Pages

Senam Kebugaran Jamaah Haji

 


Makkah (Warta Blambangan) Untuk menjaga kebugaran jamaah, petugas Kloter SUB-58, SUB-59 dan SUB-60 secara bersamaan melakukan senam haji di lorong hotel dengan dipandu TKHK, Senin (03/05/2024), usai menjalankan Sholat subuh berjamaah.

Dokter Kloter SUB-58 dr. Hj. Zuwwidatul Husna menyampaikan bahwa hal ini dilakukan agar jamaah semakin bugar dengan mengingat puncak haji masih sekitar dua pekan lagi.

Setiap lantai ada pemandu senam dari paramedis setiap Kloter, hal ini dilakukan satu pekan sekali di pagi hari.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat menyampaikan bahwa untuk melayani kesehatan ada pos kesehatan yang buka 24 jam yang dapat digunakan semua jamaah yang ada di Bilal Hotel, begitupun dengan Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter yang piket di loby hotel.

"di loby hotel juga ada petugas kloter yang piket 24 jam agar bisa membantu kesulitan jamaah yang perlu dibantu" kata Syafaat.

Fasilitas yang diberikan pihak hotel juga dimanfaatkan jamaah, seperti pantry yang menyediakan secara gratis teh dan kopi.

Selain senam haji, juga disampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan agar pada puncak haji jamaah tetap sehat dan bugar.

Jamaah Periksa Kesehatan Usai Jalankan Sholat Jumat

 Makkah (Warta Blambangan) Pos Kesehatan Kloter Layani Kesehatan Jamaah Haji selama melaksanakan ibadah haji, layanan ini dilakukan di lorong hotel dengan mengingat tidak adanya ruangan khusus yang dapat digunakan, seperti yang terjadi Jumat (31/05/2024) setelah menjalankan Sholat Jumat banyak jamaah yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan di pos yang sudah disiapkan.


Dokter Kloter SUB-58 dr.Hj. Zuwwidatul Husna menyampaikan bahwa banyaknya jamaah yang melakukan pemeriksaan hari ini setelah sholat Jumat di Masjidil Haram dan pulang tidak mengikuti anjuran Ketua Kloter yang menganjurkan jamaah keluar masjid satu jam setelah sholat Jumat usai.

"beberapa jamaah yang periksa karena kelelahan dalam perjalanan karena salah jalan pulang" kata dokter Wida.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat menyampaikan bahwa sebenarnya jarak hotel ke Masjidil Haram hanya 2 km, karena tidak tahu jalan, ada jamaah yang berjalan hingga hampir sampai hotel, mereka malah kembali karena mencari terminal tempat mereka datang.

"Pada saat selesai sholat Jumat, semua pintu keluar dibuka, sehingga jamaah keluar dari pintu yang berbeda dengan ketika dia masuk" kata Syafaat.

Jamaah Haji Banyuwangi Bikin Rujak Lethok Khas Cungkingan


Mekkah (Warta Blambangan)-Suasana di hotel Bilal daerah Misfalah Makkah, jamaah haji asal Banyuwangi mendadak riuh dengan aroma khas yang mengundang selera, Rabu (29/5/2024). 

Rupanya beberapa jamaah haji tengah membuat rujak Lethok, kuliner tradisional khas daerah mereka, untuk mengobati rasa rindu kampung halaman. Acara dadakan itu sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan selama menunaikan ibadah haji. 

Dengan peralatan dan bahan-bahan yang telah dibawa dari Indonesia, para jamaah dengan antusias meracik rujak lethok, yang terkenal dengan perpaduan bumbu kacang, dan petis.

"Kami ingin menghadirkan sedikit suasana rumah di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji ini," ujar Asrori, salah satu jamaah. 

Asrori, yang kesehariannya mengajar di MTsN 10 Banyuwangi mengatakan, bahwa rujak lethok ini memang makanan favorit di Banyuwangi. Dirinya bersama teman kamar sepakat untuk membuatnya bersama-sama di  sana.

Para jamaah saling berbagi tugas, ada yang mengiris buah-buahan, dan ada pula yang menumbuk bumbu dengan semangat. Gelak tawa dan canda menghiasi proses pembuatan rujak, membuat suasana semakin akrab dan hangat.

"Saya sangat senang bisa ikut membuat rujak lethok di sini. Rasanya seperti sedang berada di rumah sendiri," kata mereka.

Acara memasak rujak lethok ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar jamaah. Selesai membuat, mereka pun bersama-sama menikmati hasilnya dengan penuh syukur dan kegembiraan.

Kegiatan membuat Rujak lethok ini merupakan contoh betapa kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong jamaah haji asal Indonesia, khususnya dari Banyuwangi, dalam menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh tantangan. (yas)

Sosialisasi Pra Armuzna

 Makkah (Warta Blambangan) Jamaah haji Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam kloter SUB-57 dan SUB-58 , Rabu (29/05/2025) bertempat di Mushola Hotel Bilal wilayah Misfalah mendapat  edukasi pra Armuzna (Arofah, Muzdalifah, dan Mina) dari Konsultan Binbad (bimbingan ibadah) sektor 10. Dr. KH. Aris Ni'matullah.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna.


Tentang sholat di Masjidil Haram yang pahalanya berlipat sepuluh ribu kali, Aris Ni'matullah menyampaikan bahwa yang dimaksud bukanlah Masjidil Haram dalam artian bangunan Masjidil Haram saja, tetapi tanah haram, sehingga hotel yang ditempati jamaah haji Indonesia termasuk berada di tanah haram, sehingga Sholat di bangunan Masjidil Haram dan di Mushola Hotel adalah sama


Thawaf di Pesawat

 Thawaf di Pesawat



Saya mengintip melalui lubang jendela,, menengok ke bawah terlihat awan putih tipis berserakan, kurs sedikit bergoyang  suara pramugari mengingatkan penumpang memasang sabuk pengaman karena kondisi cuaca. Beberapa penumpang di belakang sedang asyik menikmati tidur siang, mereka mengenakan pakaian ihram untuk persiapan ambil miqod di Yalamlam, namun kita tidak turun di Yalamlam, masih tetap didalam pesawat diatas wilayah Yalamlam.
Saya mewanti wanti kru pesawat agar tidak lupa menyampaikan jika sudah sampai Yalamlam, dengan diawali senyum manis  pramugari menyampaikan jika nanti 30 menit sebelum sampai Yalamlam akan disampaikan melalui pengeras suara pesawat, begitupun ketika sampai diatas wilayah Yalamlam agar Ketua Kloter dapat memandu niat ihram.

Kru pesawat nampaknya telah dilengkapi dengan SOP layanan bagi jamaah haji gelombang dua, saya jadi lega mendengarnya, terlebih penampilan penampilan para pramugari cantik hidung mancung khas Timur Tengah ini sangat ramah, beberapa kali saya bertelur sapa ketika saya jalan-jalan visitasi ke jamaah yang berada di bagian belakang.
Jamaah risti (resiko tinggi) berada do bagian depan, ruang VVIP yang dekat dengan tempat duduk petugas kloter.
Beberapa jamaah nampak melakukan senam peregangan, sepuluh jam duduk di pesawat membuat tubuh  butuh digerakkan dan bukan hanya menikmati mata terpejam sambil tiduran.
Menikmati tidur di pesawat kadang jenuh juga, sesekali terbangun karena ada pengumuman dari kru pesawat. Suasana sedikit terganggu ketika ada perempuan tua berjalan mengitari kursi para petugas, kukira sedang mencari barangnya yang hilang  setelah ditanya dia mengaku sedang thawaf, saya mengingatkan thawafnya cukup satu putaran saja, akhirnya ibu tua itu kemudian duduk kembali.
Beberapa saat kemudian, perempuan tua itu sambil membawa tumpuhan selimut kembali mondar mandir mencari sesuatu, saya kembali menanyakan apa maunya, dan dia menjawab bahwa dia ingin mencuci pakaian.



Kualanamu

 Kualanamu 



Melihat umah-rumah dari ketinggian nampak seperti melihat layar kecil dalam google maps,  tak henti-henti memandang sudut jendela dari pesawat yang beranjak turun. Para penumpang memasang sabuk pengaman dalam suasana hening menunggu pesawat menyelesaikan penerbangan yang beberapa lama melewati hamparan awan diatas ketinggian. Pohon kepala dan beberapa bangunan semakin terlihat nyata, beberapa pesawat yang telah mendarat nampak diam saja, terlihat kecil, padahal bisa menampung ratusan manusia di dalamnya.

Aku ingin berteriak "selamat datang Kualanamu", namun apalah daya karena pesawat mendaratimu hanya satu jam saja, nampaknya hanya ingin minum Advur dan penumpang hanya berdiam dalam pesawat, tak boleh kemana-mana. 


Ternyata tidak semua jamaah haji menikmati perjalanan diatas ketinggian, adapula yang merasa ketakutan

 Saya tidak memahami mengapa seperti ini, penumpang di belakangku yang duduk di kursi VVIP meminta pindah di belakang, dekat ekor karena isterinya yang duduk di bangku paling belakang merasa merasa ketakutan.

Saya mengatakannya, dan benar saja karena perempuan yang masih muda itu telah sembab airmata.

Saya harus merubah posisi agar sama-sama nyaman, karena meskipun berada di depan, namun kalau sendirian juga akan menimbulkan ketakutan, karenanya saya memindahkan suami ke belakang agar dapat bersanding dengan belahan hatinya dan mengikhlaskan bangku depan untuk orang lain.

Akhirnya mereka merasa sama-sama nyaman dan mulai kutinggalkan ketika sang istri mulai bersandar pada bahu suami.

Satu jam terasa lama ketika kita hanya diam saja menunggu tak berbuat apa-apa, karenanya perlulah sedikit peregangan meskipun hanya duduk-duduk saja.

Tidak semua penumpang menyadari jika kita masih berada di Kualanamu, dan itu masih berada di negeri sendiri, karena kru pesawat sebagian besar berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris, kadangkala dengan Bahasa Indonesia meskipun sedikit kaku.

Pesawat hanya terisi 369 penumpang karena ada dua penumpang yang pada menit terakhir sebelum berangkat ke Bandara Juanda harus menunfa niatnya, karena ada ibu tua yang harus dibawa ke rumah sakit haji, akibat kelelahan, dia bercerita bahwa ketika masih di rumah, tamu tak henti hentinya mengunjungi dia yang mau berangkat haji, karenanya kondisi badan drop ketika berada di Embarkasi.

Sang suami tidak mau berangkat sendirian meskipun saya berjanji bahwa sang istri segera menyusul ketika badannya sudah fit.


Asrama Penantian

Asrama Penantian 

Ada 106 Kelompok Terbang yang akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), dan tahun 2024 ini merupakan kloter terbanyak daripada sebelumnya, seperti pagi ini, dua kloter dari Kabupaten Banyuwangi bersama- sama memasuki asrama, meskipun diterima di hall yang berbeda, tetap saja terasa istimewa karena dua jalur bus terpakai semua.


Nampak wajah ceria dan lelah tergambar jelas dari jamaah yang menempuh perjalanan berjam-jam dari ujung timur Pulau Jawa, perjalanan panjang yang mereka tempuh menuju Makah akan berhenti sementara disini, mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan beberapa administrasi yang diterima.

Para jamaah menerima paspor, gelang dan living cost berupa real, beberapa jamaah juga harus membongkar koper karena kedapatan alat pemanas, rise cooker dan rokok yang melebihi ketentuan, barang barang tersebut harus dikeluarkan dari koper jamaah karena ketentuan penerbangan tidak diperbolehkan.

Proses berjalan lancar hingga dapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai kloter paling cepat dan lancar dalam proses penerimaan jamaah.

Banyak hal yang harus dilakukan di asrama haji, para jamaah haji bukan hanya beristirahat sebelum diterbangkan ke tanah suci, para ketua regu dan ketua rombongan.

Paling berkesan yang disampaikan Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh bahwa yang dapat mabrur sebelum berhaji adalah perangkat kloter, yakni Ketua Regu, Ketua Rombongan dan petugas kloter, karena karena mereka pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar.

Para perangkat kloter yang menebarkan rahmat kepada para jamaah, menjadikan para jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger