Pages

KEMBALIKAN SEKARANG

 KEMBALIKAN SEKARANG

Oleh : Faiz Abadi

Kembalikan sekarang semua titipanNya 

Sebelum Dia memintanya 

Titipan rindu menggebu

Pengakuan pengakuan

Rasa memiliki

Rasa menguasai

Segenap rasa enggan kembali pulang

Rumah kita di sana

Di alam keabadian

Apakah kau punya kuasa untuk menunda

Apalagi menolaknya

Kitapun hanya bisa mengira ngira kapan kembali ini semua

Serukan mutmainahmu untuk menjadi raja

Segenap cinta dan rindu tergadai

Berarti engkau lalai

Hanya ampunanNya disini

Atau kau tidak pernah bisa kembali

Karena rindumu tersesat pada cinta fatamorgana

Kau tidak pernah bisa kembali padaNya

Masihkah menunda nunda lalaikan rindu sebenarnya

TAKUTLAH PADANYA SEBENAR BENARNYA

 TAKUTLAH PADANYA SEBENAR BENARNYA

Oleh : Faiz Abadi

Takutlah padanya dengan sebenarnya

Setiap peringatan

Pada setiap surat

Pada setiap ayat

Adalah keselamatan nyata

Tidak bisa ditukar dengan segenap alibi

Ataupun argumentasi

Untuk mencapai kesempurnaan pada dua kehidupan

Masuk masuklah secara keseluruhan

Setengah akan membuatmu payah

Seperempat.kau pasti masih pongah

Sepersepuluh sebenarnya mulai terbunuh

Mulai hidup dengan hati mati

Seperseribu

Kau sebenarnya mati suri

Tidak mengambil sama sekali kau bebas berbuat apa saja

Dengan lubang neraka menganga

Tunggu apa 

Ayo berlari

Mengejar mimpi

Untuk dekat denganNya

Raja Diraja penguasa alam semesta

Allahu Akbar

Majas 3

 --Majas 3--

Oleh : Dardiri

Kamu mengambil secarik kertas,

Kau lipat sendiri,

Jadilah pesawat,

Lalu terbang tinggi,


Dan jatuh di atas kepalaku,

Yang tengah diam,

Memendam ingatan,

Tentangmu,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Majas 2

 --Majas 2--

Oleh : Dardiri

Kiranya,

Dari sanalah rinduku bermula,


Telaga jernih,

Mata air,

Air matamu,

Yang berguguran di pangkuanku,-


(K G P H : 01 Februari 2021)

Solitude 3

 --Solitude 3--

Oleh : Dardiri

Tidak tercium bau setanggi,

Dari tubuhmu yang ranum saat kupetik lagi,

Berharap,

Bahwa kamulah pelabuhan terakhir bagiku,

Menyisihkan wangi rindu,

Dan kegelisahan yang mengguguri keyakinanku,


Begitu eloknya zaman,

Membuntuti sendiri ekornya yang tidak pernah patah oleh peradaban,

Begitulah khasanah suara,

Mengitari sendiri lingkarannya yang selalu berkisah tentang pangkal dan kejadian,


Bagaimana jika ternyata dunia bukanlah bulat?,

Tetapi berupa garis dan bidak segi empat?,

Pastinya kesulitan bagi kita untuk meminiaturnya dalam bundaran globe biru muda,

Tentunya kita kebingungan merumuskan gerhana dan menentukan kutub dunia,


Bagaimana pula jika ternyata cahaya tidak memantulkan warna?,

Pastinya sulit bagi kita menemukan cara untuk membias diri,

Dan kita kebingungan menentukan nama bagi yang kasat mata,


Segalanya bisa saja bergeser dari keharusan yang kita maknai sendiri,

Bisa pula beringsut dari tepi kemudian ke tengah lagi,

Atau terlepas dari orbit yang semestinya terjadi,


Tetapi,

Tuhan pastilah ada,

Bahkan ketika kita alpa dari ke-Maha-an-Nya,-


(K G P H : 26 Januari 2021)

Solitude 4

 “Solitude 4”

Oleh : Dardiri

Pernahkah kau tanyakan,

Di mana Tuhan?,


Ketika Socrates harus meminum racun karena mempertahankan dialektika semesta-nya,

Ketika Nicolaus Copernicus menggugat evolusi matahari mengitari bumi,

Ketika Sir Isaac Newton kejatuhan apel di kepalanya,

Yang kemudian melahirkan gagasan daya gravitasi bagi dunia,

Ketika Albert Einstein memikirkan lengkungan ruang dan waktu,

Lalu mengemukakan uluran selimut tak terbatas dan betapa sangat berpengaruhnya cahaya bagi semesta,

Ketika Sigmund Freud mengemukakan tentang insting dan emosi kepribadian,

Lalu melahirkan konsep psikoanalisa,

Ketika Bertrand Russell mengemukakan persoalan nilai dan ranah pengetahuan,

Yang kemudian memunculkan implikasi logis dan prinsip kesepadanan,

Ketika Husein Bin Manshur Al Hallaj mempertahankan Wahdatul Wujudnya di tiang gantungan,

Ketika Jalaluddin Rumi Al-Bakri menggubah Matsnawi_Maknawi,

Yang kemudian melahirkan tarian ritmis Darwisy,


Ketika Mangkunegara keempat menggubah “Serat Wedhatama”,

Dan melahirkan prisnsip kosmologi manusia dan semesta,

Ketika Bagus Burhan mempelajari lontar kuno dan kemudian melahirkan Serat Kalatida yang hingga kini  menggemparkan dunia,


Di mana Tuhan?,


Senantiasa gaib dan ajaib,


Hanya,

Keingintahuan kitalah,

Yang seringkali melayang-layang,

Mencari keberadaan-Nya,-


(K G P H : 31 Januari 2021)

TAK SEINSTAN ITU

 TAK SEINSTAN ITU

oleh: Nurhalimatus Sa’diyah


Sejak makhluk hidup akan dilahirkan, membutuhkan sebuah proses yang panjang dari terbentuknya embrio hingga janin yang siap dilahirkan, terutama untuk manusia proses yang dilalui lebih panjang dibanding makhluk hidup yang lain. Tidak semua orang mudah untuk mendapatkan keturunan, banyak yang Allah beri kemudahan untuk mendapatkan anak bahkan ada yang langsung dikaruniai anak kembar tiga sampai lima, tetapi tak sedikit juga Allah memberikan kesulitan dalam memperoleh keturunan, beberapa dari  mereka hingga harus pergi ke luar negeri  demi bisa melakukan proses bayi tabung. 

Setelah proses pembentukan janin berhasil, seorang ibu masih harus menjalani proses kehamilan yang panjang. Selama kehamilan seorang ibu harus mengalami fase ngidam yang terkadang tak mudah. Ibu harus mengalami mual muntah selama tiga bulan kadang lebih. Sang ayah pun turut andil direpotkan dengan permintaan ngidam yang seringkali terkesan aneh. 


Saat proses melahirkan ibu harus berjuang mempertaruhkan nyawa demi bisa menghadirkan anak tercintanya menikmati indahnya dunia. Setelah lahir dan menyusui  ibu akan lebih sibuk lagi menjaga buah hatinya bahkan hingga bergadang karena sang bayi sakit dan selalu minta gendong. Saat usia sekolah ayah dan ibu juga masih terus mendampingi anaknya, mengantar jemput sekolah dan menemani mengerjakan tugas ketika di rumah. Proses pendampingan tersebut masih terus dilakukan hingga anaknya beranjak dewasa dan menemukan pasangan hidupnya bahkan hingga mempunyai cucu. 

Ada orang yang terlahir sempurna dan kaya raya. Ada juga yang terlahir dengan segala keterbatasan baik fisik maupun ekonomi. Orang yang terlahir sempurna dan kaya seperti contoh Abu Rizal Bakrie, tetap berusaha dan bekerja setiap harinya demi mempertahankan kekayaannya. Ia tidak berpangku tangan dan bermalas-malasan hanya menikmati kekayaan yang ada. Orang yang terlahir dengan keterbatasan fisik dan ekonomi seperti contoh Bang Dzoel (Ahmad Zulkarnaen), dia adalah salah satu alumni MAN 1 Banyuwangi yang terlahir tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Orang tuanya juga mempunyai keterbatasan ekonomi. Namun, siapa sangka saat ini dia sudah menjadi fotografer andal dan terkenal diundang ke beberapa stasiun televisi nasional hingga ke negara tetangga guna menjadi motivator bagi orang-orang yang bernasib sama dengan keterbatasan fisik bahkan menjadi cambuk bagi kita yang mempunyai fisik sempurna. Bang Dzoel mendapatkan ketenarannya saat ini pasti melalui proses panjang dengan usaha yang keras. Saat bayi dia hampir dibuang oleh ibunya karena keterbatasan fisiknya. Dia juga banyak mendapatkan cacian dan makian. Semua itu justru menjadi motivasi baginya dalam menggali potensi diri guna menunjukkan kelebihan yang dia miliki. Bang Dzoel menunjukkan bahwa kaum difabel boleh mempunyai mimpi setinggi langit dan bisa menjadi orang sukses melampaui orang yang berfisik sempurna asalkan mau berusaha.

Ada orang yang terlahir dengan keterbatasan ekonomi  tapi mempunyai mimpi menjadi orang sukses. Sebagai contoh seorang Lesty Kejora. Dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya hanya seorang sopir dan ibunya penjual mie ayam, tapi dia mempunyai mimpi untuk menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Untuk mewujudkan mimpi dan mengubah keadaannya dia mengikuti sebuah ajang kompetisi pencarian bakat, dengan usaha yang keras di setiap babaknya akhirnya dia meraih juara dan menjadi penyanyi terkenal dengan honor tinggi hingga kini. Dia bisa mengangkat derajat keluarganya dan menjadi orang sukses. 

Ada juga orang yang terlahir dengan keterbatasan ekonomi dan ingin menjadi kaya dengan cara mudah. Akhirnya dia menghalalkan sesuatu yang dilarang seperti  menjadi kupu-kupu malam, asalkan bisa memperoleh uang dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Ada juga yang menggunakan pesugihan seperti tuyul dan lainnya. Meskipun dengan cara yang salah, menjadi kupu-kupu malam dan memelihara pesugihan, tetap ada sebuah proses yang dilalui. Dengan menjadi kupu-kupu malam dia harus melayani tamu yang terkadang tidak sesuai dengan kehendak hatinya tapi terpaksa dilakukan demi segebok uang. Begitu juga yang memelihara pesugihan. Dia harus menyiapkan sesajen dan rela bergadang untuk menunggu sebuah nyala lilin supaya tidak mati dan misinya mendapat segebok uang berhasil.

Nabi Muhammad SAW membutuhkan usaha yang keras demi menjalankan amanat Allah untuk memperbaiki perilaku dan iman umat di dunia. Beliau dengan ikhlas menerima segala caci maki, mengalami peperangan hingga berhijrah demi kebaikan dan kesempurnaan iman. Seorang Sir Isaac Newton juga membutuhkan sebuah proses pengamatan yang panjang untuk menemukan sebuah hukum fisika yang fenomenal dan masih terus relevan hingga saat ini. 

Dalam ilmu fisika sebuah usaha dikatakan bernilai bila melakukan gaya yang berupa tarikan atau dorongan yang bisa menyebabkan sebuah perpindahan. Dalam Al-qur’an tepatnya QS. Ar-Ra’du ayat 11 yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus melakukan sebuah perubahan meskipun itu sangat kecil. Jangan pernah menginginkan menjadi orang kaya dan sukses bila hanya berdiam diri menunggu pemberian orang lain ataupun anugerah turun dari langit. Jangan pernah berani bermimpi bila tidak ingin mewujudkan mimpi itu dengan bangun, bergerak, berusaha sekuat tenaga, dan berdoa setiap saat tanpa terputus. Selalu ada persimpangan di setiap jalan yang menunjukkan selalu ada pilihan di setiap keputusan dan selalu ada jalan di setiap keinginan dan kemauan. Seinstan-instannya mie instan tak seinstan itu dalam penyajiannya. Tetap dibutuhkan sebuah proses memasak hingga siap untuk dihidangkan. Jadi intinya hidup tak seinstan itu guys, mari kita selalu berusaha dan berdoa demi kesuksesan dunia dan akhirat. 



Penulis adalah Guru pada MAN 1 Banyuwangi

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger