Pages

CO-Mahajana MTsN 5 Banyuwangi Santuni Dhuaza

     
Tidak berhenti pada kegiatann bagi takjil saja Co Mahajana Social MTsN 5 Banyuwangi masih bersemangat dalam kegiatan sosial.kali ini mereka membagikan sembako dan masker gratis pada kaum dhuafa yang berada di wilayah kecamatan Cluring.ada 5 desa yang ada diwilayah Cluring mereka datangi ada sebanyak 25 kaum dhuafa yg mereka beri sembako dan masker gratis.

          Dalam isi sembako tersebut berisi beras 2,5 kg, minyak goreng 1 liter, kecap, gula dan mie instans. dibagi sembako ini mereka juga memberikan masker gratis pada mereka agar tetap sehat dengan adanya virus covid 19 ini. sengaja Co Mahajana hadir di akhir Ramadhan karena sengaja ingin membantu kebutuhan menjelang hari raya. Co mahajana hanya membutuhkan waktu 4 harian saja dalam mengalang dana dan mempersiapkan semua kebutuhan yg dbuat untuk berbagi sembako maupun takjil gratis.selain mereka mendapat donatur dari bapak ibu guru, laziz sekolah mereka juga mendapatkan donatur dari pihak luar sekolah.

CO-Mahajana Kembali Bagi bagi Takjil

Berlanjut dari kegiatan yg dari kmarin2 co mahajana hadir lagi berbagi takjil dan masker gratis tepatnya di pertigaan benculuk depan masjid jami' alfalah Desa Benculuk Selasa (19/5)  mereka berbagi takjil dan masker gratis dengan masyrakat terdekat dan pengendara yg ada disekitar wilayah tersebut. Kegiatan tersebut sengaja mereka lakukan karena mereka ingin berbagi kebahagian dengan para masyarakat dan pengendara yang ada disekitaran wilayah tersebut di dalam bulan ramadhan yang suci ini. Hari ini merrka bisa berbagi takjil takjil sejumlah 400 cup 
Guru Pendamping dalam kegiatan tersebut Wulan menyampaikan bahwa semangat anak anak untuk berbagi patut diacungi jempol "meskipun demikian kami tetap menerapkan prosedur yang ditetapkan agar tidak terhindar dari civid 19" ungkap nya.
Lebih lanjut Wulan menyampaikan bahwa anggota CO Mahajana yang konsen terhadap kegiatan sosial tersebut akan terus melakukan kegiatan sosial selama masih memungkinkan.

Selembar Bibir

            Saya pernah menjadikan selembar bibir untuk status dalam WhatAap, empat hari berturut turut dengan bibir yang berbeda. Saya tidak menyebutkan gambar bibir siapa saja yang saya jadikan status tersebut, meskipun saya mengenal semua pemilik gambar bibir tersebut. Banyak yang menganggap bahwa yang saya lakukan tersebut sebuah kegiatan kurang kerjaan, tiga diantara yang merasa mrmiliki gambar bibir tersebut  memblokir nomor saya sebagai ungkapan kesal dan kecewa  gambar bibirnya diunggah tanpa izin, ada juga yang memaki maki saya (meski lewat tulisan) yang harus saya terima dengan senyum. Terlebih ada dua gambar bibir dimana ada tahi lalat kecil diujung bibir tersebut dimana meski dibalut dengan lipstik, namun masih dapat dikenali, ada juga yang berkomentar, jika cinta langsung dilamar saja.
Sebuah pernbuatan yang kita lakukan pasti mengandung resiko yang harus kita tanggung, meskipun yang kita lakukan merupakan salah satu percobaan dari hasil penelitian seseorang yang sedang kami uji kebenarannya. Namun tidak semua orang dapat menerima ketika dirinya dijadikan objek dari percobaan tersebut tanpa izin, terlebih dilakukan di media sosial. Namun seseorang yang ingin membuktikan sebuah teori harus berani mengambil sebuah resiko, yang kadang bukan hanya di caci maupun dibenti, namun juga tidak sedikit yang harus menikmati ujung kehidupan.
Wajah adalah bagian tubuh yang paling mudah dikenali, kita mungkin sulit mengenali seseorang jika kita tidak melihat wajahnya, namun jika kita melihat wajahnya, meski kita tidak melihat seluruh tubuhnya, kita dengan mudah dapat mengenalinya, karenanya disetiap Kartu Identitas selalu menampilkan Pas Foto wajah pemiliknya, bahkan orang yang biasa bercadarpun akan melepas cadarnya ketika dia sedang melaksanakan Sholat dan Ibadah Haji ataupun Umroh, dan bibir merupakan bagian dari wajah dimana kita akan lebih mudah untuk mengenalinya dibandingkan bagian wajah lainnya, dan bukan karena dari bibir tersebut akan keluar suara dimana akan menyebutkan siapa dirinya, atau kita dapat mengenal suara tersebut meski tidak menyebutkan namanya, namun karena bibir  akan lebih mudah dikenali daripada bagian wajah lainnya. Saya tidak tahu apa ada hubungannya dengan teori bahwa bibir dan beberapa centi diatasnya adalah inti dari wajah, sebagaimana terori yang pernah saya terapkan dengan menjadikan beberapa bibir dalam status saya dan ternyata hasilnya “menakjubkan”.
Ada ungkapan bahwa mulutmu harimaumu, dimana dalang ungkaan tersebut bermakna bahwa apa yang keluar dari selembar bibir dapat menyakiti orang lain, bahkan dapat menimbulkan perang.juga bisa mencelakakan diri sendiri. Ungkapan ini juga mempunyai makna bahwa setiap kata mempunyai kekuatan yang sangat besar efeknya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, baik dampak positif maupun dampak negatif. Kata atau kalimat yang sama akan dirasakan berbeda ketika keluar dari bibir yang berbeda, hal ini bukan sekedar tekanan kata yang berbeda, namun adanya aura yang berbeda dari tiap tiap orang yang akan kita rasakan ketika kita mendengan perkataannya.
 Perkambangan tehnologi telah mengembangkan peribahasa tersebut dimana bukan hanya mulutmu harimaumu, tetapi juga jari jarimu harimaumu, hal ini dikarenakan jari jari yang dengan lincah senam diatas keyboard mengukir kata untuk disampaikan ke media sosial juga dapat memberikan dampak yang luar biasa, dimana kata kata tersebut dapat memberikan inspirasi dan semangat, namun juga dapat menimbulkan ujaran kebencian dimana undang undang memungkinkan untuk memenjarakan ujaran kebencian tersebut. Karenanya harimau yang ada pada selembar bibir dan jari jari harus dijaga agar memberikan banyak manfaat dan menghindarkan diri dari malapetaka.
Puasa bukan hanya mencegah selembar bibir untuk menikmati makanan dari subuh hingga maghrib, meskipun dampak dari tidak adanya asupan makanan tersebut dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Yang kadang juga mengakibatkan berkurangnya rasa percaya diri ketika berkomunikasi. Karenanya dalam berpuasa disunnahkan banyak membaca Al Qur’an, hal ini bukan hanya mencegah diri agar tidak berkata kotor, namun juga dapat mengurangi bau mulut yang tidak sedap. Puasa seharusnya juga mencegah selembat bibir untuk tidak berkata kotor dan menyakiti perasaan orang lain agar puasa yang dilaksanakan tidak terkesan hampa yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Tetapi jjuga memberikan manfaat yang lebih untuk peningatan kwalitas diri dan keimanan seseorang.
Mengutip tulisan H. Subhan Nur, Kasi Metode dan Pengembangan Dakwah Bimas Islam, bahwa Salah satu manfaat kesehatan bagi orang yang gemar membaca Al-Qur’an adalah mengurangi kadar CO2 (karbon dioksida) pada otak. Otak manusia memerlukan suplai oksigen yang berlimpah agar sel-sel otak dapat bekerja secara normal. Jika suplai oksigen berkurang maka CO2 akan cepat mengisi kekosongan sehingga mengakibatkan penurunan daya berpikirdankonsentrasi sertamelemahkan ingatan. Untuk menormalkan kembali fungsi otak, makakadar CO2 harus dikurangi dan suplai oksigen ditambah. Salah satu ikhtiarnya adalah tilawah Al Qur’an minimal 100 ayat perhari/30 menit setiap hari. Menurut dr. Arman Yurisaldi, seorang dokter spesialis syaraf dari Rumah Sakit Satyanegara bahwa terdapat sinkronisasi antara pelafalan huruf dengan ilmu kesehatan tubuh dan membaca Al Qur’an yang sesuai dengan tuntunan ilmu tajwid dan makhrajnya berdampak positif terhadap kesehatan tubuh dan proses penyembuhan penyakit.

oleh : Syafaat



ALUMNI MAN 2 BANYUWANGI IKUT BERBAGI KEPADA SESAMA

GENTENG,(16/05) Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi mengadakan bagi donasi kepada sesama, kegiatan ini lakukan untuk membantu sesama yang terdampak oleh pandemi covid-19 diwilayah Kecamatan Genteng. Bantuan ini di berikan kepada lansia dan beberapa keluarga kurang mampu yang ada di 15 daerah disekitar Kecamatan Geteng Donasi yang terkumpul berjumlah 75 sembako yang di distribusikan oleh para alumni dan kepala madrasah secara simbolik. 

Memang covid 19 itu sangat berdampak di berbagai segala hal. Mulai aktifitas masyarakat lebih lebih mereka yang bekerja di hari ini mencari nafkah dan hari ini di makan. Dan dari segi lain yaitu seperti protokol yang sangat perlu di perhatikan. Maka kegiatan ini sangat membantu terhadap sesama kita yang membutuhkan.

"Saya mengucapkan trima kasih dengan adanya kegiatan positif ini semoga dapat di salurkan ke mereka - mereka yang terkena dampak atas pandemi ini".ujar  Moh. Anwar Kepala MAN 2 Banyuwangi

"Saya ucapkan selamat dan trimakasih terhadap alumni yang dapat kembali dengan nuansa yang cukup berbeda. Kami meminta doanya kepada alumni untuk kepada madrasah ini dapat menjadi tempat menuntut ilmu yang kelak menjadikan siswa siswi yang sholeh dan sholehah".imbuhnya

Kegiatan ini di mulai dengan serah trima donasi alumni organisasi dan alumni MAN 2 Banyuwangi. Yang di salurkan lewat kepala MAN 2 Banyuwangi diberikan kepada masyarakat sekitar MAN 2 Banyuwangi yang membutuhkan. dalam kesempatan tersebut Kepala MAN 2 Banyuwangi Drs. Moh.Anwar M.Pdi didampiingi  waka kesiswaan Drs. Mohammad Tashil M.PdI.

"Kami dari alumni mengucapkan banyak trima kasih terhadap bapak kepala yang telah memberikan apresiasi kami atas kegiatan ini. "Semoga kedepanya kegiatan kami dapat memberikan yang terbaik kepada madrasah".ujar Ali mewakili alumni
Pendistribusian bantuan tersebut diterima dengan senang hati oleh masyarakat, mereka sangat bertrima kasih atas donasi tersebut dan berharap agar pandemi ini lekas menghilang.(difary)

Sayangku Tak Terbatas Jarak Untukmu


Sayangku Tak Terbatas Jarak Untukmu
Oleh :Eny Susiani
Dirumah saja, Phisical Distancing, WFH, belajar di rumah buat jaga jarak,dengann kerabat dan sahabat bukan berarti menjauh, sejenak kita memberi ruang untuk bumi agar bisa bernafas lebih lega kembali. Jarak tak berarti kita jauh mari kita lewati ini semua agar bumi segera pulih kembali untuk memulai asa kita kembali. Hati kita masih terikat dalam satu ikat, setiap nafasku selalu teringat dirimu, meskipun jauh, di dunia maya setiap saat kita bisa bertemu. Berat memang karena kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain, yang selalu butuh untuk aktualisasi diri bersama orang lain.Tapi diam di rumah bukan berarti kita terpisah dari komunitas kita, bukan berarti kita tidak bisa aktualisasi diri, kita tetap bisa bersama walau jarak memisahkan kita, kita juga tetap bisa berkarya untuk masa depan kita dan Indonesia kedepan.
Tetap semangat anak anakku, bukan hanya kamu yang rindu untuk sekolah kamipun sangat rindu anda semua, rindu senyum, tawa, dan candaan di sela sela jam belajar kita, rindu ketika ada yang bertanya denga pertanyaan jahil kalian,ketika ada yang mengacungkan jari dan bertanya, yang saya kira bertanya tentang materi ternyata," bu ibu sudah move on" Astaqfirulloh dasar generasi milenial dimana guru sering diangap teman. Dan banyak pertanyaan lain yang sekarang bikin ibu rindu kalian semua, rindu menderu, tapi kita tetap harus berusaha, berpikir positif bahwa wabah ini akan segera berakhir dan mari kita bersama tetap belajar dan berkarya untuk negeri kita tetap bisa bersama saling menyapa saling mendukung dan belajar melalui media online yang ada.
Bu kapan perpisahan? Kami ingin tampil cantik bu, kami ingin punya photo kenangan, kami ingin sungkem dengan orang tua di hari wisuda, kami sudah beli baju wisuda bu. Anak anaku Ibupun ingin hal yang sama tapi keadaan yang membuat  semua ini terjadi, ingat tidak Wisuda bukan berarti tidak punya kenangan justru inilah nanti yang akan menjadi kenangan yang bisa anda ceritakan pada anak cucu anda generasi covid, generasi lulus tanpa UN, generasi yang lulus tanpa wisuda dan masuk sekolah baru tanpa disambut, generasi yang merdeka belajar, belajar melalui banyak media online yang menghabiskan banyak paket data, generasi  yang diam dirumah justru menjadi pahlawan, kita bisa merayakan kelulusan didunia maya dengan berbagai aplikasi yang adaengkau masih bisa menggunakan baju yang didisain khusus untuk merayakan kelulusan dan membagikannya kepada kita. Agar Ibu tahu bahwa engkau benar benar pantas disebut dewasa.
Banyak keluhan paket data habis dan dengan tersenyum Ibu jawab minta uang saku ke ortu karena kamu tetap sekolah dan ada yang menjawab ortu tidak punya uang bu, Ibu jawab ganti baju, pakai jilbab topi dan jangan lupa pakai masker kemudian pergi ke Kantor Desa atau Kecamatan terdekat jangan lupa tetap jaga jarak dan jaga kebersihan, kita tertawa bersama, dan kalian tetap bisa belajar bersama. Menggunakan jaringan gratis yang tersedia. Bagaimanapun tetap saja muncul kebosanan dan ketika pembelajaran dengan zoomeeting kalian bersorak riang sekali karena bisa bertemu dengan guru dan teman walau jarak memisahkan kita, sunguh sesuatu banget ini juga kenangan anak anaku, kenangan kita pernah berperang dengan monster kecil yang tidak kasat mata tapi bisa memporak porandakan segala lini kehidupan manusia.
Tidak sekedar kenangan tapi juga pembelajaran hidup yang sebenarnya, bahwa mahkluk kecil itu bisa membuat dunia kocar kacir kalang kabut, ketakutan, kebingungan, pengalihan kebijakan, juga menumbuhkan sikap kesetiakawanan, kedermawanan, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita yang lama kurang terlihat, semua ini tentu sesuai rencana Allah yang menguasai kehidupan, bahkan ilmu pengetahuanpun tidak berdaya menghadapinya,arogansi seakan hilang  Seiring harapan semoga pandemi segera berakhir dan kita bisa bertemu kembali diruang kelas nyata tanpa sekat dan tidak lagi kami dapati ruang dan bangku kosong  yang membuat dada sesak dan nafas panjang. Tetap semangat anak anaku, kita tetap patuhi himbauan pemerintah jadilah warga negara yang cerdas dan baik smart and good civics seperti slogan dan yel yel  pembelajaran PPKn kita dalam.menghadapi ancaman tidak nyata terhadap NKRI jangan lupa tetap jaga kepedulian dengan sesama.
Belum lagi ada peryataan teman tetangga dan lain lain yang mengatakan enak jadi PNS diam dirumah ndak kerja tetap di bayar, bahkan ada yang mengatakan makan gaji buta, ah biarlah mereka tidak tahu apa yang kami lakukan, kami tetap mengajar dari rumah koreksi tugas dan menagih tugas sampai malam, menyiapkan mental dan materi agar siswa kami tetap semangat belajar, karena menjadi guru adalah pilihan, bahkan nafas kami dan separuh hidup dan cinta kami untuk siswa siswi kami, kami ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan siswa kami karena negeri ini suatu saat akan berada dalam kendali mereka, tentu tangung jawab moral yang tidak main main. Kebahagiaan seorang guru adalah bila siswa atau muridnya sukses sesuai kemampuan masing masing.
Marilah kita bersama bergotong royong bersama agar pandemi segera berakhir,tetep jaga jarak,jaga kebersihan untuk Indonesia tercinta, dan jangan lupa berdoa dan percaya semua akan segera berakhir dan kita akan bertemu kembali manjadi insan yang lebih baik.

Penulis Guru PPKn MAN 3 Banyuwangi di Srono

CO Mahajana MTsN 5 Banyuwangi Dalam Kegiatan Zakat Fitrah

Dengan adanya virus covid 19 tidak menghalangi niat baik anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Dan anggota CO Mahajana  menjadi panitia Zakat Fitrah. Mereka tetap melaksanakan kegiatan zakat Fitrah dengan tidak menanggalkan himbau pemerintah tentang SOP Penanggulangan penyebaran Covid-19 dengan jaga jarak dan memakai masker demi memutuskan matai rantai penyebaran virus yang terjangkit pertama dari Wuhan tersebut. .
Dalam pelaksanaan kegiatan zakat fitrahpun mereka menganjurkan jaga jarak antar satu dengan yang lain.dlain itu juga mereka menyediakan tempat untuk cuci tangan sebelm menyerahkan zakatnya.dalam penyerahan zakat Fitrahpun dberlakukan jarak ketika mereka menunggu giliran dalam berzakat.
Dalam kegiatan zakat ini dbagi waktu agar tidak terjadinya keramaian dalam berzakat.
Zakat yang sudah dimulai dari tanggal 11 mei akan berakhir pada besok hari sabtu tanggal 16.
Dalam zakat ini terbagi beberpa kloter diantarnya
Pada tanggal 11 hingga 12 mei dilaksanakan untuk kelas VII.13 sampai 14 mei untuk kelas VIII dan 15 hingga 16 Untuk kelas IX.Dalam pelaksanaan jam pun juga terbatas dimulai jam 8.00 hingga jam 11.00 kecuali hari jum at.diakhir hari zakatpun akan dilangsungkan pembagian zakat pada kaum dhuafa dan anak yatim piatu..
Kepala MTsN 5 Banyuwangi menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan pasra siswa tersebut "Kegiatan ini disamping sebaga kewajiban setiap muslim untuk mengeluarkan zakat, juga pembelajaran bagi siswa sebagai Panitia Zakat Fitrah" ungkapnya.

Besar Mana Sih Pengaruh Cinta dan Uang dalam Kehidupan?


Besar Mana Sih Pengaruh Cinta dan Uang dalam Kehidupan?
Oleh : Nur Khofifah, S.Pd, guru MIN 3 Banyuwangi.
Logis juga manusia memburu uang  karena kebutuhan. Alasan yang mendasar adalah lapar, karena ini pulalah anarki merebak di mana-mana. Banyak tindak kejahatan mulai meramaikan dunia berita di tengah kepungan covid 19 yang belum tahu kapan berakhirnya. Alasan lapar pula yang menyeret manusia melakukan berbagai tindak penyelewangan. Tuntutan keluarga salah satu yang sering didengungkan. Tidak heran dilakukanlah tindakan menghalalkan segala cara, alasan klasik meski adakalanya dibungkus kata khilaf. Apalgi social distancing membawa pada situasi serba sulit. Situasi menjebak yang mengharuskan tetap jaga jarak, tutup semua keramaian, akibatnya PHK besar-besaran tak terelakkan. Pemberlakuan social distancing belum tahu kapan berakhirnya.
Kehadiran virus yang tengah booming bagai artis melenggang dipuncak popularitas ini nyatanya telah menghentikan berbagai gerak aktivitas terutama di bulan ramadan ini. Disamping itu ada dua hal yang juga memiliki pengaruh kuat tumbuh subur seiring mewabahnya covid 19 di bulan suci ini, yaitu keberadaan cinta dan uang. Seiring perjalanan yang serba sulit semailah cinta dan kasih sayang untuk sesama dan gunakan uang untuk berbagi dengan yang tak berpunya agar beban tidak terlalu berat dipundak saudara-saudara kita yang terdampak Corona.
Seperti biasa ada yang menggelitik telingaku ketika suara-suara sumbang hilir mudik mencoba membelai-belai, dan bunga-bunga cinta tersembur manja terpapar melintas pandangan. Sebuah fenomena tiba-tiba saja menerobos celah hati, cinta dan uang memiliki pengaruh yang fenomenal. Aku langsung menangkap dan bertanya, dunia seberat apakah engkau memikulnya.
Cinta dan uang dua sisi kehidupan manusia yang saling mengisi. Keterkaitan pada keduanya bagai mata rantai saling mengikat. Bisa jadi keduanya kebutuhan berujung petaka, bila kesadaran hati tidak mau bekerja sama. Tarik menarik kepentingan menjadi ciri khas kehadiran keduanya. Lantas manakah yang paling besar pengaruhnya bagi kehidupan, cintakah atau uang.
Otak nakalku sibuk sendiri mencoba mengurai setiap simpul yang menjerat antara cinta dan uang. Stuck , aku tidak bisa mengurai secara rinci dan gamblang. Dalam dialogku yang sering gayeng dengan seorang dosen mengatakan, kalau film india yang lebih kuat pastilah cinta tapi kalau dalam film korea uang penentunya. Naah kan, mungkinkah faktor sosial salah satu standar yang menentukan pengaruhnya.
Gairah hidup menjadi padam tanpa cinta. Bagai terkungkung dalam lubang rahasia kelam dan tersekat. Tanpa rona warna yang menjadi keseimbangan, cinta menggerakkan dan cinta juga yang menenggelamkan. Manusia terhempas pada batas rindunya sering menghakimi diri sendiri demi dicinta. Begitu besar kekuatan cinta hingga rela separuh nyawa dipertaruhkan untuknya. Seribu alasan yang mengiringi,  tanpa cinta bagai hidup di lembah salju kedinginan mati rasa. Tidak heran bila banyak yang tersedot terbenam pada kedalamannya yang tak terukur.
Lantas bagaimana dengan uang, bukankah uang sekarang ini menjadi raja. Sang raja ini telah menaklukkan dunia, kehadirannya sangat dipuja, dielu-elukan bak lentera di lorong gelap dan manusia berlomba-lomba berebut menguasainya. Tidak pandang siapa, ia terlena bertekuk lutut silau masuk perangkapnya. Uang menjelma menjadi sumber kekuatan dan penentu segalanya bahkan nyawa sering dipertaruhkan untuk mendapatkan.
 Pada akhirnya kudapat jawaban yang lebih rasional. Banyak hal yang diperlukan dalam hidup ini, dan tidak ada yang paling dominan. Uang dan cinta memiliki pengaruh yang sama kuat. Keduanya bagai segitiga sama kaki yang saling berhadapan, Cinta pada awal perjalanannya memiliki ruang yang luas tetapi seiring waktu akan mengerucut menyempit, sebaliknya uang pada awal perjalanan manusia berada pada skat ruang yang sempit dan seiring kekokohannya dalam mendapatkan akan semakin membesar dan meluas.
Sebuah analisa yang cukup membuatku mengangguk-angguk salut. Meskipun cinta memabukkan adakalanya juga menyebalkan tetapi orang butuh mendapatkan. Ia adalah rasa yang menggerakkan telisik jiwa. Jejak-jejaknya terekam dengan bahasa yang hanya dipahami oleh jiwa. Cinta juga menjadi candu penyembuh ringkihnya jiwa.
Sebuah kebutuhan Alasan mendasar orang butuh uang. Kesadaran adalah kunci keseimbangan. Seberapa kuat pengaruhnya pada manusia, akal budi, hati yang merasa menjadi pegangan karena cinta dan uang paling cepat merubah tabiat manusia. Selamat beribadah puasa.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger