Pages

Chaironi Hidayat Sampaikan Langkah Kemenag Banyuwangi di Program Madrasah

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menerima kedatangan Tim Inti Nasional yang akan melakukan visitasi Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yakni Syaifurrahnan, Wahyu Hadi Martanto dan Siti Aminah, di beberapa madrasah di Banyuwangi, Senin (04/11/2024).



Wahyu Hari Martanto, salah satu anggota tim, menyampaikan bahwa timnya akan berkeliling di sejumlah madrasah yang telah ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan AKMI. Visitasi ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan asesmen serta memberikan dukungan dan evaluasi bagi madrasah yang bersangkutan.


Dalam kesempatan tersebut, Dr. Chaironi Hidayat yang didampingi Syafaat menyampaikan beberapa program unggulan yang diterapkan di madrasah-madrasah Banyuwangi, seperti Gerakan Sehari Berbahasa Asing (Gerbang). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing siswa, terutama Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, dengan mengadakan apel berbahasa Arab dan Inggris secara berkala.

Begitupun dengan gerakan literasi di madrasah yang tumbuh pesat dibandingkan dengan madrasah di kabupaten lain berkah adanya komunitas Lentera Sastra pimpinan Syafaat.


“Kami berharap program-program unggulan ini dapat menunjang peningkatan kompetensi siswa, terutama dalam kemampuan berbahasa asing, yang juga sejalan dengan tujuan AKMI untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah,” ujar Dr. Chaironi Hidayat.


Visitasi ini menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah-madrasah Banyuwangi, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat berbagai program inovatif yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Setara di TPS: Bawaslu Banyuwangi Sosialisasikan Partisipasi Pengawasan Pemilu Ramah Difabel

 


Banyuwangi (3/11/2024) - Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama komunitas difabel di Hotel El Royal Banyuwangi. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik dan memastikan hak-hak politik penyandang disabilitas terakomodasi dalam pemilu mendatang.

Sosialisasi ini dibuka oleh Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra, dan dihadiri oleh berbagai organisasi difabel serta media komunitas yang mendukung penyandang disabilitas, seperti DMI, PPDI, Pertuni, Difawangi, HWDI, Gerkatin, INAF, Taliwangi, Aura Lentera, JRKBB, dan JRKI.


Yel-yel “Setara untuk Indonesia Jaya” menggema dalam ruangan, disampaikan dalam bahasa isyarat oleh para fasilitator acara: Indah Catur, Gilang, dan Robin. Dengan bantuan seorang penerjemah bahasa isyarat, acara ini menjadi inklusif dan mudah diikuti oleh seluruh peserta difabel.

Indah Catur Cahyaningtyas, aktivis pendamping pemberdayaan dan advokasi komunitas difabel, menjadi pemateri utama. Ia menekankan pentingnya pemahaman hak-hak politik bagi difabel dalam pilkada mendatang. Menurutnya, setiap suara difabel memiliki nilai besar dalam menentukan kepala daerah yang akan memimpin lima tahun ke depan.

Selain itu, Indah juga menggarisbawahi perlunya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah difabel. Dalam diskusi interaktif, ia mengajak peserta berbagi pengalaman tentang kendala yang pernah dihadapi dalam pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi bagi Bawaslu untuk perbaikan di masa depan.


Di akhir sesi, Windoyo, Ketua Aula Lentera, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap besar agar Bawaslu Banyuwangi terus berkomitmen dalam memperjuangkan hak-hak politik difabel di setiap penyelenggaraan pemilu.

Sosialisasi ini menjadi langkah maju menuju kesetaraan politik bagi penyandang disabilitas, sekaligus akan menjadikan Banyuwangi sebagai daerah yang inklusif dan peduli pada hak setiap warganya. (AW)


Semarak Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan di Al Hilal 2 Banyuwangi


 

Warta Blambangan - Banyuwangi (1/11/2024) – Semarak peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2024 dirasakan dalam acara bertajuk “Raih Asa dan Wujudkan Cita” yang dibuka pada Jumat, 1 November 2024, di Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi. Setelah salat Jumat, kegiatan yang digagas oleh Perkumpulan Komunitas Gotong Royong ’45 bekerjsama IWAPI Cabang Banyuwangi ini resmi dimulai dan meramaikan suasana di Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi.

Acara pembuka diawali dengan lomba Tahfidz dan Qiro’ah antar anak-anak SD, MI, TPA, dan TPQ se-Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 88 peserta dari berbagai kecamatan ikut ambil bagian dalam lomba ini,

Tidak hanya itu, kemeriahan acara semakin terasa dengan digelarnya bazar UMKM, yang diikuti oleh UMKK Sinergi Gotong Royong 45, IWAPI Ranting Banyuwangi, UMKM Difabel Aura Lentera, hingga UMKM Takmir Masjid Al Hilal yang rata-rata menjual aneka macam jajanan, makanan dan minuman.

Setelah salat Maghrib, acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba Tahfidz yang disambut dengan suka cita. Para pemenang adalah:

  • Juara 1: Hanin Alya Az Zahira dari TPA Roudlotul Athfal
  • Juara 2: Audridna Anwa’an Ni’amika dari MI Darul Huda
  • Juara 3: Syakila Azzahra dari TPA Nurul Musthofa

Kemeriahan acara “Raih Asa dan Wujudkan Cita” ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan bagi mereka yang terlibat di dalamnya. (AW)



Pawai Budaya Sumpah Pemuda MIN 1 Banyuwangi Meriahkan Jalanan Depan Kantor Kementerian Agama

Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi menggelar pawai budaya yang berlangsung meriah pada Rabu (30/10/2024). Pawai ini dimulai dari halaman madrasah mereka dan melintasi jalan utama di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, menampilkan berbagai kreasi busana tradisional dari seluruh nusantara yang dipakai para siswa.



Tidak hanya menampilkan budaya bangsa melalui pawai, siswa MIN 1 Banyuwangi didampingi Kepala MIN 1 Banyuwangi Mohammad Haris Jamroni juga menyerahkan buket buku antologi puisi "Merajut Benang Terputus" yang berisi karya-karya inspiratif dari guru dan siswa kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat. Buku antologi puisi tersebut diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Banyuwangi sebagai bentuk apresiasi terhadap minat literasi di kalangan pendidik dan siswa madrasah.


Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat mengapresiasi semangat kebudayaan dan literasi yang ditunjukkan oleh siswa MIN 1 Banyuwangi. "Ini adalah bentuk nyata kecintaan kita pada budaya bangsa dan penguatan nilai-nilai literasi. Saya bangga atas inisiatif MIN 1 Banyuwangi yang telah menggabungkan budaya dengan literasi dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda ini," ujarnya.


Pawai budaya yang berlangsung mengelilingi jalur utama sekitar madrasah ini menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Kantor Kementerian Agama. Kepala MIN 1 Banyuwangi berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah untuk mengenalkan nilai-nilai kebhinekaan dan literasi sejak dini kepada para siswa.


Busana Tradisional Nusantara dalam Sumpah Pemuda di MI darunnajah II Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) MI Darun Najah II Banyuwangi, Senin (28/108/2028) mengadakan peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar Pentas Seni yang menampilkan keragaman budaya Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswi yang hadir dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Acara dibuka dengan Pawai Budaya, di mana para siswi berparade dari jalan MT Haryono menuju madrasah. Pentas Seni berlangsung meriah dengan penampilan dari setiap perwakilan kelas. Mereka memperkenalkan berbagai budaya daerah, mulai dari pakaian adat, tarian, makanan khas, bahasa daerah, hingga tempat-tempat wisata yang terkenal.


Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, mengungkapkan, "Kegiatan ini memberikan pembelajaran langsung kepada siswi untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia yang perlu kita lestarikan."


Dari kegiatan ekstrakurikuler teater, yang dibimbing oleh Bang Aguk, para siswi juga menampilkan drama berjudul "Banyuwangi: Indonesia Mini". Drama ini menceritakan pertemuan berbagai suku yang ada di Banyuwangi, dan diperankan dengan menarik oleh siswi kelas 2 dan 4. Penampilan ini diselingi gerak dan lagu yang menggemaskan.



Tidak hanya itu, ada juga penampilan pantomim dan puisi dalam bahasa Using yang dibawakan oleh Naila Taqiyah dari kelas 3. Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Tania Hafsya dari kelas 4.


Acara ditutup dengan tari bersama yang melibatkan guru, siswi, dan pengurus komite. Kegiatan ini memperlihatkan kekompakan seluruh warga madrasah dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Rissa Churria Launching Buku di Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan)  Rissa Churria, penulis puisi asal Banyuwangi yang kini berdomisili di Depok, resmi meluncurkan dua buku puisi terbarunya yang bertajuk Kitab Puisi Kecup Selalu untuk Rasulullah dan Larung Murung. Acara peluncuran ini berlangsung khidmat di Arjuna Cafe dan Resto, Kemiren, Banyuwangi,:Minggu (27/10/2024) dan dihadiri oleh berbagai tokoh sastra serta komunitas seni Banyuwangi.

Ketua Jagat Sastra Milenial, Riri Satria, turut memberikan apresiasi atas konsistensi Rissa yang merupakan salah satu anggotanya dalam berkarya. Dalam sambutannya, Riri menyebutkan bahwa Rissa merupakan sosok penulis produktif yang terus berkarya di sela-sela kesibukannya sebagai seorang pengajar. “Karya-karya Rissa selalu menyiratkan pesan-pesan mendalam. Dedikasinya menjadi inspirasi bagi banyak penulis muda,” ungkap Riri.



Turut hadir Syafaat, Ketua Komunitas Lentera Sastra, serta Hasan Basri, Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB), yang menyampaikan dukungan mereka terhadap perkembangan sastra di Banyuwangi. Antariksawan Yusuf dari Media Belambangan.com dan Aekanu Haryono, Ketua Komunitas Killing Osing Banyuwangi, juga nampak hadir memberikan dukungan.

Hasan Basri berharap semakin banyak penulis sastra dari Banyuwangi yang mendunia.


Dalam momen spesial ini, Riri Satria juga memberikan bingkisan buku kepada dua kepala madrasah yang hadir, yakni Majidatul Himmah dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi dan Sugeng Maryono dari MTsN 10 Banyuwangi. Kedua kepala madrasah tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas buku-buku tersebut yang dapat menjadi bahan bacaan inspiratif bagi para siswa.


Peluncuran buku ini menjadi bukti bahwa Rissa Churria tetap konsisten berkarya dan memperkaya dunia sastra Banyuwangi meskipun berada di luar kota.

Acara launching buku ini dilaksanakan setelah Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) yang digelar tanggal 24 sampai 26 Oktober 2024.


Tukar pengalaman antar penyair dalam diskusi yang dipandu Syafaat semakin hangat, terlebih beberapa yang hadir diberikan buku oleh Risa.

Penampilan MAN 3 Banyuwangi Dapat Apresiasi Sastrawan Asia Tenggara

Banyuwangi (Warta Blambangan) Siswa MAN 3 Banyuwangi mencuri perhatian dalam pembukaan Jambore Sastra Asia Tenggara dengan penampilan memukau mereka dalam musikalisasi puisi karya Chairil Anwar berjudul Aku. Acara yang berlangsung di Swarna Pantai Marina Boom Banyuwangi dalan agenda Seminar Sastra, ini dihadiri oleh para penyair terkemuka dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Malaysia dan Singapura.


Penampilan mereka dengan vokalis Zailuna Maisya Sugianti berhasil menghidupkan puisi Aku yang dikenal penuh energi dan semangat kebebasan. Dengan iringan musik yang penuh nuansa, para siswa ini menampilkan ekspresi seni yang mendalam, sehingga mendapatkan apresiasi dari para penyair senior seperti KH. D. Zawawi Imron, Riri Satria, Tengsoe Tjahyono, dan Sofyan Rd Zaid. Mereka mengaku terkesan dengan keberanian dan kemampuan siswa MAN 3 Banyuwangi dalam menginterpretasi karya sastra besar tersebut, Sabtu (26/10/2024).



Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, yang turut hadir dalam acara ini, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan para siswa. Menurutnya, keberhasilan mereka dalam menghidupkan puisi Aku karya Chairil Anwar menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan mengapresiasi karya sastra Indonesia. "Ini bukti bahwa sastra mampu menyatukan kita, generasi muda di Indonesia maupun di Asia Tenggara," ujarnya.


Acara yang digelar sebelum Gandrung Sewu ini menjadi salah satu momen penting dalam Jambore Sastra Asia Tenggara tahun 2024, yang bertujuan untuk mempererat hubungan sastra dan budaya antara negara-negara di kawasan ini. Jambore ini juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk berdialog dan belajar langsung dari para penyair profesional, memperkaya wawasan dan inspirasi dalam bidang sastra.



Syafaat, Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi yang juga anggota komisi Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Belambangan (DKB) Banyuwangi menyampaikan bahwa yang dilakukan siswa MAN 3 Banyuwangi melampaui ekspektasi, peserta terbius dengan tampilan yang dilakukan, tidak heran jika banyak tokoh nasional yang memberikan apresiasi.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger