JEMBER – Gaya wisuda unik ditunjukkan AS. Zulfa Nurkholishoh, S.Sos. Wisudawati Universitas Jember (UNEJ) itu tampil bertemakan tokoh anime Akatsuki dari Naruto dan kucing difabel kesayangannya bernama Da Vinci saat sesi foto usai prosesi wisuda.
Unej menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode X Tahun Ajaran 2025-2026 di Auditorium, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 800 lulusan jenjang pascasarjana, reguler, terapan, dan diploma dikukuhkan.
Rektor Dr. Ir. Iwan Taruna, M. Eng, IPM, ASEAN, Eng dalam sambutannya mengapresiasi para mitra kampus, dosen, tenaga kependidikan, hingga orang tua yang mendukung perjuangan dan pengorbanan putra-putrinya mulai awal kuliah saat pandemi hingga di wisuda hari ini. Beliau juga berpesan agar lulusan menjaga integritas di era kecerdasan buatan dan memiliki jiwa wirausaha untuk buka lapangan kerja dengan tantangan geopolitik global ini.
“Terima kasih mitra kampus yang memberi beasiswa dan dukungan lainnya. Apresiasi ke dosen, tenaga kependidikan, hingga orang tua yang dengan cinta mengiringi kader bangsa hingga wisuda hari ini,” ujarnya.
Unej juga mengumumkan lulusan dengan IPK sempurna 4,00 cum laude, peraih medali emas kompetisi teknik di Singapura, anggota paduan suara, hingga penerima beasiswa Bidikmisi.
Usai prosesi 07.45-11.17 WIB, wisudawan berfoto bersama keluarga, teman sejurusan, dan fakultas. Selain fotografer resmi panitia, sejumlah lulusan menyewa fotografer sendiri.
Salah satunya Zulfa. Putri sulung pasangan Agus Wahyu Nuryadi dan Yeti Chotimah, S.Pd., M.Pd--alumni Biologi FKIP Unej angkatan 2001.
Di depan gedung wisuda, bude dan bibi dari pihak ibunya yang datang dari Banyuwangi ikut mengabadikan momen haru tersebut.
“Saya bahagia sekaligus sedih. Air mata menetes saat doa akhir prosesi. Ingat Emak Sri Rahayu yang sedianya hadir. Beliau sudah pesan kamar di Perum Semeru ke saudara dosen hukum H. Multazam, tapi dipanggil Allah menjelang wukuf Arafah 25 Mei lalu. Beliau yang merawat Zulfa sejak lahir, berat rendah hingga harus di inkubator,” kenang Yeti sambil sesenggukan.
Zulfa berfoto bersama orang tua dan dua adiknya: IZ. Fathma Agmadina, mahasiswi Bioteknologi Universitas Malang dan Istiqlal Syukri Ahmad yang baru lulus SMP Bustanul Makmur Genteng. Secara kebetulan, Hari wisuda Zulfa bertepatan dengan ulang tahun ke-16 adik bungsunya.
Yang menarik, di lapangan depan Gedung Pascasarjana MIPA dan FISIP, Zulfa tetap mengenakan toga lengkap lalu menambah aksesoris cosplay Jepang. Tema itu sesuai skripsinya, Ia banyak melakukan wawancara pada komunitas, pelaku, produsen hingga budayawan Banyuwangi.
Boneka Naruto yang menemaninya tidur sejak TK dan kucing difabel Da Vinci yang dirawatnya 1,5 tahun terakhir diikutsertakan dalam momen bahagia tersebut. "Kala itu sedang di cafe kawasan TMPahlawan. selatan Kedai Makmoer.. lihat ada kucing usia sekitar 2-3 bulan tak bisa jalan. Sepertinya habis jatuh dari tempat tinggi atau ditabrak. Kasihan, lalu saya rawat mulai akupuntur hingga dokter spesialis. Saat periksa ke dokter terakhir di petshop Kertosari, dokter tak mau dibayar, karena salut atas kepedulian merawat da Vinci! " tutur Zulfa ketika menceritakan kondisi Da Vinci dan aksesoris yang dikenakan juga telah dibantu Bibi yang usaha konveksi Tiga Jaya Star Kali Lo.
Kucing Da Vinci disebut menemani Zulfa mengerjakan skripsi yang dibimbing Prof. Dr. H. Agus Tri Hartono, MA, Oh. D, Rektor Universitas Cordova Tegalsari, Banyuwangi. (Bung Aguk/Yeti Ch/JN-SC)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar