Pages

LAZISNU PCNU Banyuwangi Jajaki Kerja Sama Filantropi dengan Mandiri Taspen



BANYUWANGI – LAZISNU PCNU Banyuwangi mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Mandiri Taspen Banyuwangi dalam penguatan program filantropi dan kepedulian sosial bagi masyarakat.

Langkah tersebut diawali dengan silaturahmi dan diskusi antara Ketua  LAZISNU PCNU Banyuwangi, Rahmat, dengan jajaran Mandiri Taspen Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut dibahas potensi kolaborasi pemanfaatan jaringan nasabah pensiunan yang selama ini menjadi salah satu segmen utama layanan Mandiri Taspen.

Diketahui, Mandiri Taspen Banyuwangi saat ini melayani hampir 3.000 nasabah pensiunan yang berasal dari ASN pemerintah provinsi maupun kabupaten, anggota TNI, Polri, hingga penerima manfaat Asabri. Jumlah tersebut terus bertambah sekitar 10 hingga 20 nasabah baru setiap bulannya.

Melihat besarnya potensi tersebut, LAZISNU PCNU Banyuwangi menawarkan kerja sama dalam bentuk penyediaan sarana donasi melalui QRIS yang dapat dimanfaatkan para pensiunan untuk berpartisipasi dalam berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan LAZISNU.

Ketua LAZISNU PCNU Banyuwangi, Rahmat, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi para pensiunan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui fasilitas QRIS yang ditempatkan di Mandiri Taspen, kami ingin memberikan kemudahan bagi para pensiunan yang ingin berbagi dan menyalurkan sebagian rezekinya untuk program-program kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Mandiri Taspen Banyuwangi, Dedy Herdiyanto, menyambut positif inisiatif yang ditawarkan LAZISNU. Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan semangat kepedulian sosial yang selama ini ingin dikembangkan oleh Mandiri Taspen.

“Kami sangat antusias dengan peluang kerja sama ini. Selama ini kami memiliki berbagai program sosial, namun manfaatnya belum sepenuhnya menjangkau masyarakat secara luas. Dengan kolaborasi bersama LAZISNU, kami berharap program sosial dapat lebih terarah dan memberikan dampak yang nyata,” kata Dedy.

Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga filantropi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat budaya berbagi serta meningkatkan manfaat sosial bagi masyarakat Banyuwangi. (HKL)

Jamaah Haji KBIH Sabilillah Banyuwangi Dijadwalkan Tiba Malam Ini, Transit di Watudodol Sebelum Pulang

 

BANYUWANGI – Kepulangan jamaah haji asal Banyuwangi dari Tanah Suci terus berlangsung melalui Debarkasi Surabaya. Pada Selasa (23/6/2026), jamaah yang tergabung dalam Kloter 83, 84, dan 85 dijadwalkan kembali ke Banyuwangi secara bertahap sesuai jadwal kedatangan masing-masing.

Kloter 83 telah lebih dahulu diberangkatkan menuju Banyuwangi setelah menyelesaikan proses penerimaan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sementara jamaah Kloter 84 yang telah mendarat diperkirakan meninggalkan Sukolilo sekitar pukul 12.00 WIB.

Adapun jamaah Kloter 85 dijadwalkan mendarat sekitar pukul 12.00 WIB dan diperkirakan dapat melanjutkan perjalanan dari Asrama Haji Sukolilo pada pukul 14.30 WIB setelah seluruh proses debarkasi selesai dilaksanakan.

Menurut Humas KBIH Sabilillah Banyuwangi, H. Ahmad Musytaha, seluruh jamaah binaan KBIH Sabilillah tahun ini tergabung dalam Kloter 85. Karena itu, kedatangan rombongan KBIH Sabilillah diperkirakan berlangsung pada malam hari.

"Seluruh jamaah KBIH Sabilillah berada di Kloter 85. Insyaallah setelah tiba di Banyuwangi nanti, jamaah akan transit terlebih dahulu di Hotel Baru Watudodol sebelum kembali ke rumah masing-masing," ujar H. Ahmad Musytaha.

Ia menjelaskan, pola transit tersebut telah menjadi bagian dari mekanisme penyambutan jamaah KBIH Sabilillah sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi tempat istirahat setelah perjalanan panjang, lokasi tersebut juga menjadi titik temu antara jamaah dengan keluarga yang menjemput.

Dengan estimasi perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi, rombongan Kloter 85 diperkirakan tiba antara pukul 22.00 hingga menjelang tengah malam. Keluarga jamaah pun mulai bersiap menyambut kepulangan para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepulangan jamaah haji ini menjadi momen penuh syukur bagi keluarga dan masyarakat Banyuwangi. Harapannya, seluruh jamaah kembali dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur yang membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerahnya.(HKL)

Ketua LKKNU Paparkan Program Isbat Nikah di Hadapan Kepala KUA se-Banyuwangi, Perkuat Sinergi GAS Nikah

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Banyuwangi terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan perkawinan. Hal tersebut ditandai dengan pemaparan program Isbat Nikah Terpadu oleh Ketua LKKNU PCNU Banyuwangi di hadapan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Banyuwangi dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LKKNU menjelaskan bahwa program Isbat Nikah Terpadu merupakan ikhtiar bersama untuk memberikan kepastian hukum kepada pasangan suami istri yang telah menikah secara agama, namun belum memiliki pencatatan perkawinan secara resmi. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh penetapan isbat nikah dari Pengadilan Agama, tetapi juga mendapatkan buku nikah serta dokumen kependudukan yang diperlukan sebagai bentuk perlindungan hak-hak keluarga.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang menghadapi berbagai kendala sehingga perkawinannya belum tercatat. Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya memperoleh dokumen kependudukan dan berbagai hak keperdataan, terutama bagi anak-anak. Karena itu, program Isbat Nikah Terpadu diharapkan menjadi solusi yang memudahkan masyarakat mendapatkan legalitas perkawinan sekaligus tertib administrasi.

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara LKKNU PCNU Banyuwangi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Pengadilan Agama Banyuwangi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelayanan hukum keluarga dan administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah dibangun bersama LKKNU dan seluruh mitra terkait. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar setiap perkawinan dicatat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"GAS Nikah diharapkan mampu meminimalisir terjadinya perkawinan yang tidak tercatat, sehingga hak-hak hukum suami, istri, dan anak dapat terlindungi dengan baik," ujarnya.

Forum yang dihadiri seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Banyuwangi tersebut juga menjadi ajang menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan Isbat Nikah Terpadu di masing-masing kecamatan. Peran KUA dinilai sangat strategis sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan sekaligus mitra dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan sejak awal.

Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga peradilan, serta mitra pelayanan publik lainnya, diharapkan semakin banyak keluarga yang memperoleh kepastian hukum atas perkawinannya. Selain memberikan perlindungan bagi suami dan istri, tertib administrasi perkawinan juga menjadi fondasi penting dalam menjamin hak-hak anak serta mewujudkan keluarga yang sakinah, terlindungi, dan sejahtera. (syaf)

PGRI dan Pergunu Banyuwangi Matangkan Kolaborasi Program Guru Mahir Coding dan AI


BANYUWANGI – Transformasi pendidikan berbasis teknologi menjadi perhatian serius kalangan pendidik di Banyuwangi. Hal tersebut tercermin dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PGRI Banyuwangi bersama unsur Pergunu Banyuwangi pada Senin (22/6/2026) di Warung Lumpang, Kecamatan Giri.

FGD dipimpin Ketua PGRI Banyuwangi, H. Shodik, sementara Ketua PC Pergunu Banyuwangi, H. Wijanarko, mengikuti jalannya diskusi melalui sambungan video call karena sedang menjalankan tugas di luar kota. Adapun kehadiran Pergunu dalam forum tersebut diwakili oleh jajaran Pengurus PAC Pergunu Kota Banyuwangi.

Dalam pertemuan itu, kedua organisasi membahas peluang kolaborasi untuk mendukung program nasional Gerakan 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI. Banyuwangi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah pelopor dalam peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan.

H. Shodik menegaskan bahwa penguasaan teknologi, khususnya coding dan AI, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan modern. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sementara itu, H. Wijanarko menyampaikan bahwa Pergunu siap mengambil bagian dalam agenda besar tersebut. Menurutnya, sinergi antarorganisasi profesi guru akan mempercepat pemerataan kompetensi digital di kalangan pendidik, baik di sekolah maupun madrasah.

Dari hasil diskusi tersebut, muncul proyeksi ambisius untuk melatih sekitar 5.000 guru Banyuwangi setiap tahun dalam bidang coding dan AI. Program yang dirancang tidak hanya berupa pelatihan dasar, tetapi juga pendampingan penerapan teknologi dalam penyusunan perangkat ajar, pembuatan media pembelajaran, pengelolaan kelas digital, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar mengajar.

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan semakin banyak guru yang menguasai teknologi digital, Banyuwangi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (HKL)

Buka Hari Pertama PMBM, 7 Calon Peserta Didik Daftar di MA Baiturrahman Islamic Centre Banyuwangi



BANYUWANGI – Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027 di MA Baiturrahman Islamic Centre Banyuwangi pada Senin (22/6/2026) mencatat sebanyak tujuh calon peserta didik telah resmi mendaftarkan diri.

Capaian tersebut menjadi awal yang cukup baik bagi madrasah aliyah swasta yang berada di kawasan perkotaan Banyuwangi tersebut. Pihak madrasah mengaku telah menyesuaikan waktu pembukaan pendaftaran dengan jadwal liburan sekolah agar dapat menjangkau lebih banyak calon peserta didik.

Wakil Kepala MA Baiturrahman Islamic Centre Banyuwangi, Jazilah Munawwarah, menjelaskan bahwa persaingan lembaga pendidikan di wilayah perkotaan cukup ketat, baik dari sekolah umum maupun berbasis keagamaan. Karena itu, madrasah terus melakukan sosialisasi secara intensif sebelum masa pendaftaran dibuka.

“Kami menyesuaikan jadwal pembukaan PMBM dengan masa liburan sekolah. Sebelum pendaftaran dibuka, kami juga terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat bawah agar masyarakat semakin mengenal program pendidikan yang kami tawarkan,” ujarnya.

Menurutnya, MA Baiturrahman Islamic Centre memiliki keunggulan pada layanan pendidikan yang memadukan pembelajaran formal dengan pembiasaan ala pesantren. Selain itu, madrasah juga menerapkan pendampingan yang lebih intensif kepada peserta didik, terutama dalam pembinaan akhlak dan ibadah.

“Kami ingin memastikan setiap siswa mendapatkan perhatian yang cukup. Pendampingan dilakukan secara maksimal sehingga perkembangan karakter dan peribadahan siswa dapat terus terpantau,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MA Baiturrahman Islamic Centre Banyuwangi, Istupik, menegaskan bahwa pihaknya tidak berorientasi pada jumlah peserta didik yang besar. Tahun ini madrasah hanya membuka satu rombongan belajar dengan kuota 30 siswa.

“Kami membatasi jumlah siswa baru agar proses pembinaan, pengawasan, dan pendidikan karakter dapat berjalan lebih optimal. Kualitas layanan pendidikan menjadi prioritas utama kami,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan MA Baiturrahman Islamic Centre yang berada di bawah naungan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi dapat berkembang lebih luas, termasuk melalui rencana pendirian pondok pesantren di kawasan perkotaan.

Bagi masyarakat yang masih mencari sekolah lanjutan tingkat menengah atas, pendaftaran di MA Baiturrahman Islamic Centre Banyuwangi masih terbuka. Calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran secara langsung melalui panitia maupun secara daring melalui website resmi madrasah, yaitu atau melalui formulir pendaftaran online di : bit.ly/daftar-mabic

Untuk memudahkan proses pendaftaran, panitia juga menyediakan layanan pemindaian barcode yang dapat diakses oleh calon peserta didik maupun orang tua. Dengan berbagai kemudahan tersebut, madrasah berharap semakin banyak siswa yang bergabung untuk mendapatkan pendidikan yang unggul dalam akademik, akhlak, dan keagamaan. (HKL)

SNNU Banyuwangi Perkuat Konsolidasi Organisasi Nelayan



BANYUWANGI – Pimpinan Cabang (PC) Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Sinergi dan Penguatan Kelembagaan Bersama PW SNNU Jawa Timur secara daring, Ahad (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan peran SNNU dalam mendampingi masyarakat pesisir dan nelayan.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus PW SNNU Jawa Timur, PC SNNU Banyuwangi, serta pengurus PCNU Banyuwangi. Hadir mewakili Ketua PCNU Banyuwangi, Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Moh. Bisri Musthofa, Ketua PW SNNU Jawa Timur H. Kuntjoro Basuki Dhiya’uddin, Sekretaris PW SNNU Jawa Timur Dr. Moch. Shofwan, Ketua PC SNNU Banyuwangi Ir. Hardi Pitoyo, dan seluruh jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, H. Moh. Bisri Musthofa mengapresiasi langkah PC SNNU Banyuwangi yang terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pengurus wilayah. Menurutnya, keberadaan SNNU memiliki peran penting dalam mendukung program-program PCNU Banyuwangi, khususnya yang berkaitan dengan sektor kemaritiman dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“SNNU Banyuwangi diharapkan mampu menjadi organisasi yang kuat dan aktif mengawal berbagai program kemaslahatan bagi masyarakat nelayan. Potensi kelautan Banyuwangi sangat besar dan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW SNNU Jawa Timur H. Kuntjoro Basuki Dhiya’uddin menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki posisi strategis dalam pengembangan organisasi nelayan NU di Jawa Timur. Dengan potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki, Banyuwangi dinilai mampu menjadi salah satu pusat penguatan program pemberdayaan nelayan.

Ia mendorong pengurus SNNU Banyuwangi untuk aktif memetakan persoalan yang dihadapi nelayan dan menyusun program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

“SNNU harus hadir sebagai wadah perjuangan yang mampu mendampingi nelayan, memperkuat kapasitas mereka, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Ketua PC SNNU Banyuwangi Ir. Hardi Pitoyo menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan penting agar organisasi dapat bekerja lebih terarah dan profesional. Menurutnya, SNNU tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai sarana perjuangan sosial dan ekonomi bagi warga nelayan.

“Kami berharap arahan dan pendampingan dari PW SNNU Jawa Timur dapat memperkuat kapasitas organisasi sehingga program-program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SNNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan program pemberdayaan yang berpihak kepada nelayan dan masyarakat pesisir Banyuwangi. (Humas)

Ratusan Ustaz dan Ustazah Banyuwangi Ikuti Training Al-Qur'an Metode Bil Qolam

BANYUWANGI – Sebanyak ratusan ustaz dan ustazah dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur'an di Kabupaten Banyuwangi mengikuti Training Al-Qur'an Metode Bil Qolam yang diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Minggu–Senin (21–22/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pendidik Al-Qur'an dalam menerapkan metode pembelajaran yang sistematis, efektif, dan mudah dipraktikkan.


Pelatihan menghadirkan Wakil Direktur Bil Qolam Pusat Singosari Malang, Ustadz Abdul Qodir, sebagai pemateri utama. Para peserta berasal dari guru Madrasah Diniyah, pengasuh dan pengajar pondok pesantren, guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), guru privat Al-Qur'an, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur'an.

Ketua Panitia, H. Moh. Reza Fahlevi Bauzir, S.H., M.M., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan Al-Qur'an sekaligus memperluas penerapan Metode Bil Qolam di Banyuwangi.

"Metode Bil Qolam merupakan metode yang praktis, fleksibel, dan terbuka terhadap pengembangan sesuai karakter lembaga maupun peserta didik. Melalui pelatihan ini kami berharap para guru memiliki standar pembelajaran yang baik sehingga mampu melahirkan generasi Qurani yang membaca Al-Qur'an secara benar, fasih, dan bertartil," ujarnya.

Metode Bil Qolam merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur'an yang dikembangkan oleh KH. Muhammad Basori Alwi Murtadlo, pendiri sekaligus pengasuh Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PIQ) Singosari, Malang. Metode ini dirancang agar dapat diterapkan oleh seluruh kalangan, mulai dari anak usia dini hingga orang dewasa, dengan pendekatan bertahap yang menekankan penguasaan makharijul huruf, tajwid, tartil, serta penggunaan empat nada khas PIQ Singosari.

Selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai lima pilar Bil Qolam, pembelajaran jilid 1 hingga jilid 4, praktik pembelajaran Juz Amma dan Al-Qur'an, serta berbagai perangkat administrasi pembelajaran, seperti jurnal mengajar, daftar hadir, sistem evaluasi, hingga buku prestasi santri.

Dalam paparannya, Ustadz Abdul Qodir menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Metode Bil Qolam sangat bergantung pada kualitas pendidik serta konsistensi dalam menjalankan setiap tahapan pembelajaran.

"Target pembelajaran Bil Qolam adalah dalam satu tahun santri mampu menyelesaikan empat jilid dan Juz Amma. Kunci utamanya terletak pada konsistensi guru dalam menerapkan lima pilar Bil Qolam dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan," jelasnya.

Pelatihan juga diwarnai sesi diskusi interaktif. Salah seorang peserta, Ustadzah Faridah dari TPQ Hidayatul Muttaqin Sragi, Kecamatan Songgon, membagikan pengalaman menerapkan Metode Bil Qolam selama lebih dari lima tahun. Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah belum terbentuknya kebiasaan sebagian santri untuk mengulang pelajaran di rumah.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Abdul Qodir menjelaskan bahwa karakter dunia anak yang identik dengan bermain menuntut guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran selama berada di kelas.

"Ketika di rumah, anak-anak tentu ingin bermain bersama teman-temannya. Oleh karena itu, penguatan lima pilar Bil Qolam saat proses pembelajaran di kelas menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan belajar," katanya.

Pengalaman serupa juga disampaikan Ustadz Maifuri, S.Pd., yang telah menerapkan Metode Bil Qolam di Madrasah Diniyah SDN Model Banyuwangi, MTs At-Taufik Sumberejo, serta kelas Al-Qur'an di kawasan Kampung Melayu Banyuwangi. Menurutnya, metode tersebut mampu membentuk santri yang memiliki kemampuan menjadi pendamping atau asisten guru bagi teman-temannya.

"Ada beberapa santri yang sudah mampu membantu mendampingi teman-temannya sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Namun demikian, tetap ada santri yang membutuhkan pendampingan khusus sesuai tingkat kemampuannya," ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Ustadz Muhiburrohman, Lc., dari MI Darussalam Kalipuro dan Ustadz Syaifudin dari Pondok Pesantren Ahsanul Muhsinin Panderejo, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Mereka menilai Metode Bil Qolam menawarkan pendekatan pembelajaran yang menarik, terstruktur, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an para santri.

Metode Bil Qolam lahir dari pengalaman panjang KH. Muhammad Basori Alwi Murtadlo dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur'an di Indonesia. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh nasional di bidang tilawah Al-Qur'an, pendiri Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh, penggagas Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional maupun internasional, serta dipercaya menjadi dewan hakim MTQ di berbagai negara, termasuk Brunei Darussalam dan Mesir.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan Metode Bil Qolam secara optimal di lembaga masing-masing, sehingga kualitas pembelajaran Al-Qur'an semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang mencintai, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger