Pages

Home » » Sambut Tahun Baru Hijriah, PCNU Banyuwangi Gelar Sholawatan dan Musikalitas Puisi Sembari Menanti Hasil Hilal

Sambut Tahun Baru Hijriah, PCNU Banyuwangi Gelar Sholawatan dan Musikalitas Puisi Sembari Menanti Hasil Hilal


Banyuwangi – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, PCNU Banyuwangi menghadirkan cara berbeda melalui kegiatan sholawatan, dzikir, dan musikalitas puisi yang digelar di halaman Kantor PCNU Banyuwangi, Senin malam (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang spiritual sekaligus kultural sembari menanti informasi resmi hasil rukyatul hilal awal Muharram dari PBNU.

Sejak pukul 18.00 WIB, suasana di depan kantor PCNU Banyuwangi dipenuhi lantunan tahlil, doa, dan sholawat yang dibawakan secara khidmat dengan iringan musik religi dari al-Faruq Entertainment, serta dukungan tata suara dari Sultan Production Muncar. Kegiatan itu menarik perhatian masyarakat yang melintas untuk turut menyimak syiar keagamaan bernuansa seni tersebut.

Tidak sekadar seremoni menyambut pergantian tahun Hijriah, acara dikemas sebagai media pendekatan dakwah yang lebih akrab dengan masyarakat. Spirit religius dipadukan dengan ekspresi seni melalui pembacaan puisi dan lagu-lagu Islami yang dibawakan para pengurus NU.

Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan syiar Islam yang menenangkan sekaligus mendekatkan masyarakat kepada tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama.

“Kami ingin malam pergantian tahun Hijriah ini diisi dengan doa, sholawat, sekaligus ekspresi budaya Islam. Ada nilai syiar, hiburan yang mendidik, juga edukasi kepada masyarakat tentang proses penetapan awal bulan Hijriah,” ujarnya.

Suasana semakin khidmat ketika sekitar pukul 20.00 WIB diumumkan hasil rukyatul hilal dari PBNU. Di sela kegiatan, Haikal Kafili, Kepala Staf Kantor sekaligus Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, menyampaikan keputusan terkait awal bulan Muharram kepada para peserta.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan laporan rukyat di berbagai titik, hilal belum berhasil terlihat sehingga bulan Dzulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

“Karena hilal tidak tampak, maka dilakukan istikmal. Dengan demikian, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026,” jelasnya di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir.

Usai pengumuman, acara berlanjut dengan pembacaan musikalitas puisi oleh sejumlah fungsionaris PCNU Banyuwangi. Di antaranya tampil H. Guntur Al Badri, H. Bisri Musthofa, serta pengurus lainnya yang membacakan puisi bertema Muharram, refleksi perjuangan, hingga renungan tentang pengabdian dalam berkhidmat di NU.

Sebagian besar puisi yang dibacakan memuat pesan introspeksi dan otokritik organisasi, mengajak warga NU untuk terus menjaga semangat pelayanan, persatuan, dan kebermanfaatan sosial.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta larut dalam suasana kebersamaan saat Sholawat Badar dan Yalal Wathon dikumandangkan bersama. Tepat pukul 23.00 WIB, kegiatan ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan bahwa malam penantian hilal dapat menjadi ruang syiar yang hangat, damai, dan sarat makna.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger