Pages

Kemah Widya Pramuka MI Darun Najah Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Gugus Depan Banyuwangi 01-170  MI Darun Najah II Kelurahan Tukangkayu melaksanakan kegiatan Perkemahan Widya Pramuka, kegiatan ini dilaksanakan di Taman Widya Giri Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi- Kamis (27/09/2023). Diikuti oleh siswi kelas 4, 5, dan 6 sejumlah 85 siswi. 


Perkemahan di luar madrasah merupakan pengalaman pertama bagi siswi MI Darun Najah II, karena selama ini perkemahan selalu dilakukan di lingkungan madrasah. 

Agar adik-adik lebih mencintai lingkungan alam, dalam kegiatan ini diberikan pengetahuan tentang pelestarian pohon jati dengan cara stek sekaligus praktek menanam dengan menghadirkan narasumber Rista Ayu Nia Wati penyuluh bidang pembibitan dari Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Banyuwangi. 


Agar siswi lebih mengenal sejarah tokoh dari Banyuwangi, siswi diajak berziarah ke makam Sayu Atikah (yang diyakini ibunda Sunan Giri).

Kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa pada malam hari anak-anak kita ajak ke makam beliau dengan tujuan agar tidak ada rasa takut dalam kegelapan.

"kita ajarkan etika memasuki makam dan apa saja yang boleh dilakukan di pemakaman" kata Majid.

Dan yang paling berkesan bagi siswi adalah sarapan pagi dengan memasak sendiri, mulai menanak nasi, memasak sayur dan lauk pauknya. 

"anak-anak kita ajarkan ketrampilan memasak untuk dinikmati sendiri" ungkapnya.

Kepala MI Darun Najah II berharap kemandirian benar-benar diterapkan dlm kegiatan pramuka. (ajid)

Dialog Deteksi Dini Aliran Paham Keagamaan di Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melakukan dialog deteksi dini aliran paham keagamaan di Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI) Hedon cafe Banyuwangi, Rabu (27/09/2023) yang diikuti beberapa perwakilan Ormas Keagamaan, Polresta, Kesbangpol dan Kodim 0825 Banyuwangi. Dan Kepala KUA Kecamatan.



Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali menyampaikan bahwa dalam penanganan perbedaan paham keagamaan, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah berkoordinasi dengan baik dengan segenap komponen, agar situasi tetap kondusif.

"pelaksanaan dialog deteksi dini aliran paham keagamaan tahun 2023 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi merupakan sebuah kehormatan" kata Jali.



Ketua Tim Bina Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam Bidang Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Drs. Supriyadi, M.M. yang memimpin dialog menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satunya merupakan tindak lanjut dari kegiatan di tingkat Provinsi beberapa hari yang lalu.


Supriyadi menyampaikan bahwa katagori persoalan konflik sosial yang menyangkut persoalan dimensi kebangsaan diantaranya, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme, dan lain-lain.


Kepala Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa di Banyuwangi ada Timdu penanganan konflik sosial, yang akan dipilah dengan Timdu konflik kerawanan konflik paham keagamaan.

"Insyaallah di Kabupaten Banyuwangi relatif kondusif, meskipun banyak etnis, budaya dan agama di dalamnya" kata Lutfi.

Tentang info konflik keagamaan  Lutfi menyampaikan bahwa seringkali info konflik paham keagamaan, media sudah menyampaikan.


Selanjutnya dari Intel Polresta Banyuwangi Syamsul Muarif mengharap agar output dari kegiatan ini ditindak lanjuti secara berkelanjutan, terlebih pada KUA Kecamatan ada Penyuluh Agama.

"sumber aksi teror beberapa diantaranya dari Banyuwangi, meskipun sudah tidak berdomisili di Banyuwangi, sehingga perlu adanya deteksi dini" kata Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul menyampaikan bahwa di Banyuwangi ada beberapa orang mantan anggota organisasi yang diduga terlibat aksi teror, bahkan ada yang saat ini masih diamankan oleh Densus 88.

Disamping tersebut di Banyuwangi juga banyak aliran kepercayaan, serta Agama Bahai yang penganutnya di Jawa Timur terbanyak di Kabupaten Banyuwangi.

Dari MUI Kabupaten Banyuwangi Nur Khozon Cholil menyampaikan bahwa beberapa cara yang digunakan, seperti menyebarkan majalah pada jamaah Sholat Jumat, bahkan dapat menguasai sebuah masjid atau musholla. 

Terkait ormas yang dikeluarkan dari kepengurusan MUI berdasarkan surat edaran MUI pusat, Nur Khozin menyampaikan bahwa MUI Kabupaten Banyuwangi mengikuti edaran dari MUI pusat.


Terkait paguyuban kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sekretaris MUI Kabupaten Banyuwangi Imam Muklis menyampaikan bahwa sebagian besar pengaruhnya ada diwilayah Banyuwangi Selatan.


Syafaat dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi telah membentuk Rintisan dan KMB disetiap wilayah Kecamatan sebagai model wilayah Desa/Kelurahan dalam menjaga kerukunan.

"beberapa jargon moderasi beragama muncul di beberapa KMB, seperti dosaku beda tapi mesra dan lain-lain" kata Syafaat.

MI Darun Najah II Banyuwangi dalam Festival Enterpreneur

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ratusan pelajar MTs/SMP di Banyuwangi unjuk gigi tampilkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bernilai jual dalam Festival Entrepreneur Pelajar 2023. Menariknya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan teknologi dalam memproduksi karyanya. 



Acara yang digelar di Creative Hub Taman Blambangan, Sabtu (23/9/2023), itu diikuti 35 tim dari berbagai SMP/MTS se-Banyuwangi. Meskipun masih usia belasan tahun, mereka terlihat percaya diri mengenalkan produk-produknya. 


Bupati Ipuk mengaku takjub dan bangga dengan kreasi produk mereka. Ada yang membuat lukisan kaca, sepatu lukis, batik jumputan, aneka buket snack, dan beragam kriya lainnya yang sangat menarik. Menurut Ipuk, festival ini tidak sekadar ajang pameran, tapi sebetulnya ini mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneur yang bisa siswa kembangkan kelak.

"Festival ini merupakan upaya untuk mendorong generasi muda yang kreatif dan inovatif, sehingga dari ide-ide kreasinya kelak mereka bisa memperoleh penghasilan," kata Ipuk. 

"Ini sarana yang kami buat untuk membentuk karakter anak agar mampu menangkap peluang dan cakap berinovasi," sambungnya.


Siswi MI Darun Najah II Banyuwangi menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di Gesibu Blambangan Banyuwangi.

"anak-anak kita ajak ke kegiatan ini agar timbul jiwa Enterpreneur sejak dini" kata Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II.


Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa yang diajak di gesibu untuk menyaksikan Festival ini adalah kelas empat, lima dan enam.


Majid juga menyampaikan bahwa banyak hal positif yang didapat dengan menyaksikan kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini menjadi motivasi kepada anak-anak, ada beberapa ketrampilan yang dapat diadopsi oleh anak-anak.

Sarasehan Ngariksa, Diskusi Seni Budaya dan Agama di Sabha Swagata

 Banyuwangi


(Warta Blambangan ); Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa) bersama Kang Oman (Oman Faturahman) ke 100 digelar di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, Jumat malam (22/09/2023) yang diikuti tokoh Agama, Seni dan Budaya di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa Ngariksa sangat menarik karena mengupas tentang kedekatan Agama dan Budaya.


"Sarasehan Agama dan Budaya, kami bangga diselenggarakan di Banyuwangi",  kata Ipuk.

Lebih lanjut Isteri Menpan RB Abdullah Azwar Anas itu menyampaikan bahwa dalam agama juga ada nilai nilai budaya.

Pembina Ngariksa Lukman Hakim Syaifudin menyampaikan bahwa Indonesia merupakan masyarakat yang beragam dengan berbagai macam budaya, karenanya Ngariksa merupakan salah satu upaya menjaga masa lalu kita dikaitkan dengan masa kini dan antisipasi kedepan.

"ini adalah tonggak tertentu, karena ini merupakan ngariksa ke 100 dan kedepan kita pikirkan ngariksa dikaitkan dengan kebutuhan kita di masing-masing daerah", kata mantan Menteri Agama Republik Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh seperti Ketua DKB Hasan Basri, Ketua komunitas Lentera Sastra Syafaat, Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, Kepala Balitbang Kementerian Agama Mastuki, Rektor UIN KHAS Jember Babun Suharto serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Yang menarik, dalam paparannya, Oman Faturahman juga menampilkan slide keterlibatan siswa madrasah dalam kegiatan gandrung sewu.

"Agama dan Budaya merupakan soal-soal yang perlu di harmonisasi untuk Indonesia emas 2045", kata Oman.

Kangen Oman membahas tentang pentingnya merawat naskah kuno sebagai kekayaan khasanah budaya di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Rektor UIN KHAS Jember menyerahkan Kitab Al-Qur’an Terjemah Bahasa Osing kepada beberapa tokoh yang hadir, begitu juga dengan Lukman Hakim Syaifudin menyerahkan buku karyanya berjudul Moderasi Beragama.

Ketua Komunitas Lentera Sastra menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilakukan di Banyuwangi dengan mengingat di ujung timur Pulau Jawa ini sangat kaya dengan budaya.

"Masyarakat Banyuwangi bukan hanya menjaga manuskrip kuno, tetapi juga menjaga dengan tradisi menbacanya" kata Syafaat.

Dikesempatan tersebut juga ditampilkan mocoan lontar Babat Tawang Alun oleh Komunitas Osing.

Angka 100 boleh jadi sama seperti angka lainnya. Namun, dalam berbagai tradisi, angka yang dalam hitungan tahun berarti menunjukkan satu abad itu juga dianggap istimewa. Dalam tradisi keagamaan Islam misalnya, diyakini bahwa seorang pembaharu (ke) akan lahir setiap seratus tahun, atau setiap satu abad.

Ngariksa ke 100 yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata ini merupakan tonggak bagi seniman dan budayawan di Banyuwangi untuk terus berkarya untuk negeri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin ketika di wawancara media ini menyampaikan bahwa pihaknya mendukung seni dan budaya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. (syaf)

Editor:
Yasin Alibi
Kontributor:
Syafaat

Pembinaan Kemasjidan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Pembinaan Syariah mengadakan pembinaan kepada para takmir masjid di Kabupaten Banyuwangi, Rabu (20/09/2023) di aula atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa kemakmuran masjid sangat penting di pupuk agar tidak ada lagi masjid yang tidak digunakan untuk jamaah lima waktu.
Terkait dengan bantuan kepada Masjid atau Musholla agar tidak terkecoh dengan WA yang akan memberikan bantuan.
"bantuan pemerintah kepada lembaga dilakukan secara resmi, dan melalui SIMAS (Sistim Manajemen Kemasjidan)" kata Amak.

Lebih lanjut Amak menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi akan terus melakukan pembinaan terhadap Rumah Ibadah, terutama tentang ketertiban administrasi.

Nur Rahmawati, Analis Kebijakan Ahli Muda yang juga Pengelola ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) menyampaikan bahwa literasi dalam pengelolaan masjid sangat penting.
"dalam Elipski juga disediakan naskah khutbah yang up to date sesuai dengan perkembangan zaman" katanya.
Lebih lanjut Nur menyampaikan bahwa admin ELIPSKI berjenjang sampai ditingkat Kabupaten, para pengelola perpustakaan masjid dapat mendaftarkan pada aplikasi ELIPSKI yang akan dibantu oleh admin ELIPSKI pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam.

Admind ELIPSKI pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu para pengelola perpustakaan masjid dalam ELIPSKI, lebih lanjut Ketua Komunitas Lentera Sastra ini menyampaikan bahwa naskah buku yang disusun insan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi juga akan di publish di ELIPSKI, sehingga lebih banyak dibaca orang.

Memburu Hilal di Gunung Menyan Kalibaru

Keberadaan Puncak Gunung Menyan Kecamatan Kalibaru bukan hanya dapat digunakan sebagai tempat paralayang saja, namun kedepan juga akan digunakan tempat rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan qomariyah di Kabupaten Banyuwangi. Survey rencana tempat hilal ini dilakukan oleh Tim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang dipimpin M. Fauzi bersama Tim Badan Hisab dan Rukyah (BHR) Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/09/2023).

“Puncak Gunung Menyan bukan hanya untuk rukyah awal bulan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk rukyah awal solat subuh” kata Fauzi. 


Kepala Desa Kalibaru Wetan M. Taufik yang ikut dalam rombongan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung keberadaan Gunung Menyan untuk dijadikan tempat rukyah penentuan awal bulan.

“ini dapat menjadikan amal jariyah kami dan pemerintah desa untuk kepentingan umat” Kata Taufik.

Mengenai keberadaan jalan menuju puncak Gunung Menyan yang saat ini masih belum dapat dilewati semua jenis kendaraan, pihaknya menyampaikan bahwa kedepan akan diusahakan agar jalan menuju puncak Gunung Menyan dikeraskan atau di paving, sehingga seluruh kendaraan dapat naik ke puncak Gunung Menyan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak burhanudin menyampaikan bawa pihaknya mendukung penggunaan Gunung menyan untuk tempat Rukyatul Hilal, terlebih dengan adanya tempat tersebut yang berada di puncak pegunungan lebih terhindar dari uap air sebagaimana jika dilakukan di pantai selatan.

Tim BHR Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Gufron Musthofa menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dicoba dilakukan Rukyah awal bulan Robius Tsani yang bertepatan dengan tanggal 15 Oktober.

“tinggi hilal saat itu sekitar 6 derajat dan semoga tidak ada halangan untuk melakukan rukyatul hilal” katanya.

Masyarakat sekitar Gunung menyan menyambut baik rencana pemerintah untuk menggunakan puncak Gunung Menyan untuk digunakan sebagai tempat rukyatul hilal, sehingga tempat tersebut akan multifungsi, yang selama ini hanya digunakan untuk paralayang.

"kami sangat mendukung keberadaan Gunung Menyan untuk Rukyatul Hilal dan Rukyatul Fajar Shodiq" kata Gus Faizin Pimpingan Pondok Pesantren Darusssalam Kalibaru (sya)

MGMP KIMIA MA AJARI GURU MEMBUAT ICE CREAM PADA PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

Banyuwangi –(Warta Blambangan) MGMP Kimia. Bertempat di Aula Outdoor MA Al Fatah Sragi kecamatan songgon sabtu 9 september 2023 guru-guru kimia yang tergabung dalam MGMP Kimia MA Kabupaten Banyuwangi berhasi  membuat Ice Cream dengan menggunakan alat bahan yang sedertana. Ice Cream yang merupakan makanan kesukaan kebanyakan orang menjadi salah satu produk yang di hasilkan dari aplikasi dan penerapan  mata pelajaran kimia materi Sifat Koligatif Larutan dalam kehidupan sehari hari. Produk proyek pembelajaran ini diharapkan mampu menjadi daya tarik siswa untuk lebih menyenangi dan mempelajari pelajaran kimia dimadrasah.


MGMP Kimia MA merupakan pokja yang terus melakukan tranformasi kepada guru-guru kimia untuk terus mengembangkan potensi dan kualitasnya. Terbukti kedua kalinya pokja ini menerima bantuan Blogrand untuk Program Pengembangan Pengembangan Keberlanjutan (PKB) bagi guru madrasah yang diselenggarkan GTK Kemenag RI. Pokja yang beranggotakan 24 guru-guru kimia se-kabupaten banyuwangi layak menjadi contoh bagi pokja-pokja lain ditingkat madrasah sebagai pokja/MGMP teraktif dan produktif dalam menyelenggaran kegiatan yang dimulai tahun 2018 sampai saat ini. Ditambah lagi MGMP Kimia MA di Kabupaten Banyuwangi ini memiliki SDM yang cukup bahkan berlebih untuk terus meningkatkan potensi guru kimia di madrasah aliyah yakni memiliki 2 Fasilitator Provinsi (Susanto, M.Pd guru MAN 4 Banyuwangi dan Nikmatur Rohmaya, M.Pd Guru MAN 1 Banyuwangi) dan 1 Fasilitator Daerah (Mutimatus Nikmah Guru MAN 3 Banyuwangi). 

Ditahun 2023 akan banyak muncul inovasi yang akan dihasilkan oleh guru-guru kimia melalui fasilitor yang dimiliki salah satunya pada kegiatan IN pertama ini yakni Pembuatan Ice Cream, dan produk-produk lain seperti pembuatan sabun, lilin aroma terapi pada kegiatan IN berikutnya. Guru-guru harus terus belajar dan mengembangkan potensi dan kemampuannya serta mampu menerapkan apa yang diajarkan di kelas dalam kehidupan sehari-hari, agar pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna dan bermanfaat ujar Susanto, M.Pd Ketua MGMP Kimia MA Kabupaten Banyuwangi saat memberikan sambutan dan penguatan kepada anggotanya. Ia juga berharap kekompakan dan semangat guru kimia untuk terus belajar menjadi modal yang besar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas yang lebih bermakna. 

Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB mengasilkan banyak hal yang siap di praktekkan melalui kegiatan On di madrasah masing masing-masing. (S.Chimi)






 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger