Pages

BARU KU SADAR

 BARU KU SADAR

Oleh : Dardiri

Berpuluh tahun merenda asa bersama

Barulah aku sadar

Engkaulah yang terbaik

Ku kecup tanganmu tatkala tidur

Kupandang raut wajahmu

Ya tuhan barulah aku mengerti

Dialah yang terindah

Terkadang aku menyesal 

Mengapa aku baru sadar

Dalam kepayahan rasa setia

Pada tawaran gemerlap bahtera

di seberang sana

Pada setiap prahara diujung biduk rumah tangga

Kini buah hati semakin memukau hati

Memupus kecewa

Pada tingginya harapan

Tuhan telah kau berikan biji biji emas permata

Untuk mereka berdua

Ku persiapkan sebagai unjung tombak negeri

Melengkapi kegagahan dan kecantikan

Setelah sekian puluh tahun

Sungguh sungguh aku menyesal

Karena sempat telantarkan

Pada ruang ruang kebosanan

Pada naluri binal kerdip nakal

Pada harum melati, mawar jingga menawarkan aroma

Pada madu liar dibalik racun asmara

Pernah hilang percaya

Mereka memang keturunan terbaik

Untuk nyalakan api cita cita

Tentang dendang kejayaan bangsa

Tentang nyanyi suci peraduan bermahkota surga

Mula-Mula

 "Mula-Mula"

Oleh : Dardiri

Pertama kalinya,

Ketika dunia masih mula-mula,


Siapa,

Yang bergelantungan di rongga-rongga kedap udara?,


Siapa,

Yang berdiam diri dalam noktah tak berpenghuni?,


Siapa,

Yang menaruh nur di permukaan nir?,


Siapa,

Yang mencipta siapa?,


Yang lalu membawakan cermin merak,

Dan mengikat syajarat hakikat?


Tidak zaman, 

Tidak makan,


Trilyunan milenium kalpa_cahaya jaraknya,


Nyanyian samawi,

Kidung jagad triloka,

Berdentang dengan sendirinya,

Ketika Asura dan para dewa berebut "tirta amertha",


Kaisar Giok,

Masih aman di pengasingan,

Dunia bawah sadar yang belum sadarkan diri,


Di dalam legenda,


Lepaslah,

Dari bidak analisa,

Dari lingkar antara,


Luput,

Dari persinggungan titik dan garis,

Dari teka-teki sangkal dan kejadian,


Matahari,

Mungkin tidak hanya satu,

Semesta,

Barangkali ribuan jumlahnya,


Dan kini,

Dunia memberanikan diri memakai bikini,


Aku,

Tak menyebut-Mu lagi,-



(K G P H : 18 Januari 2021)

Surat Cinta untuk Kawan Seiring

Surat Cinta untuk Kawan Seiring

Oleh : Mila Dewi Partikasari

    Semangat dan berjuanglah kawan. Anggap dirimu memiliki kharakter sama seperti kartun Donald Duck,yang selalu optimis dan selalu penuh harapan dalam menghadapi setiap permasalahan maupun tantangan. Jadilah pribadi yang ulet dan tekun di usia mudamu, jangan bermalas-malasan, hindari insecure, dan jauhi perilaku bodoh yang akan membuatmu jatuh kedalam sebuah lubang kegelapan yang tidak akan memungkinkan kamu untuk menolong keadaan dirimu sendiri. Aku percaya padamu kawan, aku yakin terhadap kemampuan dan potensimu, maka bangkitlah dari zona nyamanmu, bahagiakan orang-orang disekitarmu dengan kesuksesan dan keberhasilan.

    Untuk kamu! Bangunlah dari tempat tidurmu. Rajin rebahan itu tidak baik bagi kesehatan dan hanya akan menghambat progress kesuksesanmu. Kamu pasti tahu kan bahwa hidup itu adalah perjuangan?. Jika kamu berhenti atau pun malas berjuang, maka itu tandanya kamu telah memusnahkan aura kehidupanmu dengan sebuah kematian. Sungguh menakutkan bukan?, tentu saja iya. Itu artinya, kehidupanmu tidak akan ada artinya. Jika tidak ada arti, tandanya kamu mati. So, jangan biarkan hal itu terjadi pada dirimu. Wake up sobat, wake up.

    Cobalah untuk melihat dan berekspektasi mengenai lentera kebahagiaan di puncak kesuksesan. Betapa nikman dan mengagumkan bukan?, tentunya iya dong. Tapi juga perlu kalian ketahui, bahwa untuk mencapai itu semua tidaklah mudah seperti halnya membalikaan telapak tangan. Butuh struggle dan kerja keras untuk mendapatkannya. Jadi kawan,kamu harus membangun jiwa optimisme,antusiasme dan religius dalam dirimu. Dan juga jangan lupa jika sejatinya dalam sebuah perjuangan juga harus disertai dengan doa. Maka dari itu presensi nilai religius dalam kehidupan merupakan suatu aspek yang paling penting. Itulah mengapa nilai kesuksesan seseorang tidak akan ada harganya tanpa dibarengi dengan akhlak mulia dan religius.

    Sobat, ingatlah. Kamu adalalah manusia yang hebat. Maka buktikan kepada dunia bahwa kamu benar-benar seseorang yang bisa dihandalkan. Tunjukan betapa fantastis potensi yang kamu miliki. Sehingga kamu bisa memanfaatkan keunggulanmu itu untuk meraih puncak kesuksesan dan kejayaan. Gunakan waktu berhargamu untuk merancang strategi sedemikian rupa guna mendobrak benteng penghalang dalam menggapai impian dan cita-cita. Tancapkan keteguhan dan tekad kuat dalam dirimu wahai kawan. Aku yakin bahwa kamu bisa.

    You are very precious. Aku percaya itu. Kamu adalah sosok manusia yang sangat berharga. Rest assured kawan, bahwa kamu bisa menjadi pribadi yang hebat dan bermartabat. Kamu akan melakukan segala hal yang akan membawa kebahagiaan pada dirimu maupun orang-orang yang ada di sekirarmu. Ganbatte sobat. Dengan kemampuanmu yang sangat luar biasa, disana banyak orang yang sedang menunggu kehadiran dirimu beserta kesuksesanmu, terutama keluarga tercinta. Buatlah mereka bangga dengan segala pencapaianmu, buatlah mereka bisa merasakan kebahagiaan dan manfaat dari apa yang telah kamu lakukan.

     Berjuanglah kawan. Kamu harus sukses. Bahagiakan orang tuamu. Penuhi harapan besar mereka. Jangan mempermainkan kepercayaan mereka dengan hal-hal yang konyol. Jika sekarang kamu masih sekolah, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh. Buatlah orang tuamu bangga dengan prestasimu, baik di bidang akademik maupun non akademik. Jika kamu mampu membuat bapak dan ibumu tersenyum bahagia dan bangga padamu, itu merupakan salah suatu fenomena yang sangat menakjubkan dan akan menjadi awal yang bagus untukmu. Dan jika sekarang kamu sudah lulus sekolah tetapi tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, jangan khawatir sobat. Masih banyak peluang untuk kamu bisa sukses. Berimajinasilah untuk mencoba hal-hal baru yang akan membawamu pada pintu kesuksesan. Karena pintu sukses bisa diraih oleh siapapun, dan tidak melulu hanya dimiliki oleh orang yang sekolah. Karena orang yang sekolah pun,kadang kala juga tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya dengan baik. Jika ingin sukses, yang penting memiliki tekad, skill, keahlian, ketrampilan,keuletan dan jiwa antusiasme dalam menekuni keahliannya. Tapi alangkah baiknya, pendidikan itu juga harus diutamakan. Karena dalam agama, kita juga diwajibkan untuk menuntut ilmu. Baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama untuk kehidupan di akhirat kelak.

       Percayalah Sobat,bahwa kehadiranmu adalah mutiara. Eksistensimu bagai permata. Dan kompetensimu sangatlah luar biasa. Kita tahu bahwa semua orang yang ada di dunia ini memiliki kelebihan masin-masing. Begitu pun juga dengan kamu. Aura kesuksesanmu akan nampak jika kamu mau untuk bergerak dan membuktikan bahwa kelebihanmu mampu membawamu ke depan pintu gerbang kesuksesan. Asalkan kamu mau berusaha, bekerja keras, pantang menyerah dan juga pantang untuk mengeluh. Jika kamu hanya diam di kondisi nyamanmu sekarang, jangan harap kamu bisa menggapai semua impianmu untuk meraih the peak of glory atau puncak kejayaan dan keberhasilan.

       Wahai temanku,dirimu itu sangat kuat. Dirimu itu sangat mampu. Berikan konfirmasi pada dunia bahwa kamu akan menjadi orang yang sukses, bisa memberikan manfaat kepada orang lain, dan menjadi sosok pribadi yang selalu menebar kebaikan dan kebajikan kepada siapa pun. Teruslah berjalan dan jangan berhenti sampai kamu menemukan jati dirimu dan kesuksesan. Lewati semua tantangan yang ada, uji adrenalingmu dengan segala kondisi yang akan membuatmu tetap spirit. Percayalah kawan, bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Dengan segala sinergi yang telah kamu perjuangkan, kelak akan menjadi permata untuk dirimu.

       Manungsa mung ngunduh wohing pakarti. Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Seperti halnya kesuksesan dan kegagalan. Dua opsi itu akan terjadi pada diri seseorang tergantung dengan apa yang dia lalukan dan kerjakan. Jadi kawan, apa yang akan kamu pilih antara kedua opsi tersebut?, sukses ataukah gagal. Itu semua akan menjadi pilihan dan tantanganmu. Jika kamu memilih ingin sukses,maka kamu harus berusaha merubah dirimu dengan kebiasaan-kebiasaan yang akan membuatmu berhasil. Kamu harus tahu,bahwa perubahan diri memerlukan perjuangan, bukan dengan sekedar duduk diam dan berpangku tangan. Berjuanglah demi perubahan diri dan perbaikilah keinginanmu,juga berilah ruang kepada perubahan yang akan kamu lakukan..Konsentrasi dan fokuslah terhadap impian dan cita-citamu wahai kawan.

      Kamu bisa, kamu harus bisa dan kamu pasti bisa. Optimalkan selurun energi dan otakmu untuk menggapai purpose mu. Kamu itu pejuang. Kamu itu pahlawan untuk dirimu dan orang lain. Maka dari itu, jangan pernah berhenti berjuang kawan “Tidak masalah seberapa lambat kamu berjalan, asalkan kamu tidak berhenti”. Percayalah, disetiap usahamu akan ada sebuah jalan untuk menuju sukses. Maka belajarlah untuk terus mencoba agar kelak kamu bisa mencapai puncak kejayaan dan keberhasilan seperti apa yang sekarang menjadi ekspektasi dan impianmu. Semangat sukses sobat. Aku akan selalu mendoakanmu.

 

*Pelajar Kelas XI MIPA 3 MAN 3 BANYUWANGI di Srono



 

Amuk!

 --Amuk!--


Amuk!,

Amuk!,


Begitulah,

Sempat terdengar, 

Sebelum serentetan meriam,

Menjadi ruam,

Di masa silam,


Jalanan berbatu,

Yang dihimpiti rimbun batang-batang besar,

Rumpun belukar berbisa dan sesak oleh duri,


Tuga puluh ribu ujung tombak,

Dua puluh ribu hunus keris,

Sepuluh ribu mata panah,

Lima ribu senapan rampasan yang tak diketahui negeri mana pembuatnya,


Menjadi mata paling tajam,

Menunggu nyawa,


Tak sebanding delapan ton emas, 

Dan derap serdadu dengan topi baja dan bubuk mesiu dalam laras dari baja pula,


Bapa Endha, 

Telah sejak dini hari menukar puja dengan brata,


Mas Sirna,

Benar-benar tidak diketahui rimbanya,


Mas Ayu Wiwit,

Melepaskan jarit,

Lalu menjerit,

Lengking,

Berdentang di bukit-bukit,


Jagapati,

Kamu berlari,

Dari gundukan tanah paling tinggi,

Menuruni lembah dan ngarai,

Yang terperangah dikencingi darah,


Gemuruh yang kau taruh,

Jauh sebelum Little Boy dan Fat Man menepuk dada Hiroshima dan Nagasaki,


Satu abad lebih,

Sebelum Bismarck ditenggelamkan pelan-pelan oleh Prince of Wales dan kawanannya di Laut Atlantik,



Pecahlah,

Epos sejarah,


Kuda-kuda kehilangan pelana,

Jumpalitan menyerupa serigala,

Buas nyalinya,

Haus,

Pada muntahan moncong senjata,


Darah,

Lagi-lagi darah,


Menyungkur ke timur, 

Merapat ke barat,

Menuntaskan janji yang sulit ditepati,


Van Balamboang,


Lumbung padi terbakar,

Rumah-rumah meratapi tanah merah,


Blambangan,

Benar-benar banjir bandang,

Mblambang_menggenang,

Bukan oleh ricih air,

Tetapi,

Darah,

Yang tumpah ruah,


Kini,


Darah-mu,


Menggenangi puncak sejati,


Menggenangi belantara Meru Betiri,


Menggenangi jazirah timur,


Menggenangi kepungan gelombang,


Menggenangi pelabuhan dan dermaga,


Menggenangi kantor-kantor,


Menggenangi rumah-rumah,


Menggenangi jalan-jalan besar,


Menggenangi gang-gang sempit,


Menggenangi cakrawala pemikiran kita,


Menggenapi dua setengah abad,

Musim silih berganti dalam mukim,


Kita,

Menjadi cendawan,

Di bawah Kalpataru Adipura,


Anyir darah,

Hampir kedap rasa di telinga kita,


Tetapi,

Blambangan,

Tetaplah anak zaman,

Tak lekang oleh peradaban,


Dan,

Banyuwangi,

Tak sedikitpun berlari,-



( K G P H : HARJABA 249 : 18 Desember 2020)

TAK PERLU LENCANA

 TAK PERLU LENCANA

Oleh : Faiz Abadi

Tak perlu lencana

Untuk kembali pada satu nama dalam satu jiwa

Satu rindu satu asa 

Pada akhir tarikan satu nafas

Lenyap tak berbekas

Moksa

Para resi di kawah candradimuka

Perjalanan nurani di Gua Hira

Pada altar, biara, segenap rasa manunggal

Satu makna tanpa aksara

Perjalanan tangisan suci bayi

Lalu kembali dibungkus kafan sederhana tanpa noda

Berkendara dengan roda manusia

Dalam dendang nyanyi suci abadi

Irama tahlil kunci rahasia 

Adakah kita sampai di sana

Ketika burung gagak berkoak

Tebarkan satu isyarat

Takkan ada yang selamat

Juru panggil mengembalikan jasad

Pada rumah bernama tiang lahat

Masih ada saja menelikung teman sejawat

Tidak takut kualat

Tidak perlu lencana agar sempurna di akhir ayat

Abrakadabra-

 --Abrakadabra--

Oleh : Dardiri

Serenada,

Baru saja selesai dipertontonkan,

Di belakang mata,

Di bawah telinga,


Hom pim pa,

Yang jadi,

Yang menanti,


Abrakadabra,

Mengembara di negeri mimpi,


Bahtera Nuh,

Terbang mengendarai taksi,


Seribu satu mimpi,

Mimpi satu seribu,



Menabraki jendela kaca,

Menggedor atap-atap bocor,

Merayapi pagar kawat berduri,


Di negeri sulap,


Senjata tak berarti apa-apa,

Rompi anti peluru selayaknya dilepas saja,

Hulu ledak dengan kapasitas RDS-220 sekalipun,

Sia-sia,


Karena,

Bunyi,

Sulit dimengerti,


Kata,

Memilih jalannya sendiri,

Bergulingan dalam lipatan piyama, 



Suatu malam,


Serenada,

Bahtera Nuh,

Rompi anti peluru,

Hulu ledak 50 Megaton TNT,

Pagar kawat berduri,


Berdiam diri,

Di bawah almari,


Siapa,

Yang sedang bermimpi?,-


(K G P H : 14 Januari 2021)

Ode Biru Tua

 --Ode Biru Tua--

Oleh : Dardiri

"Miskin kepemilikan"

Adalah kata paling sah bagiku,

Menterjemahkan pejaman matamu,


Matamu terpejam,

Berkelana ke jurang-jurang,

Sebagaimana pernah kusumpingkan,

Dermaga,

Bagi labuh yang berhamburan,


Mungkin kau tak pernah tahu, 

Sekeping sisa senja jatuh di pangkuanmu,

Ketika,

Diam-diam, 

Ode Biru Tua,

Dilanggamkan semenjana malam,


Matamu terpejam,


Jemari tanganku,

Memintal badai,

Di lengkung paling bawah, 

Lingkar bola mata yang sering kulihat diriku sendiri di dalamnya,


Dan, 


Kelak, 


Waktu pulalah,

Yang memeras dahagaku

Dalam pelukanmu,-



(K G P H : 14 Januari 2021)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger