Pages

MAN 3 Banyuwangi Adakan lomba Cipta Puisi dan siap ikuti Obor Sastra Indonesia

Lomba cipta puisi dalam rangka semarak bulan bahasa dan sastra sebagai intelegensi bangsa dan peringatan ke 77 HAB Kementerian Agama di gelar 

oleh tim literasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi  di Kecamatan Srono,  3  karya terbaik akan diikutkan dalam antologi puisi folklor Banyuwangi yang digawangi oleh Obor Sastra Indonesia. Yaitu sebuah wadah seniman nusantara, terkhusus daerah Banyuwangi. 


Dalam sambutannya guru senior  Bahasa Indonesia Edi Susanto, mengatakan "Harapannya dengan lomba cipta puisi ini akan menghasilkan sastrawan-sastrawan muda di MAN 3 Banyuwangi, khususnya di bidang puisi". Pesannya.

Lebih lanjut Edi berharap siswa terus meningkatkan kemampuannya. 

"Tetaplah berkarya  dalam situasi apapun". Ungkapnya. 


Lomba ini terlaksana di gedung Ma'had putra pada hari Kamis, tanggal 20/10/2022 tepatnya jam 08.00-10.00 yang pesertanya diambil dari perwakilan masing masing kelas. Dengan jumlah maksimal 1 siswa untuk mewakilkan kelasnya dalam lomba cipta puisi tapi ternyata peserta lomba di luar ekspetasi panitia, karena masing masing kelas mengeluarkan lebih dari 1 peserta, karena rasa antusias siswa yang begitu tinggi dalam rangka menyambut bulan bahasa dan sastra. 

"Jadi peserta lomba cipta puisi menembus 45 peserta dari 27 kelas di Man 3 Banyuwangi" ungkap Eny Susiani, prnggerak literasi. 


Panitia telah menetapkan 3 aspek dalam penjuaraan cipta puisi diataranya:, yang pertama formal puisi yang meliputi judul, pengarang tipografi dan titimangsa penulisan. Aspek berikutnya keselarasan unsur puisi yang meliputi citraan, majas, rima dan irama, diksi dan idiom. Aspek selanjutnya yaitu kejelasan hakikat puisi yang didalamnya memuat kesesuaian tema/isi dengan judul, amanat baik tersurat maupun tersirat serta sikap penulis (baik terhadap tema puisi maupun pembaca yang dituju). 



Tentunya jajaran puisi-puisi ini dinilai oleh juri juri handal yaitu Syafaat,

S.H.,M.H.I sebagai   seniman ketua Lentera Sastra, Banyuwangi  yang juga ketua pelaksana audisi 77 penyair Khasanah Kebudayaan Banyuwangi, Obor Sastra Indonesia,  Krisno Punto S.OR, beliau berdua memang ahli  di bidang seni khusunya puisi. 


Eny Susiani, selaku ketua Tim literasi mengatakan bahwa acara ini di gelar untuk mewadahi bakat, minat dan kreativitas siswa di bidang puisi. 

"Kami dari tim literasi berharap bisa mewadahi kreatifitas dan ide-ide dari peserta yang teruntai dalam kata kata indah dalam bentuk puisi, yang harapannya bisa  menginspirasi dan memotivasi siswa di bidang Literasi" ungkapnya. 


Kepala MAN 3 Banyuwangi Dts. Akhmad Suyuti, M.Pd.I  menyampaikan bahwa Madrasah akan memberikan apresiasi terhadap semua karya.

"berikan ruang kepada siswa untuk berkarya, jika mereka bisa menghasilkan karya itu harus kita apresiasi, jika guru yang berkarya itu biasa tapi jika siswa yang berkarya baru luar biasa". Ungkapnya.

Lebih lanjut Akhmad Suyuti menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 77 Kementerian Agama Republik Indonesia. (syaf)

Unta, dan Burung Ababil Pada Pawai Warga Prejengan 1 Rogojampi



Perigatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan Takmir Musholla Al Inabah dan Karang Taruna Prejengan 1 Rogojampi, Selasa,(18-10-2022) dengan hadirkan Ketua Rijalul Anshor Kabupaten Banyuwangi KH.Irham Cholili Askandar,SH asal Bangorejo untuk maudhah hasanah hikmah kanjeng Rasul yang uswatun hasanah,bakdha sholat Isya.

Rangkaian acara diawali Pawai Ndog-ndogan yang diangkut 10 becak start-finish di Masjid Besar Baiturohiem Rogojampi yang diberangkatkan Kasun Mahmudi Basuni.Pawai kian marak karena diikuti 45 sepeda hias, replika Unta dan Burung Ababil  serta perahu Nabi  Nuh yang diatraksikan remaja musholla.Juga ada replika telur asin raksasa yang dibawa juragan telur asin H.Untung .Kian heboh laksana karnaval para emak-emak yang menari dan menyanyi ikuti iringan Kuntulan asal Bunder dan Hadrah asuhan Ketua Takmir H.Junaidi.Pawai yang dikawal mobil polsek dan woro-woro dengan Mobil Pelayanan Desa Rogojampi itu melintasi Dusun Candian,Maduran dan Perbatasan Prejengan 1 dan 2 yang dikenal jalan stasiun dan pasar Rogojampi itu diikuti Ketua RT dan RW dengan busana yang menyesuaikan riang gembira menyambut Maulid.Pas adzan asyar kafilah pawai memasuki halaman masjid lagi dengan sikon seluruh telur yang diarak dibagikan ke warga yang menyaksikan.

Ustadz Asrori,S.Pd yang mewakili panitia  bersyukur seluruh rangkaian acara bisa terlaksana sesuai harapan dengan cuaca yang mendukung.Dan dihadiri Muspides dan warga serta perwakilan dusun."Semoga kerukunan,kesejahteraan dan keberkahan menyertai kita semua!" ujar Guru MTSN 10 Cangkring ini seraya terima kasih atas segala sumbangsih dan mohon maaf atas segala kekhilafan.

Acara yang dimeriahkan Hadrah santri Al Inabah  dan Samroh Al Hikmah Muslimat Prejengan 1 itu,juga ada gema wahyu Illahi dari anak yatim yang masih kelas 0 besar TKM Khadijah 157, Hasnah Naili Humairoh yang membacakan Surat Ar Rohman serta baca puisi Syafaat Rasulillah oleh Istiqlal Syukri Ahmad dari barisan Polisi Cilik MI Islamiyah Rogojampi yang punya prestasi  Tingkat Jatim.

Bripka Mastur Bhabinkabtimas yang sambutan mewakili Kades Hj Siti Jamilah yang duduk berbaur dengan warga menyampaikan menyambut baik kegiatan keagamaan ini seraya sampaikan saat ada sikon banyak kejadian kenakalan remaja seperti asusila dan narkoba yang ditangani polsek.Mastur juga berharap kita bisa menjaga suasana kondusif menyambut KTT G20 di Bali.

Gus Irham dalam ceramahnya menyampaikan hendaknya kita banyak istighfar,sholawat dan peduli sesama untuk mencapai kebahagian dunia akherat."Semoga yang senang dan hadir di majelis maulid diakui dan mendapat syafaat beliau yang telah wafat 1.500 tahun lalu namun bisa selalu hadir kala ummatnya membaca sholawat!" tutur keluarga besar pondok berasan ini seraya berdoa seluruh ragam masalah kehidupan seperti pendidikan anak dan utang diselesaikan Allah lewat silaturahim dan hadir di majelis ilmu.(team)

MTsN 12 Banyuwangi Dartar 6 Peserta Baca Puisi.


Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Banyuwangi di Kecamatan Wongsorejo mendaftarkan 6 peseta baca puisi Rahim Suci Bunda Sri Tanjung Rabu (19/10/2022).


Didampingi Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat, dan Kepala Tata Usaha Ismaeati, serta Waka Kurikulum M.Umar, Kepala MTsN 12 Banyuwangi Herny Nilawati menyampaikan bahwa dari 6 peserta tersebut terdiri dari 2 peserta guru dan 4 peserta dari siswa.
"Peserta sudah kita persiapkan dengan pelatihan khusus yang insyaallah penampilannya tidak mengecewakan" ungkapnya.
Guru yang telah menulis 4 judul buku dan beberapa buku antologi tersebut menyampaikan bahwa Madrasahnya mengikuti lomba ini agar para guru dan siswa menambah wawasan dibidang sastra.
Ditempat terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Moh. Amak Burhanudin memberikan apresiasi terhadap Kepala MTsN 12 Banyuwangi yang penuh semangat mendaftarkan sekaligus 6 peserta.

Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa Herny Nilawati merupakan salah satu anggota Komunitas Lentera Sastra yang aktif menulis.
"Buku puisinya yang pernah ditulis Bu Herny Nilawati cukup bagua dan dapat menambah Khasanah sastra di Banyuwangi" ungkapnya.
Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa Lentera Sastra akan menyiapkan dengan matang anggota yang mengikuti lomba ini.(Syaf)

Semarak 77 Penulis Puisi Banyuwangi.


Komunikasi Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama) Kabupaten Banyuwangi dan beberapa komunitas seni dan budaya di ujung timur Pulau Jawa bertekat membuat puisi tentang folklor (Cerita rakyat yang tumbuh di masyarakat) Banyuwangi. Hal ini tercetus dalam Ngopi Puisi di Blam-G Kecamatan Genteng, Ahad (16/19/2022).


Selain dari Komunitas Lentera Sastra, hadir Novelis asli Banyuwangi yang saat ini bermukin di Jakarta Jakarta Halimah Munawir, Aekanu Hariyono dari Killing Osing Banyuwangi serta Giemin Artekjusti dari Muncar.
"Kita kobarkan Obor Sastra Indonesia dari Ujung Timur Pulau Jawa" ungkap Halimah.


Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat menyampaikan bahwa Tema Folklor  Banyuwangi sengaja dipilih  dengan mengingat keanekaragaman seni dan budaya yang ada di Banyuwangi, serta masih  berkembangnya cerita rakyat yang masih hidup dan berkembang dimasyarakat.
"Puisi tersebut akan kita  bukukan dan akan kita bahas dalam acara khusus yang berbeda dari sebelumnya" ungkapnya.
Aekanu Hariyono yang telah menerbitkan beberapa buku tentang cerita rakyat Banyuwangi menyampaikan bahwa mengemaa cerita rakyat dalam bentuk puisi tentu sangat menarik.

Lebih lanjut Aekanu menyampaikan bahwa dirinya sudah pernah bertemu dengan B. Halimah di kediamannya di Jakarta  dan sangat mendukung ide brilian untuk perkembangan Sastra, terutama di Banyuwangi sebagai tanah Kelahirannya.
Pemilik Blam-G Futsal Genteng tersebut berharap para penulis dari Banyuwangi saat  ini lebih banyak dikenal se Indonesia.

Ditanya angka 77, Syafaat menyampaikan bahwa hal ini juga terkait peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2023 (Syaf)

Lomba Siroh Nabawi dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di MI Darunnajah II.


Banyuwangi - MI. Darunnajah II Tukangkayu Banyuwangi, mengadakan bercerita lomba Siroh Nabawi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dibuka oleh Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II, Rabu (06/10/2022) Acara yang dilaksanakan di aula atas ini dikuti oleh siswi MI. Darun najah II sebanyak 45 peserta dari perwakilan kelas 1 hingga kelas 6,. Materi bercerita yang dibawakan adalah Sejarah Perjalanan Nabi Muhammad Saw.


Dalam sambutannya, Majidatul Himmah mengharapkan melalui lomba ini anak-anak dapat termotivasi untuk lebih giat berlatih, dalam kegiatan literasi khususnya membaca, karena dengan membaca maka pengetahuan anak-anak akan lebih luas dan lebih berkembang sehingga anak-anak akan lebih mudah untuk menuangkan pengetahuan mereka dalam sebuah cerita, selain itu dengan adanya lomba ini dia berharap dapat melatih anak-anak untuk lebih percaya diri dan berani untuk berekspresi.
"acara ini juga dilaksanakan dalam rangka bulan bahasa" ungkap Majid.
Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini siswa semakin faham dengan siroh Nabawi, juga menambah pengalaman bagi siswa untuk lebih berani tampil di depan publik.

Agus Nuryadi Selaku dewan juri dalam lomba ini juga mengungkapkan bahwa lomba ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk mengetahui bagaimana cerita perjalanan nabi Muhammad Saw. "Dalam membawakan sebuah cerita kita harus berani untuk mengeluarkan suara, berekspresi, mampu mengajak audience berkomunikasi, dan mampu menggunakan atau memainkan properti dalam cerita". Ujar Agoek (panggilan akrabnya). Dalam kesempatan ini Agus juga mengajak anak-anak untuk berlatih dalam mengeluarkan vokal, mengatur suara, serta dalam memainkan warna suara. Dia juga berharap kedepannya anak-anak MI Darunnajah II dapat berkembang lagi dan bisa mengikuti perlombaan selanjutnya hingga tingkat provinsi. (Eni K.)

Kuis Interaktif Berhadiah Mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Yayasan Darun Najah Banyuwangi*


Banyuwangi - Darunnajah. Puncak acara peringatan maulid Nabi Muhammad Saw dilakukan serentak oleh seluruh keluarga besar Darunnajah dengan bersholawat dan Kirab Endog-endogan. Acara yang diadakan di halaman madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MI Darun najah I dan II serta MTs Darun najah, seluruh dewan asatidz, beberapa Pengurus Yayasan Pendidikan Sosial Darunnajah dan beberapa anggota paguyuban kelas, pengurus komite sekolah, serta beberapa wali murid yang ikut serta dalam memeriahkan acara ini. Dalam kegiatan ini ada hal yang menarik perhatian para siswa-siswi, saat KH Latief Harun selaku Pengasuh Pesantren Darun najah disela-sela sambutannya mengadakan kuis interaktif dengan memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp. 50.000 bagi siswa yang dapat menjawab dengan benar. Sabtu(15/10/2022)

Sebanyak 70 personil drumband Gita Nada Darun najah mengawali peringatan maulid Nabi Muhammad Saw dengan pawai endog-endogan yang dilepas   oleh Hj. Ma'mulah Harun, selaku Pengurus Yayasan Pendidikan Sosial Darun najah Banyuwangi tepat pada jam 06.30 WIB, dengan diiringi puluhan hiasan telur diatas becak serta barisan siswa siswi MI Darun najah I dan II serta MTs. Darun najah. Kemeriahan ini dilengkapi dengan pembagian telur untuk penonton sepanjang jalan yang dilalui pada saat kirab. Ditempat terpisah beberapa siswa dan para asatidz membaca dzikir maulid diatas pentas dengan diiringi hadrah al banjari.

(Bu nyai Hj. Ma'mulah, sapaannya), menyampaikan bahwa dengan adanya peringatan kegiatan maulid Nabi Muhammad Saw ini, maka dapat menambah kecintaan para asatidz serta murid-murid Darunnajah terhadap Baginda Rasulullah Saw, dengan cara mengadakan berbagai lomba yang masih terkait dengan edukasi dan memuat keteladanan Rasulullah Saw.

Pada bulan istimewa ini, banyak masjid, musholla, sekolah bahkan kantor pemerintahan memperingati bulan kelahiran Baginda Rasulullah, sebagai ungkapan rasa cinta umat Nabi Muhammad kepada Rasulnya. Begitu pula di Yayasan Pendidikan Sosial Darun najah, beberapa hari sebelum kegiatan maulid Nabi, diadakan lomba-lomba untuk siswa dalam rangka memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw. Diantaranya lomba bercerita Siroh Nabawi, lomba dzikir maulid serta lomba menghias judang telur yang melibatkan para wali murid dalam menghias. Juara 1 lomba bercerita Siroh Nabawi diraih oleh Azza Kamilatuz Zahra siswi Kelas IIB MI. Darun najah II. Lomba dzikir maulid dimenangkan oleh kelompok dari kelas VI MI Darun najah II dengan vokalis Aisyah Zahrotul Firdausi dan Lomba menghias judang dimenangkan oleh kelompok dari kelas 2A MI. Darun najah I.

"Saya berharap acara ini bukan hanya sekedar acara rutinan tahunan saja, dan bukan sekedar seremonial belaka, akan tetapi peringatan maulid yang dilaksanakan ini, harapannya agar kita kembali mengingat sejarah Nabi Muhammad Saw, dan agar kita mengetahui keluhuran akhlak-akhlak beliau, sehingga dapat kita jadikan contoh dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari". ujar Nasrudin selaku ketua panitia PHBI. (eni.k)

Lentera Sastra Bedah Novel Rembulan di Pucuk Cemara.


Novel karya Sulistyowati dengan Judul Rembulan di Pucuk Cemara  dibedah Komunitas Lentera Sastra dalam Jambore Literasi Banyuwangi Book Fair pada hari ke sembilan, Jumat (14/10/2022)


Selain menghadirkan sang Penulis yang didampingi Kepala MTsN 1 Banyuwangi Salman, juga para penulis handal dari Banyuwangi, seperti Nurul Ludfia Rochmah, Guru MAN 1 Banyuwangi yang telah menerbitkan lebih dari 20 judul buku, juga Dosen Untag Banyuwangi Muttafaqur Rohmah serta Ketua Komunitas Lentera Sastra Syafaat.
Sang penulis menyampaikan bahwa inti novel yang ditulisnya merupakan kisah tentang perjodogan dengan teman kecil yang sempat ditolak. Sulistyowati menyampaikan bahwa ada filosofi tersendiri dari judul novel yang ditulisnya.
"tokoh dalam novel tersebut bernama Luna yang artinya bukan, serta Surya yang berarti matahari, Rembulan tidak akan menampakkan sinarnya tanoa adanya matahari" ungkapnya.


Anggota Komunitas Lentera Sastra yang  juga Guru Matematika ini menyampaikan bahwa tidak semua bentuk perjodohan itu tidak baik, banyak juga perjodohan yang berakhir bahagia.
Muttafaqur Rohmah menyampaikan bahwa Novel ini ditulis oleh "orang gila" hal ini disampaikan dengan mengingat Novel setebal 374 halaman tersebut ditulis tidak sampai setahun oleh penulis yang mempunyai tugas sebagai seorang pendidik.
"Saya belum mampu menulis novel secepat Bu Sulis" ungkapnya.
Dihadapan peserta yang sebagian besar merupakan Mahasiswa Untag Banyuwangi ini Bu Uut (Panggilan akrabnya) mengajak para Mahasiswa bukan hanya mencermati novel dari nilai sastranya saja, terapi juga nilai sosial yang terkandung di dalamnya.

Berbeda dengan Bu Uut, Nurul Ludfia Rochmah atau biasa disapa Bu Upik ini menyebut sang Penulis sebagai "orang sakti" yang dapat menyelesaikan novel bernilai sastra tinggi dalam waktu cepat. Bu Upik juga membahas tentang nilai-nilai dan Kajuan Sastra. Para peserta yang terdiri dari Mahasiswa Untag Banyuwangi, Unej Jember, Siswa MAN 1 dan MTsN 1 Banyuwangi, serta SDN 1 Giri sangat antusuas mendengarkan paoaran para Narasumber.

Sementara itu Syafaat memberikan apresiasi terhadap kebangkitan Literasi pada Kementerian Agama dan masyarakat Banyuwangi.
"Jambore Literasi dengan persiapan sangat mendadak yang dikoordinasikan melalui WhatsApp dapat terlaksana dengan baik, dan hari ini dengan narasumber yang luar biasa serta peserta yang tidak kebagian tempat duduk dan rela menggelar banner untuk mengikuti bedah buku" ungkapnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin yang mengikuti kegiatan secara Streaming pada saluran Youtube Lentera Sastra menyampaikan apresiasi terhadap penulus dan Narasumber dari Kementerian Agama.
"Semangat Literasi Kemenag Banyuwangi untuk Indonesia" ungkapnya.
Acara yang dipandu Nur Khofifah dari MIN 1 Banyuwangi tersebut lebih menarik ketika pada sesi tanya jawab.(syaf)
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger