Pages

AKHIR PERJUMPAAN

 AKHIR PERJUMPAAN

Oleh : Faiz Abadi

Sebenarnya aku ingin pergi

Duniaku bukan di sini

Jiwaku di bawah lembah

Kadang di bawah laut

Memuja sang maha raja

Aku bukanlah burung

Tetapi aku ingin bersamanya

Aku bukanlah bulan tetapi aku ingin mendekapnya

Aku bukanlah matahari

Tetapi aku memancar sepertinya sinarnya

Aku bukanlah Harimau dan singa

Tetapi aku mengaum bersamanya

Jasadku bersamamu

Bersama dunia

Tetapi jiwaku ingin melayang memujaNya

Dalam penantian panjang

Dalam kerinduan panjang 

Dalam perjuangan panjang yang lajang

Wahai Sang puja segala puja

Wahai penguasa segala kuasa

Ku dengar cerita tentang neraka

Jelas tak sanggup aku kesana

Ku baca cerita tentang surga

Tetapi aku malu mengatakannya

Kawan biarkan aku pergi

Daripada aku terus menyakiti dan disakiti

Karena apa yang kau lihat

Tidak seperti yang kuperbuat

Karena kita memang berbeda rasa

Lembaran Takdir

 *Lembaran Takdir* 

By Uswah


Sang 'azza wajalla

Tuliskan segala kuasa-Nya

Dalam genggaman lembut

Jemari mungil sang bayi

Dirangkulnya erat menutup telinga

Bila saat nanti

Telah lahir ke dunia

Jadilah itu lembaran lembaran takdir

Suratan agung tak tertepiskan

Bahagia duka tergores sudah

Penggalan penggalan peristiwa 

Menjadi keniscayaan

Akan kembali kemana?

Kebaikan kah

Kejahatan kah

Kemuliaan ataukah kehinaan

Apa yang terjadi terjadilah 

Dengan kun fayakun Sang Pencpta

Pusara Cinta

 Pusara Cinta

By. Viefa


Genderang itu berbunyi nyaring

Membunuh ruam kasih tersembunyi

Bilur kesaksian 

Ini bukan akhir kisah

Mengeja kata literasi cinta

Serpih kembang Kamboja bertabur di sore jingga

Di atas pusara cinta

Kata-kata itu lunglai mati seketika

Genderang memekik memecah alur kisah

Diam

Seraut wajah terbalur luka 

Kau anggap ini pura-pura

Menciumi wangi sesaat 

Sunting mekar kembang perawan

Kau tertawa dahaga


biassore@viefa

BWI, 15/1/21

TAK PERLU LENCANA

 TAK PERLU LENCANA

Oleh : Faiz Abadi


Tak perlu lencana

Untuk kembali pada satu nama dalam satu jiwa

Satu rindu satu asa 

Pada akhir tarikan satu nafas

Lenyap tak berbekas

Moksa

Para resi di kawah candradimuka

Perjalanan nurani di Gua Hira

Pada altar, biara, segenap rasa manunggal

Satu makna tanpa aksara

Perjalanan tangisan suci bayi

Lalu kembali dibungkus kafan sederhana tanpa noda

Berkendara dengan roda manusia

Dalam dendang nyanyi suci abadi

Irama tahlil kunci rahasia 

Adakah kita sampai di sana

Ketika burung gagak berkoak

Tebarkan satu isyarat

Takkan ada yang selamat

Juru panggil mengembalikan jasad

Pada rumah bernama tiang lahat

Masih ada saja menelikung teman sejawat

Tidak takut kualat

Tidak perlu lencana agar sempurna di akhir ayat

RINDU DI RUANG WAKTU

 RINDU DI RUANG WAKTU

Oleh : Hanik Setyowati

Pagi, siang dan malammu

Penuh tanggungjawab,kau jalani

Dengan gigih perjuangan hidupmu

Demi kebahagiaan keluargamu.

///

Terkadang kau terjatuh

Namun...

Tak pernah ada keluh kesah

Lelahmu selalu kau rasakan sendiri

///

Tulangmu terlalu kuat

Menyangga semua cobaan hidup

Tak lain...

Semua demi anak dan istrimu

///

 Kuhargai semua usahamu

Pengorbanan, kerja kerasmu

Perjuanganmu,semuanya

Keringatmu selalu jadi inspirasiku

/_//

 Kau tak banyak bicara

Diammu tak tunjukkan ekspresi

Tapi cukup tepukanmu dipundak

Dan jabat erat tanganmu,isyaratkan bahagiamu

///

Terimakasih untuk segalanya

Cinta,kerja keras,perlindunganmu

Tawa dan  yang kau berikan

Pada istri dan anak-anakmu

///

 Kini saatnya 

Kala tak bisa memandang

Dan menyentuhnya

Wangi jasadnya 

Menguarkan aroma kesepian


Tambah hari kian tajam

Menerkam, merenggut keyakinan

Mata terpenuhi gerimis

Menganak sungai di pipi

Memanggilnya di ruang kosong


 Inilah saatnya

Tengadahkan tangan

Alunkan nada doa

Untuknya di batas ruang kosong

Tanpa bisa merengkuhnya


Banyuwangi, 14 Jan 2021

LITERASI AYAT AYAT NEGERI

 LITERASI AYAT AYAT NEGERI

Oleh : Faiz Abadi

Kala kubuka halaman  pertama 

Prabu Brawijaya menyerahkan tahta

Guratan takdir

Kejayaan Majapahit

Telah berakhir

Tanpa ada darah

Apalagi banjir darah

Harusnya semua sadar

Halaman pengantar

adalah ayat perdamaian

Syeh Ja'far Shodiq memegang titah tanpa pertumpahan darah

Perjalanan kehendak

Tanpa nestapa

Cikal bakal kejayaan Nusantara

Para kompeni datang membakar 

Tinta sejarah menjadi merah

Altar, biara, mimbar, segala tempat pemujaan telah ternoda

Keris Empu Gandring menjelma menjadi mesiu adu domba

Membumihanguskan kesucian Bhineka Tunggal Ika

Setelah Sang dwi warna berkibar

Lembar berikutnya kembali dalam satu ikrar

Namun keris Empu Gandring hidup kembali

Menjelma dalam raga atheis

Gotong royong, toleransi, religi, spiritual mulai terbakar

Banjir airmata bercampur darah kembali tergenang

Kini akankah terulang

Caci maki, saling tusuk, kelicikan, saling umpat, penghianatan, bom bali, adu domba, ghibah, fitnah

Bukanlah jati diri

Masihkah ada noda pada lembar berikutnya

Berjuta generasi terus membaca

Ayat ayat apakah pada halaman bumi pertiwi

Masihkah kita menjaga marwah

Menjadi benteng amanah

Lenyapkan hantu haus darah

Bersama memeluk kaki Garuda Jaya

Menjaga Sila pertama hingga kelima

LITERASI AYAT AYAT NEGERI

 LITERASI AYAT AYAT NEGERI

Oleh : Faiz Abadi

Kala kubuka halaman  pertama 

Brawijaya menyerahkan tahta

Guratan takdir

Kejayaan Majapahit

Telah berakhir

Tanpa ada darah

Apalagi banjir darah

Harusnya semua sadar

Halaman pengantar

adalah ayat perdamaian

Ja'far Shodiq memegang titah tanpa pertumpahan darah

Perjalanan kehendak

Tanpa nestapa

Cikal bakal kejayaan Nusantara

Para kompeni datang membakar 

Tinta sejarah menjadi merah

Altar, biara, mimbar, segala tempat pemujaan telah ternoda

Keris Empu Gandring menjelma menjadi mesiu adu domba

Membumihanguskan kesucian Bhineka Tunggal Ika

Setelah Sang dwi warna berkibar

Lembar berikutnya kembali dalam satu ikrar

Namun keris Empu Gandring hidup kembali

Menjelma dalam raga atheis

Gotong royong, toleransi, religi, spiritual mulai terbakar

Banjir airmata bercampur darah kembali tergenang

Kini akankah terulang

Caci maki, saling tusuk, kelicikan, saling umpat, penghianatan, bom bali, adu domba, ghibah, fitnah

Bukanlah jati diri

Masihkah ada noda pada lembar berikutnya

Berjuta generasi terus membaca

Ayat ayat apakah pada halaman bumi pertiwi

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger