BANYUWANGI, (Warta Blambangan) Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan benchmarking yang dilaksanakan Halal Center STAI Al Utsmani Bondowoso ke Halal Center Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman, penguatan kapasitas kelembagaan, sekaligus membangun sinergi dalam mendukung percepatan implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia.
Kunjungan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua lembaga sebagai landasan kerja sama dalam pengembangan program halal berbasis perguruan tinggi. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Halal Center UIMSYA, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., dan Ketua Halal Center STAI Al Utsmani Bondowoso, Dr. Haqiqotus Sa’adah, M.E.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain penguatan kelembagaan Halal Center dan LP3H, peningkatan kompetensi sumber daya manusia halal, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STAI Al Utsmani Bondowoso, Dawimatus Sholihah, S.Pd., M.E., yang memberikan dukungan terhadap pengembangan Halal Center sebagai salah satu instrumen penting dalam penguatan ekonomi syariah dan industri halal di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, UIMSYA menerima kunjungan tersebut dengan melibatkan jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, hingga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Kehadiran para pimpinan universitas menunjukkan keseriusan UIMSYA dalam menjadikan pengembangan halal sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi dan pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata kelola Halal Center yang efektif dan berkelanjutan. Berbagai materi disampaikan, mulai dari strategi pengembangan layanan halal, manajemen administrasi sertifikasi halal, penguatan jejaring kemitraan, hingga peningkatan kualitas pendampingan kepada pelaku usaha yang sedang mengajukan sertifikasi halal.
Penguatan kelembagaan LP3H menjadi salah satu topik utama yang mendapat perhatian peserta. Sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan program sertifikasi halal, LP3H memiliki peran penting dalam mendampingi pelaku usaha memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, tata kelola lembaga yang profesional dan didukung sumber daya manusia yang kompeten menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme rekrutmen Pendamping Proses Produk Halal (P3H) melalui sistem Learning Management System (LMS), mulai dari tahapan pendaftaran, pelatihan, uji kompetensi, hingga proses sertifikasi. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi STAI Al Utsmani dalam menyiapkan kader-kader pendamping halal yang siap mendukung program nasional sertifikasi halal.
Selain aspek kelembagaan, kegiatan benchmarking juga membahas aspek teknis pendampingan sertifikasi halal. Para peserta mempelajari proses verifikasi dan validasi dokumen, pemeriksaan bahan baku dan proses produksi, penginputan data ke dalam sistem, serta langkah-langkah pendampingan yang harus dilakukan agar pengajuan sertifikasi halal dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Ketua Halal Center UIMSYA, Dr. Nur Anim Jauhariyah, menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga pendamping halal yang kompeten sekaligus menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang halal.
Sementara itu, Ketua Halal Center STAI Al Utsmani, Dr. Haqiqotus Sa’adah, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan berbagai pengalaman yang dibagikan oleh UIMSYA. Ia berharap hasil benchmarking tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus referensi dalam memperkuat tata kelola dan layanan Halal Center STAI Al Utsmani ke depan.
Melalui kegiatan ini, kedua institusi sepakat untuk terus membangun kolaborasi yang produktif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan industri halal. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program sertifikasi halal, meningkatkan kualitas pendamping halal, serta mendukung terwujudnya ekosistem halal Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing. (syaf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar