Pages

Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi Jalani Thawaf Wada

Banyuwangi (Warta Blambangan) Sabtu malam(29/06/2024) Jamaah Haji Kabupaten Banyuwangi melaksanakan tawaf wada untuk kemudian menuju Madinah, para jamaah memilih malam hari dengan mengingat keberadaan ke Madinah dimulai pukul 07:00 secara bersamaan Kloter SUB-57 dan SUB-58 yang kemudian disusul Kloter SUB-59 pada pukul 11:00 WAS. 


Ketua kloter SUB-58 Syafaat menyampaikan bahwa Kloter SUB-58 dibawah Maktab 26 dan Kloter SUB-57 berada dibawah Maktab 44, dan kebetulan kedua Maktab menjadwalkan pemberangkatan pada pagi hari kedua kloter tersebut.

"kita telah menurunkan koper besar jamaah haji di loby sesuai kloter masing-masing" kata Syafaat.

Para jamaah haji melakukan thawaf wada secara rombongan, dan thawaf wada ini bagi yang masih mampu, sedangkan bagi yang menggunakan mobil golf sudah dilakukan dua hari sebelumnya.

Syafaat menjelaskan bahwa di Madinah jamaah haji Kabupaten Banyuwangi berada di Hotel yang berbeda, adapun kegiatan di Madinah adalah ziarah ditempat bersejarah dan berjamaah di Masjid Nabawi.

Mengenai Arbain, Syafaat menyampaikan bahwa di Madinah tidak ada kaitan secara langsung dengan kesempurnaan ibadah haji.

"sholat di Masjid Nabawi tidak harus 40 waktu sholat fardhu, tetapi disesuaikan dengan waktu keberangkatan ke tanah air" kata Syafaat.

Selamatan Haji Kloter SUB-58


Makkah (Warta Blambangan) Usai melaksanakan semua ritual haji, Rombongan 9 SUB-58, Rabu (27/06/2024) bertempat di Cafe Bilal Hotel Misfalah mengadakan selamatan atas selesainya rangkaian haji dengan menu khas Arab.

Ketua Rombongan 9 SUB-58 KH. Fahrurrozi menyampaikan bahwa dirinya dan semua jamaah berterima kasih atas kerja Tim Kloter SUB-58 yang sudah sangat maksimal melayani jamaah.

"program Petugas Kloter SUB-58 tentang pelaksanaan haji ramah lansia sangat bagus, jamaah merasa sangat terbantu karena dapat melaksanakan tawaf wada dengan biaya hanya 50 Real dengan mobil golf" kata Fahrurrozi.

Syukuran yang dilaksanakan di cafe Bilal Hotel tersebut dilaksanakan malam hari setelah pada siang harinya para lansia diantarkan thawaf wada.

Tim kloter, terutama tim kesehatan setiap hari melakukan visitasi ke jamaah disetiap lantai juga mendapatkan apresiasi dari jamaah, begitupun dengan Ketua Kloter yang sering mengunjungi jamaah di kamar hotel.

Mewakili tim Kloter SUB-58, Ketua Kloter Syafaat menyampaikan terimakasih atas undangan tasyakuran yang diterima, dirinya atas nama tim meminta maaf jika dalam layanan banyak kekurangan, dan berharap silaturahim antar jamaah dengan petugas kloter berlanjut hingga di tanah air.

Tasyakuran ditutup dengan tahlil yang dipimpin Binbad SUB-58 H. Muklis yang diamini oleh semua jamaah Rombongan 9 SUB-58 sejumlah 41 orang.


Dokter Kloter SUB-58 Memandu Thawaf Wada

 Makkah (Warta Blambangan)J elang keberangkatan ke Madinah, jamaah haji Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam kloter SUB-58, Kamis (27/06/2024) , melakukan thawaf wada bagi jamaah Lansia dengan menggunakan golf cart.


Ketua kloter SUB-58 Syafaat menyampaikan bahwa tarif untuk Thawaf menggunakan mobil golf sebesar 50 SAR, tanpa sai, petugas kloter yang mendampingi jamaah haji Lansia dalamh menjalankan Thawaf wada tersebut Pembimbing Ibadah (Binbad) H. Muklis dan dokter kloter dr. Hj. Zuwwidatul Husna.

"untuk jamaah haji yang tidak membutuhkan bantuan, kita laksanakan malam Sabtu menjelang keberangkatan ke Madinah" kata Syafaat.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa sebelum mereka naik mobil golf, petugas kloter mengajari tentang dimulainya thawaf wada.

"Bukan hanya binbad yang mengajarkan bagaimana doa wada, tetapi dokter kloterpun juga memandu bimbingan ibadah" kata Syafaat.

Setelah thawaf wada, jamaah lansia ini merupakan melaksakan sholat sunah dua rakaat lalu doa wada yang dipandu oleh H. Muklis selalu Binbad SUB-58.

Dengan thawaf wada ini, maka selesailah semua ritual haji bagi jamaah haji lansia kloter SUB-58 untuk selanjutnya akan ke Madinah untuk ziarah ke tempat bersejarah di Kota Madinah dan sekitarnya.

Para jamaah merasa sangat senang dan terbantu dengan program petugas kloter yang mengantar dan memandu jamaah haji Lansia dengan menggunakan Golf Cart, yang tarifnya jauh lebih murah dibandingkan dengan jika harus di dorong menggunakan kursi roda

Audiensi MUSDA VI JRKI Jatim di Dinas Sosial dan Dinas KOMINFO Kabupaten Banyuwangi


Banyuwangi, 24 Juni 2024 – Panitia MUSDA VI JRKI Jatim telah mengadakan audiensi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Banyuwangi.

Audiensi pertama dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2024 di ruang Kepala Dinas Sosial, PP & KB, dengan Ibu Henik Setyorini, AP., M.Si., Kepala Dinas Sosial, PP & KB, yang melayani langsung  pertemuan ini. Diskusi ini membahas rencana kegiatan dan rangkaian acara yang sejalan dengan program Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Audiensi kedua dilakukan pada tanggal 24 Juni 2024 di Dinas KOMINFO dan Persandian Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan ini diterima oleh Bapak Nafi Feridian, ST., MT., Koordinator Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), yang mewakili Kepala Dinas KOMINFO dan Persandian Banyuwangi.


Selain membahas acara yang akan digelar pada MUSDA VI JRKI Jatim pada tanggal 6 hingga 7 Juli 2024, Bapak Nafi juga memberikan wawasan tentang disrupsi teknologi yang mempengaruhi media radio. Ia menekankan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 menuju Revolusi Industri 5.0, pelaku media radio harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terkini agar dapat bertahan dan terus berkembang.

Audiensi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan perencanaan, tetapi juga memberikan wawasan penting bagi keberlanjutan media radio di era digital. (AW) 



Faizah Pimpin Asosiasi Sinergi UMKK Gotong Royong 45 untuk Periode 2024-2028

 


Banyuwangi, 23 Juni 2024 – Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap serius, Rapat Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Asosiasi Sinergi UMKM Gotong Royong 45 digelar di teras Masjid Al Hilal, Jl. Al Hilal No. 3 Banyuwangi.  Acara ini dipandu  oleh Qurrota A’yunin, sekretaris Asosiasi.

Pada rapat tersebut, juga disahkan perubahan nama dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menjadi UMKK (Usaha Mikro Kecil Koperasi). Dengan perubahan ini, Asosiasi Sinergi UMKM Gotong Royong 45 resmi berganti nama menjadi  Asosiasi Sinergi UMKK Gotong Royong 45.

Momentum penting lainnya adalah terpilihnya Faizah sebagai Ketua Asosiasi yang baru, menggantikan Aylia, ketua periode sebelumnya. Pemilihan ini berlangsung secara aklamasi dan dipandu oleh Dafik Ismail, Ketua Koperasi Sinergi Gotong Royong 45.


Rapat juga menjadi ajang untuk memperkenalkan beberapa anggota baru dan mendengarkan wejangan dari Bung Aguk, Pembina Komunitas Gotong Royong 45.

Tidak ketinggalan, Andre Waluyo, Founder Aplikasi Gata, memberikan presentasi tentang berbagai fasilitas yang tersedia bagi anggota Asosiasi, terutama yang terkait dengan pemasaran digital, yaitu fasilitas “keyword produk dan keyword bisnis” untuk setiap anggota.  Sementara Yudha mengadakan sosialisasi mengenai sertifikasi Produk Halal. Kedua sesi ini menambah wawasan dan antusiasme para anggota.

Rapat tersebut tidak hanya menjadi momen refleksi dan perencanaan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan sinergi di antara para anggota Asosiasi.  (AW)



Umroh Ke Tan em 4 Real

 Umroh Naik Bus Cukup 4 Real 

Kembali saya melakukan umroh dengan menggunakan jasa bus dari Tan em ke Masjidil Haram.

Tiket 4 SAR, dua kali lebih mahal dibandingkan dengan tujuh tahun yang lalu yang hanya 2 SAR.

Semua berubah, harga semakin terus melaju, namun tetap saja semakin banyak peminatnya, berbeda dengan usia yang jika diperkankan orang akan memilih hidup lebih lama.


Makkah terus berbenah, tanah haram tak pernah sepi, manusia datang silih berganti, dari generasi ke generasi, dari belahan bumi dengan kulit aneka warna.

Kita yakin bahwa meskipun kita berbeda warna, namun tetap dengan iman yang sama. Dan yakin semua kita yang beriman kepada-Nya akan ditempatkan pada tempat yang paling istimewa, tempat yang dirindukan semua orang dalam keabadian.

Baru hari ini saya bisa ke Tan em lagi, tempatnya tetap seperti yang dulu, masih banyak orang berjualan, pun juga banyak kendaraan lalu lalang mengantarkan Jamaah yang ingin melaksanakan umroh dengan mengambil miqot terdekat dari haram.

Ada beberapa tempat membeli tiket bus menuju Haram yang akan berhenti di Terminal Syib Amir, terminal terbesar di Haram, bus yang ditumpangi jamaah umroh dari berbagai negara nyaris tidak ditemukan bangku kosong, bacaan talbiyah semula hanya satu orang saja yang melantunkan, lalu diikuti oleh jamaah lainnya.

Saya berangkat tiga orang saja, sore menjelang matahari bergeser ke dunia lain, saya sengaja berangkat senja, biar adem bersama dua orang tim kesehatan, kita berangkat dari Bilal Hotel naik taksi, karena jika harus membeli tiket di Masjidil Haram, adanya di Syib Amir, sekitar 2 kilometer dari Terminal Jiyat, tempat berhentinya bus dari arah Misfalah, sehingga memilih dengan naik merupakan pilihan logis daripada naik bus ke Tan em yang meskipun lebih murah, tetapi berjalan lebih jauh. Saya juga ingin suasana berbeda dengan berhenti di terminal Syib Amir, tempat dulu pertama kali saya bertugas menjadi terminal kami ke Haram dari hotel kami diwilayah Roudhoh.

Banyak jamaah haji yang ingin melaksanakan umroh di musim haji, mereka beralasan bahwa kesempatan ke Makkah mungkin hanya sekali seumur hidup, berbeda dengan penduduk kota Makkah yang lebih banyak kesempatan menunaikan umrah diluar musim haji. Beberapa jamaah tidak melaksanakan ibadah umroh di Musim haji' karena Nabi Muhammad tidak melaksanakannya, karenanya saya menghormati semua alasan yang mereka sampaikan, karena kita tidak dapat memaksakan satu keyakinan kepada orang lain, bagi yang mau umroh juga kita pandu, kita sampaikan caranya, termasuk bagaimana menuju miqot dengan biaya terjangkau. 

Beberapa jamaah haji telah melakukan thawaf beberapa kali, bahkan sebelum puncak haji ada yang sehari dua kali, dan miqot paling diminati adalah Tan em karena yang paling dekat dengan Masjidil Haram, dengan naik taksi penumpang 5 orang membayar 50 real dibagi lima orang dari hotel menuju Tan em kemudian ke Haram, ada juga yang ingin uji nyali dengan melaksanakan umroh mengambil miqat yang berbeda, seperti Jikrona, Hudaibiyah hingga Qornul Manazil ketika mereka ziarah ke taif, tempat paling subur di jazirah Arab.

Di Syib Amir masih nampak beberapa PPIH Arab Saudi, dan ini karena ada belasan bus tujuan hotel-hotel yang ditempati jamaah haji Indonesia yang sebagian besar diwilayah Roudhoh dan Syisyah, berbeda dengan terminal Jiyat yang hanya tidak lebih dari sepuluh nomor bus yang dipergunakan jamaah haji Indonesia yang menginap di wilayah Misfalah, Jarwal dan  Rey Bakhsy, karenanya wajar jika setelah puncak haji petugas PPIH di terminal Jiyat jarang ditemui.

Tidak ada target bagi kami, berapa kali melakukan umroh, karena tugas utama kami adalah melayani jamaah, termasuk ketika mereka menginginkan umroh, kami bukan hanya membimbing, tetapi juga menyampaikan informasi tentang apa yang harus dilakukan, seperti bagaimana cara naik taksi menuju Tan em, atau bagaimana jika harus naik bus. 


Makkah, 26/06/2024.

60 Tahun MI Tunas Budaya Mangir

Banyuwangi (Warta Blambangan) Hatri jadi MI Miftahul Ulum Mangir yang ke- 60 tiba-tiba menjadi sorotan karena sajiannya yang tidak biasa. Kegiatan yang bersamaan dengan Pelepasan Siswa Kelas 6 tahun pelajaran 2023/2024 ini mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Kemenag dan Kasi Pendma di lingkungan Kantor Kementerian  Banyuwangi, dilaksanakan hari ini (Sabtu, 22 Juni 2024)



Acara yang diselenggarakan malam hari ini memilih konsep panggung terbuka, kental nuansa etnik Banyuwangi. Hal ini diselaraskan dilaunchingnya MI Miftahul Ulum Mangir sebagai Madrasah Tunas Budaya. Pada kesempatan-kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag, M.M secara khusus menyampaikan ucapan selamat hari jadi MI Miftahul Ulum Mangir dengan harapan di usianya semakin dewasa dapat menjadi lembaga pendidikan yang tetap memberikan layanan terbaik dengan mensinergikan berbagai pihak baik guru, orang tua murid, maupun masyarakat. 


Sementara itu H. Dimyati, S.Ag, M.Pd selalu Kasi Pendma Kemenag Banyuwangi juga menyampaikan ucapan yang sama dengan harapan menjadi lembaga pendidikan yang semakin sukses dengan dukungan guru dan komite dengan harapan ke depannya MI Miftahul Ulum Mangir terus berinovasi menuju Madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia. 


Kepala kantor melalui Pengawas MI wilayah kecamatan Rogojampi, Bambang Harwono berpesan agar Madrasah benar-benar memberikan layanan terbaik sebagai bentuk ibadah dengan bersama-sama memajukan madrasah. Bambang juga secara langsung bertanya kepada para wisudawan mengenai cita-cita siswa kelas 6 yang diwisuda tahun ini. "Cita-cita anak-anak harus disuport wali murid. Cintailah anak-anak secara ikhlas dengan memperhatikan secara 24 jam, tidak boleh dikalahkan oleh hp" pungkas Bambang. Yang tidak boleh dilupakan adalah keberlangsungan silaturahmi masyarakat dengan MI Miftahul Ulum Mangir harus berlangsung selamanya. Paling tidak melalui doa. 


Mengawali inovasi madrasah dengan terobosan launching sebagai Madrasah Tunas Budaya tentu memiliki konsekuensi dan harapan tertentu. Seperti disampaikan Kepala MI Miftahul Ulum Mangir, dipilihnya MI Tunas Budaya ini karena melihat lingkungan karakter di Mangir sendiri sebagai wilayah kantong seni tradisi Banyuwangi. Saa Miftahul Ulum Mangir menjadi pelopor di wilayah Banyuwangi sebagai madrasah yang membranding dirinya sebagai madrasah yang konsen terhadap pengembangan dan pelestarian budaya dengan ciri karakter islami. Hal ini terlihat dari berbagai sajian mulai awal sampai akhir yang kental nuansa religi tanpa meninggalkan budaya yang melekat di Banyuwangi. 


Kesemarakan acara berlangsung mulai pukul 19.00 - 23.00 WIB menampilkan berbagai atraksi seni.  Berbagai tampilan meliputi Muslim Fashion Show, penanaman karakter melalui pidato dan doa sehari-hari ditampilkan oleh siswa kelas 1. Tahfidzul Qur'an sebagai wujud dari pembiasaan anak-anak sebelum waktu pembelajaran di kelas. Tidak lupa berbagai hasil ekstrak kurikuler ditampilkan seperti tari Gandrung, Pesisiran, jaranan, Cengkir Gading arahan Aris dari sanggar Kembang Mangir. Sebagai puncak atraksi ditampilkannya drama tari yang menampilkan siswa mulai kelas 3 sampai Kelas 6 dengan judul "Tunas Impian", sebuah gambaran Mangir dari masa ke masa menceritakan asal muasal desa Mangir sampai sepak terjang MI Miftahul Ulum di desa Mangir, yang ditangani langsung oleh paguyuban alumninya. Keterlibatan para alumni ini menjadi bagian menyatunya MI sebagai ruh pendidikan yang terus melekat selamanya. Keterlibatan para alumni yang didukung para guru, komite, dan pengurus yayasan ini sukses membawa nuansa baru mulai dari setting panggung, tampilan acara, pembuatan vidio, dan terjun langsung dalam melatih siswa. 


Melalui Madrasah Tunas Budaya MI Miftahul Ulum Mangir bertekad 

menjadikan Madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia. (@vief)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger