Pages

Home » » JAMBORE LANSIA PERDANA AKAN DIGELAR DI BANYUWANGI TAHUN DEPAN

JAMBORE LANSIA PERDANA AKAN DIGELAR DI BANYUWANGI TAHUN DEPAN

 

Foto Bersama Peserta Rembuk Lansia 2026

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi bersiap mengukir sejarah dengan rencana penyelenggaraan Jambore Lansia perdana. Kegiatan yang mengadopsi semangat kepramukaan ini diusulkan dalam Rembug Lansia 2026 yang berlangsung di D’Gentong CafĂ©, selatan Stasiun Banyuwangi Kota, Rabu (3/6/2026).

Acara yang berlangsung penuh keakraban dan diselingi senda gurau tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi berbasis aktivitas lansia, antara lain LVRI, PEPABRI, Perkumpulan Gotong Royong 45, JRKBB, Sanggar Merah Putih 45, PWRI, KOSTI, serta beberapa organisasi lainnya.

Data Lansia Capai 17 Persen Populasi

Berdasarkan data yang dipaparkan, angka harapan hidup Kabupaten Banyuwangi mencapai 74 tahun—melampaui Yogyakarta—dengan populasi lansia mencapai 17 persen dari total penduduk, di atas rata-rata nasional.

Kepala Daerah yang baru dilantik, Sekda Yayan, menekankan bahwa fase lanjut usia adalah masa depan yang pasti dialami semua orang. "Kebijakan itu seperti lukisan. Ia indah jika semua orang yang memandangnya merasa nyaman. Jika belum nyaman, berarti lukisannya belum selesai," ujarnya dalam sambutan.

Usulan Konkret untuk Kesejahteraan Lansia

Ibu Peni Handayani, mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi tahun 2017 yang menjadi narasumber utama, memaparkan sejumlah usulan strategis:

  1. Jambore Lansia – Rekreasi kolektif ala Pramuka di lapangan terbuka sebagai terobosan nasional
  2. Revitalisasi Gedung Juang – Penurunan pagar tembok agar lebih ramah lansia, serta optimalisasi sebagai pusat kegiatan senior
  3. Posyandu dan Latihan Terapi Kesehatan – Layanan medis rutin dan terapi kebugaran
  4. Dapur LVRI – Dukungan nutrisi dan logistik bagi lansia
  5. Ngopi Subuh Bersama Senior – Kegiatan sosial yang inklusif

 

Perwakilan dari PEPABRI

Atasi Tumpang Tindih Bantuan, Data Harus Dibersihkan

Salah satu temuan krusial dalam diskusi adalah adanya ketimpangan distribusi bantuan. Sejumlah oknum disebut menerima manfaat dari beberapa program sekaligus (tumpang tindih), sementara warga lain di sekitarnya tidak mendapat bantuan sama sekali.

Untuk mengatasi hal ini, Bappeda diminta melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap program dan anggaran dari berbagai organisasi, baik pemerintah daerah maupun swasta. Validasi ulang data di tingkat RT menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

 

Konsep "Lansia Peduli"

Para peserta sepakat membangun ekosistem "Lansia Peduli" yang mengintegrasikan peran pemerintah daerah dengan kepedulian lingkungan tingkat RT. Lansia didorong aktif melaporkan kondisi tetangga di sekitarnya yang membutuhkan bantuan, dengan mekanisme berjenjang dari RT hingga kabupaten.

Sambutan Sekda Pemerintah Kabupaten Banyuwangi


Tantangan Anggaran dan Infrastruktur

Sekda Yayan juga mengungkapkan tantangan fiskal yang dihadapi: dana transfer dari pusat berkurang Rp 665 miliar, sementara Banyuwangi memiliki jalan terpanjang sepanjang 2.800 km dengan tingkat kerusakan 20 persen per tahun. Biaya overlay aspal mencapai Rp1 miliar per kilometer.

Meski demikian, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan terus melanjutkan inovasi manajemen talenta bagi 15.000 ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Aktivitas Menarik Di Penghujung Acara

Rembug Lansia ditutup dengan kegiatan ramah lingkungan, yakni pembuatan produk ecoprint dan pembuatan jajanan lepet yang melibatkan seni merangkai janur. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama menyantap hidangan khas Banyuwangi: Nasi Tempong, Pelasan, dan sayur kelor yang sehat dan lezat.

Langkah Selanjutnya

Panitia yang dikoordinasikan Mbak Lusi dan tim diharapkan segera menyusun rencana tindak lanjut untuk Jambore Lansia yang rencananya digelar tahun depan. Bappeda juga diminta segera menghubungi masing-masing organisasi untuk mendata anggaran dan daftar penerima manfaat yang telah tercover.

Pemerintah daerah pun berkomitmen menindaklanjuti permohonan tertulis mengenai penyesuaian pagar tembok di Gedung Juang agar lebih representatif dan nyaman bagi para lansia. (AW)

Kegiatan membuat produk ramah lingkungan - Eco Printing



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger