Pages

Home » » Khidmat Bahari, PC SNNU Banyuwangi Siap Menjaga Laut, Menghidupkan Negeri

Khidmat Bahari, PC SNNU Banyuwangi Siap Menjaga Laut, Menghidupkan Negeri

 


BANYUWANGI – Semangat khidmah bahari mewarnai pengukuhan Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PC SNNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031. Mengusung semangat menjaga laut dan menghidupkan negeri, organisasi yang berhimpun dalam Nahdlatul Ulama ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat nelayan, mengembangkan sektor perikanan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.

Pengukuhan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Ir. H. Hardi Pitoyo dipercaya memimpin PC SNNU Kabupaten Banyuwangi bersama jajaran pengurus untuk masa khidmat lima tahun ke depan. Seusai pengukuhan, kepengurusan baru langsung bergerak melakukan koordinasi dan rapat kerja bersama Pimpinan Wilayah SNNU Jawa Timur serta sejumlah perwakilan kabupaten lainnya.

Rapat kerja tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan program prioritas organisasi, khususnya pada tahun pertama kepengurusan. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi perikanan, perluasan akses pasar, serta pemberdayaan nelayan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

H. Hardi Pitoyo berharap kehadiran SNNU sebagai badan otonom NU yang berfokus pada masyarakat nelayan dan kemaritiman dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor kelautan, perikanan, dan perekonomian masyarakat Banyuwangi.

Rais Syuriah: Serahkan Urusan kepada Ahlinya

Sebelum pengukuhan, Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam taujihadnya menegaskan pentingnya menempatkan seseorang sesuai keahlian dan kompetensinya. Menurutnya, pengembangan sektor kelautan dan perikanan harus dipercayakan kepada orang-orang yang memahami bidang tersebut serta memiliki pengalaman langsung dalam mengelolanya.

"Saya yakin sumber daya manusia di SNNU Banyuwangi terdiri atas orang-orang yang telah mendedikasikan dirinya dalam bidang perikanan dan kelautan. Potensi ini harus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Ia kemudian mengajak hadirin mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah. Dalam membangun kehidupan masyarakat, Rasulullah memberikan ruang kepada para sahabat yang memiliki kemampuan di bidang tertentu untuk mengembangkan potensinya, termasuk dalam bidang pertanian.

Rasulullah mengajarkan bahwa setiap persoalan harus ditangani oleh orang yang memiliki keahlian. Prinsip tersebut, menurut KH. Fahrudin Manan, relevan diterapkan dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan, sehingga potensi yang dimiliki para nelayan dapat berkembang secara optimal.

Ketua PCNU: Perkuat Teknologi dan Buka Akses Pasar Nelayan

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, dalam sambutannya menekankan bahwa SNNU harus membuktikan keberadaannya melalui kinerja dan program yang terukur, realistis, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang dihadapi nelayan adalah keterbatasan teknologi. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan yang tidak selalu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, ketika nelayan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah, persoalan baru kerap muncul, terutama berkaitan dengan akses pemasaran dan posisi tawar nelayan dalam rantai distribusi hasil perikanan.

"SNNU harus mampu mengoptimalkan program-programnya, terutama dalam peningkatan teknologi agar nelayan kita semakin mampu bersaing. Kita memahami bahwa hasil tangkapan nelayan tidak selalu baik. Ketika hasil tangkapan melimpah pun, masih ada persoalan akses pasar yang harus diselesaikan," tegasnya.

H. Achmad Turmudzi berharap SNNU Banyuwangi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan nelayan dengan berbagai mitra usaha, lembaga, dan jaringan pemasaran. Dengan demikian, nelayan tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh nilai ekonomi yang layak dari hasil tangkapannya.

Ia menegaskan, pemberdayaan nelayan harus diarahkan pada penguatan kapasitas, perluasan jejaring usaha, serta penciptaan sistem ekonomi yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil.

Sektor Perikanan dan Tantangan Pengentasan Kemiskinan

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, SP, M.Si yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki arti strategis dalam mendukung penghidupan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan inovasi dan pengembangan usaha agar potensi kelautan Banyuwangi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Dalam paparannya, ia menyinggung data kemiskinan di Banyuwangi yang disebut berada pada angka 5,6 persen dari jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, atau kurang lebih 90 ribu orang. Data tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan dorongan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, agar masyarakat dan berbagai elemen pemerintah terus berinovasi dalam beragam aspek kehidupan.

Dalam konteks tersebut, pengembangan sektor perikanan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan kelompok nelayan. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Raker Bersama PW SNNU, Bahas Pengembangan Teknologi

Usai pengukuhan, PC SNNU Banyuwangi langsung mengikuti rapat kerja bersama PW SNNU Jawa Timur dan sejumlah perwakilan SNNU dari kabupaten lainnya. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk membahas persoalan strategis yang dihadapi nelayan sekaligus merumuskan langkah pengembangan organisasi ke depan.

Ketua PW SNNU Jawa Timur, Prof. Drs. Kuntjoro Basuki Dhiya'uddin, M.S.i menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan riset dan pengembangan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kapasitas nelayan dan menjawab tantangan sektor perikanan.

Pengembangan teknologi menjadi salah satu perhatian penting, mengingat perubahan kondisi laut, kebutuhan efisiensi usaha, dan persaingan pasar menuntut nelayan untuk terus meningkatkan kemampuan serta memanfaatkan inovasi.

Melalui riset dan pengembangan tersebut, SNNU diharapkan dapat membangun pendekatan pemberdayaan yang lebih terarah, berbasis kebutuhan lapangan, dan berkelanjutan.

Bagi PC SNNU Banyuwangi, hasil rapat kerja ini menjadi pijakan untuk menyusun program prioritas yang dapat diterapkan secara bertahap. Organisasi diharapkan mampu hadir sebagai penggerak pemberdayaan nelayan, penghubung akses usaha, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pengembangan ekonomi kelautan.

Dengan semangat Khidmah Bahari, PC SNNU Banyuwangi meneguhkan komitmen untuk menjadikan laut sebagai sumber penghidupan yang dikelola secara bijaksana, sektor perikanan sebagai kekuatan ekonomi rakyat, dan kesejahteraan nelayan sebagai orientasi utama perjuangan.

Menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Menguatkan nelayan berarti menghidupkan negeri.(HK)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger