BANYUWANGI – SMK Pondok Pesantren Minhajut Thullab Muncar menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Kick Off Tahap II Program Pendampingan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Komoditas Perikanan Tahun 2026, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Bank Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Pondok Pesantren Fairul Karim tersebut dihadiri Rais Syuriah PCNU Banyuwangi sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab, perwakilan Bank Indonesia, tim Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya, unsur OPD, mitra program, serta Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Banyuwangi.
Dipilihnya SMK Minhajut Thullab sebagai lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan vokasi di lingkungan pesantren memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain mencetak lulusan yang kompeten, SMK juga diarahkan menjadi ruang tumbuh inovasi dan kewirausahaan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCNU Banyuwangi menyampaikan bahwa pesantren beserta seluruh lembaga pendidikannya harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Menurut beliau, pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, sekaligus memiliki keterampilan untuk membangun kemandirian ekonomi.
Beliau berharap keberadaan SMK Minhajut Thullab tidak hanya menjadi tempat belajar para santri dan siswa, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan, serta lahirnya unit-unit usaha produktif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua LPNU Banyuwangi, Syafroni, yang hadir bersama Sekretaris LPNU Hamid, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan SMK Minhajut Thullab. Menurutnya, program pendampingan ekonomi pesantren sangat sejalan dengan visi LPNU Banyuwangi dalam membangun ekosistem ekonomi warga Nahdliyin.
Ia menegaskan bahwa LPNU Banyuwangi siap membangun kolaborasi dengan pesantren, dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan Bank Indonesia dalam menyukseskan Gerakan Ekonomi Masyarakat Nahdlatul Ulama (GEMA NU). Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring usaha pesantren sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pemaparan mengenai arah kebijakan program dari Bank Indonesia, perkembangan pendampingan oleh Universitas Brawijaya, presentasi potensi usaha pesantren, hingga diskusi mengenai strategi pengembangan komoditas perikanan sebagai salah satu sektor unggulan Banyuwangi.
Bagi SMK Minhajut Thullab, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran sekolah vokasi pesantren sebagai jembatan antara dunia pendidikan, riset, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi yang terus dibangun, SMK Minhajut Thullab diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengembangkan usaha berbasis potensi daerah serta nilai-nilai kepesantrenan.(HKL)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar