Pages

Home » » PCNU Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Lembaga, Konsolidasi Diarahkan pada Program yang Lebih Terukur

PCNU Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Lembaga, Konsolidasi Diarahkan pada Program yang Lebih Terukur

BANYUWANGI – Penguatan koordinasi, penyelarasan program, dan peningkatan efektivitas kerja kelembagaan menjadi pokok pembahasan dalam Rapat Konsolidasi Organisasi PCNU Kabupaten Banyuwangi, Ahad (8/11/2026), di Hedon Resto Banyuwangi.

Kegiatan ini diikuti jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, pengurus MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi, pimpinan lembaga, serta badan otonom NU. Pertemuan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyampaian perkembangan program dari masing-masing lembaga untuk memastikan gerak organisasi berjalan dalam satu koordinasi.

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam taujihadnya menekankan pentingnya menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam berorganisasi. Ia mengingatkan pesan Al-Qur'an, Wa ta'awanu 'alal birri wat taqwa wa la ta'awanu 'alal itsmi wal 'udwan, yakni saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan serta tidak bekerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Menurutnya, nilai tersebut harus tercermin dalam pola kerja organisasi, sehingga setiap pengurus dapat menjalankan khidmah dengan penuh keikhlasan, saling mendukung, dan tidak menjadikan tugas organisasi sebagai beban.

"Berorganisasi itu harus terasa ringan dan menyenangkan. Tetapi kemudahan bukan berarti kita mengabaikan kualitas produk program yang dihasilkan. Berkhidmat di NU itu menyenangkan, yo oleh ganjaran, yo oleh kesenengan," tuturnya.

Dalam jalannya rapat, Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Mohammad Bisri Musthofa, menjelaskan bahwa konsolidasi tersebut merupakan bagian dari supervisi organisasi untuk mengetahui perkembangan sekaligus mendorong produktivitas lembaga secara berkala.

Sebanyak 18 lembaga menyampaikan laporan perkembangan program kerja, mulai dari kegiatan jangka pendek hingga perencanaan jangka menengah. Beragam paparan tersebut memperlihatkan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian masing-masing lembaga dalam menerjemahkan tugas dan fungsi kelembagaan menjadi kegiatan konkret.

Bisri menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan tersebut. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa capaian setiap lembaga perlu diikuti dengan komunikasi dan koordinasi lintas sektor agar seluruh program dapat saling melengkapi.

"Kita bangga dengan kemampuan dan kemandirian lembaga dalam menjalankan program. Tetapi yang perlu terus diperkuat adalah sinergitas. Jangan sampai program berjalan sendiri-sendiri, bahkan terjadi tumpang tindih yang akhirnya menimbulkan kebingungan di tingkat basis, terutama MWCNU," jelasnya.

Ia berharap forum konsolidasi dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memetakan wilayah kerja, serta membangun keterhubungan program antara PCNU, lembaga, dan MWCNU. Dengan begitu, setiap program memiliki arah yang jelas dan pelaksanaannya dapat dikoordinasikan secara lebih efektif.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga setelah menyimak paparan program selama kurang lebih dua hingga tiga jam. Ia mengaku bangga melihat dinamika dan perkembangan kerja kelembagaan yang menunjukkan adanya kesungguhan dalam menjalankan amanah organisasi.

Menurutnya, mengelola organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Besarnya jumlah warga NU dengan latar belakang, karakter, kebutuhan, serta pemikiran yang beragam menuntut kemampuan organisasi untuk terus beradaptasi dan menghadirkan program yang relevan.

"Tantangan dalam menjalankan program di Nahdlatul Ulama ini memiliki kekhasan tersendiri. Kita memiliki warga yang sangat banyak dengan beragam karakter dan pemikiran. Tentu dibutuhkan energi, kesabaran, dan kemampuan untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan yang ada," ungkapnya.

Ia juga berpesan agar seluruh pengurus lembaga tidak mudah kehilangan semangat ketika menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan program. Menurutnya, setiap proses pengabdian membutuhkan ketekunan, kebersamaan, dan komitmen untuk terus bergerak.

Ketua PCNU Banyuwangi tersebut berharap konsolidasi organisasi dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai instrumen penguatan kelembagaan, evaluasi program, sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif antarpengurus.

Rapat konsolidasi ini memberikan penegasan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya lembaga maupun program yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur untuk membangun keterhubungan kerja. Lembaga yang mandiri harus tetap berada dalam satu orientasi pengabdian, sehingga potensi yang dimiliki masing-masing dapat dihimpun menjadi kekuatan bersama.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, PCNU Banyuwangi mendorong setiap lembaga untuk menghadirkan program yang lebih terukur, saling menguatkan, dan memiliki dampak nyata hingga ke tingkat MWCNU serta masyarakat luas.(HK)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger