Pages

Home » » Rais Syuriah PCNU Banyuwangi Optimistis Lahir Kader-Kader NU Progresif melalui Kaderisasi Berkelanjutan

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi Optimistis Lahir Kader-Kader NU Progresif melalui Kaderisasi Berkelanjutan



BANYUWANGI – Semangat kaderisasi yang terus digelorakan PCNU Banyuwangi mendapat perhatian dan dukungan penuh dari jajaran Syuriah. Dalam suasana ramah tamah bersama para kiai, pengurus PCNU Banyuwangi, dan MWCNU Singojuruh menjelang pelaksanaan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKPNU), Rais Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Fahrudin Manan tampak penuh optimisme melihat perkembangan kaderisasi yang semakin menggembirakan.

Pada kesempatan tersebut, KH. Fahrudin Manan didampingi jajaran Syuriah PCNU Banyuwangi, di antaranya Katib Syuriah KH. Qosim dan Wakil Katib Syuriah Gus Fikru, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kaderisasi sebagai pilar utama keberlangsungan organisasi.

Menurut KH. Fahrudin Manan, pelaksanaan kaderisasi yang konsisten mulai menunjukkan hasil dengan munculnya kader-kader NU yang progresif, memiliki pemahaman ke-NU-an yang baik, serta siap menggerakkan organisasi di berbagai tingkatan.

“Alhamdulillah, amanat konferensi dan musyawarah kerja terkait kaderisasi mulai terlaksana dengan baik. Kita melihat semangat generasi muda NU untuk belajar dan berkhidmah semakin besar. Ini modal penting bagi masa depan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

PDPKPNU yang dilaksanakan pada 19–21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Singolatren, Singojuruh, merupakan Angkatan ke-48 yang diselenggarakan PCNU Banyuwangi. Sebanyak 92 peserta tercatat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias tinggi.

KH. Fahrudin Manan bersama Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi juga menegaskan komitmen untuk memperluas gerakan kaderisasi ke seluruh wilayah Banyuwangi. Salah satu langkah yang disepakati adalah penyelenggaraan PDPKPNU secara rutin setiap bulan dengan sistem bergilir di masing-masing MWCNU.

Menurutnya, seluruh MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi wajib menyelenggarakan PDPKPNU minimal satu kali selama masa khidmat kepengurusan. Kewajiban tersebut merupakan amanat organisasi sekaligus kebutuhan strategis untuk mencetak kader yang memahami nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah serta mampu menjaga keberlangsungan jam’iyah.

“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Tanpa kaderisasi yang berjalan baik, organisasi akan kehilangan energi dan arah perjuangannya. Karena itu, kita harus terus menciptakan kader-kader yang siap melanjutkan perjuangan para muassis NU,” tegasnya.

PCNU Banyuwangi menargetkan dalam satu tahun ke depan dapat melahirkan sedikitnya 1.000 kader baru melalui berbagai program kaderisasi yang terstruktur. Target tersebut diyakini realistis mengingat tingginya antusiasme warga Nahdliyin untuk mengikuti proses pengkaderan.

Dengan dukungan jajaran Syuriah, Tanfidziyah, serta seluruh MWCNU, kaderisasi di Banyuwangi diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi kader NU yang kokoh dalam pemikiran, kuat dalam organisasi, dan siap mengabdi untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. (HKL)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger