Pages

Home » » Kemah Santri Ma’arif NU Banyuwangi Jadi Wadah Pembinaan 600 Pramuka, PCNU Berikan Dukungan

Kemah Santri Ma’arif NU Banyuwangi Jadi Wadah Pembinaan 600 Pramuka, PCNU Berikan Dukungan

BANYUWANGI – Sebanyak 600 anggota Pramuka dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Cabang Banyuwangi mengikuti apel pembukaan Kemah Santri Ma’arif dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Persen Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Selasa (20/10/2026), diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, keterampilan, dan semangat pengabdian generasi muda.

Kemah Santri Ma’arif dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026. Peserta berasal dari jenjang MI/SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK. Selama perkemahan, mereka mengikuti berbagai kegiatan edukatif, pembinaan mental, pengembangan keterampilan, serta penampilan seni dan budaya.

Apel pembukaan dihadiri dan disaksikan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, hadir bersama jajaran pengurus lainnya, didampingi Bendahara PCNU Banyuwangi, H. Junaedi.

Kehadiran pengurus PCNU tersebut menunjukkan dukungan terhadap peran LP Ma’arif dalam membina generasi muda melalui pendidikan dan kepramukaan. Keduanya menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi khidmah Nahdlatul Ulama kepada para pelajar.

Pembina perkemahan, Khoirul Amin, M.Pd., menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tahun ini merupakan perwakilan dari berbagai wilayah di antara 25 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyuwangi.

“Untuk tahun ini, peserta masih merupakan perwakilan dari masing-masing daerah. Insyaallah, tahun depan akan kita kondisikan agar ribuan santri bisa berpartisipasi dalam perkemahan ini,” ungkapnya.

Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan kepramukaan di lingkungan Ma’arif NU agar semakin banyak pelajar dan santri memperoleh pengalaman pendidikan karakter melalui kegiatan bersama.

Saeroji: Santri Harus Memiliki Mental Tangguh dan Semangat Pengabdian

Ketua LP Ma’arif NU Cabang Banyuwangi, H. Saeroji, bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel pembukaan. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian perkemahan serta membangun semangat berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.

Saeroji menyampaikan terima kasih kepada PCNU Banyuwangi yang telah memberikan kepercayaan kepada LP Ma’arif untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Menurutnya, LP Ma’arif mempunyai tanggung jawab besar dalam membentuk generasi penerus NU. Lingkungan pendidikan menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun kepribadian, serta mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa Hari Santri memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjuangan bangsa Indonesia. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, sebagai seruan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Nilai perjuangan tersebut, menurut pesan yang disampaikan dalam amanat pembukaan, perlu diwarisi oleh generasi muda melalui sikap disiplin, ketangguhan mental, dan kesediaan mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Semangat santri harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun organisasi. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga nilai-nilai luhur sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Bekali Peserta dengan Edukasi dan Keterampilan

Rangkaian Kemah Santri Ma’arif disusun untuk memberikan pengalaman belajar yang melampaui kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Melalui kepramukaan, peserta didorong untuk mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan persoalan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian ialah edukasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Materi ini memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan langkah-langkah pencegahannya, terutama bagi kalangan generasi muda.

Pembekalan tersebut diharapkan membantu peserta membangun kesadaran untuk menjaga diri, menciptakan pergaulan yang sehat, serta menghindari pengaruh lingkungan yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

Apel pembukaan juga berlangsung meriah dengan beragam penampilan. Iringan musik korsik dalam tata laksana upacara, paduan suara yang dipersembahkan para guru taman kanak-kanak, hingga atraksi tari semaphore yang dipadukan dengan senam aerobik dan tarian jaranan menghadirkan suasana yang dinamis.

Perpaduan unsur kedisiplinan, kebugaran, dan kesenian tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi peserta sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal.

Sinergi Lembaga NU Hadirkan Dukungan Pelayanan

Pelaksanaan Kemah Santri Ma’arif turut melibatkan sejumlah lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama Banyuwangi. Kolaborasi ini mendukung kebutuhan peserta dan membantu kelancaran kegiatan selama tiga hari.

Lembaga Perekonomian NU Cabang Banyuwangi berkolaborasi dalam mendukung pengadaan serta pengembangan layanan UMKM di area perkemahan. Kehadiran pelaku usaha tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi peserta dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Rumah Sakit NU bersama Lembaga Kesehatan NU turut memberikan dukungan dalam pemantauan kondisi kesehatan dan pelayanan medis bagi peserta selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan sejumlah lembaga tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi internal organisasi dalam mendukung kegiatan pendidikan. Pembinaan generasi muda memerlukan dukungan yang terintegrasi, mulai dari penguatan karakter, pemenuhan kebutuhan, hingga perhatian terhadap kesehatan.

Menghidupkan Semangat Hari Santri melalui Aksi Nyata

Kemah Santri Ma’arif NU Banyuwangi 2026 diharapkan menghasilkan generasi muda yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, akhlak, dan kecintaan terhadap tanah air.

Peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk menanamkan pemahaman bahwa perjuangan santri terus berlanjut sesuai dengan tantangan zaman. Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang dituntut mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, penguatan moral, dan pengabdian sosial.

Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif NU Cabang Banyuwangi berupaya memperkuat peran sekolah dan madrasah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang berkarakter serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Dukungan PCNU Banyuwangi dan kolaborasi antarlembaga diharapkan semakin memperkokoh ikhtiar tersebut. Dari perkemahan di Tegaldlimo, para peserta didorong untuk membawa pulang pengalaman, keterampilan, dan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Hari Santri 2026 diharapkan tumbuh menjadi tekad generasi muda untuk terus belajar, menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, serta mengabdikan diri bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia.(Kaf)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger