BANYUWANGI – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mematangkan persiapan pelaksanaan Apel Kader NU se-Jawa Timur melalui konsolidasi internal dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang diperkirakan melibatkan 35 ribu kader dari 43 PCNU se-Jawa Timur tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah karena dinilai berpotensi memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi.
Rangkaian koordinasi berlangsung pada Jumat (30/10/2026). Pertemuan diawali di Kantor PCNU Banyuwangi, dilanjutkan dengan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sekaligus memohon izin dan dukungan pemerintah daerah sebagai tuan rumah.
Dalam pertemuan internal di Kantor PCNU Banyuwangi, hadir Sekretaris PWNU Jawa Timur Ir. H. Mohammad Faqih, M.SA., Ph.D., didampingi Dr. H. Musta’in, M.Ag., selaku Ketua Hari Santri Nasional (HSN) PWNU Jawa Timur, serta Dr. Ir. H. Mohammad Qoderi selaku Vice Chairman Apel Kader NU Jawa Timur. Turut hadir perwakilan Koordinator Wilayah Kader NU, yakni Ustadz Syaiful, Ustadz Sudarto, dan Lora Nasrullah.
Rombongan PWNU Jawa Timur diterima Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi bersama jajaran pengurus Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyelaraskan langkah, membahas kesiapan penyelenggaraan, serta merumuskan kebutuhan teknis dan dukungan lintas sektor.
Konsolidasi Internal, Menyatukan Langkah dan Kesiapan Organisasi
Penunjukan Banyuwangi sebagai tuan rumah menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesiapan organisasi secara menyeluruh. Karena itu, koordinasi PWNU Jawa Timur dan PCNU Banyuwangi diarahkan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan langkah yang selaras.
Pembahasan mencakup kesiapan kepanitiaan, koordinasi antarwilayah, mobilisasi peserta, kebutuhan fasilitas pendukung, serta pemetaan berbagai aspek teknis yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Dengan estimasi kehadiran 35 ribu kader dari 43 PCNU, perencanaan harus dilakukan secara terukur. Pengaturan titik transit dan titik kumpul peserta, rekayasa lalu lintas, pengamanan, pelayanan kesehatan, hingga kebersihan lingkungan menjadi bagian yang perlu dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi organisasi yang dipimpinnya.
“Ini sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi kami. Setelah mendapat amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi melalui konferensi pada Januari 2026, kini kami kembali dipercaya mengemban tanggung jawab untuk menyukseskan Apel Kader NU se-Jawa Timur. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan semangat dan kerja organisasi dalam menggerakkan kekuatan Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa sangat besar,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui konsolidasi yang intensif, PCNU Banyuwangi dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik melalui kerja bersama seluruh jajaran NU dan dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Dr. Ir. H. Mohammad Qoderi menilai Banyuwangi memiliki potensi yang memadai untuk menjadi tuan rumah, baik dari sisi dukungan masyarakat, kekuatan struktur organisasi NU, maupun peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Sekretaris PWNU Jawa Timur Ir. H. Mohammad Faqih, M.SA., Ph.D., juga mendorong agar Apel Kader NU menjadi sarana konsolidasi yang memperkuat peran strategis Nahdlatul Ulama dalam merespons berbagai persoalan bangsa. Adapun Dr. H. Musta’in, M.Ag., menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat berorganisasi dan kepedulian kader sebagai energi penggerak perjuangan NU di berbagai bidang.
Silaturahmi ke Pemkab, Pamit dan Mohon Dukungan Pelaksanaan
Setelah melakukan koordinasi internal, rombongan PWNU Jawa Timur bersama PCNU Banyuwangi melanjutkan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Selain menyampaikan rencana pelaksanaan Apel Kader NU se-Jawa Timur, rombongan juga berpamitan sekaligus memohon izin dan dukungan agar kegiatan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik di Banyuwangi.
Rombongan disambut jajaran Pemkab Banyuwangi, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Khoirul Anam, S.H., M.H., dan Kepala Bagian Umum Sandi Dian Ervani, S.STP.
Pihak pemerintah daerah menyampaikan sambutan positif atas rencana tersebut. Pemkab Banyuwangi menyatakan welcome dan menyambut baik kehadiran puluhan ribu kader NU dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pemerintah daerah memandang kegiatan berskala besar tersebut tidak hanya menjadi kegiatan organisasi keagamaan, tetapi juga berpotensi membawa dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Kedatangan peserta dari luar Banyuwangi diperkirakan akan menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, penginapan, rumah makan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perputaran ekonomi tersebut menjadi salah satu manfaat yang dapat dirasakan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Sambutan baik Pemkab Banyuwangi sekaligus membuka ruang bagi penguatan koordinasi antara panitia dan perangkat daerah, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas peserta, pengaturan lalu lintas, keamanan, ketertiban, serta kesiapan fasilitas pendukung.
Sinergi NU dan Pemerintah untuk Banyuwangi
Koordinasi PWNU Jawa Timur, PCNU Banyuwangi, dan Pemkab Banyuwangi menjadi langkah awal untuk menyatukan dukungan organisasi dan pemerintah dalam menyukseskan Apel Kader NU se-Jawa Timur.
Bagi NU, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi kader untuk memperkuat khidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat. Sementara bagi Banyuwangi, kehadiran puluhan ribu peserta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah kegiatan berskala regional.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesiapan seluruh unsur organisasi, pelaksanaan apel diharapkan berjalan tertib, aman, dan lancar, sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Banyuwangi.(HK)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar