Pages

Covid-19 Ajarkan Hidup Lebih Bersih

 

Covid-19 Ajarkan Hidup Lebih Bersih

Oleh: Bella Rahmania Putri Arisqi

 

Kehadiran sampah plastik begitu banyak dan menghawatirkan  semua orang seperti acuh dengan sampah plastik tanpa memperhatikan dampaknya sampah plastik jika di abaikan akan semakin banyak dan semakin tidak terkendali nah untuk mengatasi itu semua di perlukan ke kreatif an dalam berimajinasi agar sampah- sampah yang tidak berguna bisa bermanfaat nantinya, salah satunya sampah plastik bisa di buat menjadi bunga- bunga an dan tas juga barang- barang bagus lainya, sehingga bisa menambah nilai ekonomis. Sampah plastik selalu dinilai negatif dan bahkan banyak yang membiarkannya begitu saja, tetapi di balik sampah plastik bernilai negatif juga ada positifnya yaitu di daur ulang menjadi kerajinan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Di samping itu semua kebersihan juga sangat penting karena usaha untuk mengurangi sampah, sudah di buat tetapi tetap saja banyak yang tidak peduli. Dan dengan segala upaya pemerintah juga sudah membuat poster agar kita bisa menjaga kebersihan serata jangan  membuang sampah ke sungai, tetapi tetap saja tidak ada yang memperhatikan, apabila terus di biarkan maka bisa terjadi banjir mungkin sudah di anggap biasa dan sering terjadi namun di balik itu semua ada dampak-dampaknya yang sangat berbahaya salah satunya penyakit kulit, dan sering terjadinya demam berdarah, karena air yang menggenang banyak di sukai nyamuk untuk bertelur pasti nantinya akan banyak nyamuk dan air yang kotor membuat gatal-gatal dan iritasi pada kulit dan itu semua di sebabkan karena sampah yang menyumbat, di samping kebutuhan hidup yang meningkat maka sampah-sampah pun juga semakin meningkat.

Kebersihan merupakan sebagian dari iman memang benar di katakan begitu karena dengan kita menjaga kebersihan berarti membuktikan bahwa kita percaya dengan menjaga kebersihan dapat membuat kita lebih sehat, terhindar dari penyakit dan dapat membuat kita lebih disiplin dalam melakukan kegiatan untuk menjaga kebersihan. Dalam melakukan kegiatan tersebut tidak perlu jauh- jauh dalam melaksanakan nya dengan kita menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan rumah, kita bisa mengamalkan cara menjaga kesehatan, dan dimulai dari hal terkecil dahulu.

Dan dampak bagi kita jika tidak menjaga kebersihan juga sangat besar, seperti halnya bisa menyebabkan banjir di mana- mana dan menyebabkan banyak penyakit juga membuat lingkungan kurang nyaman karena banyak sampah yang berserakan, biasanya ada faktor tertentu yang membuat lingkungan kita menjadi tidak bersih salah satunya pemukiman kumuh dan sifat malas kita dalam menjaga kebersihan, bahkan Pemerintah juga sudah membuat peraturan untuk tidak membuang sampah ke sungai dan sekitarnya serta kurangi penggunaan produk plastik karena produk plastik jumlahnya sangat banyak dan jika di biarkan terus menerus dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, juga terganggunya udara di lingkungan sekitar karena sampah menimbulkan bau yang kurang sedap, Serta sampah plastik tersebut sangat sulit untuk di uraikan dan bila dibakar akan membuat polusi udara jika ditimbun di tanah dapat mencemari tanah tersebut, sebagai masyarakat kita harus bisa mematuhi peraturan yang di buat oleh pemerintah karena itu semua juga demi kesehatan kita masing-masing.

             Kebersihan sebagian dari iman merupakan pedoman yang bisa kita jadikan motivasi agar kita lebih bijak dalam mengolah sampah dan lebih bisa percaya bahwa dengan menjaga kebersihan maka akan tercipta kenyamanan di lingkungan sekitar. Dan untuk anak- anak perlu di didik sejak kecil mengenai kebersihan dan cara memilah sampah organik dan non organik, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari alam contohnya daun, kulit pisang dan lainnya, dan sampah non organik adalah sampah yang berasal dari plastik, kaleng contoh nya adalah botol, plastik, kaleng dan lainya. Karena dengan kita percaya kebersihan membuktikan bahwa kita percaya kepada kebersihan itu dan tidak ada salahnya juga kita melakukan kebersihan dan untuk manfaatnya juga sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain, maka dari itu cintailah kebersihan karena bersih sebagai dari iman dan kita juga harus selalu memotivasi setiap orang agar bisa menjaga kebersihan, dan kebersihan nantinya juga akan bisa menjadi dorongan untuk hidup sehat. Karena hidup sehat di mulai dari diri sendiri bukan orang lain.

Sebagai orang yang hidup di era pandemi Covid-19 kita harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, yaitu dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta selalu memakai masker, dan jangan berkerumun di tempat yang ramai karena itu dapat membuat kita bisa terhindar dari virus tersebut jadi untuk hidup sehat dan selalu mencintai kebersihan pasti nanti kita juga akan sehat. Ingat kawan sehat itu mahal, jadi kita harus merawat diri kita dan lingkungan sekitar agar selalu tampak bersih. Dan kita harus selalu yakin dan percaya bahwa Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan menjaga kebersihan juga tidak ada salahnya karena dengan begitu kita bisa menikmati hasilnya yaitu lingkungan bersih nyaman  dan di balik itu semua pasti ada manfaat lainya yang bisa di petik dan di nikmati hasilnya.

Covid-19 memberikan pelajaran sangat berharga bagi kita untuk lebih menjaga kebersihan, terutama dengan sering mencuci tangan dengan memakai sabun, kebiasaan baik ini dulu tidak banyak dilakukan orang, namun sekarang hal ini menjadi kebiasaan anyar yang dapat mencegah tertularnya covid-19. Yakinlah bahwa dengan sering mencuci tangan tersebut membuat kulit kita semakin bersih, sebagaimana orang yang berwudlu juga dapat membuat wajah semakin glowing.

 

                      Siswi Man 2 Banyuwangi

Peluang Bisnis Di Masa Pandemi

 

Peluang Bisnis Di Masa Pandemi

Oleh Puri Arum Pratiwi

Kasus positif per 11 Oktober 2020 di Indonesia kini sudah mencapai 333.449 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Angka penambahan positif Covid semakin hari semakin membeludak, tetapi diimbangi angka kesembuhan juga terus meningkat, dan angka kematian juga rendah. Banyaknya kasus penambahan positif Covid disebabkan oleh minimnya kesadaran sebagian masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker ataupun social distancing. Sungguh miris, jika mendengar keadaan negeri ini semakin tidak karuan. Entah kapan virus ini akan berakhir, sudah hampir setahun kita hidup berdampingan dengan virus corona ini. Tenaga medis sebagai garda terdepan semakin kewalahan yang setiap hari menangani pasien Covid  yang semakin hari bukannya menurun, tapi malah kian hari kian meningkat tidak hanya satu, dua, ratusan, tapi ribuan. banyak masyarakat yang enggan mengenakan masker ataupun face shild dengan alasan ‘pengap’ jika mengenakan masker terus-terusan. Dan juga mereka tidak menjaga jarak minimal 1 meter, sehingga berkerumun. Adapun pengguna jalan, banyak juga diantara mereka yang enggan mengenakan masker, padahal itu meningkatkan potensi tertular virus. Sehingga banyak yang terkena razia oleh polisi dan dikenakan sanksi karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Berbagai cara telah dilakukan hanya sekedar untuk menyadaran orang-orang yang enggan mematuhi protokol kesehatan. Perihal tersebut sebenarnya sudah diingatkan, tetapi masyarakat menyepelekannya seakan mereka sudah kebal dan tidak akan tertular Covid.

Di Kabupaten Banyuwangi hingga saat ini per Oktober kasus konfirmasi Covid sudah mencapai 1.493 orang dan sekitar 1.170 pasien dinyatakan sembuh. Angka positif Covid di Banyuwangi meningkat drastis saat salah seorang Santri di sebuah pesantren dinyatakan positif Covid, belum lagi diwaktu yang hampir bersamaan penambahan pasien positif di kota Banyuwangi juga bertambah lumayan banyak, hari ke hari semakin banyak pasien terkonfirmasi, hingga dalam sehari dapat mencapai 500 orang positif Covid, hal itu menyebabkan Banyuwangi yang semula sudah zona kuning seketika kembali ke dalam zona merah. Dan daerah sekitar pesantren tersebut di lockdown untuk beberapa waktu. Kondisi ini menyebabkan perekonomian masyarakat sekitar juga terdampak. Karena sebagian dari mereka tidak dapat bekerja seperti biasa. Tetapi persentase kesembuhan kian meningkat sehingga masyarakat mulai melakukan aktivitas seperti semula tetapi dengan tetap memakai protokol kesehatan.

Banyak orang yang semula memiliki pekerjaan tetap, kini terpaksa harus di PHK dan menyebabkan masyarakat kehilangan mata pencahariannya. Dan dimasa Pandemi seperti ini akan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru,  akhirnya banyak orang pengangguran dan tidak memiliki penghasilan tetap. Apalagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, itu akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan baru jika sebelumnya tidak memiliki usaha sampingan. Nasib mereka pun menjadi terpuruk, apalagi jika mereka dari keluarga dengan ekonomi kebawah, maka akan semakin terpuruk keadaannya. Berbagai bantuan pun disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid.

            Di tengah berkecamuknya kehidupan masyarakat karena merebaknya virus corona, membuat setiap orang hidup dalam ketidakpastian global, oleh sebab itu kita harus memiliki kemampuan untuk berinovasi dengan menciptakan ide bisnis sesuai dengan kondisi saat ini. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi ang terjadi, maka peluang membangun bisnis daring semakin besar.jika kita pintar memanfaatkan keadaan dimasa pandemi ini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kondisi perekonomian kita. Salah satunya dengan cara "bisnis online". Jika modal tidak memungkinkan , kita dapat meminjam kepada bank yang bunganya tidak terlalu besar, kita dapat meminjam modal untuk usaha sesuai dengan kebutuhan. Pada masa seperti sekarang ini, pasti semua orang membutuhkan masker , untuk mencegah penularan virus Corona. Sedangkan stok masker semakin menipis, itu merupakan peluang bagi kita untuk berbisnis, yaitu dengan cara memproduksi masker dan kita bisa menjualnya lewat media online seperti Instagram, Facebook, WhatsApp ataupun yang lainnya. Dengan begitu, kondisi perekonomian pun akan sedikit terbantu. Apapun dapat kita lakukan seiring dengan usaha, yang sekiranya minim untuk keluar rumah.

 

Covid-19, sebuah virus kecil tak kasat mata yang mampu mengubah dunia seketika. Virus yang dapat membuat nyawa melayang. Meskipun kecil, kita tidak bisa meremehkannya begitu saja. Virus ini tiba-tiba datang tanpa ada yang mengundang. Infeksi virus corna pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan telah menyebar ke berbagai negara, termasuk di negara kita Indonesia. Covid-19 yang merebak di Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga mengancam stabilitas ekonomi. Upaya mengatasi penyebaran corona juga sudah gencar dilakukan oleh pemerintah.

 Membuat kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan berubah drastis, yang semula masyarakat saat bepergian tidak mengenakan masker, kini harus memakai masker, tempat-tempat destinasi tutup total, jalan raya yang semula macet seketika menjadi sepi, semua lembaga pendidikan ditutup. Aktivitas yang semula dilakukan bebas, kini harus dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan bahkan tidak bisa dilakukan lagi. Selain itu, kehadiran virus ini menyebabkan perekonomian masyarakat melemah. Lantas, apa yang bisa kita lakukan dimasa pandemi seperti ini?

 

            .

Siswi Kelas  XI Man 2 Banyuwangi

              

SDM DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

 

SDM DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

Oleh : Muhammad Izzul Islami Mahfud

 


    Di era yang maju seperti saat ini dibarengi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat , banyak sekali bermunculan perusahaan-perusahaan yang  terfokus tujuannya pada kemajuan tekologi, contohnya perusahaan Gawai, Perusahaan Gawai sangatlah banyak , Bahkan perkembangannya selama 4 Tahun terakhir ini sangatlah pesat, perusahaan-perusahaan gawai seperti Oppo, Xiaomi, Vivo, Samsung, Asus   dan Realme adalah contoh Perusahaan yang saat ini  bersaing di dunia Per-Gadgetan,    dan banyak sekali memunculkan inovasi-inovasi terbaru, contohnya mengecas Handphone tanpa  menggunakan Kabel,  kemudian Handphone sudah bisa digunakan untuk menggesek Kartu debit.

     Namun kemajuan di Indonesia masih kurang di dukung dengan  berkembangnya SDM, Rata-rata mereka  yang memiliki SDM lemah mudah terprovokasi dan terhasut ajakan-ajakan tidak benar/menyesetakan yang muncul dari Sosial Media, seperti WhatsApp,Instagram,dll. Begitu pula bagi mereka yang sudah mumpuni dalam menggunakan kemajuan teknologi, Namun tidak menggunakan kemampuannya itu untuk kebaikan melainkan untuk membuat kekhawatiran publik, seperti menyebarkan berita-berita palsu (Hoax), saya sendiri sudah melihat kondisi yang ada bahwa perputaran berita Hoax sangatlah cepat, Bahkan dalam hitungan menit sudah tersebar kemana-mana, hal ini menandakan bahwa masyarakat di Indonesia masih malas untuk mencari kebenaran sebuah berita dan sangat mudah terhasut. 

    Lalu dari banyaknya berita-berita palsu yang beredar membuat pemerintah geram dan akhirnya membuat dan mengesahkan undang-undang ITE yakni UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum, namun dengan di sahkannya UU ini tak serta merta membuat para penyebar Hoax berhenti melakukan aksinya, malahan semakin banyak saat ini oknum-oknum yang menyebar luaskan berita palsu hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya dan merugikan banyak pihak terutama kaum masyarakat yang belum maju SDM nya di bidang teknologi.

    Kemudian sikap masyarakat yang masih sering mengedapankan emosi tanpa mengutamakan pemikiran/nalar terlebih dahulu juga menyebabkan semakin lemahnhya SDM di indonesia, ada sebuah istilah yang ditunjukan untuk mereka yang mudah termakan berita palsu yakni “Nge Gas Dulu ,Salahnya Belakangan”,bukan hanya itu saja, mereka yang sudah terprovokasi sangatlah sulit untuk di beri pemahaman, mereka akan menentang, dan jika kita jabarkan isi berita yang asli mereka akan menolak dan tidak percaya. Dari sinilah saya memiliki pandangan yakni sebenarnya orang-orang ini bisa meningkatkan kualitasnya dalam menyikapi perkembangan Teknologi, namun kok mereka masih gampang terkena pengaruh orang-orang yang menyebarkan berita palsu, lalu saya berpikir-pikir untuk mencari jawaban di pikiran saya yakni, apa sih hal pertama yang membuat mereka menjadi seperti ini ?, membuat mereka menjadi orang yang mudah terprovokasi ?, membuat mereka sulit untuk dinasehati? lalu saya menemukan jawaban itu, yakni pentingnya Edukasi perkembangan Teknologi sejak Dini, kenapa harus dilakukan sejak dini ? karena kita sudah berada di era yang berbeda, ini bukan era 60an,70an,80an,90an, kita sudah masuk era 2000an, dimana perkembangan teknologi sangat cepat, dimana informasi bisa kita dapatkan dari mana saja, baik itu informasi benar maupun informasi salah, kalau saya bandingankan informasi ditelevesi dengan di media-media sosial yang ada di internet, saya menemukan jawaban bahwa informasi yang ada di televesi belum tentu lengkap seperti yang ada pada media sosial,sebaliknya saya bisa leluasa mencari informasi-informasi yang dimana informasi ini tidak saya dapatkan di televesi, jadi kesimpulan yang saya dapat dari perbandinghan informasi antara televesi dan media sosial yang ada di internet yang saya tujukan untuk pentingnya edukasi sejak dini adalah kita harus bisa lebih cermat dalam menanggapi kemajuan teknologi pada era sekarang selain itu kita harus bijak dalam menyikapi sebuah informasi.

    Dari pandangan inilah mari kita berikan edukasi kepada mereka-mereka yang baru saja mengenal media sosial,  caranya bagaimana? mereka kita tuntut untuk tidak malas dalam mencari kebenaran sebuah berita, kemudian tidak boleh mengedepankan emosi dalam menanggapi sebuah berita yang sensitif/memnyinggung, dicari dulu maksud dari berita itu , lalu kembali pada poin 1 yakni mencari kebenaran berita itu,seterusnya kita ingati mereka untuk selalu memelihara sikap yang sopan dan baik, karena sikap ini adalah cerminan dalam menggunakan kemajuan teknologi, jika kamu memiliki sifat yang buruk maka bisa jadi perilaku buruk yang kamu miliki akan berdampak pada carakamu memanfaatkan kemajuan teknologi, sebaliknya jika perilaku kamu baik. Kemudian jangan sering atau kalau bisa jangan pernah mennggunakan kata-kata kasar yang bisa menyakiti perasaaan orang lain, jika dia berbeda pandangan dengan kamu kemudian kamu menganggap pandanganmu benar tolong orang itu kamu beri pemahaman, berikan fakta-fakta kebenaran yang kamu miliki dengan cara yang baik,dan sopan,  jangan malah kamu emosi ,lalu keluar perkataan kasar yang dapat menyakiti perasaan orang itu. Lalu apakah bisa memberikan edukasi kepada mereka yang sudah terlanjur sulit untuk diberikan pemahaman ? Bisa. Kenapa bisa ? kita tuntun mereka kembali pada hal-hal yang memiliki kaitan penting dengan edukasi sejak dini, mungkin saja orang itu belum pernah belajar ataupun belum ada yang memberikan edukasi kepada orang ini.

    Jadi Jika hal-hal seperti ini terwujud dampaknya adalah mampu mengurangi keberadaan SDM yang lemah, kemudian melahirkan SDM yang lebih unggul dan lebih kondusif dalam menyikapi kemajuan Teknologi, Lalu saya ada pesan untuk Kalian yang memiliki keunggulan dalam menyikapi kemajuan teknologi, tolong jangan malas memberikan informasi yang benar dan jangan pernah menelantarkan mereka yang masih gagap dan baru menikmati kemajuan teknologi di era sekarang. Semua kembali pada diri kita masing-masing kita harus bercermin dan sering-sering membantu, mengedukasi mereka-mereka yang masih sulit dalam menyikapi kemajuan teknologi. Semoga yang saya harapkan mampu diwujudkan oleh kalian yang memiliki SDM lebih unggul dan tentu saja pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan,kementerian agama dan kementerian sosial harus mengambil langkah  untuk  selalu menyampaikan edukasi tentang kemajuan Teknologi, agar generasi-generasi muda bangsa ini benar-benar memiliki jiwa pemimpin yang adil dan iman yang kokoh untuk memipin bangsa ini di kemudian hari.


 

Siswa MAN 2 Banyuwangi

Bercanda dengan Corona

 

Bercanda dengan Corona

Oleh : Oleh M. Afriza Fahmi Fazli

 

          Kemenkes RI mencatat terdapat lebih dari seribu klaster tercipta per tanggal 24 September 2020, ditambah lagi kini marak aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa, pelajar, dan buruh di berbagai daerah menolak RUU Omnibus Law yang disepakati DPR, berkerumunnya massa yang tidak mengindahkan protokol kesehatan dapat menimbulkan klaster baru yang tingkat laju penyebaran sangat tinggi.

           Ancang-ancang pemerintah untuk memulai NEW NORMAL pun kembali di simpan rapat mengingat banyak daerah yang status zonanya berubah menjadi zona merah atau daerah yang tingkat penularan yang sangat tinggi, PSBB pun kembali dicanangkan di berbagai daerah di Indonesia. The power of mbrengkele atau tidak dapat dikasih pengertian oleh orang lain yang mengingatkan akan pentingnya bermasker, mencuci tangan, dan jaga jarak pun masih melekat di banyak benak masyarakat indonesia, lantas bagaimana seseorang itu terhindar dari Virus Korona bahkan dia dapat menyebarkan virus tersebut ke orang terdekatnya seperti keluarganya.

Virus Covid-19 (Corona Virus Disease 19) merebah di Indonesia sejak 2 Maret 2020 lalu, diawali terkonfirmasinya 2 orang yang positif terjangkit virus tersebut, tentu berita itu sangat mengagetkan masyarakat Indonesia saat itu,  dan pada awal bulan Oktober ini menembus angka 300 ribu kasus terkonfirmasi,  yang membuat Indonesia menempati urutan ke-21 Dunia kasus positif terbanyak. Lantas apa yang menyebabkan wabah ini menggila? Kurangnya disiplin diri serta kesadaran untuk menjaga tubuh dari serangan Virus Korona ditambah dengan anggapan masyarakat bahwa virus ini permainan belaka saja, terbukti dengan gaya hidup mobilitas warga yang tidak susut, BENAR tempat ibadah dibuka terbatas, semua dianjurkan ibadah dari rumah, namun pasar swalayan makin ramai akan pelanggan begitu pula dengan pasar tradisional yang tak jauh beda. Punya takut nggak sih?.           

           Rombongan mobil ambulans dengan sirene yang keras sering terdengar di telinga kadang pula dikawal oleh driver ojek online melewati jalan raya yang padat entah sedang membawa pasien pengidap Virus Korona atau bukan yang jelas dengan kecepatan tinggi mobil tersebut melaju, membuktikan adanya situasi darurat yang perlu cepat ditangani.

           Tempat isolasi di beberapa pusat pelayanan kesehatan stoknya pun semakin berkurang seiring dengan lonjakan kasus yang luar biasa, terlihat di Wisma Atlet pemerintah baru saja membuka tower 8 untuk menampung pasien terkonfirmasi Virus Korona. Pemerintah pun semakin gencar menyiapkan lahan pemakaman khusus untuk jenazah pasien Korona.

           

           Kondisi yang saat ini terjadi cukup memprihatinkan bagaimana banyak memakan korban jiwa baik dari segi pasien terkonfirmasi maupun dari tenaga medis yang sangat rentan tertular Virus Korona yang sering sekali kontak fisik dengan pasien. Ajakan untuk menaati protokol kesehatan terus digencarkan oleh pemerintah yaitu dengan menyosialisasikan gerakan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun, dan Menjaga jarak sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Virus Korona agar masa sulit ini cepat berakhir dan kembali pada kondisi normal sebelum adanya wabah ini.

          Peran masyarakat sangat penting dalam menanggulangi wabah ini yaitu dengan giat mentaati protokol kesehatan yang berlaku serta mengajak sesama untuk melakukan hal yang sama, namun realita tak semanis ekspetasi masih banyak saja orang  yang belum mau taat akan protokol kesehatan seperti hal kecilnya memakai masker.

         Kini sering digalakkannya Operasi Yustisi di berbagai daerah di mana tentu TNI-POLRI akan memastikan peningkatan disiplin kepada masyarakat pada penggunaan masker, apakah cukup membuat jera? Pada operasi tersebut tercatat Denda administrasi sebanyak 34 ribu kali dengan nilai denda senilai lebih dari 2 milliar rupiah, Wow nilai yang fantastis kan? Ini uang denda atau dana apa?  Tidak hanya sangsi administratif pelanggar juga dapat memilih sangsi kerja sosial.

        Terasa berat saat memakai masker? Betapa lemahnya apabila mengeluh saat menggunakan masker beberapa jam saja, jika kita tahu tenaga medis menggunakan APD lengkap selama berjam jam seperti menggunakan baju hazmat yang apabila dipakai menimbulkan efek gerah membuat keringat bercucur deras tanpa henti ditambah lagi dengan face shield, masker medis yang membuat rasa wajah tidak karuan, masih mau ngeluh? APD yang digunakan tenaga medis tidak semena-mena dapat dilepas dan dipakai lagi, dikarenakan APD yang digunakan hanya satu kali pemakaian.

             Sudah tentu mengapa virus ini semakin bercanda, karena kebiasaan hidup di masa pandemi ini masih disamakan dengan kehidupan seperti satu dua tahun yang lalu, di mana kita ke mana-mana tanpa menggunakan masker, tanpa adanya jaga jarak saat bersosialisasi dengan sesama, sering lupa mencuci tangan, suka keluar rumah tanpa adanya kepentingan yang mendesak dan sebagainya.

         Kebiasaan seperti itu memang tidak dapat langsung dipraktikkan secara maksimal dan abrakadabra langsung diterima oleh  semua masyarakat, namun dengan kondisi lingkungan sosial yang patuh tentu akan mempercepat proses kebiasaan itu.

            Jaminan hidup normal setelah vaksin ditemukan dan diiedarkan belum cukup menjanjikan pasalnya vaksin mempunyai masa ampuh tersendiri untuk melawan virus tersebut, maka kebiasaan yang dilakukan di masa pandemi tidak ditinggalkan begitu saja.

       Sudah saatnya kita sadar untuk berpola hidup sehat dan bersih dan bergotong royong dengan masyarakat lain dalam hal kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan Virus Korona, dan berdoa supaya penyakit ini segera diangkat dari muka bumi ini.

    *) Siswa MAN 2 BANYUWANGI

Demo Kami Melalui Opini

 

Demo Kami Melalui Opini

oleh : Kavita dela Agustin

Sebagaimana Warga Negara Lainnya yang ingin menyuarakan aspirasi, siswa Madrasah diajarkan menyalurkan aspirasi melalui essay atau opini, baik melalui Media Cetak maupun Elektronik, meskipun tidak ada larangan secara tegas untuk menyalurkan aspirasi melalui demonstrasi di jalaan. Salah satunya masalah kegerahan masih banyaknya korupsi di negeri imi yang sering disebut dengan istilah “tikus berdasi” Apa itu tikus berdasi? Sering orang mengaitkan istilah tikus berdasi ialah koruptor yang mencuri atau yang menyembunyikan uang rakyat untuk kepentingan pribadi, dan kenapa koruptor digambarkan dengan hewan tikus? Karena tikus ialah hewan yang cerdik tetapi tikus juga terkenal sebagai hama yang sangat merugikan para petani, karena tikus sering marusak tanaman yang mereka tanam dengan susah payah, dan dengan mudahnya hewan tersebut memakan dan merusaknya. Oleh karena itu para petani sangat tidak menyukai hewan tikus dan mereka juga membasmi hewan tersebut agar tidak merusak tanaman mereka lagi. Nah kalian tahu kan sekarang, kenapa para koruptor disamakan dengan tikus, karena pejabat atau petinggi negara yang memakan dan menggunakan uang rakyat ataupun uang negara untuk kepentingan pribadi sangatlah merugikan untuk negara dan rakyatnya.

Pada era ini negara kita Indonesia juga sedang menghadapi hama tikus berdasi yang sangat merugikan bagi negara dan juga masyarakat. Dana yang harusnya keluar untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, sosial, budaya yang ada di negara kita Indonesia, yang bisa meningkatkan kemajuan pendidikan di Indonesia yang bisa memfasilitasi alatalat kesehatan, dan bisa digunakan untuk kemajuan pariwisata di negara kita Indonesia hanya terbuang untuk keserakahan para "Tikus Berdasi" yang sangat merugikan negara dan rakyat. merugikan negara dan rakyat. Sekarang negara dan masyarakat tidak hanya menghadapi koruptor-koruptor yang berdasi tetapi juga menghadapi koruptor dalam lingkup sosial, permasalahan ini semakin lama semakin menyebar dan mengkhawatirkan bahkan oknum koruptor tersebut saat tertangkap dan di publikasikan di siaran tv dan di media massa, seperti tidak ada penyesalan dan rasa malu sama sekali setelah melakukan tindakan kotor tersebut.

Sekarang persoalan kecil tersebut semakin membesar dan menumpuk dan persoalan itu adalah "Hama tikus". Tikus adalah hewan yang berkembang biak dengan luar biasa besar di negara kita karena iklimnya memang memungkinkan mereka berkembangbiak dengan aman. Mereka sekarang tidak hanya hidup dan bermain di sekitar sampah, sawah, ladang dan juga dapur tetapi mereka sekarang juga menyerang arena pasar tradisional dan bahkan mereka memperluas wilayah bermain mereka di lingkungan elite, seperti super market, industri dan bahkan mereka juga sudah masuk ke dalam lingkup istana negeri tanpa rasa takut dan tanpa tercium oleh aparat keamanan istana. Entah sudah berapa banyak lembaran juta ton yang bisa digunakan untuk ratusan juta manusia habis hanya untuk kepuasan tikustikus itu. Dan tidak terhitung berapa banyak kerugian yang menimpa negeri ini hanya karena segerombolan tikus itu. Bahkan si tikus-tikus itu semakin berani, dan seakan mereka tidak takut lagi dengan namanya kucing, bahkan mereka seakan mengajak si kucing bekerjasama untuk mencuri demi keserakahan bekerjasama untuk mencuri demi keserakahan mereka. Kawanan tikus sangatlah cerdik mereka senantiasa belajar dari pengalaman. Mereka sudah sangat mengenal dan hafal berbagai perangkap tikus agar mereka tidak terjebak dalam perangkap tersebut, dan mereka juga sudah sangat paham dan sangat familiar mana curian yang aman dan curian yang berbahaya. Dan jika diantara mereka ada yang terperangkap, maka mereka akan belajar dari kesalahan itu, agar mereka tidak terperangkap seperti kawan mereka. Kawanan tikus itu seperti memiliki jagor "Mati Satu, Tumbuh Seribu, Terperangkap satu, menjadi pengalaman bagi seribu tikus lainya".


Penguasa di negara ini telah mengambil keputusan untuk menangani dan membasmi kawanan tikus itu dari akar-akarnya, dari tikus kecil sampai tikus yang besar agar hama tikus di negeri ini hilang, tetapi tikus-tikus itu masih punya seribu cara licik untuk memenuhi keserakahannya. Penguasa negeri sudah mengumumkan agar kawanan tikus harus segera dibasmi karena jika tidak mereka yang akan membasmi negeri ini. Ganasnya tikus berdasi semakin kita rasakan saat masa-masa pandemi Covid-19 karena saat masa pandemi seperti ini akan banyak dana yang di keluarkan negara untuk memenuhi kebutuhan alat medis yang ada di rumah sakit untuk manangani pasien covid-19, dan juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Tetapi pandemi ini mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi negeri ini, lalu apakah cukup dana yang di keluarkan negara untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di saat pandemi seperti ini?, seharusnya cukup. Tetapi jika masih ada kawanan tikus berdasi yang masih serakah dan tidak mementingkan kebutuhan ratusan juta rakyat dan kelangsungan negara, maka yang ada hanya kehancuran bagi negeri ini, karena hanya di penuhi oleh hama kawanan tikus kotor yang serakah.

Hukum di negeri ini masih belum bisa untuk membasmi kawanan tikus sampai ke akar-akarnya walaupun penguasa negeri ini sudah mengumumkan maklumat bahwa akan membasmi sampai ke akarnya, tetapi saat ini kawanan tikus masih banyak berkeliaran bahkan saat pandemi seperti ini banyak kawanan tikus itu yang memanfaatkan situasi ini untuk memenuhi keserakahanya. Apakah negeri ini bisa atau siap mengadopsi hukum di Saudi Arabia yaitu hukuman pancung atau seperti di Vietnam yang menerapkan hukuman mati? Tetapi, sepertinya hukuman-hukuman tersebut sulit diterapkan. Mungkin adanya Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjadi satu alasannya. Tetapi apakah hanya menghukum dan memenjarakan para koruptor itu cukup untuk membuat mereka berhenti melakukan tindakan kotor tersebut, tentu itu bukan cara yang efektif karena mereka dengan mudah membeli hukuman tersebut. Di usia negeri ini yang semakin tua, pasti kita berharap akan kemakmuran bangsa dan negeri kita dengan rakyat yang sejahtera dan berjalannya keadilan dengan rakyat yang sejahtera dan berjalannya keadilan di yang menyeluruh tanpa memihak. Namun apa daya jika tikus berdasi masih beraksi, melenggang bebas mengambil uang rakyat dan negara untuk memenuhi keserakahan dan hanya untuk kesenangan. Di situasi pandemi covid-19 ini, ayo kita membantu sebisa kita untuk masyarakat yang terkena dampak dari covid-19, dan juga kita harus mematuhi protokol kesehatan yang diajukan pemerintah seperti memakai masker saat keluar rumah, menerapkan social distancing, dan memakai hand senitizer. Dan saat pandemi seperti ini ayo hilangkan kebiasaan korupsi dalam diri apalagi seorang pelajar, yaitu harapan bangsa untuk memajukan bangsa dan ibu pertiwi agar lebih baik kedepanya, dan sebarkan kebiasaan anti korupsi di lingkungan sekitar, maka kita sudah berperan untuk memberantas korupsi di negeri ini. Mari kita suarakan dan wujudkan negeri ini bebas korupsi!.

Penulis : Siswa MAN 3 Banyuwangi


Pendidikan dan Etika

 

Pendidikan dan Etika

Oleh : Vega Thalia

 

Pendidikan seseorang sering tidak berbanding lurus dengaan etika seseorang, sekolah tinggi hingga bergelar doctor atau bahkan menyandang gelar professor nyatanya masih belum tentu mampu mengubah kelakuan dari diri ssemua orang yang memilikinya. Mungkin, sekolah tinggi di Indonesia telah berhasil dan mampu menghasilkan orang-orang pintar, akan tetapi belum tentu terdidik. Buktinya saja masih banyak pelaku penjahatan dari prlaku yang bergelar sarjana bahkan professor yang mendekam di jeruji besi (penjara). Dapat dilihat dari munculnya berbagai masalah di masyarakat seperti berbagai tindakan kriminal sampai tindakan memalukan, itu semua akibat dari kelakuan seseorang yang tidak terdidik. Contohnya saja masalah korupsi, kolusi dan nepotisme masih saja terjadi, mengapa? Karena orang pintar brlum tentu jujur dan terdidik. Pola pendidikan formal di Indonesia memang hanya mengajarkan bidang keilmuan pengetahuan dan teknologi saja sampai membuat orang semakin pintar. Namun sayangnya dalam hal akhlak dan moral yang membuat orang menjadi terdidik tidak sampai diajarkan. Dengan demikian, disitulah sebabnya mengapa orang pintar masih saja banyak yang melakukan tindakan kriminal yang memalukan seperti korupsi. 

Apabila sistem pendidikan formal di negara kita segera di perbaiki dengan mementingkan proses, suatu saat  akan mencetak orang-orang terdidik. Semua orang yang terbiasa sudah dididik dengan melihat hasilnya saja memang tidak akan pernah mempedulikan, bagaimana cara atau proses mendapatkannya, entah itu target/impiannya. Terkadang mereka melakukan hal yang tidak peduli cara benar atau tidak yang ditempuh dan dijalani, bagi mereka yang terpenting itu hasilnya sesuai dengan yang diinginkan dan rencanakan. Dari situlah letak kesalahan di negeri ini, yang hanya membiarkan anak didiknya menggunakan hal salah dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh hasil yang sesuai ditargetkan. Akankah mereka tahu? cara yang telah ia ambil seharusnya juga masuk ke dalam penilaian, apakah cara yang ia ambil benar atau salah. Dengan demikian, kita harus memperhatikan proses untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pola sistem pendidikan yang mementingkan suatu proses akan lahir orang pintar yang terdidik bukan orang pintar yang merasa sok  pintar.

Apabila negara kita mampu mengubah suatu sistem pendidikannya menjadi seperti ini,  Indonesia akan bersih dari korupsi dan orang yang tidak terdidik. Sudah saatnya semua pihak berjuang untuk mewujudkan Indonesia bersih dari korupsi, dengan melalui bidang pendidikan. Pendidikan bisa dimulai sejak usia dini di rumah, orang tua di rumah harusnya juga berusaha bisa menjadikan anaknya sebagai calon orang terdidik bukan hanya sekedar orang pintar. Saat ini, pendidikan menjadi sesuatu yang sangatlah penting. Sehingga semakin banyak orang terus berusaha menjadi seseorang yang berpendidikan, khususnya dalam pendidikan formal. Akan tetapi, sering kali kita jumpaii orang yang berpendidikan formal tidak selalu memiliki etika dan akhlak yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sampai sampai menjadikan pendidikan yang ia tempuh  itu sebagai sesuatu yang wow dan harus di sombongkan, bahkan sampai  sebagai alat untuk merendahkan orang lain, itu sangatlah tidak bermoral. Hal itu sampai menjadi pemicu awal terjadinya penyimpangan perilaku yang muncul di kalangan masyarakat seperti korupsi, kekerasan, tindak kriminal, dan tanggung jawab. Ini seringkali muncul di kalangan orang yang berpendidikan yaitu para pelajar, mahasiswa bahkan para sarjana. Seolah-olah mereka tidak mendapatkan pendidikan karakter saat kegiatan belajar mengajar. 

Dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3 dinyatakan "Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa. Untuk terwujudnya tujuan pendidikan tersebut, tentu banyak hal yang perlu diperhatikan baik pada diri si pendidik maupun siterdidik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan ini adalah  etika. Semua orang yang berada dalam lingkup pendidikan tentu saja harus terlebih dahulu memiliki etika. Khususnya dalam pendidikan formal, baik Dosen, Mahasiswa, dan semua personil lainnya harus memiliki etika yang baik dalam bertingkah laku." Apakah mereka masih tidak paham?  Akankah mereka ingat turut dari Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia menjelaskan: "Pendidikan itu merupakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya." Dari pengertian pendidikan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah suatu bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada perkembangan untuk mencapai kedewasaannya,  dengan tujuan agar anak bisa melaksanakan tugas hidupnya sendiri, tidak dengan bantuan orang lain. Sehingga dapat kita pahami bahwa etika merupakan sesuatu hal yang berkaitan dengan nilai dan suatu perilaku manusia. Seseorang yang memiliki pendidikan akan dilihat dari cara dan bagaimana  hidupnya yang menunjukkan sifat serta perkataan yang sopan dan santun.

 

Penulis : Siswa Kelas XI MAN 3 Banyuwangi



Pendataan dan Sertifikat Masjid

 Pendataan dan Sertifikat Masjid

Oleh : Syafaat

 

Beberapa hari ini banyak yang berkonsultasi tentang sertifikat masjid, dan yang dimaksud dengan sertifikat masjid tersebut bukanlah sertifikat tanah atas nama masjid, namun Surat Keterangan Terdaftar dan Nomor ID (Nomor Identitas Pribadi) pada Sistim Informasi Masjid (SIMAS), sebuah aplikasi dari kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pangkalan data Masjid dan Musholla di Indonesia.Data pada SIMAS juga dilengkapi dengan GIS (Geographic Information System) sehingga lokasi masjid/mushalla dapat dipetakan dengan tingkat akurasi yang baik di atas peta dunia (citra satelit). Dengan adanya Nomor ID tersebut sebuah Masjid dan Musholla telah terdaftar pada Aplikasi SIMAS yang akan memudahkan dalam identifikasi.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, dalam pembangunan nasional suatu negara, telah diakui secara luas di berbagai negara. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat, dapat mendorong terciptanya akses informasi ilmu pengetahuan di dunia pendidikan, pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan kualitas hidup serta untuk mengurangi kemiskinan. Sebagai suatu sarana, teknologi informasi dan komunikasi dapat menciptakan transparasi proses pembangunan nasional dan pengelolaan sumber daya publik. Transparansi merupakan keterbukaan yang sungguh-sungguh, menyeluruh dan memberi tempat bagi partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam proses pengelolaan sumber dayapublik disemua bidang.

Penggunaan tehnologi untuk pengumpulan data sangat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan terkait data dan informasi, begitu juga dengan pendataan Masjid dan Musholla dalam aplikasi SIMAS. Data yang terekam bukan hanya bermanfaat untuk pengambil kebijakan bagi pemerintah, atau sekedar sarat untuk mendapatkan bantuan, namun dengan Geographic Information System, keberadaan Masjid dan Musholla tersebut sangat bermanfaat bagi seseorang (terutama musyafir) untuk mencari keberadaan Masjid dan Musholla sebagai tempat melaksanakan Sholat. Hal ini sangat berarti ketika Muslim sedang melakukan bepergian diwilayah yang masjid dan mushollanya sangat sedikit (diwilayah minoritas muslim), dengan masuknya data Masjid dan Musholla dalam aplikasi SIMAS tersebut seseorang akan dengan mudah mencari lokasi Masjid atau Musholla melalui fasilitas Handphone yang dimiliki.

Tehnologi telah memberikan kemudahan bagi takmir masjid dan musholla untuk melakukan pendaftaran tempat ibadah yang dikelolanya, karena pendaftaran nukan hanya dapat dilakukan melalui KUA dan Kementerian Agama di semua tingkatan, namun juga dapat dilakukan secara online, begitu juga dengan surat keterangan atau data yang diinginkan oleh takmir masjid atau pihak lain yang membutuhkan, dapat dilakukan secara online dengan sarat yang sudah ditentukan.

Sering terjadi pengurus lembaga keagamaan atau lembaga pendidikan informal baru bingung mendaftarkan lembaga yang dikelolanya ketika akan mendapatkan bantuan (terutama dari anggota legislatif melalui jalur jasmas). Belum semua masyarakat sadar tentang arti pendataan bagi perencanaan pembangunan. Beberapa petugas yang bermaksud melakukan pendataan seringkali mendapatkan pertanyaan senada, ketika sedang melakukan pendataan sering diberikan sebuah pertanyaan “apa akan mendapat bantuan?”.  Hal ini yang menyebabkan petugas yang dengan sukarela melakukan pendataan ewuh-pakewuh untuk benar benar melakukan pendataan.

Perencanaan pembangunan disemua tingkatan harus berbasis data dan Informasi yang memiliki satu kesatuan system pembangunan nasional, saling terhubung dengan informasi semua instansi pemerintah yang menjadi media pembinaan dalam membangun pembangunan diwilayahnya. Permasalahan, isu strategis, tujuan, sasaran, strategi, program, dan kegiatan dalam rencana pembangunan harus disusun dengan berbasis data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal inilah yang menjadi dasar atas pendataan semua sektor, tanpa terkecuali Masjid dan Musholla.

Pendataan tempat ibadah bukan media interfensi terhadap privasi bentuk peribadatan seseorang atau kelompok orang, tetapi memudahkan pemerintah dalam perencanaan pembangunan secara berimbang. Pemerintah tidak dapat disalahkan sepenuhnya ketika memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang dianggap tidak proporsional. Hal ini sering terjadi dengan sebab tidak akuirat atau lengkapnya data yang dimiliki. Seringkali dari kelompok minoritas data dan legal formil lebih lengkap dibandingkan dengan yang mayoritas.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pasal 31, berbunyi bahwa Perencanaan Pembangunan didasarkan pada DATA dan INFORMASI yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karenanya melalui Sistim Informsi Masjid (SIMAS) diharapkan data Masjid dan Musholla benar benar akurat, sehingga dapat diketahui secara pasti jumlah Masjid dan Musholla disetiap daerah. Perlu adanya kesadaran dari semua pengurus tempat ibadah tentang pentingnya pendataan tersebut.

Legalitas sebuah lembaga, termasuk didalamnya legalitas tanah yang ditempati serta kelengkapan lainnya termasuk IMB dan pendaftaran lembaga sangat penting. Hal ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah dalam rangka pendataan saja, namun juga bagi pengelola itu sendiri, karena ketika terjadi masalah atau sengketa hukum, maka legalitaslah yang menjadi acuan penyelesain masalahnya. Hal ini sering diabaikan oleh pengelola tempat ibadah dengan alasan semua dilakukan secara sukarela dan ikhlas.

Pendataan dengan menggunakan aplikasi akan lebih cepat dan akurat, karena dapat dilakukan secara langsung dan tidak harus berjenjang. Penggunaan aplikasi sebagai pangkalan data sudah digunakan oleh semua instansi dan lembaga. Pangkalan data ini bukan hanya dapat digunakan oleh instansi induk dari pemilik pangkalan data tersebut, namun juga beberapa lembaga yang membutuhkan dari data dimaksud.

Data masjid dan musholla yang berada pada pangkalan SIMAS, sebagian data tersebut juga di forward oleh beberapa media online, sehingga akan lebih mudah ketika diadakan pencarian terhadap data Masjid dan Musholla, meskipun data yang di forward tidak sepenuhnya, karena Pemerintah juga berhak untuk meprotect sebagian data yang dimilikinya, dan memberikan beberapa data yang bersifat umum. Hal ini terkait dengan perundang undangnan yang mengatur tentang keterbukaan informasi publik.

Penulis Staf Bimas Islam Kemenag Kab. Banyuwangi



 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger