga dibuka tempat wisata pantai diteluk pangpang. Anda akan memasuki tepian pantai penuh dengan hutan bakau beraturan, para penggiat wisata membuat jembatan dari bambu tanpa merusak pohon mangrove, sehingga kita dapat melewati jembatan diatas air laut disela hutan mangrove tersebut hingga ke pantai. Ketika air sedang pasang, kita akan berjalan diatas jembatan diatas air laut di sela hutan mangrove, jika air sedang surut, kita dapat turun ke pantai tanpa pasir yang jauhnya hingga beberapa ratus meter, biasanya banyak orang mencari kerang atau kepiting di pantai tersebut.

Jalan menuju pantai mengrove yang diberi nama Pantai Cemara tersebut tidaklah terlalu lebar, kita harus melewati jalan diantara tambak udang yang jika berpapasan dua mobil harus saling mengalah. Maklumlah bahwa tempat ini dulunya tidak dikhususkan untuk wisata, tetapi untuk tambak udang yang dulu pernah mengalami kejayaan, beberapa diantaranya kini sudah tutup dan diratakan kembali menjadi perkebunan atau pertanian. Kalau dulu menuju tempat ini harus melalui pasar Sumberayu, kini sudah dapat melalui Kota Muncar, karena sudah dibangun jembatan penghubung antara Desa Kedungringin dan desa Wringinputih yang cukup besar. Hutan mangrove yang kini menjadi tempat wisata andalan di kampungku juga relatif baru, sebelum memasuki hutan mangrove kita memasuki hutan cemara disekitar hutan mangrove. Dorongan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menjadikan wisata sebagai salah satu cara peningkatkan perekonomian warga menjadi penyemangat bagi pemuda mengembangkan wisata alam di desanya. Inovasi yang dilakukan telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi warga sekitar, beberapa warga berjualan makanan dan minuman, terutama makanan khas tepian pantai Kecamatan Muncar berupa Rujak Kelang yang banyak dijual ditempat ini. Seperti rujak pada umumnya, rujak kelang terdiri dari potongan buah mangga, ketimun, pepaya, bengkoang dan beberapa buah lainnya. Bumbunya juga seperti rujak buah pada umumnya, namun yang khas dari rujak kelang ini adalah kuah yang terbuat dari petis ikan asli yang berwarna coklat agak cair, dituang dalam mangkok.

Mangrove atau masyarakat setempat menyebut dengan tanjang mempunyai banyak manfaat, pohon yang tumbuh ditepian pantai berlumpur tersebut bukan hanya berfungsi untuk menahan abrasi, hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat bagi ekosistem pantai, menjadi tempat berkembangbiak habitat kepiting, ikan kecil dan berbagai burung laut seperti camar dan bangau (blekok) yang dapat kita lihat ketika musim berkembang biak sekitar bulan Desember sampai mei atau januari sampai agustus. Ketika musim berkembang biak tersebut kita dapat melihat dari dekat burung-burung tersebut dengan anak anaknya yang masih kecil, suaranya kemriyek dapat digunakan sebagai wisata edukasi bagi anak anak, meskipun ditempat burung ini bau kororannya agak menyengat.

10 tahun Banyuwangi penuh inovasi, menjadikan kampungku semakin keren dan terkenal.

ABOUT TIME

 

ABOUT TIME

 

Biarkan saja tentang dulu ataupun nanti

Jalani saja masa kini

Walaupun hanya aku yang melihatmu

Biarpun hanya aku yang merindukanmu

 

Langit malam ini gelap. Tak ada bintang. Bulan pun hanya bersembunyi di balik awan yang kelam. Hanya angin yang menderu yang dapat kurasakan. Angin yang menerpa wajahku, wajah yang berurai air mata. Sudah beberapa kali patah hati seperti ini. Tetapi rasanya tetap sakit. Sakit sekali…

Waktu memang selalu bergulir. Ada kalanya waktu memberikan kebahagiaan, namun tak jarang pula memberikan rasa sakit seperti yang kurasakan saat ini. Padahal, aku baru saja menemukan bahagia walaupun hanya sesaat.

“Semoga gak PHP lagi.”

Jam sebelas lewat. Aku membaca pesan dari lelaki itu. Sudah sering aku mengajaknya bertemu, namun justru aku sendiri yang membatalkan janji itu. Kebanyakan alasannya karena aku tidak siap bertemu lelaki lagi. Dia mungkin marah. Pasti. Tak mungkin dia sesabar itu setelah sering kubatalkan janji bertemu kami. Tapi tak pernah dia menujukkan kekesalannya padaku. At least, itu yang kurasakan.

Setelah membaca pesannya, aku masih sempat berpikir akan membatalkan janji beretmu itu lagi. Lagi-lagi karena aku tidak siap bertemu dengannya. Namun, karena aku membutuhkan hiburan setelah kekacauan di tempat kerjaku, aku bulatkan tekadku untuk bertemu dengannya.

Janji bertemu kami adalah pukul 4 sore di kotanya. Aku berangkat dari rumahku pukul 3.30, padahal butuh waktu dua jam untuk sampai di kotanya. Dan benar saja, aku sampai di sana pukul 5.30. Sabar. Tentu saja. Tak pernah kutau dia marah padaku. Lelaki itu tetap menungguku.

Salah satu pantai di kotanya menjadi tujuan kami. Pantai itu indah sekali setelah direnovasi. Kulihat banyak pengunjung memadati pantai karena memang saat itu Sabtu malam. Dia mengajakku berkeliling dan mencari tempat nyaman untuk mengobrol. Tak lama berjalan, kami menemukan tempat yang sunyi, tepat untuk mengobrol. Dengan diiringi lagu tradisional di kejauhan, kami mengobrol. Cukup lama, lebih dari tiga jam. Banyak yang kami bicarakan, termasuk masa lalu. Kami sebenarnya sudah saling mengenal sejak beberapa tahun lalu, sebelum tempat tugasku pindah ke kota lain. Lelaki itu dulunya adalah atasanku, walaupun bukan atasan langsung. Kami sering bertemu walaupun tentu saja dia tidak mengenaliku sebelumnya. Apalah aku, hanya bawahan yang tidak menonjol. Namun, entah sejak kapan kami menjadi sedekat ini, saling bercerita. Mengobrol dengannya terasa nyaman hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat.

Waktu. Bahagia saat itu.

Masih kuingat jelas obrolan kami saat itu. Masih kuingat juga saat dia menggenggam tanganku saat aku hampir terjatuh melewati permukaan yang tidak rata. Hatiku jelas berdegup begitu kencang saat itu. Sudah lama aku tak merasakan ada lelaki yang menggenggam tanganku begitu erat seolah-olah tak ingin melepaskanku selamanya. Begitu saja aku sudah bahagia.

Sudah larut malam saat dia mengantarkanku ke penginapan. Walaupun aku sangat lelah, aku tak bisa cepat memejamkan mata. Baru saja kami berpisah, tetapi aku sudah merindukannya. Aku tak bisa berhenti mengingatnya.

Keesokan harinya, aku kembali ke kota tempat tinggalku. Walaupun aku masih ingin bertemu dengannya, aku menahannya agar perasaanku tidak terus tumbuh. Aku sebenarnya bukan wanita yang mudah jatuh cinta. Terakhir kali jatuh cinta pun sudah lama. Perasaan rindu untuk lelaki itupun aku tak yakin aku pantas menyebutnya cinta. Tetapi, aku tetap rindu. Dan rinduku semakin dalam seharian itu.

Malam harinya, kuberanikan diri untuk menanyakan padanya apa yang sedang dia lakukan. Dan dia menjawab bahwa dia sedang bersama Wulandari. Tentu saja aku kaget. Aku bahkan menangis. Aku tak tau kenapa tiba-tiba mengeluarkan air mata ini. Dia sedang bersama Wulandari? Aku kenal Wulandarinya. Wanita itu cantik sekali. Aku bahkan kagum pada wanita itu walaupun aku juga seorang wanita. Apalagi sebagai lelaki, tentu saja akan senang bersama wanita cantik, anggun, dan cerdas seperti dia. Apalah aku. Aku hanya wanita yang tidak cantik. Tak pantas dibandingkan dengan Wulandari. Dan memang Wulandari yang lebih tepat bersanding dengan lelaki itu, dibandingkan aku.

Waktu. Sedih sekali saat ini.

Aku terus menangis. Masih. Tak kusangka perasaan rinduku untuk lelaki itu sampai seperti ini. Untuk marah pun, tentu saja aku tak pantas. Aku bukan siapa-siapa bagi lelaki itu. Mungkin dia baik padaku hanya karena dia memang orang baik. Atau karena hubungan kita sebagai rekan kerja di masa lalu. Entahlah…

Langit gelap ini pun seperti memahamiku. Tak kulihat satupun bintang di atas sana. Bulan yang kadang masih muncul walaupun malu-malu, saat ini pun tak terlihat. Hanya angin yang menderu yang menyembunyikan tangisku. Rasanya malu jika sampai orang lain melihatku masih menangis pada usiaku ini. Sial. Kenapa aku harus menangis karena lelaki itu? Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus menjauh dari lelaki itu? Apakah aku akan sanggup jauh darinya? Pikiranku berkecamuk saat ini.

Lalu, kutulis segala kecamuk dalam pikiran dan hatiku melalui tulisan ini. Biar kuserahkan semuanya pada Tuhan. Berharap tangisku tidak sia-sia. Berharap rinduku sampai padanya. Berharap ada balasan yang kunantikan untuk perasaanku. Semoga.

Sometimes, crying is the only way of your eyes to tell everyone what makes your heart hurt when your lips can not explain anything.

Panggil aku Ria, agar kalian bisa mengingatku sebagai wanita yang selalu bahagia.

 

By Riantini, ASN Kota Sebelah

Ayah Bila

 

Ayah Bila

Oleh : Syafaat

Vidio pendek dengan judul “Ayah Bila” yang dibuat oleh Iftakhul Farikha, pramubakti yang bertugas selama 15 tahun di KUA KecamatanJambangan Kota Surabaya dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang KUA Fest 2020 yang diselenggaran Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Kementterian Agama Republik Indonesia.


Salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari film pendek tersebut disamping cermin ikatan batin ASN yang mengabdi pada KUA Kecamatan, juga pelajaran penting dalam keluarga untuk menjadikan orang tua menjadi nkebanggaan bagi anak anaknya, apapun profesi yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Narasi dari Bila (Tokoh dalam film tersebut) yang menyampaikan bahwa ayahnya merupakan “orang penting” di kantornya merupakan ungkapan bahwa seorang anak akan menilai bahwa orang tuanya memang benar benar sosok pahlawan dalam keluarganya. Honor yang tidak seberapa yang diterima Ayah Bila sebagai salah satu Pramubakti yang juga harus mmelakukan kerjaan sambilan benar benar dianggap pahlawan oleh keluarganya. Kesadaran bahwa rizki bukan hanya dalam jumlah, namun juga dalam bentuk berkah sebagai salah satu pesan yang dapat ditangkap dari vidio pendek ini.

Video video pendek bermunculan dengan berbagai aplikasi di media sosial, video ini sangat praktis sebagai penyampai pesan visual dengan berbagai kepentingan, dan mampu mempengaruhi cara pandang seseorang. Istilah KOL (Key Opinion Leader), atau sering disebut juga sebagai influencer, pun tidak hanya menjadi sebuah penjelasan di dalam buku teori, namun juga telah berevolusi sebagai pekerjaan bagi para penggila media sosial. Seorang Influencer menjadi primadona dalam penyampai pesan sesuai keinginan pemesan, bukan hanya penyampai iklan produk, namun juga dipakai dalam kepentingan sosial politik dan Iklan Layanan Masyarakat.

KUA Fest 2020 yang menghasuilkan ratusan video pendek tentang ikklan layanan masyarakat tentang layanan KUA Kecamatan di masa Pandemi Covid-19 memberikan motivasi baru bagi insan pada KUA Kecamatan untuk membuat Iklan Layanan Publik dalam bentuk vidio pendek yang diunggah melalui saluran youtube maupun media sosial lainnya. Iklan dalam bentuk vidio ini sangat efektif untuk menyampaikan berbagai pesan dan penyuluhan pada masyarakat.

Dengan pertumbuhan media sosial yang terbilang progresif di Indonesia, bahkan disebut sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia, membuat banyak orang memanfaatkan berbagai platform online untuk menjadi terkenal. Memanfaatkan media digital tersebut untuk berbagai kegiatan, dari mulai hiburan, transaksi perdagangan hingga pendidikan. Beberapa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh juga membagikan video pembelajaran melalui saluran You Tube dan disetujui mendapatkan AdSense yakni program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google, sehingga pemilik You Tube diperbolehkan memasang unit iklan dan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari google untuk setiap iklan yang di klik oleh pengunjung situs yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klil.

.Beberapa cara dilakukan untuk untuk mencari keuntungan melalui media online tersebut, selain saluran Youtube juga dapat dilakukan dengan blog (singkatan dari Web Log yakni bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan yang dapat diakses oleh semua pengguna internet) , baik dengan tulisan sendiri maupun orang lain. Beberapa blogger (istilah bagi pemilih blog) memberi ruang kepada orang lain sebagai penulis secara langsung dalam blognya tanpa imbalan. Hal ini menarik bagi penulis pemula yang ingin tulisannya terpampang di iternet tanpa melalui filter redaksi. Biasanya dalam blog seperti ini terdapat kkalimat Disclaimer atau peringatan dengan tujuan melepaskan tanggung jawab atau memindahkan tanggung jawab dari pemilik blog kepada penulis, karena dalam blog seperti ini kwalitas tulisan tidak menjadi syarat mutlak diterbitkannya karya tulis, karena pengguna dapate menerbitkan sendriri tulisannya dalam blog milik orang lain tersebut, sehingga ketika terjadi masalah berkaitan dengan karya tulis tersebut menjadi tanggung jawab pribadi penulis, dan bukan pemilik blog. Meskipun penulis tidak mendapat bagian dari AdSense dari pemilik blog.

Beberapa lembaga / instansi memanfaatkan media digital ini sebagai wahana lomba, festival maupun penilaian prestasi pembelajaran secara virtual, terutama di masa pandemi covid-19. Banyak dari lembaga tersebut yang dikerjasamakan dengan AdSense dalam saluran Youtubenya. Beberapa sekolah juga memberikan tugas kepada para siswa dengan cara membuat video pendek, baik diunggah melalui saluran pribadi maupun melalui saluran milik sekolah, tanpa terkecuali Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Perubahan terus dan akan berlangsung, terlebih perkembangan tehnologi media. Dan ini banyak disadari, karenanya pengelola media cetak saat ini juga mengembangkannya melalui media digital. Begitu juga dengan pengelola Televisi, saat ini juga harus bersaing dalam saluran you tube dan saluran visual lainnya yang juga menampilkan konten yang nyaris sama. Saat ini sangat mudah bagi seseorang membuat kreator video dan menayangkannya melalui media internet yang juga tidak menutup kemungkinan mendapat penghasilan dari konten tersebut.

 Ide kretaif inovatif dalam hal positif perlu di tumbuh kembangkan sejak dini. Pengembangan jiwa enterpreneur untuk menumbuhkan kemandirian perlu mendapat porsi tersendiri dalam pembelajaran siswa. Hal ini tidak terlepas dari periembangan tehnologi yang semakin menggila. Namun hal ini harus dilakukan secara bijak untuk menekan dampak negatif dari pembelajaran tersebut. Sebagaimana contoh penggunaan media virtual dalam pembelajaran jarak jauh melalui internet sejak dini yang kurang terkendalli mengakibatkan banyak anak terjebak dalam  candu game online. Kurangnya komunikasi sosial secara verbal yang berakibat kurang baik terhadap berkembangan mental spiritual anak.

Ide kreatif tersebut perlu pengarahan dan pendampinngan secara khusus sehingga semakin terarah, hal ini dimaksudkan agar kreatifitas yang muncul tetap sesuai dengan norma.  Anak anak dapat membagi waktu secara proporsional dalam penggunaan media sosial tersebut. Pendampingan ini sangat perlu agar dapat ditekan dampak negatif dari penggunaan media elektronik super canggih tersebut.

Penulis adalah ASN pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Pada Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi

 

Kecil-kecil Jadi Manten

 Kecil Kecil Jadi Manten

Oleh : Sunarto

Undang-undang No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Salah satu pertimbangan perubahan usia tersebut, Undang-undang  No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengatur bahwa seseorang berusia di bawah 18 tahun masuk kategori anak. Karena itu, Undang-undang Perkawinan harus disinkronkan dengan Undang-undang Perlindungan Anak dan diberlakukan sama usia perkawinan laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, usia kawin perempuan dan laki-laki sama-sama 19 tahun. Meskipun demikian dalam perundang undangan tersebut tidak menutup kemugkinan dalam kondisi tertentu dapat dilaksanakan perkawinan dilaksanakan dengan usia dibawah 19 tahun dengan dispensasi dari Pengadilan. Menyikapi penaikan usia itu, Mahkamah Agung menerbitkan Peraturan MA No. 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin pada 20 November 2019. Untuk calon mempelai beragama Islam, permohonan dispensasi diajukan kepada pengadilan agama sedangkan yang beragama selain Islam di pengadilan negeri. 

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) atau Pendewasaan Usia Nikah dalam kegiatan pendewasaan Remaja Usia Nikah (PRUN) maupun Pembinaan Pranikah Remaja Usia Sekolah (PPRUS) yang diselenggarakan Kementerian Agama merupakan upaya untuk meningkatkan usia perkawinan, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan setidak tidaknya sesuai dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yaitu calon suami maupun isteri berusia minimal 19 tahun, dengan tujuan usia minimal ideal yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan kehamilan anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah Komunikasi dan Edukasi (KIE) disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. 

Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR). Tujuan program pendewasaan usia perkawinan adalah Memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran. Tujuan Pendewasaan usia perkawinan (PUP) seperti ini berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa.

Tugas berat PUP merupakan tugas bersama Kementerian maupun Lembaga yang harus didukung oleh semua elemen, inti dari pendewasaan usia perkawinan adalah pendewasaan dalam hubungan biologis, dan bukan sekedar pendewasaan pendewasaan perkawinan maupun pendewasaan pencatatan perkawinan. Hal ini perlu disadari agar para remaja tidak salah langkah dalam pergaulan hidup bersama dengan tetap mengedepankan etika dan nilai nilai agama, sehingga terhindar dari perkawinan dibawah umur ataupun perkawinan akibat keterpaksaan.

Pernikahan dibawah umur masih saja terjadi dengan alasan terlanjur harus dinikahkan (menurut orang tuanya akibat malu karena dianggap aib jika ada orang memounyai anak sebelum menikah), sehingga yang bersangkutan terpaksa putus sekolah dan mengajukan dispensasi ke Pengadilan. Hal ini dilakukan dengan mengingat usia calon mempelai tersebut bagi perempuan kurang dari 19 tahun atau kadang calon suami yang mengakibatkan putusnya sekolah kurang dari 19 tahun. Meskipun usia tersebut saat ini bukan usia yang ideal untuk membentuk keluarga, namun mudlorot yang timbul jika pernikahan ditunda juga tidak semakin ringan, meski pasangan yang relatif sangat muda ini sangat rentan terjadi perceraian.

Peran orang tua dalam pendewasaan Usia Perkawinan sangat diperlukan dengan mengingat seharusnya orang tua menjadi orang yang paling dekat secara emosiaonal terhadap anak anaknya, namun pada kenyataannya tidak sedikit anak anak yang enggan berbagi masalah dengan orang tuanya, terlebih dengan adanya internet dan media sosial yang mengakibatkan jarak emosional antara anak dan orang tua semakin jauh. Salah satu penyebab adanya pernikahan dini adalah akibat penggunaan tehnologi dan media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Perlunya pendewasaan usia peerkawinan ini dimaksudkan agar pasangan suami iosteri benar benar siap menjadi orang tua, sehingga pernikahan akan dilakukan oleh pasangan yang benar benar siap untuk melaksanakan kewajiban sebagai orang tua, yaitu laki laki berusia minimal 25 tahun serta perempuan berusia minimal 20 tahun, serta menghindari pernikahan pada usia yang terlalu tua karena tingkat perceraian tinggi salah satunya banyak diakibatkan adanya  pasangan yang tidak hidup dalam satu rumah dan terpisah dengan waktu yang relatif lama, baik salah satunya bekerja diluar negeri maupun diluar pulau karena masalah ekonomi, hal ini disamping mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga, juga mengakibatkan terbengkalainya pendidikan pada anak dari akibat tidak adanya salah satu atau kedua orang tua.

Pendwasaan Usia Perkawinan sebagaimana semangat peerubahan usia minimal untuk menikan dari 16 tahun menjadi 19 tahun tersebut agar terhindar istilah kecil kecil jadi manten, anak anak menikmati dengan sungguh sungguh masa anak anak dan remaja dan tidak terbebani dengan urusan rumah tangga akibat pernikahan yang dilakukan dimasa mereeka seharusnya masih dalam tahap pencarian jati diri dan pendidikan. Dengan mengingat kematangan emosional dalam berumah tangga sangat diperlukan, karena hal ini sangat berdampak pada tingkat perkembangan anak anak yang lahir dari perkawinan tersebut.


Penulis Kepala KUA Kecamatan Tegaldlimo




 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger