Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Bidang Urusan Agama Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Misbahul Munir, memberikan Pembinaan Kepenghuluan di Hall Room Hotel Santika Banyuwangi, Selasa (06/05/23) yang diikuti para Penghulu di Kabupaten Banyuwangi.
Pembinaan Kepenghuluan Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur.
Banyuwangi (Warta Blambangan) Kepala Bidang Urusan Agama Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Misbahul Munir, memberikan Pembinaan Kepenghuluan di Hall Room Hotel Santika Banyuwangi, Selasa (06/05/23) yang diikuti para Penghulu di Kabupaten Banyuwangi.
Densus 88/AT Geledah Rumah Terduga Teroris Banyuwangi
Banyuwangi (Warta Blambangan) Tim Densus 88 Anti Teror menggeledah kediaman SN, terduga teroris asal Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (04/06/2023). Penggeledahan dilakukan oleh sejumlah personel yang tiba dengan menggunakan mobil dan berlangsung selama kurang dari satu jam.
Tim
Densus 88 datang ke rumah SN, sejak pukul 06.00 WIB Dalam penggeledahan itu,
Densus 88 membawa sejumlah barang dari rumah SN. Barang tersebut berupa
obat-obatan, pakaian, buku, hingga beberapa dokumen.
Terkait
penggeledahan dan penangkapan suaminya itu, SH, istri terduga teroris tersebut
belum mau memberikan komentar lebih lanjut. "Mohon maaf, saya masih belum
bisa memberikan pernyataan apa pun," kata istri SN, kepada awak media,
Minggu (4/6/2023).
Sementara itu Kepala Dusun Susukan Kidul, Hairiyah
menyampaikan bahwa pihaknya melihat Densus 88 menggeledah rumah SN. "Iya,
tadi saya hanya menyaksikan penyidik dari Jakarta," ungkap Hairiyah. Tak
hanya itu, Hairiyah juga mengaku melihat Tim Densus 88 mengamankan sejumlah
barang-barang pribadi milik SN.
"Juga mengambil beberapa barang pribadi milik pak SN," ujarnya.
Sebelumnya,
Densus 88 Anti Teror menangkap SN, di tempat biasanya SN beraktifitas di Dusun
Susukan Kidul, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Sabtu
(3/6/2023) siang. "Iya benar, siap. Informasinya ada warga kami yang
ditangkap Densus 88," kata Kepala Desa Gladag, Chaidir Sidqi, kepada Kompas.com.
Menurut Chaidir, penangkapan terhadap warganya itu terjadi sekitar pukul 12.00
WIB. "Ditangkap di rumahnya sekitar jam 12-an," ujarnya.
Kapolsek
Rogojampi Kompol Sudarsono, mengaku tidak tahu persis terkait dengan adanya
kabar penangkapan warga terduga teroris itu. "Mohon maaf saya tidak tahu
persis ya," kata Sudarsono saat dikonfirmasi. Meski tidak tahu persis,
namun Sudarsono membenarkan kabar ada warga di wilayah hukumnya yang diduga
ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror.(Team)
Isteri Terduga Teroris Banyuwangi Syok Suaminya Diambil Densus 88
Banyuwangi (Warta Blambangan) Isteri SN, Terduga Teroris sempat syok mendengar suaminya dijemput orang yang diduga Densus 88, Sabtu siang (02/06/2023) di PKBM tempat biasanya suaminya melakukan aktifitas.
Dengan suara lirih seperti
habis menumpahkan air mata, perempuan dengan empat orang anak ini balik
bertanya kepada wartawan yang menemuinya, kenapa suaminya ditangkap. Para awak
media dan beberapa sahabat juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, hal ini
dengan mengingat SN selama ini tidak mempunyai tabiat yang mencurigakan.
Selain berprofesi sebagai
pengacara dan dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Banyuwangi, SN juga
aktif pada kegiatan sosial,sperti penyediaan ambulan bagi warga yang tidak
mampu dan lain sebagainya. Beberapa lembaga juga bekerjasama dengan lembaga
yang dipimpin SN, terutama berkaitan dengan aksi tanggap bencana. Lali-laki
kelahiran tahun 1982 ini dikenal lowprofile, dan senang bebuat sosial. Beberapa
Warga Belajar (WB) binaannya merasa terbantu dengan model pendidikan
luar sekolah yang dikelola SN. Tidak pernah sedikitpun SN mengajarkan yang aneh-aneh.
“saya kira yang menjemput SN
itu temannya, karena berpakaian preman” kata Lukman, warga yang menyaksikan SN
dijeput Densus 88.
Beberapa kolega SN juga sempat
terkejut ketika SN dijemput Densus 88, dan berharap meskipun direktur PKBM
tersebut tersandungg masalah, tidak merugikan warga belajar dalam binaan PKBM
yang dikelola SN.
Isteri SN ditemani putri
bungsuya menyampaikan bahwa para pengelola PKBM tetap memperhatikan
kelangsungan WB agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
SN yang baru saja meraih gelar
Ph.D dari salah satu Universitas di Malaysia ini juga merupakan salah satu
pengurus DPW FK PKBM Provinsi Jawa Timur. Perannya sangat besar dalam ikut serta
penuntasan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Banyuwangi.
Dr.H, Rektor dimana SN
mengabdikan diri sebagai dosen manyampaikan bahwa SN juga merupakan Dosen Pembina
Kampus Mengajar angkatan 5.
“semoga dugaan yang
dialamatkan kepada SN terbukti tidak benar’ Kata Dr.H.
Hal yang menimpa SN tersebut
membuat banyak koleganya tidak percaya, terlebih dengan aktifitas sosial yang
dilakukan SN, terkait dugaan ajaran yang menyimpang, para kolega tidak pernah
mendapati SN menyampaikan hal yang menyimpang. Hubungan dengan instansi
pemerintah juga cukup baik. (Team)
Derap Inovasi Kampung Moderasi Beragama Kabupaten Banyuwangi.
Banyuwangi (Warta Blambangan) Dipimpin Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Moderasi Beragama (KMB) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat, para Ketua Pokja KMB Kecamatan yang dijabat Kepala KUA Kecamatan dan Penyuluh Agama Islam selaku Sekretaris Pokja, mengikuti kegiatan rapat koordinasi Pokja KMB di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Rabu (31/05/2023)
Dalam kesempatan tersebut
masing-masing Ketua Poka KMB melaporkan tentang rintisan KMB di masing-masing
Kecamatan, serta dinamisasi masyarakat yang ada di dalamnya.
Dari 25 Kecamatan yang ada di
Kabupaten Banyuwangi ada satu desa yang mempunyai enam enis tempat ibadah dari
enam agama yang diakui di Indonesia.
“di Desa Rogojampi selain Masjid
dan Musholla, juga ada Kelenteng, Pura, Vihara, Gereja Kristen dan Gereja
Katolik Stasi” kata Syafaat.
Ketua Pokja KMB Kabupaten
Banyuwangi Mastur yang juga Kasi Bimas Islam menyampaikan bahwa dari semua
rintisan KMB tersebut akan dipiih 3 KMB yang akan di launching secara nasional.
‘penilaian berdasarkan 11
indikator yang sudah ditentukan” kata Mastur.
Di Tempat terpisah, Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin menyampaikan
bahwa di Kabupaten Banyuwangi sebelum ada istilah KMB, beberapa Desa maupun
Kelurahan yang ada di Kabupaten Banyuwang dengan keanekaragaman etnik, agama
dan kepercayaan, telah menggunakan beberapa istilah tentang keanekaragaman
tersebut, seperti Kampung Kerukunan, Kampung Pancasila dan lain-lain.
“perbedaan etnik dan agama tidak
menjadikan masyarakat tersekat, namun dapat menjadikan harmoni yang kuat” kata
Amak.
Dengan adanya KMB ini menjadikan
wadah bagi antar umat beragama semakin bersatu, tidak menjadkan perbedaan
tersebut sebagai sekat dalam menjalin kerukunan hidup bermasyarakat.
Ketua APRI (Asosiasi Peghulu Republik Indoesia) Cabang Banyuwangi Fathurrohman yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan bahwa dengan KMB ini komunikasi antar pemeluk agama semakin erat.
“pada setiap KUA Kecamatan ada
rumah moderasi sebagai tempat diskusi bersama’ katanya.
Lebih lanjut fathurahman
menyampaikan bahwa KMB ini bukan untuk mencampur adukkan agama, tetapi
menanamkan sikap menghormati kepercayaan agama lain.
MTsN 8 Banyuwangi Raih Tiket OSN ke Provinsi
Menengah Pertama bidang IPA tingkat Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor : 0981/J7.1PN.01/2023 tanggal 28 Mei 2023.
Sedangkan di urutan kedua diraih Andika Arya Dewangga dari MTsN 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono, Peringkat Ketiga Aurio Tito Ramadhani dari MTsN 8 Banyuwangi dan peringkat 4 dan 5 diraih Siswa SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno berharap wakil dari Banyuwangi dapat lolos ke tahap berikutnya.
"Alhamdulillah, semoga makin berprestasi ditingkat lebih tinggi" kata Suratno.
Senada dengan Suratno, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin berharap siswa MTsN tersebut menjadi yang terbaik hingga ke tingkat nasional.
"prestasi siswa ajan kita berikan apresiasi" kata Amak.
Kepala MTsN 8 Banyuwangi Sri Endah Zulaikhatul Kharimah menyampaikan bahwa untuk menghadapi event ke tingkat provinsi, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.
E-Library MI Darun Najah II Banyuwangi Hampir Tembus 1000 Buku Elektronik
Banyuwangi (Warta Blambangan) Madrasah Ibtidaiyah Darun Najah II Tukangkayu Banyuwangi, memanfaatkan platform digital untuk penunjang pendidikan, hal ini dilakukan agar siswa semakin mudah untuk mengakses layanan dengan mudah, murah dan cepat.
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari referensi yang diakses, semakin banyak referensi yang didapat, akan semakin banyak pengetahuan yang didapat. Hal inilah yang menginspirasi MI Darun Najah II Banyuwangi untuk memanfaatlam dunia digital dengan E-Library (perpustakaan digital).
Kepala MI Darun Najah II Banyuwangi Majidatul Himmah, S.Ag di ruang kerjanya, Senin (29/05/2023) menyampaikan bahwa E-Library MI Darun Najah II menyediakan lebih dari 900 buku digital, baik materi pelajaran maupun buku-buku untuk umum.
“untuk akses ke E-Library dan password yang berbeda untuk masing-masing siswa,” kata cucu pendiri Yayasan KH Harun ini.
Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa pada saat jam sekolah, siswa lebih diarahkan pada pustaka analog, dengan mengingat siswa tidak diperkenankan membawa HP di sekolah. Dan untuk perpustakaan analog juga disediakan buku-buku yang memadai untuk siswa.
Pengembangan perpustakaan yang ada di MI Darun Najah II Banyuwangi bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi.
“ Kita sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Perpustakaan Daerah nuntuk pengembangan Perpustakaan madrasah!"” kata putri KH Makshum Syafi'i dan Nyai Hj Makshumah ini.
Pengembangan E-Library ini seiring dengan program Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin tentang digitalisasi layanan, yang dalam hal ini adalah digitalisasi madrasah.
Majid berharap dengan adanya E-Library ini siswa tidak kesulitan dalam mencari referensi yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari, karena dalam E-Library disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Saat Wartawan media ini ke madrasah yang usianya sekitar setengah abad ini, mendapati santriwati ekstrakuliler teater dan puisi yang baca buku cerita di depan teman-temannya yang dibagi kelompok serta pegang buku kumpulan puisi Sulur Kembang Sri Tanjung untuk acuan tugas cipta puisi dan cerita rakyat."Kami ingin terbitkan buku kumpulan karya siswi dan guru!" tutur pembina ekstra Eka Iftitah,S.Pd yang bersyukur kini anak-anaknya selain jawara diniyah dan olimpiade sekarang sudah menorehkan prestasi dibidang sastra Puisi.(Syaf/Aguk/WB).
Sarasehan Kampung Moderasi Beragama
Banyuwangi (Wart
a Blambangan) - FKUB Kab. Banyuwangi menggelar acara Sarasehan Penguatan Kampung Moderasi Beragama, yang bertempat di pendopo desa Yosomulyo kecamatan Gambiran,Sabtu (27/5/23). Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan tokoh-tokoh lintas agama yang ada di kecamatan Gambiran, khususnya desa Yosomulyo. Dan acara tersebut dibuka secara resmi oleh Moh. Jali (Kasubag TU Kemenag Banyuwangi) mewakili Kakankemenag.
Moh. Jali menyampaikan bahwa Moderasi Beragama adalah program prioritas untuk menjaga keutuhan bangsa,
4 aspek moderasi beragama.
kerukunan, toleran, kedamaian,menghargai dan menghormati budaya. Tahun ini setiap kecamatan dirintis kampung moderasi beragama, dan akan ada 3 kampung moderasi beragama percontohan se Banyuwangi.
Sambutan ketua FKUB Banyuwangi, bahwa penguatan kampung moderasi beragama perlu dilakukan untuk menyiapkan warga yang moderat dan untuk menguatkan pemahaman tentang makna moderasi beragama tokoh-tokoh lintas agama, sebagai pemuka agama yang ada di tengah-tengah masyarakat yang nantinya bisa menularkan pemahaman tersebut ke masyarakat secara luas khususnya desa Yosomulyo sebagai Kampung Moderasi Beragama.
Di dalam acara sarasehan ini hadir perwakilan tokoh lintas agama sebagai narasumber, ada Nur Khozin (Tokoh Islam), Gufron Mustofa (KUA Gambiran, Anang (Kristen), Wayan (Hindu), Eka (Budha), Yos (Katolik).
"Indikator Moderasi Beragama :
1. Komitmen Kebangsaan
2. Toleransi
3. Anti Kekerasan
4. Menerima Tradisi Lokal!" terang Gufron dalam sambutannya.
Anang menerangkan bahwa di dalam agama Kristen, moderasi telah diajarkan di dalam kitab Injil Matius. Hal ini didasarkan pada pasal 5 ayat 13.
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang".
"Ajaran agama Hindu yang berkaitan dengan Moderasi Beragama, meliputi:
1. Dharma Agama
Kata Ahimsa berasal dari Bahasa Sansekerta dari urat kata “A” yang artinya tidak, dan “himsa” yang berarti membunuh atau menyakiti. Maka kata Ahimsa berarti tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup yang lainnya.
2. Dharma Negara
Guru Wisesa. Yaitu, Pemerintah. Cara kita untuk menghormati guru wisesa adalah dengan selalu mematuhi anjuran Pemerintah," jelas Wayan.
Moderasi Beragama dalam Agama Budha tercantum dalam Kitab Tripitaka.
Prasasti Asoka : barangsiapa keyakinannya dihargai orang lain, maka ia harus menghargai agama/keyakinan orang lain.
Metta. Mettā (Sanskerta: Maitrī) adalah cinta kasih, sifat yang dapat menghaluskan hati seseorang, atau rasa persahabatan sejati. Mettā merupakan salah satu sifat dari Empat Keadaan Batin Luhur (Brahmavihārā). Mettā dirumuskan sebagai keinginan akan kebahagiaan semua makhluk tanpa terkecuali.
Karuna adalah perasaan belas kasihan akan penderitaan mahluk lain/sesama dan ikut mau menolong untuk meringankan beban dan penderitaan
Mudita artinya gembira, merasa ikut berbahagia atas kebahagiaan orang lain/sesama.
Upekkhā (Sanskerta: upekṣā) atau ekuanimitas merupakan keseimbangan batin, pertimbangan yang lurus, pandangan yang adil, tidak berat sebelah atau non diskriminasi. (Keterangan Eka)
"Di dalam Katolik pun sudah mempraktekkan kegiatan yang mencerminkan sikap moderat. Seperti menerapkan Moderasi Beragama, melaluai ajaran kasih dengan bakti sosial bersama umat agama lain, seperti berbagi beras, berbaur dalam kegiatan 17-san ,"tutur Yos.
Di akhir penyampaian narasumber Nur Khozin memberikan statement, bahwa perbedaan itu keniscayaan yang tidak perlu ditonjolkan, kesamaan harus menjadi kehidupan kita.
(Haris/AM/WB))







.jpeg)
.jpeg)




