Pages

Home » » Sambut 1 Suro, Panji Blambangan Gelar Jamasan Pusaka, Dihadiri Tokoh-Tokoh Seni dan Budaya Banyuwangi

Sambut 1 Suro, Panji Blambangan Gelar Jamasan Pusaka, Dihadiri Tokoh-Tokoh Seni dan Budaya Banyuwangi

BANYUWANGI –(Warta Blambangan)Tradisi menyambut 1 Suro di Banyuwangi kembali semarak. Paguyuban Panji Blambangan (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Blambangan Banyuwangi) menggelar Gelar Budaya Keris 2026 di kawasan Cafe Museum Banyoewangi Tempo Doeloe, lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan jamasan dan pameran pusaka yang dipandu budayawan sekaligus kurator pusaka nasional KRT Ilham Triadi Nagoro ini dihadiri sejumlah tokoh seni dan budaya Banyuwangi, di antaranya Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri, Punjul Ismu Wardoyo dari Padepokan Alang-Alang Kumitir, penyair Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, Aekanu Hariyono dari Kiling Osing Banyuwangi, penyanyi sekaligus pencipta lagu Osing Yons DD, serta budayawan senior Ki Pramoe Karno Sakti.

Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dan Bulan Suro itu dipusatkan di Pelinggihan dan Serambi Museum Blambangan. Tradisi jamasan pusaka menjadi agenda utama sebagai ritual pembersihan keris, tombak, dan berbagai tosan aji yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Jawa.


Menurut KRT Ilham Triadi Nagoro, tradisi ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam merawat, melestarikan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai nilai sejarah, filosofi, dan kebudayaan yang terkandung dalam benda-benda pusaka Nusantara.

"Bulan Suro dipilih karena merupakan momentum awal tahun baru yang baik untuk memulai segala sesuatu dengan energi yang bersih. Jamasan bukan sekadar membersihkan fisik pusaka, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia membersihkan hati dan memperkuat nilai-nilai kebajikan," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, ruang Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi disulap menjadi galeri pameran temporer yang menampilkan berbagai koleksi keris kuno dari era Singhasari, Majapahit hingga Blambangan. Berbagai pusaka tersebut menarik perhatian para pecinta budaya, kolektor, hingga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perkerisan Nusantara.

Selain membersihkan fisik pusaka, Panji Blambangan juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui estimasi usia atau tangguh pusaka yang dimiliki sekaligus memperoleh edukasi mengenai teknik perawatan pusaka secara mandiri.

"Khusus tahun ini kami juga membuka layanan sertifikasi pusaka dan tosan aji. Harapannya masyarakat semakin memahami nilai historis pusaka yang dimiliki sehingga dapat dirawat dengan baik," jelas Ilham.

Ia menegaskan bahwa tradisi perkerisan tidak boleh dipandang semata dari sisi mistis, melainkan sebagai bagian dari kearifan lokal yang mengandung nilai seni, teknologi, sejarah, dan identitas budaya bangsa.


"Generasi muda harus tahu bahwa keris bukan sekadar benda tajam, tetapi simbol jati diri dan kedaulatan budaya. Ini adalah warisan luhur yang harus terus dijaga," tegasnya.

Kehadiran para tokoh seni dan budaya tersebut semakin memperkuat makna Gelar Budaya Keris 2026 sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum pelestarian warisan leluhur. Acara ini menjadi wadah bertemunya para budayawan, seniman, pegiat sastra, dan pemerhati budaya untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pusaka sebagai identitas bangsa.

Tradisi jamasan juga berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara. Seorang wisatawan asal Prancis, Zoe Couliard, mengaku terkesan melihat benda-benda pusaka berusia ratusan tahun yang masih terawat dengan baik hingga kini.

"Saya tidak sengaja melewati tempat ini. Di negara saya tidak ada tradisi seperti ini. Sangat mengagumkan melihat benda-benda kuno yang usianya ratusan tahun masih dirawat dan dijaga oleh generasi penerus," ungkap Zoe.

Melalui Gelar Budaya Keris 2026, Panji Blambangan berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal kekayaan budaya bangsa dan tumbuh kesadaran untuk menjaga pusaka sebagai bagian dari identitas serta warisan luhur Indonesia. (Syaf)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger