Pages

Home » » Meneguhkan Cinta dalam Ridha-Nya, LKKNU MWCNU Urbaniyah Banyuwangi Hadirkan Ruang Pembelajaran Keluarga

Meneguhkan Cinta dalam Ridha-Nya, LKKNU MWCNU Urbaniyah Banyuwangi Hadirkan Ruang Pembelajaran Keluarga

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Ketika media sosial semakin memengaruhi cara generasi muda memandang hubungan dan cinta, LKKNU MWC NU Urbaniyah Banyuwangi menghadirkan ruang dialog yang mengajak masyarakat kembali menimbang makna cinta secara lebih mendalam. Melalui kegiatan Keluh Kisah: Zona Curhat Seputar Keluarga bertema “Cinta Itu Memang Manis Tapi…”, yang digelar di Perpustakaan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, Jumat (29/5/2026), ratusan peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mendiskusikan cinta, keluarga, dan ketahanan rumah tangga dalam perspektif Islam.


Forum yang berlangsung hangat tersebut menghadirkan Lora Muhammad Ismael Amin Al-Kholili, penulis buku Kompas Kehidupan, sebagai pembicara utama. Dengan gaya penyampaian yang ringan namun sarat makna, ia mengajak peserta memahami bahwa cinta tidak cukup dimaknai sebagai perasaan yang menyenangkan, melainkan harus bertumbuh menjadi tanggung jawab, komitmen, dan bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Menurut Lora Ismael, banyak hubungan mengalami kegagalan bukan semata karena hilangnya rasa cinta, melainkan karena kurangnya kesiapan dalam membangun komunikasi, menghadapi perbedaan, serta menumbuhkan sikap ikhlas dan saling memahami.

“Cinta yang diridhai Allah bukan hanya membuat dua insan saling mendekat, tetapi juga membuat keduanya semakin dekat kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Cicit ulama besar Nusantara, Syaikhona Kholil Bangkalan, itu juga menekankan pentingnya membangun fondasi spiritual sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirun As-Salafi Alkholili di Geger, Bangkalan, ia menilai keluarga yang kokoh lahir dari individu yang matang secara emosional dan kuat dalam nilai-nilai keimanan.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Banyuwangi, Barurrohim atau Ayung Notonegoro, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, pembekalan mengenai kehidupan keluarga perlu diberikan sejak dini agar para pemuda tidak hanya siap secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual.

“Rumah tangga bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan menyatukan dua perjalanan hidup yang harus diarahkan menuju kemaslahatan. Karena itu, pemuda perlu dibekali ilmu agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Lentera Sastra Banyuwangi sekaligus Dewan Pakar LKK NU Banyuwangi, Syafaat. Ia menilai forum semacam ini penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus tempat generasi muda menyampaikan kegelisahan mereka terkait hubungan, keluarga, dan masa depan.

Menurutnya, di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, anak-anak muda membutuhkan wadah yang sehat untuk berdialog dan memperoleh panduan yang benar dalam memandang cinta dan kehidupan berkeluarga.

“Ketika cinta dipahami sebagai bagian dari ibadah, maka hubungan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan sesaat, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luhur,” ungkapnya.

Dipandu moderator Meydiana, diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari persoalan hubungan sebelum menikah, komunikasi dalam keluarga, hingga tantangan menjaga komitmen di tengah derasnya pengaruh media digital.

Suasana perpustakaan yang biasanya tenang berubah menjadi ruang perjumpaan gagasan dan pengalaman. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam percakapan yang membuka perspektif baru tentang makna cinta yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa cinta bukanlah perjalanan yang selalu mudah dan bebas dari ujian. Cinta yang matang adalah cinta yang mampu bertahan dalam proses, saling menguatkan dalam keterbatasan, serta menjadikan ridha Allah SWT sebagai tujuan utama. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah hubungan tidak diukur dari banyaknya pujian manusia, melainkan dari seberapa besar keberkahan yang lahir darinya. (Syaf)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaga kesopanan dalam komentar

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger