Pages

Milad Ketiga Komunitas Lentera Sastra

 Banyuwangi (Warta Blambangan)  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat memberikan apresiasi atas kiprah  komunitas Lentera Sastra yang telah memasuki usia ketiga, Selasa (12/12/2023). 


Roni (panggilan akrabnya) menyampaikan bahwa dirinya mengenai Lentera Sastra sudah sejak lama, jauh sebelum menjabat menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Roni pernah menerima buku karya salah satu penggerak literasi di Banyuwangi yang di dalamnya juga ada kisah tentang dirinya, juga kegiatan yang selalu dimuat media.

Pejabat asal Besuki yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan tersebut berharap Lentera Sastra benar-benar menjadi pelita penyiar keilmuan di Kabupaten Banyuwangi.

"saya sangat tahu bahwa Lentera Sastra ini adalah simbul literasi di Kabupaten Banyuwangi" katanya.

Lebih lanjut Roni menyampaikan bahwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan terus mendukung langkah-langkah atau kegiatan apapun yang dilakukan oleh Komunitas Lentera Sastra.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa meskipun milat jatuh tanggal 12 Desember, namun peringatan secara sederhana dilaksanakan pada tanggal 15 Desember mendatang.

Selain diskusi literasi dan sastra m, juga ada tampilan pembacaan puisi, menari maupun menyanyi.(syaf)

Market Day MI Darun Najah Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Kembangkan Wirausaha MI Darun Najah II Banyuwangi dengan Market Day


Market Day yang digelar oleh siswi kelas 6 MI Darun Najah II Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi berhasil menarik perhatian para siswi dan Masyarakat, Selasa (12/12/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas dan menanamkan keterampilan wirausaha siswi sejak dini, pada



Dalam acara ini, 34 siswi terbagi dalam 5 kelompok, menjual makanan dan minuman hasil buatan mereka sendiri.


Sebelum Market Day digelar, para siswi diberikan kesempatan untuk mempromosikan produk mereka dengan membuat video dan pamflet, serta membagikannya melalui media sosial. Selain itu, mereka juga dituntut untuk membuat perencanaan yang matang mengenai makanan dan minuman yang akan dijual.


Kepala MI Darun Najah II, Majidatul Himmah, berharap melalui kegiatan ini, kreativitas siswa dapat berkembang sehingga mereka tidak akan mudah menyerah dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Market Day ini diharapkan dapat menanamkan nilai kewirausahaan sejak dini pada pada para siswi,” katanya pada actanews.id.



Tidak butuh waktu lama, makanan dan minuman yang dijual di Market Day ini, habis habis terjual. Hal ini bisa dimaklumi mengingat menu yang dijual memang makanan dan minuman kesukaan anak-anak.


Meskipun ada beberapa insiden kecil seperti siswi yang terkena minyak panas saat menggoreng, namun hal itu tidak menyurutkan semangat dan keseruan siswa dalam berwirausaha.


Menurut majid, momentum Market Day itu diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat dalam bidang wirausaha. Selain itu, dapat memberikan pelajaran berharga tentang manajemen dan kerja sama dalam tim.


“Kegiatan Market Day MI Darun Najah II berhasil membuktikan bahwa melalui pendidikan kewirausahaan sejak dini, para siswi dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan berani menghadapi tantangan di masa depan,” tandasnya

Inovasi MI Darun Najah Banyuwangi Jadi Motivasi MI dari Pulau Bali

Banyuwangi (Warta Blambangan) Inovasi yang dilakukan MI Darunnajah II Kelurahan Tukangkayu Kabupaten Banyuwangi menarik minat MI dari Provinsi Bali untuk melakukan study tiru di madrasah dilingkungan pesantren.Darunnajah tersebut, Sabtu (10/12/2023).


MI Miftahul Ulum melaya Kabupaten Jembrana sangat terkesan dengan keunggulan yang dilakukan MI Darunnajah II dan sangat menginspirasi.

Kepala MI Miftahul Ulum Catur Suliana menyampaikan bahwa apa yang disampaikan sangat menginspirasi meskipun pihaknya belum mempunyai angan sejauh yang sudah dilakukan di MI Darunnajah II.

" kami baru menemukan inovasi yang luar biasa di MI Darunnajah II" katanya 

Kepala MI Darunnajah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa Tugas satuan pendidikan pada intinya adalah untuk memberikan pengarahan, bimbingan, motivasi dan motivasi agar peserta didik dengan segala potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan denggan sebaik-baiknya. Lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan sumberdaya masyarakat, dengan menngingat satuan pendidikan merupakan lembaga atau tempat berangsungnya prosses pendidikan untuk mengubah tingkat laku individu kearah lebih baik melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Inovasi yang dilakukan lembaga pendidikan merupakan sebuah keniscayaan, beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya madrasah literasi yang bukan hanya mewajibkan siswa untuk membaca dan mengamati, tetapi juga berkarya, baik dalam bentuk visual seperti baca puisi, bercerita atau membuat video, tetapi juga telah menerbitkan buku yang ditulis bersama.

Selain program unggulan sebagai madrasah tahfidz, MI Darun Najah II juga menerapkan digitalisasi layanan, baik dalam administrasi maupun peningkatan mutu pendidikan melalui E-Library yang dapat mengakses lebih dari seribu buku, RDM Mobile hingga PTSP digital.

"kami akan terus melakukan inovasi dalam mengembangkan pendidikan untuk peserta didik" kata Majid.

Majid menyampaikan bahwa dirinya sangat terbuka bagi lembaga manapun untuk berbagi, begitupun jika ada yang ingin meniru inovasi yang dilakukan MI Darunnajah II Banyuwangi.

HAB ke 78 Kemenag Banyuwangi dan BASNAZ Berbagi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama RI, panitia HAB pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Basnaz menggelar kegiatan Bakti Sosial di Aula Kemenag, Kamis, (7/12/2023). 


Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh panitia HAB itu menyasar Duafa untuk Fakir Miskin dan Stunting, yang dirangkai Santunan Anak Yatim, Serentak di Madrasah dan KUA. Berikut rincian mustahik yang dilaksanakan secara simbolis aula bawah, Fakir miskin sebanyak 30 orang, Stunting 4 anak. 

Sedangkan pemberian santunan kepada anak yatim secara simbolis  diberikan kepada 5 siswa MAN 1 Banyuwangi, sebagai wujud perhatian terhadap kebutuhan siswa di tingkat pendidikan menengah. 

Kemudian, santunan juga diberikan secara  simbolis  kepada 5 siswa MTsN 1 Banyuwangi dan 5 siswa MIN 1 Banyuwangi, sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap siswa di tingkat pendidikan menengah pertama.

Chaironi Hidayat Kepala Kemenag Banyuwangi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, santunan itu artinya berbagi. Para penerima santunan betul betul menjadi keluarga besar Kemenag. Dirinya menyampaikan terimakasih kepada panitia HAB Kemenag, ASN, PPPK, yang telah melaksnakan kegiatan Baksos ini.

"Terimakasih juga kepada Basnaz Banyuwangi, yang terus bersinergi dengan Kemenag, sehingga kegiatan Bakti Sosial ini berjalan lancar sesuai dengan rencana", ujarnya.
Ketua HAB ke 78 Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Aris Papudi menyampaikan bahwa  santunan yang yang diberikan semuanya untuk penderita stunting sejumlah 100 orang  anak, Anak yatim sejumlah 95 orang anak dan Dhuafa sejumlah 73 orang.
"penyerahan di aula bawah  Kantor Kementerian Agama hanya simbolis, yang yang lain di serahkan melalui KUA Kecamatan dan Madrasah Negeri" kata  Aris.

Sebelumnya Komisioner Basnaz Banyuwangi H. Herman Suyitno menyampaikan, bahwa saat ini Basnaz Banyuwangi sudah menambah UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di tiap Kecamatan. Dengan UPZ yang tersebar di tiap Kecamatan, pihaknya sudah bisa mengumpulkan ZIS (Zakat Infaq dan Shadaqah) 4 Milyard setahun.

"Dana itu digunakan untuk program bantuan modal kerja, program Banyuwangi peduli (bedah rumah), Banyuwangi Cerdas, beasiswa dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, program Banyuwangi Sehat, dan Banyuwangi Taqwa", kata Herman.

Acara ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Kemenag dan masyarakat, serta sebagai wujud nyata dari semangat kepedulian sosial dalam menyambut Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-78.

Selain bakti sosial hari ini, kegiatan selanjutnya, akan dilaksanakan pemberian 10 buah sepeda gunung, bantuan untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas pendidikan.

Kemudian, pemberian 19 paket bantuan modal usaha untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi Kantin Madrasah. (Team)

Penanggulangan AIDS Bukan Hanya Menjadi Tugas Pemerintah

 Penanggulangan AIDS Bukan Hanya Menjadi Tugas Pemerintah

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan. AIDS masih menjadi penyakit berbahaya yang dapat menyerang siapapun dan belum ditemukan obatnya. Kasus AIDS di Indonesia masih menjadi hal yang memperihatinkan. Pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia atau biasa disingkat dengan HAS. Tujuannya tentu tak lain untuk meningkatkan kesadaran pada semua orang, setiap kalangan masyarakat tentang bahayanya infeksi HIV yang jika tidak segera ditangani akan berakibat menjadi AIDS. Sebagai virus yang menyerang tubuh manusia, HIV memerlukan jangka waktu yang cukup lama untuk memunculkan tanda-tanda. Bahkan beberapa ada yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tampak seseorang diketahui mengidap virus HIV, kecuali dengan tes darah.


Human Immunodeficiency Virus atau akrab dikenal dengan virus HIV itu tak seperti covid-19 yang gejalanya mudah dideteksi dalam kurun waktu 14 hari. HIV memerlukan waktu lama untuk memunculkan tanda yang spesifik. Menurut hallosehat.com infeksi HIV memerlukan waktu 2-15 tahun sampai benar-benar menampakkan gejala khas. Hal ini membuat kita tidak menyadari jika ternyata orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita sendiri berpotensi terinfeksi HIV.

Perlunya menjalani tes HIV menjadi tindakan utama yang perlu dilakukan oleh seseorang yang terinfeksi HIV. Mereka yang terinfeksi lebih dini diharapkan memilki angka harapan hidup lebih lama. Hal ini didukung dengan adanya pengobatan ARV (antiretroviral) yang tujuannya untuk menurunkan jumlah virus HIV dalam tubuh seseorang supaya tidak sampai memasuki fase akhir atau menderita penyakit AIDS.

Peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember ini, awalnya dicetuskan oleh seorang jurnalis dari Amerika yang bertugas di WHO. James Bunn namanya. Sebagai seorang jurnalis ia tentu mencari topic yang menarik bagi masyarakat. Ia sangat yakin bahwa masyarakat akan tertarik pada berita yang berkaitan dengan HIV/AIDS karena pada saat itu HIV menjadi salah satu penyakit mencekam dan mematikan yang belum ditemukan obatnya. Bunn bersama koleganya menjadikan 1 Desember sebagai tanggal ideal untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. 

Keputusan ini direalisasikan dengan fokus pada tema anak dan remaja. Alasannya dalam rangka menggalakkan supaya pencegahan HIV dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat terutama keluarga. Tidak terfokus pada kelompok dengan distigmatisasi sosial seperti pengguna narkoba, homoseksual, juga pekerja seks komersial. Kemudian pada tahun 1996 peringatan ini diambil alih sebagai program bersama PBB tentang HIV/AIDS. Selama bertahun-tahun peringatan ini mengangkat banyak tema yang mencerminkan tujuan kebijakan otoritas kesehatan masyarakat dalam mengatasi penularan HIV/AIDS. 

Realisasi peringatan hari AIDS Sedunia ini dapat dilakukan dengan pencegahan yang dimulai dari diri kita dan orang-orang sekitar kita. Keluarga, teman, kerabat, dan sebagainya. Penyebab terinfeksinya virus HIV banyak sekali jalannya. Pencegahan pada keluarga menjadi hal pokok karena keluarga sebagai pondasi sekaligus pasak yang menaungi setiap anggotanya. Pencegahan HIV pada keluarga dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan secara khusus. 

Pencegahan pada keluarga dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan secara khusus. Salah satunya dengan menjadikan keluarga sebagai media pencegahan baik secara preventif maupun represif. Keluarga menjadi sebuah tameng bagi setiap anggotanya untuk melindungi dari maraknya bahaya dunia luar yang memungkinkan menularkan virus HIV. Ambil contohnya penularan virus HIV melalui narkoba. Pemakai narkoba akan berpotensi tertular HIV apabila penggunaan narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Hal ini tentunya tanpa memperhatikan sterilisasi jarum yang digunakan. Alhasil penggunanya beresiko tertular HIV dari teman-teman sesame pengguna narkoba. 

Pada umumnya seseorang menggunakan narkoba karena sebab-sebab tertentu yang cenderung lalai dari pengawasan keluarga. Kurangnya asupan norma, moral, serta ajaran agama menjadikan seseorang tergiur dengan barang haram tersebut. Hal ini tentunya menjadi tugas pokok anggota keluarga untuk satu sama lain saling melindungi, saling mengingatkan, serta saling mengawasi. Hal ini dapat diwujudkan dengan memberikan ruang dan waktu khusus bersama keluarga. Waktu tersebut dapat dijadikan sebagai proses sosialisasi nilai agama dan moral pada anak. Pemberian perhatian dan kasih sayang sebagai wujud perlindungan, serta melakukan kontrol sosial yang bersifat prevenif dan represif untuk menghindarkan anak dari bahaya pengaruh dunia luar yang mungkin ditemuinya.

Hadirnya keluarga dalam melakukan pencegahan dan pengawasan pada setiap anggotanya agar dapat terhindar dari inveksi HIV diharapkan dapat menurunkan tingkat penularan HIV. Apabila setiap keluarga memberian perlindungan sekuat-kuatnya dari penularan HIV, ke depan tingkat inveksi AIDS juga akan menurun. Penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Dalam hal ini yang dapat dilakukan pemerintah dan pihak terkait adalah sebatas memfasilitasi serta memberikan sosialisasi. Selebihnya keluarga selaku orang terdekat diharapkan dapat turut serta dalam menanggulangi maraknya virus HIV dan tingginya terinveksi AIDS.















Penulis

Lailia Nur Hamidah, lahir di Banyuwangi pada 12 agustus 1997. Profesi sebagai ASN Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang dinas di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tegalsari. Tinggal di Dusun Jalen RT 004 RW 005 Setail, Genteng, Banyuwangi. Penulis dapat disapa melalui nomor whatsapp 085607467459 dan email lailia.nurhamidah12@gmail.com.


KKBS adakan Forum Diskusi Group Self Screening Implementation Suport HIV/AIDS

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Perkumpulan Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS) melaksanakan FGD HIV Self Screening Implementation Suport di Hotel Luminor Selasa⁰ (28/11/2023) yang diikuti para pegiat anti HIV Aids di Kabupaten Banyuwangi.



Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Gambiran Dalilatus Saadah yang hadir dalam kegiatan tersebut dengan undangan khusus menyampaikan bahwa acara ini sangat penting untuk pencegahan HIV Aids.

Sebagaimana disampaikan Hakim Said, S.H. dari LRPPN-BI Banyuwangi, yang menyampaikan bahwa layanan dan sosialisasi pelayanan secara menyeluruh dan bukan hanya terpusat di kota.

Hadir dalam kesempatan tersebut H.D. Budiharto, S.Psi dari YPKAP, Perwakilan LPSS, Ganesha, Keluarga Peduli Aksi, LAKSPESDA, PKM  Kertosari, PKM Sono dan PKM Gitik.

Ketua KKBS Banyuwangi Khairon menyampaikan bahwa penderita HIV Aids di Kabupaten Banyuwangi cukup tinggi yang butuh penanggulangan secara bersama-sama.

"Satu desember akan kita peringati hari HIV Aids sedunia agar kita sadar bahwa penyakit ini perlu di waspadai" kata Khoiron.

Lebih lanjut Khairon menyampaikan bahwa saat ini penderita terbanyak di Kecamatan Muncar, namun untuk nama kita rahasiakan.


Acara yang dilaksanakan satu hari tersebut diikuti para aktivis di Kabupaten Banyuwangi yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap pencegahan penyebaran HIV / Aids di Kabupaten Banyuwangi, dan tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilakukan langkah konkrit bersama Dinas/Instansi maupun lembaga atau organisasi terkait.

Membangun Generasi Muda Masjid Dengan Wawasan Jurnalistik & Media Digital Terkini

 


Hotel Teras Licin, Banyuwangi, 25-26 November 2023

Banyuwangi  - Yayasan As Salam Bekali Remaja Masjid Ilmu Jurnalistik & Santriprenuer bekerja sama dengan EO Tim Kreatif Biro Media BKPRMI menggelar Workshop Jurnalistik dan Santriprenuer di Hotel Teras Licin pada tanggal 25-26 November 2023. Acara yang diikuti oleh remaja masjid, guru ngaji, pelaku bisnis online, dan content creator komunitas ini bertujuan untuk memperkaya wawasan, meningkatkan keterampilan, serta pengalaman dalam dunia jurnalistik berbasis digital, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Materi workshop dikemas dengan menarik oleh para narasumber ;  Alim Sulaiman, Pimpinan Media Tipi-tipian Dirda LPPTKA-BKPRMI Blitar, membagikan dasar-dasar kreasi video jurnalistik terkini. Andre Waluyo, Founder Aplikasi Gata, turut memberikan wawasan seputar aplikasi dan teknologi pemasaran modern. Sementara Aguk Darsono, Wartawan Majalah Keboendha, memberikan bekal jurnalistik.

Chusnul Chotimah, seorang pegiat koperasi, turut serta dalam acara ini dan menawarkan program multifungsi dengan kartu anggota koperasinya yang dapat digunakan sebagai ATM, E-Toll, untuk belanja di toko modern, dan akses lainnya.


Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi, H. Choironi Hidayat, S.Ag, MM, dihadiri oleh Bupati yang diwakili oleh Kabag Kesra, Ketua DMI, dan anggota DPRD dari Fraksi PPP H. Moh. Basir Khadim, S.Ag.  - Kehadiran mereka mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam mengembangkan ilmu workshop ini hingga ke pemuda dan remaja masjid di berbagai wilayah Banyuwangi.

"Sangat menggembirakan melihat antusiasme dan semangat peserta dalam memperdalam ilmu jurnalistik dan wirausaha digital. Ini menjadi pemicu stimulan bagi pemuda dan remaja masjid untuk lebih aktif dan berprestasi," ujar H. Choironi Hidayat.

Sekretaris Yayasan As-Salam Kabat, Qotrun Nada, S.Pd, didampingi oleh Ketua Yusuf Ali Fahmi, S.Pd, menyampaikan bahwa alumni workshop yang telah terlatih akan didampingi oleh kru media Yayasan As-Salam yang bermitra dengan BKPRMI. Ahmad Sururudin, SE, selaku ketua BKPRMI, berkomitmen untuk terus melatih mereka hingga mampu melaporkan acara pengajian dan mempromosikan usaha di masjid, madrasah, atau ponpes se-Kabupaten Banyuwangi.


Workshop ini menjadi langkah nyata dalam upaya memperbanyak kader menjadi reporter yang mampu melibatkan diri dalam menyampaikan informasi seputar acara pengajian dan mempromosikan kegiatan positif di masyarakat. Yayasan As Salam berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kewirausahaan digital di kalangan pemuda dan remaja masjid Kabupaten Banyuwangi. (Yeti Ch/Syaf/JN/Ag/AW)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger