Pages

GELOMBANG INOVASI PENDIDIKAN TAK TERELAKKAN

 

GELOMBANG INOVASI PENDIDIKAN TAK TERELAKKAN

Oleh : Saeroji

Pendidikan adalah usaha sadar dalam melakukan perbuatan untuk mendesain manusia menjadi lebih beradab, intelektual  yang tinggi,  terbentuk kepribadian  mulia, moral etika, dan rasa budaya yang baik dalam menuju capaian yang baik pula. Pendidikan memberikan corak dan pembentuk watak kebiasaan yang mulia berkarakter yang diturunkan dari generasi ke generasi  melalui pelatihan, penelitian dan kajian proses dalam kegiatannya. Bangunan pendidikan ini terus berubah-ubah sesuai situasi zaman dan perkembangan yang terjadi  dari waktu ke waktu yang tak akan kunjung terhenti oleh keadaan karena kepuasannya belum diketahui batas akhirnya. KMA NO 184 tahun 2019 tentang implementasi  kurikulum tahun pelajaran 2020/2021 memberikan amanat kepada kepala madrasah untuk menjabarkan isi pokok pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk didesain  dengan berorientasi kebutuhan madrasah atau sekolah.


Pendidikan (Tarbiyah) selalu dilandasi oleh akal cerdas manusia logika terapan yang merangkai antara penglihatan, pengamatan, penelitian, paduan hati dalam menyambungkan akal dan nalar untuk bisa mengakui kebenaran yang obyektif  hasil telaah secara ilmiah. Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional menyampaikan bahwa pendidikan memberikan pandangan yang sangat esensial dalam memajukan  budi pekerti, pikiran, dan jasmani  selaras dengan alam dan masyarakat dalam memajukan kesempurnaan hidup. Pendidikan yang dimaksud adalah proses perkembangan pribadi, proses sosial, profesional cources, dan seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang disusun dan diwarisi/dikembangkan untuk generasi bangsa.

Unsur-unsur pendidikan dilakukan pada proses pembelajaran yaitu ta’lim dan tadris (instruction), tahdib dan ta’dib (penanaman  ahlak mulia), dan tadrib (training/pelatihan) ini menghasilkan insan manusia mandiri yang memiliki kecakapan dan memiliki daya saing yang tinggi di segala waktu. Proses ini merupakan kegiatan pendidikan yang sangat ideal dan terpenuhi standar pendidikan layak. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan, objektif, lebih lebih kompetitif di segala  aspek sehingga pendidikan akan menjadi  masa depan yang akan datang dengan peran yang dimilikinya.

Inovasi di semua bidang teknologi, bidang sarana pembelajaran, pendidik, dan tenaga pendidik, pengolahan bahan ajar, metode pembelajaran, alat evuluasi pembelajaran dalam mendesain lebih lanjut secara maksimal agar semua tujuan yang ingin dicapai oleh pemangku kebijakan pendidikan baik Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Nasional dapat teroptimalisasi. Gerakan perubahan secara totalitas dalam melakukan upaya perbaikan mutu pendidikan yang bermuara pada 8 standar pendidikan ini harus di-brand sebagai objek yang harus dijabarkan dalam pemenuhan gerakan inovasi yang keberadaannya untuk terus didesain secara apik dan berwawasan mutu.

Gelombang inovasi pendidikan sudah tidak terbendung untuk diaplikasikan dalam mempersiapkan seluruh unsur dan perangkat pendidikan, guru sangat dituntut untuk maju secara terus menurus dan terintegrasi dalam satuan pendidikan. Intelektualitas guru menjadi landasan berpikir kritis dalam memberikan materi ajar, bahan ajar juga metode pembelajaran karena siswa sebagai sasaran proses yang sangat dinamis dalam melihat, mengamati apa yang dipelajari dalam proses pembelajaran, Materi dan bahan ajar demikian adanya juga diharapkan terhubung dengan alur pikiran siswa sehingga kreativitas mereka terwadahi sesuai dengan kondisi riil dalam kegiatanya.

Paradigma pendidikan berkualitas, bermutu, dan humanis menjadi target yang akan dicapai oleh semua insan pelaksana pendidikan sebagai eksekutor pendidikan. Kepala madarasah/sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, juga pemiliki kebijakan pendidikan harus berorientasi pada hasil mutu yang berkualitas. Seiring dengan gerakan inovasi pendidikan di semua bidang dan aspek baik sistem pendidikan, sarana  prasarana ataupun metode pembelajaran, di era globalisasi tuntutan, ide dan gagasan setiap saat muncul untuk melakukan perubahan dan mengurai setiap permasalahan yang ada di madrasah atau sekolah. Top down Inovation bagian terpenting sebagai pijakan untuk melangkah dan memulai berinovasi karena intruksi dari pemerintah pusat mutlak untuk diikuti dan dilaksanakan. Namun hal ini juga tidak membatasi satuan pendidikan bergerak mendesain setiap materi pelajaran agar lebih tepat sasaran dengan mengubah metode dalam mengajar (bottom up inovation).

Peranan teknologi dalam memformula pendidikan lebih kompetitif dibutuhkan pelaksana pendidikan yang mampu menjadikan teknologi sahabat belajar dalam membedah informasi ilmu pengetahuan bersifat global. Hal tersebut diperlukan dalam menunjang referensi dan literasi sehingga kebutuhan siswa dalam mencari tahu tentang ilmu yang sedang dipelajari memiliki keluasan dan membentuk pola berpikir kritis, kreatif, dan menemukan ide-ide cemerlang. Materi pelajaran harus bisa di-brand dijabarkan secara efektif oleh sang pendidik agar menjadi menu suguhan yang menyenangkan tapi memiliki bobot yang tinggi sehingga asahan otak siswa terbangun secara integratif. Bahan ajar dan metodenya yang diajarkan kepada siswa berorientasi pada kebutuhan pasar dan hajat siswa kelak setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya. Sarana laboratorium demikian menjadi tempat pratikum yang menyenangkan membawa arah berpikir yang berorientasi pada skill sehingga produk yang dihasilkan dari kajian keilmuan melalui uji ilmiah baik guru dan siswa memberikan kepuasan yang tak tertandingi. Perpustakaan dimodifikasi seperti layanan mal ilmiah dengan koleksi buku sangat lengkap dan variatif juga berorientasi kepada kebutuhan pokok siswa dalam belajar dan penambahan wawasan keilmuan.

Pendidikan berkualitas menjadi pilihan incaran setiap siswa dan orang tua karena sudah nampak jelas akan hasilnya terbentuknya pendidikan berkualitas ini juga memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya kepada semua pihak termasuk guru untuk memiliki wawasan yang berinovatif sehingga program pendidikan maju, pendidikan berkualitas bisa didesain secara sistematis dan terukur hasilnya. Leadership yang visioner menjadi penyangga utama dalam mengembangkan satuan pendidikan yang unggul, supervisi, sebagai sarana kontrol, dan evalusi berkala, dan berkelanjutan bagian yang terus dijalankan. Penilaian kinerja guru juga menjadi bahan terlaksananya program pendidikan berkualitas. Penilaian keprofesian guru dalam pemetaan sumber daya manusianya secara berjenjang dan terprogram seperti AKG.

Gelombang inovasi pendidikan yang menjadi harapan besar oleh semua pihak pemerintah  guru, siswa,  orang tua, juga masyarakat sebagai penerima hasil dari proses pendidikan keniscayaan yang harus dilaksanakan tanpa menunggu waktu karena gerakan inovasi di semua lini akan menghasilkan capaian akhir pendidikan secara optimal. Output-nya telah memberi warna dan perubahan yang luar biasa bahkan mampu melakukan  lompatan yang amat tinggi. Daya saing tinggi telah mampu merubah paradigma pendidikan maju, pendidikan berkualitas bahkan pendidikan menjadi satu senjata andalan dalam menanam saham investasi menuju hidup lebih bagus, penuh dengan harapan yang kelak dipetik hasil yang manis. Maka dari sinilah pendidikan menjadi tumpuan harapan perubahan yang  signifikan. "Bergerak, membuka diri, mau berubah adalah kunci kesuksesan."



Peran Ibu dalam Menggerakkan Literasi Keluarga

 Peran Ibu dalam Menggerakkan Literasi Keluarga

By : Marukah, M.Pd

Suksesnya gerakan literasi keluarga tidak terlepas dari peran seorang ibu di dalam rumah tangga. Ibu sebagai madrosatul aulad sangat berperan penting dalam menumbuhkan semangat dan kebiasaan membaca. Selama sembilan bulan ibu mengandung , kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat sampai anak tumbuh dewasa. Ibulah yang selalu berinteraksi dengan anak di rumah hampir 24 jam. Bahkan sejak dalam kandungan, janin sudah didengungkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an agar kelak menjadi anak yang shaleh-shalekhah. Gerakan literasi tumbuh dimulai dari keluarga


Ibu adalah guru terhebat yang tidak tergantikan oleh siapapun. Ketika seorang anak mengalami kebingungan, kegundahan karena ada masalah, ibu adalah malaikat tidak bersayap yang selalu menjadi penyejuk dan curahan kasih sayang. Walaupun kesibukan menumpuk, ibu tak pernah lupa akan tanggung jawabnya dalam mengasuh anak. Membentuk kepribadian anak adalah tanggung jawab yang di-embanya termasuk mengajari berbicara, berjalan. Ibu mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.

Berbagai profesi telah dijalani. Ibu yang berprofesi sebagai pekerja berperan mendampingi dan menungu anak belajar serta membantu proses pemilihan media belajar yang diawali dengan literasi. Sedangkan untuk ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga mengajari dan mengulang materi pelajaran di rumah, menyeimbangkan materi belajar antara di rumah dan di sekolah. Seperti pandemi saat ini peran ibu dalam mendampingi anak sangatlah dibutuhkan dalam pembelajaran daring terutama usia pendidikan dasar.

Pemahaman orangtua berkaitan dengan cara atau teknik yang tepat digunakan dalam melakukan aktivitas literasi dengan anak bermacam-macam. Kegiatan-kegiatan ringan yang dapat dilakukan oleh orangtua bersama anak di rumah akan membentuk pengalaman literasi bagi anak. Pengalaman sangatlah penting dan itu dialami oleh semua orang di masa kecil bersama keluarga. Kegiatan literasi membaca sambil belanja juga dapat dilakukan. Dengan memberikan daftar belanjaan kepada anak dan minta ia membaca kemudian mencari barang kebutuhan yang dimaksud. Anak akan merasa senang jika diminta untuk berbelanja, karena ia merasa sudah dewasa.

Apa yang dilakukan ibu untuk menumbuhkan literasi dalam keluarga?

1.    Meluangkan waktu bersama anak

Menyediakan waktu yang berkualitas kepada anak adalah kesempatan bagi orangtua/ ibu untuk terus memberikan bimbingan dan arahan. Kedekatan seorang ibu dimulai sejak dari dalam kandungan, menyusui, dan anak tumbuh dewasa. Ketika anak mulai dapat berbicara ibu yang menuntun mengeja huruf satu per satu sampai anak lancar berbicara. Kemudian memberikan arti dan makna yang benar. Bukan itu saja, intensitas waktu bersama anak menjadikan hubungan kasih sayang yang erat makin terjalin. Terjadi relasi yang harmonis, anak akan berkembang secara optimal dalam banyak aspek lainnya misalnya aspek kepekaan rasa, bakat, sosial dan sebagainya.

2.    Membacakan buku cerita dan mendongeng

Salah satu cara yang digunakan untuk mengembangkan pengalaman literasi dapat dilakukan dengan membacakan buku cerita atau mendongeng. Orangtua kita dulu sering memberikan teladan melaui kebiasaan mendongeng saat anak-anaknya menjelang tidur. Apa saja tema dalam dongeng selalu membuat hati senang dan ketagihan. Jika tidak mendongeng semalam saja, akan membuat penasaran mengikuti kelanjutan isi ceritanya. Sehingga kebiasaan mendengar, menalar, dan menyimak, adalah modal dasar tumbuhnya literasi pada kecerdasan kognitif anak sampai dewasa. Pesan moralnya adalah agar anak mencontoh hal-hal yang baik dalam kehidupanya kelak

3.    Menyediakan pojok baca pada ruang keluarga

Tersedianya buku-buku bacaan di ruang keluarga merupakan suatu hal yang penting, jika ingin menumbuhkan semangat membaca kepada anggota keluarga. Karena ruang keluarga merupakan tempat berkumpul bersenda gurau atau saling interaksi sesama anggota keluarga yang lain. Tidak perlu tempat yang luas, cukup memanfaatkan area tanggung seperti, di bawah tangga atau pojok ruangan. Membaca menjadi aktivitas yang menarik untuk mengisi waktu luang.

4.     Memberikan reward berupa buku bacaan

Ketika anak mencapai sebuah prestasi, tidak ada salahnya orangtua memberikan reward atau penghargaan berupa buku bacaan atau cerita. Sehingga dengan rangsangan membaca buku yang tertanam sejak kecil akan menumbuhkan pembiasaan berliterasi. Selain menambah pengetahuan dan membuka wawasan, membaca juga dapat menyegarkan pikiran sekaligus rasa tenang.

Tujuan dan manfaat reward adalah untuk menimbulkan perilaku positif yang dapat mengarahkan kepada kegiatan belajar yang baik, contohnya anak jadi memiliki motivasi untuk belajar. Maka, makin sering memberikan reward berupa buku, tertanamlah pada dirinya pembiasaan membaca tanpa diminta

5.    Menjadi teladan dalam keluarga

Ketika orangtua mampu memberikan teladan kepada anak, maka sangatlah mudah untuk mengarahkan dan membimbing anak untuk membaca buku. Ibu sebagai panutan dan contoh dalam menumbuhkan minat membaca untuk meningkatkan budaya literasi seawal mungkin sehingga anak akan mulai terbiasa membaca sejak dini. Kegiatan literasi di rumah dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari kegiatan bercerita secara lisan, percakapan kegiatan sehari-hari dengan anak, serta menyediakan bahan baca cetak untuk membaca. Kesadaran dan pemahaman orang tua terhadap pentingnya stimulasi literasi menjadi dasar dalam mengembangkan kemampuan literasi anak.

Demikian pentingnya peran seorang ibu dalam menggerakkan literasi keluarga. Penghargaan tiada tara. Dengan kasih sayang dan kelembutan sang ibu mampu membangkitkan mental anak menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, literat, dan juga lembut. bu menjadi sosok yang selalu siap siaga dan serba bisa

HIKMAH DI BALIK KESULITAN PADA MASA PANDEMI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN.

 

HIKMAH DI BALIK KESULITAN PADA MASA PANDEMI

TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN.

               oleh:  Nanik Ekowati, S.Pd

Sejak Desember 2019 hingga sekarang di berbagai negara di belahan dunia, tengah dipusingkan dengan munculnya penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Corona atau lebih dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Disease-19). Virus ini sangat cepat menyebar ke berbagai pelosok dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan wabah penyebaran virus ini sebagai pandemi dunia saat ini.

Banyak orang di seluruh dunia tak terkecuali di  Indonesia yang terpapar dengan virus ini, bahkan kemudian meninggal dunia. Bahkan banyak pula tenaga medis yang menjadi korban lalu meninggal. Penyebaran virus ini sangat sulit dikenali, karena virus ini baru dapat dikenali sekitar 14 hari. Namun, orang  yang telah terpapar dengan virus ini memiliki gejala seperti demam di atas suhu normal manusia atau di atas suhu 380 C, gangguan pernapasan seperti batuk, sesak nafas serta dengan gejala lainnya seperti gangguan tenggorokan, mual, dan pilek. Bahkan ada pula yang tanpa gejala. Apabila mulai merasakan gejala tersebut maka perlu adanya karantina mandiri (self quarantine).

 Akibat dari Pandemi covid-19 inilah menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan  untuk memutus rantai penyebaran virus covid -19 di Indonesia. Upaya- upaya  yang dilakukan oleh pemerintah  seperti selalu memakai masker saat keluar rumah, physical distancing (menjaga jarak), sering mencuci tangan, menjauhi segala bentuk kerumunan dan perkumpulan. Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah.

Pendidikan menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi ini. Para guru yang biasanya dari  pagi sudah mempersiapkan diri untuk memberikan materi secara langsung di kelas, menyiapkan bahan ajar, metode ataupun media apa yang akan kita pergunakan untuk menyampaikan pembelajaran di kelas, memberi motivasi, dan pendampingan kepada anak-anak didik baik perkembangan di bidang akademik maupun non-akademik seketika harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya juga pembiasaan-pembiasaan baru yang tentunya tidak langsung begitu saja mudah untuk dilakukan.

Dengan adanya pembatasan interaksi sehingga Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar  Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, mulailah muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa, seperti  bagaimana guru harus mempersiapkan bahan ajar yang akan diberikan pada siswa melalui berbagai macam bentuk aplikasi seperti  google classroom, elearning, Microsoft Teams, Zoom cloud meeting, youtobe, whatsApp dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seorang guru juga mempunyai berbagai macam tantangan untuk menggunakan model dan metode pembelajaran yang bisa membuat siswa tetap tertarik dan mampu menyerap materi yang diberikan. Walaupun semua bentuk kegiatan ini sudah biasa dilakukan oleh seorang guru tetapi dengan pembelajaran secara online terasa sekali perbedaannya dalam menerapkan semua itu . Guru mau tidak mau harus keluar dari zona nyaman dan  mau mencoba melakukan  pembiasaan-pembiasaan baru yang sebelumnya masih belum terbiasa dilakukan. Misalnya guru harus setiap hari terbiasa mempergunakan laptop untuk terus meningkatkan  kemampuan menguasai teknologi, memeriksa keaktifan peserta didik melalui aplikasi online yang digunakan dalam pembelajaran online, memeriksa penugasan-penugasan siswa, dan juga guru harus mengetahui kendala-kendala siswanya yang belum bisa mengikuti pembelajaran online secara aktif, mencarikan solusi anak didiknya yang masih belum bisa memahami materi yang telah diberikan melalui pembelajaran online. 

Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat guru maupun siswa memiliki tantangan  untuk mempercepat menguasai teknologi  pembelajaran secara digital dan mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti  pembelajaran di kelas secara langsung tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian secara tidak langsung metode pembelajaran yang bervariasi dan kreativitas yang dilakukan guru  akan mampu menumbuhkan kreativitas di kalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan melalui analisis mereka sendiri tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.

Adanya pandemi covid-19 ini juga mampu memberikan kesempatan pada orang tua untuk mampu meluangkan waktu mendampingi, memonitor, mengawasi dan membimbing perkembangan terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Hal ini tentunya akan menumbuhkan komunikasi yang  lebih intensif dan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Seperti kita paham bahwa sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak.

Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget pada hal-hal yang kurang bermanfaat atau negatif. Walaupun pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19  ini, namun di balik itu semua terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia.

Peran Kepala Madrasah dalam pembelajaran jarak jauh menghadapi tahun pelajaran 2020/2021


Peran Kepala Madrasah dalam pembelajaran jarak jauh menghadapi tahun pelajaran 2020/2021

H. Muh. Untung

 

              Berbicara kepemimpinan organisasi di madrasah, kepala madrasah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala Madrasah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin.

              Kepala madrasah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan, ketertiban dan keselamatan lingkungan madrasah serta warga madrasahnya. Rasa nyaman, aman dan tertib ini harus dirasakan oleh guru, siswa dan orangtua. Termasuk dalam hal kenyamanan, ketertiban dan keselamatan di masa tanggap darurat Covid-19.

              Kepala madrasah memegang peranan vital sebagai leader dalam membangun atmosfir pendidikan dan memastikan peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran bermakna, seperti guru di MTsN 12 Banyuwangi, Wongsorejo yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswanya dengan tetap menggunakan pembelajaran aktif.

            Walaupun pembelajaran dilaksanakan di rumah, pembelajaran di MTsN 12 Banyuwangi, sebagai madrasah negeri yang bernaung di Kementerian Agama RI, tetap menerapkan pembelajaran alternatif :

·      Pakemi (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan inovatif).

·      Pembelajaran harus manusiawi dan nyaman (jangan anak merasa terbebani)

·      Berbasis projek, pemecahan masalah, bermakna (beberapa mata pelajaran bisa bergabung jadi 1 tugas)

Misal : tentang kelor, dibuat ekstrak atau olahan dari bahan kelor kemudian dijual atau dipromosikan (membuat tutorial kemudian diaploud di youtube),  artinya 1 kegiatan bisa untuk beberapa mata pelajaran)

·      Empat pilar pendidikan kesejagatan : belajar mengetahui, belajar melakukan, belajar menjadi, dan  belajar hidup bersama

            Dan Madrasah harus memperhatikan kondisi siswa, mereka adalah generasi Z, yang lebih mahir dalam teknologi informasi dari pada kita (guru/orangtua). Kelebihan anak generasi Z adalah pandai, idealis, praktis, tetapi mereka lemah dalam bergerak, mudah frustasi (karakter kemandirian, ulet yang turun), Yang perlu dikembangkan adalah sikap spiritualitas, rohani, jasmani (pengembangan karakter), Otak kanan (intuisi, lagu, warna, musik, imajinasi) dan otak kiri (analitik, verbal, logis, angka2), sementara karakter yang dikembangkan adalah kejujuran, semangat, inspirasi/inisiatif, bijaksana, keberanian dalam mengambil keputusan.

           


Oleh sebab itu saya yakin dengan adanya pengambilan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak madrasah, maka proses pembelajaran dan pengajaran dengan PJJ di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar dan sukses ... InsyaAllah. Dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah maka kepala madrasah harus mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orangtua secara cepat dan tepat.

            Beberapa langkah yang saya ambil sebagai kepala madrasah dalam membangun manajemen madrasah yang salah satunya tetap memasukkan unsur pembelajaran alternatif dalam PJJ di tengah pandemi Covid-19, yaitu :

 

1.         Mendayagunakan seluruh warga madrasah dalam rangka menjamin terlaksananya pembelajaran dengan suasana yang berbeda

            Merancang kurikulum darurat (sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah) dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi madrasah dalam darurat bencana covid-19 ini melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi (misalnya : E-Learning Madrasah; https://elearning.kemenag.go.id/, buku digital madrasah; http://madrasah2.kemenag.go.id/buku/; buku sekolah elektronik ( https://bse.kmendikbud.go.id, dll). Langkah ini sangat penting mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh guru dan peserta didik meskipun menggunakan metode jarak jauh (daring).

              Saya bersama guru membuat peta pengajaran yang rinci dan tepat tentang sebaran materi yang akan dilaksanakan/dibahas selama pandemi Covid-19. Serta meminta guru antar mata pelajaran untuk dapat berkolaborasi dan mengatur jadwal sehingga beban tugas peserta didik tidak terlalu tinggi dan menumpuk. Selain itu, berdasarkan surat edaran Bupati Banyuwangi dan  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bahwa tugas tidak hanya aspek pengetahuan, maka kami juga menyelipkan aspek life skills (kecakapan hidup) dimana siswa merasa pembelajaran daring harus menyenangkan dan bermakna.

 

2.         Memberikan semangat dan apresiasi kepada guru, siswa dan orangtua

            Segenap pemberian motivasi kepada guru juga saya sampaikan agar apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin di dapatkan. Guru mengajar online artinya membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi, dan lain-lain.

            Seluruh warga madrasah tentunya sangat merindukan madrasah terutama bagi siswa, bahwa madrasah adalah rumah kedua bagi mereka.

            Saya selalu memberikan kata-kata motivasi dan juga himbauan agar dalam masa-masa yang penuh kebosanan ini siswa tetap bersemangat melakukan aktivitas/tugasnya di rumah. Orangtua pun demikian, banyak yang merasa stres dan kewalahan karena menjadi guru dadakan di rumah bagi anak anaknya.

            Saya mengirimkan kalimat apresiasi dan ungkapan terimakasih kepada segenap orangtua melalui whatsapp grup seluruh kelas. Seluruh orangtua memberikan feedback yang sangat responsif terhadap penyerahan tugas dll. Pesan semangat dan motivasi tentunya sedikit banyak akan mampu menghidupkan kembali semangat yang mulai mengendor sesuai petuah Ki Hajar Dewantara: “Ing Madya Mangun Karsa” atau di tengah-tengah memberi semangat tentu saja langkah ini sangatlah efektif.

 

3.         Melakukan pelatihan daring secara singkat mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ)

            Saya selaku kepala madrasah menyadari keterbatasan kemampuan dan sarana yang tersedia. Tidak semua guru mampu mengoperasikan platform daring dan mempunyai sarana seperti ketersediaan kuota sepanjang waktu. Disinilah peran para guru yang melek IT dan yang telah mendapatkan pelatihan-pelatihan berbasis lokal/nasional bidang IT.

            Guru-guru yang melek IT (Tim IT) mendampingi guru lain yang belum bisa sehingga ketercapaian penggunaan dan pengoperasian platform dapat dijalankan. Kini, untuk kuota para guru pun sudah dimasukkan ke dana bos sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 1801 Tahun 2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 7330 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2020, sehubungan dengan hal tersebut kami mohon bantuan saudara untuk menginformasikan kepada Raudlatul Athfal dan Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan menjadi pedoman dalam pengelolaan anggaran BOP/BOS, sehingga kendala kuota bukan lagi menjadi penghalang bagi para guru untuk mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring/online.

            MTsN 12 Banyuwangi yang saya bina lebih dari 95 % gurunya mampu IT sehingga mereka menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring seperti : E-Learning Madrasah, Edmodo, Google Classroom, Google Form, Quizizz, Quipper, Facebook, Instagram, Youtube, dll.

4.         Membuat laporan tugas ke dalam bentuk daring untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui Pengawas Madrasah

            Seluruh pemangku kepentingan madrasah yang bertugas dan menjabat untuk menyusun rencana kerja darurat untuk dilaporkan setiap harinya dalam bentuk LKH dan Rekapitulasi LKH . Laporan tersebut secara terperinci seperti deskripsi kegiatan dan bukti fisik seperti foto dan lain-lain. Laporan dikirim melalui google form sehingga memudahkan semua pemangku kepentingan madrasah dalam pelaporan dan bertanggungjawab atas tugas dan kinerja masing-masing.

 

5.         Melakukan komunikasi multi arah dalam upaya sterilisasi satuan pendidikan

Wabah yang sedang berlangsung ini sangat memprihatinkan dan tentu saja pihak madrasah harus berperan aktif dalam melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Madrasah melaksanakan protokol kesehatan yang antara lain penyemprotan disinfektan (disinfectant spray) di lingkungan madrasah agar madrasah siap digunakan pada waktunya. Selain itu, siswa diajarkan untuk membuat disinfektan sendiri, masker  dan menjadi agen pencegahan covid 19 di rumahnya masing-masing.

 

Semoga bemanfaat

 

Referensi :

1.       Buku Orangtua, Murid dan Guru; Prof. Dr. Rushffendi, M.Pd. UPI, Bandung, Tahun 1983

2.       https://jambi-independent.co.id/read/2020/05/07/50559/peran-kepsek-di-saat-pandemi-covid19/

3.       Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah, KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM, tertanggal
18 Mei 2020

4.       Guru masa pandemi ; Oleh Prof Wahyudi Siswanto (dosen UM Malang) disampaikan dalam Webinar, Senin, 29 Juni 2020 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang

Senyum Yang Tak Senyum.

 Senyum Yang Tak Senyum.

Oleh (Trya Nur Annisa).


Sakit, sebagian orang akan memilih mengeluh bahkan menangis di depan orang lain saat merasakannya namun sebagian orang lagi akan memilih menyimpan untuk dirinya sendiri. Rasa sakit, entah itu fisik ataupun batin setiap orang pasti pernah mengalaminya. Rasa sakit dapat merubah sifat bahkan kepribadian seseorang. Setiap orang punya hak nya masing-masing untuk mengeluh atau bahkan memendamnya sendiri. Banyak orang yang memilih menyimpannya sendiri dengan berbagai alasan yang ada. Mereka menyimpan ‘luka' itu sendiri dan menikmati rasa sakit dari luka mereka. Senyum yang mereka rekahkan bukan berarti menandakan mereka baik-baik saja. Senyum itu menyimpan beribu makna dibaliknya. Senyum itu sering kali disebut senyum yang tak senyum.

Seseorang yang menyimpan lukanya sendiri bukan berarti mereka tidak punya tempat untuk berkeluh kesah, bukan berarti mereka tidak punya orang yang mereka percaya, bukan selalu mereka seorang yang introvert. Kadang mereka berfikir hanya Tuhan lah yang bisa mengerti keadaan mereka saat mereka merasakan sakit itu. Mereka memiliki banyak topeng dalam kehidupan sehari-harinya, mereka berkata baik-baik saja tapi tidak dengan kenyataannya. Hatinya menjerit pilu, batinnya meraung keras, dan otaknya mengeluh lelah. Mereka pandai menyimpan rasa sakit itu di depan orang lain bahkan keluarganya sendiri.

Senyum, mereka beranggapan bahwa tidak ada gunanya menceritakan rasa sakit mereka dan lebih suka menunjukkan senyum palsu yang dapat menenangkan orang disekitarnya. Seringkali mereka lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Mereka mencarikan jalan keluar bagi masalah orang lain akan tetapi mereka terjebak dalam labirin masalah mereka sendiri. Mereka tidak dapat keluar dan hanya dapat menyimpan dan menyelesaikannya sendirian. Jalan pikir mereka tidak dapat ditebak oleh orang lain bahkan perasaan mereka pun orang lain tidak ada yang mengerti.

Mengapa? Mengapa mereka lebih suka menyimpannya sendirian? Apa mereka tidak percaya orang lain? Tidak, mereka lebih suka menyimpannya sendirian karena mereka tidak mau menyusahkan orang lain dan bahkan melibatkan orang lain dalam masalahnya. Mereka bukan tidak percaya orang lain, mereka lebih nyaman memendamnya dan menyelesaikan semuanya sendirian. Dunia mereka kelam namun mereka membawa warna bagi kehidupan orang lain. Hidup mereka terperosot dalam lubang yang dalam namun mereka lebih mendahulukan menyelamatkan hidup orang lain.

Mereka lebih suka melihat orang disekitarnya bahagia akan tetapi hatinya menjerit pilu dan memberontak ingin merasakan kebahagiaan itu. Bukan, hidup mereka bukan berarti sedih terus-menerus, adakalanya mereka benar-benar merasakan bahagia tanpa ada unsur kepalsuan dalam senyumannya. Orang lain menganggap hidup mereka enak dan selalu bahagia. Kadang mereka tersenyum disaat hati mereka menangis dan meraung keras, senyum itu tampak tulus dan alami dari luar. Betapa hebatnya mereka menyembunyikan luka itu sendiri.

Luka itu entah disebabkan oleh teman, pasangan atau bahkan keluarga mereka sendiri. Mereka seringkali berkata baik-baik saja saat ditanya kenapa, mereka seringkali berkata percaya saat mereka mengetahui bahwa mereka telah dibohongi, mereka selalu tersenyum namun terkadang mata mereka tidak bisa berbohong lagi. Senyum dan kata-kata mereka dapat menenangkan orang lain namun tidak untuk dirinya sendiri. Mereka mempunyai perasaan yang lembut namun terkadang ada saja orang yang kurang ajar merusak perasaan mereka. Bahkan terkadang orang yang kurang ajar itu berasal dari orang terdekat mereka.

Disaat mereka bertanya ‘mengapa?’ dan orang tersebut berusaha mengelak dan bahkan berbohong mereka pura-pura percaya dan tersenyum dengan begitu indah. Namun tidak dengan hatinya yang merasa kecewa akan jawaban yang mereka peroleh. Sesulit itukah berkata jujur? Sesulit itukah menjelaskan yang sebenarnya? Benar, memang tak ada yang bisa mengerti dirinya selain Tuhan mereka lah yang mengerti.

Kebohongan yang mereka terima terdengar indah di telinga mereka namun tidak dengan hatinya yang menjerit pilu meminta kebenaran. Mereka tidak sebodoh yang orang lain kira, mereka juga punya yang namanya akal disaat mereka lebih banyak menggunakan hati mereka. Sakit, itulah yang mereka rasakan saat memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk alasan orang yang mereka percaya berbohong pada mereka. Mereka seringkali mencari tau kebenaran yang sesungguhnya bahkan disaat mereka yakin bahwa kebenaran yang akan mereka terima bisa membuat hati mereka terluka. Ya, mereka seringkali terluka namun tidak ada yang tau karena bibir itu selalu tersenyum dengan begitu indah seakan tak ada beban yang mereka pikul.

Bibir itu merekahkan senyum yang begitu indah namun jika mereka melihat lebih dalam senyum itu tak dapat disebut dengan senyuman yang sesungguhnya. Jika bibir mereka tersenyum menyembunyikan luka maka lihatlah mata mereka yang tidak dapat berbohong itu. Mereka sehat secara fisik tapi tidak dengan hati mereka. Hati itu telah menerima banyak luka yang amat sangat menyakitkan, bahkan disaat luka yang lama belum berhasil disembuhkan ada saja yang menorehkan luka baru atau bahkan membuka luka lama, entah itu oleh orang yang baru atau bahkan orang yang seringkali menorehkan luka disana. Miris bukan? Ya, tapi mereka menyimpan luka itu sendiri dan mengobatinya secara perlahan.


Senyum itu terukir dengan sempurna, namun hati mereka bertambah sakit disaat itu juga. Sebenarnya mereka hanya butuh dimengerti, namun lagi-lagi orang yang disekitar mereka tampak egois atau bahkan hati mereka sendiri yang egois untuk memilih tidak bercerita namun ingin dimengerti. Terkadang mereka bingung untuk bercerita dari mana dan bagaimana karena memang serumit itu untuk menceritakan masalah mereka. Mereka tampak egois dari luar namun lagi-lagi mereka dengan alasan tidak mau menambah beban pikiran orang lain mereka lebih memilih menyembunyikannya. Ya, mereka memang sulit untuk dimengerti.

Tidak ada salahnya dengan menyembunyikan luka, namun mereka juga berhak untuk berkata pada orang disekitarnya saat mereka amat sangat terpuruk. Mengeluh tidak membuatmu tampak buruk, mengeluhlah saat kau merasa tak kuat dengan keadaan yang kau jalani saat ini. Menjadi mereka yang seringkali menyembunyikan luka bukanlah hal yang mudah dan bukanlah hal yang menyenangkan. Hargai mereka yang memilih membuka suara akan lukanya bahkan kepada mereka yang lebih memilih merahasiakannya. Bukan hal yang mudah bagi mereka untuk menceritakan masalah mereka, jadi tolong jadilah pendengar yang baik disaat kau tidak punya solusi untuk masalah mereka. Terkadang mereka yang memilih menyembunyikan masalah mereka disebabkan oleh orang yang tidak dapat menghargai cerita mereka. So, jadilah pendengar yang baik bagi orang lain. 

Pesan yang dapat saya sampaikan adalah hargai cerita orang lain, dengarkan disaat mereka berkeluh kesah dan jangan malah membandingkannya dengan masalah kalian. Hargai orang lain jika kalian ingin dihargai juga. Dan belajarlah mengerti orang lain disaat kalian ingin dimengerti. Jangan jadi orang yang egois dan semaunya sendiri. Kalian hidup bersosial dan membutuhkan orang lain, jadi hargailah mereka. Dan untuk mereka yang memilih menyembunyikan luka, semoga tetap kuat dan jangan sungkan untuk menceritakannya kepada orang terdekat. Ingat, mengeluh tidak membuatmu tampak buruk, akan tetapi jangan terlalu sering mengeluh karena setiap orang selalu punya masalahnya masing-masing.

(Ditulis oleh siswi kelas XI Mipa MAN 3 Banyuwangi)


2020 ZONA TAHUN PENUH KESABARAN

 

2020 ZONA TAHUN PENUH KESABARAN

OLEH : MILA DEWI PARTIKASARI

      

       Memang benar bahwa tahun 2020 dikatakan sebagai tahun kesabaran atau years of patience . seluruh umat manusia diuji dengan berbagai macam cobaan besar yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan, semua orang sedang di uji dengan cobaan yang sangat berat, memprihatinkan, meresahkan dan memberikan dampak yang sangat buruk pada lini kehidupan, namun juga terdapat hikmah yang sangat besar di balik cobaan ini, mayoritas orang masih kaget akan fenomena non alam tersebut. Dengan kedatangan Covid-19 yang dengan mudahnya menularkan virus dari orang satu ke orang lain, kini Pemerintah membuat berbagai macam peraturan perundang-undangan baru yang dibuat sedemikian rupa guna mengatur strategi demi mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh keberadaan Covid-19. Dan peraturan ini dibuat sedikit mengekang seluruh warga masyarakat, yang menyebabkan terbatasnya kebebasan dalam kehidupan semua orang. Seperti halnya peraturan untuk selalu menerapkan Social Distancing dimanapun dan kapanpun, anjuran untuk memakai masker saat bepergian keluar rumah,sering mecuci tangan dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Pemerintah juga menganjurkan untuk menghindari kerumunan massa, karena hal itu juga termasuk faktor yang mendukung penularan wabah Corona. Dengan hal itu, semua warga masyarakat dihimbau untuk mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali terdapat urusan yang sangat penting. Sehingga tidak heran apabila seluruh kegiatan seperti bekerja, beribadah dan sekolah harus dilakukan di dalam rumah. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kegiatan berkumpul dan juga termasuk upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Dampak yang ditimbulkan memang sungguh besar dan tidak main-main. Terutama impresi pada kegiatan beribadah, bekerja dan belajar kini harus dilakukan di rumah masing-masing tanpa terkecuali.

        Kehadiran si monster Corona membuat semua orang yang ada di dunia ini semakin resah dan gelisah, Dan mereka dituntut untuk selalu sabar dalam  menjalani kehidupan sehari-hari yang serba ada batasan. Seperti halnya pada kegiatan yang berbau nilai-nilai religius yaitu beribadah. Dikarenakan serangan brutal virus corona yang sangat berbahaya, untuk mengurangi kerumunan massa dan saling kontak antar masyarakat, pemerintah atas izin dari kementrian agama memberlakukan peraturan untuk menutup sementara tempat-tempat beribadah. Itu semua dilakukan guna menghindari kontak fisik antar jamaah dan meminimalisir penyebaran virus corona. Tempat ibadah untuk berjamaah sebagai salah satu lokasi untuk memperbanyak pahala, amal kebaikan dan tempat dimana para jamaah untuk menjalani kewajibannya dalam beribadah kepada tuhan kini sudah di lock down, Banyak orang yang sedih dengan situasi dan kondisi sulit hasil dari ukiran Corona. Semua kegiatan yang semula dilakukan secara bebas tanpa ada hambatan, kini semuanya harus diberi batasan(takrif).

        Disamping batasan dalam hal beribadah, pandemi virus corona juga berdampak pada kelumpuhan sektor perekonomian dunia. Dengan segala keriwuhan yang ditimbulkan oleh bebeb corona, banyak pihak yang mendapatkan impresi buruk dalam kehidupan dan ekonominya. Dengan segala upaya pemerintah dalam melakukan inhibisi dalam berbagai bidang, kini banyak para pengusaha yang mengalami penurunan omset secara drastis di bidang usahanya. Contohnya saja para pengusaha di bidang sandang ataupun pangan, mengalami kesulitan dalam memasarkan dan mendistribusikan produknya pada lintas luar daerah pada khalayak ramai atau para konsumen. Karena hal itu semua diakibatkan oleh adanya penerapan peraturan baru dalam bidang akses transportasi yang disebut dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dengan adanya kendala dalam proses pendistribusian inilah yang menyebabkan produk-produk yang dihasilkan tidak bisa terjual sesuai dengan target yang diharapkan perusahaan. Disebabkan oleh faktor itulah yang menyebabkan kerugian besar dan penurunan omset secara drastis,karena biaya pengeluaran perusahaan tidak sesuai dengan pemasukan atau tidak mencapai target. Tidak heran apabila banyak pegawai yang harus di PHK karena hal itu. Selain itu juga tidak sedikit orang diluaran sana yang kehilangan pekerjaannya. Disamping kebutuhan hidup yang semakin hari semakin meningkat, banyak para pengangguran yang memilih jalan instan untuk menambah penghasilan yaitu dengan cara mecuri, merampok, dan tindak merugikan lainnya. Pandemi bukan hanya memperburuk kondisi ekonomi, namun juga memperparah situasi keamanan masyarakat lain dengan meningkatnya angka kriminalitas.

Tahun 2020 Merupakan tahun bersejarah di zaman kontemporer seperti sekarang ini. Tahun ini penuh dengan kejutan-kejutan yang mencengangkan dan tak terduga keberadaannya. Kejutan ini pasti ada relasinya dengan kehidupan manusia, yang dimana isinya didominasi berupa prahara dan kepedihan yang mendalam bagi semua orang yang ada diseluruh jagad raya. Dan kejutan itu berupa datangnya monster ganas dari Wuhan,Cina bernama "Corona Virus Desease"  yang dengan gampangnya menginfeksi jutaan orang di seluruh belahan dunia hanya dengan kontak fisik saja. Virus inilah yang menyebabkan awal mulanya kemunculan polemik dan kontroversi besar disemua kalangan yang ada di Dunia. Dengan hal itu pastinya sangat menguji kesabaran disemua kalangan,karena mereka dituntut untuk selalu ekstra waspada dan hati-hati terhadap serangan Corona.

       Semua kontroversi dan kegaduhan tersebut disebabkan oleh sesuatu yang bukan main-main dan keberadaannya tidak bisa diremehkan. Meskipun tragedi besar ini  disebabkan oleh sesuatu yang kecil yaitu "Virus Corona" yang ukurannya pun tidak seberapa, namun ia mampu mengguncang dan merusak segala tatanan yang ada di dunia bahkan juga berhasil merenggut kebahagiaan,kebebasan dan senyum semringah semua orang.

          Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor perekonomian saja, melainkan juga berpengaruh terhadap devisi pendidikan. Di masa pandemi Corona Virus Desease ini memanglah sangat menghebohkan seantero jagat raya. Fenomena tidak biasa ini berhasil membuat segala aktivitas yang normalnya dilakukan diluar rumah, kini menjadi aneh dan tidak biasa karena semuanya harus ekstra dilakukan dirumah. Seperti halnya kegiatan sekolah, yang biasanya dilaksanakan di lingkungan sekolah kini harus dilakukan di rumah. " Yang namanya sekolah itu ya dilakukan di lingkungan sekolah, bukan di rumah" ,Pemikiran itu mungkin masih ada pada benak sebagian warga masyarakat yang masih belum bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Memang benar bahwa untuk sementara waktu ini kegiatan belajar mengajar di sekolah diberhentikan sementara dan dialihkan ke pembelajaran daring. Itu semua bertujuan untuk menghambat diseminasi virus corona yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Perlu diingat dan diketahui, selama pandemi Covid-19 belum berakhir pembelajaran di sekolah akan tetap diberhentikan dan dialihkan pada pembelajaran jarak jauh secara online atau daring. Dengan menjalani kegiatan belajar mengajar secara online antara guru dan peserta didik dituntut untuk selalu sabar dan ikhlas. Pro kontar dalam WFH(Work From Home) memanglah menjadi kendala, maka dari itu sangat diperlukan kolaborasi antara guru pembimbing, peserta didik dan tentunya juga dukungan para orang tua peserta didik. Hal itu harus dilakukan demi terciptanya suasana belajar yang disiplin, menyenangkan dan tentunya akan tercipta kegiatan belajar yang berkualitas tinggi. Dijalani dengan penuh keikhlasan dan lapang dada inilah yang akan memberikan nilai keberkahan tersendiri dan manfaat yang luar biasa.

Meskipun semua peserta didik menjalani aktivitas belajarnya di rumah, namun mereka juga harus tetap membayar iuran uang SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) disetiap bulannya. Ditambah lagi dengan uang pembelian buku pendamping siswa seperti LKS ataupun buku paket, itupun harganya juga tidak murah. Dengan alasan itulah mengapa banyak para orang tua peserta didik yang mengeluhkan akan hal itu. Apalagi pada keluarga peserta didik yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah. Mereka sangat keberatan dengan tanggungan biaya  pendidikan tersebut. Sedangkan dimasa pandemi seperti sekarang ini,pekerjaan semakin sulit dan penghasilan pun tidak menentu. Dan tak sedikit dari mereka yang mengharapkan keringanan ataupun bantuan dari pihak yang terkait. Keberhasilan si monster corona dalam melumpuhkan perekonomian membuat semua orang yang ada di dunia ini merasa gundah.

Semua kegiatan dan aktivitas kini harus dilakukan di rumah termasuk juga bekerja. Kalau para pegawai kantoran ataupun para PNS itu bisa melaksanakan pekerjaannya di rumah dan itu pun sudah pasti mendapatkan gaji(honor) dari pemerintah. Namun jika rakyat-rakyat kecil yang pekerjaannya serabutan jika dituntut untuk bekerja di rumah mungkin mereka tidak akan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya.

Mungkin itu adalah bagian kontra dari bencana wabah penyakit ini. Jadi tidak salah apabila tahun 2020 dikatakan sebagai tahun penuh kesabaran. Karena cobaan besar berupa pageblug corona yang hingga saat ini tidak kunjung reda, malah semakin kesini dampaknya kepada masyarakat semakin menjadi-jadi.


       Kita perlu mengingat bahwa Tuhan Yang Maha Esa mendatangkan sosok bencana di muka bumi ini pastinya mengandung arti dan hikmah tertentu. Kehadiran sebuah bencana pasti membawa pesan dan tujuan tersendiri. Seperti bencana Non Natural Covid-19 yang sedang booming di seantero jagat raya, yang kemunculannya secara sontak pada akhir 2019 di Wuhan hingga menyebar keseluruh belahan dunia. Memang terbukti realitasnya bahwa virus mungil ini sukses menciptakan guncangan dahsyat lahir dan batin di seluruh dunia. Namun yakinlah pasti terdapat celah indah dibalik tragedi ini. Disamping meroketnya kerugian, disisi lain juga memberikan dampak positif diberbagai aspek . Memang benar bahwa bencana itu merupakan sebuah kejadian alam yang berpotensi mengancam populasi keberadaan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dan semua hal yang diakibatkan oleh bencana kebanyakan bersifat merusak dan merugikan. Karenanya mengakibatkan banyak kematian dimana-mana dan kemudaratan yang amat memilukan disemua kalangan. Kita kembali pada ketentuan Tuhan, bahwa semua bencana itu diciptakan memang spesial untuk makhluknya terutama manusia. Apakah mereka bisa menyikapi keberadaan makluk lain seperti virus corona dengan bijak atau tidak?, apakah mereka bisa berkontribusi dengan situasi dan kondisi tersebut?, apakah mereka bisa menghadapi itu semua dengan hati yang ikhlas dan lapang dada?.Tuhan memberikan seleksi alam kepada makhluknya. Untuk menguji seberapa kuat dan tangguh makhluknya menyikapi itu semua. Melihat hal itu, pastinya terdapat banyak hikmah yang terkandung di dalam sebuah tragedi. Dengan segala kepedihan yang ada, hati ikhlas dan sabar lah yang akan menjadi obat penenang di masa-masa yang sulit.

 

*Siswa kelas XI MIPA 3 MAN 3 BANYUWANGI 




 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger