Pages

SETELAH REDA

 SETELAH REDA

Oleh : Faiz Abadi

Setelah hujan reda

Esok hari berseri

Daun daun hijau terus bersemi

Lalu tumbuhlah segenap biji

Alampun kembali lengang

Gemuruh dan badai tak akan datang

Lalaikah engkau dengan segenap umpama pada masing masing kita

Segenap gemuruh di dada

Segenap prahara dalam langkah kehidupan

Segenap badai yang melanda

Laksana hujan yang mana

Membawa keberkahan

Keceriaan cuaca di pagi hari

Ataukah membawa banjir bandang 

Merusak segala yang ada

Setelah kepergian kita 

Hujan apakah datang melanda


Bwi, 7 Feb.2021..setelah hujan reda

Kata-Kata 2

 “Kata-Kata 2”

Oleh : Dardiri

Pada mulanya adalah kata. Malu-malu membuka jendela pertama kegelisahannya. Mengasah mau-nya yang purba dengan suara. Melahirkan isyarat dan tanda. Menjalin janji bersama bunyi. Lalu berkelana ke bukit-bukit berbait. Melayang-layang di atas batu karang dan jurang tinta sewarna arang. Mengalir ke hilir syair. Menggelepar di dalam lautan debar. Meluruh di muara rasa menggemuruh. Melesat ke cakrawala firasat. Mengambil sepotong wahyu di langit-langit semu. Mengembara di hutan-hutan wingit nurani menyempit. Mengitari setapak jalan memanjang serupa bilah parang di rongga benak terbimbang. Berlarian di lintas larik.  Menghambur bersama tambur rindu melebur. Mengambil bentuk dalam rimpis baris. Melukis nada dalam kotak irama. Menghantar kabar dari rekah  bergambar. Menyelinap sekap di persimpangan jeda. Mengendap-endap dalam belantara rahasia.

Hingga,

Sampailah kepada-mu,

Yang sebenarnya aku sendiripun tak tahu,-


(K G P H : 07 Februari 2021)

SAAT GIGIKU LEPAS SATU

 SAAT GIGIKU  LEPAS SATU

Oleh : Rohimah

Ramadhan hari kedua gigiku lepas satu

Sedih rasanya

Senyumku sempat tak lebar lagi

Apalagi ketawaku yang menyeringai

Aku berkaca dalam diri

Sudah Engkau pinta milikku sementara

Usiaku mungkin hingga 60 an

Sudah lima perenam ditempuhnya

Tuhan aku tidak ingin ke neraka

Tapi pastaskah aku ke Surga

Tuhan sudah sepantasnya kutanggalkan semua predikat

Tentunya juga cinta seumur saja

Lalu kugenggam rindu pada siapa

Sedang selama ini kutepiskan segenap rindu sebenarnya

Seperti nyala lilin redup

Menerangi ruangan gelap seluas dunia

Terkadang mati kutiup sendiri

Saat ku kejar semua cinta dunia

Aku tahu titian sirothol mustakim sehalus rambut

Tapi mataku tak mampu melihatnya

Mata-Mata 3

 --Mata-Mata 3--

Oleh : Dardiri

Mata rindu,

Mata sendu,

Mata sayu,

Mata palsu,

Mata batu,

Mata kaki,

Mata hati,

Mata puisi,

Mata bunyi,

Mata sunyi,

Mata janji,

Mata api,

Mata cinta,

Mata buta,

Mata paksa,

Mata Sukma,

Mata jiwa,

Mata beku,

Mata bisu,

Mata pukau,

Mata risau,

Mata nafsu,

Mata pisau,

Mata peluru,

Mata waktu,

Mata kerat,

Mata jerat,

Mata laknat,

Mata keramat,

Mata celurit,

Mata keris,

Mata badik,

Mata bidik,

Mata tombak,

Mata ombak,

Mata panah,

Mata resah,

Mata amarah, 

Mata angin,

Mata cermin,

Mata cincin,

Mata senja,

Mata malam,

Mata pagi,

Mata hujan,

Mata datar,

Mata nanar,

Mata binal,

Mata nakal,

Mata goda,

Mata gadai,

Mata gila,

Mata geli,

Mata pedang,

Mata lengang,

Mata kerontang,

Mata gelombang,

Mata kerak,

Mata serak,

Mata kabut,

Mata maut,

Mata kata,


Dari mata ke mata lewat mata menuju mata milik mata,


Main mata,


Mata-mata,


Kita?,-



(K G P H : 06 Februari 2021)

SEHARUSNYA KUBANGUN SEJAK DULU

 SEHARUSNYA KUBANGUN SEJAK DULU

Oleh : Faiz Abadi

Bangunan ini bernama Qolbu

Pondasi bernama iman

Tiang pancang dan seluruhnya adalah taqwa

Di atas menara sana aku pernah berkaca

Saat usia senja masihkah semuanya kukuh

Atau bahkan runtuh

Gemerlap dunia membuat lupa

Di persimpangan kutub jasad dan jiwa

Seharusnya ku perkuat keduanya

Kebutuhan jasad selalu menggebu

Bahkan tujuh turunan tiada habisnya

Rumah dan gedung tinggi kokoh

Seperti pencakar langit

Jiwaku hingga kini kosong melompong

Dalam pergantian siang malam

Selalu kegelisahan datang

Apalagi ketika sepi sunyi menyapa

Tetapi semuanya tidak pernah ku hiraukan

Ku ambil sedikit saja ayat ayat

Itupun untuk membangun citra diri

Juga kewibawaan di hadapan manusia

DihadapanMu jujur kukatakan

Tak sanggup

Sungguh tak sanggup bila Engkau mengambilnya tiba tiba

Antitese 3

 --Antitese 3--

Oleh : Dardiri

Berbicaralah tentang rembulan merah saga di bantaran mega,

Kelak kukabarkan kepadamu tentang malam yang menjadi  jelaga,


Berbicaralah tentang spektra bianglala di lintas senja,

Kelak kuceritakan kepadamu tentang rekah kuncup angin yang selalu manja,


Berbicaralah tentang keterjagaan langit-langit mimpi,

Kelak kukisahkan kepadamu tentang igauan yang tak mengenal jalan kembali,


Berbicaralah tentang kaki waktu yang terus berpacu,

Kelak kulukiskan kepadamu tentang rindu yang kehilangan tumpu,


Berbicaralah tentang gilang lautan cahaya,

Kelak kutuliskan kepadamu tentang lekat yang tersekap niscaya,


Berbicaralah tentang serimbunan embun berteduh,

Kelak kugambarkan kepadamu tentang segala yang bergemuruh menjadi luruh,


Berbicaralah tentang telaga bening tiada tepi,

Kelak kuteriakkan kepadamu tentang sepi yang nyaris abadi,


Berbicaralah segalanya tentang diri-ku,

Kelak aku ada dalam diri-mu,-


(K G P H : 06 Februari 2021)

Anaphora

 --Anaphora--

Oleh : Dardiri

Bahwa yang hilang akan selalu menyisakan lengang?,

Bahwa yang pergi akan selalu merindukan kembali?,

Bahwa yang kasat mata akan selalu bernama?

Bahwa yang tak kasat mata akan selalu meninggalkan makna?,

Bahwa yang kelihatan akan selalu terbentur batasan?,

Bahwa yang berjalan akan selalu memintas jalinan?,

Bahwa yang gaib akan selalu ajaib?,

Bahwa yang berkisah akan selalu menjadi sejarah?,

Bahwa yang nyata akan selalu melahirkan tanda?,

Bahwa yang berpisah akan selalu terpecah?,

Bahwa yang nista akan selalu melahirkan sia-sia?,

Bahwa yang merindu akan selalu menggebu?,

Bahwa yang menyeru akan selalu membawakan deru?

Bahwa yang melintas akan selalu melewati batas?,

Bahwa yang memandang akan selalu menyeruak ruang?,

Bahwa yang percaya akan mengabadikan niscaya?,

Bahwa yang hina akan selalu mengakibatkan dena?,

Bahwa yang ngilu akan selalu menyemburat sembilu?,

Bahwa yang mulia akan selalu mendaulat puja?,

Bahwa yang terjal akan selalu mengganjal?,

Bahwa yang terlepas akan selalu melayang bebas?,

Bahwa yang melenggang akan selalu menyisakan bayang?,

Bahwa yang memagut akan selalu terikat oleh paut?,

Bahwa yang menjulang suatu saat akan selalu menghilang?,

Bahwa yang mengulang akan selalu berusaha mengaling?,

Bahwa yang berderai akan selalu terberai?,

Bahwa yang memulas suatu saat akan selalu terkelupas?,

Bahwa yang lekat akan selalu merekat?,

Bahwa yang saling suatu ketika akan selalu silang?,

Bahwa yang tabu akan selalu membawa malu?,

Bahwa yang adat akan selalu tersemat?,

Bahwa yang mukjizat akan selalu keramat?,

Bahwa yang buta akan selalu kehilangan pandangan mata?,

Bahwa yang isak akan selalu mengendapkan sesak?,

Bahwa yang mengalir akan selalu membawa alir?,

Bahwa yang menjulur akan selalu merumuskan jalur?,

Bahwa yang berpijak akan selalu membentang jarak?,

Bahwa yang membakar akan selalu menimbulkan kobar?,

Bahwa yang membeku akan selalu menjadi bisu?,

Bahwa yang setuju akan selalu berjalan kepada yang tertuju?,

Bahwa yang mempesona akan selalu terpana?,

Bahwa yang sirna akan selalu menandai fana?,

Bahwa yang silau akan selalu terpukau?,

Bahwa yang pecah akan selalu membuncah?,

Bahwa yang lemah akan selalu dihadapkan musnah?,

Bahwa yang basah akan selalu membasuh?,

Bahwa yang sayu akan selalu berakhir layu?,

Bahwa yang jatuh akan selalu meluruh?,

Bahwa yang rapuh akan selalu melepuh?,

Bahwa yang berguguran akan selalu berjatuhan?,

Bahwa yang ragu akan selalu berakibat dungu?,

Bahwa yang sakit akan selalu menyisakan pahit?,

Bahwa yang pahit akan selalu menggigit?,

Bahwa yang sepi akan selalu berdampingan sunyi?,

Bahwa yang anggun suatu saat akan selalu tertegun?,

Bahwa yang berdampingan akan selalu berdekatan?,

Bahwa yang redup akan selalu mengatup?,

Bahwa yang bergelimang akan selalu berkalang?,

Bahwa yang sendiri akan selalu mandiri?,

Bahwa yang tergerus akan selalu menjadi aus?,

Bahwa yang usang akan selalu berakhir asing?,

Bahwa yang lupa akan selalu menjadi alpa?,

Bahwa yang berbicara akan selalu meninggalkan cara?,

Bahwa yang berduka akan selalu menyisakan luka?,

Bahwa yang berdenting akan selalu terpelanting?,

Bahwa yang berdentang akan selalu berbunyi lantang?,

Bahwa yang bergelora akan selalu menggema?,

Bahwa yang asyik akan selalu terusik?,

Bahwa yang pandai akan selalu berandai?,

Bahwa yang nakal akan selalu menjadi binal?,

Bahwa yang terdekap akan selalu menangkap?,

Bahwa yang ruam akan selalu menjadi lebam?,

Bahwa yang paling akan selalu kembali pulang?,

Bahwa yang terbilang suatu saat akan selalu hilang?,

Bahwa yang termaktub suatu saat akan selalu tertutup?,

Bahwa yang hidup akan selalu menghirup?,

Bahwa yang papa akan melahirkan nestapa?,

Bahwa yang pasti akan selalu didaulat janji?,

Bahwa yang ingin akan selalu memiliki angan?,

Bahwa yang melintang akan selalu terlentang?,

Bahwa yang melayang akan selalu mengawang?,

Bahwa yang membimbing suatu saat akan selalu bimbang?,

Bahwa yang berdiri akan selalu berdikari?,

Bahwa yang mendalam akan selalu membenam?,

Bahwa yang tersentak akan selalu meninggalkan hentak?,

Bahwa yang membujuk akan selalu merajuk?,

Bahwa yang manja akan selalu menggoda?

Bahwa yang membaca akan selalu mengeja?,

Bahwa yang mewarna akan selalu menampilkan rupa?,

Bahwa yang tipu akan selalu terhalang tapi?,

Bahwa yang berbisa akan selalu meninggalkan busa?,

Bahwa yang berbuah akan selalu membuih?,

Bahwa yang tikam akan selalu menghujam?,

Bahwa yang rejam akan selalu merajam?,

Bahwa yang seakan akan selalu disamakan?,

Bahwa yang seperti akan selalu diikuti?,

Bahwa yang semestinya akan selalu disetarakan?,

Bahwa yang dihembus akan selalu dihempiskan?,

Bahwa yang terampas akan selalu dihempaskan?,

Bahwa yang dihelakan akan selalu disekakan?

Bahwa yang gundah akan selalu membawa resah?,

Bahwa yang mengabut akan selalu menjadi surut?,

Bahwa yang risau akan selalu meracau?,

Bahwa yang mengabur akan selalu berbaur?,

Bahwa yang menghancur akan selalu berakhir lebur?,

Bahwa yang luput akan selalu membuka lipat?,

Bahwa yang muslihat akan selalu terhelat?,

Bahwa yang memikat akan selalu meninggalkan jerat?,

Bahwa yang berpijar akan selalu menjalar?,

Bahwa yang menggelepar akan selalu terkapar?,

Bahwa yang berpencar akan selalu terhampar?,

Bahwa yang asih akan selalu terasah?,

Bahwa yang payah akan selalu dihinggapi jengah?,

Bahwa yang mustahil akan selalu bermuskil?,

Bahwa yang berhak akan selalu berpihak?,

Bahwa yang bersiak akan selalu membawa riak?,

Bahwa yang riam akan selalu membangkitkan jeram?,

Bahwa yang tertulis akan selalu menyematkan garis?,

Bahwa yang berhimpun suatu ketika akan selalu menghampa?,

Bahwa yang menyempit akan selalu terasa menghimpit?,

Bahwa yang melambat akan selalu menghidangkan hambat?,

Bahwa yang penuh akan selalu berbentuk utuh?,

Bahwa yang meraung akan selalu membutuhkan ruang?,

Bahwa yang meranggas akan selalu menanggalkan lanas?,

Bahwa yang lintas akan membawa kepada lantas?,

Bahwa yang membias akan selalu tampak membekas?,

Bahwa yang mengeripis akan selalu menjadi keropos?,

Bahwa yang berdebar akan selalu memuntahkan debur?,

Bahwa yang semakin akan selalu berujung semungkin?,

Bahwa yang tertinggal akan selalu tertanggal?,


Bahwa Yang,

Akan selalu Me,


Bahwa di,

Akan selalu ter,


Bahwa Ke,

Akan selalu Nya,


Bahwa,


Tidak selalu setara,

Akan lontar kata-kata,-


(K G P H : 05 Februari 2021)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger