Pages

Pendamping Peserta Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi Survei Lokasi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Para Pendamping Peserta MTQ XXX Kabupaten Banyuwangi tingkat Provinsi Jawa Timur melakukan survei Lokasi pelaksanaan lomba, Ahad (01/10/2023) di 12 venue yang disiapkan.



Survei ini penting dilakukan agar menambah rasa percaya diri peserta dalam lomba yang akan dimulai tanggal 2 Oktober 2023, meskipun tidak semua peserta asal Kabupaten Banyuwangi tampil di hari pertama.


Eva Suudah, Pembina MTQ anak-anak menyampaikan bahwa dari lokasi lomba tersebut kita tahu seperti apa penempatan peserta dan pembina harus berada dimana.

"keberadaan pembina sangat membantu rasa percaya diri peserta" kata Eva.


Tidak semua tempat di survei oleh para pembina, seperti lokasi khot dan KTI Al-Qur’an tidak di survei, karena kedua lomba ini dilakukan secara serentak dari pagi hingga selesai.

Registrasi, kafilah MTQ Banyuwangi Lakukan Doa Bersama dan Ziarah Kubur

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kafilah MTQ ke XXX Kabupaten Banyuwangi  setelah melakukan registrasi, mereka melakukan ziarah ke makam KH Abdul Hamid atau Mbah Hamid yang berada di kompleks pemakaman Masjid Jamik Al-Anwar, Kota Pasuruan, Sabtu (30/09/2023). 


KH Abdul Hamid atau lebih dikenal Mbah Hamid lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang Jawa Tengah. Ayahnya bernama Abdullah bin Umar seorang tokoh Islam yang rajin dan taat beragama. Sedangkan ibunya bernama Raihannah, putri dari Kiai Shiddiq.


Setelah registrasi, Kafilah kembali ke Hotel Amanah Bangil yang jaraknya 18 Km dari arah Kota Pasuruan, mereka juga melakukan doa bersama di lorong hotel Setelah Sholat Magrib berjamaah.

"Kami berdoa bersama untuk kemenangan Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi"  kata Mastur, Ketua Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi.


Kesiapan ahir para peserta dilakukan dengan didampingi oleh masing-masing pembina.

"untuk KTI Al-Qur’an, laptop membawa sendiri dan diserahkan sehari sebelum lomba untuk dibersihkan" kata Syafaat, salah satu pembina.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa para pembina terus mendampingi para peserta hingga perlombaan usai.

Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi Siap Berlaga Ditingkat Provinsi


Banyuwangi (Warta Blambangan( Kafilah MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) Kabupaten Banyuwangi dilepas Bupati Banyuwangi yang diwakili Sekretaris Daerah H. Mujiono di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, Jumat (29/09/2023). Para peserta bersama offosial tersebut mengikuti acara ramah tamah sebelum berangkat ke Pasuruan.


Mujiono menyampaikan harapan agar Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi dapat tampil maksimal dan menjadi yang terbaik dalam MTQ ke XXX Provinsi Jawa Timur.

Mujiono menyampaikan pesan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengucapkan selamat kepada peserta terpilih yang mewakili Kabupaten Banyuwangi.

"jaga nama baik Kabupaten Banyuwangi yang sudah terbiasa menjadi juara dan yang terdepan" kata Mujiono.

Lebih lanjut Mujiono menyampaikan bahwa rasa percaya diri sangat penting bagi peserta dalam menghadapi kompetisi.


"saya minta panitia benar-benar mengawal para peserta agar tampil secara maksimal" kata Muji.

"ada reward bagi yang juara yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi" katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi selaku Ketua I LPTQ yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali menyampaikan bahwa Kafilah MTQ XXX Provinsi Jawa Timur, dari Kabupaten Banyuwangi ada 33 peserta dari 5 cabang dan 12 katagori yang diikuti.

"Semoga Kafilah MTQ Kabupaten Banyuwangi menjadi juara pertama dalam MTQ XXX di Kota Pasuruan" Kata Jali.

Lebih lanjut Jali menyampaikan bahwa dalam Kafilah ini disamping para peserta, juga para offosial dan pembina agar para peserta lebih percaya diri.

MTQ yang dimulai hari ini akan berahir pada tanggal 8 Oktober 2023, dan semoga semua membawa tropy kejuaraan.


Salah satu Pembina MTQ Kabupaten Banyuwangi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa para Kafilah yang akan tampil di beberapa cabang telah mengikuti pembinaan secara berkesinambungan, dengan harapan menjadi yang terbaik ditingkat provinsi hingga Nasional.

"beberapa peserta sudah berpengalaman pada MTQ Provinsi Jawa Timur pada MTQ sebelumnya" kata Syafaat.


Para peserta dari Kabupaten Banyuwangi ini merupakan pemenang dalam MTQ tingkat Kabupaten Banyuwangi serta lulus seleksi dan mendapatkan Pembinaan, sehingga diharapkan benar-benar siap dalam menghadapi MTQ di tingkat Jawa Timur.

Diskusi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Satgas PPA Kabupaten Banyuwangi

 Banyuwangi (Warta Blambangan) Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak melakukan rapat koordinasi dj aula Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana, Jumat (29/09/2023) diikuti seluruh anggota satgas PPA yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Bupati Banyuwangi Nomor : 188/79/KEP/429.011/2023 tanggal 30 Maret 2023.


Dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Fajar Sugeng menyampaikan bahwa satgas ini sangat penting untuk Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Fajar menyampaikan bahwa saat ini selain Perlindungan Perempuan, juga sangat penting untuk Perlindungan Anak dari kekerasan, baik dalam keluarga, sekolah maupun dalam masyarakat.

"kami sangat berterima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi atas inovasinya dalam Sosialisasi terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak" kata Fajar.


Banyak persoalan sosial yang terjadi pada anak yang perlu mendapatkan atensi dari pemerintah dan lembaga lainnya, sehingga persoalan yang timbul dapat di urai bersama. Hal ini disampaikan Muhammad Khoiron dari Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS).

"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus serius dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sesuai dengan SK Bupati" kata Khoiron.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan tentang beberapa langkah yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam upaya pencegahan kekerasan pada anak.

"untuk guru madrasah sudah kita berikan bimtek perlindungan anak, dan Satuan Pendidikan Ramah Anak" kata Syafaat.

Tentang Rumah Ibadah Ramah Anak, Syafaat menyampaikan bahwa dalam hal ini Kementerian Agama bekerja sama dengan organisasi keagamaan untuk sosialisasi Perlindungan Anak pada Rumah Ibadah.


Ana Aniati dari PUSPA menyampaikan bahwa perempuan merupakan jantung keluarga yang perlu perlindungan khusus, karena mempunyai tugas berat untuk mengurus dan mendidik anak, terutama perempuan sebagai Kepala Keluarga.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pencegahan dan Perlindungan terhadap perempuan dan anak. (syaf)

Kemah Widya Pramuka MI Darun Najah Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Gugus Depan Banyuwangi 01-170  MI Darun Najah II Kelurahan Tukangkayu melaksanakan kegiatan Perkemahan Widya Pramuka, kegiatan ini dilaksanakan di Taman Widya Giri Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi- Kamis (27/09/2023). Diikuti oleh siswi kelas 4, 5, dan 6 sejumlah 85 siswi. 


Perkemahan di luar madrasah merupakan pengalaman pertama bagi siswi MI Darun Najah II, karena selama ini perkemahan selalu dilakukan di lingkungan madrasah. 

Agar adik-adik lebih mencintai lingkungan alam, dalam kegiatan ini diberikan pengetahuan tentang pelestarian pohon jati dengan cara stek sekaligus praktek menanam dengan menghadirkan narasumber Rista Ayu Nia Wati penyuluh bidang pembibitan dari Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Banyuwangi. 


Agar siswi lebih mengenal sejarah tokoh dari Banyuwangi, siswi diajak berziarah ke makam Sayu Atikah (yang diyakini ibunda Sunan Giri).

Kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa pada malam hari anak-anak kita ajak ke makam beliau dengan tujuan agar tidak ada rasa takut dalam kegelapan.

"kita ajarkan etika memasuki makam dan apa saja yang boleh dilakukan di pemakaman" kata Majid.

Dan yang paling berkesan bagi siswi adalah sarapan pagi dengan memasak sendiri, mulai menanak nasi, memasak sayur dan lauk pauknya. 

"anak-anak kita ajarkan ketrampilan memasak untuk dinikmati sendiri" ungkapnya.

Kepala MI Darun Najah II berharap kemandirian benar-benar diterapkan dlm kegiatan pramuka. (ajid)

Dialog Deteksi Dini Aliran Paham Keagamaan di Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melakukan dialog deteksi dini aliran paham keagamaan di Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI) Hedon cafe Banyuwangi, Rabu (27/09/2023) yang diikuti beberapa perwakilan Ormas Keagamaan, Polresta, Kesbangpol dan Kodim 0825 Banyuwangi. Dan Kepala KUA Kecamatan.



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali menyampaikan bahwa dalam penanganan perbedaan paham keagamaan, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah berkoordinasi dengan baik dengan segenap komponen, agar situasi tetap kondusif.

"pelaksanaan dialog deteksi dini aliran paham keagamaan tahun 2023 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi merupakan sebuah kehormatan" kata Jali.



Ketua Tim Bina Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam Bidang Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Drs. Supriyadi, M.M. yang memimpin dialog menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satunya merupakan tindak lanjut dari kegiatan di tingkat Provinsi beberapa hari yang lalu.


Supriyadi menyampaikan bahwa katagori persoalan konflik sosial yang menyangkut persoalan dimensi kebangsaan diantaranya, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme, dan lain-lain.


Kepala Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa di Banyuwangi ada Timdu penanganan konflik sosial, yang akan dipilah dengan Timdu konflik kerawanan konflik paham keagamaan.

"Insyaallah di Kabupaten Banyuwangi relatif kondusif, meskipun banyak etnis, budaya dan agama di dalamnya" kata Lutfi.

Tentang info konflik keagamaan  Lutfi menyampaikan bahwa seringkali info konflik paham keagamaan, media sudah menyampaikan.


Selanjutnya dari Intel Polresta Banyuwangi Syamsul Muarif mengharap agar output dari kegiatan ini ditindak lanjuti secara berkelanjutan, terlebih pada KUA Kecamatan ada Penyuluh Agama.

"sumber aksi teror beberapa diantaranya dari Banyuwangi, meskipun sudah tidak berdomisili di Banyuwangi, sehingga perlu adanya deteksi dini" kata Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul menyampaikan bahwa di Banyuwangi ada beberapa orang mantan anggota organisasi yang diduga terlibat aksi teror, bahkan ada yang saat ini masih diamankan oleh Densus 88.

Disamping tersebut di Banyuwangi juga banyak aliran kepercayaan, serta Agama Bahai yang penganutnya di Jawa Timur terbanyak di Kabupaten Banyuwangi.

Dari MUI Kabupaten Banyuwangi Nur Khozon Cholil menyampaikan bahwa beberapa cara yang digunakan, seperti menyebarkan majalah pada jamaah Sholat Jumat, bahkan dapat menguasai sebuah masjid atau musholla. 

Terkait ormas yang dikeluarkan dari kepengurusan MUI berdasarkan surat edaran MUI pusat, Nur Khozin menyampaikan bahwa MUI Kabupaten Banyuwangi mengikuti edaran dari MUI pusat.


Terkait paguyuban kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sekretaris MUI Kabupaten Banyuwangi Imam Muklis menyampaikan bahwa sebagian besar pengaruhnya ada diwilayah Banyuwangi Selatan.


Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi telah membentuk Rintisan dan KMB disetiap wilayah Kecamatan sebagai model wilayah Desa/Kelurahan dalam menjaga kerukunan.

"beberapa jargon moderasi beragama muncul di beberapa KMB, seperti dosaku beda tapi mesra dan lain-lain" kata Syafaat.

MI Darun Najah II Banyuwangi dalam Festival Enterpreneur

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ratusan pelajar MTs/SMP di Banyuwangi unjuk gigi tampilkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bernilai jual dalam Festival Entrepreneur Pelajar 2023. Menariknya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan teknologi dalam memproduksi karyanya. 



Acara yang digelar di Creative Hub Taman Blambangan, Sabtu (23/9/2023), itu diikuti 35 tim dari berbagai SMP/MTS se-Banyuwangi. Meskipun masih usia belasan tahun, mereka terlihat percaya diri mengenalkan produk-produknya. 


Bupati Ipuk mengaku takjub dan bangga dengan kreasi produk mereka. Ada yang membuat lukisan kaca, sepatu lukis, batik jumputan, aneka buket snack, dan beragam kriya lainnya yang sangat menarik. Menurut Ipuk, festival ini tidak sekadar ajang pameran, tapi sebetulnya ini mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneur yang bisa siswa kembangkan kelak.

"Festival ini merupakan upaya untuk mendorong generasi muda yang kreatif dan inovatif, sehingga dari ide-ide kreasinya kelak mereka bisa memperoleh penghasilan," kata Ipuk. 

"Ini sarana yang kami buat untuk membentuk karakter anak agar mampu menangkap peluang dan cakap berinovasi," sambungnya.


Siswi MI Darun Najah II Banyuwangi menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di Gesibu Blambangan Banyuwangi.

"anak-anak kita ajak ke kegiatan ini agar timbul jiwa Enterpreneur sejak dini" kata Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II.


Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa yang diajak di gesibu untuk menyaksikan Festival ini adalah kelas empat, lima dan enam.


Majid juga menyampaikan bahwa banyak hal positif yang didapat dengan menyaksikan kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini menjadi motivasi kepada anak-anak, ada beberapa ketrampilan yang dapat diadopsi oleh anak-anak.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger