Sosialisasi menghadirkan Sekretaris LKNU Cabang Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., Ch., yang juga menjabat sebagai Direktur Klinik Dokter Didik (KDS). Dalam penyampaiannya, para santri diajak memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat pergaulan bebas serta pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang sehat.
Menurutnya, pencegahan pergaulan bebas tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan larangan. Remaja juga perlu dibekali pemahaman, pendampingan, serta ruang untuk berdiskusi sehingga mereka mampu mengenali batas-batas pergaulan dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari jajaran Pondok Pesantren Al Futuhiyah. Salah satu pimpinan pesantren yang juga Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), Ahmad Masruhan Hamidi, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan para santri.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai penyampaian materi, tetapi dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bisa diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para santri, sehingga mereka memiliki bekal dalam menjaga diri dan menentukan pergaulan yang baik,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif. Para santri mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pergaulan remaja.
Bagi LKNU Banyuwangi, edukasi semacam ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun generasi muda yang sehat secara fisik, matang dalam mengambil keputusan, dan memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.(diah)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar