Pages

Rumah Modertas pada KUA Revitalisasi Kecamatan Muncar

Banyuwangi (Warta Blambangan) Keberadaan rumah moderasi pada KUA Kecamatan sangat dirasakan manfaatnya sebagai sarana untuk sarana merajut harmoni antar umat beragama. Hal ini disampaikan Pengawas Agama Hindu Mamik Sutiyasning, Pengawas Pendidikan Agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ketika berdiskusi dengan Fathurrozi, Pengumpul Data Lapangan Balitbang Semarang dalam kegiatan Pengukuran Revitalisasi KUA Tahun 2023, Kamis (09/03/2023) dibawah payung moderasi.



Mamik menyampaikan bahwa pada KUA Kecamatan yang merupakan salah satu dari 11 KUA Revitalisasi di Kabupaten Banyuwangi telah menyediakan ruang rumah moderasi sebagai ruangan untuk silaturahim antar umat beragama, selain ruang pengawas.

“kami dapat menggunakan ruang yang ada pada KUA Kecamatan Muncar untuk kegiatan rapat dengan para Guru Agama hindu yang ada di Kabupaten Banyuwangi” kata Mamik.

Sebagai Kecamatan dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Muncar dihuni oleh beberapa etnik dan agama yang mereka dapat hidup rukun berdampingan.

Kepala KUA Kecamatan Muncar Abdul Fatah menyampaikan bahwa sudah merupakan kewajiban bagi KUA Kecamatan memberikan fasilitas untuk kerukunan umat beragama, terlebih dengan kondisi Kecamatan Muncar dengan keanekaragaman budaya sebagai khasanah budaya di Kabupaten Banyuwangi.

Fatkhurazi dari Balitbang menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi merupakan Kementerian Agama yang mempunyai nilai plus yang tidak di jumpai di Kabupaten maupun Kota Lainnya.

“Di Banyuwangi Ketua Lajnah Falakiyah PC Nahdlatul Ulama dijabat Kepala KUA, begitu juga dengan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) maupun Badan Wakah Indonesia (BWI) yang dijabat oleh Penyuluh Agama Islam” ungkapnya.

Lebih unik lagi, Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) dijabat oleh Guru Pendidikan Agama Islam, hal ini disampaikan Syafaat yang juga Ketua Komunitas Lentera Sastra yang ikut berdiskusi.

 Jabatan-jabatan dalam ormas tersebut tidak didapat karena jebaqtannya dalam pemerintahan, melainkan dari kemampuan individual yang dimiliki.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Moh. Amak Burhanudin menyampaikan menyampaikan bahwa hal ini lebiuh memudahkan kordinasi dengan lembaga terkait, dan para PNS tersebut juga dapat menjalankan kewajibannya dengan baik.

Menyinggung tentang Rumah Moderasi, Amak menyampaikan bahwa program Kampung Moderasi Beragama akan lebih mudah untuk di komunikasikan dengan adanya Rumah Moderasi pada KUA Kecamatan. (syaf)

Pengukuran KUA Revitalisasi oleh Balitbang Semarang

Banyuwangi (Warta Blambangan) Semarang mengadakan Pengukuran KUA Revitalisasi di Seluruh Indonesia, untuk wilayah Provinsi Jawa Timur ada 11 KUA Kecamatan Revitalisasi, 3 diantaranya di Kabupaten Banyuwangi.
Fatkhurozi, petugas lapangan ketika mengadakan pengukuran di KUA Kecamatan Srono menyampaikan bahwa ada 3 Provinsi di Indonesia yang diadakan pengukuran, yakni Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Barat.


Dalam pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan KUA Kecamatan ketika Revitalisasi dan sebelum Revitalisasi.
"Dalam pengukuran kita adakan survei kepada masyarakat terkait layanan nikah rujukan dan Layanan selain Nikah Rujuk" ungkapnya.
Kepala KUA Kecamatan Srono H. Amin Maki menyampaikan bahwa layanan di KUA Kecamatan Srono bukan hanya pada titik berat masalah pernikahan saja, tetapi juga peningkatan Kualitas keluarga.
"setiap jumat bersama Forpimka kita mengadakan jumat Curhat kepada masyarakat yang salah satu tujuannya adalah pencegahan pernikahan dini" ungkapnya
Lebih lanjut Amin Maki juga menyampaikan bahwa rintisan Kampung Moderasi Beragama telah dilakukan dengan silaturahim dengan elemen masyarakat dari berbagai unsur Agama.



Ditempat terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan terima kasih atas kepercayaan Balitbang yang menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu tujuan pengukuran.
"Ada 11 KUA Kecamatan Revitalisasi di Kabupaten Banyuwangi yang merupakan jumlah terbanyak KUA Revitalisasi di Indonesia" kata Amak.
Dalam pengukuran KUA Revitalisasi tersebut team Litbang Keagamaan Semarang dipandu Kasi Bimas Islam Mastur..
Dalam kesempatan tersebut Mastur menyampaikan tentang inovasi dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk KUA Kecamatan seperti KUA Goes to School Dalam program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) Pojok Cinta (Cerita Indah Tentang Kita) dan lain-lain.
Syafaat yang ikut mendampingi Team dari Litbang Semarang menyampaikan tentang Literasi Digital Pada KUA Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Ketua Komunitas Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama) tersebut menyampaikan bahwa bernafas pelatihan literasi telah disampaikan Kepada Pegawai KUA Kecamatan, termasuk Penyuluh Agama Islam, sehingga berita kegiatan KUA Kecamatan dapat tersampaikan Kepada masyarakat melalui media online.
"Sebuah tantangan bagi Penghulu, Penyuluh dan Guru untuk mengirimkan Karya Tulis Ilmiah dalam Jurnal Smart yang dikelola Balitbang Kementerian Agama di Semarang" kata Syafaat.
Pengukuran dari Balitbang tersebut dilakukan hingga Jumat (10/03/23) u tuk KUA Kecamatan Srono, KUA Kecamatan Muncar dan KUA Kecamatan Gambiran (syaf)

Industri Makanan Ringan di Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Warta Blambangan) Untuk Kecamatan di Banyuwangi yang paling banyak indutri makanan dan minuman adalah Kecamatan Srono. Jumlahnya mencapai 1336.



Lalu disusul oleh Kecamatan Banyuwangi dengan jumlah mencapai 1052, Kecamatan Kalibaru sebanyak 751, Kecamatan Glenmore sebanyak 680, Kecamatan Kabat sebanyak 662, dan Kecamatan Blimbingsari sebanyak 632.

Kemudian untuk Kecamatan Pesanggaran industri makanan dan minuman jumlahnya mencapai 391, Kecamatan Siliragung 295, Kecamatan Bangorejo 398, dan Kecamatan Purwoharjo sebanyak 132.

Sedangkan untuk Kecamatan Tegaldlimo jumlah industri jenis makanan dan minuman sebanyak 258, Kecamatan Muncar sebanyak 224, Kecamatan Cluring sebnyak 113, dan Kecamatan Gambiran sebanyak 363.

Untuk Kecamatan Tegalsari industri jenis makanan dan minuman jumlahnya mencapai 390, Kecamatan Genteng sebanyak 254, Kecamatan Rogojampi sebanyak 541.

Untuk Kecamatan Singojuruh jumlahnya mencapai 171, Kecamatan Sempu sebanyak 309, Kecamatan Songgon sebanyak 77, Kecamatan Glagah sebanyak 169. Kecamatan Giri sebanyak 37, Kecamatan Kalipuro sebanyak 286, dan Kecamatan Wongsorejo sebanyak 100.

Ponpes Akmalul Muhsinin Gelar Haflah Akhirussanah Wisuda Santri Amsillaty

Banyuwangi (Warta Blambangan) Pondok Pesantren Akmalul Muhsinin dan LKSA Graha Anak Sholeh menggelar Pengajian Umum dan Haflah Akhirussanah wisuda TPQ, Hafidz Juz Amma dan Amsillaty Kitab Kuning di yayasan Jl Kopral Sanusi 32 Karangbaru Panderejo Banyuwangi,Sabtu, (04/03/23).Acara diawali gema Wahyu Illahi yang disertai terjemahan bahasa Jawa,Baca Puisi Santri Sejati Rindu Ayahbunda serta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya lanjut Ya Lal Waton dan Himne Pondok.



Pada saat wisuda santri yang dihadiri walisantri asal Denpasar, Madura, Pasuruan dan berbagai pelosok Banyuwangi ini juga  terdapat unjuk keahlian  sekaligus menguji rasa percaya diri santri. Hal ini dipandu Ustadzh Zainul Abidin, ust Irfan dan perwakilan Koordinator Amtsilaty Ust Amin. Lanjut mendapatkan Syahadah dan gordon."Nahwu itu akibatkan santri ngelu.Namun dengan metode Amsillaty ini jadi lebih gampang dan menyenangkan membaca kitab kuning gundul!" tutur Ust Amin yang juga menjadi guru di MI Islamiyah Rogojampi.


Lurah Panderejo Mochammad Syafi'i yang asli dari Karangbaru dalam sambutannya terharu dan takjub  kuasa Allah atas perkembangan pondok dalam kota yang kian maju ini serta jadi benteng moral di kampung. "Awal mulai numpang hingga bisa beli dan bangun sekarang ini saya saksinya. Saya tidak menyangka yang menampung santri miskin dan anak yatim bisa jaya hingga saat ini. Saya memuji semangat dan kesabaran serta tawakkallah pengasuh!" Tutur lurah yang selalu mendinginkan warga ini di depan undangan para ulama, habaib, assatidz, RT/RW serta tokoh,Ketua MWC NU,Ketum BKPRMI,tokoh masyarakat dan KS mitra pondok ini.



Pengasuh PPAM, KH Imam Hasan Thoha dalam acara yang bertema Membangun Peradaban berbasis Al-Qur'an dan Masjid  ini berharap kita semua bisa menjaga aqidah, memilih pemimpin yang amanah dan islami serta memakmurkan masjid dan musholla untuk moral ummat dan kesejahteraan jamaah. "Mari kita siapkan anak kita menjadi anak sholeh-sholehah untuk kebahagian keluarga dunia akherat!" pesan kyai asal Sumenep ini seraya menyampaikan siap menggembleng kader bangsa dan agama di yayasannya bagi yatim, piatu, dhuafa dan mualaf yang sinergi dengan sekolah terbuka SMPN 2 Kalipuro, SMP Tahfidz, SMA Muhammadiyah, MA Baiturahman, SMK AM, SMKN 1 Banyuwangi, SMK Gajah Mada dan SMKN 1 Glagah serta siap mendampingi siswa yang mau kuliah. Monggo hubungi admin yayasan bagi yang mau menuntut ilmu atau amal jariyah buat generasi Qur'ani ke 085790280321 dan 0813329820001.Yayasan sudah merintis asrama putra dan SMK di Jl Mahakam Mojoroto Giri.

Pada penerimaan siswa dan santriwan dan santriwati tahun ini bisa melalui sistem online terlebih dahulu. Akses PPDB yakni   https://bit.ly/PendaftaranPPAM2023 


Sementara itu Ust Andi Hidayat dalam mauidzotul hasanah berharap 99 santri-santriwati  ilmu berkah dan menolong orangtuanya dunia akherat. Bersyukur ada upaya dari kyai dan ustadz yang menyiapkan kader marbot dan jamaah masjid. "Masalahnya, banyak masjid megah..jamaah sepi dan takmir yang belum paham memakmurkan masjid. Saya juga berharap masjid ramai dengan anak kecil, kader jamaah dan takmir. Jangan keras dan amarah de0ngan tingkah anak kecil di masjid. Saya juga pesan agar imam terawih jangan terlalu lama serta super kilat hingga tak sempat baca Al Fatehah!" ungkap mubaligh putra lurah Rogojampi alumni Ponpes Sukorejo ini.(Aguk/AM/JN)

Jumat Curhat KUA Kecamatan Srono di MAN 3 Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Jumat Curhat di gelar di Madrasah Aliyah Negeri  (MAN) 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono, Jumat (03/03/2023) yang diikuti Forum Pimpinan Kecamatan Srono.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Srono Amin Maki menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dihadapan siswa Kelas XII MAN 3 Banyuwangi tersebut adalah pencegahan pergaulan bebas yang mengakibatkan pernikahan dini.



Sedangkan Kapolsek Srono Junaedi lebih menekankan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba yang juga dapat merusak masa depan remaja.
Camat Srono Tri Wahyu Anggraeni berharap dengan acara Jumat Curhat dan Silaturahim ini dapat dijadikan sarana menyampaikan segala uneg-uneg, baik Forpimka maupun masyarakat.


Kegiatan yang digelar ini merupakan salah satu tindak lanjut Rakorda yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata tentang pencegahan kekerasan pada anak beberapa waktu yang lalu.

Ditempat terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr Moh Amak Burhanudin menyampakan bahwa segala upaya dilakukan untuk menghindari pernikahan dini di Kabupaten Banyuwangi.
"Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk peningkatan kualitas keluarga yang salah satu upayanya dengan pendewasaan usia perkawinan" kata Amak.

Kepala MAN 3 Banyuwangi Ahmad Suyuthi menyambut baik Jumat Curhat yang dilakukan para Pimpinan Dinas dan Instansi di Kecamatan Srono. (syaf)


PeduliLindungi Resmi Berubah Jadi SatuSehat Mobile Hari Ini


Jakarta (Warta Blambangan) Kemenkes menyebut aplikasi PeduliLindungi resmi berubah menjadi SatuSehat Mobile pada hari ini, Rabu (1/3/2023). Pengguna PeduliLindungi tidak perlu uninstall sebab aplikasi tersebut akan bertransformasi menjadi SatuSehat Mobile..


Sehubungan dengan perubahan aplikasi PeduliLindungi menjadi SatuSehat Mobile per 1 Maret 2023, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau para pelanggan untuk dapat menunjukkan dokumen vaksin saat melakukan boarding. Dokumen vaksin tersebut dapat berupa soft copy yang ditunjukkan di handphone ataupun dokumen fisik.

"Pelanggan untuk sementara waktu diimbau membawa dokumen vaksin sebagai antisipasi jika validasi status vaksin pelanggan saat boarding mengalami gangguan dalam menampilkan status vaksin. Hal ini terkait adanya proses migrasi aplikasi PeduliLindungi ke SatuSehat Mobile," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, KAI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan sebagai pihak yang mengelola aplikasi SatuSehat Mobile. Apabila proses migrasi telah selesai semua dan integrasi dengan sistem boarding sudah normal seperti semula, kami akan segera sampaikan kepada masyarakat.

KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI untuk membantu proses validasi dokumen kesehatan calon pelanggan sejak 23 Juli 2021. Melalui integrasi tersebut, data vaksinasi pelanggan akan muncul pada layar komputer petugas pada saat proses boarding. Integrasi ini terwujud melalui kerja sama antara KAI dan Kementerian Kesehatan.

"Terintegrasinya aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, juga untuk menghindari pemalsuan dokumen," ujar Joni
Adapun syarat naik kereta api sejauh ini masih mengacu pada SE Kemeterian Perhubungan No 84 Th 2022 dan SE Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/II/3984/2022 sejak 19 Desember 2022.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service KAI di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121. (Team)

Bangga  Memakai batik Ecoprint Karya Sendiri Siswi MI Darun Najah II

Banyuwangi (Warta Blambangan) Mendidik siswa untuk mencintai lingkungan tidak harus selalu dilakukan dengan menanam dan merawat tumbuhan saja. Sebagaimana yang dilakukan siswi kelas 6 MI Darun Najah II Banyuwangi membatik dengan teknik ecoprint untuk memanfaatkan daun, ranting  serta bunga di sekitar Selasa (28/02/2023).


Kegiatan ini disupport dan dipandu oleh salah satu Crafter Ecoprint ibu Nanik Sugiyatik dari komunitas Jejak Godong Ecoprint. Nanik memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah organik, salah satunya yaitu digunakan untuk membatik pada media kaos sesuai dengan tema yang sedang dipelajari siswi kelas 6 yaitu membatik.


Ada beberapa langkah yang harus dilakukan, pertama scoring yaitu merendam kaos dengan soda ash dan detergent cair, selanjutnya mordanting yaitu merendam kaos selama 8 jam dengan soda ash dan tawas yang dipanaskan. Setelah dikeringkan dilanjutkan proses pounding yaitu menata daun, bunga dan ranting pada media kaos kemudian dipukul-pukul dengan palu dari kayu. Proses puonding ini merupakan hal yang menyenangkan bagi siswi dimana mereka bisa berkreasi sesuai selera untk menghias kaos masing-masing. Untuk mengunci warna agar tidak luntur dilakukan fiksasi yaitu dicelupkan ke larutan tawas sebagai proses terakhir. Seluruh proses ini memakan waktu hampir 1 minggu.


Siswi sudah tidak sabar untuk bergaya, karena hasil kreasi membatik dengan ecoprint pada media kaos ini nantinya digunakan sendiri oleh siswi.  "Dengan kegiatan ini diharapkan siswa lebih mencintai lingkungan dan bangga mengenakan hasil kreasi sendiri, selain itu ecoprint bisa menjadi lahan wirausaha di madrasah" begitu kata kepala MI Darun Najah II Majidatul Himmah. (eni)
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger